Rasa-rasanya kemarin saya sudah punya ide cemerlang untuk di tulis. Tapi pada saat akan menuangkannya di komputer. Sepertinya ingatan ide itu buyar seperti layaknya uap. Pecah berkeping-keping. Entah diserap oleh apa. Dan entah menghilang karena apa. Saya juga tak tau.
Sempat berfikir untuk menulis tentang perbuatan dalam hidup, blog-blog ramah lingkungan dan lain sebagainya. Banyak sekali berseliweran di otak. Tapi tak satupun tulisan selesai aku tuntaskan. Memalukan!
Begitulah jadinya kalau terlalu banyak pikiran yang masuk di waktu yang bersamaan. Bukannya malah bagus, justru konslet yang akan di terima.
Seperti yang pernah saya singgung, bahwa ihwal menyakitkan bagi penulis adalah, ketika tak punya bahan tulisan. Ketika tak ada opini yang mampu ia kembangkan. Sepertinya semua gagasan lari terbirit-birit menjauhinya. Singkatnya, semua ide tulisan seperti kompak untuk meninggalkannya untuk selamanya.
Kalau sudah seperti itu, apa yang harus kita lakukan? Apa duduk termenung dan meratapi nasib? Berlebihan kalau seperti itu.
Dan yang paling membuat saya senewen, karena kita terus saja di minta untuk MENULIS. Walau keadaannya seperti di atas. Tak ada ide, gerakan menulis jadi buntu. Tapi para motivator menulis itu, seperti tak merasakan sesaknya jantung ini. Pokoknya tulis saja, ujar mereka.
Meraka sepertinya menikmati siksaan ini. Mereka senang menyiksa kita si miskin ide untuk tetap menulis walau dalam keadaan buntu sekalipun.
Dan celakanya, saya termasuk salah satu motivator itu. Saya termasuk provokator yang senang oleh ketersiksaan orang-orang yang kehabisan ide, merasa buntu, tapi tetap memaksa mereka untuk terus menulis.
Jangan terburu emosi dulu sobat,
Ini salah satu contoh, bahwa saya bener-bener seret ide. Tapi hasrat saya menulis tetap berapi-api. Jadilah tulisan ini.
Terkesan berantakan dan ngalur ngidul. Tapi ini, kiat agar kita jangan pernah kalah dengan kehilangan ide. Jangan kalah dengan rasa buntu.
Tulis saja apa yang anda rasakan saat kehilangan ide itu. Sebab itu pun merupakan ide tulisan. Seperti yang sedang saya lakukan sekarang ini.
”Apa tidak khawatir dikatakan tulisan sampah mas?”
”Buat apa pelihara perasaan yang akan mematikan semangat kita?”
Seperti yang dikatakan Pak Putu, ”menulis itu berjuang”. Jadi ketika bara menulis terasa akan padam, disitulah perjuangan anda akan teruji. Terus atau berhenti?
Kesimpulannya, walau ide buntu. Tetap saja tulis tentang ide yang buntu itu. Tuangkan perasaan gundah, bebaskan diri! (apa yg sudah aku lakukan ini? )

{ 88 comments… read them below or add one }
hore… pertamax
semua yang dilihat, didengar dan dirasakan, bisa dijadikan bahan tulisan. yang jadi kendala adalah menuangkannya dalam sebuah tulisan.
Ada faktor x kenapa seseorang tidak mempublish tulisannya, salah satunya adalah keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik. Satu sisi ini baik, tapi sisi lainnya ini malah jadi penghambat kita untuk terus menulis. Saya termasuk orang yang seperti ini mungkin……..
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
termasuk perfeksionis yah mas?
saya mulai belajar untuk melepaskan belenggu itu mas..
seperti contoh tulisan di atas. sama sekali jauh dari koridor kesempurnaan. kesannya lemah dan cengeng. tapi ini kiat agar terlepas dari keterbatasan ide
sepakat dengan mas Octa, karena saya jg demikan mas, mgkn saya tergolong Perfectionis, jadi inginnya segala sesuatu yang sempurna, yang terbaik, dan itu yang membebani saya untuk menghasilkan tulisan yang bagus, yang akhirnya ga jadi jadi.
mulai berburu pertamax lagi mas?
Menurut Bung Ganda Manurung, karena banyak yang berburu pertamax, makanya harga pertamax selalu melambung [*oot banget nih*]
ini harus di catat dalam sejarah mas..
Wah, tulisan mas Fadly kali ini cukup membangkitkan kembali semangat ngeblog saya mas. Bukan karena menurun sih, tapi lebih kepada belum punya ide yang matang untuk digodok menjadi posting baru. Sebenarnya sudah ada sih beberapa ide menulis, namun masih terkendala pada teknik pengemasan yang pas bagi saya. Trims sudah kembali memotivasi saya mas.
kadang-kadang kita perlu melepas rasa “khawtir” itu mas is.
memang sih, kalau di saring lebih jeli sebelum di publish membuat kita merasa lebih tenang. tapi kalau hal itu bisa mengganggu, perlu juga kita beri efek jera terhadap pribadi kita sendiri
apa kabar pak, wuih saya dapat ilmu baru nich
makaci ya pak
kbr baik pak…
silahkan di coba pak…:)
Sebuah petuah bijak mengatakan;”Tulislah Apa Yang Dikerjakan, dan Kerjakanlah Apa Yang Ditulis”, sehingga semangat tetap ada.
bener bli..
istilahnya loncat dulu aja, pasti lama-lama juga bisa berenang..
betul tuh Mas . pas kita lagi ga ada ide, itu ajah yang kita jadikan ide .
atau kita tanya rekan blogger, tentang apa yang ingin di bahas di blog kita . dengan begitu, banyak komentar yang akan menghasilkan ide buat kita .
nah.. bener banget mam..
tulisa saja, ngalir saja dan biarkan emosi dan otak membentuk pemikirannya sendiri
okeh Mas, terima kasih
OOT apakah tulisan ini bentuk curahan kebuntuan di artikel motivasi ?
Kalau membaca kalimat dalam kurung pada akhir tulisan, indikasinya mengarah kesana (* lari……*)
wah.. kena deh gw.., pertanyaan maut nih.
iya nih mas Aldy. memang lagi buntu kok.
makanya saya cairkan dengan corak artikel seperti ini..
Yah, seorang motivator memang tidak pernah kekeringan ide, ada saja yang dijadikan bahan tulisan
hitung2 latihan mas
tks
Termasuk curhat ya pak
wah ratu curhat mulai menertawaiku..
hwahaha….. kena dech loe !
nih ada lagi Punggawa Curhat.. melengkapi lengkingan tawa Sang Ratu..
wekekekek..
jadi gak bisa kasi komen apa2 lagi nih lia
hehhee buntu yah mas???? sama mas, terkadang hal ini terjadi pada kita,,,,itu lumrah seh tapi gak boleh dibiarkan berlarut2 ntar pengunjung blog pada kabur ntar hahahaha…. ^^ btw, kayak media curhat aja neh blog hehehe
komen yang bagus.
*mas, tolong komen lain kali jangan di bold dan pasang link yah.. ok? kurang nyaman aja mas.
Tapi di mata saya lain Mas,
Tulisan di atas yang Mas Fadly bilang acak-acakan, ngawur, dan ngalor ngidul karena seret ide, bagi saya itu lmalah menggambarkan betapa andalnya seorang motivator “FM”, dimana dia memberi contoh. Bukan hanya teori belaka, apa pun keadaannya dia berusaha untuk tangguh. Itu merupakan konsep “Dakwah bil Hal” dalam pandangan saya Mas
Tetap menjadi inspirasi Mas!!!
wah terima kasih pandangannya mas erdien. saya jadi tersandung nih.. eh tersanjung
memang sih ini bercampur aduk mas. antara kebuntuan ide, percontohan sekalikus motivasi. kolaburasi yang saya harap bisa memberi angin segar
“Dan yang paling membuat saya senewen, karena kita terus saja di minta untuk MENULIS. Walau keadaannya seperti di atas. Tak ada ide, gerakan menulis jadi buntu. Tapi para motivator menulis itu, seperti tak merasakan sesaknya jantung ini. Pokoknya tulis saja, ujar mereka.”
senewen apa tuh mas ?
senewen sama dengan uring-uringan, sebel, atau jengkel rief:)
hehehehe gitu ya mas… saya ngak ngerti sih bahasanya… tengkyu..
jadi buntu ide memang bukan dosa, yg sekelas mas Fadly aja mengalaminya. Yang penting gimana cara mengatasinya.
sekali lagi, buat penulis buntu ide bukan dosa, tapi malapetaka, hahaha….
bukan dosa, bukan juga malapetaka pak Hery..
Tapi Menjadi “Korban miskin Ide” yang siap di gempur oleh jagoan-jagoan penata kata..
hahaha………..
hebat euy biar udh buntu, tetep jadi postingan yg keren bwat saya. menunjukan sebuah semangat pantang menyerah. lanjutkan mas… tulis teruss..
ok deh… siap!!
blogger kambing, blogger air, blogger api, blogger gado2, blogger pecel, yang penting ngeblog…
beres juragan..
start dreaming stop action gan..
jadi teringat blog saya yg belum diupdate nih.. target saya “weekly posting” saja sulit sekali…
ayo dong mas.. semangat!!
buntu ide memang sering saya alami, dan cukup sulit melepaskannya…terkadang juga karena waktu tak bisa diajak kompromi..hehe
kayaknya pengalaman banyak blogger yah mas..
tapi kalau ada kemauan, rasanya bisa di atasi kok. setuju?
wah, siiip…siip
asal tetep bisa memberikan semangat ya, hehehe…
ok deh.. tks yah
Kalo saya pribadi, ide menulis selalu ada, tapi itu kemampuan menulis masih kurang, jadi satu postingan bisa sampai berjam-jam
berarti persoalannya, ada pada cara menulis. gunakan gaya bebas saja dulu
kalau blue jika tak ada ide mengulang aza post yg lama……..heheh
salam hangat dari blue
saya belum pernah melakukan itu sih.. blm kepikiran
Meskipun tidak enak di baca asal bermanfaat jadinya tertutupi kekurangan tersebut.
betul..
itulah kenapa judul blog saya, tulis apa yang ingin kau tuliskan…
mas fadly hebat euy, lagi buntu untuk nulis aja, tulisannya bisa membuat semangat blogger yang lain..
bagus juga tema blognya..
makasih apresiasinya mas Hakim
Sepertinya memang harus melibatkan doa sebelum menulis mas. Biasanya sih selalu saja ada ide dan mungkin semangat dalam terus menulis.
betul sekalim as Agy..
terima kasih sudah mengingatkan
Mengalir seperti air ….enjoy aja Mas toh jadi nulis juga ya?
betul sekali…
wah saya juga mengalami,…ada tulisan saya yang berjudul lambat loading pada forim kiat, jika berkenan silakan dikunjungi, tips nya bagus juga mas, jadi bergairah nich
ok nanti saya coba liat yah
Salam kenal.
Buntuk ide untuk menulis, sama dengan buntu ide saat akan menulis lagu…. Trims artikelnya.
salam kenal juga Mas Anggara…
suka menulis lagu yah mas? wah keren nih
motivator juga manusia. .punya daya cengkram yang terbatas. .bukan layaknya dewa. .
Kadang saya juga jadi heran mas..saat gak ada ide. Nulis apa adanya gak tahu arahnya yang penting nulis, menurut saya aja ini kalau tak publish akan diketawai. .tapi responnya malah sebaliknya dan banyak memberikan inspirasi.
