Belakangan ini menjadi penulis tamu, sedang naik daun. Saya perhatikan beberapa rekan-rekan blogger sedang menggalakkan budaya itu. Mereka membuka ruang khusus untuk para penulis yang mau menjadi kontributor di blog mereka. Bahkan ada beberapa yang antusias menyambut itu.
Beberapa di antaranya,
Mas Tri Wahyudi
Mas Agus Siswoyo
Menyusul Bebegendut (tapi orangnya tidak Gendut)
Mas Ahmad IM-Bisnis
Dan mungkin akan di susul oleh beberapa rekan lain lagi yang tertarik membuka peluang untuk ”penulis tamu”.
Saya sendiri, pun telah melalui proses itu. Waktu itu, mas Agus Siswoyo mengajukan diri untuk jadi penulis tamu diblog saya ini. Saya pun sempat menjadi penulis tamu di blog Populer milik mas Arief Maulana. Waktu itu saya menulis tentang Multi Fungsi Motivasi.
Menjadi penulis tamu saya lihat makin naik daun. Saya sendiri pernah mendapat undangan khusus dari salah satu rekan blogger. Saya di minta kesediaan untuk mengisi blognya dengan artikel-artikel motivasi. Namun saya belum sempat memenuhi undangan itu. Tapi insyaAllah, Suatu waktu akan saya realisasikan!
Tapi saya kok jadi mikir-mikir yah. Kok fenomena penulis tamu makin naik daun? Makin populer belakangan ini. Ada apakah gerangan?
Ada beberapa dugaan yang mungkin bisa kita jadikan wacana kritis untuk saat ini.
- Apakah untuk mempererat tali silaturahmi?
Jika alasannya untuk keakraban, menurut saya ini adalah langkah yang bagus. Lebih berpotensi jadi awet. Sebab unsur emosional akan menciptakan kondisi yang semakin akrab.
- Apakah ini sebagai strategi mempopulerkan blog atau personal branding?
Saya rasa, ini adalah langkah taktis yang patut di dukung. Ada upaya untuk menonjolkan daya fikir ke lumbung-lumbung pembaca blog tetangga. Selain itu ada upaya untuk mencari cara lain selain SEO untuk percepatan menaikkan level Popularitas Blog.
Bisa jadi SEO sudah mulai di tinggalkan atau setidaknya di palingkan sejenak dan beralih ke WEO (Writer Engine Optimization). ini masuk kategori kreatif. Lanjutkan!
- Bloggernya sudah mulai kehabisan ide menulis. Mulai kehilangan semangat
Ini adalah kategori yang cukup memilukan hati. Apalagi bagi yang sudah memiliki pembaca setia. Tentu langkah ini akan mengecewakan. Jika ini adalah kategori yang anda pilih. Sebaiknya di fikirkan kembali deh…
Okelah, itu 3 poin yang bisa kita jadikan wacana diskusi kali ini.
Saya belum punya deskripsi lebih luas dari itu. Yang ada di kepala saya saat in tentang penulis tamu. Hanya sebuah pertanyaan sederhana, ”ada apa ini?” itu saja kok.
Dan dari pertanyaan sederhana itu, saya mulai memberikan dugaan-dugaan yang sebenarnya belum rampung. Seperti ketiga kategori di atas.
Apa anda bisa memberikan pandangan, ada apa di balik maraknya penulis tamu akhir-akhir ini?
Apakah ini semacam virus. Atau trend sesaat, atau ada upaya untuk terbang lebih luas?
Apapun itu, saya berharap, ini merupakan tendensi positif. Namun jika boleh saran, sebelum melanglang buana. Benahilah dulu kedalam.
Ibarat, anda ingin merantau, atau dinas keluar kota. Maka siapkan dan pastikan kondisi rumah dan keluarga yang anda tinggalkan dalam keadaan aman. Pembekalan yang anda tinggalkan juga cukup.
Jadi tidak ada rasa was-was dan perjalanan anda juga akan semakin lancar. Tidak ada gangguan psikologis yang menghambat ruang gerak selanjutnya.
Namun, terlepas dari itu semua. Saya rasa, Aktifitas menjadi Penulis Tamu, adalah sesuatu yang positif..

{ 87 comments… read them below or add one }
Pertamax dulu ah, bacanya besok..dah ngantuk
absen dulu pak.. :rose:
numpak sedot pertamax dulu setelah hampir satu minggu tidak blogging
ikutan nebeng dulu deh di mas Octa..
nampaknya kesibukan telah memenjarakan anda dari dunia blogging mas Octa?
WEO (Writer Engine Optimization)
Istilah baru mas? Perlu digalakkan tuh…
:rate
silahkan di sambut juragan
ide untuk tulisan baru tuh…
WVO (Writer Visitor Opimization)… biar ningkatin pengunjung :ngakak
Yang pasti, dengan menjadi penulis tamu, karya pendatang baru mempunyai kesempatan lebih besar untuk mendapat apresiasi dari pengunjung blog.
Tahu sendiri-lah. Kalau belum punya nama, semua kata-kata kita akan di cap cari sensasi saja. Beda kalau sudah berhasil tampil di blog populer. Paling tidak, sudah melewati proses editting dari si Admin Blog. Dan kepercayaan pembaca menjadi lebih besar.
Setuju,, kepercayaan yang didapat dari blogger besar bisa menambah semangat para pemula untuk melanjutkan karier menulisnya. Dari yang semula aktif jadi pembaca saja, sekarang ambil bagian dalam menulis. Sebagai ajang pembuktian kalau “Aku ada” juga tidak kalah pentingnya, menurut saya.
iya mas Andre, upaya pernyataan eksistensi diri supaya lebih cepat, lebih kuat, dan lebih ngefek.
Biar sama-sama pintar. Masak yang nulis aja yang berkembang pemikirannya…
bukankah memang sudah begitu seharusnya mas? :rose:
:cendol
betul juga mas..
berupaya menggunakan kesempatan berekspresi di lumbung blog populer, akan lebih efisien waktu.
mudah-mudahan perkembangannya makin dahsyat…!
@ Agus Siswoyo :
Mengenai “cari sensasi”, mungkin konteksnya lebih ditujukan buat tulisan yang rada kontroversi saja ya Mas? Saya rasa yang nulis begitu pun belum tentu niatnya cuma mau nyari sensasi aja. Belum tentu pula cuma demi popularitas sesaat.
Saya pribadi menilai seorang penulis blog lebih kepada “kualitas tulisannya”. Bukan seberapa terkenal ia di jagat blogosphere. Sekalipun ia belum terkenal, namun jika ia konsisten menulis sebaik mungkin (sambil terus menjalin networking), saya rasa lama-lama ia akan terkenal juga.
Dalam arti, ia terkenal oleh sebuah proses alamiah. Yang begitu biasanya bakalan lebih mampu untuk eksis dalam dunia blogging.
Yang pasti biar pengunjung ngga jenuh karena ada juga artikel dengan gaya tulisan yang berbeda berdasarkan penulisnya.
dua point pertama saya kira akan memperoleh anggukan universal (ikut2an ah…)
point ke-3 kalau pun ada kemungkinan kecil diakui, kemungkinan juga ada strategi lain di dalamnya
tp menurut saya ini trend yg bagus, sekalian buat menguji :
seberapa ketat tema blog penting dijaga
seberapa penting tema blog ketat dijaga
iya pak. nantinya akan ada sesuatu yang terdobrak. kita lihat saja efeknya. apakah makin menjulang atau makin menukik.. namun saya sepakat ini adalah trend bagus untuk merangsang motivasi menulis..
Sepertinya memang begitu mas,dengan menulis di blog orang lain justru akan mempererat hubungan persahabatan dengannya.
Setuju Mas!
Alasan klise ya
)
Jika kita akan bepergian, smua yang ditinggalkan untuk sementara itu harus dipastikan dalam kondisi aman. Kaya konsep haji ya
Tapi bagi mereka-mereka yang Mas sebut di ata kayaknya bisa seperti itu. Kalo seperti saya, jangankan berkelana, blog sendiri aja nga keurus dengan baik
kayak konsep haji? iya dari segi persiapan kedalam. tapi ga perlu pakai selamatan kalau di blog mas..:D
mas Vidzas.. ayo, kapan mau nyusul jadi penulis tamu?
mungkin untuk membuang rasa jenuh untuk penulis blognya sendiri.. pengen mencoba menulis di rumah teman2.. :mahongintip
mungkin saja mas lendra.. yang penting bisa saling mengisi
jangan nuduh dong.. apalagi tanpa bukti2.. pake azas pra duga tak bersalah doonngg.. :ngakak
haruskah ada dusta diantara kita….? :rose:
Saya lihat belakangan ini memang ada kecenderungan blogger membuka lowongan penulis tamu di blognya. Asalkan blognya sudah memenuhi kriteria kelayakan, tidak masalah sih. Nah, masalah kriteria itu kebetulan saya kupas tuntas di artikel terbaru saya (yang jujur aja, lahir berkat tulisan ini). Semoga kita bisa saling melengkapi ya Mas.
Poin pertama dan kedua sangat bagus dan positif menurut saya. Saya setuju. Namun kalau karena sudah mulai kehabisan ide atau malas menulis, saya berharap bukan karena itu deh. Namun OOM (yang juga membuka lowongan penulis tamu belakangan ini) secara terang-terangan mengakui bahwa dia sedang sibuk berat sehingga tidak sempat menulis di blognya sendiri. Oleh sebab itu, dia membuka lowongan penulis tamu, agar blognya tetap terupdate secara rutin.
Untuk sekelas OOM sih, saya masih bisa memaklumi. Toh, kondisinya karena kesibukan offline. Lain soal jika karena “malas”..hehehe
Segitu dulu ya Mas.
oh iya, saya terlewatkan tuh. seharusnya Oom juga masuk dalam kriteria ini. tapi sepertinya dalam edisi khusus mas is. sebab ada sebuah alasan tersendiri dan dialkukan dengan program terencena pula.
secara umum, semoga saja kecenderungan ini mengarah pada perbaikan cara berfikir yang konstruktif, mencerahkan dan langgeng.
trims juga trackback yang korelatif ini mas is
Ralat Mas, maksud saya poin pertama dan kedua yang bagus :malu
ok. saya langsung edit ya mas
Memang lagi rame keknya trend ini mas..
tapi saya masih minder untuk ikutan, lawong lihat tulisan sendiri di blog sendiri aja kadang ndak pede.. apalagi di blog orang lain, apalagi lagi di blog yang sudah populer.. hehehe..
mungkin menyusul… xixix..
ini sohib blog yang selalu merendahkan hati di hadapan orang b anyak.. (ciri-ciri orang bijaksana)
tidak perlu memaksakan diri. kalau sekarang saja sudah merasa nyaman, lanjutkan! :shakehand2
Saya pernah bergurau disalah satu blog teman, blogger yang menyediakan ruang bagi penulis tamu karena sipemilik blog lagi males ( contoh no. 3), tetapi pada banyak kasus tidak seperti itu, justru saya melihatnya no 1 dan no 2 yang paling dominan menjadi alasan. Apalagi jika mengacu kepada kriteria yang ditulis oleh Mas Iskandar, tentu banyak nilai plus yang didapat oleh penulis tamu.
Masalahnya, yang menjadi penulis tamu biasanya bukanlah blogger kemaren sore seperti saya, justru blogger yang sudah kenyang dengan asam garam dunia blog.
yang saya respek sama mas Aldy ini, kerendahan hatinya, ciamik! nampaknya filosofi padi, melekat kuat dalam karakter mas Aldy
yang terang2an melakukan dengan alasan poin 3 adalah Oom, dengan alasan yang special tentunya, karena kesibukan yang tak dapat lagi dibendung.
selain itu, kecenderungan pada 2 poin sebelumnya, akan mewarnai dunia blogging yang makin dinamis dan akrab tentunya. saya sendiri menyambutnya dengan riang..
:cendol Mas Muin terlalu berlebihan, saya memang blogger pemula kok. Mas baca saja penggunaan bahasa Indonesia-nya saja masih belepotan. Justru disini, Mas Sudeska dan Mas Iskandar adalah tempat saya belajar menulis yang baik. Mudah-mudahan saja ketiga sahabat ini tidak merasa ilmunya “saya curi”.
Wah, tulisan saya sampai sekarang terus terang aja masih belum terlalu memuaskan saya. Setelah dipublish, tetep aja ngerasa masih ada yang kurang. Entah tata bahasa lah, pilihan kata lah, dsb. Jadi, kita sama-sama belajar aja ya Mas :nerd
@Mas Is,
eace:
Kalau dicari kekurangannya nggak bakalan ada habisnya Mas, orang ponti bilang ” mane gak mungken bagos semue”.
Jujur, saya bukan tipe orang yang suka ‘angkat telor’ walaupun saya juga ndak bisa nembak secara langsung.
Akur dah kalau gitu mas, kita sama-sama belajar….
okelah kalau begitu, kita sama-sama aja menyimak pelajaran di dunia blogging ini. mudah2an dampak positifnya lebih besar daripada negatifnya
trims mas Aldy,
btw panggilnya Fadly aja mas, lebih nyaman di bandingkan Muin
@Mas Aldy, di blog mas Aldy, kita2 belajar nyimak dan praktek. sebab, urusan panduan/tutorial software memang butuh langkah demi langkah yang tercatat. jadi pembelajarannya memang harus bolak-balik.. (siap-siap aja menerima pertanyaan bertubi2 mas
)
Benar Mas Fadly, Mas Agus Ramadhani(oom.com) sejak berkeluarga punya kesibukan yang luar biasa, tapi bisa dimaklumi juga sih, namanya juga penganten baru…( Mas Agus; Peace Mas…)
awalnya sih iseng aja nawarin ‘ngobok2′ dashboard orang, eh malah di approve yo wis sikat aja..siapa tahu bisa mempererat tali silaturahmi, isi artikel kita bisa bermanfaat bagi lebih banyak pembaca, karena nyeberang ke blog orang lain yang pastinya punya pembaca lain..
dan menjadi penulis tamu Jelas Beda-Beda Jelas..Lebih banyak positifnya! perkara yang punya blog lagi males update itu urusan dia gak perlu dipikirin, toh rekan netters bisa menilainya sendiri nantinya!
oh gitu.. mudah-mudahan langkahnya makin mantab deh mas Ahmad
wkwkwkwkwk kan bebe yang gendut bukan ariefnya :ngakak
oh iya yah rief… :hammer
OK i’m ready to write on your blog guys!! who is first!!!??
silahkan di ajukan mas evan…
sebuah trend dengan nilai positif, kalau saya melihatnya lebih menonjol ke arah poin 2, wajar dan sebuah strategi yang cerdas..
seperinya istilah WEO baru tercipta ya mas, bisa menjadi BOS tuh
iya WEO itu saya coba hembuskan ke jagat blogger.. siapa tau saja, trend ini akan leboh langgeng dibandingkan trend awal-awal kemunculan blog.:)
Tema tulisan yang menarik sekali mas, sudut pandang mas fadly mengenai fenomena ini sangat mengena. Seperti barusan saya baca juga diblog mas iskandaria. Diluar semua pro dan kontra, Kita semua berharap fenomena ini adalah suatu sinyal akan kemajuan dunia blogging di Indonesia.
Apakah tahun 2010 akan menjadi persaingan antara kontes SEO dan kontes WEO mas
ide tema ini lahir juga karena proses melihat mas Ricky. perkembangan dan trend yang melaju cepat, bolehlah kita numpang di salah satu trend yang berkembang. dan jika itu bagus untuk perkembangan, tidak ada salahnya untuk ditindaklanjuti..
saya rasa, SEO dan WEO akan menjadi pasangan sejoli yang bakal harmonis..
Wow, sebuah diskusi yang sangat panjang jadi tidak tahu harus berkomentar apa.
iya mas Zaiful.. tidak mengapa. yang terpenting bisa memetik manfaatnya. daripada memaksakan diri harus komen panjang lebar, tapi tak ada manfaat utk diri sendiri.
Walah….kena Satpam nih koment Sy
memang galak mas. keknya sudah didikannya gitu deh
Kalo saya berpendapat, mungkin karena pertama kali yang mempopulerkan si mas Agus Siswoyo tuch saya rasa… terus karena mas AGus adalah pemilik blog tenar, dan saya yakin setiap orang pasti salut dengan kekonsistenannya, maka yang dilakukannya, menimbulkan semacam secercah ” boleh juga nich ide jadi guest writernya ” . Dan akhirnya langsung pada menyambut deh, yang mau tenat, ya jadi guest writer, yang mau nolong ketenaran orang, ya buka lowongan guest writer dech…
itulah efek positif blogging mas Khalid. jika kita mampu menangkap “secercah” pesan mulia. maka saya yakin, pembentukan mental kedalam, akan mengalami desakan-desakan untuk berubah ke arah yang lebih baik..:)
saya sangat setuju seandainya setiap blogger boleh saling menulis di blog yang blogger lain tanpa memandang PR dari blog itu sendiri…… sehingga akan saling terjadi hubungan yang lebih erat antara sesama blogger………….
Komentnya menurut newbie mas :bingung: :shakehand2 :shakehand2 :shakehand2
boleh..boleh..,
untuk masalah PR, saya rasa itu hanyalah sebagai penunjang. namun perkenalan awal itu yang lebih penting. untuk mengenal jenis dan karakter masing-masing
mnurut saya jd penulis tamu selain untuk menjalin persahabatan juga untuk saling bertukar traffic. pengunjung blog jd otomatis mengunjungi blog penulis tamu. :hammer
oh tentu mas erick, efek traffic berlimpah, merupakan suatu yang simbiosis.. alamiah saja.. :cendol
ketiga alasan itu masuk mas…. wkwkwkwkwkwkw…
sip..sip…
saya juga lagi buka lowongan co-writer mas. bukan karena kesemua alasan diatas, tapi karena dapat domain dan hosting gratis yang tadinya ga tahu mau diapain. karena lagi “demam co-writer” jadinya saya buat blog itu khusus untuk menampung co-writer.
