Internet Sehat Atau Pornografi

by Fadly Muin on August 8, 2010

Saya tidak akan mengusik soal definitive apa itu pornografi dan apa itu internet sehat. Saya sangat yakin seyakin-yakinnya. Pembaca blog ini dan juga pengguna internet pada umumnya sudah memiliki deskripsi dan asumsi yang serupa.

Baiklah,

Semenjak di gulirkan gaung internet sehat. Saya salah satu dari sekian banyak pengguna internet yang turut mendukung kampanye itu. Kita tentu paham bahwa, iklim internet yang sehat akan jauh memberikan peluang untuk berkarya lebih kondusif didalamnya

Sebab kita paham, asumsi negative tentang internet, sudah cukup jamak dikalangan masyarakat. Sebut saja, masalah penipuan di internet yang marak diberitakan belakangan ini. Tertipu karena facebook, penipuan internet yang bersifat buaian kekakayaan dan banyak elemen-elemen negative lainnya, yang ikut andil memberikan perspektif di masyarakat bahwa internet itu negatif.

Salah satu yang turut memberikan kontribusi aktif adalah pornografi.

Tidak sulit menemukan konten pornografi. Kita tinggal mengetik keyword yang berbau “birahi”, seperti perempuan, gadis, atau yang sejenisnya dan kita tinggal menambahkan embel-embel dibelakangya, dengan sangat cepat google akan membeberkannya.

Tidak heran, seandainya para orang tua, merasa khawatir akan soal ini. Melihat kemudahan anak-anak mereka mengakses internet. Arus negative bisa dipastikan, akan sangat cepat membius. Bagaikan virus mematikan bisa sekejap mempengaruhi prilaku anak-anak, atau mungkin orang dewasa sekalipun.

Padahal, tidak semua konten di internet berbau porno. Masih banyak bahkan sangat banyak yang bersifat positif dan memberikan pemikiran-pemikiran mencerhakan. Ini satu tantangan tersendiri bagi kita yang berdiri disisi positif untuk bersaing memberikan kontribusi memadai pada pangguna internet.

Makanya saya setuju ketika menkominfo memberi perhatian khusus terhadap konten pornografi. Ini merupakan angin segar untuk para pengguna dan upaya yang maksimal dalam penggunaan internet. Walau masih akan ada kekurangan disana-sini dalam sosialisasi dan implementasi nantinya.

Sebab, internet akan banyak sekali memberikan nilai manfaat kepada kita, jika iklim sehat tetap kita jaga tentunya.

Saya sendiri termasuk yang bergantung kepada internet, untuk hal pemasaran produk di toko online, yang saya kelolah bersama istri. Belum lagi bisnis saya yang akan menyusul, juga berencana menggunakan internet sebagai media promosi.

Juga para UKM yang kini terdukung untuk memperluas pasar sampai go internasional. Tentu sangat berharap banyak dari iklmi internet yang sehat. Jika internet sudah terasa sehat, maka peluang pasar tentu akan terbuka semakin lebar. Sebab, orang rumahan yang malas mengakses internet, semakin merasa nyaman untuk mulai menggunakan internet.

Apapun sebenarnya, kegiatan kita bisa di koneksikan ke internet. Baik itu untuk kepentingan bisnis, pengembangan diri maupun jalur-jalur lain yang berpeluang untuk membesarkan diri kita.

Jadi internet yang sehat sangat potensial untuk mengakomodir apa yang kita punya. Apa yang bisa kita jual, apa yang bisa kita sumbangkan dan sebagainya.

Bisa anda bayangkan Jika konten-konten pornografi, menguasai internet. Misalkan kita akan mencari pernak pernik ulang tahun anak gadis kita. Kebetulan kita tidak mengetahui apa yang disenangai gadis berusia 17 tahun misalnya. Maka kita coba hunting di google dengan keyword hobby gadis 17 tahun. Mungkin yang keluar malah konten yang syurr.. hmm

Buyar deh rencana memberikan hadiah, justru yang ada kita mendapatkan hadiah :D (semoga saja tidak yah)

Jadi poin penting yang ingin saya ungkap adalah, betapa kita menaruh harapan kepada iklmi internet yang sehat. Sebab banyak dan akan banyak kepentingan yang bisa kita implementasikan dalam dunia internet.

{ 36 comments… read them below or add one }

Abdul Hakim August 8, 2010 at 13:55

amankan dulu pertamax dulu

Reply

Abdul Hakim August 8, 2010 at 14:00

intinya mulai dari diri sendiri untuk tidak membuka dan membuka akses ke dunia pornografi….

Reply

fadlymuin August 10, 2010 at 15:25

iya kim, itu rumus fundamentalnya. mulai dari pribadi masing-masing. rem didalam

Reply

Abdul Hakim August 11, 2010 at 12:05

hati-hati remnya blong… hehe

Reply

aldy August 8, 2010 at 14:57

Internet sehat memiliki cakupan yang luas, tidak hanya konten “lendir” (rismaka.net), tetapi termasuk didalamnya prilaku pengguna internet.
Tapi topik ini dibatas hanya pada konten Po**o (ach…beda dengan konten sex?), sebuah dilema, kita butuh internet tetapi kita takut dengan dampak internet.

Menurut saya yang penting adalah mendidik pengguna internet, dimulai dari lingkungan keluarga sendiri, melakukan pengawasan melekat dan memberikan pemahaman kepada mereka dampak internet.

Tidak ada bedanya internet dengan sebilah pedang, so tinggal bagaimana kita menggunakannya dengan tepat.

Reply

fadlymuin August 10, 2010 at 15:30

ya..ya.., ada baiknya seperti itu mas Aldy.
membekali pengguna atau lebih tepatnya menemani pengguna dengan sikap-sikap yang lebih menjurus pada hal-hal yang sifatnya kebergunaan. daripada obral hasrat terpendam :D

Reply

Erdien August 8, 2010 at 18:11

Kontrol dasar tetap ada di masing-masing pengguna internet, terlalu banyak yang tidak terjangkau oleh sistem. Walauun pemerintah sudah berusaha, *dengan software anti fpornografi misalnya* tetap saja banyak yang lolos dan tidak terjaring.
Apalagi mereka para pembuat ulah pasti ngakal juga cari cara agar tidak terblokir oleh sistem.

Reply

fadlymuin August 10, 2010 at 15:32

iya juga, terlalu banyak yang tidak bisa terjamah oleh tangan-tangan bermaksud baik. kalau sudah niat, tembokpun bisa rubuh mas. setubuh? eh setuju? :)

Reply

Eyangresi313 August 9, 2010 at 01:59

Dimulai dari diri sendiri.

Sejenak tafakur dalam kehingan……..
Memaknai arti hidup dalam seraingkaian khilaf dan dosa…..
Lisan kadang tak terjaga,….
Jannikadang terabaikan,……
Hati kadang berprasangka,….
Sikap kadang menyakitkan,…..
Harapan ini akan menjadi indah…..
Jika maaf & silahturrahim ada diantara kita.
Selamat menempuh bulan suci Ramadhan 1431 Hijriah.
Atas nama pribadi dan keluarga saya ucapkan
Mohon maaf lahir dan batin.
Semoga Allah selalu memberikan
Taufiq, Hidayah, Maghfirah dan Ridho-Nya untuk kita semua.
Amiiiii….n !

Salam.

Reply

fadlymuin August 10, 2010 at 15:34

wah.. puisinya keren. menyentuh dan romantis.
met puasa yah. mahal lahir bathin

Reply

Agus Siswoyo August 11, 2010 at 03:32

kayaknya dimana-mana puisi ini muncul deh…

Reply

fadlymuin August 11, 2010 at 20:23

oh gitu yah?

Reply

rismaka August 23, 2010 at 19:23

Agus Siswoyo,

Puisinya muncul di mana aja mas?
Ini bisa dikategorikan sp*am ga mas? :lol:

Reply

mh August 9, 2010 at 06:34

porno itu sudah ada sejak jaman nabi adam, dan tidak pernah hilang sampai sekarang…

Reply

Iwan Kus August 9, 2010 at 13:58

wuih gak nyangka mas hengky turunan highlander
dah hidup sejak jaman dulu wkkwkkwkk

Reply

fadlymuin August 10, 2010 at 15:35

sudah mendarah daging..

Reply

Cara Membuat Facebook August 9, 2010 at 12:11

saya harap masalah tersebut sudah dapat diatasi

Reply

fadlymuin August 10, 2010 at 15:37

semoga..

Reply

Iwan Kus August 9, 2010 at 13:55

menurut saya kontrol terhadap diri sendiri adalah benteng utama
dan hal inilah yang harus diajarkan
terutama dalam keluarga

Reply

fadlymuin August 10, 2010 at 15:38

saling mengingatkan, terutama untuk diri sendiri. ini yang terberat. sebab tidak yang bisa melarang. kecuali memang sudah terkunci oleh hati

Reply

Andrik Sugianto August 9, 2010 at 20:29

lama gak komen disini mas fadly, jd kangen juga!! gak komen lho ya, bkn gak berkunjung, soale tiap hari2 main kesini cuman g ninggalin jejak.

back to topic, internet sehat…hmmm sebuah impian, tapi dalam perjalanannya cukup susah juga, tapi bukan tidak mungkin kan?

Reply

fadlymuin August 10, 2010 at 15:39

apa khabar mas Andrik?

internet sehat, impian memang. tapi bisa dimulai dari diri sendiri azzalah..

Reply

Imam Herlambang August 10, 2010 at 12:12

mewujudkan itu pun butuh waktu yang tidak sebentar Mas, tapi menurut saya, konten pornografi susah untuk di hapus, karena terus berkembangnya internet sebagai media komunikasi .

cara nya adalah, memulai dari diri sendiri dan lingkungan yang kita tempati untuk tidak menggunakan konten pornografi :)

Reply

fadlymuin August 10, 2010 at 15:40

pada akhirnya itu adalah jalan pamungkas yang bisa kita tempuh mam. setuju!

Reply

Agus Siswoyo August 11, 2010 at 03:36

Pornografi, banyak yang cari dan banyak pula yang berusaha menyingkirkan. Sifatnya relatif sih. Bagi orang dewasa 40 tahun ke atas yang butuh ‘doping’ konten XXX dalam kehidupan seksual mereka tentu relatif bermanfaat… :D

Reply

abdoo August 11, 2010 at 03:50

Masuk akal mas tapi kayaknya ga selalu yang 40 tahun ke atas deh,:D.

Reply

fadlymuin August 11, 2010 at 20:24

apakah ini semacam legitimasi mas?

Reply

Octa Dwinanda August 11, 2010 at 08:24

makanya saya dukung depkominfo….. mudah-mudahan berdampak positif terhadap perkembangan internet kedepan

Reply

fadlymuin August 11, 2010 at 20:25

khabar terakhir sudah 200 situs prono di blokir.. kita tunggu saja mas. gerakan selanjutnya mas

Reply

Arief Rizky Ramadhan August 11, 2010 at 12:56

mas ikutan buka bersama dengan insan.or.id yuk hehehe sambil bahas tentang internet sehat dan aman juga…

Reply

fadlymuin August 11, 2010 at 20:25

kapan dan dimana rief?

Reply

Arief Rizky Ramadhan August 15, 2010 at 13:44

waah udah lewat mas.. kalau mau ikut buka bareng pak jonru aja mas… isya allah saya ikut juga..

infonya ada di twitter pak jonru…

Reply

Yohan Wibisono August 12, 2010 at 14:24

Salam Kenal dariku, artikel menarik :D Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin :D

Reply

fadlymuin August 13, 2010 at 14:12

salam kenal juga mas Yohan
makasih :)

Reply

bundadontworry August 12, 2010 at 18:59

mungkin perlu juga dari para pengguna internet utk mengetahui lebih jauh lagi, manfaat positif dr internet yg luar biasa , bukan hanya kontennya saja, tapi juga perilaku pengguna , intinya gitu khan Mas ?
salam

Reply

fadlymuin August 13, 2010 at 14:13

nah.. iya bener tuh bunda

Reply

Leave a Comment

{ 1 trackback }

Previous post:

Next post: