Entah kenapa tiba-tiba saya tertarik untuk menelaah lebih jauh tentang Cara Berfikir Positif. Seperti kita sama-sama ketahui, berfikir positif adalah cara menghalau pikiran-pikiran negatif yang selalu menghantui kita selama ini. Entah sudah berapa kali kita menggunakan cara ini. Hasilnyapun berfariasi.
Lalu apakah selama ini kita sudah berhasil menggunakan cara ini secara efektif? Atau malah kita mengalami serangan balik oleh fikiran positif kita sendiri?
Kita coba bahas yuk…
Walau saya bukan ahli ilmu psikologi. Tapi saya tertarik untuk memahaminya lebih jauh. Saya berharap kita bisa melahirkan sebuah Pemahaman Baru tentang Cara Berfikir Positif.
Baiklah kita mulai,
Alasan paling utama seseorang berfikiran positif adalah karena:
Berfikir Positif itu Baik.
Pangakuan akan hal ini sudah tidak di ragukan lagi. Begitu banyak suara-suara yang menganjurkan kita untuk selalu positif thinking. Tak terhitung lagi berapa banyak motivator yang mengatakan pentingnya berfikiran positif. Buku-buku mereka yang berkata lantang akan hal ini, membludak di pasaran!
Walau demikian, bersikap hati-hati untuk itu, rasanya tidak akan merugikan kita. Justru semakin membuat kita kritis dan komprehensif dalam berfikir. Oleh karena itu saya ingin berbisik kepada anda bahwa: berfikir positif perlu hati-hati!
Karena jika kita tidak bisa memfungsikannya secara baik dan tepat. Bisa-bisa terjadi arus balik. Akibatnya kita bisa jadi stress sendiri di buatnya.
Misalnya saja, anda berada di pesawat dalam sebuah perjalanan. Tiba-tiba pesawat mengalami guncangan Hebat, tak lama kemudian, pramugari memberikan informasi terkait hal ini. Para penumpang di minta untuk kembali ke tempat duduk masing-masing dan memasang kembali sabuk pengamannya. Dengan alasan bahwa Cuaca Buruk!
Saat itu, secara spontan anda mulai merasa was-was. Dan untuk menetralisir perasaan was-was itu. Anda berusaha untuk tenang dan berfikiran positif, sekuat-kuatnya [bahkan sampai keringat dingin, sangking postifnya…] “saya yakin ini hanya karena cuaca, setelah itu pasti akan kembali normal lagi kok”. Tapi jauh di lubuk hati, pada saat bersamaan, anda juga mengeluarkan fikiran negatif anda, “aduh gawat ini, bagaimana kalau pesawatnya tidak bisa melewati cuaca buruk ini, apalagi akhir-akhir ini banyak pesawat yang jatuh”. Tebak! kira-kira dorongan mana yang paling kuat? Dorongan positif atau negatif?
Apakah fikiran positif anda bisa menghalau rasa takut itu? Atau malah anda semakin tertekan karena memaksakan fikiran positif itu?
Untuk memahami hal ini setidaknya ada 2 Alat Bantu yang bisa kita gunakan…
- Kenali Suara Hati Anda
Saya rasa pendekatan ini bisa lebih lembut sekaligus realistis dan jujur, untuk membantu kita, memahami makna-makna positif. Pendekatan yang bisa kita gunakan untuk merumuskan prespektif “Berfikir Positif” yang ideal.
Sesungguhnya, walau kita sudah berfikiran positif, tapi pada kenyataannya – di saat-saat tertentu – kita masih saja di hantui oleh perasaan negatif dan rasa takut yang mendalam. Hal ini bisa di sebabkan oleh cara kerja alam bawah sadar kita.
Mengenai cara masuknya nilai-nilai normative yang masuk ke alam bawah sadar, masing-masing orang berbeda, di tentukan oleh lingkungan dimana ia biasa bergaul
Sepengetahuan saya, pembentukan mental seseorang di bentuk oleh sebuah proses kehidupan yang panjang, semasa hidupnya. Sekali lagi, tergantung dimana dan bagaimana ia dibesarkan. Semua itu sangat berpengaruh terhadap cara ia menyerap semua nilai-nilai kehidupan ini.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengenali suara-suara alam bawah sadar kita, suara hati kita. Karena disinilah terletak segala macam informasi yang selama ini kita simpan dan belum kita olah sepenuhnya.
Misalnya saja, “anda tidak senang dengan bos anda”
Dalam kesempatan tertentu, anda mungkin tidak berani mengatakan secara transparan rasa tidak senang anda itu. [ya iyalah…. Boss gue gitu loh..]
Dilain sisi, tanpa anda sadari anda sedang memendam sebuah rasa tidak suka, jauh di bawah alam bawah sadar anda. “ sialan tuh si boss! Mentang-mentang dia boss enak aja dia nyuruh-nyuruh gue”.
Maaf yah! Contoh itu hanya alat untuk eksplorasi pendapat saya. Jika ada kemiripan, harap maklum.
Sebenarnya saya ingin katakan bahwa, berfikir positif itu perlu juga mempertimbangkan cara kerja alam bawah sadar. Karena bagaimanapun juga, si “alam bawah sadar” ini tidak bisa di remehkan peranannya. Konon, kekutannya untuk mempengaruhi seseorang, jauh lebih besar dari kekutan fikiran sadar kita. [Mengenai fakta ini saya masih mencari fakta-fakta validnya]
Dengan kata lain, berfikiran positif itu tidak sepenuhnya bisa di andalkan dong?
Hmm… tidak juga, tapi kalau di katakan berfikiran postif itu bisa menjamin semuanya beres, ini jawabannya tentu saja, Tidak!
Masih ada kemungkinan terjadi kekacauan didalam diri seseorang. Karena satu hal, yaitu “komunikasi yang tidak harmonis” antara hati dan fikiran.
- Harmoniskan Hati dan Fikiran
Jika hati dan fikiran tidak harmonis maka akibatnya semua aktifitas kita bisa tidak focus dan juga tidak nyaman. Semua dilakukan karena terpaksa. Fikiran berkata positif sementara hati berkata negative. Tentu ini akan menimbulkan kontradiksi internal.
Jika di ibaratkan sebuah gitar, maka body gitar adalah fikiran kita dan senarnya adalah hati kita. Kedua elemen ini haruslah menyatu dan seimbang, agar bisa menimbulkan nada-nada yang harmonis.
Sama halnya dengan Hati dan fikiran, jika tidak di harmoniskan, maka kita tidak akan menjadi pribadi yang Positif. Walau fikiran positif, kalau hati tetap negatif, aura yang keluarpun akan terlihat gelap alias tetap negative.
Lalu Bagaimana Caranya Agar Fikiran dan Hati Bisa Harmonis?
Cara sederhananya adalah, “kenali hati dan fikiran anda terlebih dahulu”
Jika anda ingin membenahi sesuatu, tentu anda perlu tahu dulu seluk beluk sesuatu itu. Kenali sifatnya, cara bereaksinya, respon-responnya dan sebagainya.
Galilah Potensi anda untuk itu, bertanyalah kepada diri sendiri sifat negatif apa yang selalu menghadang usaha anda untuk berfikiran positif.
Jika perlu buatlah daftar pertanyaan sesuai dengan cara kita masing-masing. Berusahalah sekuat tenanga untuk mendengarkan suara-suara hati terdalam anda. Catatlah semua yang berhasil anda dengar. Setelah itu berusahalah mencari jalan kaluarnya.
Ingat! Agar anda tidak terserang virus menyalahkan diri sendiri, maka Motivasinya adalah intropeksi menyeluruh, demi pengembangan kepribadian yang lebih baik di kemudian hari.
Jika dalam proses itu anda menemukan sifat negatif anda, jangan terburu-buru menyalahkan diri sendiri. Tapi akuilah itu sebagai bagian dari diri anda. Dan letakkanlah ia dalam daftar yang ingin anda rubah. Mari sama-sama kita lakukan hal itu. Sayapun masih dalam proses ini.
Baiklah sebagai penutup..
Kalau boleh tau bagaimana cara anda menempatkan esensi berfikir positif selama ini?
Share



{ 40 comments… read them below or add one }
Pertamaxx…
Positif thinking…terkadang sulit, karena hati dan pikiran yang berbeda.
Bisa dengan mengingat yang Maha Kuasa, bahwa segala sesuatu akan kembali padaNya. Jadi berserahdiri dan tawakkal aja Mas…
hal itu memang jalan untuk berkomunikasi dengan hati kita mas Win.. jika itu memang sudah di lakukan secara rutin, saya yakin, anda termasuk pribadi yang positif..
salam hangat
lebih gampang lagi bos kalau mikir negatif. soalnya jika kita menilai sesuatu selalu negatifnya melulu…
hmm.. maksudnya ?? [jadi bingung nih...]
nyindir blog mas hengky neeehh
he he… bisa aja Akang Hengky
Kalau saya meditasi aja mas…, setiap mau tidur malam. Ditambah tapping versi SEFT dan rukiat versi rasull.
wuih.. kalo mas hade ini ilmunya sudah tinggi… gimana hasilnya mas? lebih plong yah?
kalo saya pake tapping terigu dan maizena biar tambah kenyal2 gitu oom…telornya 3 aja.. biar mengembang kalo dipanggang.. wkwkwkwk..
ngga nyangka… Mas Hengky, jago bikin roti wakakak…
Saya kok jadi tambah bingung ya???
psitif thinking…bisa menjadikan kita lebih optimis menatap masa depan….
dan meningkatkan pengembanga n diri ke arah yag lebih baik….ya kan pak?
met kenal pak..
bisa iya bisa tidak Wiwinds…:)
hemat saya: positif lebih afdol kalau lahir dari hati dan fikiran jadi bisa mengeluarkan tindakan yang benar2 kita inginkan
Saya percaya akan ‘kekuatan pikiran’. Karenanya saya sedang dalam proses untuk selalu berpikir positif agar pikiran itu bisa menarik hal-hal yang mendatangkan ‘ketentraman-damai-berani-semangat-sukacita-dsb’ dalam hidup saya. Walaupun berpikir negatif dalam konteks ‘waspada’ juga diperlukan. Begicuuuu…
ok deh.. Petty..
tapi alangkah lengkapnya kalau di barengi dengan positif feeling
IMAO, berpikir positif merupakan penyatuan hati dan pikiran dalam memandang permasalahan maupun masa depan dengan penuh harapan. Bukan berarti melakukan counter terhadap permasalahan yang ada, namun menyikapi permasalahan dari sudut pandang yang positif. Salah satu yang dapat membantu berpikir positif adalah berserah diri, tentunya bukan pasrah tanpa usaha, melainkan menyerahkan hasil usaha kepada Allah semata.
Mantap Mas Amir..
saya suka dengan pendapat: menyerahkan kepada Allah SWT. ini artinya anda menyerahkan mekanisme kerja hati..
Dengan berfikir positif yang diiringi dengan doa dan tawakal itu akan mendatangkan keuntungan. Dan bisa dijadikan senjata untuk keselamatan diri.
ini komentar orang YAKIN! mantap mas Sumartono…
ini sih pengalaman pribadi bang muin ya? daripada stress mendingan ditulis aja, bete sm boss neh? wkwkwkwk..
wesh… bukan Kang hengky.
ini lebih kepada memaknai nilai-nilai positif.
baik dari hati maupun dari fikiran.
makin dalem neh menggelitik mental pengunjung.. tambah geli digelitikin wkwkwwkwkwkwkwkkk
iya mas.. tapi ga salah gelitik kok, ukurannya sudah di takar he he he
Arahan untuk mendudukkan pikiran positif pada porsinya ini begitu saya nikmati mas.
karena bagi saya masih terselip perbedaan yang sangat tipis antara ketakutan (rasa was-was) dengan pikiran negatif.
Sejauh ini doktrin yang berlaku adalah kita harus selalu dan selalu berfikir positif. Atau dalam bahasa religinya adalah khusnudzon, namun sampai batas manakah khusnudzon itu sendiri berlaku belum ada jawaban yang memuaskan soal itu.
Atauu….
Berkhusnudzonlah pada semua hal…
Termasuk pada orang yang secara jelas akan mencelakakan kita (karier kita).
komentar yang kritis mas umar..
perbedaan tipis antara was-was dan pikiran negatif. saya melihatnya bahwa rasa was-was itu sendiri adalah efek dari fikiran-fikiran negatif.
rasa cemas, gelisah gundah adalah sesuatu yang sifatnya masih normatif, manusiawi. makanya pendekatan hati ini yang akan mengolah fikiran2 itu sehingga outputnya bisa lebih proporsional.
Semoga bisa menambah inspirasi mas
Husnudzon kalau diterjemahkan berprasangka baik atau bisa juga berpikir positif. Berprasangka berarti juga menduga atau kira-kira, artinya kita tidak tahu yang sebenarnya. Tapi kalau kita tahu orang akan mencelakakan kita, berarti bukan kira-2 lagi atau dzon lagi. Itu namanya fakta, bukan prasangka. Jadi kita wajib menyelamatkan diri.
Semoga sukses…!
setuju Pak. jangan sampai kita terbuai oleh positif thinking yang semu dan ternyata hanya membuat kita buta dan gelisah..
iya nih mas…jujur saya sering banget negatif thinking…T_T udah tau itu salah…saya sering mikir jangan2 dia selingkuh…jangan2 dia kepincut yang lebih cantik…saya selalu nyoba positif thinking tapi mas bener kadang lubuk hai paling dalam bicara lain…gimana cara yang cepat tepat nih????
Cara yg elegan adalah, mulai dari hati. latih hati untuk jujur. olahlah dia agar menjadi lebih realisitis..
kok jadi konsultasi? lama2 bisa buka agen konsultasi sex neh?
wah kalo itu, ilmunya belum nyampe mas… mungkin kang hengky mau?? mangga atuh…
Saya belum sukses berpikir positif, kmrn baru brantem sm org yg tak sayang gara2pikiran negatif… wah aku jadi anak2 yang sering komen di blog orang dewasa, semoga saya bisa berpikir positif.. Amin..
Amin….! santai aja Ahmad, yg penting niatnya,ok?
Pertama, kita harus selalu berusaha baik sangka terhadap Tuhan sampai timbul rasa ikhlas.. Setelah rasa ikhlas itu secara alami sudah tumbuh saya kira yang lainnya menjadi lebih mudah… pendapat saya aja ini..mas Fadly.
Justru menyelami ilmu ikhlas itu tidak mudah.. kalau mas Zam sudah menerapkannya, luar biasa! salut.
knali dulu hati dan pikiran, wpw! mntap mas fadli.. suara hati, banyak yg blum pham soal suara hati
mari kita sama-sama mas Ardy….
Pembahasan yang menarik, mas
Berpikir positif itu memang tidak mudah..
Apalagi kalo pikiran bawah sadar kita menolak pikiran positif itu..
Tapi berpikir positif bukanlah hal mustahil..
Dengan membiasakan berpikir positif, lama-lama kita akan menjadi terbiasa
yes! bisa karena biasa. SEPAKAT Wellsen
salah satu cara dalam memulai pikiran positif adalah pertama adalah ketika kita bangun pagi, hal yang pertama kita harus mengucap syukur untuk hari itu, awali dengan doa sesuai keyakinan masing masing, mengucapka hal yang positif untuk hari ini, ucapakan “saya akan berhasil, ada jalan untuk saya, keberuntungan terjadi hari ini, pikirkan sesuatu yang baik dan bahagia untuk hari itu, pikirkan sesuatu jalan untuk masalah, pikirkan kesembuhan untuk penyakit,dan katakan saya akan sembuh, maka perkataan yang positif akan mempengaruhi cara dan pikiran kita , sehingga kita akan menjalani kehidupan dengan positif dan sesuatu yang baik