Mulai saat ini sering-seringlah mampir ke blog fadlymuin.com karena jika anda bisa menjadi top komentator, maka sebuah sepeda motor baru akan anda rebut sebagai hadiah yang menggiurkan.
Tentu saja hal ini akan menimbulkan persaingan yang sangat ketat. Makanya anda harus lebih rajin berkunjung dan perlu kerja ekstra untuk mendapatkan hadiah ini.
*******
Cukup!
Berhentilah terbuai oleh rayuan yang sifatnya menjanjikan segudang hadiah untuk anda!
Apa yang terlintas di fikiran anda ketika membaca judul dan dua paragraf di atas? Apakah anda berdebar-debar? Ingin segera mendapatkan hadiahnya atau justru malah sebaliknya? Menganggap semua itu adalah bualan semata?
Ok, perlu diketahui, bahwa judul dan 2 paragraf di atas adalah gaya saya untuk mengelabui anda. Mohon maaf!
Saya melakukan eksperimen kecil-kecilan. Saya ingin tau apa reaksi anda ketika membaca berita seperti itu?
Saya lakukan itu, karena ada kekhawatiran yang ingin saya sampaikan berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan hadiah.
Terus terang, saya melihat pihak-pihak tertentu yang selama ini, gemar mengiming-imingi kita berupa hadiah-hadiah yang menggiurkan, merupakan virus yang akan membangun mental instan yang berdampak buruk.
Pihak-pihak yang sadar atau tidak, telah gemar mengiming-imingi masyarakat kita dengan berbagai hadiah menarik. Mulai dari mobil mewah sampai dengan uang tunai. Tanpa mengerti efek samping yang ditimbulkannya.
Perhatikan deh produk-produk yang beredar dipasaran. Sebagian telah menyiapkan berbagai hadiah menarik. Ada yang model pakai undian, ada yang model langsung terdapat didalam produknya dan lain sebagainya. Dan kemungkinannya bisa 1 banding 1000.
Orang awam akan melihat ini adalah sesuatu yang menggiurkan. Sebuah kesempatan untuk mendapatkan materi yang tak disangka-sangka. Yang bisa merubah 180 derajat status sosialnya.mungkin!
Melalui Hadiah itu, mereka berharap bisa pensiun muda. Tidak lagi bekerja dan mencari nafkah. atau dengan hadiah itu, bisa sekedar berfoya-foya dan menikmati kesenangan sesaat. Sungguh ini sebuah pemandangan yang boleh dikata merugikan.
Menurut saya dan saya berharap kita bisa berfikiran sama, bahwa hal ini adalah sebuah mekanisme yang berfungsi untuk melakukan ”Pembodohan terhadap masyarakat”. Mengajak masyarakat untuk berfikir instan, cukup melakukan sesuatu yang ringan tanpa keringat, tanpa pengorbanan, dan sekonyong-konyong langsung bisa mendapatkan hadiah yang menguntungkan.
Mungkin sebagian orang beranggapan, bahwa ini hanyalah trik marketing sebagai daya tarik konsumen. Menurut saya, tetap saja hal itu berdampak negatif terhadap banyak orang. Karena sifatnya yang menjanjikan benda-benda atau materi yang dapat diraih dengan mudah. Disinilah letak masalahnya.
Apalagi kalau sudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak ketiga. Maka korban peniupan sms, frekwensinya akan semakin menanjak.
Jika kondisi ini terbangun terus – menerus dan menjadi pemikiran yang kokoh ditengah-tengah masyarakat kita. Maka jangan heran, jika banyak teman-teman kita yang enggan melakukan usaha untuk memperbaiki hidupnya. Mungkin efek hadiah sudah menjalar di urat nadinya.
Atau jangan heran kalau gaya peniupan dengan modus pengambilan hadiah semakin marak. Peluang tangan-tangan jahil akan semakin terbuka lebar. Dan ”pasar korban” tentu saja akan semakin luas. Tidak saja pada masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan yang berlogika gelap juga bisa tertarik.
Nah bagaimaimana langkah kita mengantisipasi hal ini?
Saya fikir, kita hanya perlu memproteksi diri. Agar apapun yang menyangkut iming-iming hadiah, selayaknya kita gunakan logika terbaik yang kita miliki.
Sekali lagi, mohon maaf kalau saya sudah pandai mengelabui anda dengan hadiah motor baru hanya dengan menjadi top komentator di blog ini. He he he…
Saya hanya bermaksud mengkritisi fenomena tentang “berbagi hadiah” melalui produk-produk komersil. Mudah-mudahan kita bisa meningkatkan daya kritis kita terhadap apapun yang bisa membengkokan logika kita….

{ 87 comments… read them below or add one }
wah, bener juga yah . intinya itu membuat judul yang akan merangsang para visitor .
jangan mudah percaya sama bualan bualan orang intinya . Hehehe
kalau unsur visitor, niat artikel ini pun ada mas imam. tapi porsinya lebih fokus pada bualan-bualan yang mas imam maksudkan
intinya sih, ada rasa gerah dengan iming2 hadiah itu …
yang kayak gitu dah gak mempan di gigi mashengky.. maklum deh, mashengky udah ompong.. :cd :alay
mang mh pernah punya gigi hihihi.. :hammer
he he he.. emang ga disisain gan?
ah… saya tertipu… :ngakak
Ga jadi koment deh, soale ngga ada hadiah motornya :hammer
Selalu menangkan rasio dalam berpikir ketimbang emosi. Itu akan jadi filter yang baik, bukan begitu mas?
@arief maulana: betul mas. jawaban yang pas banget tuh.
ngomong2 saya senang bisa menipu mas arief
Saya tadi awalnya sangsi dg maksut judul ini, tapi akhirnya tambah gk percaya setelah baca artikelnya…
sekalian gitu yah Mas ? Hehehe
tapi emang bagus Mas artikelnya , buat orang jadi berfikir panjang . jangan terlalu mudah tertipu oleh iming iming hadiah besar
membaca dua paragraf di atas langsung saya berikir.. ini pasti bualan, dan ternyata benar hanya pancingan :ngakak …
tidak tertipu :hoax
ada 2 kemungkinan mas Evan..
1. saya memang tidak jago membual
2. anda memang tidak mudah percaya sama yang sifatnya hadiah berhadiah..
0-1 untuk mas evan
… wkwkwkwkwk .. salah mas,,
saya tau gaya penulisannya sampeyan, makanya saya tau kalau itu bohong2an cuma untuk pancingan aja hihihi … :mahongintip
wah.. saya salah dong.. gampang ketahuan yah. susah deh kalau karakter sudah terbentuk. ga bisa boong-boongan..
Saat membaca judul postingan ini melalui menu update RSS feed yang saya pasang di sidebar blog kafe28 saya, saya sangat terdorong untuk langsung mengkliknya. Bukan karena percaya, tapi lebih karena ingin menelusuri kebenarannya
Ternyata memang tipuan belaka..hehehe. Secara akal/logika saja, nggak mungkin ada yang berbaik hari ngasih hadiah motor buat juara komen.
Kesimpulan tulisan di atas, jangan terlalu percaya dengan tawaran yang sebenarnya ingin lebih menguras kantong kita sebagai konsumen. Kalo tawarannya nggak menuntut kita harus keluar banyak biaya, ya ga ada salahnya dicoba juga sih.
untuk menyempurnakan usaha tipu daya saya atas artikel ini. saya sengaja membatasi pada dua paragraf utama mas
he he he
sebenarnya gejala ini sudah sangat lama dan bukan barang baru mas is. saya hanya coba mengangkat kembali. karena sepertinya gejalanya susah terhenti. tidak ada salahnya mengingatkan sekaligus mengkritisi, prilaku produsen dan konsumen yang versahabat lewat iming-iming hadiah ini.
mudah-mudahan saja bisa ada efek positifnya..
oh iya blognya sudah bagus mas is?
Sudah agak mendingan mas, walau masih ada error dikit. Soalnya kemaren abis upgrade theme blog yang saya pake ke versi terbarunya. Ternyata bikin customisasi jadi percuma (settingan CSS jadi kembali seperti sebelum dikustom). Untung masih ada backupnya
Oya, linknya udah saya pasang ya mas :ngacir:
syukurlah kalau sudah mendingan. selebihnya masih perlu kerja ekstra nih…
terima kasih mas
di zaman serba instan ini, banyak diantara kita lebih cepat merespon sesuatu yang bombastis dan mengesampingkan unsur logis. termasuk saya pribadi
sudah sifat manusia mas begitu.
unsur emosi lebih dominan di awal dalam merespon sesuatu.
tapi, sepanjang kita memiliki respon yang protektif, tidak jadi soal.
awalnya saya tadi percaya, karena yang ngeluarkan statement seorang Fadly Muin, kayaknya gak mungkin bohong….
tapi akhirnya saya sadar ini adalah dunia maya, semua bisa dibelokkan untuk tujuan lain…
dan khusus untuk datang kesini, perlu usaha juga mas, kalo ada iming2 spt itu, wajar karena ada kompetisi di sana untuk jadi top komentator!
makasih pencerahannya
sori ya mas Ahmad, kalau saya berhasil menggoda logika anda
betul mas, untuk tujuan lain, saya rasa perlu sedikit improvisasi untuk membuat suasana materi ini terkesan BOM…
terima kasih komentarnya yang menggoda itu mas
ngobrol2.. link saya lom ada di blogroll mas ya
udah boss
kalo iming-iming di atas mudah dideteksi tidak logisnya, iming2 hadiah yang beredar di masyarakat justru logis semua karena memang merupakan media promosi resmi. Rumusnya orang berpromosi memang mencari sesuatu yg banyak diminati orang. Kalo banyak orang suka hadiah, itu karena sifat hadiah memang sesuatu yang dapat diperoleh tanpa susah payah. Kalo harus susah payah namanya upah, hehehe…
Nah, mana pernyataan di atas yg tidak logis ?
hmm… saya agag bingung merespon komentar anda kali ini pak
tapi rumus yang anda kemukakan saya rasa memang beralasan. seperti kalimat penutup artikel ini, kita hanya perlu menggunakan logika terbaik yang kita miliki untuk merespon “rumusan berpromosi” itu
trims komentarnya pak
itulah pointnya komen saya mas Fadly : membingungkan….
sebagai gambaran kebingungan yg terjadi di masyarakat menghadapi gencarnya promo beriming2 hadiah.
Istilah logika terbaik yg mas sampaikan saya terjemahkan sebagai kemampuan menilai kewajaran proses. Banyak promo berhadiah merupakan hal yg logis , nyata dan bukan tipuan. Bila terjadi kasus penipuan, prakteknya dapat dideteksi dari kewajaran proses yg dijalankan. Mestinya orang peka thd hal ini. Namun kebingungan telah mengurangi kepekaan tsb.
ok saya tangkap maksudnya pak…
saya menangkap sinyal anda menyetujui trik hadiah itu yah? dan penipuan itu hanyalah efek orang yang tidak jeli melihat kondisi. begitu kira2 yah pak?
saya justru menekankan pada proses penerimaan masyarakat terhadap “aksi iming-iming hadiah” itu pak. disitulah letak penggelembungan harapan masyarakat. terutama terhadap hadiah-hadiah yang besar.
trims atas masukannya pak
Kena deh!! :ngakak
Judulnya lumayan membuat shock sesaat mas.. hehe
wakakaka…
berarti eksperimenku berhasil nih mas.. ada juga yang shock dadakan
percaya nggak percaya awalnya…tapi mikirnya klo menang motor.. gimana ngirim nya ya.. ehheeh
kadang miris pak ngelihat iming2 hadiah.. banyak konsumen yg termakan rayuan contohnya “dapet rupiah didalam sabun” …
Nggak nyambung tapi sukses membuat konsumen ramai2 membeli
suatu promosi yang sebenarnya kurang mendidik… tapi begitulah…
terima kasih pak atas promosinya.. ehheehehhe…. harus lebih hati2 nih
alhamdulillah kalau mbak delia hampir percaya sama tipu muslihatku
itulah mbak, kenapa kita perlu membendung pemikiran umbar-umbar hadiah yang tak mendidik itu. kita perlu membangun logika segar untuk membentengi, bukan hanya diri kita sendiri. tapi juga berusaha untuk menyebar virus “tidak mudah percaya” kepada iming-iming itu.
terima kasih kembali mbak…
iya pak…. sudah selayaknya kita menjadi konsumen yang cerdas
oh ya Pak fadly… izin menautkan Blog ini dalam link sobat lia ya..
trims
wah.. trims mbak delia..
Aiiiihhhh aku tertipu…..hehehhe…..engga sie, sy sll mampir koq kalau ada pancingan,,,bukan hadiah, tapi info artikel anyar. Sy jarang tertarik dg hadiah, kecuali bundled dg produk n mmg bagus dan ga merubah harga.
kalau model paket gitu sih lain ceritanya bun. menurut saya itu masih lebih sopan. dari hitung-hitungan juga sesuailah dengan produk yg didapatkan..
saya malah berpikir yg dapat hadiah
karena jadi top komentator di blog antah berantah
maksud saya, mas fadly yg dapat hadiah
mohon maklum blogger 2 inchi
bisa juga sprt itu mas.. tapi sayang, masih meleset .. he he he
:ngakak haduh maap saya juga kecele jadinya mas hehe
betul sekali, sekarang banyak sekali slogan2 dahsyat yang tak logis tapi dibuat selogis mungkin. jadi berfikir, makin lama memang kita harus makin pintar-pintar ya ber-online ria?
saya kira beneran mas.sampai saya tergiur.h e he
Nggak logis memang, tapi kalo beneran juga mao hehehe…
Saya sendiri sedikitnya suka yang instant-instant-termasuk mie instant- karena menempuh sebuah proses panjang memang cukup melelahkan, walaupun memang hal itu merupakan keniscayaan bagi yang menginginkan kesuksesan.
kalau mi instan saya sukanya pake telor mas
he he he
yah.. masing-masing akan berpulang pada persepsi masing-masing kita mas. tapi menurutku sih, tetap saja, “hadiah Kehidupan” akan diraih dengan harga yang setimpal. jadi “hadiah instan” takkan mampu menjawab kebutuhan jiwa kita
hehe banyak juga yang kejebak ya. bahasa iklan memang harus jitu menyimaknya kalau gak bisa kejebak dah hehehe.. keren neh coba aahh kpan2 deh
yuk… dicoba mas Joe
kalo saya walaupun dapat motor tetap g bisa dibawa jauh-jauh soalnya belum punya SIM :mewek
kayanya kalaupun punya SIM tetap ga bisa dibawa dik, kan berat heheheh
blm 17 tahun yah rief..? skrg khan banyak anak smp yg sudah bawa motor jauh-jauh. syukurlah kalau arief termasuk yang mematuhi aturan LANTAS :flower: :rose:
mau dong dapat motor…
cuma satu2nya mas. kalau aku jadiin hadiah gawat neh.. wakakaka
Awas ntar kena bacok sama MH
hahahaha, hihihiks
capek deh ..
:cendol
Kalau saya langsung g percaya mas, Setelah bolak-balik, pulang pergi naik angkot ke blog ini, saya sudah tahu kog gaya penulisan dan karakter mas fadly. Kalaupun saya rajin kesini itu karena saya suka dgn artikel mas fadly bukan karena iming2 hadiah. Jadi intinya saya GAK KETIPU.
trims mas Andrik atas penilain itu.
spertinya gaya menulisku sudah sangat kental yah.. sampe-sampe saya tak ada peluang untuk menipu kecil-kecilan
Ada rasa penasaran memang, karena Mas Fadly yang memberikan informasi….tapi tenang mas, akal sehat masih berjalan heheheh. jadi yah tidak ketipu amit…
padahal kalau semakin banyak yang saya tipu akan makin seru.
berarti artikel ini tidak berhasil atau pembaca yang pada dasarnya sudah memiliki proteksi?
kalau dilihat dari persyaratan untuk mendapatkannya saya pikir ini masih wajar mas… Saya ambil contoh, untuk mendapatkan sebuah mobil harus mendapatkan sekitar 10.000 atau 20.000 referal. Saya rasa usaha untuk mendapatkan itu, sebanding dengan hadiah yang diberikan.
Kalau dilihat dari penghasilan yang bisa didapatkan seorang internet marketer yang sudah “jago”, saya rasa hadiah sebuah sepeda motor, mobil atau tiket jalan-jalan keluar negeri adalah hal yang wajar.
Yang mesti diperhatikan adalah siapa atau lembaga apa yang bisa mengadakan kontes berhadiah besar-besaran itu. Kalau sekelas Asian Brain atau Tung Desem Waringin, ya saya pasti percaya.
Tapi memang yang perlu diperhatikan adalah mind set tentang bisnis internet, bahwa ini bukanlah bisnis cepat kaya. Sebesar apapun hasilnya atau hadiahnya, pasti ada usaha yang mesti dilakukan.
Seandainya suatu saat fadlymuin[dot]com benar-benar mengadakan kontes dengan hadiah sebuah sepeda motor, saya pasti langsung percaya. Walaupun kenal hanya sebatas online, tapi saya tahu kredibilitas mas Fadly
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
hmm.. makasih mas atas ilustrasinya..
begini,
sebenarnya yg jadi perhatian saya adalah produk-produk yang beredar dipasaran offline. tapi tidak mengapa, contoh yg mas sampaikan juga masih relefan kok. cuma menurut saya kemungkinannya masih sangat kecil untuk diperoleh. sifatnya masih dalam kerangka “permainan berhadiah”.
saya rasa artikel ini masih kurang data, namun yg ingin saya ungkap adalah prilaku “membuai” yang disalurkan dari efek-efek undian berhadiah dari produk-produk tertentu mas..
waduh. pas baca yang terllintas di kepala cuman satu.. mas fadly baru abis dapat warisan seabreg kali yah makanya bagi2 motor hehehe. yang jelas, saya kalo urusan ginian dah pesimis aje. jadi ga terlalu antusias soal hadiah menggiurkan (tapi kalo ada yg ngasih tanpa syarat, mau banget).
Menurut pandangan saya, teknik seperti ini sangat ampuh untuk menjaring konsumen, makanya dari dulu sampe sekarang selalu di pakai. Apalagi oleh perusahaan perusahaan besar. Segala sesuatu yang penting tidak melanggar hukum dan mendatangkan penjualan, soal dampak, di serahkan ke masyarakat.
sekarang tinggal kita memilih.
ketiban duren kali yah baru saya bagi-bagiin ke pangunjung fm.com mbak ..
begini..
menurutku, masalah sah atau tidak melanggar hukum, memang bisa menjadi landasan untuk perusahaan membuat program berhadiah. tentu saja itu sah.
namun, setidaknya perusahaan yg menggunakan program berhadiah, sebisa mengkin bisa mempertimbangkan efek negatif itu. tapi ya sudahlah.. kadang-kadang kita harus mengalah. tinggal pintar-pintar kita aja menyikapinya.. begitu kira-kira yah mbak her..?
begitulah mas, harus pandai memilih, walau terkadang sepandai pandainya kita memilih kadang pilih pilih tebu juga heheheh :hammer
wah, bagaimana jika kontes2 SEO? itu merupakan sebuah hal yang mendekati “bualan” atau tidak? sampai detik ini saja, untuk hal-hal seperti kontes2 SEO saya gak pernah ikut, hehe. karena tahu hampir mustahil meraihnya.
tambahan, baca judulnya saja, saya yakin kalau motor itu udah ada fotonya di artikel ini. hehehe, taunya gak ada.
Menurut saya dari judul dan 2 paragraf diatas caranya kurang logis untuk sebuah penipuan karena tidak ada hubungan antara top komentar dan motor. Seandainya judulnya diraboh “jadi top komentator dapat 10blog dot com” mungkin hal ini akan berhasil, tapi kebanyakan mereka sudah bisa membedakan mana yang penipuan dan mana yang bukan.
awal berkunjung saya tidak langsung membuka artikel ini tapi artikel sebelumnya.
kalau gitu, anda termasuk orang yang kritis dan tidak mudah terbuai mas Zaiful.. :thumbup: :ngacir:
Itulah strategi bisnis di Indonesia mas, Segala cara dilakukan oleh pelakunya. Tp utk Sy yg udh lumayan kenyang diboongin org pd bisnis OffLine yg Sy geluti, sdh merupakan hal ‘biasa’ kalo dlm bisnis komunitas bisnis OfflIne kami ada kalimat Nyolotin buat para penipu sejenis itu, seperti “Woi…Kalo Mo Ngelawak Jangan Sama Jojon” atau org Sumatra bilang “Jangan Ngajarin Buaya Berenang” dsb…Arti & Maknanya silahkan diterjemahkan sendiri..hehee…Nice Artikel Mas :recsel
gitu yah…?
menarik juga tanggapan anda mas.. artinya kejadian dan pemikiran yang saya ungkapkan sebenarnya sudah lama terpendam dialam bawah sadar orang-orang kebanyakan namun tidak dipedulikan lagi. karena sudah terlalu sering.. gitu yah mas?
Di blog saya, komentator ke 1.000.000 dapat mobil kia picanto mas. (padahal boong juga) hehehe…
wakakaka… itu lebih edan lagi mas
mo nyaingin IM sebelah ya yg hadiahnya bisa dpt mobil, jiaaah!
Pertama baca judulnya agak2 setengah percaya tapi rasa ingin tahuku lebih dominan dengan mengklik judulnya.
Jadinya terbawa arus mengapai yang mudah dan gampang tanpa mau bersusah payah keringatan
mungkin tipikal Indonesia banget kalee yang menyebabkan budaya tipu menipu dengan modus yang sama kerap panen raya :cendol
yg paling membuat geram ini khan, karena modus penipuan yang mengatas namakan hadiah. korban berjatuhan, karena kerja keras pembuat “program berhadiah” ini, telah mempermudah kerja penipu untuk melakukan eksekusi atas korban-korbannya mas.. melalui sms saktinya..
huahahaha ke tepu….
iming2 hadiah gedhe… apalagi gratis bikin orang udah ngiler duluan, padahal belum tentu bener
huahahaha… bukan salahku loh mas..
tapi salahkan si pemberi hadiah
harus hati-hati dengan iklan kayak begituan ya mas..
memang kalau otak sudah di didik pengen serba instant, keknya dua paragraf mas fadly di atas akan sangat menarik perhatian…
haha….
jelas menarik soale yang nulis mas fadly loh ya bukan mas yg punya blog di sebelah… hehehe
awas, blog sebelah bisa ngamuk mbak..
ngamuk aje.. dia jual ai beli wadooh premane keluar neh
Sabar bu…
orang sabar disayang ama suami.
betul crit.. berhati-hati adalah jalan yang bijak untuk menyikapi segala macam bentuk rangsangan. sebab kita tidak pernah tau apa efek dibalik segala macam program beriming-iming hadiah..
Saya juga minta maaf Mas, saya datang keblog ini bukan terbujuk rayuan dua paragraf diatas, saya datang keblog ini karena memang ada nilai plus lain yang saya dapatkan. Lagian saat ini saya nggak butuh motor, wong kerjanya ditengah hutan. :alay
Mas Muin hebat nih. Pantas jadi jurkam. :shakehand2 :recsel :cd
Pertama kali yang muncul dipikiran saya adalah, “wah bakalan banyak junker nih nanti di blog ini” hehehe
penuh sensasi,dan memancing para pengunjung….
kreatif dalam setiap posting…
hebat :hoax
pemilihan judul yang muantap
hahaha
Harusnya saya yang dapat NO.1 di blog ini…
:cendol
Boleh juga tuh idenya…memaksa orang untuk melihat blog Anda