Jika Negeri Ini Lucu, Kenapa Kita Tak Juga Tertawa?

by fadlymuin on May 12, 2010

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah artikel yang di tulisa oleh kawan saya. Erwyn Kurniawan. Tulisan ini di muat di web eramuslim. Saya membacanya lewat Note di Facebooknya. Erwyn adalah teman kuliah dulu. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang aktif dan memang senang menyoroti politik dalam negeri.

Dalam tulisannya yang diberi judul, “Alangkah Lucunya Negeri ini” sebuah judul yang meminjam dari judul film besutan Dedy mizwar. Mencoba menyoroti realitas sosial-politik indonesia yang memerlukan pembenahan karakter.

Dalam tulisan itu, di paparkan sebuah pemikiran yang kontradiktif  yang terjadi di negeri yang kita cinta ini. Bahwa dilain sisi, penguasa atau sebagian besar pihak yang berkepentingan telah menyebut bahwa negeri yang disebut Indonesia adalah Negara besar. Besar dalam berbagai aspek, termasuk jumlah penduduk, luas wilayah dan juga besar dalam prilaku korupsinya.

Kebesaran itu telah menjadi sebuah kebanggaan tak terhingga. Sehingga menjadikan siapapun individu yang berpijak di negeri ini akan merasa sangat bangga dan menyesal jika tidak bisa measakan kebesaran negeri ini.

Menurut Erwyn dalam tulisannya, ternyata kebesaran dalam konteks positif, ternyata tidak sejalan dengan cara-cara pengambilan keputusan dan penerapan kebijakan public di masayarakat. Itulah sebabnya Erwyn mengadopsi situasi ini sebagai sebuah kelucuan yang patut membuat kita geli.

Apa yang ingin saya sampaikan?

Garis besar pemikiran Erwyn saya sepakat, bahwa telah terjadi keganjilan di ngeri ini. Dilain sisi kita sudah mencapai posisi sebagai negera yang besar, tapi dilain sisi kita tidak mampu membuat sebuah keputusan yang mendukung pernyataan bahwa negeri kita ini besar.

Dilain sisi pula, tulisan Erwyn yang mengatakan bahwa ”negeri ini lucu” ternyata tak mampu membuat saya tertawa. (Sorry yah win ? )

Namun demikian esensinya bukan untuk menertawakan tulisan kawan saya itu. Tapi terlebih kepada upaya mengapresiasi tulisannya yang sangat kritis itu. Dilain sisi saya ingin katakan bahwa ternyata sesuatu yang di sebut lucu, belum tentu membuat kita mampu tertawa. Sesuatu yang disebut lucu belum tentu kita bisa melihatnya sebagai adegan yang jenaka.

Sebaliknya, sesuatu yang disebut lucu bisa jadi adalah sebuah ungkapan sentimentil. Sebuah kondisi “keganjilan” yang membuat kita merasa marah!

Jadi upaya actor kawakan seperti Dedy Mizwar masih perlu diperas lagi agar bisa membat kita tertawa oleh kelucuan yang dibuatnya.

Ringkasnya, saya ingin mengapresiasi tulisan-tulisan yang sifatnya menertawakan negeri ini. Sebuah tulisan yang coba menyemangati sifat kritis kita terhadap situasi sosial-politik di negeri ini. Jadi ini bukan anti tesisnya. Melainkan peleburan akan sesuatu yang mungkin selama ini kita anggap lucu.

  • Jadi mulai sekarang, kita bisa sedikit memodifikasi makna “kelucuan” yang kita terima. Lucu bukan lagi sesuatu yang sifatnya jenaka dan menyenangkan. Tetapi sesuatu yang sifatnya menyentil dan mengungkap “keganjilan” yang terjadi.

Ok segitu dulu deh. Mudah-mudahan sifat kritis kita tidak luntur karena sebuah kelucuan hidup yang membuat kita terlena.

Thanks Erwin atas opininya.

Share

{ 66 comments… read them below or add one }

1 arief maulana May 12, 2010 at 10:28

kontradiksi juga sih mas.
Masalahnya yg kita tertawakan justru negeri kita sendiri, dimana kita hidup dan bersosialiasi di dalamnya….

Reply

2 fadlymuin May 12, 2010 at 19:07

kesedihan yang ironis. dilain sisi kita mengkritik prilaku penyelenggara dan pihak kepentingan lainnya. dilain sisi, peran kita tidak begitu kuat untuk mengguncang kebijakan publik. inilah rasa “sakit hati” yang tak terungkap.

Reply

3 Udin Hamd | Blogger 2 Inchi May 12, 2010 at 10:30

Ikut ketawa nggak ya ? . . .

Reply

4 fadlymuin May 12, 2010 at 19:08

ini buktinya, bahwa kelucuan belum tentu membuat orang lain tertawa :)

Reply

5 hata May 16, 2010 at 20:13

siapa nama pacarmu…..!

Reply

6 Hosting Murah May 12, 2010 at 11:02

mas fadly,saya sudah pasang link situs anda di pasangbarisiklan.com.tolong di link balik ya dengan keyword pasang iklan baris.
makasih

Reply

7 mh May 13, 2010 at 07:16

wekekekekek… maksa nih ye?

Reply

8 Erdien May 12, 2010 at 12:23

Kenapa negeri ini lucu? Bukankah kita termasuk di dalamnya? Kenapa kita tidak membuat kebijakan besar buat negeri ini?
Menertawakan negeri ini berarti menertawakan diri sendiri :)
Hehehe…. Semua ada dalam area masing-masing, kita hanya mampu memberikan kontribusi buat negeri ini lewat kompetensi yang dimiliki. Tidak bisa langsung seperti mereka para politisi.
Pertanyaan yang muncul kemudian, “Kalo mo membuat kebijakan besar, kenapa tidak terjun menjadi orang yang punya kewenangan di sana?”

Reply

9 fadlymuin May 12, 2010 at 19:12

agag sentimentil nih kali ini mas erdien :)

mirip dengan pendapat saya terhadap @arief maulana di atas.

pada dasarnya masayarakat di tingkat non-kepentingan hanya bisa merasakan sebuah ironi kesedihan, tanpa mampu berbuat sesuatu yang merubah keadaan. jatuhnya kita akan terbentuk untuk bersikap individualistis. mungkin yah

untuk membuat kebijakan besar tidak mudah, minimal kita harus masuk ke lingkungan komunitas org2 besar. dan proses menuju kesana adalah proses pertentangan mentalitas seseorang. mampukah? itu pertanyaannya

Reply

10 Erdien May 12, 2010 at 20:54

:) Hehehe…
Nih yang beginilah justru yang bisa membuat ketawa Mas. Saya sering merasa seperti itu. Seringkali tertawa melihat orang yang menertawakan orang lain dengan setumpuk krtikannya, sementara dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa ketika berada di area tertawaan itu. Bahkan untuk masuk ke area sana pun ngga bisa :D

Reply

11 fadlymuin May 12, 2010 at 21:34

termasuk saya dong ? wakakaka.. kena deh

Reply

12 andry sianipar May 12, 2010 at 12:31

hello mas Fadly -
ironis banget mas..
mau menertawakan.. tapi negara sendiri…
lebih baik diam saja dan banyak bekerja ya…..

Reply

13 fadlymuin May 17, 2010 at 13:43

hallo juga mas..
mudah-mudahan saja negeri kita akan semakin mebaik yah

Reply

14 Aldy May 12, 2010 at 14:09

Karena kita belum cukup dewasa untuk mentertawakan diri sendiri.

Reply

15 dobleh yang malang May 12, 2010 at 18:55

yup benar apa yg dikatakan omAl
manteb
salam hangat dari blue

Reply

16 fadlymuin May 12, 2010 at 19:13

ini respon dari seorang yang benar-benar bersikap sederhana dan legowo. tak banyak org yang bisa bersikap seperti itu mas Aldy.. salut

Reply

17 aldy May 13, 2010 at 08:21

Sesekali Mas Fadly perlu menulis bagaimana kita mentertawakan diri sendiri dengan bijak.
Yang disampaikan oleh Suara Kelana dibawah saya kira cukup mewakili suara insan blogger yang sesungguhnya.

Reply

18 fadlymuin May 13, 2010 at 17:16

trims mas. insyaAllah yah

Reply

19 candradot.com May 13, 2010 at 15:45

hahhaa ada lagi OM AL

Reply

20 aldy May 13, 2010 at 23:11

Heeh…ada lagi yang lain ?

Reply

21 Suarakelana May 12, 2010 at 15:49

kalau saja itu sekedar parodi, mau lah saya tertawa lepas menikmati kelucuannya. Sayangnya, ini menyangkut realita hidup berjuta orang. Saya saksikan sendiri imbasnya di sekitar dan sama sekali tidak memicu urat tawa saya.
Penggunaan istilah lucu disana sebenarnya bergaya sinisme, dengan tujuan menyentil dsbnya. Hasilnya adalah senyum kecut para pendengarnya.
Saya lebih suka istilah lucu yang sebenarnya. Yang bisa membuat lepas derai tawa, tanpa tertahan bayangan derita sang obyeknya.

Reply

22 fadlymuin May 12, 2010 at 19:15

tepat sekali pak Hery..

kelucuan yang tulus lebih nikmat merenggangkan otot-otot syaraf kita.plong rasanya..

mudah-mudahan kelucuan dinegeri ini bisa berbuah kegembiraan..

Reply

23 delia May 12, 2010 at 16:06

Kalo ngomongin negeri ini….malah miris :(
Tapi begitulah banyak menertawakan hal2 yang sebenarnya gak lucu untuk ditertawakan….

Bingung T_T

Reply

24 fadlymuin May 12, 2010 at 19:16

setidaknya kita mulai dari diri sendiri saja mbak lia.. itu sudah cukup kok

Reply

25 arsumba May 12, 2010 at 19:46

Apakah setiap kelucuan harus ditertawakan?

Reply

26 fadlymuin May 13, 2010 at 03:53

pertanyaan filosofis crit

Reply

27 arsumba May 12, 2010 at 19:48

ew.. komengku tadi kemana? ikz….

Reply

28 fadlymuin May 12, 2010 at 21:35

aku liat di sel juga ga ada crit.. blm tersubmit kali…?

Reply

29 Ahmad IM-bisnis May 12, 2010 at 20:16

sms lucu saya lucu gak mas?

===> negeri ini sedang banyak cobaan jangan di ketawain dong, doakan kebaikan yang banyak! Hidup Indonesia!

Reply

30 fadlymuin May 12, 2010 at 21:36

smsnya lucu mas.. bahkan bisa membuat saya kreatif :D

oke deh, mari berdoa untuk bangsa kita ini

Reply

31 Ahmad IM-bisnis May 12, 2010 at 22:44

yuk kita budayakan! jangan cuma bisa menggugat dan menertawakan, karena bagaimanapun kita bagian dari negara besar ini…
kalo kita menertawakan negari ini, berarti kita telah menertawakan diri kita sendiri!
kenapa tidak kita sikapi keadaan negeri ini dengan pikiran jernih dan positif?
jangan malah memperkeruh keadaan negeri ini, dengan tertawaan yang gak ada faedahnya sama sekali.
sekali lagi, yuk kita berdoa untuk kebaikan seluruh elemen masyarakat Indonesia Tercinta!

maaf mas…kepanjangan ya…
ini bukan ceramah lho mas, hanya setitik pengingat u/ diri saya sendiri dan orang2 yang masih bisa berpikir jernih dan positif! thx ya :)

Reply

32 fadlymuin May 13, 2010 at 03:55

sip..sip…
ada jurang pemisah antara kritikus dan pecinta damai.
mudah-mudahan saja kita semakin tajam melihat, merasakan dan membuat sebuah langkah produktif kedepan.. amin

maju terus Indonesia!!

Reply

33 TuSuda May 12, 2010 at 20:39

Maksudnya menyentil hal yang ganjil agar bisa dibenahi bersama.

Reply

34 fadlymuin May 12, 2010 at 21:42

maksud hati seperti itu bli.. semoga saja bisa menyentuh jantung pertahanan pembuat kebijakan dan mendapat respon positif dikalangan masyarakat

Reply

35 Agus Siswoyo May 12, 2010 at 21:26

Indonesia adalah negara besar dengan wacana penduduk berbentuk piramida. Komposisi penduduk didominasi oleh usia anak-anak dan remaja. Maka nggak heran kalau keputusan yang diambil masih kekanak-kanakan.

Reply

36 fadlymuin May 13, 2010 at 03:56

nah kalau ini kelucuan yang menyentil..
miris campur gemes melihat fenomena ini mas..

Reply

37 delia May 13, 2010 at 19:58

Ehmmm tertarik mengenai piramida..
apakah kita harus menunggu saatnya seperti jepang atau singapore dimana pondasi dipenuhi generasi tua.. Hingga anak muda pun mulai ketakutan sebagai generasi penerus..tertekan.. dan apapun selalu dipandang serius. ? ehmmm membuat lia semakin bingung

sikap kekanak2an generasi muda bisa jadi karena mencontoh generasi sebelumnya yng sering membua atraksi aneh dan membuat kita berpikir apakah ini pantas untuk ditertawakan ?

seperti kata pak Fadly :D … mari kita mulai dari diri sendiri..
CMMIW

Reply

38 aas maesyanurdin May 12, 2010 at 22:42

tertawa adalah alami dan mesti jelas obyeknya…kalau dipaksakan kurang enak didengar…apalagi menertawakan bangsa dan negeri ini

Reply

39 fadlymuin May 13, 2010 at 03:57

sama dengan menertawakan ibu sendiri yah mas..
takut kualat anak bangsa ini..

Reply

40 iskandaria May 13, 2010 at 04:49

Dugaan saya ternyata tepat saat membaca judul postingan ini, bahwa akan ada kaitannya dengan judul film terbaru Om Dedy Mizwar. Saya nggak nonton sih filmnya, tapi sempat menyimak sinopsisnya. Kelucuan yang sebenarnya tidak lucu memang. Malahan miris bin ironis. Kita suka membanggakan “kebesaran” negara kita, tapi di sisi lain, kita tidak mampu membuat kebesaran tersebut dirasakan oleh banyak penduduk negeri ini.

Ibarat ayam yang mati kelaparan di lumbung beras :)

Alangkah “lucunya” ya kalo begitu..

Reply

41 fadlymuin May 13, 2010 at 17:18

substansinya memang seperti itu mas is.
kita hanya perlu menjadikan realitas itu sebagai tolak ukur tersendiri, dan melakukan perubahan mendekat, dimualai dari diri sendiri..

Reply

42 mh May 13, 2010 at 07:21

kalo anda belajar sejarah dan kebudayaan bangsa Prancis, pasti anda sudah menjawab artikel di atas waktu ujian semesteran.

Kita pasti kenal kata komik dan komedi. Nah, komik adalah kata yang merujuk kepada kelucuan yang tidak lucu alias miris.

Komedi juga tidak jauh beda sebenarnya. Arti dari komedi adalah sebuah kelucuan yang dibuat2, tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, namun terkesan mengritik pemerintah.

Jika anda ingin mengacu kepada arti lucu yang sebenarnya, gunakan kata HUMOR.. yang artinya menghibur orang.. mungkin dengan cara membuat orang lain tertawa.. lucu ya? wakakakakak..

Di Indonesia, kata komik, komedi dan humor sudah tidak jelas arahnya… mungkin karena kebanyakan diplesetin oleh stasiun tivi.

Reply

43 candradot.com May 13, 2010 at 15:46

tumben panjang

Reply

44 mh May 14, 2010 at 10:03

lupa nginjek rem hihihi

Reply

45 fadlymuin May 13, 2010 at 17:21

trims tambahan pengetahuannya gan.
perbandingan antar bangsa memang bagus untuk memberikan warna yang berbeda terhadap cara pandang kita selama ini.

sekarang kita semakin mengertii khan, lucu, jenaka, humor komik dan hal-hal lain yang merujuk pada nilai yang mendukung tawa lepas kita itu, diperlukan pemahaman dan maksud yang cocok

Reply

46 ago May 13, 2010 at 09:25

yah,, itulah realita bangsaku,,,

Reply

47 fadlymuin May 13, 2010 at 17:21

yup

Reply

48 maria May 13, 2010 at 09:41

ibu pertiwi makin menangis sedih ,merasakan ,melihat ,tayangan “lucu” yang tak kunjung selesai . cuma suara genderang doa yang bisa dilantunkan sayup2 lemah tuk menghiburmu ibu.

Reply

49 fadlymuin May 13, 2010 at 17:36

makanya jangan sampai ibu pertiwi menangis karena anak bangsa tidak melakukan apa-apa, minimal untuk dirinya sendiri ;)

Reply

50 Mastyo May 13, 2010 at 19:16

Jangan ditertawakan mas, kasihan negara ini.
Mari kita doakan aja agar yang terbaik buat negara tercinta, semoga para pemimpin dibukakan hatinya agar senantiasa eling bahwa pertanggungjawaban mereka yang berat adalah nanti di akhirat dan tidak akan ada partai atau golongan yang akan bisa menolong kecuali amal dan ibadahnya..

Reply

51 fadlymuin May 14, 2010 at 21:11

iya deh.. :)
mudah-mudahan doanya terkabul mas

ini bukan bahan lalucon kok. ini pun sebagai bentuk kilas balik kepada diri sendiri.. termasuk diriku..:D

Reply

52 budiarnaya May 13, 2010 at 20:11

“lucu” lupa cari untung heee…memberikan suatu kepuasan sangat susah, tergantung dari sisi mama kita melihatnya nasi sepiring buat saya mungkin kenyang, tapi buat yang terbiasa makan 2 piring mungkin belum kenyang, sudah menjadi kewajiban kita memberikan andil dalam setiap perkembangan negeri kita,dengan kekurangan yang kita miliki berbenah diri untuk yang lebih baik, sukses selalu buat negeri tercinta ini

Reply

53 fadlymuin May 14, 2010 at 21:14

sepakat, kontribusi individu sangat berarti untuk negeri ini.

Reply

54 Iwan Kus May 14, 2010 at 14:22

yang lebih lucu lagi adalah saya malah ingin menangis
melihat banyolan2 yg tersaji di sekeliling kita

Reply

55 fadlymuin May 14, 2010 at 21:15

lucu plus filosofis mas..

Reply

56 Blog Pengembangan Diri | Tips - Tips Sukses | Motivasi | Inspirasi | Blogger Tutorial May 14, 2010 at 14:37

Negeri ini memang benar2 lucu saking lucunya menjadi tidak lucu lagi bahan ironis lagi memalukan, kita memiliki banyak sda namun miskin sdm, ita memiliki kebesaran sebagai bangsa yang kaya potensi tapi miskin prestasi…..

Reply

57 fadlymuin May 14, 2010 at 21:15

sudah anti klimaks deh..

Reply

58 ghe May 14, 2010 at 16:03

lucu juga bisa menjadi suatu hinaan mas…hinaan merendahkan….

Reply

59 fadlymuin May 14, 2010 at 21:16

gaswat tuh..

Reply

60 JUN May 15, 2010 at 11:57

jadi semacam parodi bukan begitu?

Reply

61 ahsanfile May 16, 2010 at 16:28

Seperti pak guru yang liat anak kelas 1 sd bikin ulah lucu ketika ngajar. sebenarnya adalah lucu tapi pak gurunya (kita) malah akan marah.

Itulah mengapa kita gak bisa tertawa

salam kenal

Reply

62 fadlymuin May 17, 2010 at 13:46

betul..betul…

Reply

63 bundadontworry May 17, 2010 at 12:20

mungkin kita tdk bisa tertawa dgn manis, namun tertawa dlm ironi.
krn ‘lucu’ nya negeri ini, maka banyak kebijakan yg sebenarnya tdk bijak sama sekali, atau utk siapa kebijakan tsb dibuat?
pd kenyataannya tiap kali ada kebijakan, malah makin menyusahkan masyarakat kebanyakan, dan tdk berlaku bagi pemberi keputusan atau orang berduit.
jadi, kita belum bisa tertawa lepas dgn kelucuan ini, paling hanya tersenyum miris :(
salam

Reply

64 fadlymuin May 17, 2010 at 13:47

artinya, kita perlu perenungan mendalam. bukan hanya buat pemimpin, tapi seluruh elemen masyarakat termasuk individunya yah bunda?

saya fikir, langkah praktis, kita harus mulai berbenah diri masing-masing..

trims bunda sudah sering berkunjung…:)

Reply

65 ridho May 18, 2010 at 15:25

negri ini gak Lucu yang lucu para aktor Eksekutif,Legislatif dan yudikatif yang katanya orang” pintar…setau saya pintar ngibulin masyarakan….

Reply

66 asop May 21, 2010 at 16:37

Yap, pengertian baru “lucu”. :)

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: