Judul yang aneh…
Bagi saya, postingan kemarin, tentang pekerja metropolis, cukup apik untuk dijadikan rangsangan dalam diskusi kali ini. Di postingan itu, responnya cukup menarik. Apalagi kalau bisa tinggal di pedesaan tapi bisa berpenghasilan seperti orang kota. Ok deh, mari kita lihat.
Ini sangat menarik kita racik untuk kita jadikan obat simpanan. Bisa kita gunakan suatu waktu nanti, jika penyakit tertentu itu datang.
Apakah penyakit itu? Salah satunya penyakit “Putus Asa”.
Ketika seseorang putus asa, apa sih yang terjadi, apa yang dirasakannya? Dia akan merasakan terputusnya hubungan antara dirinya dan dunia luar. Dia merasa tidak Mampu lagi untuk mengikuti arus kehidupan yang akan dijalaninanya kelak. Tidak ada lagi alasan yang membuatnya bergerak agresif seperti sebelumnya.
Oleh karena itu, penting bagi kita menyadari dua perbedaan mendasar. Yaitu Realistis dan Imajinatif. Makna ataupun hukum dibalik ini sangat membantu kita untuk memetakan alur-alur kehidupan yang mengandung begitu banyak kendala yang – kadang-kadang – bisa terjadi.
Kita ambil contoh seorang yang berputus asa akibat sesuatu hal. Katakanlah ia ternyata gagal membangun bisnisnya yang notabene modalnya didapat dari hasil jerih payahnya bekerja selama bertahun-tahun.
Penyesalan berhenti dari kerja membuat ia sangat frustasi. Belum lagi kecaman dari keluarga yang menambah besar rasa sesalnya. Singkat cerita, input negative yang bertubi-tubi membuat ia kehilangan kebanggaan atas dirinya sendiri. Hancur lebur seketika.
Disini, si Dia, ternyata tidak realistis menjalani hidup. Dalam hal ini soal respon atas kegagalan. Bahwa semua hal selalu mengandung 2 hal berbeda yang kadang bahkan bisa dikatakan sering bertolak belakang. Gagal dan sukses. Ini tidak disadari dengan sepenuh hati, akibatnya ketidak-siapan mental. Telah membuat hatinya goyah sesaat.
Namun, untuk menetralisir rasa seperti itu, ada baiknya si Dia, menggunakan ilmu imajinernya. Ia perlu berkonsentrasi untuk membangun puing-puing bisnisnya lewat imajinasi yang positif. Dari situ, insyaAllah, jika si Dia optimis, maka bukan tidak mungkin imajinasinya bisa di sulap menjadi realita yang menyenangkan.
Sampai disini anda tentu paham maksud saya khan?
Bolehlah kita kalah dalam satu fase kehidupan. Tapi kita jangan melumpuhkan harapan kita. Tetap perlu terus di bangun harapan-harapan itu, lewat imajinasi terhandal kita. Biarkan saja untuk sementara anda merasa terpuruk, tapi jangan biarkan anda terjerumus dalam keterpurukan itu. Bangkit dan ayun lagi langkah terbaik yang anda miliki.
Modal inti tetap ada pada anda. Bukan pada saya atau teman anda. Mereka semua itu hanyalah stimulus. Dan jadikanlah mereka sebagai stimulus positif, bukan sebagai hantu yang siap mendukung kegagalan anda.
Ringkasnya. Jangan remehkan imajinasi anda. Dan jangan pula menutup mata dengan realitas yang ada. Hadapi keduanya dan hanyutkan dalam satu langkah yang tegar, optimis dan happy gitu loh!

{ 23 comments… read them below or add one }
pertamax ane borong gan….
