Cara Mengendus Kritikan Terhadap Tulisan Kita

by fadlymuin on January 18, 2010

Menulis yang bagus, enak dan gurih untuk dinikmati, saya fikir itu adalah impian sejuta ummat. Termasuk di dalamnya semua jenis penulis. Baik penulis lepas, penulis professional, penulis bayangan, penulis di blog dan seterusnya. Impian dan harapannya, agar setiap tulisannya mencerminkan ekspresi dan efek yang dahsyat bagi pembacanya.

Tentu saja untuk sampai ke titik sempurna, diperlukan proses belajar yang berkseinambungan. Teori dan prakter harus sinergi. Sama Percis dengan teori memasak. Antara bumbu, cara meracik, cara memasak dan cara menyajikan, harus pas. Agar maksud yang ingin disebarkan, tersampaikan, lewat rasa yang memukau.

Jika kita tempuh proses belajar menulis itu di sekolah-sekolah khusus menulis, kita tentu akan terbantu dengan adanya mentor atau guru sebagai acuan. Lalu bagaimana dengan pembelajar yang otodidak? Seperti para blogger Indonesia. Siapa guru mereka, siapa yang mengajarkan mereka ketika mereka salah. Atau tulisannya tidak enak di baca, artikelnya garing, tidak nyambung, melompat-lompat dan tidak sistematis. Bagaimana mengetahuinya?

Bagi penulis otodidak seperti para blogger. Seperti saya dan anda ini deh… ? Gurunya tiada lain adalah pembaca setia kita. Khususnya komentator yang selalu aktif memberikan suara-suaranya di setiap artikel yang berhasil kita posting dengan penuh semangat. Merekalah yang mengajarkan banyak hal kepada kita. termasuk lahirnya ide-ide cemerlang, dari merekalah kebanyakan hal itu datang.

Jika tulisan kita ciamik dan bisa membuat mereka tersenyum-senyum sendiri, atau bahkan bisa meneteskan air mata, atau bisa membuat mereka terbahak-bahak sendiri. mereka akan berkata jujur, hati kitapun senang dan bangga bahwa tulisan kita kali ini Luar Biasa! Semangat akan tumbuh terus dan terus…

Lalu bagaimana kalau tulisan kita jelek, garing, tidak mengundang selera baca para pengunjung setia. Seperti komentar sahabat kita, Mas Octa yang mengelolah Blognya dengan tema Online Business Story ini, di artikel saya sebelumnya tentang menulis artikel yang enak dan gurih beliau memberi komentar yang sangat bagus, berikut komentarnya

Memang, budaya kritik di Negara kita baru mengalami penetrasi pada proses demokratisasi, semenjak arus reformasi semakin menancapkan kukunya di tanah air Indonesia. Membiasakan mengkritik di ranah publik, belum menjadi kebiasaan kita. dan hal ini sedang di sosialisasikan oleh para elit-elit kita. dalam beberapa kesempatan sudah di perlihatkan. Walaupun kadang-kadang terpelosok ke situasi debat kusir dan adu jotos yang memalukan. Ini yang patut disayangkan. Karena belum mapannya nilai-nilai estetika atau nilai keindahan dalam mengkritik.

Namun demikian, saya tetap memberi penghargaan terhadap proses kritik itu, sebab di situ salah satu ruang untuk kita memperbaiki diri, supaya dapat menjadi pribadi yang lebih terarah. Termasuk dalam hal penulisan. Menerima kritikan tentu harus kita terima sebagai bagian dari proses belajar dan peningkatakn kualitas tulisan kita, agar tetap bisa menyajikan bacaan yang sensasional, imajinatif dan atau target-target lain yang ingin kita capai dalam menulis.

Seperti pendapat mas Octa di atas, bahwa budaya kritik masih terlalu sungkan di konstruksikan dalam pergaulan antar blogger. Tapi tidak mengapa, lambat laun juga akan terungkap. Sekarang masalahnya, untuk kepentingan penulisan kita, bagaimana kalau tidak ada yang kritik? Apakah tulisan kita sudah OK? Atau pembaca malas memberikan saran dan masukan atau kritik pedas sekalipun? Bagaimana cara mengetahuinya?

Jika seperti itu yang terjadi, mau tidak mau kita harus menggunakan indera penciuman kita. khususnya hidung kita. hah??!! Hidung????????? Bagaimana mungkin hidung bisa mencium tulisan?

Kita harus jadi anjing pelacak yang memilik penciuman bagai samurai.. tajam! Kita harus bisa melihat cara-cara para komentator di blog kita. perhatikan cara-cara mereka memberi komentar, perhatikan juga karakternya, umurnya, jenis kelaminnya, pokoknya kita harus bisa mengenal pembaca kita. dengan begitu kita bisa pahami cara dia berfikir. Dengan modal pengetahuan latar belakang pembaca kita, maka kita bisa mengetahui, kapan ia berkata jujur, kapan dia malas membaca tulisan kita, kapan dia bersemangat membaca tulisan kita. momen “kapan” itulah asal kritikan itu datang.

Jadi kesimpulannya, pertajamlah Penciuman anda! Bisa khan?

Share

{ 90 comments… read them below or add one }

1 T. Wahyudi January 18, 2010 at 02:17

pertamax kah?

Reply

2 fadlymuin January 18, 2010 at 02:28

selamat mas, anda mendapatkannya :peluk

Reply

3 fadlymuin January 18, 2010 at 02:48

mas, ada masalah tuh sama blog sampean mas

Reply

4 online-business-story.com January 18, 2010 at 04:22

wow… langsung dibalas backlink. Jadi ada ide untuk nulis nih….thanx mas fadly

ayo.. ayo.. biasakan budaya kritik yang membangun.

Salam Kreatif,
Octa Dwinanda

Reply

5 fadlymuin January 18, 2010 at 04:52

kebetulan idenya langsung nancap mas, jadi daripada kelamaan di otak nanti hilang, mending lansung di tumpahkan saja..

Reply

6 mashengky.com January 18, 2010 at 08:28

kritik bodoh itu HARAM. kritik harus CERDAS, berdasarkan fakta di lapangan, statistik dan juga bukti otentik dari korban (jika ada).

jika kritik cuma masalah harga, atau aplikasi kotor lainnya, tentu harus segera dicegah.

bagaimana mungkin anda menampilkan kritik dari pengunjung yang memakai kata2 binatang dan kelamin?

Reply

7 fadlymuin January 18, 2010 at 09:11

itu sih bukan kritik mas.. itu petugas kebun binatang yang baru lepas… :D

kritik butuh kecerdasan tingkat tinggi untuk bisa memahami maksud dan tujuan pembicaraannya…

Reply

8 Agus Siswoyo January 18, 2010 at 12:01

Lalu, yang menciptakan istilah blogger kambing siapa ya?
:bingung

Reply

9 fadlymuin January 18, 2010 at 12:23

ha ha ha… :ngakak :ngakak

10 mashengky.com January 18, 2010 at 14:31

wah parah hahaha.. blogger kambing tuh artikel mas, bukan komentar..
kalo saya bikin blogger B*BI atau *NJ**G pasti beda lagi persepsi anda toh? makanya saya gak bawa2 kedua binatang itu ke blog :ngakak

11 arkum January 18, 2010 at 20:37

kritik bodoh itu HARAM. yang HALAL, kritik nggak pake alkohol ms… :ngakak :ngakak

Reply

12 UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana January 20, 2010 at 09:08

Eh, kritik emang mengandung lemak B*BI? :ngakak

Reply

13 arkum January 18, 2010 at 05:25

Wah kalau budaya kritik yang pernah sy juga tulis “Berani dikritik mengapa tidak?” memang kritik itu tidak membudaya. Betul kata ms Octa, yg comment sering malah pujian daripada kritikan. Mungkin nggak enak kali kalo datang2 mampir malah ngritik, makanya lebih baik jujur trus ada perubahan daripd ABS (asal Bpk senang) tapi malah menghancurkan.

Reply

14 fadlymuin January 18, 2010 at 08:28

sebelum kritik menjadi budaya, terlebih dahulu meningkatkan pengetahuan. sebab, mengkritik juga perlu pengetahuan yang luas, supaya pandangan kita lebih obyektif.. khan lucu, kalau kita kritik dan ternyata kritikan kita itu “tidak obyektif” berat sebelah.. bisa2 kita di anggap asal ngucap :iloveindonesia

Reply

15 Umar Puja Kesuma January 18, 2010 at 09:14

Lebih aneh lagi kalau orang hobi mengkritik tapi sangat alergi kalau dikritik. Ujung-ujungnya merasa paling wah, paling benar, dan paling2 lainnya.

