Hati-Hati Terhadap Keluarga Anda !!!

by Fadly Muin on December 21, 2009

familyKeluarga adalah elemen terkecil dan terpenting dari sebuah komunitas social yang luas. Bermula dari keluargalah, terbentuk aturan-aturan normative di masyarakat. Dari keluarga pulalah kita lahir, tumbuh dan besar seperti sekarang ini. Peran keluarga sangat vital terhadap perkembangan diri kita selama ini.

Banyak orang sukses terlahir di dunia ini, karena mereka berada di tengah-tengah keluarga yang harmonis, positif dan selalu mendukung untuk kemajuan dan perkembangan yang lebih baik bagi anggota keluarganya.

Sebaliknya, banyak pula orang gagal atau terbelakang, karena terlahir dari keluarga yang tidak mendukung keberhasilan atau kesuksesan anggotanya.

Tapi tentu saja, kita tidak berhenti sampai disitu. Pemahaman yang statis, bahwa orang bisa sukses karena berada di tengah-tengah keluarga yang sukses pula. Dan orang gagal karena berada di tengah-tengah keluarga yang gagal. Sangat naïf jika kita masih mengadopsi pemikiran seperti itu. Karena kemungkinan lain pasti ada. Ada banyak jalan menuju roma.

Hanya saya tidak mengingkari bahwa peran dan pengaruh keluarga sangat besar. kalau kita tidak pandai merespon dan memposisikan pengaruh mereka dalam ruang yang proporsional, maka kita bisa saja masuk kedalam lembah kehancuran.

maksud dari judul ini bukan untuk menyudutkan keluarga kita. keluarga yang telah membesarkan kita. tapi judul ini adalah sekedar pengingat, bahwa realitanya, keluarga juga memiliki pengaruh negative terhadap prospek kesuksesan kita. jadi haruslah pintar-pintar menyikapinya.

Sebagai contoh :

Orang tua biasanya menginginkan anakanya serius bersekolah sampai ke jenjang yang paling tinggi. Sampai anaknya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan hidup mapan.

Tapi dalam perjalanan, kemungkinan lain bias terjadi, sang anak bisa saja memiliki ketertarikan terhadap bidang lain. karena keinginan orang tua agar anaknya tetap sekolah, maka sang anak cenderung mengabaikan bidang yang ia minati. Dan memilih untuk tetap serius sekolah, walau ia kurang meminatinya!

Selain contoh di atas, saya yakin, masih banyakilustrsi senada yang bisa memberikan gambaran bagi kita.

Sebelum melangkah lebih jauh. Ada baiknya kita memiliki pemahaman bahwa tidak selamanya, pendapat kita dan keluarga selalu sama. Adakalanya kita di tuntut untuk berbeda. Karena setiap individu itu unik. Masing-masing orang memiliki keinginan yang berbeda-beda. Walau satu darah sekalipun.

Jadi wajar saja, kalau suatu saat kita mengalami perbedaan. Jika dalam suatu kondisi tertentu anda merasa berada di posisi yang benar. Benar disini bukan dari perspektif hukum yah. Tapi benar salah disini dari segi hakikat keinginan manusia yang sudah di saring dengan nilai-nilai normative.

Misalnya anda suka musik, dan anda ingin menjadi musisi sukses. Tapi orang tua anda menginginkan anda menjadi politikus. Siapa yang benar disini? Menjadi musisi atau menjadi politikus? Tentu saja kedua-duanya profesi yang benar. Yang membedakan adalah hanya masalah “keinginan” anda cenderungnya kemana? Itulah yang saya maksud benar salah di atas.

Sekali lagi, pahami dengan benar, apa yang anda inginkan dan apa yang keluarga anda inginkan. Persepsikan pendapat anda dalam komunikasi yang baik denga keluarga. sikapi konflik sebagai ruang untuk menciptakan perbedaan yang saling menghargai.

Sayangilah keluarga anda, lindungilah mereka. Tapi jangan biarkan mereka memiliki persepsi yang salah atas keinginan anda. Berilah pengertian yang mengedepankan kebaikan bersama.

Salam hangat, semoga selalu rukun! ?

{ 15 comments… read them below or add one }

dafiDRiau December 21, 2009 at 11:05

Saya sangat bersyukur dilahirkan dari keluarga yang solid walaupun waktu kecil kami kesusahan, namun semua itu proses mas, malahan mereka yang dulu biasa senang skarang sangat memprihatinkan.
I Love my family

Reply

fadlymuin December 21, 2009 at 12:38

kalau dikatakan proses, saya sepakat mas Dafid, memang perjalanan hidup manusia sangat menentukan. yang baik berakhir di baik pula, begitupun sebaliknya.

Reply

Andrik Sugianto December 21, 2009 at 11:24

wah gak dpt pertamax nih, keduluan mas dafid.
jika ada perbedaan keinginan dalam keluarga, saya rasa faktor penentu yang bisa menjadi penengah adalah komunikasi, dengan komunikasi kita bisa saling meraba dan mengatur keadaan, tapi skrg ini banyak keluarga sukses yang mengabaikan komunikasi, bagi orang2 yang berfikiran materialis mereka lebih mengutamakan materi daripada keutuhan keluarga. akibatnya skrg bukan main banyaknya kasus sengketa dalam keluarga.
btw…..mas fadly linknya dah tak pasang d blog tuh!!! kpn2 mampir ya…..

Reply

fadlymuin December 21, 2009 at 12:41

kalau bicara konflik keluarga. saya pernah berada di satu keluarga (bukan keluarga saya pastinya) yang bentrok karena persoalan harta. dan bagi saya hal sangat menyakitkan dan juga memalukan.. tks undangannya yah mas Andrik

Reply

Cara Cari Duit December 21, 2009 at 13:44

Keluarga memberikan dampak postif dan negatif dalam kehidupan kita semua.Terkadang antara keinginan kita dengan kehendak orang tua pasti bertentangan sehingga bisa menimbulkan cekcok antara anak dan orangtua.

Reply

fadlymuin December 21, 2009 at 14:44

nah inilah gunanya artikel ini ;) “jalin komunikasi yang baik”

Reply

sumartono December 21, 2009 at 14:29

Memang orang tua harus bijaksana terhadap keinginannya dan juga bakat dan minat anaknya. Kapasitas orang tua hanya memperkenalkan bukan memaksa. Selanjutnya setelah tahu apa yang diinginkan anaknya, baru mengarahkan agar selalu dalam koridor yang positif. Itulah pelajaran yang bisa kami petik dari keluarga kami mas.

Reply

fadlymuin December 21, 2009 at 14:33

cermin keluarga yang harmonis mas. memang tabiat memaksa pelan2 harus di selaraskan dengan situasi.

Reply

online-business-story.com December 21, 2009 at 15:34

Judulnya propokatif mas :)
orang tua saya mesti baca artikel ini nih…

Salam Kreatif,
Octa Dwinanda

Reply

fadlymuin December 21, 2009 at 16:40

sengaja mas, biar penasaran… :D

Reply

mashengky.com December 22, 2009 at 00:13

keluarga memang punya peran penting, tapi bawaan dari lahir, tidak bisa membuat orang jadi seperti kehilangan kepribadiannya.
contoh nyata adalah saya dan mas Arief. Mas Arief bukan dari keluarga pebisnis, tapi ternyata bakat bisnisnya luar biasa, padahal keluarganya ingin dia menjadi seorang pegawai negeri..

Reply

fadlymuin December 22, 2009 at 00:36

Rahasianya apa mas? Boleh berbagi?

Reply

Bundapreneur December 24, 2009 at 21:39

Outliner tidak hanya karena bakat dan genetik….tapi faktor lingkungan yang mengasahnya menjadi lebih sukses….bgmpun, pola asuh dalam keluarga membentuk karakter.bukan apa yg seseorang sekarang lakukan/miliki, tapi apa yang membuatnya bisa dan mau melakukan..keluarga petani tidak melulu melahirkan petani, keluarga pegawai negeri tidak melulu melahirkan barisan pegawai baru, keluarga pebisnis juga bisa saja tidak melahirkan pebisnis…dan byk contoh spt itu di sekeliling saya (atau kita)

Reply

fadlymuin December 25, 2009 at 00:40

betul bunda! walau bagaimanapun keluarga adalah sumber kehidupan awal manusia. perbedaan jalur di keluarga bukanlah sebuha bencana, melainkan sebuah keharmonisan yang perlu di nikmati dan di selaraskan..

Reply

Khalid Abdullah December 27, 2009 at 07:52

Judulnya bikin kontroversi sesaat nich ! hehehe

Alhamdullillah keluarga saya adalah keluarga yang asyik menurut saya pribadi.. ^_^

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: