Percayalah, Waktunya Akan Tiba!

by fadlymuin on January 26, 2010

Masing-masing dari kita pasti sudah mengetahui, bahwa hidup kita ini sudah di kasih durasi waktu tertentu. Tak ada yang dapat bocoran, kapan waktu kita habis. Berapa lama kita di beri kesempatan berkiprah di dunia ini. Sampai akhirnya kita di panggil untuk menghadap Sang Ilahi.

Dalam perjalanan hidup, kita pun tidak tahu, kapan kita bisa mencapai semua hasrat dan keinginan duniawai kita. kita hanya menjalankan apa yang ada di depan mata. Kita hanya melakukan apa yang terjangkau oleh akal fikiran kita.

Apapun yang terjadi di kemudian hari, hanyalah sebatas usaha kita untuk mendekat ke arah itu. Tanpa kita bisa tahu persis secara detail, apa yang sebelumnya kita rencanakan tersebut, apakah bisa terwujud “sesuai dengan yang kita rencanakan secara detail”. Kita hanya berusaha mendekatinya. Tidak lebih dari itu. Karena kesempurnaan, sekali lagi “hanya milik sang Ilahi”.

Namun demikian, sebagai manusia biasa. Sungguh! menjalankan hidup ini adalah suatu kewajiban. Meniti kehidupan ke arah yang lebih baik, sudah menjadi fitrah manusia. Kondisi kita tidak akan pernah berubah, jika kita hanya menunggu diam dan pasrah, tanpa melakukan apa-apa. Dengan dalih bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur. Sebab dalam ajaran saya (islam) menyebutkan, bahwa Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu sendiri tidak merubahnya. Allah tidak akan merubah diri kita, sampai kita sendiri yang merubahnya.

Jadi dengan kondisi apapun kita saat ini, kita tetap di dorong untuk melakukan sesuatu, berbuat, bertindak dengan bermodalkan hati dan fikiran yang sudah di anugerahkan kepada kita. segala tantangan dan cobaan pastilah ada dan itu memang harus kita lalui dengan segala keberanian dan penerimaan yang dalam. Tanpa cobaan yang berarti, maka pencapaian kitapun, akan berarti biasa – biasa saja. kita tidak akan merasakan pesan mulia yang ada didalam pencapaian kita itu.

Dalam konteks hidup sukses, kita harus percaya bahwa masing-masing di antara kita di beri kesempatan untuk sukses. Hanya masalahnya apakah kita mau mengambil kesempatan itu atau tidak. Atau kita merasa cukup dengan keadaan kita saat ini. Jika kita memilih cukup, berarti kita tidak perlu terlalu berfikir banyak. Kita hanya di tuntut untuk mempertahankan yang ada. Tapi jika kita memilih untuk sukses lebih dari yang sekarang, berarti kita perlu melakukan sesuatu yang lebih daripda sekarang.

Proses menuju sukses, pasti dan sepertinya sudah merupakan hukum alam, ada tantangan yang harus kita hadapi. Itulah hadiah yang harus kita kemas menjadi sajian yang manis untuk dinikmati. Bukan menghujat atau menolak tantangan itu dan berasumsi, bahwa cobaan itu adalah Penindasan Sang Ilahi Kepada hamba-Nya.

Kita hanya perlu menambah kesabaran kita, kita hanya perlu menciptakan kebahagiaan kita. kita hanya perlu mengikis perasaan kecewa, iri dan dengki kita. kita hanya perlu mereduksi semua itu menjadi sebuah pemahaman yang positif sebagai modal sugesti di dalam diri kita dan pada akhirnya mampu membangkitkan motivasi hebat untuk terus memperbaiki diri.

Kita tak perlu ragu, sebab masing-masing kita sudah di berikan waktu untuk berusaha, dan sudah di tetapkan, kapan waktu kita akan sukses. Tapi semua itu masih bersifat rahasia sampai kita bisa mencapai titik itu dengan gagah berani.

*Yuk, mari tanamkan di hati kita masing-masing. Bahwa “waktu saya pasti akan datang”

Share

{ 59 comments… read them below or add one }

1 Motivasi January 26, 2010 at 08:20

Memikirkan tujuan perjalanan penting, tapi menyadari sedang berjalan lebih penting :D

BTW aku salah ya ikut kontesmu pake domain blogspot yg ada “motivasi: katamotivasicinta.blogspot.com ?

Kalau salah kubuat lagi di blog lain deh :D

Reply

2 fadlymuin January 26, 2010 at 08:55

kayaknya sih memang ada kata “motivasi”nya. kalau tidak keberatan bisa di buat lagi bang iwan :D

Reply

3 sumartono January 26, 2010 at 09:40

Sebagai manusia, kita hanya bisa berusaha dan tawakal, ya gak Mas? Hasil akhir pasrahkan saja pada YME Allah SWT.

Salam spektakuler !

Reply

4 fadlymuin January 26, 2010 at 09:50

kalau mas sum sih emang ok kalau bicara masalah spiritual..

salam spektakuler juga mas :D

Reply

5 Agus Siswoyo January 27, 2010 at 17:44

Pak Sum oke nggak hanya soal kabel tahan api saja, bicara semedi pun hayo aja.

Hahaha… :D

Reply

6 sari January 26, 2010 at 11:23

yuk..!
Ga penting seperti apa hasil terakhirnya yg penting adalah kita sdh memulainya.selebihnya…serahkan pd kemurahan-Nya.
sprti sy mengikuti kontesnya mas fadly…berharap menang tp sy lbh mnghrp bhwa sll bs memulai tntngn baru tuk sll ada diantaranya(waduh…ribet amat seh neng)hahaha… :iloveindonesia

Reply

7 fadlymuin January 26, 2010 at 14:34

memulai, menikmati, mengamati dan mengharapkan. adalah komponen-komponen yang seharusnya bersatu. kekompakan mereka akan terlihat pada output yang kita perbuat.. semoga kontes ini bisa nambah pengetahuan mbak sari :D

Reply

8 dafiDRiau January 26, 2010 at 14:16

Walaupun Waktunya pasti akan tiba, izinkanlah aku menikmati waktu-waktu yang tersedia…

Reply

9 fadlymuin January 26, 2010 at 14:36

semoga waktunya bermanfaat mas dafid :)

Reply

10 Suarakelana January 26, 2010 at 14:39

Sangat menyemangati, terutama di saat cahaya sirna tempat berpegang pun serasa tiada.
Makasih mas atas kunjungan dan sarannya. Segera ditindaklanjuti.

Reply

11 fadlymuin January 26, 2010 at 14:55

iya pak.. sama-sama. tulisan-tulisan anda realis dengan gaya bahasa agag puitis. buat saya itu menyenangkan..

Reply

12 Arief Rizky Ramadhan January 26, 2010 at 15:31

kalo saya sih memandang menjalani hidup ini adalah takdir dan kita harus mengisinya dgn hal yang bermanfaat… hehehehe… :cendol

Reply

13 fadlymuin January 26, 2010 at 15:36

itupun saudah lebih dari cukup rief.. pokoke bermanfaat. Amin!

Reply

14 Arief Rizky Ramadhan January 26, 2010 at 18:20

hehehehe… mantap….

Reply

15 MasterClickCom January 27, 2010 at 19:58

Setuju juga dgn diatas sy ini.

Reply

16 fadlymuin January 27, 2010 at 20:05

sip..sip… pokoke berbuat yang lebih baik..:)

Reply

17 Agus January 26, 2010 at 17:28

Mantab mas, jangan pernah berhenti sampai kita melihat ujung dari kesuksesan kita.. Maju teruzzz :tkp

Reply

18 fadlymuin January 26, 2010 at 18:11

setidaknya berusaha melihat cahaya di ujung lorong. jika sudah sampai di titik itu. niscaya semangat akan membara kembali…

maju terus mas Gus… sambil naik :ngacir2

Reply

19 Agus January 26, 2010 at 19:31

Becak Vs Bajaj,,, hahaha
:tkp Vs :ngacir2

Reply

20 hersu January 26, 2010 at 17:50

yup itulah tugas manusia, berusaha….jangan menyerah untu tetap berusaha, masalah hasil…yang diatas yang menentukan

Reply

21 fadlymuin January 26, 2010 at 18:14

kepasrahan… walau butuh pemahaman yang cukup atas makna pasrah..