Reply

16 arkum January 18, 2010 at 11:45

Betul jug tuh ms umar….kalo paling bener..ya nggak usah dikritik ms, biar hukum alam yg akan mengritik mereka..entah kena azab atau dikejar ama :ngacir2 :ngacir2 :tkp :ngacir2

Reply

17 fadlymuin January 18, 2010 at 15:33

:peluk :peluk

18 fadlymuin January 18, 2010 at 12:17

kalau itu sih namanya egois mas

Reply

19 mashengky.com January 18, 2010 at 14:31

pasti ngomongin mashengky ya? :batabig

20 fadlymuin January 18, 2010 at 15:35

kayaknya ada yg mulai mengendus-endus bau kecurigaan nih… mending minum :cendol dulu deh.. biar segar

21 arkum January 19, 2010 at 11:03

Setuju! :jrb:

22 arkum January 18, 2010 at 11:43

Betul ms, kalo nggak ada ilmunya, wah bisa2 jadi gini dech :marah :batabig :takut :bigo: :jrb: :cd:

Reply

23 fadlymuin January 18, 2010 at 15:35

tul… tul… mas

Reply

24 arkum January 19, 2010 at 11:02

betul..betul..betul..betul (kayak ipin & upin)

25 arkum January 18, 2010 at 05:29

Dan trims udah diingatkan ms Fadly. Kemampuan endus-mengendus saya emang harus diasah lagi..hehehehe :maho :maho

Reply

26 fadlymuin January 18, 2010 at 08:31

harus belajar sama yg biasa mengendus mas… he he he :kbgt:

Reply

27 online-business-story.com January 18, 2010 at 08:34

yang biasa mengendus itu kambing bukan ? :siul

Reply

28 fadlymuin January 18, 2010 at 09:13

:recsel :recsel

Reply

29 arkum January 18, 2010 at 11:49

hehehehe…bukan blogger kambing kan ms octa ?

Reply

30 online-business-story.com January 18, 2010 at 16:18

ya… kadang-kadang sih mas… :hammer

31 arkum January 18, 2010 at 11:47

kalo begitu, sy nggak ahli ms….. tanya aja sm si…:anjing:…hehehehe

Reply

32 Bundapreneur January 18, 2010 at 08:03

ada blog yg memasukkan kritik dlm spam……tidak mau dikritik, tapi suka mengkritik….bgm yah? Kalau dibiarkan terpampang di blog, si penulis merasa dicoreng…..kalau dimasukkan dlm spam, apa gunanya meminta komentar….

Reply

33 fadlymuin January 18, 2010 at 08:25

mending di laporkan aja tuh blognya bunda… biar di eksekusi.. :hammer

tapi semua itu kembali ke mind set kita kok. nanti juga akan mengalami seleksi alam. yang terbaik akan bertahan..!

Reply

34 mashengky.com January 18, 2010 at 08:30

bukan mashengky kan? :batabig

Reply

35 fadlymuin January 18, 2010 at 08:33

kalau mashengky justru jago ngendus-mengendus :bingung: :bingung:

Reply

36 pasutrisatu January 18, 2010 at 09:31

dah pada maen detektif2-an neeh..sangat langka orang yang mo dikritik, habis dari orok sukanya dininabobok seeh jadinya gedenya manja bro..disentil dikit aja dah bilang sotoy luh..huh!!..maaf mas Fadly agak vulgar neeh..

ps.saya suka postingannya mas Fadly, makanya saya rajin kesini..

Reply

37 fadlymuin January 18, 2010 at 12:18

gapapa mas, yang penting terkendali..
kapan nih blognya beres?

Reply

38 Bakrie January 18, 2010 at 11:44

tulisan bagus, imaginatif, dan kaya akan ide plus responsif. hahaha… saya barusan memuji (tapi gak berlebihan kan?) yah????

itu lebih enak didengar dan menentramkan hati kan!

Agar maksud yang ingin di sebarkan, tersampaikan, lewat rasa yang memukau. cara penulisan “di sebarkan” itu salah, yang benar “disebarkan”

Reply

39 fadlymuin January 18, 2010 at 12:20

kena kritik nih aku?? adow!! nti di benerin… tks boss

Reply

40 Agus Siswoyo January 18, 2010 at 12:04

Nggak sangka nih, meski sehari-hari sebagai bos pakaian anak-anak, masih sempat membahas racikan bumbu masakan…
:cendolbig

Reply

41 fadlymuin January 18, 2010 at 12:21

biasa aka mas Agus. bisnis kaos belum terlalu sibuk kok mas. lagian yang hadapi konsumen lewat email adalh istriku. aku masalah web aja deh he he he

Reply

42 Agus Siswoyo January 18, 2010 at 12:07

Artikel yang bagus mas. Kritik ibarat pil pahit yang harus tetap ditelan agar memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. :thumbup:

Reply

43 fadlymuin January 18, 2010 at 12:22

pahit di lidah, bermanfaat di hati mas..

Reply

44 Cara Cari Duit January 18, 2010 at 12:17

Komentator selain sebagai guru bagi kita,juga bisa sebagai sumber inspirator untuk perkembangan blog kita.

Reply

45 fadlymuin January 18, 2010 at 12:22

betul sekali. setuju banget bro…

Reply

46 Gustin Leslie January 18, 2010 at 13:12

Setuju mas, comentatorlah yang sebenarnya mengembangkan blog kita, kita yang memasak dan comentator yang mencicipi.

Dahsyat mas! :iloveindonesia

Reply

47 fadlymuin January 18, 2010 at 13:33

yang penting rajin2 masak… ok?

Reply

48 Gustin Leslie January 18, 2010 at 13:39

sip mas! :cendol

Reply

49 mashengky.com January 18, 2010 at 14:32

pake thesis ternyata langsung rame komentar neh SIIIPP!

Reply

50 fadlymuin January 18, 2010 at 15:37

di tambah lagi ada kaskusnya (pake s yah) :shakehand2
*pake thesis malah suka ngutak-ngutik.. he he he

Reply

51 andi January 18, 2010 at 14:52

ini kunjungan saya yang pertama mas, salam kenal. trimks.

Reply

52 fadlymuin January 18, 2010 at 15:38

salam kenal juga mas andi… :) :shakehand2

Reply

53 Muklis January 18, 2010 at 20:15

Met dini hari mas, biarin deh sesuai dengan artikelnya biar bobok saya mo kritik juga tapi ga pake cabe ya mas Fadly, itu yang di baris paling atas “Fakir” apa “Fikir” maksudnya hayo di tebak. Menanggapi masalah ini saya sendiri juga maklum mas, tapi memang benar kok otodidakpun kalau mas mencoba secara sadar dengan sebuah krtikan itu sebenarnya malah sangat bagus untuk perkembangan si mpunya sendiri kan mas, ayo mas tak undang untuk ngritik, he…he…met mimpi indah dan salam sukses selalu, harapannya semoga tetap sehat dan bahagia aja si mpunya blog ini, amin

Reply

54 fadlymuin January 19, 2010 at 04:34

karena ini sudah siang, saya jawab dengan met siang yah mas Muklis.. iya mas muklis maklumlah, antara mata, jari pikiran dan tuts sudah ga nyambung. jadinya salah ketik deh.. maaf yah pemabacaku… :shakehand2

makasih atas atensinya mas

Reply

55 iskandaria January 19, 2010 at 03:50

Saya pribadi beberapa kali pernah mengkritik artikel yang telah saya baca. Umumnya sih dari sisi cara pengemasan dan gaya bahasa yang digunakan. Termasuk argumen tertentu yang menurut saya kurang pas. Makna kurang pas mungkin masih relatif dan subyektif yach.

Kalo dari sisi cara pengemasan, saya lebih sering mengkritik tampilan area posting yang masih kurang nyaman untuk dibaca. Sayang sekali kalo artikelnya sudah berbobot, namun cuma sedikit yang mau membaca (tuntas) karena tampilan yang sangat nggak enak dilihat. Misalnya saja paragraf yang numpuk (terlalu panjang), nggak punya jeda antar paragraf yang jelas, paragraf terlalu melebar, font kekecilan, dan sejenisnya.

Kalo masalah gaya bahasa, mungkin saya juga pernah secara tersirat mengkritik salah satu postingan blog ini…hehehe (soal gaya bahasa yang terlalu berat). Tapi mungkin itu kembali pada tingkat pemahaman (intelektualitas) masing-masing pembaca yach.

Namun menurut saya, gaya bahasa yang terlalu ‘melangit’ bisa jadi bumerang sendiri. Pembaca jadi kesulitan menyerap nilai-nilai (yang mungkin saja bermanfaat) dari artikel yang sedang dibacanya. Efek lain, pangsa pasar tulisan tersebut akan berkurang jadinya. Sebab daya rangkulnya terbatas pada kalangan dengan tingkat intelektualitas tertentu.

Bukankah makin banyak kalangan yang bisa menikmati artikel tersebut akan semakin bagus? Dengan demikian, nilai manfaat dari tulisan tersebut akan bisa lebih luas lagi pengaruhnya. Ini bukan kritikan buat mas Fadly loh. Ini untuk semua penulis yang (mungkin) masih terjebak pada gaya penulisan ‘melangit’ dan mengambang di awang-awang.

Btw, saya juga pernah kayak gitu kok mas..

Reply

56 fadlymuin January 19, 2010 at 04:05

wouw… makasih yah mas iskandar udah mencoba memberi tanggapan yang syarat akan masukan-masukan membangun.

mengenai tata letak, atau tampilan baik itu ukuran spasi paragraf. memang sangat memainkan peran penting untuk memberi rasa nyaman bagi pembaca. makanya saya putuskan untuk ganti themes yang bisa mewakili dan menjadi solusi atas masalah itu.

khusus masalah “gaya bahasa yang terlalu berat”. hmmm agag bingung saya mas. memang praduga saya mengatakan “tulisan saya mungkin berat” apalagi dengan komentar anda yang tersirat seperti itu. saya makin yakin kalau tulisan saya berat.

ini adalah kesulitan saya untuk merubah gaya bahasa yang bisa menjembatani antara : gagasan dan cara menuagkannya.

namun saya yakin, suatu saat nanti, akan terseleksi secara natural dan antara saya dan pembaca akan ketemu di tengah-tengah. jadi kita bisa klop deh.

makasih yah mas sudah kritis terhadap tulisan saya :sungkem

Reply

57 online-business-story.com January 19, 2010 at 16:52

ternyata mas iskandar memang blogger kritis ya, dimana-mana memberi kritik……

Reply

58 fadlymuin January 20, 2010 at 00:50

kita perlu karakter seperti mas iskandaria ini

Reply

59 candradot.com January 19, 2010 at 05:04

PR makin naik aja mas

Reply

60 fadlymuin January 19, 2010 at 07:27

alhamdulillah mas… jadi dong tukeran link? sudah masuk kualifikasi belum mas? :thanks2

Reply

61 sumartono January 19, 2010 at 08:28

Kalau blog saya sudah masuk kualifikasi belum mas?

Reply

62 candradot.com January 19, 2010 at 18:01

hehhe kok malah mas fadly yang nanya.
harusnya saya yg nanya saya udah masuk kualifikasi FM.com belum.
jadi gak enak,
oke mas segera dipasang tukeran kolornya wekekkekekek

Reply

63 fadlymuin January 20, 2010 at 01:26

ok mas :D

Reply

64 sumartono January 19, 2010 at 08:26

Waduh kunjungannya saya terlambat nih mas…. maklum baru sempat hari ini blogwalking. Jadi minta dikritik nih…. :siul

Reply

65 fadlymuin January 19, 2010 at 08:42

kritikannya cuma satu mas. tidak tepat waktu hadir disini ha ha ha ha :peluk

Reply

66 Arief Rizky Ramadhan January 19, 2010 at 08:39

ciamik mas… nanti saya blm bisa mengkritik nih soalnya pengalaman di bidang blog baru beberapa bulan.. namun saya belajar ngeblog itu udah 3 tahun :ngakak

Reply

67 fadlymuin January 19, 2010 at 08:44

Pak Guru : jadi 3 tahun itu kemana saja kamu rief? :ngakak :ngakak :ngakak

Reply

68 Belajar Bisnis Online dan SEO | Arief Rizky Ramadhan January 19, 2010 at 12:09

saya menjelajah dunia VB (visual basic) dan berhasil membuat virus ganas yang merusak laptop kakak saya sampe dimarah-marahin sekeluarga. akhirnya saya beralih ke pekerjaan yang lbh halal yaitu menjadi web programer PHP namun otak saya kepenuhan dengan script echo echo gitu akhirnya pusing sendiri… dan akhirnya berlabuh ke blog mas… :cendol

Reply

69 fadlymuin January 19, 2010 at 12:14

waduh… sangar juga rief. blogku jangan di suntik v12us yah? :berduka

Reply

70 Belajar Bisnis Online dan SEO | Arief Rizky Ramadhan January 20, 2010 at 09:53

hehhee saya udah ga bisa bikin virus lagi koq mas… tenang aja… saya udah tobat :rate

71 A9YnD1LV3R January 19, 2010 at 12:13

Bagus mas, saling mengingatkan untuk kritik yang membangun.

Reply

72 fadlymuin January 19, 2010 at 12:15

pelan-pelan harus bisa di terima mas..

Reply

73 Andrik Sugianto January 19, 2010 at 13:41

karena aku masih dalam tahab belajar, q minta tlg sama mas fadly, berikan kritikan tdp artikel q jika mas fadly mampir ke blog q.

Reply

74 fadlymuin January 19, 2010 at 14:37

insyaAllah mas Andrik…

Reply

75 Bisnis Online January 19, 2010 at 14:20

ehm ehm.. mas fadly gtu loch :)

Reply

76 fadlymuin January 19, 2010 at 14:38

kenapa gitu loh?? :)

Reply

77 Master January 19, 2010 at 14:22

wow .. komentar- komentar di sini sungguh panas… ampe keluar asap nih :marah

Reply

78 fadlymuin January 19, 2010 at 14:39

disini sedang terjadi diskusi pengembangan diri.. sambil minum :cendol supaya tidak :marah

Reply

79 Suarakelana January 19, 2010 at 15:51

Membuat kritik yang jujur sekaligus sopan banyak kendalanya, Mas Fadly. Pertama, sebagai orang timur yang selalu mengedepankan unggah-ungguh tatakrama biasanya lebih senang basa-basi dibanding bicara jujur (perhatikan persentase basa-basi di komentar blog). Kedua, ada beban moral bila mengkritik sesuatu maka si pengeritik harus sudah lebih baik, khususnya pada topik yg dikritiknya. Padahal mengkritik kan memang jauh lebih mudah dibanding melaksanakan. Jadi bisa saja orang yg kemampuan menulisnya masih buruk contohnya, tapi mampu memberikan kritik penulisan yang bagus dan bermanfaat. Saya coba terobos 2 kendala tsb.
Ide tulisan mas Fadly bagus, mengalir lancar, tapi agak ceroboh di penulisan kata dan tanda baca (untuk kali ini). Untuk peningkatan, perlu dipertegas warna & karakternya, sehingga bisa dikomentari “tulisannya Fadly Muin banget!”

Reply

80 fadlymuin January 20, 2010 at 00:25

itu lagi satu ketangkap, Budaya timur! ini pekerjaan berat, tapi kita bisa mulai mengikisnya pelan-pelan dari diri sendiri, menyebarkan di blog dan seterusnya. lama kelamaan juga jita kapok pake budaya tiimur untuk tidak mengkritik.

*masalah tanda baca dan penulisan kata yang kadang2 salah. ini maalah ketelitian saya. mungkin kecapean mata sepet dan seterusnya. kedepannya akan di benahi, terima kasih suarakelana :D

Reply

81 online-business-story.com January 19, 2010 at 16:58

jadi banyak yang mengkritik dan minta di kritik nih mas… :)

Salam Kreatif,
Octa Dwinanda

Reply

82 fadlymuin January 20, 2010 at 00:26

berarti efek artikel ini bekerja mas… :)

Reply

83 Ardy Pratama January 19, 2010 at 19:22

betul betul betul.. kadang sungkan untuk ngasih kritik karna kedekatan dan pertemanan sesama blogger. Tpi skarang pikiran saya lbih terbuka, kritik itu kan untuk membangun :)

mantap artikelnya… :recsel

Reply

84 fadlymuin January 20, 2010 at 00:22

iya mas, kita masih menempatkan kritik sebagai “pernyataan permusuhan” bukan sebagai “ajang perbaikan” disitulah menerut saya, letaknya mas..

makasih sudah mampir mas Ardy.. :D

Reply

85 UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana January 20, 2010 at 09:11

wah belajar jadi anjing pelacak. :)

Mengkritik dan dikritik mengandung konsekuensi yang sama beratnya. Yang satu harus bisa mempertanggungjawabkan, yang lainnya harus bisa memperbaikinya.

Salam Untung Nyata!

Reply

86 fadlymuin January 20, 2010 at 09:18

pengamatan yang jeli sobat :D

Reply

87 Haris_DokterBisnis.Net January 24, 2010 at 05:49

setuju mas…kritik adalah bentuk pembelajaran kedewasaan kita…tapi kalo kritiknya sembarangan kadang bikin kita ngamuk juga ya mas…ha..ha..ha..

Reply

88 fadlymuin January 24, 2010 at 15:00

betul. sebab kritik itu bukan cuma menyentuh sisi teknis atau inti masalah yg di anggap salah. tapi juga menyentuh sisi emosional orang yg kita kritik. makanya memang perlu cara penyampain yang smart dan tidak menggurui dan memojokkan..

Reply

89 Mus-Aceh May 6, 2010 at 17:19

Salam kenal Mas Fadli. :)

Reply

90 fadlymuin May 6, 2010 at 21:31

salam kenal mas

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: