Bicara Peluang Bisnis tidak ada habisnya. Kegiatan ini memang butuh kejelian dan konsentrasi yang cukup baik. Agar peluang bisnis yang di maksud bisa benar-benar di dapatkan dan di realisasikan menjadi mesin duit.
Kemana dan bagaimana memperoleh sebuah Peluang Bisnis yang menjanjikan, bukan pekerjaan mudah. Tapi bagi sebagian orang yang sudah terbiasa dan memiliki jam terbang yang tinggi, hal ini justru bukanlah masalah. Bagi mereka bisnis adalah pekerjaan simple!
Jika kita mau memahami lebih dalam. Sebenarnya peluang bisnis itu ada dimana-mana. Tanpa kita sadari, peluang itu selalu bertebaran dimanapun kita berada. Hanya saja, tidak semua orang mau melakukan itu. Dan tidak semua orang sanggup melakukan itu.
Saat kita bertemu seseorangpun kita bisa dengan cepat menangkap peluang yang ada. Caranya bisa bermacam-macam, tergantung usaha dan niat kita untuk lebih dalam mencermati benda-benda yang kita temui disekitar kita.
Seperti saat saya memutuskan untuk memproduksi kaos anak-anak yang di hiasi gambar-gambar kartun berbahan flannel. Hal itu berawal dari melihat anak kecil. Sesederhana itu kah? yah ! Simple khan?
Dari situ bisa di kembangkan kemudian, sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya jadilah: Kaos Flanel Anak-Anak.
Awalnya produk itu hanyalah kaos biasa, hanya karena ini sudah bicara bisnis, makanya sedapat mungkin di kemas lebih kreatif, agar memiliki nilai lebih dan nilai jual di pasaran.
Nilai lebihnya adalah : gambarnya identik dengan anak-anak, bahannya terbuat dari flannel warna-warni, bisa pakai nama pribadi lagi. Yang lebih berkesan personal dan tidak pasaran, jualannya lewat internet.
Itu hanyalah contoh bahwa selagi kita mau dan kita niat untuk melakukannya, insyaAllah saya yakin bisa berjalan dengan baik kok.
Seperti pertanyaan yang biasa di terima mashengky: “Mas hengky…bisnis apa yang cocok untuk saya?” saya bisa memahami, kenapa mas Hengky bingung menjawabnya. Karena bisnis yang cocok bagi seseorang, yang tau dan paham hanyalah yang bersangkutan sendiri. Karena dialah yang akan menjalankan bisnis itu.
Oleh karena itu jika anda sudah menemukan secercah Peluang Bisnis dan anda masih ragu untuk melakukannya, mungkin saran berikut ini berguna bagi anda : Landasan pemikirannya begini :
“setiap orang seleranya berbeda-beda. Maka dari itu, jika ingin berbisnis, sesuaikanlah bidang bisnis itu dengan selera anda sendiri, Bukan selera orang lain”
Bagaimana dengan pangsa pasarnya?
Inilah dilema yang di alami pebisnis pemula. Menyelaraskan antara keinginan dan pasar. Memang… pasar itu penting! Walau kita suka dengan bisnis yang akan kita jalankan tapi tidak ada yang respon, percuma! Bisnis kita akan tandus, kering dan akhirnya punah.
Sebaliknya, walau ada pasar tapi anda tidak selera menjalankannya, sama juga. Anda bisa tergilas dan terjungkal oleh competitor yang progresif.
Jalan satu-satunya anda harus menyesuaikan antara keinginan anda dan pasar yang akan anda bidik. Harus ada keseimbangan. Itu saja.
Jika di awal anda sudah bingung. Menentukan bisnis saja sudah bingung apalagi menjalankannya. Agar tetap termotivasi, silahkan gunakan landasan yang saya sarankan di atas. Seiring dengan waktu, secara alamiah, jiwa kreatif anda akan terpanggil. Otomatis!
Selamat mencoba!

{ 31 comments… read them below or add one }
PERTAMAAXX……
pertamaxxxxxxxxxx
pertamax juga hehe…
Yang ingin saya tanyakan dalam menjalankan bisnis disesusaikan dengan selera kita atau mengikuti selera pasar?
Kalau ikuti selera kita sementara selera pasar tidak seperti itu gimana jadinya Mas?
Kita bisa cari pangsa pasar yang membutuhkannya mas..Bukankah salah satu sifat pasar tidak punya selera yang tetap, bisa saja kan sekarang mereka tidak butuh ternyata dikemudian hari jadi kebutuhan..Betul tidak mas fadly ?
apa yang di sampaikan mas Ricky kurang lebih sudah menggambarkan maksud saya..
kalau boleh tambah analogi sedikit :
” ketika seseorang masuk ke rumah makan, katakan namanya “A” ia akan di sodorkan sebuah menu makanan oleh penyajinya katakan namanya “B”. saat itu ada 2 pilihan bagi si A. memilih sendiri makanan yg akan dia pesan, atau di pilihkan oleh si B?”
nah dalam kasus ini, jika di ibaratkan peluang usaha. kira2 apa yang akan di lakukan si A? kalau saya sih lebih memilih menentukan menu makanan saya sendiri, daripada harus di pilihkan oleh si B.. [tambah bingung ga Mas Rudy? ngga khan...]:)
Selain selaras dengan selera, banyak juga orang yang menjalankan bisnis sesuai dengan hoby..Dan saya itu juga merupakan peluang bisnis yang tidak bisa dikesampingkan.
Nice tips mas,
Ricky
Businessman
Banyak orang sukses dari Hoby.. dan ini susah untuk di bantah.. setuju mas Rick…
Artinya penyelarasan antara selera dengan bisnis pilihan akan menghasilkan kepuasan batin yang luar biasa. Lebih enjoy dan dan terasa nikmat dalam menjalaninya.
Memang benar, masing-masing orang punya selera berbeda. Perbedaan itulah yang kemudian menjadikan diferensiasi bisnis. Bila dipikir-pikir sebenarnya itu semua justru menjadi rahmat, karena antara pebisnis satu dengan pebisnis lainnya bisa saling melengkapi.
Gak seru kan kalo semua orang seleranya sama, lalu jualan kaos flaneeeel semua.
kalau semua mau bisnis kaos flanel, tentu kebutuhan lain kita tidak akan terpenuhi. Sungguh pemikiran yang moderat mas Umar…
Sebaliknya, jika ada selera pasar tapi anda tidak selera menjalankannya, sama juga.
Menarik nih Mas…
Memang berbisnis memerlukan mental yang kuat. Mentargetkan sesuai selera pasar memang bagus tapi harus diimbangi dengan keyakinan dan keseriusan agar tidak tergilas dengan kompetitor lain.
Dalam bisnis saya cenderung tertarik dg selera pribadi, masalah pasar kan kita yg menentukan. Lebih menjiwai Mas. Kaya punya Mas fadli awalnya kan anak2…. Sekarang masih mencari Mas…
iya mas Win, menjiwai sebuah bidang, tentu akan mempertebal keyakinan kita untuk konsisten menjalankannya..
semoga sukses pencariannya mas Win…
kalo menurut saya kalo bisa sesuai selera sndiri dan pangsa pasar…tapi klo cuma 1 aja i think nevermind….coz asal srategi marketingnya benar dan tepat sasaran,mka akan suksess juga khan bisnisnya..
suksess mas fadly.
Sebenarnya peuang bisnis bertebaran dimana-mana..
Tergantung kita apakah cukup jeli menangkap peluang bisnis tersebut..
Bahkan, kata pak TDW, semua benda yang ada di sekeliling kita adalah peluang bisnis, karena semua berang tersebut kita beli dengan uang, artinya ada yang jual.. Ada yang jual berarti ada market nya..
Akhirnya, Kreativitas akan berperan penting membantu kita dalam melihat peluang bisnis..
ujung2nya “kreatifitas” juga khan Mas Wellson..? apapun idenya jika tidak ada daya “Gerak” dari dalam, saya rasa hasilnya tidak akan menggembirakan. Tul ga?
Betul, mas
Setuju sekali, dari hal2 atau ide2 kecil aja bisa jadi bisnis mas
sepakat brow…:p
yeah! asal kita mau menggalinya… tul ga mas Ardy?
bner bgt mas fadly..
komen saya kok nggak muncul ya..
wah.. masuk kotak s.pam kali mas. karena aku tdk moderasi loh. [sorry chatting terputus, koneksi payah]
berpikir kreatif adalah jalan keluar terbaik..
singkat, padat dan menggugah… siplah
saya dan seorang teman sedang merencanakan sebuah bisnis online. mudah-mudah jadi. tapi kendalanya, kami berdua sangat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. sudah dua kali membahas, dan sesuai selera kami..karena mungkin itu fundasi yang membuat usaha bertahan
saya doakan semoga bisa menemukan titik yang pas untuk memulai mas Haris.
Selera tuh berbeda amat…
beda bisnis beda pula seleranya…
bagus juga tuh artikelnya mas Fadly
selerah akan membedakan jalur bisnis yg di pilih, thanks Mas Dimas
caranya kayak apa mas fadly agar bisa berbisnis sesuai dengan selera?
benar sekali kita harus cari peluang bisnis yang menjanjikan.
ali algadry ganteng dan hedar