Masing-masing dari kita pasti sudah mengetahui, bahwa hidup kita ini sudah di kasih durasi waktu tertentu. Tak ada yang dapat bocoran, kapan waktu kita habis. Berapa lama kita di beri kesempatan berkiprah di dunia ini. Sampai akhirnya kita di panggil untuk menghadap Sang Ilahi.
Dalam perjalanan hidup, kita pun tidak tahu, kapan kita bisa mencapai semua hasrat dan keinginan duniawai kita. kita hanya menjalankan apa yang ada di depan mata. Kita hanya melakukan apa yang terjangkau oleh akal fikiran kita.
Apapun yang terjadi di kemudian hari, hanyalah sebatas usaha kita untuk mendekat ke arah itu. Tanpa kita bisa tahu persis secara detail, apa yang sebelumnya kita rencanakan tersebut, apakah bisa terwujud “sesuai dengan yang kita rencanakan secara detail”. Kita hanya berusaha mendekatinya. Tidak lebih dari itu. Karena kesempurnaan, sekali lagi “hanya milik sang Ilahi”.
Namun demikian, sebagai manusia biasa. Sungguh! menjalankan hidup ini adalah suatu kewajiban. Meniti kehidupan ke arah yang lebih baik, sudah menjadi fitrah manusia. Kondisi kita tidak akan pernah berubah, jika kita hanya menunggu diam dan pasrah, tanpa melakukan apa-apa. Dengan dalih bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur. Sebab dalam ajaran saya (islam) menyebutkan, bahwa Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu sendiri tidak merubahnya. Allah tidak akan merubah diri kita, sampai kita sendiri yang merubahnya.
Jadi dengan kondisi apapun kita saat ini, kita tetap di dorong untuk melakukan sesuatu, berbuat, bertindak dengan bermodalkan hati dan fikiran yang sudah di anugerahkan kepada kita. segala tantangan dan cobaan pastilah ada dan itu memang harus kita lalui dengan segala keberanian dan penerimaan yang dalam. Tanpa cobaan yang berarti, maka pencapaian kitapun, akan berarti biasa – biasa saja. kita tidak akan merasakan pesan mulia yang ada didalam pencapaian kita itu.
Dalam konteks hidup sukses, kita harus percaya bahwa masing-masing di antara kita di beri kesempatan untuk sukses. Hanya masalahnya apakah kita mau mengambil kesempatan itu atau tidak. Atau kita merasa cukup dengan keadaan kita saat ini. Jika kita memilih cukup, berarti kita tidak perlu terlalu berfikir banyak. Kita hanya di tuntut untuk mempertahankan yang ada. Tapi jika kita memilih untuk sukses lebih dari yang sekarang, berarti kita perlu melakukan sesuatu yang lebih daripda sekarang.
Proses menuju sukses, pasti dan sepertinya sudah merupakan hukum alam, ada tantangan yang harus kita hadapi. Itulah hadiah yang harus kita kemas menjadi sajian yang manis untuk dinikmati. Bukan menghujat atau menolak tantangan itu dan berasumsi, bahwa cobaan itu adalah Penindasan Sang Ilahi Kepada hamba-Nya.
Kita hanya perlu menambah kesabaran kita, kita hanya perlu menciptakan kebahagiaan kita. kita hanya perlu mengikis perasaan kecewa, iri dan dengki kita. kita hanya perlu mereduksi semua itu menjadi sebuah pemahaman yang positif sebagai modal sugesti di dalam diri kita dan pada akhirnya mampu membangkitkan motivasi hebat untuk terus memperbaiki diri.
Kita tak perlu ragu, sebab masing-masing kita sudah di berikan waktu untuk berusaha, dan sudah di tetapkan, kapan waktu kita akan sukses. Tapi semua itu masih bersifat rahasia sampai kita bisa mencapai titik itu dengan gagah berani.
*Yuk, mari tanamkan di hati kita masing-masing. Bahwa “waktu saya pasti akan datang”
Share

{ 59 comments… read them below or add one }
Memikirkan tujuan perjalanan penting, tapi menyadari sedang berjalan lebih penting
BTW aku salah ya ikut kontesmu pake domain blogspot yg ada “motivasi: katamotivasicinta.blogspot.com ?
Kalau salah kubuat lagi di blog lain deh
kayaknya sih memang ada kata “motivasi”nya. kalau tidak keberatan bisa di buat lagi bang iwan
Sebagai manusia, kita hanya bisa berusaha dan tawakal, ya gak Mas? Hasil akhir pasrahkan saja pada YME Allah SWT.
Salam spektakuler !
kalau mas sum sih emang ok kalau bicara masalah spiritual..
salam spektakuler juga mas
Pak Sum oke nggak hanya soal kabel tahan api saja, bicara semedi pun hayo aja.
Hahaha…
yuk..!
Ga penting seperti apa hasil terakhirnya yg penting adalah kita sdh memulainya.selebihnya…serahkan pd kemurahan-Nya.
sprti sy mengikuti kontesnya mas fadly…berharap menang tp sy lbh mnghrp bhwa sll bs memulai tntngn baru tuk sll ada diantaranya(waduh…ribet amat seh neng)hahaha… :iloveindonesia
memulai, menikmati, mengamati dan mengharapkan. adalah komponen-komponen yang seharusnya bersatu. kekompakan mereka akan terlihat pada output yang kita perbuat.. semoga kontes ini bisa nambah pengetahuan mbak sari
Walaupun Waktunya pasti akan tiba, izinkanlah aku menikmati waktu-waktu yang tersedia…
semoga waktunya bermanfaat mas dafid
Sangat menyemangati, terutama di saat cahaya sirna tempat berpegang pun serasa tiada.
Makasih mas atas kunjungan dan sarannya. Segera ditindaklanjuti.
iya pak.. sama-sama. tulisan-tulisan anda realis dengan gaya bahasa agag puitis. buat saya itu menyenangkan..
kalo saya sih memandang menjalani hidup ini adalah takdir dan kita harus mengisinya dgn hal yang bermanfaat… hehehehe… :cendol
itupun saudah lebih dari cukup rief.. pokoke bermanfaat. Amin!
hehehehe… mantap….
Setuju juga dgn diatas sy ini.
sip..sip… pokoke berbuat yang lebih baik..:)
Mantab mas, jangan pernah berhenti sampai kita melihat ujung dari kesuksesan kita.. Maju teruzzz :tkp
setidaknya berusaha melihat cahaya di ujung lorong. jika sudah sampai di titik itu. niscaya semangat akan membara kembali…
maju terus mas Gus… sambil naik :ngacir2
Becak Vs Bajaj,,, hahaha
:tkp Vs :ngacir2
yup itulah tugas manusia, berusaha….jangan menyerah untu tetap berusaha, masalah hasil…yang diatas yang menentukan
kepasrahan… walau butuh pemahaman yang cukup atas makna pasrah..
:cendol :cendol :cendol :cendol
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll :cendol :cendol
Ajakan yang mangstaaaaaaaaaaabbbss..
Sadar Tidak SADAR manusia hidup dalam pencarian akan KEBAHAGIAN.. yang menurutnya yang terbaik saat itu.. disinilah manusia melayari kehidupan di dunia dengan gambaran KONSEP AKAL PIKIRANnya mengenai satu kata BAHAGIA.. proses BAHAGIA ini akan mengalami perjalanan PEMURNIAN.. dimulai dengan berjalannya waktu.. Nafs mulai melemah.. Akal mulai berkurang dan HATI mulai berkembang.. dan mulailah mereka mencari Kebahagiaan yang berasal dari HATI.. tetapi satu pertanyaan.. akankah WAKTU itu mencukupi.. karena jika tiada satu loncatan atas nama KESADARAN maka sampai detik akhir kita masih tersesat dalam mencari ARTI KEBAHAGIAAN SEJATI
Maka di katakan Allah dalam Al Qur’an : Wal Asri.. Demi Masa.. Innal Insaana Lafii Khusri.. Sesungguhnya Manusia itu dalam kerugian.. kerugian yang NYATA.. yayaya.. Demi Masa Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang Nyata karena selalu disibukkan dengan ke EGOAN dan ke DIRIannya sendiri.. selalu merasa dan merasa.. merasa bisa ini itu.. merasa tahu ini itu.. merasa paling ini itu.. merasa dirinya bisa dan hebat.. merasa memiliki sesuatu.. merasa berilmu dan beramal shaleh.. merasa paling baik dan benar.. itulah tanda bahwa diri manusia sungguh sungguh tiada mengerti bahwa setiap detiknya waktu yang ada semuanya itu berada dalam Genggaman Tuhan… bahkan Ubun ubunnya berada dalam Kuasa Tuhan…
:peluk :peluk
KangBoed, makasih yah sudah mampir. dan saya sangat apresiatif atas komentar yang ini.
penjabaran konsep Rasa Bahagia yang sangat ringkas namun bermakna sangat mendalam. saya meyakini bahwa kebahagiaan adalah sebuah titik klimaks yang sangat di rindukan oleh manusia. walau menyadari dan mengejar obyek itu membutuhkan penalaran dan imajinasi yang syarat akan nilai-nilai luhur. bersih dari segala sesuatu yang menodai kerinduan itu..
makasih yah kang
salam cinta damai juga
Setiap kesempatan pasti akan dibagi oleh Tuhan, inilah Keadilan sang Tuhan, tinggal menunggu kapan saatnya bg kita. :rate
itu rahasia ilahi mas
Betul ms, smua itu mmg rahasia. Tapi jg jngan lupa, kuncinya kita jg punya namun tidak tahu kpn datangnya
Jika kita yakin waktunya pasti tiba. Maka tidak perlu diragukan lagi yang terpenting sekarang adalah bagaimana proses kita dalam mencapainya. Apakah dengan jalan yang baik atau jalan yang tidak baik. Apapun hasil kita dapatkan yang terpenting adalah jalan yang kita tempuh untuk mencapainya…
Terima kasih sangat menyentuh….
berarti yang perlu di tempuh, menentukan di mana kita berpijak dan menjalankan proses itu.. setuju bang Habib?:D
Allah akan memberikan hasil yang terbaik untuk kita. Sekarang saatnya kita rubah fokus kita kepada prosesnya bukan hasilnya. Karena hasil adalah urusan Allah. Tanyakan kepada diri kita apakah proses yang kita pilih atau jalan yang kita tempuh baik atau tidak.
Saya sangat setuju sekali dengan mas fadly ini…
wah.. tambahan ini sangat tepat bang habib. “fokus pada proses”. (kalau sempat akan saya buatkan artikel tentang fokus ke proses ini)
Seandainya setiap manusia sadar bahwa kita terlahir tanpa membawa apapun, akhirnya akan kembali tanpa membawa apa-apa pula.
Posting yang bagus mas.
:cendol
bener mas Agus. kira-kira begitulah sepotong makna hidup ini
betul itu mas.. kalo kita lahir sekeliling kita yang tersenyum dan kita yang menangis.. maka buatlah kepulangan kita membuat sekeliling kita menangis dan kita tersenyum.. :cendol
Jadi terpikir untuk daftar jadi co-writer blog ini. Gimana nih mas, prosedurnya apa saja.?
kok bisa mas?
Saya sebenarnya type blogger pemikir dan suka mengamati lingkungan. Juga suka mempelajari ilmu sufi. Namun karena saat launching blog terlanjur ambil tema social bookmark, jadinya keterusan.
Mungkin dengan menjadi co-writer blog ini saya bisa berbagi pikiran tentang hal-hal yang lebih serius dalam kisah hidup.
menarik sekali mas. dan saya tertarik dengan karakter pemikir itu mas. tapi saya tidak ingin blog ini mengarah ke masalah sufi sebab brand blog ini bukan mengarah ke situ. saya semoga bisa di pahami mas Agus
kalau boleh saran:
Kenapa tidak bat satu kategori di blog mas Agus, dan tagline di modif sedikit supaya bisa mencakup karakter mas agus untuk menuliskan pemikiran-pemikiran yang selama ini menggelisahkan.
