Patuh

by Fadly Muin on May 26, 2010

Dalam hal tertentu, patuh masih identik dengan sebuah keluguan. Ketakutan untuk mencoba hal-hal baru atau bahkan berontak dan keluar dari pakem.

Dari kecil kita sudah di tanamkan sifat kepatuhan. Patuh sama dengan anak baik. Berontak sama dengan anak nakal. Sepanjang pertumbuhan anak-anak menuju dewasa, kita sering di jaga dengan nilai-nilai kepatuhan. Melenceng dari situ, sama artinya mengabaikan nilai-nilai luhur.

Tujuannya, agar kita bisa menjadi manusia baik, berguna dan bisa menjadi harapan orang tua. Klasik memang…

Dalam kondisi yang berbeda. Kepatuhan ternyata menciptakan stagnasi. Hilangnya daya kreatif dan tumpulnya upaya untuk berinovasi. Dikaitkan dengan dunia bisnis. Patuh pada nilai-nilai terdahulu tanpa melakukan atau merspon perubahan jaman, sama artinya tidak mampu untuk bersaing. Tidak mampu berkembang dan bertumbuh secara progresif.

Namun terlepas dari itu,  sejatinya, patuh sebenarnya sangat jitu dijadikan semacam alat untuk mengontrol orientasi seseorang mencapai sebuah tujuan.

Karena kepatuhanlah, kita jadi tunduk akan aturan main yang ada. Kepatuhan jualah yang menciptakan ketarutaran sosial yang lebih luas. Kita jadi patuh pada simbol-simbol. Patuh berlalu lintas dan sebagainya.

Kalau nilai patuh ini kita petik dan kita sisipkan sebagai alat kontrol hidup kita. Sebenarnya bisa dan cocok untuk optimasi keseriusan.

Dalam hal mencapai tujuan hidup. Misalkan seseorang yang ingin menjadi pebisnis, maka mau tidak mau, ia harus mengerti caranya. Untuk mengerti itu, tentu ia harus patuh pada sifat pebisnis, antara lain harus memiliki mind set hebat, berani gagal, berani mencoba, dan sifat-sifat tangguh lainnya yang mendukung hasrat untuk menjadi pebisnis unggulan. Jika menolak itu, sama artinya dengan gagal. Tujuan untuk jadi pebisnis akan jauh dari jangkauan.

Dalam contoh lain, misalnya ingin meniti karir. Tapi enggan melemar kerjaan. Tidak tau memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengannya. Menolak banyak ajakan untuk bergabung bersama teman-teman lainnya.

Atau walau sudah jadi karyawan, tapi enggan mengembangkan diri agar bisa menjadi karyawan berprestasi dan berkualitas. Tidak patuh pada ketentuan kantor yang sudah di buat. Lambat laun, jenjang karir seseorang yang seperti itu, sudah bisa di tebak. Biasa-biasa saja atau menunggu waktunya saja untuk keluar.

Masih banyak contoh-contoh lain sebenarnya. kalau di ceritakan semua terlalu panjang. Tapi intinya Patuh merupakan salah satu sifat yang pantas dijadikan kunci-kunci keberhasilan seseorang.

Nah, jika kita berkeinginan mencapai sebuah tujuan, mencapai impian dan hasrat-hasrat lain yang ”menggoda”. Maka PATUH adalah kunci sukses yang layak dijadikan pegangan. insyaAllah…

{ 72 comments… read them below or add one }

Erdien May 26, 2010 at 05:23

Coba, ini awalan nggak ya?!!

Reply

Erdien May 26, 2010 at 05:32

Wew…. komengku yang seriusnya malah ngabur Mas! Kejepit pintu apa?

Reply

Erdien May 26, 2010 at 05:35

Saya coba kirim lagi aza ya yang ini:

Kepatuhan tidak berarti ketakutan untuk berekpresei, bereksplorasi, atau berinovasi yang akhirnya mematikan kreatifitas. Kepatuhan ialah keajegan untuk mengikuti jaur yang benar dalam menjalankan hasrat itu.
Oleh karena itu, dalam konsep pendidikan anak pun, kepatuhan ditanamkan bukan dengan “Larangan-Larangan” melainkan dengan “arahan-Arahan” yang tepat sehingga anak tetap bisa bereksplorasi dengan kreatif tanpa membahayakan dirinya.
Begitu kiranya yang saya pikir tentang kepatuhan itu.

Reply

fadlymuin May 26, 2010 at 08:31

iya mas, artinya melebur dan memformulasikannya dalam konteks untuk pencapaian yang lebih baik yah.. saya sepakat kok, justru pemikiran di atas menggambarkan hal itu. trims perluasan maknanya mas

Reply

Erdien May 26, 2010 at 08:36

Hehehe… sip, sama-sama Mas :)

fadlymuin May 26, 2010 at 08:29

he he he.. iya nih, akhir2 ini aki makin ganas.

Reply

fadlymuin May 26, 2010 at 08:28

cocok mas… :D

Reply

hakim May 26, 2010 at 05:57

kepatuhan harus di ikuti dengan konsistensi untuk melaksanakannya,insya Allah sukses

Reply

fadlymuin May 26, 2010 at 08:32

inysaAllah mas.. kalau tidak konsisten biasanya mudah tergoda dengan hal-hal baru yang belum tentu cocok untuk kita raih..

Reply

mh May 26, 2010 at 06:48

ini gambaran pemikiran mas FM yang masih terbawa kondisi ORBA ya? Padahal sejak tahun 1999, kita sudah merdeka secara informasi dan dunia sekarang tergantung pada individu yang memiliki profesionalitas tinggi di bidangnya.

sudah tidak jaman lagi ada boss-bossan.

Reply

fadlymuin May 26, 2010 at 08:36

masa sih gan…? :)
tapi sebenarnya Arti patuh disini dalam konteks analogi saja loh mas.
saya petik analoginya dan di tempatkan dalam konteks untuk menciptakan disiplin untuk mentaati “aturan main”. Bukan untuk menciptakan individu yang tanpa hasrat.

Reply

mh May 26, 2010 at 10:09

oh gitu? berarti saya bablas analogi dong? hihihi.. maap juragan…

Reply

fadlymuin May 26, 2010 at 10:17

ok gan.. mungkin terlalu esmosi gan … :D

Reply

mh May 26, 2010 at 10:19

maklum gan, dulu orang chinese selalu jadi kambing hitam hihihi

fadlymuin May 26, 2010 at 13:52

kalau masalah sentimen rasialis, saya juga tidak sepakat mas. terlalu banyak energi untuk mempertahankan perbedaan ras. mendingan saling akur dan saling mengisi….

Agus Siswoyo May 26, 2010 at 07:43

Saya setuju, jika patuh itu diartikan sebagai disiplin diri. Bagaimanapun kita masih butuh order/aturan yang peranannya menciptakan keselarasan dalam kehidupan. Beda lagi kalau kita tinggal di hutan dimana tidak perlu lagi aturan. Yang ada adalah naluri untuk mempertahankan hidup.

Reply

fadlymuin May 26, 2010 at 08:38

beul mas..
kurang lebih arahnya memang untuk menciptakan kedisiplinan seseorang mas. kalau tidak ingin ada aturan main kita bisa bayangkan betapa repotnya dunia ini.

Reply

Agung Prasetyo May 26, 2010 at 18:52

Lebih kurang tanggapan saya mengenai kepatuhan ini sama dengan mas Agus, yaitu displin.

Dalam bidang apapun pastinya membutuhkan kepatuhan terhadap aturan tertentu. Kebetulan saya dulu pemain sepakbola, pastinya harus mengikuti porsi latihan dan aturan dilapangan. Tentunya yang paling utama “fairplay”.

Mungkin itu alasan saya, patuh = displin.

Reply

Agus Siswoyo May 26, 2010 at 22:16

wow, baru kali ini saya ketemu blogger yang atlet bola. lihat ke TKP ahh…

Reply

ago May 26, 2010 at 08:43

Patuh pada aturan?? Bisa, sebatas aturan itu ada dengan metode win-win solution. he he he

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 16:56

aturan itu di buat untuk penciptaan stabilitas khan…

Reply

yanti yulianti May 26, 2010 at 09:59

Saya kira kepatuhan masih diperlukan sebagai bentuk disiplin diri. Tentu saja kepatuhan yang berasal dari hati nurani, bukan otoriter. Jika kepatuhan dikaitkan dengan tidak kreatif, kreatif juga butuh kepatuhan untuk mengembangkan diri.

Reply

fadlymuin May 28, 2010 at 07:26

untuk hal itu saya sepakati mbak. memang patuh masih diperlukan untuk menciptakan suasana yang terarah. bukan dalam konteks mematikan kreatifitas

Reply

darahbiroe May 26, 2010 at 10:02

kepatuhan dengan ketakutan mungkin memang tipis banget yaw perbedaaanya
makasih
:D

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 16:56

ibaratnya mereka itu adik kakak :D

Reply

antokcupu May 26, 2010 at 10:03

aturan kan ada untuk dilanggar hehehhe
smoga ajah aku patuh pada aturan yang bener2 bisa dipertanggung jawabkan

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 16:57

ini slogan anak hukum. alumni anak hukum yah? :)

Reply

rudy azhar May 26, 2010 at 17:02

saya orangnya termasuk kurang PATUH, makanya bisnis yang saja jalani agak lamban perkembangannya, thanks atas informasinya Mas…….

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 16:58

sama-sama bos :D
mudah-mudahan bisnisnya makin fokus yah Mas Rud..

Reply

ismail May 26, 2010 at 19:17

Kepatuhan akan menjadikan orang lebih tertuntun arah hidupnya. Begitu juga dengan tujuan sukses/bahagia yang kita harapkan tentu syarat akan kepatuhan.

Nice Posting Mas.

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 16:59

yups.. anda mendapat poinnya mas Ismail. Selamat!

Reply

ismail May 27, 2010 at 21:15

Terima Kasih Mas Fadly, eh dapat hadiah donk… hi..hi…

Reply

TuSuda May 26, 2010 at 19:25

Apa yang dimaksudkan dalam hal ini, agar berlangsung tertib dan teratur dan terarah, tentu setiap orang mesti menjalani dan mentaati aturan main yang telah disepakati bersama.

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 17:00

… demi pencapaian yang optimal…”

setuju bli…

Reply

Suarakelana May 26, 2010 at 20:28

istilah patuh akhir2 ini memang udah banyak berkurang peminatnya mas. Bahkan istilah disiplin juga mulai tergerus. Karena terkesan “buruh” banget. Kalah pamor sama istilah kebebasan, kreatif, out of the box, nyeleneh. Padahal dirasakan masih perlu juga.
Makanya sekarang lebih sering dipakai istilah komitmen dan integritas. Masih sejiwa kayaknya.
(Bingung mod : ON..)

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 17:03

iya juga pak.. Kata “Patuh” sudah terlalu jadul. di kuping rasanya sudah kering bak kerupuk. padahal hakikat dan fungsinya masih sanagt di perlukan.

ini hanya masalah kecakapan memetik poin penting saja pak Hery.. (jangan bingung dot com )

Reply

Delia May 26, 2010 at 21:18

Berarti kepatuhan lia untuk tidak buka usaha namun meneruskan bisnis ortu bisa membuat lia sukses nantinya ya pak..
(nggak nanya kata Pak Fadly :D )

Patuh mengingatkan lia akan salah satu jargon “monkey see monkey do”… menuruti, melakukan apa yang disuruh tanpa mikir…….Patuh yang seperti ini yang gak boleh ditiru….

Patuh tanpa alasan nggak membawa arti apa2 pada kedua belah pihak …… Jika kepatuhan pada aturan membawa kemajuan pada kita dan organisasi baik bisnis, kerjaan harus diikuti..
kalo malah menghambat tidak ada salahnya kita untuk intrupsi..

Jujur pak.. kata2 patuh disini agak membingungkan lia T_T

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 17:09

untuk lebih jelas, saya jawab per paragraf yah.

paragraf pertama, jawabannya Bukan Delia :D
yg dimaksud disini adalah, jika kita bicara bisnis. maka patuh disini lebih menekankan pada sifat bisnis itu sendiri. bukan masalah “penentuan meneruskan atau tidak”

Paragraf Kedua, tentu saja saya tidak menganjurkan cara ini :)

Paragraf ketiga, yups.. kurang lebih saya setuju nih

intinya, saya hanya mencoba mengambil “sifat patuh” dan di tempatkan pada situasi tertentu, sebgai alat kontrol agar tujuan yg ingin kita capai, bisa terwujud.

Reply

delia May 28, 2010 at 00:57

Sipppp pak…
Tak pikirin paragraf pertama dijawab dengan timpukan sendal :mrgreen:

Patuh deh kalo begitu ^_^

Reply

fadlymuin May 28, 2010 at 07:26

saya tak suka melempar sendal Delia..
mendingan melempar senyum manis :)

Reply

delia May 29, 2010 at 15:56

Iya pak…
percaya banget :D
wekekkekek

Arief Rizky Ramadhan May 27, 2010 at 05:37

yap betul mas.. kemarin sebuah lembaga bimbingan belajar datang ke sekolah saya dan mengadakan presentasi, kalau terlalu patuh juga akan menumpulkan daya kreatif kita dan cenderung menjadi pengikut. Makanya untuk tetap kreatif dan patuh harus diseimbangkan.
kalau tidak salah dalam presentasinya itu merah dan biru harus seimbang…

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 17:15

oh gitu yah rief.. bagus dong jadi dapat pencerahan.
mungkin sebelum ke sekolahmu, dia sudah baca tulisan ini he he he…

Reply

Arief Rizky Ramadhan May 27, 2010 at 19:56

hehehehe mantap mas ! tapi jam istirahat saya diambil karena kegiatan ini jadi gantinya kelas saya istirahatnya saat jam pelajaran wkwkwkwk

Reply

budiarnaya May 27, 2010 at 06:26

“patuh sebenarnya sangat jitu dijadikan semacam alat untuk mengontrol orientasi seseorang mencapai sebuah tujuan”.
Sangat setuju mas, karena itu akan menciptakan suatu kedisiplinan dalah diri, sudah terbukti mas….saya alami, trims

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 17:17

oh ya? pengelaman menarik nih.. mantap..mantap.

Reply

aas maesyanurdin May 27, 2010 at 06:31

Patuh dalam suatu sistem atau organisasi adalah comply terhadap prosedur standar operasi atau aturan2 dalam sistem atau organisasi tersebut.
Seperti mesin, kalau ada bagian tertentu yang tidak berfungsi, otomatis akan mengalami gangguan bahkan tidak bisa hidup sama sekali.
Skala dan intensitas kepatuhan seseorang nantinya akan ditentukan oleh eksistensinya dalam sistem atau organisasi tersebut.

Reply

fadlymuin May 28, 2010 at 07:28

disini terdapat poin “keseriusan” yang profesional ya mas..?
jika sudah masuk ke dalam taraf simulasi aktif, patuh adalah sebuah keniscayaan yang tak boleh di remehkan

Reply

Khalid Abdullah May 27, 2010 at 06:49

kalau dalam ptr, patuh untuk mengerjakan job yang diberikan adalah mempebaiki kualitas blogger itu sendiri dimata broker dan advertiser…. gurakrak ! nyambung gak ya komentar saya ?

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 17:21

nyambung sih, dikit :D

tentu saja, untuk kelancaran mengikuti bisnis PTR kita harus patuh pada TOS yg di buat. intinya sih, akur dan menerima aturan mainnya juragan :D

Reply

Ahmad IM-bisnis May 27, 2010 at 07:20

anak yang patuh, harapan orangtua
orangtua patuh, harapan masyarakat
masyarakat patuh, harapan negara
kepatuhan harapan semua!
sudahkah anda bersikap patuh terhadap aturan di sekeliling anda? yuk patuh!

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 17:23

Tanpa banyak komentar,
Hanya memberikan pertanyaan Maut.

tentu saja hanya bisa di jawab dengan perbuatan.

Reply

Imamz May 27, 2010 at 11:47

betul Mas! patuh itu memang perlu . tapi kita juga jangan terlalu patuh dengan segala keadaan :)

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 17:25

loh kalau semuanya kita patuh, bisa gawat tuh mam :)

Reply

Imamz May 27, 2010 at 17:45

Hehehe betul Mas . jangan patuh sama semuanya lah

Reply

mh May 27, 2010 at 12:46

patuh dalam bahasa bali artinya apa gan?

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 17:26

wah.. saya tanya RT saya dulu gan.. :D
ane juga kagag tau juraganku..

Reply

T. Wahyudi May 27, 2010 at 14:20

siap mas…. laksanakan…. :D

Reply

fadlymuin May 27, 2010 at 17:30

weih… akhirnya bisa bebas juga mas?
alhamdulillah…

Reply

Khery Sudeska May 27, 2010 at 20:44

Kalau saya coba mencerna, patuh yang Abang maksudkan disini mestilah ditempatkan dan digunakan secara proporsional dengan dasar pertimbangan adalah situasi, kondisi, dan waktu…

Reply

fadlymuin May 30, 2010 at 12:04

arahnya memang kesana Mas Khery.
Patuh adalah sebuah hakikat. sebuah sifat yang mumpuni dijadikan senjata untuk mengawal perjuangan..

Reply

arief maulana May 28, 2010 at 05:47

yang jauh lebih sulit… mematuhi aturan yg kita buat dan tetapkan sendiri. Karena kontrol sepenuhnya ada di tangan kita. Mau dilanggar jg yg kasih hukuman kan kita sendiri. Lain dengan aturan orang lain. Betul ngga?

Reply

fadlymuin May 28, 2010 at 07:29

betul banget mas…

Reply

arif May 28, 2010 at 06:26

patuh melatih ego :)

Reply

fadlymuin May 28, 2010 at 07:29

yes

Reply

arsumba May 28, 2010 at 08:56

yeah.. nampaknya komentar mas arief maulana benul banget.. ternyata sulit patuh pada peraturan yang kita buat sendiri..

Reply

fadlymuin May 30, 2010 at 12:05

bener crit, manusia tak ada yg sempurna. kita hanya bisa berjalan menaju kesana. yang terpenting bagaimana kita melakukan perjalanan itu..

Reply

Ronaldo Rozalino May 30, 2010 at 14:25

PATUH…..Pahit Tapi Untuk Hebat ! nga nyambung ya Mas…!oke deh

Reply

Ronaldo Rozalino May 30, 2010 at 14:32

Kepatuhan Berlaku Buat Seluruh Kalangan dari Atasan dan Bawahan, rekan kerja..!!!Namun banyak kesenjangan kepatuhan hanya berlaku buat kalangan bawah saja ..! Maalangnyaaa

Reply

bundadontworry May 31, 2010 at 11:06

kepatuhan juga bukan berarti mengekang ekspresi diri dan inovasi yg bisa kita hasilkan.
kepatuhan adalah sarana kita utk tetap mencapai target namun dlm koridor yg jelas.
salam

Reply

thynie & shanty July 6, 2010 at 16:34

alhamdulillah…
saya patuh terhadap orang tua saya…

Reply

ruli fajri March 1, 2011 at 10:48

makasih ya……
skr q insya allah akan menjadi anak yg patuh …..
Amiiien

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: