Menulis Artikel Harus Enak dan Gurih! Kenapa?

by fadlymuin on January 16, 2010

Enak dan gurih memang identik dengan makanan. Tapi kita akan coba memahami makna tulisan dari perspektif masakan.

Jika diibaratkan makanan, maka artikel semestinya bisa jadikan produk makanan yang enak dan gurih untuk di konsumsi. Semakin enak dan gurih sebuah artikel, maka semakin tinggi gairah kita untuk menikmatinya samapai habis dan benar-benar bersih dari wadah sajiannya. Bahkan kalau nafsu makannya masih tinggi, tapi perut sudah penuh, kita bisa membungkusnya untuk di bawah pulang.

Kebayang dong, jika masakan itu dibuat oleh anda? Pasti para pembaca akan ketagihan terus dan tak ingin meninggalkan blog anda sedetikpun. Wow.. impian sejuta blogger! Tentu saja harus di dukung dengan kemampuan meramu dan mengemas menu artikel agar lebih sedap dan mengundang selera untuk di lahap.

Kalau blog kita kemas sebagai rumah makan bagi penikmat artikel maknyus ala pak bondan, tentu kita harus siap dengan sajian yang terjamin cita rasanya. Kalau cita rasanya hambar dan tidak fresh, tentu saja, para penikmat kuliker (kuliner arikel) tidak akan datang untuk kedua kalinya. Cukup sekali untuk selamanya.

Jika artikel enak di baca, bisa menyentuh emosi dan mengundang selera baca yang hebat. Maka tentu pembaca pertama akan merekomendasikan orang lain untuk ikut menikmati apa yang sudah ia rasakan. Promosi link sudah pasti kita dapat secara ikhlas, suka rela dan penuh kejujuran. Jadi daya tarik utama rumah makan blog, bisa di pastikan peranan yang cukup dominan memainkan peran adalah RASA dari artikel itu sendiri. kemasan dan promosi hanyalah pelengkap. Mirip dengan pecinta kuliner yang rela masuk ke pelosok gang-gang hanya untuk menikmati soto terenak di Jakarta, misalnya begitu.

Jadi walaupun blog kita tampilannya biasa-biasa saja, tapi kualitas artikel yang disajikan mengundang selera yang luar biasa, maka bukan tidak mungkin blog anda akan dijadikan sandaran favorit bagi penikmat “kata-kata bermakna..”

Sekarang yang jadi masalah, bagaimana mengemas semua itu dalam bentuk nyata. Membuat artikel yang enak, gurih, dan selalu di rindukan? Kayaknya itu pertanyaan sejuta penulis deh. Termasuk saya! Pertanyaan it terus saya pelihara dalam aktifitas menulis selama ini.

Selama ini, pelajaran menulis saya peroleh dari proses yang alami saja. istilah kerennya, otodidak. Belum pernah mengecam pendidikan khusus di bidang penulisan. Hanya memanfaatkan fasilatas internet. Membaca kiat-kiat dan tips-tips seputar penulisan. Disamping bacaan wajib saya selama ini seputar politik, sosiologis dan filsafat. Dan sekarang sudah mulai di netralisir dengan bacaan seputar motivasi dan ilmu terapan.

Alhamdulillah, kesenangan membaca terus saya pupuk dan tumbuhkan agar menjadi kebiasaan yang menjadi karakter diri. Konon makanan pokok penulis adalah membaca.

Kebiasaan membaca akan memperkaya kosa kata dan pendefinisian tentang makna-makna. Semua itu akan menjurus pada pembentukan ide-ide, kita akan belajar mendeskripsikan suatu peristiwa dalam perspektif yang lebih dinamis, kreatif dan solutif. Membaca dan menulis adalah perpaduan yang sangat serasi untuk menerbitkan suatu pemikiran baru untuk diri sendiri.syukur-syukur bisa di tebarkan dan bermanfaat bagi orang lain.

Menulis artikel yang enak, gurih dan nikmat untuk di konsumsi, tentu kita perlu mencoba resep-resep tulisan. Kombinasi kosa kata, meramunya dalam campuran makna yang bermakna multi interpertasi bisa kita upayakan dengan talenta yang harus terus dilatih.

Karena ini menyangkut kegurihan dan rasa enak. Maka analogi yang pas adalah menggunakan logika koki. Yah! penulis mirip dengan koki. Sama-sama ingin menyajikan produk yang layak untuk di konsumsi. Kalau koki menyajikan makanan, penulis menyajikan tulisan. Sama-sama ingin produknya di senangi, dan di gemari banyak orang. Sekarang masalahnya, seberapa berani kita meramu bumbu-bumbu makna yang kita ketahui selama ini?

