Memiliki mental yang sesuai dengan kualifikasi orang sukses, menjadi dambaan setiap orang yang ingin mencapai predikat sukses. Hanya saja tidak semua orang benar-benar mau mendesign atau memformat mentalnya agar benar-benar memiliki kualifikasi proporsional, yang bisa mendukung cita-citanya menuju kesuksesan.
Banyak definisi Mental sukses yang beredar dalam wacana intelektual di masyarakat. Ada yang mengatakan mental sukses harus kuat, tahan banting, kokoh dan lain sebagainya.
Tidak ada yang salah dengan prediksi-prediksi Mental sukses tersebut. Hanya saja, tidak ada salahnya anda berfikir kritis kembali tentang konteks Mental sukses tersebut.
Hemat saya, agar seseorang bisa lebih bermental adaptif atau bahasa gaulnya, lebih supel dalam meniti jalan suksesnya. Diperlukan suatu Kebugaran Mental.
Bukan hanya Fisik saja yang butuh kebugaran, Mental juga perlu bugar dong. Coba saja bayangkan, apa jadinya jika anda tidak pernah berolahraga sama sekali. Anda tidak peduli dengan kondisi tubuh anda, anda tidak mengatur pola makan anda. Sikat sana sikat sini.
Mungkin awal-awalnya belum menimbulkan efek yang mengkhawatirkan. Tapi tunggulah beberapa tahun kemudian, (maaf) bukannya mendoakan, tapi biasanya yang sudah-sudah, seseorang baru bisa terdeteksi setelah masuk rawat inap
Semoga saja anda tidak termasuk didalamnya.
Coba fakir-fikir lagi sudah berapa banyak orang-orang terdekat anda yang pernah mengalami sakit, yang disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat. Betapa menyedihkan dan menyesalnya kita melihat kenyataan itu. Bener tidak?
Nah sama halnya dengan polah Pembentukan mental yang tidak sehat. Efeknyapun bisa berdampak negatif terhadap formula kehidupan anda. Yang jelas pembentukan mental yang keliru, akan menghasilkan mental yang keliru pula.apalagi kalau sudah terkena virus mental. lebih gawat lagi. Penyembuhannyapun harus lebih intensif. Sebaliknya, pembentukan mental yang baik, akan menghasilkan mental yang baik pula.
Lalu bagaimana sebenarnya mental yang baik dan mental yang keliru itu? Di paragraph atas sudah saya singgung. Bahwa sudah banyak beredera wacana intelektual yang di cetuskan oleh orang-orang yang dahsyat. Dan saya yakin semua itu berorientasi pada kemuliaan mental yang di harapkan. Silahkan anda berburu wacana yang syarat ilmu itu. (sesekali beli buku berkualitas, gapapa khan…:D )
Saat ini saya hanya ingin menekankan, bahwa mereformasi pembentukan mental, sangat diperlukan! Karena di dalam mental yang sehat, terdapat aksi yang sehat pula.(maksa ga sih
)
Nah apakah anda sudah siap melatih kebugaran mental anda?
Yuk kita berbagi…
Share



{ 29 comments… read them below or add one }
Saya juga pengen mental saya sehat donk!, supaya ada gairah ACTION setiap hari.
Ayo mas menyehatkan mental bareng.
Bisa kan ajari saya senam mental, hehehe…
bagaimana dengan yang lain, mau gabung dengan kami gak, bersenam mental??
siplah kalo gitu… senam mental bareng? Ayo….
ak boleh mikut mas….
lagi down nich
silahkan Mas… Gratis Kok!
pertamanya..
wah kalo ada virus mental, berarti siap2 dengan anti virus mental yang ampuh donk…
iya Mas Lendra, dan itu sudah ada juga kok, sudah pernah saya posting
Hmmm..analoginya boleh juga ehem nih
Sepertinya artikel ini bisa dihubungkan dengan 2 artikel sebelumnya..Hal pertama yang harus dipersiapkan untuk memulai suatu usaha adalah memiliki mental yang kuat. Dan kebugaran mental tersebut hanya bisa didapat dari semua pengalaman baik dan tidak baik selama hidup kita.
salam sukses
Ricky
Businessman
Tepat sekali Mas Ricky analisisnya.
Bermula dari keinginan yang biasa-biasa saja. Tapi jika di kemas dalam porsi yang tepat dan terarah, niscaya pembentukan mental akan menjadi lebih baik.
Salam sukses !
sebaiknya membugarkan mental jangan kesusu. Pelan2 aja, karena berubah itu memang sulit. Apalagi kalau sejak kecil doktrinasi mental yg kurang baik sering bersemayam di diri kita.
Btw congrats mas… udah pecah telur!
benar mas, karena mental kita suda kaku, jarang di bugarkan. bayangin aja kalau dari kecil ga pernah push up, terus gedenya di suruh push up yang cepat dan banyak. Adow… bisa keseleo tuh lengan kita…
Thanks mas arief… akhirnya.
mental memang penting dlm menghadapi segala lika-liku hidup..masalah besar bisa menjadi sederhana karena bermental pejuang dan masalah kecil menjdai besar apabila dilihat oleh orang yang bermental tempe.. bukan begitu mas fadly
persepsi yg menarik mas Zam. saya sependapat tuh!
Melihat persoalan hidup, bergantung dari bagaimana seseorang memandangnya.
Setengah penuh atau setengah kosong.
menarik mas,memang kadang kala orang cepet sadar jika tubuhnya terasa sakit tapi suka kurang sadar jika mentalnya sedang sakit,wah kalo gini repot ya mas? tank artikelnya.
ya gitu deh…
thanks komentarnya mas muhtadin
didalam mental yang sehat terdapat pikiran yang kuat…Mas Fadly terimakasih atas pembelajarannya, salam
Siplah… mudah-mudahan maki elastis
“.. di dalam mental yang sehat, terdapat aksi yang sehat..” boleh juga kata2nya. Tapi, saya setuju sekali dg analogi Mas Fadly. Mental mmg ibarat tubuh. Makin sering dilatih (menghadapi masalah dan coba atasinya, bangkit dari kekalahan, atau mencoba tantangan baru dll), mental pasti semakin tangguh. Orang yg selalui menjauhi masalah, hidupnya memang terlihat adem ayem. Tapi, mentalnya tidak teruji (dan kurang bugar). Kalau masalah tidak bisa dihindari lagi, bisa susah jadinya. Semoga kita semua selalu berusaha untuk ‘bugar’kan mental kita semua. Good post!
Btw, ada rekomendasi utk buku mengenai hal ini tidak Mas? Appreciate it. Thks
begitulah Mas Adi.. menghindari dan menghadapi masalah, tentu sangat berbeda. dan efeknyapun pasti beda! tul ga??
Bukunya blm ada referensinya nih
( ntar saya aja yg nulis deh
Ikut Comment Ah…. boleh kan Mas. Sebelum mencapai sukses kita harus nyiapin mental dulu, sebab jika tidak disiapin nanti bisa berakibat fatal. Kehidupannya jadi kacau, karena melupakan masa lalu sebelum sukses. Sudah lupa asal gitulah.
Salam sukses selalu
Tapi ingat, di bikin elastis yah… supaya tidak stress.. he he he
Thanks sudah berkunjung Mas Winarno
Mental yang kuat sering diungkapkan dengan mental baja.
untuk menghasilkan baja yg baik diperlukan proses yang panjang. Begitu juga dengan mental kita. Kita perlu jatuh dan terperosok kedalam lubang untu bisa memiliki mental yang kuat. Kita butuh gagal untuk memiliki mental yang tangguh. Proses yang panjang emang sebuah keharusan.
Great posting mas fadly
Komentar yang bijak Mas Ahmad..
Proses pembentukan mental yang kuat memang perlu terpaan yang hebat pula..
artikelnya keren juga ! biar mental ok…ibadah harus jalan terus…betul apa benar ! thanks
iya dong!
hmm, saya respect dengan tulisan seputar mental, karena ini adalah sebuah modal yang saya rasa bisa disebut gratis tapi mempunyai efek yang sangat luar biasa.
thnk’s mas.
Membangun mental yang sehat memerlukan proses, apalagi kalau selama dibesarkan berada dalam lingkungan yang kurang sehat. Jangan terburu-buru lakukan perlahan namun pasti. Pribadi kita sudah terbentuk sepanjang usia kita saat ini, tentunya tidak mungkin diubah hanya dalam hitungan hari. Yang penting take action untuk berubah:)
Mantap lo gt indonesia bisa shat don9.mksd gw orang indo he.
Mental untuk sukses yang ada dalam diri kita harus sesekali dibugarkan mengingat kebugaran mental itu bisa mempengaruhi kesuksesan kita dikemudian hari.
bos bos yang ngurus negara ini kayaknya perlu senam mental…biar sehat…mental…
{ 1 trackback }