Saya fikir, semua orang menginginkan kebahagiaan yang hakiki. Tapi faktanya keinginan dan realitas seakan berada dalam ruang dan waktu yang berbeda. Sehingga Rasa Bahagia yang diinginkan tak pernah kunjung datang.
Jika parameter kebahagiaan masih bersifat kebendaan. Atau yang bersifat jasmani. Artinya rasa bahagia itu benar-benar bisa di sentuh. Itu artinya kita semestinya bisa dan harus memiliki target kondisi yang harus di capai. Kondisi yang bisa dirasakan secara nyata.
Artinya dengan pencapaian terhadap situasi, yang kita idamkan tersebut, maka kebahagiaan pasti akan di rasakan.
Sayangnya, prediksi seperti itu tidak selalu benar. Karena fakta social mengatakan “manusia tidak akan pernah puas”. Apapun hasil yang telah di capai ia tidak akan pernah merasa puas.
Lalu kemanakah perasaan bahagia itu?
Apa syarat agar rasa bahagia itu benar-benar menjadi milik kita dan merupakan bagian dari kepribadian kita?
Bagi saya……….,
Kebahagiaan itu adalah Soal Rasa!
Manusia itu adalah makhluk unik, adaptif dan fleksible. Dengan karakter itu, semestinya rasa bahagia itu sudah inhern di dalam diri kita masing-masing.
Rasa bahagia itu sudah ada dan sudah kita miliki. Tapi kita selalu saja membubuhi kata Tidak di depan Kata Bahagia. Sehingga rasa Bahagia, benar-benar tidak pernah bisa kita rasakan.
Tapi sebagai manusia biasa, saya sadar bahwa kesadaran untuk bisa merasakan kebahagiaan itu perlu kemampuan rohani yang jernih. Kepekaan rasa untuk bisa mengolah perasaan yang bercampur baur di dalam jiwa kita.
Dan semua itu perlu waktu untuk belajar “menyadari”.
Yah! Sadar akan kenyataan yang harus kita jalani. Belajar menerima segala ketetapan yang sudah di buat oleh Sang Pencipta.
Belajar menyadari bahwa realitas ini tidak bisa di genggam sebagai kondisi statis yang bisa kita bentuk sesuai dengan keinginaan kita semata. Tidak!
Tapi realitas ini adalah kondisi social yang terdiri dari beraneka ragam keinginan. Termasuk didalamnya keinginan kita.
Jadi kesimpulan sementara, syarat untuk menjadi bahagia menurut saya adalah simple saja, yaitu “belajar menyadari”.
Semakin pandai kita menyadari kenyataan social ini, maka semakin besar perasaan bahagia yang kita miliki.
Kalau menurut anda bagaimana?
Share



{ 22 comments… read them below or add one }
banyak bersyukur –> bahagia –> tambah bersyukur –> tambah bahagia.
That’s my point!
point yang sangat tepat mas!
kesadaran akan mengantarkan kita untuk selalu bersyukur.
saya nggak ngerti maksud dari kata bahagia..
masa sih seorang Hengky ga ngerti maksud dari kata bahagia?? he he he
bahagia memang tidak perlu dimengerti tapi dirasakan. bukan begitu mas hengky
salah satu jalan menuju kebahagiaan yaitu berhenti khawatir tentang hal-hal yang berada di luar kuasa kita.
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
bisa begitu mas Octa. bisa juga mencari jawaban atas kekhawatiran kita. karena fikiran manusia ini liar, tidak bisa di stop. yang ada kita hanya bisa monitoring..
kata bahagia adalah untuk mendefinisikan suatu rasa “kepuasan terdalam” pada suatu moment hidup manusia , misalnya :kebahagiaan saat menikah,rasa bahagia bersama dia, merasa bahagia dengan seluru kondisi kehidupan yg di alami sekarang. memang beda tipis dan relatif antara makna: puas,senang,nikmat (memang cuma arti kata), tapi dalam suatu diskusi mesti di capai kesepakatan definisi dulu.
Apa syarat untuk bahagia selamanya?
- menyadari diri kita dari mana dan mau kemana, sehingga paham sebaiknya sekarang ngapain, dan selanjutnya gimana
sekarang sebaiknya ngapain?
- menurut “si bahagia” pendamping saya sekarang sebaiknya saya nulis komen ini, karena ada “si bahagia lain” yg memanggil si bahagia yg selalu ada disebelahku ini.
“jaka sembung pake dasi”
“bukan menggurui tapi niat sharing dan diskusi”
karakter ini yg menonjol dari bang iwan. pandangan-pandangan filosofis dan bersifat sosial, sangat kental. thanks bro
memang antara makna dan definisi kalau tidak pas mengartikannya, implementasinya bisa jadi bias dan tidak jelas.
wah! salah satu tanda orang bahagia yang sejati kalau bisa bersyukur, dan membagi kebahagiaannya dengan yang lain
bersyukur dan berbagi, memang menambah nikmatnya kebahagiaan.
saya kok tambah bingung dengan definisi bahagia itu sendiri…. -_-a
bahagia = sadar? = bisa dengan bersyukur?
tambah bingung saya mas muin..
begini…
Kebahagiaan itu khan ungkapan perasaan suka/senang/gembira/ceria yg semua itu bisa kita rasakan jika kita memiliki kesadaran. sadar bahwa kita hanya manusia biasa yg pebuh keterbatasan.
jadi…
sebagai contoh, dengan belajar bersyukur, maka semakin membuka peluang untuk kita, agar bisa merasakan kebahagiaan atas nikmat yg sudah kita rasakan.
kira-kira begitu deh
Resepnya :
1. Nikmati apa yang ada.
2. Jangan selalu melihat ke atas.
3. Belajar menerima realitas.
4. Jauhkan dari rasa dengki dan iri.
5. Selalu bersyukur.
poin2 yg membantu mas Sugi.
Buat saya sih bahagia itu simpel, Bahagialah ketika orang lain bahagia, Dan bantulah ketika orang lain kesusahan.
Salam kenal..
Salam kenal mas Faihu
Pandangan Simple, biasanya karena orangnya memiliki pengalaman yg luas!
bahagia itu happy mas…
bahagia jika kita bisa membuat bahagia orang2 disekeliling kita dan yg kita cintai.
Menurut saya rahasia kebahagian adalah ikhlas untuk menerima dan melepaskan apapun yang menimpa kita, yang baik maupun yang buruk, karena bai dan buruk itu hanya persepsi yang ada di pikiran.
luar biasa… sepakat!
“mantaps….” setuju!
bahagia tdk dapat dipegang dan di nilai karna hanya bisa di rasakan hohohoho….