Berikut ini tindakan Branding Popular yang dilakukan untuk menciptakan brand tertentu kepada pihak tertentu. Baik itu berupa produk, jasa, orang, atau sesuatu yang lain.
- Branding lewat blog (cari di blogl Arief Maulana)
- Branding lewat media massa baik elektronik maupun cetak (ingat moment pilpres)
- Branding lewat buku (baca artikel Edy Zaqeus)
- Branding lewat iklan (banyak banget contohnya)
- Branding lewat ….. ? (isi sendiri kalau saya tidak mampu menyebutkan lebih banyak lagi)
berikut penjelaannya
Branding kerap dilakukan guna memberi konteks yang jelas akan “sesuatu”. Branding dilakukan dengan maksud untuk menciptakan pencitraan yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh si empunya maksud. Apakah ia politikus, professional, produk jasa dan sebagainya.
Selama ini, asumsi kita lebih melihat branding sebagai sesuatu yang bersifat eksklusif semata. Gawean yang pantas dilakoni oleh orang-orang tertentu yang berkecimpung di dunia bisnis.
Padahal, kalau kita lihat secara kasat mata saja. sebenarnya tujuan branding itu apa sih? Tak lain adalah untuk melakukan penetrasi kepada khalayak tentang “keberadaan dirinya” atau Keberadaan Produknya”. Diharapkan dengan langkah tersebut, maka akan diperoleh pencitraan yang mengagumkan. Memberi efek “ingat” yang dalam kepada khalayak.
Artinya, kegiatan branding itu adalah sebuah usaha untuk memberi kejelasan yang padat. Menebar pesona yang bersifat positif kepada sebanyak-banyaknya orang. Agar bisa mendapatkan nilai poin yang lebih dibandingkan yang lain.
Berarti, kalau dalam konteks seperti itu. Siapapun sebenarnya bisa melakukan branding. Tidak penting, apakah ia seorang penulis buku, seorang blogger, seorang pebisnis, seorang karyawan, seorang office boy. Branding tidak pandang bulu.Branding bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sifat yang lebih personal, independent dan mandiri.
Saya terinspirasi ketika saya bertemu seseorang yang bertukar fikiran dengan saya. Berkaitan adanya rencana pihak management kantor tempat ia bekerja untuk mengadakan pemilihan karyawan terbaik.
Suatu waktu ia bercerita, sebut saja namanya Lisa. Bahwa masing-masing divisi berhak mengajukan 1 karyawan untuk di sertakan sebagai peserta karyawan terbaik. Seleksi dilakukan oleh kepala divisi masing-masing. Dalam kesempatan tertentu ada perkataan si boss yang membuat lisa kurang sreg. Ketika namanya di ajukan sebagai calon. Si bos lalu berkata “emang apa yang sudah dilakukan Lisa?”. Kontan, pertanyaan pendek itu, membuat dia sebel, kesel, dan tentu saja jengkel.
Saya fikir. Ketidak percayaan atasan kepada bawahan pasti beralasan. ada unsur sebab akibat yang kuat. Walau terkadang subyektifitas bos bisa saja ada, walau tak terlihat.
Kalau saja kita memahami makna branding dalam konteks seperti yang terurai di atas. Yatu “upaya untuk memperjelas eksistensi diri”, Keberadaan diri dan kemampuan diri yang sesungguhnya. Tentu kita akan termotivasi meningkatkan kualitas diri, guna menciptakan brand di mata lingkungan kerja kita.
Dengan pemahaman yang kuat mengenai pengertian branding. Maka motivasi kita untuk maju dan berkembang sangat beralasan. kita akan semakin bersemangat menggali potensi-potensi yang kita miliki.
Maka gabungan antara pemahaman tentang branding dan motivasi berubah akan bersinergi dan menghasilkan kristal-kristal jati diri. Yang selanjutnya di kenal sebagai bagian dari skill yang kita miliki. Jika demikian yang terjadi, maka saya yakin kita akan lebih mudah di akui. Setidaknya, kita berada satu langkah didepan.