Jadi intinya, menjadi penulis yang hebat, yang bisa menghasilkan tulisan gurih, maka kita harus berfikir menggunakan logika seorang koki. Dan harus sering-sering masak, supaya aroma tulisannya terus menghantui diri sendiri dan menghisap selera pembaca.

Ayo… siapa yang suka masak?

Share

{ 54 comments… read them below or add one }

1 fadlymuin January 16, 2010 at 15:17

:pertamax asyik juga nih pertamax… :lapar

Reply

2 Imamz January 16, 2010 at 15:32

aduh, gara gara koneksi lelet jadi keduluan nih .
untung yang pertamax yang punya Blog . Hehehe .

Thanks
Imamz

Reply

3 online-business-story.com January 17, 2010 at 00:31

emang apa rasanya sih jadi pertamax ? :)

Reply

4 Imamz January 17, 2010 at 08:08

enak nya yaitu . setiap ada yang ingin komentar, pasti orang yang ingin komentar itu melihat siapa yang komentar pertama . Hehehe .
secara ngga langsung kan promosi Blog juga .

Thanks
Imamz

Reply

5 fadlymuin January 17, 2010 at 03:51

:sup: :sup:

Reply

6 arkum January 17, 2010 at 06:47

@online-business-story.com, enaknya kayak makan mie ms :cendolbig :ngakak :ngakak

Reply

7 arkum January 17, 2010 at 06:49

Selamat, anda menjadi yg pertama diblog anda :rate . :thanks2

Reply

8 fadlymuin January 17, 2010 at 13:31

jadi ga enak nih :sup:

Reply

9 arkum January 18, 2010 at 05:17

:siul tenang aja kali ms.bersanda atuh… :siul

Reply

10 IwanKus January 17, 2010 at 08:39

ketularan MH nih…
di pertamax-i sendiri hehehe…
:cd :cd

Reply

11 fadlymuin January 17, 2010 at 13:32

sori mas, cuma mau tes kaskus emoticons :takut

Reply

12 Imamz January 16, 2010 at 15:22

:pertamax

Hehehe . masak artikel yah Mas ?
analogi yang bagus sekali mas . tidak kepikiran sampe kesitu saya :D .
mulai sekarang harus bisa belajar masak artikel nih . Hehehe

Artikel Mas bagus bagus . bisa menambah motivasi saya dan ilmu saya .

Thanks
Imamz

Reply

13 fadlymuin January 16, 2010 at 16:52

iya mas, harus lebhi kreatif lagi memasak artikel gurih :lapar

Reply

14 IwanKus January 17, 2010 at 08:43

kasih MSG mas biar tambah gurih…
:ngakak :ngakak

Reply

15 fadlymuin January 17, 2010 at 13:35

pake kaldu asli mas, supaya lebih mantapssssss! :malu

Reply

16 Rudia Andrika January 16, 2010 at 22:43

@fadlymuin wah artikel yang bagus mas…..tapi klo bagi newbe harus makan artikel orang dulu dilahap sampe abis kemudian di tulis alias copas…hahahaha

Reply

17 fadlymuin January 17, 2010 at 03:53

jangan copas dong..!
yah bener, sebelum masak, yah harus makan dulu, rasakan dulu, tanya bumbunya dulu, baru deh masak sendiri…

hujan2 gini enaknya masakan apa yah :siul

Reply

18 mashengky.com January 16, 2010 at 23:43

betul betul betul!

Reply

19 fadlymuin January 17, 2010 at 05:08

yes yes yes..!

Reply

20 Bundapreneur January 17, 2010 at 00:37

Awww…..sangat berselera, liat masaknnya mas fadly….semakin gurih, legit, menggoda selera…Hujan2 gini, enak yg hangat dan berkuah yah..

Reply

21 fadlymuin January 17, 2010 at 05:23

enaknya soto mie atau soto madura yah? :sup2:

Reply

22 online-business-story.com January 17, 2010 at 00:37

yang jadi masalah, masakan yang kita sajikan di internet kadang tidak dinilai secara apa adanya… lebih banyak pujian dari pada kritikan. Hanya karena faktor kedekatan, akhirnya yang keluar hanyalah pujian. Ini yang berbahaya. Pujian tidak diikuti dengan kritikan yang membangun, justru akan membuat kita besar kepala. Ini yang saya takutkan.

eh… tapi ini bukannya untuk mas fadly ya. Jujur saya katakan masakan yang mas fadly sajikan disini memang enak dan gurih… SUMPAH !! :)

Saya tunggu kritikan mas fadly tentang masakan yang saya buat diblog saya ya….

Salam Kreatif,
Octa Dwinanda

Reply

23 fadlymuin January 17, 2010 at 05:10

saya tertarik nih untuk mengulasnya dalam satu artikel. tunggu yah.. sudah saya siapkan dalam 5 menit.. he he he

Reply

24 online-business-story.com January 17, 2010 at 08:48

saya juga sudah buat artikelnya mas.. hanya saja ga bisa disajikan dalam waktu 5 menit. Maklum sama bukan termasuk blogger 5 menit… hehe

Reply

25 fadlymuin January 17, 2010 at 13:36

kalau udah posting kabarin yah mas.. jadi penasaran

Reply

26 online-business-story.com January 17, 2010 at 15:48

makanya langganan RSS feed mas… hehe

27 online-business-story.com January 18, 2010 at 01:48

sudah saya posting tuh mas

28 fadlymuin January 18, 2010 at 02:23

kena deh… ntar saya aka langganan rss feed deh

29 pasutrisatu January 17, 2010 at 02:49

dulu saya pernah jadi koki satu restoran terkenal di Jkt, kalo sekarang nulis di blog jadi klop kayaknya ya mas..hehe..

>blog saya lagi on proses neeh jadi ya tunggu aja ok<

Reply

30 fadlymuin January 17, 2010 at 03:49

klop banget mas..
semoga sukses yah blog barunya…

Reply

31 online-business-story.com January 17, 2010 at 15:49

on proses ganti wordpress ya mas… hehe

Reply

32 Bakrie January 17, 2010 at 03:18

penganalogian yang bagus. tapi sayangnya bagi kebanyakan newbie tidak mau belajar dari masakan-masakan terdahulu. maunya sekali masak langsung enak, dapet pujian, dapet order masakan (baca: order nulis buku), punya trafik tinggi, dll. dan satu lagi kelemahan newbie, mereka tidak punya sedikit keberanian tuk menampilkan hasil masakannya di depan umum.

untuk point sedikit keberanian yg dimiliki, saya punya masukan buat para newbie. apa itu? gini, buat kelompok 3,4, atau 5 orang yang mempunyai kesamaan visi (bukan kesamaan minat) tentang dunia tulis-menulis dan ingin menampilkannya dalam sebuah blog. trus sewalah sebuah domain dan hostingnya (untuk masalah ini saya bisa bantu karena saya sendiri jualan hosting) untuk blog anda. menulislah sesuai bakat dan minat masing-masing. buatlah account sebanyak anggota kelompok anda. maka jadilah blog yang menyajikan masakan selere nusantara; ada selera padang yang pedes, ada sunda yang asin, ada jawa yang manis, dll.

Reply

33 fadlymuin January 17, 2010 at 03:47

newbie memang selalu jadi “obyek” apapun bentuknya. sangat nyaman mengolah poin di titik ini. makanya yang merasa dan atau masih menyebut dirinya newbie, cepat2lah berubah!

saran dan kritik anda boleh juga tuh, berembuk dan beraksi bersama dalam satu wadah prospektif.

Reply

34 A9YnD1LV3R January 17, 2010 at 05:02

Gak sombong sih, saya jago kalau soal masak doang. Misalnya mie goreng, telor goreng, masak air dan lain-lain yang tidak dapat di sebut satu per satu.hehehehe

Jangan lupa mas Fadly, masakan yang sehat juga di bahas ya!
:lapar

Reply

35 fadlymuin January 17, 2010 at 05:12

sesekali boleh dong demo masak mas??

Reply

36 wahyu January 17, 2010 at 05:15

yap betul…pastinya dengan latihan dan latihan agar lebih terasah

Reply

37 fadlymuin January 17, 2010 at 13:38

setuju mas wahyu.. latihan akan membuat kita tampil lebih percaya diri.. :afro:

Reply

38 Rudia Andrika January 17, 2010 at 05:38

@fadlymuin yach setuju sekali mas copas ga da gunanya mendingan baca dulu dan pahami artikel orang. dari sana kita bisa ko buat artikel sendiri….mas orang yang copas ibarat orang yang LATAh bener ga? seperti di artikel baru saya ‘Seorang Copycat Yang Latah’ saya tunggu kunjungan mas dan minta komen,saran dan kritik mas fadlymuin….salam sukses

Reply

39 fadlymuin January 17, 2010 at 13:39

nah kalau ini saya setuju kawan.. :shakehand2

Reply

40 arkum January 17, 2010 at 06:52

Menulis ibarat memasak dan makan, kalo masakan kita ndak enak dimakan ya percuma, apalagi sama orang lain.Sip ms, analoginya.Tmbh maknyus aja ms fadly

Reply

41 fadlymuin January 18, 2010 at 02:24

istilah pak bondan, laris lagi nih mas? he he he
memang tidak semudah analoginya mas, kita butuh praktek latihan yg kontinu…

Reply

42 arkum January 18, 2010 at 05:10

Pak bondan emang mak nyus..hehehehe..Memang kalo sekedar teori sih mudah2 aja ms, kalo praktek wah itu yg tidak semua bisa. :siul

Reply

43 belajar affiliate January 17, 2010 at 22:13

baik menulis maupun memasak butuh pengalaman dan keahlian. Bisa di pelajari. Namun untuk sebuah masakan atau tulisan, tergantung pembuat juga, masakan/tulisan itu di tujukan buat siapa. Kalo cuma buat sendiri tentunya sesuai selera sendiri saja. tapi kalo buat banyak orang… perlu belajar dan mengasah kemampuan. uhhh jd laper ni ngomongin masakan. :hope

Reply

44 fadlymuin January 18, 2010 at 02:27

bisa juga seperti itu. namun, kebanyakan apa yg kita lakukan di dunia penulisan, selayaknya dapat di nikmati oelh banyak orang. jika tidak, kesan dan kepuasan akan mengurangi porsinya.. tapi pendapat mbak, bagus juga tuh

Reply

45 Cara Cari Duit January 18, 2010 at 11:50

benar sekali mas fadly,kalau artikel itu seperti makanan.artikel yang enak pasti akan disukai banyak orang dan sering juga diberi komentar tentunya.

Reply

46 fadlymuin January 25, 2010 at 23:02

benar. dan yang penting ada nilai manfaat buat orang lain. setuju?

Reply

47 iskandaria January 19, 2010 at 03:48

Wah wah wah… Artikel mas Fadly makin berisi dan berbobot aja nih. Gaya bahasanya juga makin mudah dipahami. Analogi dan pemaparannya pas banget. Hampir tidak ada cacatnya dari artikel di atas (kalau saya nilai dari sisi tata bahasa, kelogisan hubungan antar kalimat dan paragraf, plus kelugasan dan kelengkapannya). Ini patut diteladani.

Saya yakin itu buah dari akumulasi banyak membaca dan banyak merenung (berpikir mendalam), yang menurut saya merupakan 2 syarat utama untuk bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas. Maaf kalo saya cuma bisa memuji tanpa ngasih kritikan. Abisnya emang nggak nemu yang bisa dikritik sih dari artikel di atas.

Oya, saya setuju banget jika yang membedakan antara satu artikel dengan artikel lainnya adalah RASA. Topik yang dibahas boleh sama, akan tetapi yang membedakan adalah RASANYA. Namun untuk bisa menghasilkan tulisan/artikel dengan rasa yang berbeda, seorang penulis dituntut untuk lebih kreatif.

Dalam salah satu artikel yang saya tulis, salah satu caranya yaitu dengan berusaha MEMPERTAJAM, MEMPERSEMPIT, dan MEMPERDALAM topik yang akan kita angkat menjadi artikel. Pembaca biasanya akan terkesan dengan tulisan yang menurut mereka lebih tajam, lebih spesifik, maupun lebih mendalam pembahasannya.

Nah, yang jadi masalah mungkin bagaimana cara untuk mempertajam, mempersempit, dan memperdalam topik tersebut…hehehe (itulah tantangan seorang penulis).

Reply

48 fadlymuin January 25, 2010 at 22:58

justru saya yang terkesimak dengan komentar anda ini mas iskandar :D sampe ga bisa berkata apa-apa lagi

tapi saya senada dengan sumbangan pemikiran anda bahwa, menulis perlu alat atau cara penulisan agar apa yang kita tulis lebih Tajam, Lebih Sempit dan Lebih Dalam. dan itu juga yang masih menjadi tantangan saya mas..

Reply

49 Arief Rizky Ramadhan January 20, 2010 at 14:10

koq kaya’ di blog saya yah enak dan gurih wkwkwkwkk… mantabs kasih link back dong mas fadly :ngakak

Reply

50 fadlymuin January 25, 2010 at 23:01

wah sudah terlanjur rief. nanti deh aku cariin artikel yang pas buat karaktermu yah..

Reply

51 Arief Rizky Ramadhan January 26, 2010 at 06:09

sip sip mas fadly… :cendol

Reply

52 alimsatriyo February 7, 2010 at 00:56

ehmm..
salut buat mas Fadly, ngomong2 mas,,
pose fotonya emang ” miring ” style gitu yach..
hehe..
semoga nambah akrab ya mas Fadly,
Trims banget kasih ruang ngetik dikit..

Reply

53 fadlymuin March 1, 2010 at 01:00

he he he… sebenarnya sih ceritanya mau nyender… tapi terlalu nyender, akhirnya miring deh :D

Salam kenal juga yah mas ali…

Reply

54 Alim March 1, 2010 at 10:00

hehehe. akhirnya mas Fadly
jawab juga,
Salam kenal ya Mas.
Thanx Jawabannya

:shakehand2

Reply

Leave a Comment

{ 5 trackbacks }

Previous post:

Next post: