Ide menulis menjadi target buruan, ketika penulis sedang merasakan blank! Alias tidak ada tema yang mampir di kepala untuk di jadikan ide tulisan yang bagus.
Buat yang sudah terbiasa mengadopsi suatu kejadian sebagai lahan ide. Maka menulis buatnya sangat muda. Karena ide selalu ada di kepala dan tidak ada hambatan berarti. Tidak ada sesuatupun yang bisa mencederai semangatnya, untuk menuliskan sebuah gagasan.
Bagaimana jika seandainya, ada seorang penulis yang kita kagumi. Tapi tiba-tiba ia berkata “saya kehabisan ide”. Bagaimana mungkin seorang penulis yang kita kenal tulisannya selalu menggugah, Selalu member semangat, selalu menjadi inspirasi kita. Tiba-tiba berkata “aku kehabisan ide”.
Kalau orang seperti mereka saja berkata demikian, Apalagi orang yang selalu kesulitan mencari ide. Berarti benar dong ide tulisan itu susah di dapat? Mulai deh kita berkesimpulan bahwa ide menulis memang susah!
Kalau bisa, jangan sampai kita tergiring kepada pemahaman seperti itu. Karena bukan tidak mungkin, nantinya kita akan menyerah dan berhenti menulis.
Sesekali merasakan jenuh, stress dan lelah. Menurut saya, itu wajar saja kok. Manusiawi. Terkadang ada waktu kita menemukan suatu titik jenuh, gagasan terlalu kompleks. Sehingga sulit melihat, bahwa ada gagasan cemerlang yang bisa kita tangkap. Akibatnya kita hanya bisa berkata, “ide saya habis, ide saya kering!”.
Tidak perlu risau, jangan sedih dan frustasi yang terlalu mencekam. Yang perlu kita lakukan adalah bersantai, rilex dan menikmati hidup. Hidup ini tidak melulu hanya menulis kok. Ada kehidupan lain di luar sana yang bisa kita nikmati di sela-sela kesibukan kita terhadap kegiatan menulis. Jadi enjoy aja gitu loh!
Mungkin kita punya aktifitas lain, yang membutuhkan penyelesaian terlebih dahulu. Sehingga kita sulit berkonsetrasi. Its ok!
Tanpa bermaksud menggurui anda. Tapi jika itu yang anda rasakan Jangan di paksa harus terus menulis. Apapun yang di paksakan, hasilnya tidak akan memuaskan. Jadi selesaiakan semua persoalan dengan bijak, ok.
Okey, kita coba lebih Fokus ke masalah ide menulis….
Menurut pengalaman saya, ide itu bukan hilang. Tapi karena ketidak mampuan kita mentransformasi apa yang kita fikirkan menjadi sebuah gagasan, yang “menurut kita” itu adalah ide bagus.
Suatu waktu, saya sempatkan membaca naskah-naskah yang pernah saya tulis. selama ini saya memang menyiapkan satu folder khusus untuk menulis “apa saja” yang saya rasakan dan sempat saya tuangakan dalam bentuk tulisan.
Saya baca satu persatu, ada yang saya suka, ada juga yang saya kurang suka. Ada yang saya rasa bagus, ada juga yang saya rasa jelek. Subyektif banget memang. Tapi intinya, saya berusaha tidak berhenti menulis. Walau tulisan itu hanya tersimpan di folder. yang terpenting. saya terus burupaya menarik ide-ide liar yang ada di kepala saya.
Jadi kalau mau di bedah lebih dalam, saya menemukan ada dua unsur yang sangat berperan:
- Pertama: factor diri sendiri yang memang membatasi pikiran dari ide-ide liar. Khawatir, cemas dan predikat negative lain. Tanpa sadar, kita sudah membuat pembatas tersendiri, untuk mulai menuliskan apa yang kita rasakan.
Kita akan selalu mengawasi pikiran kita sendiri. Memproteksi apa yang kita yakini tidak bagus, begitupun aturan yang kita perlakukan kepada ide yang mungkin saja bisa bernilai bagus di mata pembaca.
Tapi karena kita sudah membatasinya, jadi kemungkinan untuk di nilai pembaca, jadi hilang. Itu artinya, kita sudah menjadi juri buat diri sendiri. Dan rasanya itu tidak adil. Kita sudah berlaku subyektif terhadap diri sendiri.
- Kedua : factor pengetahuan. Hal ini di mungkinkan karena kita sudah kehabisan bahan atau wacana pendukung. Sehingga ada ketidak puasan jika kita menuangkannya dalam lingkup pemahaman yang dangkal. Solusi untuk ini tentu saja meningkatkannya dengan cara membaca.
Membaca adalah salah satu santapan wajib untuk penulis. Tanpa membaca, tentu sumber ilmu kita akan semakin sempit.
Mungkin kita bisa dapat ide dari melihat, mendengar, ataupun merasakan saja. Itu bias saja. Tapi tanpa membaca, tentu kosa kata atau deskripsi tentang sesuatu hal akan semakin sempit.
Jadi peluang untuk memperluas pemahaman tentang ide yang kita temukanpun akhirnya ikut menjadi sempit.
Jadi Kedua unsure ini menurut saya, bisalah menjadi pemicu “terhambatnya penuangan ide”. Akibatnya menulis menjadi tersendat-sendat. Fatalnya lagi, timbullah rasa frustasi, dan kita akhirnya mengambil kesimpulan sepihak bahwa, “aku jenuh!”
Jadi kalau mau disimpulkan, kehabisan ide itu karena “factor diri sendiri dan factor pengetahuan”.
Jadi, jika kebetulan anda merasakan kehabisan ide. Coba deh periksa pada kedua bagian itu. Apakah sumbernya ada disitu atau tidak?coba renungkan lagi, rasakan dan pahami.
Semoga bermanfaat!
Share

{ 56 comments… read them below or add one }
amankan tempat Pertamaxx …
pada saat kebanjiran ide, seharusnya kita langsung menuangkan ide tersebut ke dalam suatu tulisan, nah pada saat kekurangan ide, kita bisa mengambilnya dari tulisan yang kita kumpulkan tersebut,,tapi saya rasa mood juga terkadang mempengaruhi pikiran kita, se-cemerlang apapun ide nya tapi pas mood nya nggak dapet kita bakalan tetap kering ide -> karena malas
langkah seperti itu biasa saya lakukan mas evan. menulis terus saat ide lagi banjir. nabung naskah.
namun untuk urusan mood, saya belum punya jawaban sejuk untuk itu. namun saya tetap percaya bahwa berpatokan dengan “mood” maka target pencapaian kitapun akan sangat di tentukan oleh mood kita sendiri. hal ini masih menjadi tantangan tersendiri mas Evan..
Jangan ada pertamax di antara kita…
:ngakak
wiih kaya’ny artikel berikutnya mas agus bakal mengusung gerakan tak ada pertamax :ngakak
wuiih lagi hoki dapat pertamax dimana-mana wkwkwkwk :cendol
mengamankan yang keduaxxx !!!!
pada kata ” mencederai semangat “, hahahaha saya ngakak bacanya ……
untuk masalah adanya penghambatan dalam hal menuangkan ide dikarenakan masih ada malaha lain yang belum selessai, itu benar sekali mas !
saay saya ingin main paid review…. bener dech…. otak kayaknaya mandeg banget !
tapi begitu verifikasi udah, terus target beli domain udah…, langsung saluran ide kebuka lagi …
corrrrrrrr !
saya jadi menemukan suatu kesimpulan baru…
^_^
saya agag bingung dengan komentar anda mas Khalid
namun ada satu persamaan persepsi kita kali ini. yaitu perlu kiranya menyelesaiakan masalah-masalah lain dengan tuntas, supaya bisa melakukan kegiatan lain, yaitu menulis.
salam sukses
kok kebingungan sich sayang ????? gurakrak ! maho !
ya…… intinya begitu mas…yang mas katakan…
itu terjadi saya beberapa hari lalu, dan saya baru tahu jawabannya melalui artikel ini, akar dari permasalahan kenapa saya kok, gak bisa encer nulisnya beberapa hari ini..
oo.. gitu toh. otre deh..
kok pake sayang-sayangan sih..? bikin ga bisa bobo aja nih :p
Ide emang sudah ada, yang susah yaitu di saat pikiran kita harus menganalisa suatu ide untuk kita tulis, karena banyak sekali pikiran pikiran negatif masuk . entah ide jelek, atau karena malas .
yang jelas, jika ide itu sudah datang, kita harus bisa membuat ide tersebut menjadi tulisan yang orang lain pun tidak sadar akan adanya ide tersebut .
Thanks
Imamz
iya mas. fokusnya adalah konsetrasi dan mempertahankan semangat berbagi. maka saya yakin, kita akan merasa plong ketika menulis..
Thanks mas Imam
Haduh… siapa tuh yang dimaksud kehabisan ide?
:hammer
siapa saja yang merasa dan membutuhkannya mas
Biar nggak kehabisan ide, ikutan kontes menulis di blog saya aja…
:siul
nah, itu solusi yang tepat. biar sehat
dua faktor di atas kayaknya memang harus berkolaborasi dengan harmonis untuk melahirkan suatu ide ya mas…
semestinya sih memang begitu pak. saling melengkapi.
Wah, saya juga baru menyelesaikan artikel dengan tema yang hampir sama mas…Kok saya dan mas ramah bisa sehati yah
wakakka.. ternyata karakter Rama, sangat lekat di hati anda mas Ricky
ok..ok.. saya tunggu artikel anda
wah saya banget nih…. dua faktor tersebut adalah masalah yang tengah saya hadapi Mas, dan terus saya cari jalan keluarnya… trims buat artikel yang mengena ini…
syukur deh kalau pemikiran ini bisa memberikan sedikit pencerahan mas Yons
setelah membaca artikel ini..Rasakan Bedanya!
apanya yang beda mas?
Saat ini saya tidak merasa sedang kehabisan ide untuk menulis di blog. Alasannya sederhana, saya ini tipe orang yang suka memikirkan apa saja yang terlihat dimata. Jadi apapun bisa saya angkat ke blog.
Namun sering juga dihadapkan dengan idealisme pribadi. Yang ingin menghasilkan artikel yang bermanfaat bagi banyak orang. Apalagi saya bukan tipe yang mengikuti gaya posting setiap hari, kejar target. Nah, disaat-saat seperti itu, saya akan kembali melihat topik utama dari blog saya. Biasanya ide itu justru muncul saat memikirkan hal-hal kecil yang berdampak besar.
ini sebenarnya ide cemerlang mas Hery.
sebab kehabisan ide masih merupakan masalah, dan bisa jadi karena terbentur dengan kepentingan “tema blog” makanya perlu di sinergikan, antara gaya hidup dan tema blog.
mantaps kalau gitu deh!!
Kehabisan ide dlm menulis itu adalah suatu hal yg wajar, maka para penulis hebat mengatakan “Sebaiknya Ambil Jeda waktu untuk Refreshin sejenak” mungkin dari hal itu akan mendapatkan ide baru.
Keep Posting With Your Smile
yah saya juga suka melakukan itu kok mas Rafi. rehat sejenak. trims sudah berbagi pengalaman
simkuringmah.. naon wae lah.. asalmah senang.. xixixiiix
muanteplah atuh kang…
kurangnya membaca pak menurut saya. hehe, soalnya manusia terlalu sibuk dengan urusannya tanpa bisa sejenak duduk membaca dan merenung. Bisa dapat inspirasi banyak menurut saya. Bahkan terlalu banyak sampai terkadang malah bingung mau milih yang mana. hehe. yah itu pengalaman pribadi aja sih. Atau dengan cara eksklusifitas artikel. sebuah blog bisa saja menjadi sangat baik walau artikelnya hanya berisi 4-5/bulannya. kok? ya kalau itu per artikel di erami topicnya, konsisten selama seminggu 1 artikel, di cari bahan, di renungkan, dan di pendam sampai dapat moment yang tepat untuk menulis. dan jadi deh. hehe… :rate
yah gitu deh mas hanif. membaca memang sangat membantu mengembangkan ide menulis dan memperjelas maksud kita dalam upaya menuangkan gagasan.
nantinya, jika kebiasaan ini terus terjaga, bukan tidak mungkin kita akan melahirkan ide-ide yang cemerlang
memang mencari ide untuk menulis itu susahnya bukan main
tidak setelah anda membaca tulisan ini khan?
kalo hari gini suka keabisan duit mas.
soale tanggal tua wekekekkekeke
hehehehe
husss
makanya mas, waktunya pindah kuadran
wakakaka
kalau kebayakan ide juga akhirnya mampet…semua berebut keluar untuk dituliskan/ dikerjakan hehehehe
Saya setuju dgn poin yang mengharuskan banyak membaca
mau ga mau, kalau mau nulis yang padat ilmu, yang memang santapan wacana kitapun harus padat ilmu mas Darin:D
iya mas bner nih musti banyak membaca, karena membaca menambah kosakata,
kadang klo ada ide nulis suruh nyatet dulu nah pas mo nulisnya kok ilang ya idenya heeeee
:hammer
hmm.. gitu yah? mungkin idenya kurang kuat mas. jadi sudut pandangnya juga buyar. coba deh fokus pada “apa yang mau saya sampaikan?” mungkin itu bisa membantu.
Iya banyak aktivitas dan masalah yang harus diselesaikan lebih dulu.
Blog malah jadi terbengkalai. Padahal kerjaan yang sedang digarap berhubungan dengan menulis juga.
di padukan saja mas Erdien:D jangan jadi beban.
kalau lagi super sibuk, berarti harus di atur lagi waktunya supaya lebih nyaman.. gitu deh kalau menurut saya
Saat banjir ide kita simpan aja di draft ya mas, ntar waktunya ide kering di otak atik ulang, siapa tahu layak posting. klo saya seringnya spt itu mas fadly.
wah, sama dong mas Andryk. saya juga suka melakukan itu. hitung-hitung, supaya otak ga kaku.. walaupun nantinya naskah kita itu tidak layak di konsumsi publik.
betul bgt mas..
membaca itu wajib lah…
biar kita bisa mengenal dunia
setuju banget yos…!
Terus terang Mas, saya lebih banyak menggunakan buku dan Internet sebagai inspirasi dalam membuat tulisan.
Ada yang bilang bahasa saya “mentah”, tetapi jika saya tidak belajar kapan bisanya ? Kehabisan Ide ? kembali ke buku dan internet untuk melancarkan ide.
masing-masing orang khan berbeda dalam proses menemukan rasa nyaman untuk menerima ide. dan saya rasa, cara mas Aldy sudah, bahkan masuk dalam kategori “sedap”.
Artinya, ide di upayakan benar-benar siap dan matang. siap menjawab tema yang di usung.
sukses terus mas Aldy…
Kalau menurut saya, kehabisan ide memang ada kalanya benar-benar menyerang pada kondisi tertentu. Penyebabnya yaitu karena kita jarang bersinggungan dengan hal-hal yang biasanya memicu timbulnya ide penulisan bagi kita. Contoh, dulu saya sempat mengalami mati ide karena tidak pernah nonton tv dalam jangka waktu tertentu. Maklum, salah satu sumber ide tulisan saya waktu itu adalah dari hasil nonton tv.
Penyebab kedua, memang karena idealisme pribadi yang agak perfeksionis dalam menentukan standar tulisan yang layak untuk kita publikasikan ke pembaca. Dalam hal ini saya cukup sering mengalami. Secara sadar saya menetapkan batasan/kriteria tersendiri mengenai artikel yang ‘layak’ untuk saya tulis bagi pembaca.
Nah, ketika saya merasa tulisan yang telah saya buat ‘tidak layak terbit’, frekuensi update pun jadi ikut berkurang. Pengunjung setia blog saya jadi berpikir, bahwa saya kehabisan ide menulis. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah : saya dalam proses menyaring tulisan yang benar-benar layak untuk dibagikan buat pembaca. Termasuk dalam proses menyunting ulang tulisan mentah yang sudah dihasilkan, agar terasa lebih layak terbit.
Segitu dulu ya mas. Sepertinya punya hubungan dengan 2 poin yang mas fadly jabarkan di atas.
tidak luput memang dari faktor “dalam diri”. inilah dasar kegelisahan saya menuliskan artikel ini mas..
apalagi yang bersifat selektif. akan sangat bertentangan dengan krakter menulis yang mengutamakan keluwesan di awal penulisan. walau nantinya akan mengalami penyempuranaan “redaksi dan substansi” berdasarkan skill penulisnya.
namun saya menawarkan solusi, yang mungkin bisa menetralisir sedikit ketegangan kita dalam memperlakukan ide dan cara mengemasnya.
sukses selalu mas iskandar
wah kalo saya lagi stuck biasanya istirahat dari nulis dulu alias pengalihan konsentrasi coz otak kerasa ga mau kerja kalo itu” mulu yang kita lakuin jadinya saya sih biasanya cari aktifitas lain…..
sama mas, saya juga biasa melakukan itu kok. supaya bisa fresh kembali..