Bisa dipastikan, setiap manusia pernah di kepung rasa Cemas. Apakah kadarnya besar atau kecil. Tergantung dari porsi kekuatan mental masing-masing personal.
Rasa cemas, bisa hinggap dihati kita disebabkan oleh 2 hal. Pertama bersumber dari diri kita sendiri, kedua berasal dari luar diri kita yang tidak bisa kita kendalikan.
Rasa cemas pertama, biasanya, kita merasa kecemasan itu asalnya dari luar. Tapi jika di telusuri lebih dalam, ternyata asalnya juga dari kita sendiri.
Misalnya, kita berharap dan merasa yakin akan sukses disuatu bisnis yang akan dan sementara kita bangun. Segalanya sudah kita persiapkan. Mental sukses sudah kita pupuk, informasi yang cukup sudah di kepala. Kalau di lihat-lihat, semuanya sudah berjalan dengan sempurna. Segala kebutuhan materi, mental dan spiritual sudah kita persiapkan dengan sangat matang.
Tapi yang terjadi kemudian adalah, bisnis kita gagal, hancur, bahkan mendekati setengah dari target yang kita buatpun tidak. Apa yang terjadi? Rasa cemas yang mendalam. Friustasi, merasa keberuntungan tidak berpihak kepada kita. Kadang khilaf menyalahkan Tuhan. Apalagi keadaan yang tidak mendukung. Keluarga yang tidak sepenuhnya member dukungan kepada kita.
Intinya, kita merasa yakin dengan apa yang kita lakukan. Tapi merasa frustasi kemudian dan menyalahkan pihak-pihak diluar kita.
Nah, rasa cemas yang ditimbulkan akibat kejadian seperti di atas, terkadang kita anggap sebagai kecemasan yang bersumber dari luar. (menyalahkan keadaan, kasus-kasus tertentu) sehingga kita tidak bisa menelaah dan menemukan sumbu masalahnya.
Jika hal seperti ini kita pelihara. Maka bisa dipastikan, kecemeasan yang berlarut-larut akan dengan senang hati menemani hari-hari frustasi kita.
Padahal, jika kita mau sedikit merenung dan intropeksi. Ternyata kecemasan yang ada, juga berasal dari diri kita sendiri. Kita tidak mempersiapkan diri untuk menerima keadaan terburuk sekalipun. Dan tidak mau menelan pil pahit jika kenyataan tidak sesuai dengan harapan.
Artinya, kita melakukan sesuatu tapi tidak mampu mengendalikan keadaan. Tidak mampu mengolah mental yang retak akibat kekecewaan yang diterima.
Memang, rasa sedih dan kecewa itu pasti ada, namanya juga manusia. Kita bukan robot yang bisa di program untuk menerima semuanya tanpa rasa. Tidak seperti itu tentunya.
Tapi kita jauh lebih fleksibel daripada robot bukan? Kita diberi kemampuan untuk mengolah pikiran dan hati kita. Maka marilah kita bermain-main di area itu.
Halaulah rasa cemas dengan berfikir yang sehat. Tidak tergesa-gesa dan buru-buru terhadap apa yang sedang kita lakukan.
Rasa cemas kedua, sebenarnya tidak terlalu penting. Maksudnya, kecemasan ini benar-benar hal yang manusiawi. Karena rasa cemas ini benar-benar berasal dari luar dan tidak bisa kita kendalikan. Misalnya, gempa bumi, bencana alam, pesawat jatuh, tabrakan kereta dan kejadian fatal lain yang memang di luar kendali kita. Rasa cemas seperti itu sangatlah wajar. Siapapun pasti akan mengalami hal yang sama jika hal seperti itu terjadi.
Yang tepenting sebenarnya rasa cemas yang pertama. Di atas hanyalah ilustrasi imajiner saya. tentu dalam banyak hal itu bisa di sesuaikan dengan kondisi anda. Semoga saja ini bisa membantu anda mengolah rasa cemas.

{ 14 comments… read them below or add one }
sama pak, saya punya kecemasan seperti ini, ada peluang usaha menarik saya beritahukan kepada teman saya, ternyata saat actionnya, dia lebih berhasil dari saya, sehingga saya berpikiran, “kenapa info itu dulu saya berikan” kecemasan ini sering terjadi, yah, syukur sampai sekarang tidak terlalu akut, jadi legowo saja kalau memang belum rizkinya, jadi usaha terus deh. hehe.
Kecemasan terus menerus membuat kita stress, padahal kita tahu waktu tidak bisa diputar kembali. Oleh karena itu, lebih baik berfikir ke depan, bertindak sekarang dengan rambu-rambu yang telah kita buat sebelumnya di masa lalu.
cari ide ngeblog memang susah ya gan? palagi ide yg bagus …
Saya pikir dengan berdoa bisa menghilangkan rasa cemas, tentu saja diikuti dengan rasa yakin yang kuat.
Cemas bisa jadi membawa seseorang pada dimensi gila lho… ckcck
Musuh utama sebenernya ada dalam diri kita yaitu rasa takut dan cemas tersebut ya mas? Gimana bisnisnya mas? Luar Biasa?
Berhati-hati;lah kecemasan bisa menyebabkan gangguan jiwa salah satunya GCM “gangguan cemas menyeluruh”.
Jika sudah ada tandanya cepatlah ke dokter atau ke psikiater.
“Kita tidak mempersiapkan diri untuk menerima keadaan terburuk sekalipun” yap setuju banget mas fadly, untuk UN oke nih hehe. Siapkan kondisi terburuk “pensil patah 5 kali, serutan macet, penghapus jatuh dan kotor” wkwkwk.
Kadang kita juga dihinggapi rasa cemas yang berlebihan…
Insya Allah nggakl cemas lagi deh, ntar kalo cemas-cemasan mulu malah kena smash dari kecemasan sendiri
rasa cemas memang harus dibuang jauh-jauh dari kehidupan.harus berpikir optimis
Sy juga dulu mengalami depresi berat slama 2 th yang terasa menyiksa setiap hari slalu gelisah, cemas, ketakutan, takut pingsan, jantung brdebar-debar kencang sekali, takut mati, tiap malam tidak bisa tidur shingga hdup sy terasa tersiksa, menderita, brobat kmana-mana juga gak smbuh-sembuh hingga menghabiskan biaya yang sangat besar. tapi alhamdulillah sekarang saya sudah sembuh dan hidup normal kembali, perasaan-perasaan tersebut tidak pernah muncul lagi setelah membaca dan mencoba therapy di http://stopdepresi.blogspot.com
ada quote keren yg selalu saya inget :
“You will never be happy if you continue to search for what happiness consists of. You will never live if you are looking for the meaning of life.”
Thanks for sharing !
cemas = belum terjadi?
depresi = sudah terjadi?
CMIIW