Sama halnya dengan lisa, jika ia sadar, bahwa ia mampu di suatu bidang, dan ia mampu mengemasnya agar terlihat bahwa kemampuannya itu melekat kuat pada dirinya. Maka si boss pasti tidak akan bertanya sesuatu yang membuat ia merasa jengkel.
Sebagai wacana berbagi.
Mari kita pahami pengertian branding dengan pemahaman yang tidak terlalu rumit, namun bisa memberi efek yang luar biasa. Mulailah memperjelas keberadaan diri anda. Mulailah menebar pesona anda. Dan ikuti dengan upaya-upaya pengembangan diri yang sesuai dengan “apa yang ingin anda capai”.
Salam Branding!
Share



{ 19 comments… read them below or add one }
baranding apa brondong neh…
wekekekk jadi inget tulisan mashengky
kalau ada baranding pasti ada borondong dong mas. :p
tentu saja branding dong mas candra. tulisan mashengky yang mana? tau gitu aku nge-link kesana
wah masa nggak tau ada tulisan saya tentang branding dan brondong?? wakakakaka.. coba cek di arsip mas
sorry bos. faktor umur kadang2 bikin kita suka lupa… hehehehe… next time
brondoooooooooooooooooooooong
Saya yang masih brondong aja diam, eh Bapak-bapak ini kok malah ribut ya…
hahahaha….
memang sulit mas membuat branding yang menciptakan positioning. Pasti perlu differentiation. (eh jadi inget ilmu marketingnya Hermawan Kertajaya)
setiap manusia pasti unik. punya perbedaan sendiri-sendiri. saya yakin, dengan perjalanan waktu. predikat tertentu, bisa melekat kepada diri kita. (artikelku bisa bikin orang inget macem2 nih
)
mas… mo tanya. karakter tiap orang kan berbeda…
apakah cara brandingnya juga berbeda? apakah diseusikan karakter diri…?
contoh simpelnya aja…
“Andriristiawan” susah kalo make cara branding seperti “fadly muin” atau “ariefmaulana” -_-a
thanks andri…
substansi atau inti branding hemat saya sih sama.
apakah cara brandingnya juga berbeda?
cara melakukan branding bisa berbagai cara tergantung daya kreatifitas kita. namun, yang populer dilakukan yah seprti yg saya sebut di paragraf awal artikel ini.
apakah disesuaikan dengan karakter?
branding bagi saya adalah melakukan transformasi diri melalui pencitraan. sesuai dengan “ingin menjadi apakah anda?”
semoga bisa menambah informasi
karakter emang penting, tapi lebih enak kerak telor mas…
branding bisa lewat gaya tulisan juga kok, bahkan ketawa gaya wkwkwkwk aja bisa jadi branding mashengky.com tuh
tks mas, makin memperjelas maksud saya
Branding memang suatu pondasi bagi suatu bisnis, yang terpenting Jadilah diri sendiri maka branding diri anda juga akan muncul
seperti kebanyakan orang, branding itu selalu di identifikasi dengan kepentingan bisnis. padahal branding juga bisa di miliki oleh orang perseorangan. tks sudah mampir mas Dafid
setuju dengan mas dafiDRiau, “be yourself”. mas fadly salam kenal yo…cb deh mampir di gubuk q, q dah cb ngelink ke mas fadly. biar tahu mampir aja….
btw… ngomong soal branding, q skrg jg branding nih ….branding supaya punya gelar “blogger”, smentara skrg msh “bayi blogger”
salam kenal andrik, nanti aku mampir deh.. tks yah
saya sudah be myself sejak setahun yang lalu mas wkwkwkwk
benar mas fadly,kita harus mengenali dan mengembangkan branding yang ada dalam diri kita.Kalau sudah begitu orang disekitar kita pasti akan tahu branding yang ada dalam diri kita yang pada akhirnya tak satu pun meragukan kemampuan yang kita miliki.
judulnya harus kedalam, ke diri sendiri. kenal dan bersahabat dengan diri sendiri. olah dan kemas, sehingga menjadi pribadi yang bernilai. mantap deh Jojo!