Reply

22 KangBoed January 26, 2010 at 17:54

:cendol :cendol :cendol :cendol

RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll :cendol :cendol

Reply

23 KangBoed January 26, 2010 at 17:56

Ajakan yang mangstaaaaaaaaaaabbbss..

Reply

24 KangBoed January 26, 2010 at 18:00

Sadar Tidak SADAR manusia hidup dalam pencarian akan KEBAHAGIAN.. yang menurutnya yang terbaik saat itu.. disinilah manusia melayari kehidupan di dunia dengan gambaran KONSEP AKAL PIKIRANnya mengenai satu kata BAHAGIA.. proses BAHAGIA ini akan mengalami perjalanan PEMURNIAN.. dimulai dengan berjalannya waktu.. Nafs mulai melemah.. Akal mulai berkurang dan HATI mulai berkembang.. dan mulailah mereka mencari Kebahagiaan yang berasal dari HATI.. tetapi satu pertanyaan.. akankah WAKTU itu mencukupi.. karena jika tiada satu loncatan atas nama KESADARAN maka sampai detik akhir kita masih tersesat dalam mencari ARTI KEBAHAGIAAN SEJATI

Reply

25 KangBoed January 26, 2010 at 18:07

Maka di katakan Allah dalam Al Qur’an : Wal Asri.. Demi Masa.. Innal Insaana Lafii Khusri.. Sesungguhnya Manusia itu dalam kerugian.. kerugian yang NYATA.. yayaya.. Demi Masa Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang Nyata karena selalu disibukkan dengan ke EGOAN dan ke DIRIannya sendiri.. selalu merasa dan merasa.. merasa bisa ini itu.. merasa tahu ini itu.. merasa paling ini itu.. merasa dirinya bisa dan hebat.. merasa memiliki sesuatu.. merasa berilmu dan beramal shaleh.. merasa paling baik dan benar.. itulah tanda bahwa diri manusia sungguh sungguh tiada mengerti bahwa setiap detiknya waktu yang ada semuanya itu berada dalam Genggaman Tuhan… bahkan Ubun ubunnya berada dalam Kuasa Tuhan…

:peluk :peluk

Reply

26 fadlymuin January 26, 2010 at 18:09

KangBoed, makasih yah sudah mampir. dan saya sangat apresiatif atas komentar yang ini.

penjabaran konsep Rasa Bahagia yang sangat ringkas namun bermakna sangat mendalam. saya meyakini bahwa kebahagiaan adalah sebuah titik klimaks yang sangat di rindukan oleh manusia. walau menyadari dan mengejar obyek itu membutuhkan penalaran dan imajinasi yang syarat akan nilai-nilai luhur. bersih dari segala sesuatu yang menodai kerinduan itu..

makasih yah kang :D
salam cinta damai juga

Reply

27 arkum January 26, 2010 at 18:14

Setiap kesempatan pasti akan dibagi oleh Tuhan, inilah Keadilan sang Tuhan, tinggal menunggu kapan saatnya bg kita. :rate

Reply

28 fadlymuin January 26, 2010 at 18:17

itu rahasia ilahi mas :D

Reply

29 arkum January 26, 2010 at 19:42

Betul ms, smua itu mmg rahasia. Tapi jg jngan lupa, kuncinya kita jg punya namun tidak tahu kpn datangnya

Reply

30 Habib Yunus January 26, 2010 at 18:21

Jika kita yakin waktunya pasti tiba. Maka tidak perlu diragukan lagi yang terpenting sekarang adalah bagaimana proses kita dalam mencapainya. Apakah dengan jalan yang baik atau jalan yang tidak baik. Apapun hasil kita dapatkan yang terpenting adalah jalan yang kita tempuh untuk mencapainya…

Terima kasih sangat menyentuh….

Reply

31 fadlymuin January 26, 2010 at 20:03

berarti yang perlu di tempuh, menentukan di mana kita berpijak dan menjalankan proses itu.. setuju bang Habib?:D

Reply

32 Habib Yunus January 27, 2010 at 23:55

Allah akan memberikan hasil yang terbaik untuk kita. Sekarang saatnya kita rubah fokus kita kepada prosesnya bukan hasilnya. Karena hasil adalah urusan Allah. Tanyakan kepada diri kita apakah proses yang kita pilih atau jalan yang kita tempuh baik atau tidak.

Saya sangat setuju sekali dengan mas fadly ini…

Reply

33 fadlymuin January 28, 2010 at 08:30

wah.. tambahan ini sangat tepat bang habib. “fokus pada proses”. (kalau sempat akan saya buatkan artikel tentang fokus ke proses ini)

Reply

34 Agus Siswoyo January 26, 2010 at 19:54

Seandainya setiap manusia sadar bahwa kita terlahir tanpa membawa apapun, akhirnya akan kembali tanpa membawa apa-apa pula.

Posting yang bagus mas.
:cendol

Reply

35 fadlymuin January 26, 2010 at 20:06

bener mas Agus. kira-kira begitulah sepotong makna hidup ini

Reply

36 Arief Rizky Ramadhan January 27, 2010 at 19:31

betul itu mas.. kalo kita lahir sekeliling kita yang tersenyum dan kita yang menangis.. maka buatlah kepulangan kita membuat sekeliling kita menangis dan kita tersenyum.. :cendol

Reply

37 Agus Siswoyo January 26, 2010 at 19:57

Jadi terpikir untuk daftar jadi co-writer blog ini. Gimana nih mas, prosedurnya apa saja.?

Reply

38 fadlymuin January 26, 2010 at 20:10

kok bisa mas?

Reply

39 Agus Siswoyo January 27, 2010 at 17:47

Saya sebenarnya type blogger pemikir dan suka mengamati lingkungan. Juga suka mempelajari ilmu sufi. Namun karena saat launching blog terlanjur ambil tema social bookmark, jadinya keterusan.

Mungkin dengan menjadi co-writer blog ini saya bisa berbagi pikiran tentang hal-hal yang lebih serius dalam kisah hidup.

Reply

40 fadlymuin January 27, 2010 at 19:55

menarik sekali mas. dan saya tertarik dengan karakter pemikir itu mas. tapi saya tidak ingin blog ini mengarah ke masalah sufi sebab brand blog ini bukan mengarah ke situ. saya semoga bisa di pahami mas Agus :)

kalau boleh saran:
Kenapa tidak bat satu kategori di blog mas Agus, dan tagline di modif sedikit supaya bisa mencakup karakter mas agus untuk menuliskan pemikiran-pemikiran yang selama ini menggelisahkan.

Reply

41 Andrik Sugianto January 26, 2010 at 21:12

Artikel ini membuat pembaca menangis (jika bisa memaknai), andai setiap manusia menyadari keberadaannya, pasti tidak ada manusia sombong.

Kalau boleh nambahin dikit mas fadly: “ayat yang mas fadly tulis kayake lebih pas klo di tambah kata “nasib” sebelum kata “suatu kaum”. Maaf lho mas gak bermaksud menggurui, biar pengambilan makna ayatnya pas. sekali lagi maaf ya mas….

Reply

42 fadlymuin January 26, 2010 at 21:19

boleh juga sih mas Andrik. tapi tidak termasuk dalam ayat. hanya sebagai pelengkap dan penyambung supaya klop.. santai saja mas Andrik :D

Reply

43 Umar Puja Kesuma, S.Pd. January 26, 2010 at 22:43

Menyimak tulisan dahsyat ini, saya teringat dengan petuah Mario Teguh beberapa waktu lalu, yang intinya begini:
” Jika anda bertemu (sampai) pada waktu di masa yang akan datang. Pastikan keadaan itu telah anda rencanakan sebelumnya”
Jika dimaknai secara bebas, bahwa setiap keadaan yang akan terjadi pada diri kita di masa mendatang adalah akibat dari tindakan-tindakan kita di saat sekarang. Pesan pentingnya dalah: Perbaiki dan sempurnakan tindakan kita sekarang juga!

Reply

44 fadlymuin January 27, 2010 at 14:13

menurut saya berbenah diri harus di mulai dari kesadaran diri dulu. jika ada kesadaran, maka melakukan perubahan, adalah hal yang menyenangkan.

Reply

45 candradot.com January 27, 2010 at 12:38

jika hanya menunggu diam dan pasrah tanpa ada usaha sama aja putus asa ya mas.
dan putus asa udah ada catetannya

Reply

46 fadlymuin January 27, 2010 at 14:04

bener mas.. bahkan lebih parah kalau sudah mencapai “apatis” berfikiran bahwa bergerak ataupun diam hasilnya akan sama. ini yang perlu kita geser-geser supaya tidak terlalu makan tempat di pikiran kita :D

Reply

47 Imamz January 27, 2010 at 19:33

ya, yakin, pasti waktu saya nanti akan datang, tinggal menghitung hari saja . Hehehe

Thanks
Imamz

Reply

48 fadlymuin January 27, 2010 at 20:04

setuju mas Imam.. semoga sukses!

Reply

49 Cara Cari Duit January 28, 2010 at 09:38

dipanggil oleh sang maha kuasa itu pasti akan dialami setiap orang.namun alangkah lebih baiknya kalau kita mengisi hari-hari kita dengan sesuatu yang berguna bagi diri kita dan orang lain.Dengan begitu kebahagian akan kita terima.

Reply

50 fadlymuin January 28, 2010 at 10:22

super….! kata kata yang sangat bijak mas

Reply

51 A9YnD1LV3R January 28, 2010 at 15:09

Keikhlasan membantu kita untuk menunggu itu mas Fadly. Semoga kita di beri kekuatan dan ketabahan untuk menjalani hidup. amin

Reply

52 fadlymuin January 28, 2010 at 15:48

“amin….!”

Reply

53 febri January 28, 2010 at 17:29

ini favorit saya pak fadly… bener deh…
karna belum luntur keyakinan saya bahwa sukses sejati itu adalah sukses yang dirintih. dan jangan sekali2 takabur bahwa kita punya cukup modal untuk sukses. karna sesungguhnya sang Maha Pemberi Modal itu punya jutaan cara mendidik kita menjadi orang sukses dengan cara yang tidak kita sangaka2 datangnya.

jadi cara sukses gimana? bangunv visinya, kerahkan strateginya, dan tawakal kepadaNya. persis sama seperti inti posting pak fadly ini.

lanjut juragan…. :D

Reply

54 online-business-story.com January 30, 2010 at 00:41

*Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sampai kaum itu sendiri yang merubahnya* Ini yang saya pegang teguh sejak bertahun-tahun lalu dan hasilnya luar biasa bagi diri saya mas

Salam Kreatif,
Octa Dwinanda

Reply

55 fadlymuin January 30, 2010 at 09:34

kalau gitu saya ngikut mas… :)

Reply

56 chandra February 1, 2010 at 08:31

setuju mas,
mari kita manfaatkan waktu kita sebaik mungkin.
salam kenal yaa.
jika berkenan mari tukeran link yuk.
di leauxities.wordpress.com
terima kasih

Reply

57 fadlymuin February 1, 2010 at 10:17

salam kenal juga mas chandra :)
waktu memang sangat brharga, tiada yang mampu menghentikannya.
*tukeran link nanti mas, setelah kontes seo selesai, ok?

Reply

58 Mr.XXX February 6, 2010 at 22:33

Hidup memang kadang di atas dan kadang pula si bawah.Kita harus siap menghadapinya,.
Dan hidup adalah kenyataan,menarik mas artikelnya. :tkp :hammer :ngacir2

Reply

59 Haris_DokterBisnis.Net February 13, 2010 at 07:17

Mantabs bos…saya track back artikelnya ya…:)

Reply

Leave a Comment

{ 2 trackbacks }

Previous post:

Next post: