Ngobrol seputar bisnis harus Jelas!

by fadlymuin on December 16, 2009

lebaranWalau sifatnya hanya ngobrol. Apakah itu ngobrol seputar bisnis secara umum, atau “ngobrol seputar bisnis online”, haruslah jelas. Terarah dan tendensi positifnya transparan.

Hal ini ada kaitanya dengan apa yang pernah saya singgung tentang cikal bakal terjadinya bisnis. Dalam artikel itu saya paparkan 3 poin penting cikal bakal yang menyebabkan terjadinya aktifitas bisnis. Yaitu :

• Tentang Pertemanan

• Respon yang Baik

• Perlunya pemahaman yang Baik terhadap ide

Ada satu hal yang perlu saya perjelas seputar bisnis tersebut. Yaitu, perlunya kejelasan maksud dan tujuan seseorang jika ingin merealisasikan sebuah bisnis. Walau awalnya hanya dimulai dari interaksi non formil.

Cikal bakal itu hanyalah permulaan. Tapi jika sudah masuk ke tahap yang lebih serius, seharusnya “calon” pelaku bisnis sudah harus siap dengan format dan tawaran yang akan di kemasnya. Sehingga produk bisnis yang nantinya terbangun bisa memiliki nilai jual.

Dengan memaparkan maksud dan tujuan yang jelas, maka Orang-orang yang terlibat didalamnyapun memiliki orientasi yang jelas. “Apa dan bagaimana”. Sehingga mereka akan paham. Jadi tindakan-tindakan yang akan di tempuh bisa lebih terorganisir.

Kejelasan itu penting, apa maksud dan tujuan anda. Bagaimana format dan strategi anda. Semua itu harus jelas dan perlu didukung dengan data-data yang kongkrit. Materi yang real.

Karena tahapan sebab akibatnya sudah terjadi. Jadi jangan lama-lama berada pada posisi cikal bakal saja. jangan lama-lama ngobrol seputar bisnis saja. Tapi mulailah melangkah dengan lebih serius yang di tandai dengan kesiapan anda terhadap materi pendukungnya.

Tanpa kejelasan yang di dukung dengan materi pelengkap, maka wacana bisnis anda, tidak bisa naik tingkan menjadi tindakan bisnis. ia akan berhenti, cukup sampai tahap ngobrol saja. titik!

Coba bayangkan, kalau setiap ketemu dengan partner bisnis anda, yang di bicarakan hanyalah masalah – masalah seputar bisnis. tanpa pernah memberi bobot pada obrolanya dengan materi atau dokumen pelengkap. Pasti anda akan kehilangan gairah, dan menganggap calon partner anda ini hanya ngomong kosong doang!

Untuk lebih jelas, ijinkan saya memberikan sedikit ilustrasi, berikut ini:

Si A berencana untuk memulai bisnis makanan cepat saji. Rencananya bisnis ini akan berbentuk outlet-outlet yang akan di sebar di beberapa mall-mall di seluruh Jakarta. Si A hanya punya konsep di kepalanya. Dan ia berencana untuk mencari partner yang bisa menjadi bagian dalam rencanya.

Tanpa disengaja Si A bertemu dengan si B, seseorang yang memiliki modal cukup untuk membiayai rencana bisnis si A. mendengar tawaran tersebut, si B sangat antusias. Singkat cerita mereka sepakat untuk kerja sama.

Pertemuan selanjutnya, si B berharap, si A sudah mempersiapkan data-data atau materi yang bisa di pelajari si B. sebagai bahan kalkulasi bisnis yang akan di gelutinya tersebut. Tapi apa yang terjadi, dalam pertemuan selanjutnya ternyata si A belum siap. Ok, B menganggap A masih sibuk.

Pertemuan selanjutnya hasilnya masih sama. A belum bisa memberikan format penawaran dalam bentuk tertulis.

Kondisi seperti ini tentu saja, membuat si B merasa bahwa A tidak memiliki kejelasan untuk memulai sebuah bisnis. A hanya berencana. A hanya ngobrol saja. tidak ada tindakan nyata yang kongkrit dan jelas.

Nah kalau anda ingin obrolan seputar bisnis itu bisa berlanjut, maka anda harus memikirkan format dan rencana yang jelas. Supaya anda tidak mati langkah.

Salam action!

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai Share

{ 18 comments… read them below or add one }

1 online-business-story.com December 16, 2009 at 23:25

Cerita diatas pengalaman pribadi ya mas :D

Salam Pertamax, :)
Octa Dwinanda

Reply

2 fadlymuin December 17, 2009 at 01:26

kurang lebih mas.

Reply

3 fadlymuin December 17, 2009 at 01:26

ada yang ngiri tuh mas…:p pertamax lagi mahal

Reply

4 AlHIJR ADWITIYA December 17, 2009 at 04:27

thanks Mas,, harus,,,menciptakan suasana yg nyaman juga..

Reply

5 online-business-story.com December 16, 2009 at 23:31

cerita diatas kebalikan cerita saya mas. Ada teman yang ngajak kerja sama bisnis, proposal bisnisnya sudah lengkap, tapi sayanya yang belum bisa mengambil keputusan…

Salam Kreatif,
Octa Dwinanda

Reply

6 fadlymuin December 17, 2009 at 01:28

pas banget dong mas? keputusan memang penting. pahit manis keputusan lebih baik di ucapkan daripada tidak. karena bisa menimbulkan interpertasi yang di luar kontrol kita.

Reply

7 mashengky.com December 16, 2009 at 23:33

ngisi pertamax dulu gan.

Reply

8 mashengky.com December 16, 2009 at 23:33

waduh telat euy

Reply

9 fadlymuin December 17, 2009 at 01:25

ha ha ha… pake premium aja mas. yang penting bukan bbm campur

Reply

10 online-business-story.com December 17, 2009 at 07:24

sori mas hengky, pertamaxnya sudah habis. Adanya bensin campur, mau ? :D

Reply

11 mashengky.com December 28, 2009 at 01:08

mendingan tahu campur deh hahaha.. aseli suroboyo

Reply

12 mashengky.com December 16, 2009 at 23:34

kalo besok ketemu fadly, saya harus bawa map merah isinya proposal bisnis ya?

Reply

13 fadlymuin December 17, 2009 at 01:25

haha ha hahaha…. jangan lupa bawa pulpen mas!
ngga..ngga kok. ini sebenarnya sedikit pengalaman kecil dengan beberapa teman. itulah yg terjadi

Reply

14 mashengky.com December 28, 2009 at 01:10

materai 6000 perlu juga dong?

Reply

15 Andrik Sugianto December 17, 2009 at 15:02

bensin campurnya masih ada mas?…wah ikutan kontesnya mas hengky juga ya….kenalin mas q andrik, pendatang baru nich….btw…link mas fadly dah tak add d blog q lho!! kira2 kpn aq dpt giliran ya?

Reply

16 fadlymuin December 17, 2009 at 16:13

salam kenal Andrik. terima kasih sudah nge-link ke blog ini. sabar yah, tunggu tanggal mainnya ;)

Reply

17 dafiDRiau December 21, 2009 at 11:14

IKut kontes ya mas, saya pasang link ya di blog saya, semoga sukses

Reply

18 fadlymuin December 21, 2009 at 12:36

he he he, iya mas. turut meramaikan blog sahabat mas. tks yah mas Dafid, atas dukungannya

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: