Akhir-akhir ini perasaan JENUH sangat hangat dalam pelukanku. Entah kenapa perasaan BOSAN dengan rutinitas yang menjemukan membuatku malas melakukan apapun. Proyek survey sitac atau amandemen tak kunjung Deal. Walau beberapa kali penawaran yang sudah hampir jalan, berkali-kali batal. Sementara niat untuk berbisnis internet semakin menggebu-gebu namun tak tahu harus memformulasikannya seperti apa, agar berjalan sistematis dan fokus. Apalagi modal untuk bener-bener serius belum di tangan. Bisnis kaosku sedang melorot, kekurangan oksigen.
Belum lagi keadaan istri yang lagi hamil 4 bulan (anak ke-3) yang bawaannya selalu uring-uringan bikin suasana hati jadi gundah. Sementara dua bocah yang tingkahnya selalu bikin gemas sekaligus terkadang mengesalkan juga. Karena ada-ada saja tingkah mereka yang bikin saya harus meningkatkan rasa sabar saya.
Tapi ada yang bikin saya bangga sekaligus dilema dengan kebiasaan mereka. Yaitu kebiasaan ngekor kemana saya pergi. Mereka sangat mengidolakan saya. Apalagi kalau saya sudah duduk didepan computer. Layaknya sekertaris saya, disamping kiri dan kanan mereka selalu hadir. Tapi bukan untuk meringankan pekerjaan saya, malah sebaliknya, bikin kepala saya pusing. Ada yang manjat, ada yang pencet-pencet keyboard.
Ada kata-kata anak pertama saya yang bikin saya gemes. Ketika usaha melarangnya dengan mencoba memberikan pengertian bahwa ayahnya sedang kerja. Justru di jawab dengan pernyataan yang sama ” kakak juga mau kerja ayah!” Grrrr….!
Rasanya saya nyaris tidak punya “waktu efektif” untuk fokus merancang dan membangun bisnis, baik bisnis konvensional maupun bisnis internet. Semuanya terpecah belah berkeping-keping seperti gelas yang jatuh dan pecah berantakan. (lebay deh..)
Walau saya sadar perasaan yang membuatku Jenuh ini adalah tantangan saya dalam memecahkan masalah yang sepertinya sepele, namun secara psikologis cukup menguras energi. Rasanya saya pengen menggunakan jasa organizer aja nih.. (penting ga sih??) tapi kayaknya berlebihan deh J
Belum lagi peristiwa Blog masuk bengkel dan masalah plugin yang masih suka error. Sampai saya harus bebeberapa kali konsultasi ke team support RumahWeb. Terkait dengan masalah plugin. Terkadang peristiwa-peristiwa seperti ini menyurutkan Spirit untuk blogging. Tapi ada sedikit yang membuatku bahagia, karena koneksi internetku sudah bisa dapat layanan 3G Indosat Broom. Dengan kecepatan sampai 230 Kbps lumayanlah untuk browsing dan cari informasi di internet. Karena sebelumnya, waktu masih dapatnya cuman GPRS, speed hanya bisa sampai 53,6 Kbps.
Makanya sekarang-sekarang ini saya jarang sekali mengunjungi blog rekan-rekan untuk memberikan komentar, kalaupun mampir, mungkin komentar saya bukan belum termasuk komentar berkualitas. Mohon maaf yah, saya harap rekan-rekan bisa memaklumi, namanya juga manusia biasa. Bisa jenuh juga.
Tapi itulah kehidupan, terkadang kita bisa merasa gembira, bersemangat dan tertawa, tapi dilain waktu, kita bisa merasakan jenuh, emosional, dan bermuram durja. Ada-ada saja tingkah kita yang terkadang bikin kita serasa ingin berlari dari kenyataan..
Saat mencoba menuliskan artikel ini, jam sudah menujukan pukul 24.00 suasana sudah cukup tenang, namun tenaga saya sudah terkuras oleh peristiwa-peristiwa yang menggelikan oleh tingkah dua bocah masa depanku….
Share



{ 21 comments… read them below or add one }
Hahaha… jadi kawanku ini lagi curhat nih ceritanya. Btw, bagus banget lho gaya curhatnya. Kelihatan tulus dan berangkat dari lubuk hati yang terdalam, ehm…kok jadi puitis gini, hehehe…
Mo komen apa ya? jadi bingung nih. Sebab, saya sendiri belum merasakan problematika hidup yang sedemikian heboh seperti itu (Maklum, masih single sih). Nanti kalau memberi saran-saran malah dikira ngarang lagi, hehehe…
Tapi sepertinya, rasa jenuh seperti itu tidak bisa dibiarkan terlalu lama deh, harus segera dicari solusinya. Agar semua kembali pada kondisi yang menyenangkan. Kerja menyenangkan, keluarga pun membahagiakan.
Salam istimewa!
hi hi hi… begitu kali mas umar..
disamping itu lagi mencoba mengeksplore gaya menulis yang beda.
makasih perhatiannya, Bisnis Guru Emang Energik banget.
Jenuh memang suatu hal yang lumrah serta manusiawi sekali mas Fadly. Yang penting kita tetap maju terus dengan kejenuhan tsb. Alias temukan hal2 lain dan fresh yang mungkin dapat memunculkan kembali semangat dan motivasi yang untuk sementara telah tertidur
Keep moving n never back for life must go on
Temukan Rahasia Melejitkan Pikiran Bawah Sadar Anda Dalam 2 Langkah Disini!
BLOG MOTIVASI SUKSES Help You Reach Your Success
jenuh itu wajar. tapi bukan pakem untuk No Action mempertahankan sikap DIAM
Sama mas, anak 2 mau tiga he..he.. Saya mengerti dan paham keadaan yang mas Fadly rasakan karena posisi saya yang hampir sama. Pada saat semua hal yang direncanakan kurang berhasil membuat saya entah jenuh, kesal atau sedikit putus asa. Namun yang pasti satu keyakinan bahwa saya bisa sukses di bisnis internet membuat saya harus kembali bangun dan berbuat semaksimal yang saya bisa.. Ayo refresh kembali jika loadingnya lambat…
makasih mas Zam.. ini ga bakal lama kok… biasa itu naik turun emosi. manusiawi kok….
salam sukses selalu
Salam kenal?
salam kenal juga Ruli
Adalah hal yang wajar jika seseorang diserang rasa jenuh dalam kehidupannya yang seperti perputaran roda ini, kadang di atas dan kadang di bawah.
Salut buat Mas Fadly yang sudah berani curhat lewat blog dan semoga sukses selalu buat anda dan keluarga.
demikianlah cara kerja kehidupan mas. tidak ada yang statis. makasih doanya mas Sumartono. sukses juga untuk anda sekeluarga.. amin!
Kalau lagi jenuh, curhat terkadang mengurangi beban. Jenuh nggak papa asalkan tetap “bekerja” dengan baik. Prinsip ini yang sering saya pegang kuat.
Benar mas Fadly saya pun begitu, rasa jenuh hampir setiap hari saya rasakan, rasa jenuh akan hilang menjadi Kreatifitas setelah melihat anak2 saya dirumah, mereka adalah Motivator-motivator saya.
Terima kasih Mas Fadly, info yg sangat menarik.
Salam sukses selalu buat anda.
senasib dong mas.. salam yah buat anak2nya..
salam sukses Suamiku…
Iseng-iseng habis lunch buka blog ayah..aku senyum-senyum simpul membacanya. Kebayang betapa susahnya kita bekerja dirumah pada saat anak-anak butuh waktu bermain dan bercanda dengan kita. Apapun itu..rasa jenuh bisa hilang dengan melihat senyum puas di mata putra-putra kita setelah kepuasaannya berbagi waktu terpenuhi. Tetap semangat dan selalu jadi the best father with full of love in your heart yah…
Makasih bunda..
Wah..wah…wah….kompak dan romantis banget kayaknya.
Hmmm…kira-kira rumah tangga saya besok bisa seperti ini gak ya? hehehe…jadi berangan-angan.
Bisa titip pesen gak ya sama Bunda Astrid.
Gini:
“Tolong Bunda, anak-anak dirayu untuk menjauh sebentar saat Ayah Fadly menjalankan bisnis onlinenya. Supaya bisa konsen gitu, hehehe…”
Btw, semoga tambah kompak dan mesra aja deh keluarganya. Biar bisa jadi panutan keluarga saya nanti, oke!
Salam Istimewa!
ha ha ha… itulah salah satu gaya romantis kami mas umar (jadi bocor deh..)
nanti pesannya aku sampaikan.. makasih doanya yah.. amin!
Beberapa lama tak berkunjung ternyata ada kabar isteri sedang hamil 4 bulan, selamat ya mas.
Duh senangnya sudah ada yang mengidolai, tidak semua orang bisa begitu loh mas..hehe..
Salam sukses aja deh ya, dan salam juga untuk “dua sekertaris” yang sedang mendampingi
Nice articke
Ricky Nova
makasih mas Ricky.. nanti salamnya aku sampaikan sama sekertarisku.. he he he
sebenarnya tadinya saya tidak mau posting artikel ini. tapi saya fikir, untuk informasi dan ruang berbagi, sekaligus merenggangkan otak, tidak masalahlah,,, boleh khan mas Ricky???
sangat mirip sekali dengan apa yang saya alami.
tapi saya lagi menunggu anak kedua.
(maaf, saya jadi curhat colongan)
pasti menyenagkan mas, menantikan kelahiran anak kedua.. saat itu saya paling happy. karena pengen tau perbedaan karakter anak pertama dan kedua.. di share aja mas di blognya.. sesuaikan aja judulnya dengan blog mas dadang