Jika anda pertama sekali ditanya tentang mind set, kira-kira apa yang anda pikirkan? Bagaimana merubah, men-setting apa yang disebut kotak pikiran itu?
Tentu, menurut hemat saya nih. Yang kita fikirkan adalah tentang apa yang ada dalam fikiran kita sendiri, cara kita bertindak, berfikir, bersikap. Ringkasnya adalah, bagaimana diri kita selama ini. Itulah mindset diri seseorang.
Ini sekaligus merespon pertanyaan @DJputri di tweet. Bagaimana kiat-kiat merubah mindset? Terus terang saya agag kikuk menjawab langsung. Namanya juga mindset, implementasinya terlalu liar. Tidak bisa kita berkata, mindset yang bagus itu begini, jadi kita perlu merubahanya dengan cara ini dan itu.
Mirip dengan memberi obat kepada seorang pasien, pasti dokter tidak serta merta memberikan resep tanpa memeriksa kondisi si pasien. Adakah efek samping, adakah alergi, adakah pantangan dan sebagainya.
Berkaitan dengan mindset, menurut saya, jika memang kita ingin merubahnya dan mengarahakannya menjadi lebih baik, produktif dan bermanfaat untuk di implemetasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang saya singgung di atas. Yang pertama sekali harus kita perhatikan adalah cara kita berfikir, pola kita bertindak dan sebagainya.
Jadi intinya, bagaimana kita memanipulasi otak, supaya si otak bisa menciptakan satu kerangka apik untuk kita tempatkan apa saja nantinya.
Itulah menurut saya, lajur yang perlu kita perhatikan. Otak. Tapi tentu saja, si otak ini dipengaruhi dan atau di manipulasi oleh hati, perasaan, sebagaimana umumnya manusia, bukan robot.
Jadi kombinasi antara otak dan perasaan ini, perlu diatur sedemikian rupa, sehingga kita bisa melahirkan satu pola pikir yang tepat, menurut kapasitas pengetahuan kita saat ini.
Bagaimana caranya untuk masuk ke ring itu? (ini sebenarnya yang ditanyakan oleh kawan kita itu) tapi saya merasa perlu memberikan prolog seperti di atas. Justru prolog itulah substansi jawabannya.
Kalau hanya kiat dan tips, kekuatan penetrasi kedalam fikiran kita, agag lemah.
Oke deh, kalau mau langsung kesasaran, menurut saya banyak cara untuk memenipulasi diri. Tentunya dalam konteks yang positif yah.
Pertama, kita perlu memberikan asupan bergizi untuk otak kita ini. Caranya banyak membaca wacana-wacana yang membahas tentang manusia. Kalau soal hewan dan tumbuh-tumbuhan mungkin sedikit juga perlu..hehehe. tapi yang lebih utama, adalah manusia. Karena kita ingin merubah diri kita yang notabene adalah manusia, yang mungkin termasuk individu yang rumit.
Kedua, perlajari cara kita merespon sesuatu dengan sebuah tindakan. Coba saja pelajari, hitung-hitung intropeksi dirilah. Bagaimana sih, reaksi kita ketika seseorang mengajak kita untuk maju dalam bidang tertentu. Saat itu apa alasan yang kita kemukakan? Dan apakah alasan itu sudah memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan diri kita atau malah membawa kita ke arus yang lebih brutal.
Soal respon ini sangat penting yah. Karena ini menyangkut efek psikologis lingkungan kita, pergaulan kita. Jika kita sudak dikenal sebagai orang yang malas, suka menolak, banyak alasan, tentu orang lain akan tidak respek lagi untuk mengajak kita macam-macam. Mending balik kanan katanya. Jadi respon ini penting.
Ketiga, kepekaan social, kita melihat seorang pengemis, kita berkata, dasar pengemis! ngga mau kerja, dimanja, dikasih duit makin subur. Padahal, kita tidak punya duit untuk memberi. Atau kita memang termasuk orang yang pelit. Atau mungkin kita orang yang tidak suka diganggu.
Sebaliknya, jika kita lihat mereka, lantas, fikiran kritis yang konstruktif kita bekerja, hasilnya akan lain berbeda. bisa jadi kita akan berfikir, saya akan membuat satu yayasan amal, yang akan mengurusi mereka-mereka yang miskin dan akan saya ajari mereka cara menjadi manusia mandiri.
Walaupun pada saat itu kita tidak memberikan sepeserpun, karena di kantong duit hanya tinggal ongkos. Tapi pikiran positif yang konstruktif kita, lahir dari mereka. Karena merekalah kita jadi semangat memperbaiki hidup. Karena tidak mau seperti mereka.
Keempat, ada kemauan untuk merubah diri sendiri. Yakin dan sungguh-sungguh memperbaiki diri. Tanpa itu, saya rasa, semua input positif di atas tidak akan ada artinya. Sebenarnya, apa saja bisa kita lakukan. Tapi kembali lagi, kita mau atau tidak, kita berselera atau mual. Semua akan kembali kepada pilihan masing-masing.
Tapi, kalau kemauan sudah bulat, keinginan sudah berapi-api, hasrat menggelora. Saya yakin, kita akan mulai terkondisikan untuk mencapai target yang ingin kita ciptakan.
Nah, saya rasa itu saja point yang paling saya ingat. Mungkin masih banyak lagi kalau mau di rinci secara mendalam tentang mindset ini. Tapi saya rasa keempat ini saja sudah cukup membuka tabir. Selebihnya kita akan menemukan sendiri, sesuai dengan pengalaman kita msing-masing nantinya.
Bagaimana menurut anda?
Oh iya sebagai tambahan khabar. *sori sebelumnya, jarang nulis, karena kesibukan yang membuat saya tak bisa konsentrasi. Sekarang masih di lampung.

{ 15 comments… read them below or add one }
nulisnya buru2 ya oom? banyak ejaan yg salah ketik hehehe
yoi.. tanpa edit bro.. maklum ngetik sambil survey..hehehe
Hehe, badan harus bugar dulu biar asupan oksigen dan energi ke otak lancar.
olahraga aja dikit…
wah olahraga pengaruh ya…saya jarang neh…banyak nongkrong di komputer..
Wow… jadi pengembara lagi neh Mas?!
Mantap dah!!!
Sukses selalu Mas, makasih juga ilmunya nih
Oww… *ada kesalahan teknis*
Kemauan besar untuk mengubah diri, itu salah satu pondasi dahsyat. Tanpa kemauan, ada aza alasan utnuk tidak berubah
Salam Sukses!
Erdien
Mindset, hmmm…
Tidak selalu mudah untuk mengubahnya. Tapi tidak juga sulit untuk yang telah membuka hati dan pikiran serta ada usaha.
Mengubah mindset hampir setara dengan merubah sebuah keyakinan (agama).
Salam Istimewa, Mas! Sekarang apa kesibukannya?
kekuatan fikiran memang dahysat, fikiran yang capek juga akan membuat badan kian capek !!!
salam dan salamat datang kembali
mindset tidak bisa diubah dengan instan, dan seringkali membaca buku motivasi dari motivator kelas TOP saja terkadang seperti membaca novel saja, setelah selesai… what? ya selesai begitu saja, seperti anestesi saja… semua seperti berlalu begitu saja… bingung….
Setuju total om,,
sekarang gilirannya kita membenahi pikiran.. Action sekarang.
Mind set, Mungkin jg bisa di awali dengan bersyukur ya? kita memilih bersyukur atas karunia ini, atau kita menyalahkan tuhan.. semoga tidak yang trakhir, Saya sedang memahami diri dan banyak belajar dari orang lain, termasuk agan ini.. mantap..
post yg menarik dan mendorong pemikiran untuk semakin maju
makasih gan …
sangat bermanfaat
ditunggu sharingnya
Benar2 menjadikan bahan renungan untuk saya. kepekaan terhadap sesuatu yg kt lihat akan menampakan asli dr fikiran/cr pandang kt. Ada baiknya utk mengetahui baik apa buruk kita tanyakan satu dua teman ttg kesimpulan atw pendapat kt yg keluar
> dr situ sy pikir akan keluar koreksi dr pendapat yg berbeda……… asal tdk egois
bagus tulisannya,,,terimakasih saya udah baca,,,sangat bermanfaat