Bagi saya menulis adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri yang terpendam. Tentu saja banyak cara lain selain menulis untuk mengekspresikan diri. Bermusik, berbisnis, berdagang atau bertindak apa saja yang bisa mengekspresikan diri kita.menulis hanya salah satu cara.
Ada beberapa hal yang membuat menulis bisa sangat efektif menjadi mesin pengungkit motivasi hidup seseorang. Kita tau bahwa begitu banyak informasi yang kita simpan selama ini. Tidak semua ide yang kita serap itu, bisa kita ungkapkan dengan bahasa-bahasa yang bersuara lantang alias bahasa verbal. Melalui menulis semua ide dan pesan yang kita tangkap selama ini, bisa kita ungkit sedikit demi sedikit. Bisa kita gali sedalam yang kita mau. Sesuai dengan minat yang kita inginkan.
Bicara motivasi hidup, tentu saja implikasi dan sudut pandangnya sangat luas. Motivasi bukan hanya mendorong seseorang untuk menjadi pengusaha sukses atau pedagang sukses yang namanya bisa terpampang di majalah-majalah popular yang berkelas.
Motivasi hidup yang sesungguhnya adalah, bagaimana agar hidup seseorang bisa lebih berarti dan bermakna. Pilihan hidup yang bisa membuatnya tersenyum dalam hati yang paling luas. Perjalanan yang akan menghidupkan cahaya di dalam hatinya. Sehingga apapun yang dia lakukan, apapun pilihan hidup yang di pilih, tetap memberi arti yang luar biasa bagi penganutnya.
Bagaimana semua itu bisa tercipta? Apakah hanya dengan menulis semua itu bisa di temukan? Jelas tidak kawan. Menulis hanyalah salah satu jalan alternative yang cukup efektif menggugah perasaan terdalam manusia.
Melalui menulis hal-hal yang mungkin tidak terfikirkan oleh kita, tiba-tiba bisa muncul dan menari indah dalam benak kita. Banyak ide yang bisa kita cetuskan dan kita salurkan hanya dengan menulis.
Yang menjadi masalah adalah tidak semua orang mau menulis. Dengan alasan dan latar belakang yang semuanya berbeda. Tidak punya waktu, tidak minat dan serentetan kendala lainnya, tiba-tiba bisa muncul di benak seseorang, ketika ia hendak menulis. Hal itu sangat lazim dan lumrah.
Sebenarnya banyak jalan untuk mengungkit motivasi hidup seseorang, menghadiri seminar, membaca buku motivasi atau mengunjungi blog motivasi dan tindakan-tindakan lain yang dirasa bisa menimbulkan motivasi hidup.
Kenapa menulis menjadi satu daya ungkit yang efektif?
Sebab saat kita sedang menulis, otak kanan dan otak kiri mulai bekerja. Hati dan fikiran bersatu, logika dan emosi bekerja sama. Yang mana semua itu merupakan modal manusia, pembuka jalan untuk melihat dunia lebih bebas, lebih lepas dan lebih kompromi. Selanjutnya terserah anda, mau di arahkan kemana ide-ide yang bisa anda tangkap disaat mulai menulis.
Apakah anda punya pengalaman lain tentang menulis?
Saya sangat senang jika anda bersedia berbagi disini…![]()


{ 27 comments… read them below or add one }
Saya setuju dengan pendapat mas Fadly tentang bekerjanya otak kanan dan kiri atau juga bekerjanya rasa dan rasio pada saat menulis. Karena pengalaman saya seperti itu, selain itu juga menulis sebagai perantara untuk berbagi informasi dengan siapapun…!
yes Pak Ansori.. Berkomunikasi lewat artikel, sebuah cara cerdas. karena disitu di butuhkan pengetahuan yang selalu di perbaharui… aktual gitu loh … he he he thanks sudah berbagi pak
Pengalaman saya pas pertama belajar menulis merupakan pekerjaan yang memusingkan mas…Dan setelah agak sering, memang benar mas menulis merupakan pekerjaan yang mengasikkan. Meskipun masih banyak kekurangan sana sini tapi setiap berhasil menyelesaikan satu artikel ada kepuasan tersendiri lho…
Nice info mas fadly,
Ricky
Businessman
kesempurnaan hanya milik Sang Kuasa mas Rick, tapi bener, ada kepuasan tersendiri setelah selesai menulis. rasanya kita baru saja “melepaskan” sebuah IDE yang terpendam.
Tulis motto hidup kita sebagai OTOSUGESTI, misalkan “Hallo Guru Besar” tempel deh di kaca almari kita, maka setiap pagi ketika kita bercermin akan selalu disapa “Hallo Guru Besar”
otomatis akan lebih memotivasi diri kita..
salam kenal
ide yang cemerlang dhani…
ayo siapa yang mau ikut tips dhani…?
nice tips mas, kalau saya sendiri mas senang menulis walaupun kadang kala tertatih-tatih. dengan menumpahkan isi hati kita dengan menulis,maka pikiran pun tidak stress dan beban dihati menjadi lega
salam sukses
ibaratnya, kita tidak perlu teman curhat
karena lewat tulisan kita bisa berekspresi jauh lebih dalam..
Sewaktu kecil saya sangat suka sekali membaca. Sampai sampai saya ingin sekali menjadi seorang penulis Novel. Tapi sampai saat ini masih belum tercapai. Namun saya memulainya menulis lewat blog, ya,,, meskipun itu bukan sebuah Novel. Mungkin lain waktu hal itu akan terwujud. Bukankah Manusia berencana tapi Tuhan yang menentukan.
saya harap hasrat menulis novelnya bisa bangkit kembali Pangky…
YO DONG…
Menulis adalah menuangkan ide/gagasan yag kita miliki, kadang kita tak punya inspirasi tapi ketika sudah didepan komputer & menulis apa saja,langsung ide2 baru bermunculan mengalir ke pikiran kita
betul banget…. Mas David.
walau kita tidak pungkiri, bahwa kendala-kendala itu masih saja menggoda. tapi dengan hasrat yang baik, semua itu bisa terlewatkan
Sepakat dengan Mas Fadly dan Mas Ricky, ada kepuasan dan kelegaan setelah selesai menulis. Bagi saya menulis dan membaca adalah satu paket kebiasaan yang memberi kepuasan tersendiri dalam hidup. Hanya saja, masih ada kendala yang cukup mengganggu untuk melakukan kebiasaan baik itu, yaitu masalah mood.
Walaupun ide sudah mendidih dan jemari terasa sangat gatal ingin menulis, namun bila mood belum on, eksekusi ide jadi ter
sendat-sendat. Fatalnya, ide justru tiarap saat mood sedang on. Walah…kok mbulet ya mas, hehehe…
untuk masalah mood memang cukup mengganggu mas Umar, untuk itu memang di butuhkan kesabaran dalam menyikapi mood kita.
btw… bgm kabar blognya mas?
Dampak menulis memang sangat spektakuler. Bukan hanya mampu mengungkit motivasi hidup. Tapi juga mampu sebagai terapi untuk menyembuhkan penyakit. Dan sudah ada bukti empirisnya karena saya pernah membacanya di sebuah surat kabar.
lebih mantap lagi tuh mas Sum, mau sehat yah terapi menulis aja…
Pengalaman saya dengan menulis yg paling berkesan adalah ketika menyelesaikan tulisan “The Simple Affiliate Marketing”. Rasanya ada kepuasan luar biasa. Kalau di blog, itu menulis karena hobi semata…
the simple affiliate marketing memang yahud mas,.. ayo siapa yg belum download, segera deh ke blog mas arief. saya udah baca dan isisnya benar2 proporsional, setahap demi setahap.
hati saya bergetar, mata saya basah, gigi gemeretuk dan lutut goyah karena membaca artikel anda..
wkwkwkwkwk…
menulis tanpa ide yang jelas seperti membabat rumput liar, yang kena malah tanaman padi..
nice artikel mas.. makin dewasa aja nih tulisannya..
Awas Mas jangan sampe ga bisa berhenti getarannya, ntar di kira parkinson lagi… he he he
thanks mas, ini juga karena sering berkunjung ke mashengky.com Kedewasaan akan terbentuk oleh waktu.
pnglaman ya? Hmmm…gak ada sih mas fadly, sya cuma nulis apa yg ada dikepala saya.. ngalir gitu aja… plaing nemu ide aja dari hal2 kecil ada dari pnglman masa lalu..
yang penting, semua ide itu sebagian besar sudah di rubah dalam bentuk tulisan khan mas Ardy…?
salam sukses kawan
hehehe.. bner bgt!
mas Ardy lebih setuju yang mananya nih.. he he he
mas fadly pinginya sih aku nulis tapi seputar pengalaman hidup, mkn juga bisa jadi pencerahan tapi aku kok belum merasa sukses jadi nggak PD, bagaimana menurut mas fadly
iya juga sih, kalau belum PD agag sulit.
Pengalaman sayapun dulu begitu, tapi pelan-pelan terkikis, karena memberanikan diri menulis sedikit demi sedikit. sering2 membaca tulisan di blog teman2. alhamdulillah perasaan tidak PD itu mulai hilang.
Jadi saran saya cuma 3 :
1. Mulai menulis
2. mulai menulis
3. Mulai Menulis
OK David?
Saya juga sering menulis blog. Permasalahan dengan menulis bagi saya adalah kalau lagi tidak ada inspirasi, bener2 mandeg rasanya, sigh…