Artikel ini membuat pembaca menangis (jika bisa memaknai), andai setiap manusia menyadari keberadaannya, pasti tidak ada manusia sombong.
Kalau boleh nambahin dikit mas fadly: “ayat yang mas fadly tulis kayake lebih pas klo di tambah kata “nasib” sebelum kata “suatu kaum”. Maaf lho mas gak bermaksud menggurui, biar pengambilan makna ayatnya pas. sekali lagi maaf ya mas….
boleh juga sih mas Andrik. tapi tidak termasuk dalam ayat. hanya sebagai pelengkap dan penyambung supaya klop.. santai saja mas Andrik
Menyimak tulisan dahsyat ini, saya teringat dengan petuah Mario Teguh beberapa waktu lalu, yang intinya begini:
” Jika anda bertemu (sampai) pada waktu di masa yang akan datang. Pastikan keadaan itu telah anda rencanakan sebelumnya”
Jika dimaknai secara bebas, bahwa setiap keadaan yang akan terjadi pada diri kita di masa mendatang adalah akibat dari tindakan-tindakan kita di saat sekarang. Pesan pentingnya dalah: Perbaiki dan sempurnakan tindakan kita sekarang juga!
menurut saya berbenah diri harus di mulai dari kesadaran diri dulu. jika ada kesadaran, maka melakukan perubahan, adalah hal yang menyenangkan.
jika hanya menunggu diam dan pasrah tanpa ada usaha sama aja putus asa ya mas.
dan putus asa udah ada catetannya
bener mas.. bahkan lebih parah kalau sudah mencapai “apatis” berfikiran bahwa bergerak ataupun diam hasilnya akan sama. ini yang perlu kita geser-geser supaya tidak terlalu makan tempat di pikiran kita
ya, yakin, pasti waktu saya nanti akan datang, tinggal menghitung hari saja . Hehehe
Thanks
Imamz
setuju mas Imam.. semoga sukses!
dipanggil oleh sang maha kuasa itu pasti akan dialami setiap orang.namun alangkah lebih baiknya kalau kita mengisi hari-hari kita dengan sesuatu yang berguna bagi diri kita dan orang lain.Dengan begitu kebahagian akan kita terima.
super….! kata kata yang sangat bijak mas
Keikhlasan membantu kita untuk menunggu itu mas Fadly. Semoga kita di beri kekuatan dan ketabahan untuk menjalani hidup. amin
“amin….!”
ini favorit saya pak fadly… bener deh…
karna belum luntur keyakinan saya bahwa sukses sejati itu adalah sukses yang dirintih. dan jangan sekali2 takabur bahwa kita punya cukup modal untuk sukses. karna sesungguhnya sang Maha Pemberi Modal itu punya jutaan cara mendidik kita menjadi orang sukses dengan cara yang tidak kita sangaka2 datangnya.
jadi cara sukses gimana? bangunv visinya, kerahkan strateginya, dan tawakal kepadaNya. persis sama seperti inti posting pak fadly ini.
lanjut juragan….
*Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sampai kaum itu sendiri yang merubahnya* Ini yang saya pegang teguh sejak bertahun-tahun lalu dan hasilnya luar biasa bagi diri saya mas
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
kalau gitu saya ngikut mas…
setuju mas,
mari kita manfaatkan waktu kita sebaik mungkin.
salam kenal yaa.
jika berkenan mari tukeran link yuk.
di leauxities.wordpress.com
terima kasih
salam kenal juga mas chandra
waktu memang sangat brharga, tiada yang mampu menghentikannya.
*tukeran link nanti mas, setelah kontes seo selesai, ok?
Hidup memang kadang di atas dan kadang pula si bawah.Kita harus siap menghadapinya,.
Dan hidup adalah kenyataan,menarik mas artikelnya. :tkp :hammer :ngacir2
Mantabs bos…saya track back artikelnya ya…:)
{ 2 trackbacks }