Giliran nulis yang sangat saya hati-hati dan menurut saya itu sangat informatif. . .eh begitu juga sebaliknya. . .
Jiah. .jadi curhat hehe. .
he he he, curhat juga gapapa mas Udin.
kadang kita memang tidak paham dan smakin tidak mengerti. mana tulisan yg disenangi mana yang di acuhkan. pokoknya tulisa aja terus. sampai ketemu “posisi enaknya”
Oke boz
gairahku semakin menggebu.. walau ide tetep buntu..
ini yang hebat. siap di depan kompi, mata melotot ke monitor, walau belum ada ide.. sikat terus crit..:D
bagi saya itu hal yg biasa
biasa mengalami maksudnya wkkwkkwkk
makanya saya usahakan punya stok artikel
meski hanya judul saja
yang berpengalaman tentu lebih mengerti jalan keluarnya…
ok mas.. makin semangat nih
Baca artikel ini memang bikin pusing kepala. Nggak jelas ujung pangkalnya. Kalau saya lagi seret ide, paling-paling dibawa tiduran santai sambil baca buku. Setelah bangun, akan muncul ide dari pikiran bawah sadar.
ritme yang bagus mas.. tks inspirasinya
membaca berita dr koran, majalah, dll biasanya menjadi jurus yang ampuh untuk menimbulkan ide
bisa juga blogwalking kalo ada waktu luang.
kunjungan balik niy pak.. maaf baru sempat
membaca informasi terkini, memang santapan pokok penulis. saya tak melupakan itu mbak.. trims sudah ngingetin kembali
Kesulitan saya dalam menulis adalah ide sih ada, tapi kadang-kadang sulit sekali memulai dan merangkainya jadi sebuah cerita. Jadi ingat, blog saya belum ada postingan baru nih.
nah ini memang semacam penyakit gagap. ketika merasa banyak yg mau di ungkapkan, tapi tertahan di tenggorakan karena bingung bagaimana cara mengungkapkan.
semangat terus saja mbak..
Memang tiap orang memiliki bakat yang berbeda terutama dalam menuangkan ide. Ada yang pandai bicara tapi susah klo disuruh nulis, begitu juga sebaliknya. Pokoknya tetap sukses deh
makasih apresiasinya mas Cahyo…
ini ide tulisan mas, cara paling mudah kalau lagi nggak ada ide ya begini, nulis aja kalau lagi nggak ada ide, jadi deh, tapi jangan keseringan ya mas
iya mas..
ini skali-skali aja kok. suer deh!
lagi buntu aja tulisane dasyat gini, gimana kalo lagi ngalir neh
thx mas
wah bisa saja nih mas Ahmad..
jadi malu kite…
gurakrak !
say juga pernah nulis kayak gini mas…. saat saya gak ada ide, ya saya tulis kalo saya lagi kesel karena gak punya ide ! hahahaha
tapi gak pernah saya publish….,ide baru datang mulu soalnya.
he he he…
kalau tidak pede, disaring dulu di folder khusus bos..
Kekeringan ide, Alhamdulillah, belum pernah saya alami. Cuma, kadang muncul penurunan mood saja untuk menulis, terkait situasi yang tidak kondusif…
iya itu juga suatu kendala dan mungkin gelagat yang banyak dialami teman2 lainnya mas khery
kalo saya sampai nempelin tulisan di bagian pinggir layar monitor yang berbunyi
‘TULIS APA YANG MAU LO TULIS!!!!!!’
Ide menulis ada tapi menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan rasanya sulit, mungkin karena belum terlatih kali ya mas.
Sejelek apapun sebuah tulisan, di dalamnya pasti tetap akan ada gagasan. Hehe, emang bener, just write it.
Ide nya numpuk d otak saya,.. Apa daya Nulisnya tumpul…
Malangnya ide jd gag ktulis-tls…
Tpi tetep blajar…thanks mas mtivasi nya kaci jempol 2 deh.x.x.x.
{ 1 trackback }