Modal Kepercayaan Membuka Pintu Rejeki

by Fadly Muin on January 31, 2012

“Jika anda ingin menjadi orang terpercaya, berarti anda harus berani memikul apapun resikonya”

Kalimat itu saya dapat dari seseorang yang saya temui di Manado. Namanya Pak Hans, usianya sudah 60-an.   Kalimatnya tidak persis seperti itu, tapi maknanya tidak jauh berbeda.

Beliau adalah tokoh masyarakat, sekaligus dianggap sebagai tokoh agama oleh warga sekitarnya. Mungkin karena sikap beliau yang bersahaja, mau menolong dan humanis dalam bergaul.

Semenjak pertemuan pertama saya sewaktu survey lokasi. Sampai dengan pertemuan-pertemuan berikutnya. Saya merasakan atmosfir positif dari obrolan kami.

Sempat saya renungkan sejenak. Apa makna dibalik rasa percaya itu?

Dikatakan olehnya, bukan hanya persoalan materi, lalu kita semata-mata bersikap jujur, lantas orang akan percaya sama kita, bukan hanya seperti itu makna kepercayaan menurutnya.

Dalam berbagai sudut kehidupan, rasa percaya ini mutlak dan sangat strategic digunakan sebagai modal untuk eksis dimanapun. Dalam bentuk apapun. Jika seseorang telah mempercayai kita, maka pintu atau peluang lainnya akan terbuka lebar. Karena kita sudah terpercaya.  Orang lain akan yakin, jika suatu “tugas” atau “amanah” Diserahkan kepada kita, maka kecil kemungkinan untuk orang lain akan kecewa. Bukan sombong, tapi orang lain akan percaya bahwa amanah itu akan beres ditangan orang terpercaya.

Walaupun mungkin, disaat kita mempertahankan tahta kepercayaan kita, banyak tantangan yang harus kita hadapi. Untuk itulah kita butuh berjuang untuk melaluinya. Mungkin kita akan merasa rugi, karena mengeluarkan rupiah, tenaga dan waktu yang tidak sedikit.  Tapi implikasinya pada kehidupan berikutnya akan sangat berguna. Jika kita sudah dikenal dalam satu bidang, maka rasa percaya itu akan menggelinding  bagai bola salju. Semakin lama bola itu menggelinding  maka semakin besar peluang kita untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

Orang yang pernah bekerjasama dengan kita, akan berbicara positif tentang apa yang sudah kita berikan padanya. Semakin banyak orang yang percaya, semakin berliptgandalah rasa percaya itu.

Jika kondisi seperti itu terus berputar, maka rejeki dan kebahagiaan akan datang dengan sendirinya. Bukan karena mukjizat. Tapi karena apa yang telah kita tanam, kini mulai berbuah.

Memang, perlu juga disadari, membangun image percaya di jaman sekarang belum bisa dikatakan mudah. karena banyak hal yang mempengaruhinya. Orang lain tentu memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Litaratur yang berbeda, referensi yang berbeda, pergaulan yang berbeda dan pengaruh yang berbeda. semua perbedaan ini tentu mempengaruhi cara pandang, sikap apalagi tindakan.

Tapi disitulah tantangannya. Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, tentu kita perlu pengorbanan yang besar pula.

Inilah modal yang akan menjadi kunci pembuka rejeki buat  kita. Mau coba?

{ 9 comments… read them below or add one }

mashengky February 2, 2012 at 09:57

rejeki bisa datang dari siapa saja gan hehehe

Reply

Fadly Muin February 2, 2012 at 15:45

tidak diragukan lagi..

Reply

Indonesia Furniture February 3, 2012 at 16:03

benar sekali dengan modal kepercayaan,akan membuat bisnis kita bisa semakin cepat berkembang dan sukses.salam kenal mas fadly

Reply

foredi bali February 6, 2012 at 09:43

Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba.

Reply

foredi ambon February 6, 2012 at 09:50

cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya.

Reply

foredi aceh February 6, 2012 at 09:56

pasti saya akancoba tipsnya yang berguna ini

Reply

foredi balikpapan February 6, 2012 at 10:04

Amazing artikel, Infonya bagus banyak mengandung Tips dan Pesan yang bermutu. salam sukses

Reply

foredi bekasi February 6, 2012 at 10:49

Setelah membuka Wibesite ini, saya menemukan Artikel yang Amazing dan infonya boleh dicoba. Sukses selalu emoga berhasil

Reply

Rudhi February 11, 2012 at 13:41

Iya memang benar…
Dengand kita percaya diri kita biza menuju pintu zukzez….
Apapund rezikonya….
Zemoga zaya & kaliand zemua zukzez….
Aminn…

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: