Senang sekali rasanya, jika apa yang kita lakukan sedapat mungkin bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Walau hanya berupa motivasi, pandangan dan pemikiran yang bisa membantunya menyelesaikan masalah. Tetaplah itu merupakan anugerah yang membahagiakan.
Sebagai pribadi, kita tentau lebih bangga (tapi jangan narsis yah ) kalau apa yang sudah kita lakukan, bisa berdampak positif bagi orang lain. Apalagi orang tersebut menyertainya dengan tindakan. Uh… surga rasanya.
Banyak hal yang bisa kita manfaatkan untuk menjadi pribadi bermanfaat.
Misalnya Menulis di Blog
Walaupun alasan orang menulis adalah untuk aktualisasi diri, branding atau segala sesuatu yang menyangkut dirinya sendiri. Tapi isinya tetaplah menyiratkan kepentingan orang lain. Walau kadang bersikap narsis, kelihatan egois karena kelewatan brandingnya. Tapi jika ada yang meresponnya dengan positif, maka saya yakin ia akan merenungi dan memperbaiki niatnya dengan sungguh-sungguh.
Asal benar, dia memang memiliki nurani yang positif untuk menyikapi respon positif dari pembacanya. Bukan malah congkak dan memasukkan balon kedalam dadanya. Maka dunia tulis menulis di dunia maya ini akan semakin sejuk.
Saya yakin anda sudah pernah menerima pengakuan jujur, baik itu dari pengunjung tidak tetap, teman atau pembaca yang diam-diam mengagumi pikiran anda. Jika mau di cari, insyaAllah akan terdokumentasi banyak fakta yang mengatakan bahwa anda memang pribadi yang layak mendapatkan itu.
Itulah bukti, bahwa walau tidak ada kesepakatan tertulis, tidak ada janji sejati, tapi niat untuk menyuarakan hal-hal positif untuk mengajak, kerap kita jadikan pedoman dalam menulis di blog.
Memberi manfaat bagi orang lain adalah semboyan mulia yang hanya bisa dirasakan, tapi tidak bisa di lihat. Hanya kita dan Tuhanlah yang mengetahuinya.
Dengan berpedoman seperti itu, maka apapun yang kita tulis, jika menyangkut kepentingan orang lain, memberi nilai tambah bagi banyak orang, maka tak ada lagi alasan untuk merasa malu untuk menulis.
Menulis di blog, secara otomatis, kita memposisikan diri sebagai “Teman Diskusi yang solutif”.
Zaman modern sudah menciptakan karakter yang individualistis. Setiap orang berlomba-lomba untuk memenuhi kepentingannya sendiri-sendiri. Kemiskinan dan kekayaan sudah hidup berdampingan tanpa ada rasa risih. Satu sama lain semakin curiga. Kejahatan meningkat, kemacetan menciptakan amarah tersendiri dan masih banyak lagi kondisi yang menciutkan nyali untuk berbagi..,
Pokoknya kalau digali terus, dunia ini semakik ngeri.
Kondisi seperti itu menciptakan suasana yang tidak peduli terhadap sesama. Teman menjadi semakin berbahaya. Saling curiga dan selektif memilih kawan sudah terngiang-ngiang ketika kita akan menjalin hubungan baik.
Akibatnya keterasingan sosial semakin melanda negeri ini. Kita semakin kesepian. Tak ada teman berbagi kecuali hanya keluarga sendiri. Itupun kalau tidak disibukkan dengan pekerjaannya.
Maka menjadi blogger yang rutin berbagi informasi, secara otomatis kita akan membuka diri untuk menjadi teman diskusi yang solutif. Semakin intens proses itu, maka semakin banyak nilai positif yang kita tularkan.
Makanya jangan sesali takdir anda untuk jadi seorang blogger ? teruslah menulis, teruslah berbagi. Karya anda terus dinanti. KLIK!

{ 41 comments… read them below or add one }
saya juga rutin dapat pertamax gan
selamatkan keduaxxx
dan ketigaxxx
Buset disikat semua sama MH, weh weh. Btw saya keempat ya ? Wkkwkwkwk
udah pasang patok rif..
diborong nih gan? wahahaha….
eh eh eh.. theme nya berubah lagi cuy?? heheheh baru ngeh nih…
saya ingat kata pepatah “ada gula ada semut”. artikel yang bermanfaat, pasti akan dikerubutin pembaca gan.. betul?
ditunggu di boot camp gan
betul banget itu bozz..,
Boot Camp? olalah…, mudah-mudahan Jodoh mas
sesama bus kota Dilarang saling mendahului mas
Jadi ingat artikel Mas Agus Siswoyo tentang menulis untuk manusia dan robot. Menurut saya mas, ada blogger yang memang sengaja membuat blognya untuk dituliskan kepada robot agar pagerank naik, keyword yang sesuai dengan domain dan berada di jejeran 10 SERP.
Ada juga blogger yang memang ingin menulis untuk mempromosikan dirinya sendiri, dengan begitu otomatis dia juga menjadi rekan blogger yang komunikatif dan memberi solusi.
Tapi di artikel ini lebih menyentuh ke pelajaran bersosial yang baik
Mantap mas !
lebih enaknya lagi, bisa menjaring keduanya rif. sambil menyelam minum air. pertama menulis dengan hati untuk kepentingan manusia.
setelah di edit, maka editlah untuk si robot, jadi bisa lebih klop. sekiranya itu bisa dilakukan.
tapi apa mungkin yah?
Mungkin mas. Ada trik khususnya untuk membuat artikel yang bagus sekaligus SEO Friendly. Info lengkapnya silakan tanya ke Ghost Writer di bawah komentar saya ini nih hehe
Ngomong-ngomong tentang manfaat, saya jadi ingat artikel blog saya. Ada manfaat fungsional dan manfaat emosional.
Secara fungsional, artikel ini menambah referensi saya dalam hal cara berpikir dari berbagai sudut pandang. Secara emosional, saya senang karena menemukan sosok yang sepaham dalam hal menjaga keselarasan berpikir.
Lebih dari itu, secara emosional lagi, saya merasakan berharganya keberadaan mas Fadly sebagai penyeimbang dan pihak mediasi berbagai kepentingan yang ada dalam blogging. Ini yang tidak dimiliki blogger lainnya. Salut!
sedapat mungkin, ruh ini perlu keseimbangan mas. kalau mau di telusuri, sebenarnya yang membuat kita bisa berdiri ini bukanlah kaki dan kemampuan kita menyeimbangkan tubuh.
tapi lebih kepada hal-hal halus yang ada didalam diri kita ini.., hati dan fikiran yang saling menyeimbangkan. tanpa itu, kita akan terjatuh.
btw, saya jadi ga enak body nih dapat pujian. mudah-mudahan saja kita bisa saling memberi manfaat kepada banyak orang mas.., Yuk sama-sama
tapi bener kok. saya nggak ada tujuan macem-macem saat nulis komen di atas. semoga kita bisa saling memberi manfaat.
Saya menulis untuk menutupi kelemahan mendesain saya. Lewat menulis dan berbagi keahlian (walaupun sedikit) kita bisa lebih dihargai daripada mereka yang jauh lebih pintar tapi hanya untuk portofolionya saja.
Sekadar berbagi.
penulis khan memang menulis karena adanya rasa gelisah menurut saya mas. apakah dia merasa gelisah tentang ketidak tahuannya atau gelisah untuk berbagi pengetahuannya.
tanpa rasa itu, rasanya susah bagi kita untuk menuliskan sepatah dua kata..
tapi tulisan-tulisan mas Jepri tentang desain patut dijadikan rujukan. (dianjurkan)
nah, mas Jeprie mulai main ke blog mas Fadly nih. perpaduan yang klop dua blogger idola saya. saya yakin untuk ke depannya Anda berdua akan menemukan banyak diskusi seru dan berbobot tentang dunia blogging. semoga kerasan ya…
Saya suka artikel mas Jeprie yang sering wawancara bintang-bintang di dunia maya. Keren memberikan inspirasi hehe.
tapi bloggingnya bukan untuk melarikan diri dari dunia nyata kan mas ?
realistis dan seimbang saya rasa itu yang patut kita pegang pak
orang yg congkak itu memang senang membusungkan diri, mas. Kalau pake balon enggak cukup, silicon pun dimasukkan ke dada, haha……
wakakaka…, iya juga yah
walah…. kalau itu sih bukan karena congkak, tapi karena kurang percaya diri… hehe
Saya sangat yakin bahwa di dunia ini tidak ada orang yang ingin hidup menderita atau sengsara, baik lahir maupun batin. Semua orang pasti ingin hidupnya bahagia.
Berbagi, memberi manfaat kepada orang lain, merupakan salah satu cara untuk meraih kebahagiaan hidup. Di saat seseorang berbagi manfaat dan melihat orang lain menerima dan merasakan manfaat dari apa yang ia berikan, saat itu tentunya orang tersebut mendapat dua kebahagiaan. Bahagia karena ia bisa berbagi dan bahagia karena melihat orang bahagia karenanya.
Di sini jelas bahwa memberi manfaat kepada orang lain itu juga kembali menjadi manfaat bagi diri sendiri.
So, siapapun orangnya yang ingin hidup bahagia dan mendapat manfaat dari apa yang dia lakukan, maka orang itu tentunya tidak akan melewatkan kesempatan untuk berbagi manfaat terhadadp orang lain. Begitu kan?
kurang lebih begitu kang..,
memang memberi kebaikan kepada orang lain itu mulia. walau di butuhkan waktu khusus untuk membiasakan diri. tapi jika itu sudah terbiasa, insyaAllah menyenangkan.
Menyesali telah menjadi blogger?
Apa memang ada ya yg menyesal telah menjadi blogger?
Sy kira hanya orang2 yg kurang beruntung aja ya menyesal telah menjadi blogger…
Menyesal jadi blogger kalo ditimpukin bata se kampung mas wkwkwkwk
mantap bung udin..:)
saya menyesal mendapat label seleblogger. maunya sih dibuang saja. hayo siapa mau dapat warisan gelar….!
pemimpin bahkan adalah seseorang yang bisa menginspirasi orang – orang untuk menjadi apa yang mereka inginkan
salam
dalam konteks kepemimpinan, dibutuhkan prinsip yang tepat..
yups, selagi masih positif dan memberikan dampak yang baik, kenapa tidak ngblog..
Dengan memberi manfaat buat orang lain, membuat kita tampil beda dan memiliki nilai tambah tersendiri…
Intinya, jangan sampai kita punya siklus hidup seperti hewan saja, lahir jadi bayi,kemudian anak-anak, dewasa dan menikah(kawin),lalu mati….jika bermanfaat kan lebih dari sekedar hewan…he3x..
Salam kenal gan fadly
beruntung nih saya ndak nyesel jadi blogger, walau terlalu sering menulis narcis.. haha..
selamat malam mas fadly..
sip artikenya mas,,,,, termotivasi ak ni,,, makasih..
benar sekali kalau kita perlu memberikan manfaat untuk orang lain agar mereka semakin paham dengan apa yang kita berikan
wah,, kata2 “Teman Diskusi yang solutif”. keren, mohon izin buat dijadiin motto ya oom..
memberikan manfaat pada orang lain akan membuat kita semakin maju dan bertumbuh.
aku juyga senengkog leg suruh jujur …