Berita tentang buku “Membongkar Gurita Cikeas” beberapa hari ini, sangat menyita perhatian masyarakat, termasuk saya. Ternyata Benar, apapun yang bersifat rahasia pasti bisa menarik perhatian yang luar biasa. Rasa ingin tahu dan penasaran adalah daya pikat yang luar biasa efektif.
Rasanya baru saja kita lepas dari polemic perseteruan antara nama baik rumah sakit OMNI International dan Prita Mulyasari. Yang memicu terbentuknya Koin peduli Prita Mulyasarti itu. Sekarang kita sudah di suguhi lagi berita yang tak kalah bombastisnya.
Aksi dan reaksi bermunculan terhadap buku Gurita Cikeas ini. Kalau saya cermati sih,mayotitas pendapat, baik dari kalangan politis, pengamat, apalagi yang namanya disebut-sebut di buku itu cenderung menolak.
Goerge selaku penulis buku terus berusaha memberikan argumentasi untuk mempertahankan pendapat dari apa yang di tulis di bukunya itu.
Hanya saja, terlihat bahwa goerge begitu lemah dalam mempertahankan argumentasinya hal ini terbukti dengan mangamini perminataan pihak-pihak yang terkait dalam buku tersebut untuk merevisi buku yang cukup menghebohkan tersebut.
Ada beberapa poin yang membuat George begitu lemah.
• Kurang lengkapnya data Pendukung
• Kebanyakan data menggunakan data sekunder. Dalam karya ilmiah, hal ini disebut-sebut sebagai perbuatan yang tidak terhormat. Dan semakin melemahkan argumentasi.
• Dan terlihat pula, bahwa George tidak memperlihatkan antusias yang berapi-api yang mencerminakan kebenaran buku yang di tulisnya
Namun di lain sisi, saya tetap memuji keberanian George untuk mencoba mendobrak ada apa di balik cikeas. Hadirnya buku tentang Gurita Cikeas, sedikit banyak telah membuka wacana baru di ranah public. Masyarakat dibuat terbelalak, walau kebenarannya masih simpang siur. Karena belum ada kelompok atau tokoh intelektual yang berdiri di belakang gagasan buku yang mencoba mengungkap rahasia yang coba di ungkap tersebut.
George dalam hal ini, mencoba pasang badan. Saya memprediksi, ada kecurigaan tersendiri dan ingin di ungkap oleh George. Hanya saja, kelihatan kalau penertbitan buku itu, terkesan terburu-buru. Sehingga masyarakat awam bisa saja menilai bahwa George hanya mencari sensasi. Atau yang lebih konyol, orang menuding bahwa ini adalah teknik marketing yang paling jitu. Ok! Bias saja indikasi seperti itu ada. Tapi saya tidak tertarik untuk masuk ke diskusi seperti itu.
Yang jelas, kehadiran buku “membongkar Gurita Cikeas” merupakan gagasan yang berani. Apalagi kita jangan lupa. Saat ini kita hidup di era demokrasi. Kebebasan berpendapat di junjung tinggi. Kehadiran buku ini hanyalah salah satu contoh selain demonstrasi dari sekian banyak cara untuk berbicara atau menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab. Kita tidak perlu risau!
Sepanjang apa yang kita bicarakan dan apa yang kita lakukan untuk mengontrol jalannya pemerintahan masih masuk dalam koridor yang bersandar pada aturan main yang berlaku. Sah sah saja!
Jadi apakah usaha membongkar Gurita Cikeas adalah sebuah fitnah atau kritik? Terlalu terburu-buru untuk menjawab saat ini. Mari kita ikuti perkembangan selanjutnya. Nanti akan kelihatan kok. Ingat kebenaran pasti lebih harum daripada kemunafikan.
Tapi yang perlu sama-sama kita ingat, bahwa dunia politik tidak bisa di lihat dengan menggunakan kaca mata hitam-putih. Politik itu abu-abu. Politik itu licin, politik itu strategi, politik itu taktik. Namun saya tetap berusaha melihat semua itu dari perspektif yang positif. Agar apa yang kita lihat abu-abu, bisa kita ramu menjadi warna yang lebih jelas.
Lambat laun, kita bias lihat. Jika argumentasi Goerge kuat dan di dukung dengan keabsahan data yang bisa di pertanggung-jawabkan. Maka buku tersebut bisa kita katakan sebuah ajang kritik yang cerdas. Tapi sebaliknya, jika ternyata sang penulis tidak mampu membuktikan, maka bisa jadi, buku tersebut adalah fitnah.
Atau satu lagi! Bias saja alur “cerita” buku tersebut mengalami perubahan total dari substansa semula, yaitu Membongkar Gurita Cikeas menjadi Lebih Dekat dengan Cikeas atau Mengenal Cikeas lebih jauh dan seterusnya.
Salam ….. ! (kali ini saya bingung mau kasih salam apa? )
Share



{ 34 comments… read them below or add one }
Emang lagi hangat nih buku dibicarakan dimana-mana
iya emang. masih terasa di perapiannya
saya masih ragu buku membongkar gurita cikeas betul atau tidak.Saya harapkan pihak yg berwajib membongkarnya
kita lihat saja nanti mas Agung
nggak ikutan saya Mas, terlalu berat untuk dibahas…
he he he…. ini emang bidang saya waktu kuliah, jadi sudah biasa
sorry yah bikin mas kening Rudy jadi agag kerut dikit. ini panggilan jiwa
ga ngerti deh hehe… berat banget
di buat santai saja Mas Reza…
Bagi saya pribadi “cerita” gurita cikeas hanya sebuah strategi untuk mengalihkan opini publik tentang angket yang sedang dilakukan DPR untuk para mantan petinggi BI…
Semoga Indonesia dapat segera menemukan Jati dirinya..
sukses selalu buat fadlymuin.com
gitu yah mas, tapi sebenarnya george tidak ada kepentingan terhadap masalah hak angket terkait masalah century sih.
thanks mas atas doanya
Berita ini saya anggap tidak jauh beda dengan rencana kedatangan Miyabi ke Indonesia.
mungkin kalau masalah kehebohannya iya mas. tapi masalah materi substansialnya, tetap beda boss
mungkin hanya sekedar mencari sensasi saja, atau ada pihak tertentu yang ingin memanfaatkannya.
mungkin saja,.. nanti kita liat
pernah baca buku pelican brief karangan John Grisham? atau nonton film nya, yang main Julia Roberts dan Denzel Washington?
Atau film Conspiracy Theory yang main Mel Gibson?
Kira2 seperti itulah Gurita Cikeas. Tidak peduli isinya cuma klipping, yang penting JUDUL nya membuka mata kita bahwa ada 4 yayasan di bawah SBY yang bisa saja menjadi cikal bakal rumah pengumpul dana bagi kelangsungan hidup politis SBY.
makanya itu salah satu predikis saya, george mencoba mendobrak ada apa dibalik cikeas,… jadi penasaran pengen tau akhir ceritanya
Wah ms fadly coba masuk keranah politik nih.Sy jg suka kok ms pembhsan sprt ini.Kl mnrt sy ms,bs jadi ini adalah skenario utk smakin memperburuk images kubu cikeas.Sebab kl kt berpikir politis, buku ini kn muncul saat opini politik tg century,konspirasi kudeta ala dharmawangsa,dan ini th awal pemerintahan SBY.Intinya kayak assasination utk SBY.Utk data yg kurang kuat krn george mmg pake data sekunder & tdk update(2004-2008).Tp kt lihat sj kabar berikutnya.Walau skrg SBY lewat tangankanannya didaerah mulai melarang penyebaran buku ini ms.
seharusnya bukunya tidak perlu di bredel. saya sih belum melihat ini sebagai skenario, sebab, belum ada tokoh maupun politisi yang berada di belakang george..
setuju tdk perlu dibredel!!Tp kl menurut sy ms fadly, dalam “kacamata” ilmu strategi politik & komunikasi politik,jika ditemukan kejadian yg berkesinambungan apalagi peristiwa itu memuat intrik2 politik mk bisa dicurigai sbg desain strategi politik (skenario politik).Ya sy berhrp sih tidak ada kesinambungan, walau…ini jg sulit ditampik kesinambungannya..hehehehe…
silahkan di pantau mas… saya bisa dapat info dari anda selanjutnya
hahahaha….sama2 ms, kita sm2 memantau perkembangannya.
Nambah lg ms fadly,kelihatannya blog ini jadi Blog Motivasi Mental dan Politik,hehehe…
ngga kok
ini hanya selingan mas… mumpung lagi hangat
huahahaha…anget2 kuku ms.Oh y kl udah anget jangan lupa matikan kompornya ms…hehehehe..
bener nih buku ini memang kontroversial yah
yah! dan juga Heboh
Ada yang bilang bahwa buku ini seperti pekerjaan merangkum dari koran/majalah dan media lain.
Memang disayangkan kalau George tidak langsung mendapatkan informasi dari pihak terkait.
Tapi andaikan George bertanya pada SBY pun, apakah SBY akan berkata jujur?
Jadi ikutan bingung mau kasih Salam apa. ^_^
masalah data hanyalah masalah teknis kok. saya berharap george bisa menemukan data yang lebih akurat
Kalau yang masalah melemahkan, barusan saya lihat berita kalau George itu semakin terlihat lemah. Karena, beliau memukul salah satu fraksi dari Demokrat.
wah.. info baru nih… saya ketinggalan berita deh
Iya, barusan saya baca di berita Yahoo Indonesia, George memukul Ramadhan sang anggota DPR itu. Sejak kemarin saja sudah debat melulu di televisi yah…!
ini link full version download buku itu :
http://www.mediafire.com/?ffuxwjnfyyq
di mana2 pro dan kontra tetap ada,dan yang namanya menghakimi dan di hakimi itu wajar,
tapi saya akui keberanian penulis yang berani mengungkap secara terbuka tentang desas desus kasus di tanah air,….
tapi untuk membuat hasil karya yang baik tidak seharusnya secara cetus membuka benar ataupun salah dengan rahasia orang lain,…
karna cepat atau lambat yang namanya kebenaran dan kebohongan pasti akan trbukti,tinggal masalah waktu az,……
sukzes buat all,……………………………………………..!!!!!
kurang ngerti saya tentang buku ini.