Rasanya realitas rasa bimbang tidak pernah lepas dari pandangan mata, perasaan hati, gejolak jiwa dan wacana-wacana yang berkembang disekitar kita.
Pilihan yang terlalu banyak, produk yang memborbardir, pilihan hidup yang abu-abu. Memicu perasaan, menekannya dan menciptakan suasana dramtis. Sehingga kita lebih mudah merasabimbang yang luar biasa. Bingung menentukan arah dan menetapkan pilihan yang tepat.
Banyak sekali kasus-kasus kecil yang menyatakan bahwa pada dasarnya manusia itu terlalu ambisius sehingga rasanya semua ingin di miliki, semua ingin di raup tapi tak seimbang dengan tenaga, kemampuan dan waktu yang juga terbatas.
Jika sudah seperti itu, apa yang terjadi? Bukan hanya bimbang, tapi stress ikut ambil bagian untuk melemahkan semangat kita.
Coba perhatikan produk-produk dipasaran bukan hanya banyak, tapi juga sangat fariatif. Semua vendor berlomba-lomba merebut hati konsumen. Yang paling canggih, paling murah dan paling ”keren” memiliki peluang lebih besar merebut hati konsumen.
Perhatikan juga para pemula yang ingin berbisnis, begitu banyak paket bisnis yang membuat ia merasa bingung apakah benar itu sebuah peluang atau malah akan membuatnya rugi dan berantakan.
Misalkan di Bisnis Online, tawarannya sangat menggiurkan. Saking panasnya, bisa jadi tak satupun yang bisa di eksekusi.
Begitupun di Bisnis micro lainnya, yang banyak bermain di sektor informal. Misalnya buka toko, bisnis makanan, sampai pedagang kaki lima. Yang bisa dikemas dengan ”gaya” yang lebih modern. Saking banyaknya tawaran bisnis, kita tambah bingung dan cemas. Justru makin tidak percaya diri. Akhirnya satupun tak pernah bisa di eksekusi.
Dalam hal lain, karir misalnya, bukan rahasia lagi, para pemburu pekerjaan, berlomba-lomba mencari posisi bagus, gaji besar dan tentu saja gengsinya harus ada. Tapi apa yang terjadi jika harapan tak sesuai dengan kenyataan? Bimbang, stress dan semangat yang ala kadarnya untuk mengerjakan seluruh pekerjaan.terasa banget pengaruhnya.
Intinya, rasa bimbang karena begitu banyak pilihan akan sangat menyiksa diri kita. Membuat kita bagai wasit pemain bulu tangkis saja, yang hanya bisa terdiam dan takjub dengan permainan dua atlet yang menakjubkan.
***
”Lalu bagaimana mengatasi persoalan ini?”
”Mudah saja sebenarnya.”
- Yang perlu kita lakukan adalah ”Perenungan dan Penetapan”, sebenarnya apa sih Tujuan Anda. Apa sih yang ingin Anda capai?
Jika kita sudah menetapkan sebuah tujuan. Maka kemungkinan untuk merasa bimbang akan lebih mudah untuk dikikis. Setidaknya tujuan yang kita buat bisa menjadi semacam panduan dasar. Bisa menjadi ”Peta Biru” kita untuk melangkah lebih jauh dan lebih percaya diri. Bersemangat dan yakin akan setiap keputusan yang diambil.
Tentukan satu saja tujuannya. Jangan terlalu banyak. Sebab itu bisa mengganggu konsetrasi. Mungkin maksud kita bagus, agar bisa lebih elastis. Tapi belum tentu. Bisa jadi justru menetapkan banyak tujuan hanya akan membingungkan. Bukannya menolong malah menambah masalah baru. Cara mudahnya, selipkan prioritas disitu.
Jadi untuk sementara, alangkah bijaksananya untuk menetapkan satu tujuan yang jelas, spesifik dan fokus.
- Langkah selanjutnya adalah ”Memberi Motif”.
Maksudnya, berikanlah alasan yang jelas. Kenapa anda memilih tujuan itu. Ikuti kata hati, sesuaikan dengan diri sendiri, realisitis dan mungkin untuk realisasinya. Jawaban-jawaban anda akan sangat menentukan apakah itu benar-benar tujuan yang ingin anda capai.
Hindari untuk menetapkan tujuan yang terlalu muluk. Biar sederhana tapi kita happy melakukannya itu lebih baik, daripada berkesan hebat tapi menyiksa, itu tidak membantu.
Bisa-bisa balik lagi ke rasa bimbang yang baru dan stress yang baru yang lebih berkelas. Tapi judulnya sama saja. Tetap bimbang dan stress.
Selain itu, hindari tujuan yang sentimentil. Misalanya karena ingin menunjukin ke mertua bahwa saya juga bisa, atau nunjukin ke orang lain bahwa saya mampu. Itu bukan tujuan anda. Tapi itu sifat sombong yang kontra-produktif. Arahkan energi untuk kebaikan diri sendiri.
Jika sudah terbiasa, bukan mustahil kita bisa meningkatkan tahapan dan kualitas tujuan yang ingin kita gapai. Selangkah demi selangkah. Pelan tapi pasti. Alon-alon asal klakon.
Jadi kesimpulannya,
Bimbang itu dipicu oleh banyaknya pilihan yang membuat kita merasa sesak. Maka Menetapkan Tujuan yang jelas, spesifik serta memberikan motif-motif yang beralasan, realisits dan mungkin untuk di realisasikan akan sangat membantu kita dari perasaan gunda gulana.. dan memberikan harapan hidup yang lebih jelas, terarah dan tentu saja Happy…
Semoga membantu yah…
Bagiamana pendapat anda?

{ 47 comments… read them below or add one }
adanya rasa bimbang seringkali berujung tanpa pilihan..
hm.. tipsnya ok mas.. matur tengkiyu..
bimbang yang terobang ambing crit??
perlu perenenungan sekali-kali crit..
kalau kita sudah bimbang, semua urusan kita tidak akan berjalan dengan lancar!!!
betul mas.. semua terasa mengganggu
Artikel ini saya persembahkan buat mas Agus Siswoyo (loh, emangnya siapa yang punya artikel
)….
wahahaha… bisa saja nih
Bimbang akan mengahalangi jalan kesuksesan ..tetap menjadi yang terdepan dan percaya diri…semoga !
semoga saja bimbang tak mampu lagi mencengkram fikiran kita..
Just wanna saya: gue banget.
terinspirasi dari sampeyan. daripada hanya ku tulisn di kolom komen, mending di sempurnakan.. tks mas
Siapapun pernah mengalami kondisi bimbang ini, apalagi masalah yang dihadapi bersifat urgent & penting. Tips oleh Mas Fadly, setidaknya memperjelas lagi apa yang terjadi dalam pikiran dan jiwa kita sebelum keputusan atau solusi dari kebimbangan itu diambil.
dalam kasus-kasus tertentu tips ini tak berguna, apalagi jika kita dalam situasi emosional dan mashi di kuasai ego yang berat.
tapi jika kita benar-benar ingin mendapatkan solusi, saya rasa tulisan ini sanat relefan. bukan begitu mas Aas??
kalo terlalu banyak pilihan memang sering bikin bingung dan bimbang, ya akhirnya harus mulai meyakini dan fokus pada satu pilihan
iya dong. satu dululah, kalau sudah dapat, baru kejar lagi yg satunya.. gimana, akur khan mas?
yg namanya bimbang, bahkan menentukan prioritas aja juga bimbang mas, hehe….
tapi rasa bimbang itu ada karena memang ada manfaatnya, yaitu membuat orang mau berpikir, mau menganalisa dan menimbang2 baik-buruknya.
sisi buruknya adalah membuat orang lamban bertindak, bahkan diam di tempat. Bagi saya, bimbang yg lewat takaran menandakan jiwa pengecut dan kurang pede.
efek positif yang bisa di petik dari kebimbangan ya memang gitu. kita jadi kritis, sensitif terhadap persoalan. dan bahkan juga bisa memberikan solusi bagi orang lain.
yang jelas bimbang memerlukan solusi secepatnya supaya tidak stagnasi
Setuju banget, Bang. Dan, tampaknya, untuk sampai di tahap “penetapan” itu penting sekali sebuah keberanian. Saya teringat apa yang pernah disampaikan Buya HAMKA soal “Pegangan Hidup” dalam ceramahnya di sebuah kaset, beliau mencontohkan dalam kasus perniagaan, “Rugi dalam berniaga itu belumlah rugi namanya. Tapi, kalau sudah hilang keberanian, itulah rugi yang sebenarnya. Berani itulah modal utama dalam hidup. Hidup jangan mengepalang (tangung-tangung).”
Sampai hari ini, kalimat beliau itu selalu terngiang di telinga saya…
**Bang, komengku tempo hari ada yang ditangkap polisi di artikel “Patuh”. Kalau bisa, mohon dibebaskan. Kayanya polisi abang makin serem aja nih. Banyak supporter yang ditangkapnya. Mungkin disangka mau demonstrasi…
nah inilah yang kadang-kadang hilang dari peredaran. Keberanian!
ibarat, perang dibutuhkan seorang panglima yang gagah berani, disaat serdadu kehilangan keberaniannya. panglima mampu “membakar” gelora agresinya. dalan konteks positif situasi seperti ini sangat pas untuk menyikai rasa bimbang..
oh iya, komengnya sudah aku bebasin mas, pake jaminan saya
saya sering merenung.. apakah bisnis jualan vcc ini cocok untuk saya?
mas MH, bimbang juga ya??? terlepas dari bisnis VCC cocok atau enggak buat MH, nih dari saya pribadi, mas MH ini punya karakter baik secara pribadi dan bisnis, so saya salut,,,
Mengenai rasa bimbang, masalah urgent dan penting saya rasa bisa jadi salah satu pertimbangan.
jualan vcc tuh capek banget lho.. soalnya kerja 2 kali mas
hitung2 pengalaman bisnis gan..
jarang2 loh yg punya dedikasi besar untuk membangun reputasi.
mungkin pilihan bisnis yang cukup menggiurkan yah mas?
kalau menurut aku, VCC itu sudah mapan di tangan MH. sistemnya juga sudah jalan khan. jadi tahapan itu sudah tak perlu dipusingkan gan. tinggal kuncihost yang lagi butuh perhatian baru menurutku.. setuju gan?
3 tahun lagi mo berenti jualan online gan.. pengen fokus di prudential
hidup ini pilihan sih, pindah tempat hal yang normatif kok gan
saya hanya bisa mendukung pilihan agan.. keknya sih performa mashengky bisa sejalan dengan asuransi..
sy punya temen yg sudah mapan dari asuransi. semoga semangatnya tetap terjaga gan sampai 3 tahun kedepan. amin…
rasa bimbang itu hanya bagi orang pintar yang terlalu banyak ilmunya, karena selalu menimbang apa-apa yang akan akan dilakukannya sehingga banyak menetapkan tujuan tanpa mempunyai keputusan, akibatnya bisa sterss dan hanya jalan di tempat tanpa bisa memulai sesuatu.
bagi saya orang yang bodoh itu masih mempunyai segi baik, karena tidak perlu banyak menimbang apa-apa yang akan dilakukannya, yang terpenting baginya tujuan tersebut tetap bisa berjalan sambil terus belajar untuk memperbaiki kekurangannya.
dengan melihat ini saya menganggap bahwa orang bodoh sudah mempunyai satu langkah lebih maju dari orang pintar
sederhananya memang seperti itu mas. semakin banyak tau, maka semakin banyak pilihan. semakin sedikit tau maka semakin sempit pilihan.
ranah sosial sudah begitu kompleks, sehingga terjebak dalam realitas yang warna-warni, tak akan terhindarkan. kita manusia akan terus bertumbuh, melakukan input – input untuk kebtuhan kita.
jika sudah seperti itu, maka dihdaapkan pda pilihan2 tak akan terelakkan. makanya kita perlu menghalau semuanya dengan satu tujuan yang fokus..
Mengapa bimbang ?
Take your choice and do it !
Bimbang dalam menentukan pilihan biasanya dipengaruhi sikap “kemaruk” ( mau semunya ), coba pilih yang paling sesuai dengan karakter, latar belakang dan hal lainnya yang berhubungan, saya yakin kebimbangan bisa diminimalisir.
Bimbang biasanya menghinggapi orang-orang yang baru mulai sesuatu dan gampang menerima “recokan” dari kiri-kanan, atas-bawah. Untuk yang level expert seperti owner blog ini, bimbang sudah menjadi masa lalu. That’s right ?
ya ya ya… ini nih yang sulit dilupakan. alias sulit dihilangkan, NAFSU! betul khan mas Aldy?
disini tentu di butuhkan kematangan, pengalaman dan rasa legowo yang “luas” untuk menerima semua keputusan yang sudah kita buat..
*btw, jangan menggodah ah dengan kata expert itu mas
Jika kita dihadapkan dengan banyak pilihan kenapa tidak sesekali memutuskan cepat saja dengan tanpa banyak pertimbangan yang justru membebani kita dengan penuh kebimbangan. Ikuti insting saja sesekali. Atau jika dia seorang muslim kenapa tidak Sholat tahajud saja dulu?
Dalam banyak hal yang menyangkut pilih memilih, prakteknya jarang atau bahkan nyaris tak ada sebuah pilhan yang 100% mengenakkan semuanya. Masing-masing pilihan punya konsekuensi, kelebihan dan kekurangan serta resikonya sendir-sendiri. Itulah hidup. Bukankah begitu, Mas?
pilihan cepat? untuk hal2 yg sifatnya taktis, saya setuju mas. tapi untuk yang bersifat strategis. agag sult melakukan itu.
mengapa..?
sebab ini berkaitan dengan keberlangsungan dan penentuan sikap, “kita ini akan kemana?”
saya lebih sepakat dengan anjuran “sholat” itu. sebab mengandung esesnsinya perenungan dan pertimbangan yang proporsional disitu.
satu hal yang saya suka dari komen ini, semua keputusan akan ada konsekuensinya, ada tanggung jawab yang harus kita emban..SETUJU mas.
Rasa bimbang muncul karena kita belum mengatur “MINDSET” kita. Sebuah kondisi yang kacau dalam diri kita dipicu karena pikiran yang tidak menentu. Bimbang timbul karena tidak adanya usaha keras dalam mewujudkan apa yang telah direncanakan.
Mindset adalah solusinya, dengan memiliki mindset positif rasa bimbang bisa dihilangkan ketika kita sadar akan kemampuan kita sendiri. Terus berbagi dan mau koreksi diri atas segala kekurangan juga bisa menghilangkan rasa bimbang.
Nice Posting
iya mas.. membentuk mindset memang bisa membantu. namun perlu juga di ingat, bahwa mindset bisa terbentuk oleh sebuah proses mencoba. dan mentnukan tujuan-tujuan dalam skala tertentu adalah cara yang bagus untuk membantu membentuk mindset yang bagus..
jadi daripada binun2 mending, tetapkan tujuan – wujudkan – dan petik pesan pentingnya. lalu buat lagi tujuab baru, dan begitu seterusnya.. setuju tidak mas?
Setuju mas, tingkatkan kualitas ilmu dengan terus belajar dan berbagi.
Nice TIps
Jadi teringat dengan irama lagu “Don’t Worry Be Happy”…
Karena bagaimanapun kesulitannya, semua harus berani dihadapi dengan penuh kesungguhan niat, untuk sukses bersama.
yess… bener bli
kalau sudah happy, apapun bisa di lalui tanpa beban sama skali. tapi masalahnya, maukah kita melakukan itu dengan happy?
Ok mas Fadly, saya coba dulu. Kebetulan ada sedikit kebimbangan yang saya alami saat ini.
kok bisa pas banget yah Mas?
“Ikuti kata hati” i like that words
Kalo boleh menambahkan “jangan terlalu meminta banyak pendapat pada orang lain meskipun semua yg dimintai pendapat punya pengalaman yang sama” … biar 1 orang tapi berkesan…
Mudah2an gak bimbang lahh didepan calon mertua..
setuju Delia, sau kepala lebih baik daripada banyak kepala api tidak ada kepulian dan justru menambah kepusingan.
wah kapan nih ketemu camer? cihuy…
Saya kira rasa bimbang itu manusiawi. Jika saya ingin menentukan suatu pilihan dari banyak pilihan, pemantapan tujuan adalah yang paling penting dan tahu betul keuntungan dan resiko dari pilihan tersebut.
‘ tujuan yg jelas, spesifik dan fokus’
bunda suka ini, dengan demikian kita lebih mudah mencapai target dan tak lagi bimbang utk mengambil langkah2 pasti, krn telah tau apa tujuan kita dr awal dan apa target kita.
salam
Bimbang memang akan hinggap di hati
kala kita blum menemukan tujuan yang jelas dan pasti
itu pula yang ku alami
saat ini…
semoga tidak untuk nanti
Makasih nasihatnya Mas Fadly
Memang pilihan banyak,membuat kita semakin strees. Dengan kondisi yang sederhana, kita harus melakukan bnyak hal. dan itu menjadi tujuan untuk mencapai massa depan. Tapi dengan adanya motivasi tadi, aku akan mencoba merenungkan dan memilih arti sebuah kehidupan yang lebih baik bagi aku. thanks banget mas
bgus isinya..izin repost mas
trims
bimbang kasumbang..!