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
bisa jadi semacam forum untuk para penulis lepas dong mas? wah, ini langkah yang bagus mas. lebih merangasang banyak penulis.. linknya apa?
Guest Writer sebenarnya sudah dikenal sejak lama, hanya saja semakin booming manakala Mas Agus Siswoyo mengompori melalui tulisan-tulisannya yang terserak di berbagai blog populer. Hingga akhirnya turut mendongkrak popularitas blognya. Jadi bisa dibilang ini adalah trend. Dan selayaknya sebuah trend, dia akan mencapai titik kulminasi. Mengenai kapan tibanya titik kulminasi tersebut, hanya pelaku dan waktu yang akan menjawabnya. Yang jelas, akan ada blogger baru/lama dengan trend baru yang akan menggantikannya. Bisa jadi dia adalah Anda Mas Fadly.
mas umar blognya gak bisa dibuka ya
Iya tuh, blog Mas Umar kayaknya kena serangan deh.
persaan saya udah komeng disini deh ? koq ilang ya ? :bingung
hehehe maaf mas.. ga keliatan komengnya, ternyata ada toh (di delete aja komeng yang ini :malu
Menjadi penulis tamu menjadi alternatif kreatif untuk berbagi informasi dan pengalaman pada beberapa blog yang menawarkan guest blogger.
sambil memperluas jaringan tentunya yah mas? siplah..
wah ada apa ya hahahaha….
bener juga mas, temen-temen emang lagi gencar neh…
ga ikutan mas?
Kalau saya lebih cenderung alasan membuka penulis tamu adalah karena point terakhir. Coba liat web blog o-om.com, blogguebo atau blogger seleb lainnya.
Jika sebelumnya mereka rajin nulis artikel, namun karena terlalu berharap dengan penulis tamu. Sepertinya daya menulis mereka sedikit menurun. Maaf ya bagi yang tersinggung
memang hal itu perlu disikapi sejak dini mas afdil
Saya sudah dari kemarin baca postingan ini, Bang. Cuma, sampai sekarang saya belum punya pendapat soal ini. Kayanya, trackback dari Mas Iskandaria sudah semakin melengkapi dan memperkaya tulisan ini. Dan saya juga sudah membaca postingannya Mas Iskandaria. Jadi, sementara ini saya absen saja dulu disini…
Makasih banyak ya Mas Khery buat apresiasinya. Saya cuma merespon ide yang saya peroleh dari tulisan Mas Fadly. Kebetulan sedang hot nih topiknya
iya mas, tanggapan mas iskandar di blognya sangat terkait dan cocok banget sebagai pelengkap artikel ini..
sesekali absen? kenapa tidak!
hem ,mulai dari tukeran link, tukeran feed, sampai sekarang ke tukeran nulis yah .
saya juga tidak tahu ada apa ini sebenarnya, tetapi ini adalah terobosan baru Mas
Thanks
Imamz
yang jelas sepanjang ada manfaatnya saya rasa itu baik mas imam
udah rejeki itu mas.mas fadly kan juga kadang2 ngisi blognya orang lain.
Pada intinya, blogger (penulis) tamu) menguntungkan, baik sang penulis, pemilik blog, dan pembaca. Keuntungan bagi penulis adalah branding,mendapat backlink, dan pengunjung baru. Bagi pemilik blog, ia memperoleh materi untuk dipublikasikan. Adapun bagi pembaca adalah mendapat refreshing ide dan pandangan baru dari para blogger tamu sehingga tidak bosan dengan gaya menulis dan ide dari sang pemilik blog.
Pak Fadly, just sharing dari pengalaman saya menjadi blogger tamu. Diskusi yang menarik neh Pak
kalau ukurannya simbiosis mutualisme, rasanya memang kita perlu memetik faedahnya masing-masing yah Kang..
terima kasih diskusinya Kang Yudi
semoga bukan hanya trend sesaat. Kalau melihat kiprah guest blogger di luar, Indonesia termasuk terlambat walaupun tidak jauh-jauh amat.
Yang pasti ini adalah sebuah hal yang positif terlepas dari tujuan masing-masing individu. karena dalam hal ini tidak ada pihak yang dirugikan. Semuanya untung. =)
betul.. tidak ada kata terlambat. dan ini juga berkaitan dengan budaya masing-masing yang berbeda. sehingga cepat dan lambatnya akan sangat berpengaruh.
{ 3 trackbacks }