Apapun kegiatan yang dilakukan dengan serius presentasi keberhasilannya lebih besar dibandingkan apabila dilakukan dengan tidak serius.
Begitupun dalam bisnis. Walau predikat kegiatannya masih berkonotasi sampingan, tapi apabila dilakukan dengan serius, maka bisnis sampingan memiliki peluang keberhasilan yang jauh lebih besar.
Saya berasumsi, bahwa sebagian masyarakat awam, masih memandang kecil terhadap kegiatan usaha atau bisnis sampingan yang mungkin sedang dilakoni, atau mungkin masih dalam perencanaan.
Tentu saja pandangan seperti itu, akan menarik logika bisnis yang sempit. Sehingga ia senantiasa menempatkan konteks bisnisnya dalam skala yang kecil.
Padahal jika konteks “Kecil” terhadap bisnis sampingan itu di singkirkan, bukan tidak mungkin, untuk mendapatkan hasil yang luar biasa. Hasil yang di luar perkiraan orang-orang pada umumnya.
Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kegiatan bisnis yang kita rintis di tempatkan dalam konteks yang proporsional dan terencana. Dan semua itu akan semakin berkualitas jika kita laksanakan dengan penuh keseriusan.
Berkaitan dengan bisnis sampingan, saya meramalkan, bahwa banyak di antara kita yang ingin pindah kuadran dari pekerja menjadi pebisnis. Dari karyawan menjadi boss. Tapi masih ragu dan takut untuk benar-benar beranjak dari status sekarang.
Ada 2 pertimbangan utama :
- Tidak Mau Meninggalkan Zona Nyamannya
- Takut Meninggalkan Zona Nyaman itu
Kedua pertimbangan ini tidak mudah untuk menghapusnya dari karakter / mind set seseorang. Karena hal ini sudah menjadi akar dan untuk merubahnya bukanlah pekerjaan mudah. Perlu daya ungkit yang benar-benar pas. Pas di hati pas di Logika.
Nah salah satu alat untuk melakukan mutasi kuadran adalah dengan cara merintis sebuah bisnis dan bisnis itu kita beri judul Bisnis Sampingan. Mengapa? Yah karena pekerjaan utama belum bisa di gantikan 100% oleh bisnis yang baru di bangun tersebut.
Sang aktor tentu perlu waktu untuk membangun kepercayaan dirinya.
kondisi seperti itu masih sangat premature. Jika sang aktor tidak siap dengan factor-faktor yang akan mempengaruhi perjalanan bisnisnya kelak. Maka bisa jadi ia akan gugur sebelum berperang.
Sekali lagi mutasi kuadran ini bukanlah persoalan mudah. Banyak hal yag musti di rubah dan pasti berubah dalam melakukannya. Terutama masalah Mind Set.
Jadi jika kebetulan anda berniat untuk merintis Bisnis Sampingan, maka lakukanlah dengan SERIUS.
Kalau sudah serius pasti berhasil?
Yang serius saja belum tentu berhasil apalagi tidak serius.. setuju tidak?
Pribadi yang Melakukan sesuatu dengan antusias dan Serius, peluang keberhasilannya lebih besar dibandingakn dengan pribadi yang melakukan dengan perasaan apatis dan sambil lalu
walau keseriusan bukan jaminan, tapi keseriusan mendekati keberhasilan
Selamat Berjuang
Share



{ 41 comments… read them below or add one }
Kalau nggak serius mending nggak usah aja sekalian.. ya mas Fadly.. saolnya prosentase kegagalannya menjadi lebih besar..
kalau tidak serius, apa yg mau di dapat?
faktor financial maupun non financial tidak akan di dapat. hasilnya adalah pengalaman semu…….
dari motivasi mental kok ke bisnis? banting setir neh? hehehehe…
biarin aja bisnis sampingan gak serius, supaya ada pengalaman gagal gitu.
apalagi kalo sering gagal dan kapok, jadi kita gak ada saingan bisnis hahahaha…
dalam bisnis khan terkandung motivasi juga mas hengky.. bolehlah sesekali bahas bisnis..plssss… he he he
sadis juga nieh mas hengky…..hohoho
zona aman juga yang biasanya membuat orang menjadi mengesampingkan bisnis sampingannya….
samping-menyamping memang bisa menjadi menarik jika di kemas dalam kondisi dan porsi tertentu mas Tri…:)
Ada saatnya bisnis sampingan terasa penting, untuk mempersiapkan rencana B bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap aktivitas utama…
Terimakasih atas sharingnya mas
artinya bisnis sampingan sebagai CADANGAN yah mas?
Tapi kalau mau lebih mantap, bisnis sampingannya yg dipersiapkan memang sebagai pengganti sumber pendapatan utama.:)
Utama atau sampingan, itu kan hanya sekedar nama atau istilah. Intinya apapun istilahnya, kalau bisnis ingin sukses ya harus serius. Tak perduli kita masih kerja atau sudah resign. He..he.. bukan begitu mas fadly?
bener mas, memang ini hanyalah sebuah “istilah”. hanya dalam konteks bisnis sampingan ini, mari kita posisikan dalam kaitannya dengan membangun mental yang pas dan relefan untuk menggapai tujuan dengan cara yang benar dan serius..
salam sukses mas sumartono
Kalau sudah serius bukan lagi bisnis sampingan namanya, tapi bisnis utama.
Tapi benar juga Mas, bisnis sampingan yang dikelola dengan serius pada saatnya nanti akan segera menggantikan posisi bisnis/sumber pendapatan utama.
yup… mempersiapkan diri dengan cara mulai membangun bisnis
Kalau sudah serius pasti berhasil?
Yang serius saja belum tentu berhasil apalagi tidak serius.. setuju tidak….. sangat setuDju.. tapi ada kalanya harus gagal dulu.. tidak ada langsung berhasil.. hehe
Bicara kegagalan memang butuh perasaan yang tulus untuk menerimanya. karena gagal bisa menjadikan orang BESAR dan juga Bisa Menjadikan Orang KECIL. tergantung perspektif saat ia menerima kegagalan itu.
kalau dipikir sebenarnya … memulai usaha sendiri ngak laen lewat usaha sampingan kan.. jadi harus coba cari pegawai juga buat sampingan
Mas Arham,terima kasih sudah berkomentar…
bisnis sampingan ibarat perahu cadangan jika tiba-tiba kapal kita mengalami hambatan untuk melaju
Salam kenal Mas Fadly. Motivasi dan bisnis memang bersudara he …he. Apalagi bagi orang yang baru memulai usaha, pola pikirnya itu lho yang harus dirubah, dan merubahnya perlu pengorbanan pikiran, tenaga kadang uang juga. Kalo nggak kuat-kuat amat bisa nyerah. untuk gak nyerah, ya … saya beruntung bisa kenal mas Fadly, ada yang memotivasi … thank you Mas.
setuju eLdoble
pergeseran dan bahkan mungkin pergantian mind set secara menyeluruh ada harga yang semestnya di bayar. di sinilah kekuatan mental kita akan di uji. seleksi alam akan berlaku
salam sukses kawan
bisnis tetaplah bisnis. Mau core business or just side business. Butuh diseriusi, bukan ajang coba-coba dan main-main belaka.
Saya percaya, tidak ada bakat-bakatan. Siapa yg serius dan tekun, maka dia yang akan menuai hasilnya.
Nice post bro.
tepat sekali mas Arief. keseriusan akan menuntun kita kepada keyakinan dan kepercayaan diri.
alhamdulillah, hal ini menuntun saya untuk serius menekuni bisnis kaos anak. doain yah mas…
wahhh…mas Fadly kalau ngga bisa serius mending ngga usah bisnis kira-kira begitu ya…sebab yang namanya bisnis apakah bisnis sampingan ato bukan kayaknya harus serius njalankanya, kalau ngga serius bisa-bisa gulung tikar sejak awal.
Trims dan sukses untuk Mas Fadly
ya mas Sugi…. kalau ga serius mending cari kerjaan lain saja.
salam super,,,
saya juga berpendapat klo bisnis harus serius, saking seriusnya, saya men analogikan bisnis sebagai sebuah peperangan, jadi segalnay harus tersusun rapih, baru menyerang…
setuju ?
tapi kadang menyerang, ya menyerang saja, tanpa harus ada perencanaan sebelumnya. Agar tidak kehilangan momentum. Bagaimana menurut mas adnry ?
yes Andry, asal jangan jadi melankoli yah. jangan tunggu sempurna. karena pasukan perang, selain mempunyai target MENANG, ia juga harus siap tewas. jadi intinya adalah keberanian akan di tantang. setuju?
Y setuju aja dah
tapi jangan terlalu serius, ntar ujung2 Y kecewa terus masuk rs
segala sesuatu yg ‘Terlalu’ biasanya hasilnya juga terlalu
betul mas fadly. Walaupun sampingan memang harus dijalani dengan serius. Tapi kadang keseriusan kita di bisnis sampingan membuat kerjaan utama kita sedikit terganggu. Bagaimana mensiasatinya ya mas ?
Salam kenal mas fadly
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
salam kenal juga mas Octa,
impian akan membuat kita menjadi kreatif untuk mensiasati segala sesuatu.
merintis bisnis sampingan, butuh pengaturan waktu yang tepat. dan terlebih penting, tenaga extra.
“walau keseriusan bukan jaminan, tapi keseriusan mendekati keberhasilan”
Naah tuh contohnya kayak kalo gak serius ngelamar, gak bakalan ketrima sama mertua *weks OOT euy
kualitas keseriusan seseorang, menandakan seberapa besar minat dan hasratnya untuk mewujudkan apa yg dilakukannya.
termasuk soal lamar-melamar
Jangan lama-lama hidup dalam dua dunia mas. Tentukan target kapan kita benar-benar fokus pada satu bidang saja. Menjadi usahawan atau karyawan.
ini adalah pola tradisional yang masih relevan dengan kondisi sosial masyarakat kita mas.
) tks mas masukannya
tapi kalau mau melakukan langkah progresif mesti di dukung dengan “Orientasi dan Keberanian yang selaras” agar tidak ada kecemasan dan penyesalan (haiyaa…
kayaknya sekarang sudah sulit mencari zona aman yaa…:p. Apapun bisnisnya…kerjakan saja dgn santai…serius boleh asal jgn stress aja…
sama dengan “Status Stress”
skrg ini sudah sulit membedakan mana orang stress dan mana yg tidak stress
yang membedakan cuma volume saja mas Agung:D
Wahh,,,selalu memberikan inspirasi nih artikel mas muin..hehehe…
santai tapi serius boleh ga mas???
tapi memang kadang susah untuk serius dalam hal yang kita anggap sampingan…kalau sudah ada hasilnya,,baru dilirik…hehehe…
Q punya bisnis menarik spy uang di atm qt trus bertambah, download aj: http://www.ziddu.com/download/7602605/ambiluangatm.zip.html
saya sependapat dengan mas fadly kalau bisnis sampingan dilakukan dengan serius maka saya rasa keberhasilan sudah ada di depan mata kita lagi.
memang terasa sangat sulit kalau meninggalkan zona nyaman.Anggapan kita pasti kita takut gagal dalam bisnis yang kita jalani saat ini.Justru karena ada perasaan takut yang ada dalam diri kita itulah yang akan membuat bisnis yang kita bangun itu benar-benar mengalami kegagalan.
benar sekali bisnis sampingan akan jauh lebih bermanfaat kalau kita serius menjalankannya.