Menjelang senja, sepasang kekasih muda-mudi sedang asyik duduk berdua di tepi pantai. Di temani gemuruh ombak yang berkejaran. Mereka asyik bercengkrama, berpandangan dan saling membelai. Sambil mengelus rambut kekasihnya yang halus, sang lelaki berucap, “Sayang, tahu kau betapa aku mencintaimu?”.
Mendengar ucapan kekasihnya, si gadis seakan ingin segera membelas perasaan itu. Iapun berucap. “Apakah kamu tau, bahwa cintaku melebihi dari apapun di dunia ini. Mungkin kamu tidak pernah tau, bahwa cintaku melebihi dari yang pernah kau duga”
Sementara itu, di tempat dan waktu yang berbeda. Seorang ibu separuh baya sedang duduk menemani anaknya sarapan pagi, yang siap untuk berangkat ke sekolah. Sang ibu dengan penuh perhatian menyiapkan perlengkapan yang akan di bawah anaknya. Mulai dari sepatu sampai tas, semua tak luput dari perhatian sang ibu. Sebelum anaknya benar-benar siap dan ia yakin semuanya sudah beres, ia sepertinya belum puas.
Sampai anaknya benar-benar menghilang di ujung jalan, sang ibu baru merasa tenang, karena merasa semua perlengkapan anaknya sudah beres. Sekaligus mulai di serang rasa cemas dan rindu akan anaknya. Dalam hati sempat terlintas di fikirannya,
Seandainya bisa. Mungkin aku tak ingin melepaskanmu nak. Biarkan saja engkau tetap berada dalam pelukan hangatku. Sembari menghibur perasaannya ia berucap, “nak.. ibu sangat mencintaimu”.
Lain halnya dengan seorang yang ahli ibadah. Sepanjang hidupnya, perasaannya selalu di isi dengan rasa rindu mendalam terhadap Sang Ilahi. Seakan-akan ada rasa menyesal berada di dunia ini. Satu-satunya alasan ia masih bertahan di dunia ini, karena takdir ilahi yang menetapkan ia harus berada di dunia ini sampai ajal menjemputnya. Kalau saja boleh ia meminta agar umurnya di perpendek, dan perjumpaannya dengan Kekasihnya di percepat. Baginya tak ada lagi alasan untuk berlama-lama berada di dunia ini.
Sahabatku,…
Apa makna cinta menurut anda?
Apakah cinta sebatas perasaan dua kekasih, atau cinta itu idealnya seperti perasaan ibu kepada anaknya, atau cinta itu seharusnya sakral, layaknya seorang hamba yang mencintai Tuhannya?
Mari kita renungkan sejenak…
Apakah selama ini kita sudah memaknai cinta dengan arti yang sebenarnya. apakah kita mengenal cinta selama ini sebatas pengertian rasa ingin memiliki? Sesungguhnya cinta itu memberi makna yang jauh lebih luas dari apa yang kita duga sebelumnya. “Karena Cinta adalah soal hasrat kerinduan yang dalam”.
Betapa sang kekasih merindukan dan menginginkan untuk tetap bersama dengan kekasihnya. Betapa sang ibu sangat mengasihi anaknya melebihi apapun di dunia ini. Betapa sang ahli ibadah merindukan perjumpaan dengan Sang Pencipta. Semua itu karena ada cinta didalamnya.
Pengorbanan dan air mata sang ibu demi membesarkan anaknya, karena di selimuti nilai-nilai cinta yang murni jauh di dalam lubuk hatinya. Tak ada seorangpun yang mampu memecah perasaan cinta ibu kepada anaknya.
Perasaan syukur yang berlimpah kepada sang ilahi, seorang hamba begitu mengagungkan sang Ilahi. Merasakan kasih sayang Tuhan, membuatnya kehilangan perasaan lain selain Cinta yang bersemi terhadap pencipta alam semesta ini.
Mungkin dalam kehidupan kita masing-masing, kita begitu terlena dengan pemuasan hawa nafsu. Mengutamakan kepentingan ego di atas segala-galanya. Kita seakan sudah kehilangan perasaan lemah lembut kita sebagai seorang manusia.
Arus perubahan modernisasi, telah meyeret kita kepada pemahaman yang individualistis. Rasionalitas selalu menjadi pemimpin bagi diri kita. seakan segala sesuatu hanya bisa diselesaikan dengan logika yang rasional. Seorang pengemis tua, bias kita cela dengan pertimbangan rasionalitas. Bahwa kenapa semenjak muda ia tidak berusaha agar menjadi orang sukses dan tidak perlu menjadi pengemis seperti sekarang ini.
Kita mungkin bisa berkata tegas, kepada saudara kita yang lemah. Dengan pertimbangan rasionalitas. Tapi bagi mereka, perkataan kita itu bisa terasa pahit dan menyakitkan hati. Mereka merasakan perkataan kita ibarat pedang yang mengiris kulit mereka. Sakit dan perih!
Tanpa terasa waktu terus bergulir. Sekarang sudah masuk ke tahun 2010. kita bisa renungkan sudah berapa lama kita berdomisili berapa lama lagi kita akan tinggal di dunia ini. Sudahkah kita memiliki Cinta?. Sudahkah kita menyelimuti hati ini dengan segenap cinta? Apakah kita bisa memberikan kesejukan bagi orang lain? Semua itu hanya bisa di jawab dengan waktu!
Begitu banyak perilaku – perilaku yang berbenturan dengan nilai-nilai cinta.akankah kita ikut sebagai bagian dari mereka. Sekaranglah saatnya untuk menjawab…
Salam Hangat Penuh Cinta!
Share



{ 34 comments… read them below or add one }
Ijin mengamankan pertamaxx dulu mas Fadly…
he he he… selamat, anda sudah pertamax
Hmm…sudah di baca, selalu inspiratif artikelnya..Memaksa kita untuk introspeksi diri bagaimana selama ini menyikapi cinta. Seperti apa perasaan yang selama ini kita sebut cinta.
Terima kasih mas Fadly..
Salam Hangat..
ini hanya sucil makna yang bisa saya ungkap tentang cinta mas, saya yakin di luar sana, maknanya bisa beragam kok…
waduh belum pernah baca2 soal cinta2an nih sebelumnya…
bisnis internet melulu hehehe…
makanya mas iwan, supaya kita makin segarrrr…. gimana lanjutkan atau tidak nih..?
lanjutkan!
siap pak….!
hmmm hayaknya mas fadli lagi berbunga2 dengan cinta neh.. artikelnya tentang cinta….
iya kayak lagi berdiri di tengah taman bunga nih… mau ikutan mas??
Waduh mas fadly serasa lagi membaca cerpen nih, peluang bisnis juga nih mas kalau sampai di muat di media cetak…:)
doain aja mas, tahun ini saya impian saya menerbitkan buku. apakah yang fiksi atau non fiksi. saya sedang mencari yang tepat di hati saya mas..
wah ampundech kalo ngomong cinnta-cintaan, hehehhe
cinta=universal, setuju pak?
tugas semua untuk membanjiri hatinya dengan cinta
tx
setuju pak
karena cinta juga saya suka main ke blog teman-teman, termasuk shalimow.com
salam kenal pak
blognya bagus
smoga bisa saling kunjung
salam kenal juga, thanks sudah mampir..
walah…. ada blogger cinta nih
ada peristiwa apa nih mas, sampe-sampe bikin artikel tentang cinta…. lagi puber kedua ya… hehe
ga ada peristiwa yang heboh sih.. cuma kebetulan saja dewi cinta mampir di hatiku…
salam kenal mas Fadly,
soal cinta.. tak akan ada habis habisnya dibicarakan dan diberi definisi. tentu saja tiap tiap individu akan mendefinisikan cinta melalui persepsi dan pengalaman hidupnya masing masing sesuai karakter dan juga usia. Cinta… sang Khalil Gibranpun mengungkap banyak definisi tentang cinta. Dan cinta tak hanya milik makhluk hidup, tetapi juga benda2 yang kita anggap bukan makhluk hidup. lihat saja alam semesta, begitu penuh cinta, setia berputar memutari langit yang berlapis lapis.
wah.. kepanjangan ni.. komentnya ya..
masing-masing orang memang memiliki persepsi berbeda tentang cinta. tapi ada satu hal yang bisa kita akui bersama. “cinta menciptakan kehidupan yang lebih damai”
di awal tahun ini, musibah menimpa keluarga blogger kita hehehe… selamat jalan mashengky.com
eh ada apa mas, siapa yang terkena musibah??
Wah, artikelnya romantis tapi filosofis ms fadly.Hehehehe…agak berbeda sama yang kemarin waktu cerita gurita cikeas.Semakin sy sering main keblog ini, semakin banyak ilmu yang saya dapat : mulai filosofisnya, perbandingan basic pemikiran kayak kmrn (bisnis-islam-humanisme,lalu skrng (romantisme-keluargaisme(ibu)-islam) dan tulisan yg sistematis. Selamat ms atas kualitas tulisannya, saya perlu banyak belajar dari ms fadly.
jadi malu kita…. he he he..
silahkan pantau terus perkembangan tulisan saya mas. nanti akan berguna jika saya minta testomoni untuk penertbitan buku saya tahun ini. ini impian tahun 2010. doakan yah mas Arkum
Ya ms, sekalian saya juga belajar nih.Insya Allah, saya bisa dimintai bantuan utk testimoninya.Dan ini kebanggaan saya dipersilahkan utk itu.Smoga tambah sukses ditahun ini y mas.
Oh ya sm terima kasih ya ms, udah dipenuhin janjinya ngirim artikel hariannya ms fadly.
sama-sama mas….
Setiap manusia memiliki cinta sebagai salah satu fitrahnya. Namun “bukan cinta” jika di lingkungan kita belum merasakan cinta dari kita…
wouw… ga nyangka, kata2 terakhir benar2 menyentuh bro..!
Kalau makna cinta menurut saya mas fadly itu sangat mendalam sekali.Karena cinta itu merupakan hubungan kasih sayang antara seseorang dengan sesama dan Sang Pencipta.
substansinya saja mas, kemana dan dimanapun kita meempatkan “cinta” dengan hakikat yang sama, maka perasaan damai bisa tercapai..
aku hidup selama ini tak punya pegangan, aku jalani hidup bagaikan hidup dalam hutan belantara tak tahu jalan keluar
kenapa tidak mencoba mencari percikan cahaya disekitarnya?
wow asik skali mas kata-katanya bisa menjadi inspirasi dan motivasi…smoga berguna tuk kita semua amin….