Kalau kita ingin segera mengetahui perspesi, asumsi atau fakta sekalipun, bahwa profesi sebagai blogger masuk sebagai kategori Kutukan atau Anugerah. Kita harus berangkat pada titik awal. Yaitu, kenapa kita berada dan masuk sebagai bagian dari komunitas besar itu?
Masing-masing blogger tentu memiliki landasan atau pijakan yeng berbeda. Motivasi apa yang mendorong ia untuk masuk dan eksis didalamnya. Apa rangsangan terhebat yang membuatnya begitu. Apakah datangnya dari luar atau dari dalam? Inilah yang harus kita temukan jawabannya.
Saya melihatnya, ini semacam gelombang besar yang tak terhindarkan. Di era globalisasi dan transparansi seperti yang kita rasakan saat ini. Ada banyak hal yang bisa menjadi perekat utama sekaligus sebagai unsur dominan yang memiliki pengaruh besar, sehingga banyak orang yang berubah profesi sebagai “blogger”.
Mari kita sisir beberapa unsur yang sekiranya bisa menjawab kegelisahaan ini. Beberapa di antara unsure pembuka jalan yang terbilang popular menurut saya, adalah sebagai berikut:
Milis Atau Groups. Ini adalah salah satu cikal bakal yang mengedepankan pelampiasan “ide”. Banyak ide yang terangkum dalam sebuah milis atau groups yang membentuk opini tertentu dan mengarah pada rangsanagan untuk menjadikannya ide yang memiliki karakter tertentu. Disini saya mencoba menerka. Bahwa ada semacam dorongan ego bagi para anggota milis untuk membuat alur sendiri. ia ingin menciptakan karakter sendiri yang bisa di bangun melalui blog yang lebih professional.
Sosial Media. Apakah itu friendster (yang belakang mulai terkikis karena hadirnya facebook). Dan facebook itu sendiri. dan situs jejaringan lainnya. Semangat utama situs-situs jejarungan tersebut adalah ingin menjadi “perekat” hubungan di antara sesesama pengguna. Walaupun pada akhirnya fungsinya bisa berubah di kemudian hari. Apalagi dukungan aplikasi yang disediakan memungkinkan kita berbuat lebih banyak terhadap situs jejaringan ini. Sebab “efek” tak terduga bisa menjawab banyak hal lewat situs jejaringan ini. Pergulatan di dalamnya bisa memberikan peluang untuk melakukan “penonjolan diri” atau tebar pesona yang tendensius.
Masih dalam konteks jejaringan social. Aktifitas didalamnya bias memberikan dorongan ajaib, salah satunya mengarah pada keinginan untuk merangkum ide-ide yang berkembang untuk di kultuskan dalam sebuah blog. Walau saya melihat unsur pembuka jalan lewat jejaringan ini, presentasinya tidak terlalu besar. Sebab, masih banyak yang memprgunakannya tidak dalam kerangka yang menjurus.
Blog itu sendiri. makanya ada istilah newbie, pemula, pendatang baru, dan seterusnya. Dalam hal ini, kita akan melihat dari perspektif newbie. Bagi newbie bisa jadi dorongan kuat untuk ngeblog dan menjadi blogger yang professional, setelah melihat dan mengikuti secara seksama perkembangan sebuah blog professional pujaannya. Seakan ia menemukan daya pikat yang hebat, sehingga ia seakan-akan menerima sugesti yang mengharuskan ia menjadi blogger professional.mirip seperti Rommy Rafael saat melakukan hopnotis, yang menrimannya tidak bias menolak dan langsung mengikuti sugesti yang di berikan Romy.
Unsur lain, adalah status bawaan dari calon blogger itu sendiri. apakah ia seorang yang sudah memiliki ikatan yang kuat terhadap aktifitas sebelumnya. misalnya ia seorang pekerja, pebisnis,dan lain sebagainya. Atau ia adalah seorang yang tidak memiliki ikatan kuat alias free. Seperti ibu rumah tangga, sarjana yang baru lulus kuliah dan belum memiliki ikatan apa-apa, atau pelaku bisnis di sector informal, atau individu bebas yang belum menentukan arah. Dan lain sebagainaya. Latar belakang ini akan sangat menentukan tema dan juga tujuan yang akan di perbincangkan dan motivasi apa yang membuatnya melakukan itu.
Kalau boleh menebak, saya melihat unsur ke empat (unsure lain) yang paling besar pengaruhnya seseorang memutuskan untuk ngeblog dan menjadi blogger profesional. Sementara 3 unsur sebelumnya hanyalah sebagai media pembuka cakrawala. “Unsur lain” ini memiliki dorongan psikologis yang cukup kuat. Sebab mengandung status bawaan yang melekat terhadap calon blogger tersebut.
Mungkin itu dulu yang bisa saya kilik-kilik sebagai wacana ringan. Mungkin wacana ini bisa di jadikan semacam alat peledak, yang bisa membongkar sesuatu yang tidak di fikirkan sebelumnya. saya yakin masih banyak unsur yang belum saya masukkan. Dikemudian hari mungkin saja ini bisa berkembang menjadi lebih luas.
Dan sebagai jawabannya, apakah Kutukan atau Anugerah. Sangat di tentukan oleh sikap anda terhadap unsur-unsur yang ada di atas. Silahkan anda jawab sendiri. Ok?
Salam Kutukan atau Salam Anugerah nih?

{ 46 comments… read them below or add one }
Halo Mas Fadly,
Menarik judulnya Mas. Yang pasti jika ada yang menganggapnya sebagai ‘kutukan’, ngeblognya ngga kuat lama-lama.
Saya selalu percaya kata mutiara ini, “do what you love, and love what you do.”
Salam positif luar biasa, Mas Fadly!
yah… berarti perlu cara pandang yang lebih baik untuk mengendalikan semua itu yah mas…?
gileee ngebut nih nulis artikelnya? wakakakakk..
retoris 100% nih artikelnya.. buat mashengky, ngeblog adalah kutukan hihihi.. jadi banyak temen dan banyak bisnis adalah kutukan.. hahaha..
makin di kutuk makin jadi mas… blognya terahir mampir masih erorr2 gitu…
@fadlymuin, Kutukan yang menguntungkan ms..hehehehe..
@mashengky.com,tul tuh msHengky, kmrn kesana kok msh error lg. Khawatir telat ngommentnya ms
daripada tersimpan kaku di kepala, mending di muntahkan mas
makin dikutuk makin sering nulis ya mas hehehhe
kok tau sih mas? punya ilmunya yah..
Kalau sudah ditutup dengan salam kutukan dan anugerah (lalu pake tanda tanya lagi), saya malah jadi bingung, saya masuk masuk dari jalan yang mana dari keempat unsur pembuka itu ya? Hehehe…
Btw, saya 99 % setuju dengan analisa ini. Hanya saja, saya lebih menitikberatkan pada efek lanjutannya. Dalam persfektif saya, lebih lanjut profesi blogger mesti menjadi penyebar manfaat positif bagi banyak orang, terutama diri pribadi. Mengasah dan menebar ide, memupuk kemampuan, menempa potensi. Terserah dia mau masuk melalui unsur yang mana sebelumnya. Dan terserah pula lanjutannya setelah itu, apakah berupa profit atau pencerdasan dan kematangan diri. Dengan demikian, ada semacam celah untuk merubah sesuatu yang sebelumnya mungkin “kutukan” menjadi “anugerah”.
Ini hanya pendapat saya saja, Pak Fadly. Mungkin masih bisa diperdebatkan lagi.
NB: Pak Fadly, saya suka komentarnya di blog saya. Lain kali tak usah sungkan2 kalo mau komentar panjang2 kalau memang diperlukan. Lebih baik panjang dan tuntas. Saya suka tambahan2 serupa itu, meski pendapat berbeda sekalipun. Tak apa-apa. Saya senang dapat teman blogger yang bisa sharing. Semoga silaturahim kita langgeng. Amin.
kita seperti dua lawan jenis yang saling jatuh cinta lewat komentar.. ha ha ha…
terima kasih mas Khery, saya baru nemu blog yang membahas masasalah-masalah humanitas. saya sperti kembali ke masa lalu, dimasa dimana sering terjadi diskusi dengan teman-teman yang se-habitat..
next time saya pasti mampir.
oh iya, tentang komentar sampean di sini, mengenai titik lanjut. saya menjadi terbuka tuh. disitu nanti akan terjawab mas, seiring dengan waktu. memang perlu rangsangan hebat untuk memancing independensi blogger..
keren mas, target nulis jadi tiap ari neh…
langganan artikel mas fadly aaaah………
wag… jadi selama ini belum langganan toh mas? grrrr…. he he. ayo dong langganan biar bisa ngawasin gosip-gosip baru dari blog ini
Mas Fadly tolong dong kutuk saya sebagai blogger sukses yang tak lekang dimakan makan. Daripada dikau anugerahi saya sebagai blogger musiman yang bosan langsung kabur dari dunia maya…he..he… ini intermezo juga mas:)
nanti saya kutuk mas jadi blogger tops..! he he he
mas sum pasti lebih deari sekedar blogger musiman kok. top deh pokoknya
Hmm…saya ikutan dikutuk jadi blogger ngetop donk..hehhe…
Bagi saya ini anugerah mas mengenal dunia blogging yang benar2 asing sebelumnya…
Ngomong2 mas fadly sepertinya lagi rajin banget nulis nih,,hehhe
maju terus buat mas Fadly..dan juga sya tentunya..hehe
Salam Hangat
iya nih, lagi kejar setoran..
sukses buat kita semua bro..
@sumber inspirasi,wah yg penting nggak dikutuk jadi ikan kutuk…hehehehe…iya ms, ms fadly ini rutin buat artikelnya,salut atas konsistensinya. Makanya sy sendiri trus dikejar sama artikelnya ms fadly trus tiap hari.Sampai ngos-ngosan..hehehehe.
Joging dong mas, supaya sehat
huahahahaha….waduh udah sehat tuh mas.Kecepatan tulisannya ms fadly lebih cepat daripada kemampuan membaca dan mengurus blog sy…hehehehe…pake speedy ya
Kl menurut sy,kutukan/anugerah itu tergantung bagaimana cara memandang profesi ini ms.Bagi rekan2 yg berpikir dan merasa profesi ini bs jadi karir dan sangat menguntungkan mengapa tidak bs jadi anugerah. Tapi bg yang tidak siap, apalagi pinginnya untung trus namun bukan berkarakter penulis sejati ya bisa jadi kutukan dan tentu meninggalkan jauh2.Dan alhamdulillah, sy memandang ini karir yg bagus dan cocok ama karakter sy, makanya kl sy ms, “salam anugrah” dech.
salam anugerah mas Arkum. salut untuk anda yang sudah menemukan secerca harapan dari aktifitas blogging. kedepan saya berharap anda bisa sukses luar biasa! amin
Terima ksh ms fadly.Smoga terwujud. Termasuk anda ms, smoga blognya tambah sukses
blogger adalah hoby yang terbuka untuk ditekuni oleh siapapun…, karenanya melekat segenap potensi….
siip postingnya pak
sip… seperti potensi yang melekat pada anda juga mas Yunan
bagaimana hasil banding ke google, beres?
kunjung balik nih mas.
buat sy terjun di dunia blogging ini mgkin suatu anugerah tersendiri bagi saya.
salamnya model baru zaaa…
trims
sukses Selalu.
Oiiyya, langganan artikel juga aahhh.
berarti tantangan anda, menghapus kata mungkin di depan kata anugerah itu mas Udin. supaya lebih Yakin! setuju tidak mas??
sebelumnya terima kasih atas kunjungan mas fadly ke gubuk maya saya.
profesi sebagai bloger, kutukan atau anugerah? membaca judulnya membuat saya tersenyum dan menyangka bahwa saya akan membaca mengenai plus minus kegiatan ngeblog. ternyata kalau boleh disimpulkan, tulisan ini mengemukakan tips untuk menjadi narablog handal.
tapi ngeblog sebagai profesi? maksudnya bagaimana, mas fadly? apakah menjadikan blog sebagai sumber mata pencaharian? kalau begitu narablog yang hanya menjadikan blog sebagai aktivitas senggang non profit tidak dapat dikatakan profesional, dong?
duh, komentar saya kok mberat-beratin empunya blog, ya. mohon maaf lho, mas.
sama-sama mbak, memang sudah semestinya begitu khan para blogger, “saling bersilaturahmi”.
agak bias yah, substansi profesional disitu? saya merujuk makna profesional pada ‘keseriusan” mbak. tinggal bagaimana seorang blogger mampu mengimplementasikan blognya ke arah mana? apakah untuk profit atau untuk pengembangan intelktualnya. terbuka jalan lebar untuk membentuk karakter yang sesuai dengan kepribadian dan memiliki timbal balik yang “memuaskan” si Blogger.
maaf. sebagai contoh, jika mbak mallow, menglola blog dengan tema curhat dan selipan motivasi di dalamnya. dengan pengelolaan yang profesional (serius tadi) maka saya yakin, rujukan ke arah pembentukan intelktual memungkinkan untuk tercipta.
mungkin begitu pendapatku mbak
kira-kira bisa di terima tidak toh?? plss….
Mas Hengky kan dijuluki dukun blogger. Dengan kapasitasnya Mas Fadly sebagai motivator, keberatan gak kalau dijuluki sebagai Pengutuk Blogger atau Penyihir Blogger… he..he..
asli ini bikin aku tertawa di pagi hari mas sum, jadi sekarang saya dapat jabatan baru nih mas Sum? “Pengutuk dan Penyihir Blogger” thanks atas julukan barunya mas
Jadi Kala Gondang (temannya mak Lampir) dong…
Hehehe…
ini lebih serem lagi bro… gimana perkembangan opini di facebook mas Agus? ada tantangan baru?
Bagi saya, menulis adalah anugerah. Mungkin banyak orang yang memiliki ide brilian di dunia ini. Tetapi tidak banyak yang bisa menuliskannya dalam sebuah blog dan membagikannya dengan teman-teman blogger lainnya.
bener banget tuh mas, semangat berbagi terkungkung oleh beberapa kategori
1. Takut
2. Malu
3. Tidak tau memulainya
4. malessss……
5. dst….
bener ga sih?
Yap, hanya mereka yang benar-benar niat dan ada kesempatan yang bisa melaksanakan hal ini.
Alhamdulillah anugerah. Saya dapat mengutarakan pikiran-pikiran saya melalui blog..
Ide-ide saya juga terdapat dari sosial media.
untunglah kalau gitu bro… berarti anda pantas dapat salam anugerah dong?
gak apa2 deh jika jadi blogger merupakan kutukan…
apalagi kalo dikutuk jadi cakep, kaya, panjang umur dll hehehe…
asal yang ngutuk tidak kelilipan aja, jadi tidak salah baca mantra mas… huahahahah…
ngakak[dot]com…..
memang akhirnya balik lagi ke cara pandang masing-masing individu. yang terlihat seperti kutukan bisa diubah menjadi anugerah. Atau malah sebaliknya, sebenarnya itu anungrah malah dirubah atau dipersepsikan sebagai kutukan.
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
yah stuju mas octa.
beda-beda tipis gitu deh mas…
ngeblog itu anugerah banget… soalnya dengan ngeblog kita bisa menjalin lebih dalam pertemanan dibandingkan dengan facebook… buktinya saja saya kenalan dengan mas hengky setelah saya sering baca-baca artikelnya yang begitu enak dibaca jadinya saya kenalan deh… ternyata dia juga penjual VCC…
berarti blog pemancing network dong..?
boljuga tuh pengalamannya mas
betul mas fadly… blog bisa menjadi media membangun network bisnis maupun pertemenan.. hehehhee