Nebeng pertamax Mas
Intinya kita harus senantiasa muhasabah diri yo Mas…??merenungkan kembali setiap langkah (bisnis, perilaku dll) agar menjadi lebih baik lagi…
kegagalan pasti akan dialami oleh setiap orang,namun bagaimana kita bisa menyikapi kegagalan tersebut.bagaimana bisa melangkah keluar dari kegagalan dan menuju kesuksesan
wahhh,belut,belut,belut
itu bukan kegagalan tapi hanya suatu proses yang harus dihadapi bahkan bisa lebih besar lagi nantinya.,anggap aja ini pekerjaan sampingan jangan melepas pekerjaan utama dulu ,sebelum yang ini berhasil jalan.
Mantap. Kita boleh terpuruk hari ini, tapi impian sukses di hari esok dan masa depan harus tetap terngiang-ngiang dan menggelisahkan kita. Yang berbahaya bukanlah terpuruk, namun ketika kita telah terbiasa ‘menikmati keterpurukan’. Mari jaga impian kesuksesan kita masing-masing.
nah, saya setuju banget dengan komen ini nih..
tks mas furqon
artikel yg bagus mas…saya tertarik dengan artikel2 motivasi macam begini..thanks
Imajinasi memiliki prosentasi yang besar dalam mengembangkan ide kreatif. Menurut saya ada kata yang ambigu dalam judul artikel ini mas yaitu “menjalani hidup” dan “menghadapi hidup”.
kalau dipahami lagi, insyaAllah tidak ambigu lagi deh
Judulnya singkat, padat namun inspiratif 2 hal yang harus kita jalani dan harus di miliki setiap orang dalam menjalani hidup yakni menerima apa pun kondisi dan keadaan kita sekarang namun harus tetap mempunyai mimpi atau cita” sebagai bahan bakar untuk melanjutkan melangkah kehidupan yang lebih baik
Di tunggu kunjungan baliknya teman…jangan lupa komentarnya…terimakasih…:)
Tantangan itu memang selalu ada. Tapi biarlah apa yang ada di luar sana, yang penting kita konsisten dengan apa yang menjadi impian awal.
===
Hidup “terlelu realistis” bisa menjadi ganjalan untuk kesuksesan yang sesungguhnya. Memang diperlukan imajinasi untuk penyeimbangnya
saya suka sekali dengan artikel yang sifatnya membangun seperti ini.thank sob pencerahannya
ok mantab tulisannya bos
makaci, numpang baca nich
kalau seseorang sudah tahu jatah kegagalan dalam hidupnya, mungkin semua orang tidak akan takut gagal
“BIDADARI itu ADA DI BUMI”
bidadari ada di bumi…
:v :-*
wanita solehahlah bidadari dibumi..
isteri solehah lah bidadari dibumi..
anak permpuan solehahlah lah bidadari di bumi…:) ;D
wanita yang menegakan agama islamlah bidadari dibumi..
wanita yang berjihad kejalan Allah lah bidadari dibumi…. =)
“BIDADARI itu ADA DI BUMI”
bidadari ada di bumi…

wanita solehahlah bidadari dibumi..
isteri solehah lah bidadari dibumi..
anak permpuan solehahlah lah bidadari di bumi…
wanita yang menegakan agama islamlah bidadari dibumi..
wanita yang berjihad kejalan Allah lah bidadari dibumi….
yup, tetap harus keep the dream alive…
kalau saya berpegang pada prinsip … “terus Belajar IKHLAS agar hidup senantiasa selalu BERGAIRAH .. hot .. hot .. hot!!!
Wah, kalau kegagalam sudah sampai menghentikan harapan dan imajinasi lagi,, seseorang sudah tidak layak di sebut hidup. Bukan begitu mas???
Salam kenal.
Salam sukses!
Imajinasi yang positif, dan pikiran yang positif dan penuh semangat akan mengantar kita menuju kepada kemenangan, tapi pada saat depresi sulit untuk berpikir positif, masukan yang membangun Pak
Woww.. ulsan yang menarik, sangat bagus nih di baca oleh para kaum GALAU-ers … hihih
Salam …