<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Efek Kritik Terhadap Motivasi Diri</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=efek-kritik-terhadap-motivasi-diri</link>
	<description>Motivasi dan Sekitarnya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 04:07:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Asyiknya Menulis Dengan Blogging…</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/comment-page-1#comment-10634</link>
		<dc:creator>Asyiknya Menulis Dengan Blogging…</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 15:19:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1005#comment-10634</guid>
		<description>[...] apalagi menulis artikel yang berat seperti artikel review bisnis atau artikel motivasi milik mas Fadly Muin bila belum terbiasa. Hoohoo…bisa – bisa rambut rontok karena stress [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] apalagi menulis artikel yang berat seperti artikel review bisnis atau artikel motivasi milik mas Fadly Muin bila belum terbiasa. Hoohoo…bisa – bisa rambut rontok karena stress [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ririn Syodikin</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/comment-page-1#comment-7312</link>
		<dc:creator>Ririn Syodikin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 10:12:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1005#comment-7312</guid>
		<description>Terima Kasih Bung telah berbagi Ilmunya.. mau tanya ni, apa saja sih sebutan bagi orang yang tidak mau/ tidak terima dikritisi?? Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima Kasih Bung telah berbagi Ilmunya.. mau tanya ni, apa saja sih sebutan bagi orang yang tidak mau/ tidak terima dikritisi?? Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Umar Puja Kesuma</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/comment-page-1#comment-4653</link>
		<dc:creator>Umar Puja Kesuma</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 23:49:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1005#comment-4653</guid>
		<description>Saya membaca artikel ini kok langsung konek ke kasus demonstrasi ala kerbau tempo hari.
Kalau yang itu, komeng Mas Fadly gimana ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya membaca artikel ini kok langsung konek ke kasus demonstrasi ala kerbau tempo hari.<br />
Kalau yang itu, komeng Mas Fadly gimana ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fadlymuin</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/comment-page-1#comment-4587</link>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 02:31:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1005#comment-4587</guid>
		<description>itulah tantangan bagi obyek kritis mas.
memang kita tidak bisa pungkiri, bahwa aksesoris masih memainkan peranan vital dalam mempengaruhi penglihatan yang utuh. apalagi di dunia blogging. hal itu tak terhindarkan. tapi alangkah bahagianya kita, jika mendapat kritisan yang tertuju pada ualitas isinya, bukan bungkusannya.. tul ga mas octa?

Semangat terus mas!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>itulah tantangan bagi obyek kritis mas.<br />
memang kita tidak bisa pungkiri, bahwa aksesoris masih memainkan peranan vital dalam mempengaruhi penglihatan yang utuh. apalagi di dunia blogging. hal itu tak terhindarkan. tapi alangkah bahagianya kita, jika mendapat kritisan yang tertuju pada ualitas isinya, bukan bungkusannya.. tul ga mas octa?</p>
<p>Semangat terus mas!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: online-business-story.com</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/comment-page-1#comment-4565</link>
		<dc:creator>online-business-story.com</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 02:14:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1005#comment-4565</guid>
		<description>justru ini tulisan penting bagi saya mas.
Terkadang memang kita mengkritik bukan pada substansi sebuah tulisan, tapi  mengkritik pada gaya bahasa, bentuk font dan entitas lainnya. itu juga tidak masalah, yang perlu diingat adalah jangan lupa untuk memberikan respon balik terhadap subtansinya juga.

terima kasih sudah diingatkan kembali mas.

Salam Kreatif,
Octa Dwinanda</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>justru ini tulisan penting bagi saya mas.<br />
Terkadang memang kita mengkritik bukan pada substansi sebuah tulisan, tapi  mengkritik pada gaya bahasa, bentuk font dan entitas lainnya. itu juga tidak masalah, yang perlu diingat adalah jangan lupa untuk memberikan respon balik terhadap subtansinya juga.</p>
<p>terima kasih sudah diingatkan kembali mas.</p>
<p>Salam Kreatif,<br />
Octa Dwinanda</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fadlymuin</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/comment-page-1#comment-4363</link>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 02:52:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1005#comment-4363</guid>
		<description>saya sambut mengenai kritikan yang galak aja yah mas. saya anggap masalah kesantunan dan substansi sudah kita kerucutkan dan kita seirama di situ.

bagi saya, sepanjang obyek kritik adalah &quot;substansi, isi, atau masalahnya&quot;. dan &quot;bukan pelaku&quot;. tidak masalah. saya dukung!

mengenai efek itu pasti ada mas iskandar. efek marah, tidak mau terima, sangat manusiawi dan masih dalam taraf normatif, reaksional. disinilah kekuatan mental seorang pelaku kritik di uji.

*ok nanti aku lihat kesana yah mas. kita kupas masalah sinetron itu.tks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sambut mengenai kritikan yang galak aja yah mas. saya anggap masalah kesantunan dan substansi sudah kita kerucutkan dan kita seirama di situ.</p>
<p>bagi saya, sepanjang obyek kritik adalah &#8220;substansi, isi, atau masalahnya&#8221;. dan &#8220;bukan pelaku&#8221;. tidak masalah. saya dukung!</p>
<p>mengenai efek itu pasti ada mas iskandar. efek marah, tidak mau terima, sangat manusiawi dan masih dalam taraf normatif, reaksional. disinilah kekuatan mental seorang pelaku kritik di uji.</p>
<p>*ok nanti aku lihat kesana yah mas. kita kupas masalah sinetron itu.tks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iskandaria</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/comment-page-1#comment-4357</link>
		<dc:creator>iskandaria</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 01:58:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1005#comment-4357</guid>
		<description>Soal mengkritik secara cerdas dan santun saya setuju banget Mas. Esensinya memang harus demi saling mengisi dan mengontrol. Namun ada kalanya niat utama kita memang seperti itu, akan tetapi pada kenyataannya, masih ada anggapan bahwa kita terkesan menyerang atau menjatuhkan.

Mungkin karena kita belum terlalu cerdas dan santun dalam mengungkapkan kritikan tersebut yach? Atau bisa jadi karena belum adanya mindset positif untuk menerima kritikan sebagai bahan evaluasi diri (dari pihak yang dikritik maupun pihak yang sekedar mendengar kritikan).

Tapi untuk memberikan efek &lt;i&gt;shock-theraphy&lt;/i&gt;, saya kira ada kalanya kita perlu ‘sedikit galak’ dan lebih tegas. Khawatirnya jika terlalu halus, efeknya bakalan kecil Mas. Dalam kondisi seperti itu, ‘kegalakan’ atau ketegasan kita tentunya dilandasi oleh semangat untuk membangun dan memperbaiki. Tidak selalu berarti menjatuhkan atau menyerang.

Namun saya tetap salut jika kritikan yang santun dan cerdas ternyata membawa perubahan yang baik dan sesuai yang diinginkan oleh si pengkritik.

&lt;i&gt;(oya Mas, komentar Mas Fadly atas wacana sinetron udah saya jawab di postingan kemaren/yang di blogspot saya).&lt;/i&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Soal mengkritik secara cerdas dan santun saya setuju banget Mas. Esensinya memang harus demi saling mengisi dan mengontrol. Namun ada kalanya niat utama kita memang seperti itu, akan tetapi pada kenyataannya, masih ada anggapan bahwa kita terkesan menyerang atau menjatuhkan.</p>
<p>Mungkin karena kita belum terlalu cerdas dan santun dalam mengungkapkan kritikan tersebut yach? Atau bisa jadi karena belum adanya mindset positif untuk menerima kritikan sebagai bahan evaluasi diri (dari pihak yang dikritik maupun pihak yang sekedar mendengar kritikan).</p>
<p>Tapi untuk memberikan efek <i>shock-theraphy</i>, saya kira ada kalanya kita perlu ‘sedikit galak’ dan lebih tegas. Khawatirnya jika terlalu halus, efeknya bakalan kecil Mas. Dalam kondisi seperti itu, ‘kegalakan’ atau ketegasan kita tentunya dilandasi oleh semangat untuk membangun dan memperbaiki. Tidak selalu berarti menjatuhkan atau menyerang.</p>
<p>Namun saya tetap salut jika kritikan yang santun dan cerdas ternyata membawa perubahan yang baik dan sesuai yang diinginkan oleh si pengkritik.</p>
<p><i>(oya Mas, komentar Mas Fadly atas wacana sinetron udah saya jawab di postingan kemaren/yang di blogspot saya).</i></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arkum</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/comment-page-1#comment-4355</link>
		<dc:creator>arkum</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 01:37:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1005#comment-4355</guid>
		<description>memang kritik yg membangun dan tidak,mmg sangat tipis ms. Termasuk perbedaan antara hasil pengamatan org lain dan hasil pemikiran kita juga sangat tipis. 

Tapi betul sih, setiap kritikan pasti menimbulkan emosi, ini wajar karena masukan orang lain itu kan ibarat menembus benteng yg sudah kita bangun bahkan kita yakini kuat, makanya respon perlawanannya adalah emosi. Cuman mnrt sy, emosi ini akan dikembalikan dg apakah kritikan itu betul/salah. nah disinilah letak keobyektifan seseorang akan diuji.Tetep emosi  :marah atau tahu diri dan mengucapkan terima kasih :shakehand2</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang kritik yg membangun dan tidak,mmg sangat tipis ms. Termasuk perbedaan antara hasil pengamatan org lain dan hasil pemikiran kita juga sangat tipis. </p>
<p>Tapi betul sih, setiap kritikan pasti menimbulkan emosi, ini wajar karena masukan orang lain itu kan ibarat menembus benteng yg sudah kita bangun bahkan kita yakini kuat, makanya respon perlawanannya adalah emosi. Cuman mnrt sy, emosi ini akan dikembalikan dg apakah kritikan itu betul/salah. nah disinilah letak keobyektifan seseorang akan diuji.Tetep emosi  :marah atau tahu diri dan mengucapkan terima kasih :shakehand2</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fadlymuin</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/comment-page-1#comment-4350</link>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 20:10:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1005#comment-4350</guid>
		<description>tidak menyangka, artikel ini mendapat sambutan yang luar biasa dari anda mas Khery. jadi ga enak nih :amazed: 

saya bahagia, jika artikel ini bisa menjadi jalan tengah atau solusi atas potensi konflik akibat kritik. dan bagaimana idealnya melakukan kritik.

artikel ini + pendapat anda saya rasa memiliki benang merah. sama-sama mengedepankan substansi bukan tokoh. sama-sama mengupayakan bagaimana cara penyampaian kritik agar mudah di terima. trims yah mas Khery :cendol</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tidak menyangka, artikel ini mendapat sambutan yang luar biasa dari anda mas Khery. jadi ga enak nih :amazed: </p>
<p>saya bahagia, jika artikel ini bisa menjadi jalan tengah atau solusi atas potensi konflik akibat kritik. dan bagaimana idealnya melakukan kritik.</p>
<p>artikel ini + pendapat anda saya rasa memiliki benang merah. sama-sama mengedepankan substansi bukan tokoh. sama-sama mengupayakan bagaimana cara penyampaian kritik agar mudah di terima. trims yah mas Khery :cendol</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Khery Sudeska</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/comment-page-1#comment-4344</link>
		<dc:creator>Khery Sudeska</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 17:53:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1005#comment-4344</guid>
		<description>Artikel ini adalah &quot;jalan tengah&quot; untuk fenomena kritik antar blogger yang marak belakangan ini, Bang. Inspiratif sekali. :)

Sebagai deskripsi, saya akan sampaikan pengalaman. Saya sangat sering sebelum ini mendapat kritik tentang &quot;konsep pemikiran&quot; saya dalam sebuah artikel oleh beberapa teman sesama blogger atau pun pembaca non blogger di kolom komentar. Saya terbuka terhadap perbedaan konsep berpikir serupa itu. Saya justru sangat senang mendapat kritik yang demikian. Dan, memang itulah yang saya cari. Dari perbedaan pandangan terjadi kesatuan ide. 

Misalnya, saya pernah dikritik tentang konsep &quot;menguji sebuah ideologi&quot;. Kritik itu sangat keras sekali, tapi tetap dengan bahasa yang santun. Kritik itu benar2 fokus pada konsep berpikir dan tidak &quot;menyerang&quot; karakter. Kritik itu benar2 mencoba mencari sebuah titik temu sebagaimana layaknya sebuah diskusi. Karena terbatas oleh area kolom komentar, akhirnya kami melanjutkan &quot;perdebatan&quot; kami melalui chat via YM. Saya benar2 menikmati cara kritik dan berdiskusi yang demikian. Hikmahnya, wawasan kami berdua menjadi semakin bertambah dan matang. 

Maka, oleh sebab itu, saya setuju dan sangat suka kritik itu apabila memang berkisar pada wilayah &lt;b&gt;perbedaan konsep atau cara berpikir&lt;/b&gt;. Pada area itu, kritiklah sekeras-kerasnya. No Problem! Tentu saja dengan tetap menggunakan bahasa yang santun. Tapi, jangan pernah &lt;b&gt;karakter orangnya&lt;/b&gt; yang diserang. Ini akhirnya justru akan kontraproduktif. Ditambah lagi dengan kesan menggurui dan merasa paling pandai. Ini tidak sehat. Menurut saya, inilah yang membuat cara berpikir seseorang menjadi status quo.

Akhirnya, saya ucapkan terimakasih dan setuju banget dengan tulisan ini. Tulisan ini juga sekaligus menjadi introspeksi bagi kita semua yang ingin melakukan kritik. Agar kritik itu menjadi kritik yang cerdas dan sehat. Nice! :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini adalah &#8220;jalan tengah&#8221; untuk fenomena kritik antar blogger yang marak belakangan ini, Bang. Inspiratif sekali. <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebagai deskripsi, saya akan sampaikan pengalaman. Saya sangat sering sebelum ini mendapat kritik tentang &#8220;konsep pemikiran&#8221; saya dalam sebuah artikel oleh beberapa teman sesama blogger atau pun pembaca non blogger di kolom komentar. Saya terbuka terhadap perbedaan konsep berpikir serupa itu. Saya justru sangat senang mendapat kritik yang demikian. Dan, memang itulah yang saya cari. Dari perbedaan pandangan terjadi kesatuan ide. </p>
<p>Misalnya, saya pernah dikritik tentang konsep &#8220;menguji sebuah ideologi&#8221;. Kritik itu sangat keras sekali, tapi tetap dengan bahasa yang santun. Kritik itu benar2 fokus pada konsep berpikir dan tidak &#8220;menyerang&#8221; karakter. Kritik itu benar2 mencoba mencari sebuah titik temu sebagaimana layaknya sebuah diskusi. Karena terbatas oleh area kolom komentar, akhirnya kami melanjutkan &#8220;perdebatan&#8221; kami melalui chat via YM. Saya benar2 menikmati cara kritik dan berdiskusi yang demikian. Hikmahnya, wawasan kami berdua menjadi semakin bertambah dan matang. </p>
<p>Maka, oleh sebab itu, saya setuju dan sangat suka kritik itu apabila memang berkisar pada wilayah <b>perbedaan konsep atau cara berpikir</b>. Pada area itu, kritiklah sekeras-kerasnya. No Problem! Tentu saja dengan tetap menggunakan bahasa yang santun. Tapi, jangan pernah <b>karakter orangnya</b> yang diserang. Ini akhirnya justru akan kontraproduktif. Ditambah lagi dengan kesan menggurui dan merasa paling pandai. Ini tidak sehat. Menurut saya, inilah yang membuat cara berpikir seseorang menjadi status quo.</p>
<p>Akhirnya, saya ucapkan terimakasih dan setuju banget dengan tulisan ini. Tulisan ini juga sekaligus menjadi introspeksi bagi kita semua yang ingin melakukan kritik. Agar kritik itu menjadi kritik yang cerdas dan sehat. Nice! <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

