<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: CAHAYA DI UJUNG LORONG</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cahaya-di-ujung-lorong</link>
	<description>Motivasi dan Sekitarnya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 04:07:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Cara Dapat Uang</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html/comment-page-1#comment-6230</link>
		<dc:creator>Cara Dapat Uang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 04:01:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=519#comment-6230</guid>
		<description>saya berharap kondisi seperti ini harus cepat diatasi oleh pemerintah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya berharap kondisi seperti ini harus cepat diatasi oleh pemerintah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fadlymuin</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html/comment-page-1#comment-804</link>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 06:59:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=519#comment-804</guid>
		<description>pendapatnya lengkap mas Iwan. mencerminkan seseorang yang realisits dalam menyikapi hidup. Luar Biasa!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pendapatnya lengkap mas Iwan. mencerminkan seseorang yang realisits dalam menyikapi hidup. Luar Biasa!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iwan Epianto</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html/comment-page-1#comment-800</link>
		<dc:creator>Iwan Epianto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 23:18:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=519#comment-800</guid>
		<description>Tuhan menciptakan manusia dengan lengkap, kemudian agar manusia lebih sempurnah Tuhan memberikan akal dan pikiran, agar kesempurnaan ini dapat diaplikasikan Manusia harus menuntut ilmu dan pengetahuan sehingga dapat menguasai dan memanfaat kan isi bumi ini agar manusia tersebut kaya.

Masalah kemiskinan rakyat memang masalah pemerintah, di negara maju sekali pun kemiskinan menjadi masalah besar mereka yang hidupnya pas-pasan di beri jaminanan sosial apakah ini solusinya dan sampai kapan ?

Kalau mereka mau belajar dan memanfaatkan potensi yang ada dalam dirinya, masih ada kesempatan dan peluang yang dapat diraih, semua butuh proses tidak bisa instan. 

Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari artikel ini.  

Terima kasih Mas Fadly. salam sukses.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan menciptakan manusia dengan lengkap, kemudian agar manusia lebih sempurnah Tuhan memberikan akal dan pikiran, agar kesempurnaan ini dapat diaplikasikan Manusia harus menuntut ilmu dan pengetahuan sehingga dapat menguasai dan memanfaat kan isi bumi ini agar manusia tersebut kaya.</p>
<p>Masalah kemiskinan rakyat memang masalah pemerintah, di negara maju sekali pun kemiskinan menjadi masalah besar mereka yang hidupnya pas-pasan di beri jaminanan sosial apakah ini solusinya dan sampai kapan ?</p>
<p>Kalau mereka mau belajar dan memanfaatkan potensi yang ada dalam dirinya, masih ada kesempatan dan peluang yang dapat diraih, semua butuh proses tidak bisa instan. </p>
<p>Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari artikel ini.  </p>
<p>Terima kasih Mas Fadly. salam sukses.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Budi Warsana</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html/comment-page-1#comment-760</link>
		<dc:creator>Budi Warsana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 07:25:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=519#comment-760</guid>
		<description>pengemis? ngemis? itu karena malas? atau karena miskin? atau karena kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada orang miskin? atau sebagai takdir?
Kalau kita lihat masyarakat yang tinggal didaerah kumuh, untuk keperluan air bersih (untuk minum dan memasak) mereka harus membeli dengan harga mahal sedangkan dibagian lain kita melihat masyarakat yang lebih mampu membuang buang air hanya untuk mencuci mobil..
Kita setiap bulan bayar rekening listrik yang didalamnya ada retribusi untuk penerangan jalan yang notabene untuk penerangan jalan-jalan utama, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memelihara orang miskin, terlantar dan mensejahterahkan masyarakatnya.
Salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pengemis? ngemis? itu karena malas? atau karena miskin? atau karena kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada orang miskin? atau sebagai takdir?<br />
Kalau kita lihat masyarakat yang tinggal didaerah kumuh, untuk keperluan air bersih (untuk minum dan memasak) mereka harus membeli dengan harga mahal sedangkan dibagian lain kita melihat masyarakat yang lebih mampu membuang buang air hanya untuk mencuci mobil..<br />
Kita setiap bulan bayar rekening listrik yang didalamnya ada retribusi untuk penerangan jalan yang notabene untuk penerangan jalan-jalan utama, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memelihara orang miskin, terlantar dan mensejahterahkan masyarakatnya.<br />
Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fadlymuin</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html/comment-page-1#comment-755</link>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 04:15:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=519#comment-755</guid>
		<description>Pilihan ada di tangan anda!
Lihat balasan saya di komentar Mas Arief di atas.

Thanks sudah mampir Mas Lendra</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pilihan ada di tangan anda!<br />
Lihat balasan saya di komentar Mas Arief di atas.</p>
<p>Thanks sudah mampir Mas Lendra</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lendra Andrian</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html/comment-page-1#comment-753</link>
		<dc:creator>Lendra Andrian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 18:53:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=519#comment-753</guid>
		<description>pengemis sangat banyak di jumpai di sekitar kita, ini fenomena yang sangat menyedihkan memang,

saya punya cerita, sekaligus bertanya kpd pak Fadly,atau para pengunjung :) 

di sekitar kampus saya sukolilo/keputih, ini setiap malam, di warung2 makan tidak pernah sepi dengan yang namanya peminta2.. setiap baru masuk warung, pengemis pasti juga ada saja, dengan tampilan yang memelas, ini sebaiknya bgaimana? hati kecil sebenarnya juga tersentuh, ingin membagi sebagian rezeki, tapi melihat sangat banyaknya pengemis di sekitar sini.. mau memberi jadi berfikir 2x

apakah tidak sebaiknya sebagian rezeki kita di sumbangkan pada yg benar2 pada jalan yg benar :) di sumbangkan ke masjid misalnya, atau ke yg benar2 membutuhkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pengemis sangat banyak di jumpai di sekitar kita, ini fenomena yang sangat menyedihkan memang,</p>
<p>saya punya cerita, sekaligus bertanya kpd pak Fadly,atau para pengunjung <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>di sekitar kampus saya sukolilo/keputih, ini setiap malam, di warung2 makan tidak pernah sepi dengan yang namanya peminta2.. setiap baru masuk warung, pengemis pasti juga ada saja, dengan tampilan yang memelas, ini sebaiknya bgaimana? hati kecil sebenarnya juga tersentuh, ingin membagi sebagian rezeki, tapi melihat sangat banyaknya pengemis di sekitar sini.. mau memberi jadi berfikir 2x</p>
<p>apakah tidak sebaiknya sebagian rezeki kita di sumbangkan pada yg benar2 pada jalan yg benar <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  di sumbangkan ke masjid misalnya, atau ke yg benar2 membutuhkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fadlymuin</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html/comment-page-1#comment-752</link>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 12:38:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=519#comment-752</guid>
		<description>Hmm.. Makasih Mas Arief Atas Pendapatnya.

susah-susah gampang memberi pendapat untuk hal yang bersifat fenomenal. karena sulit sekali mencari mata rantainya. ibarat benak kusut, susah benerinnya mas.

Seperti yang sudah saya ungkapakan di artikel sebelumnya (tentang pengemis) bahwa ada dua pendekatan sikap yang umumnya di perlihatkan oleh individu ketika di perhadapkan oleh kenyataan ngemis ini. 
1. pendekatan Emosional
2. Pendekatan logika

Secara emosionalpun ada yang memperlihatkan rasa sinis, ada juga perasaan iba. sedangkan secara logika, ada yang berfikir realistis ada yang berfikir pesimis. disinilah letak persoalannya mas. 

Jadi pendapatku:
- secara manusiawi saya termasuk orang yang sering merasa iba dengan kenyataan ini.
- Tapi secara logika, semestinya ada semacam kekuatan mental yang bersatu padu baik itu dari dalam maupun dari luar diri seseorang yang berada dalam lingkaran kemiskinan tersebut. Dan sebaiknya, di mulai dari dalam diri individu itu sendiri. Karena efeknya akan lebih dahsyat!

gitu mas... 
mudah-mudahan bisa menambah informasi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm.. Makasih Mas Arief Atas Pendapatnya.</p>
<p>susah-susah gampang memberi pendapat untuk hal yang bersifat fenomenal. karena sulit sekali mencari mata rantainya. ibarat benak kusut, susah benerinnya mas.</p>
<p>Seperti yang sudah saya ungkapakan di artikel sebelumnya (tentang pengemis) bahwa ada dua pendekatan sikap yang umumnya di perlihatkan oleh individu ketika di perhadapkan oleh kenyataan ngemis ini.<br />
1. pendekatan Emosional<br />
2. Pendekatan logika</p>
<p>Secara emosionalpun ada yang memperlihatkan rasa sinis, ada juga perasaan iba. sedangkan secara logika, ada yang berfikir realistis ada yang berfikir pesimis. disinilah letak persoalannya mas. </p>
<p>Jadi pendapatku:<br />
- secara manusiawi saya termasuk orang yang sering merasa iba dengan kenyataan ini.<br />
- Tapi secara logika, semestinya ada semacam kekuatan mental yang bersatu padu baik itu dari dalam maupun dari luar diri seseorang yang berada dalam lingkaran kemiskinan tersebut. Dan sebaiknya, di mulai dari dalam diri individu itu sendiri. Karena efeknya akan lebih dahsyat!</p>
<p>gitu mas&#8230;<br />
mudah-mudahan bisa menambah informasi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Blog Motivasi Arief</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html/comment-page-1#comment-751</link>
		<dc:creator>Blog Motivasi Arief</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 12:06:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=519#comment-751</guid>
		<description>Kalau menurut saya, masalah ini lebih pada mentalnya mas. Seberapa banyak kita berikan jalan, solusi, kalau mentalnya tidak berubah, ya tidak akan berubah orang itu.

Apalagi kalau udah ada keyakinan, &quot;saya cuma orang miskin, ngga bakal bisa berubah menjadi orang kaya.&quot; udah habis tuh!.

Itu pendapat saya. Bagaimana dengan mas!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau menurut saya, masalah ini lebih pada mentalnya mas. Seberapa banyak kita berikan jalan, solusi, kalau mentalnya tidak berubah, ya tidak akan berubah orang itu.</p>
<p>Apalagi kalau udah ada keyakinan, &#8220;saya cuma orang miskin, ngga bakal bisa berubah menjadi orang kaya.&#8221; udah habis tuh!.</p>
<p>Itu pendapat saya. Bagaimana dengan mas!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fadlymuin</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html/comment-page-1#comment-749</link>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 07:25:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=519#comment-749</guid>
		<description>kacaow deh! mungkin itu pilihan hidupnya kali mas? he he he..(apa kata dunia?)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kacaow deh! mungkin itu pilihan hidupnya kali mas? he he he..(apa kata dunia?)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fadlymuin</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/cahaya-di-ujung-lorong.html/comment-page-1#comment-748</link>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 07:20:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=519#comment-748</guid>
		<description>Faktor kedua inilah yang menjadi fokus tema kita kali ini mas Zam. Khabarnya mas boy ada ide untuk kasus ini, yang akan mengirimkan foto khusus. kita tunggu aja yah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Faktor kedua inilah yang menjadi fokus tema kita kali ini mas Zam. Khabarnya mas boy ada ide untuk kasus ini, yang akan mengirimkan foto khusus. kita tunggu aja yah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

