Bukankah karakter blogger, idealnya, memberikan informasi yang bermanfaat untuk pembaca? Memberikan sajian wacana yang menyejukkan, edukatif dan mencerahkan?
Setuju!
Saya rasa karakter tersebut di atas adalah pencapaian identitas terhormat untuk para penulis online.
Sayapun merasa senang, bangga dan terhormat jika bisa memposisikan diri seperti itu. Namun semua itu akan berpulang pada penilaian pembaca yang akan di ukur dari seberapa besar nilai positif yang bisa diperoleh dari upaya kita menuangkan gagasan-gagasan istimewa itu.
Ok kita ulangi pertanyaannya.
Pantaskah seorang blogger bersaing di antara mereka?
Jawabannya pantas!
Sebab sadar atau tidak. Kenyataannya kita sudah tenggelam dalam suasana persaingan itu. Kita sudah tercebur kedalam suasana kompetitif. Bersaing merebut hati pembaca, bersaing untuk memberikan yang terbaik untuk pengunjung.
Makanya kita terpacu untuk meningkatkan popularitas blog kita masing-masing. Kita berusaha memperdalam skill di bidang SEO dan WEO. Kita berlatih untuk menulis sebaik mungkin. Seindah mungkin. Kita mati-matian berusaha menuangkan pemikiran terbaik yang kita miliki.
Tak ketinggalan Facebook, Tweeter dan juga Buzz Google ikut menjadi alat promosi blog kita. Intinya segala upaya kita kerahkan untuk merebut posisi terhormat dengan asumsi positif, bahwa branding kita akan terbentuk sebagaimana, apa yang kita inginkan.
Pertanyaan berikutnya. Positif atau negatifkah persaingan yang kita lakukan itu?
Jawabannya Positif Dong!
Coba saja prhatikan, apa yang sudah anda lakukan untuk blog anda? Semua itu dalam rangka pembenahan, penggalian, peningkatan nilai-nilai positif yang anda punya.
Jadi kepantasan persaingan di antara blogger menurut saya perlu terus di tingkatkan dalam rangka koreksi kedalam. Bukan sebagai upaya senggol-senggolan dan sundul-sundulan.

{ 116 comments… read them below or add one }
Ayo bersaing secara fair dan sesuai jalur.
:rate
siplah…..
oo sudah dijawab sendiri toh? ya wis lah, saya gak perlu jawab lagi ya? :ngakak
+1 aja deh gan..
dari jogja bahasa jawanya langsung fasih nih gan..
@ Agus Siswoyo : Setuju banget mas…boleh bersaing asal fair…sangat wajar dan ngga masalah….
Bagi kawan-kawan blogger yang nggak ikut bersaing di Kontes Menulis Blog saya, rugi banget lho.
Ada The Three Mas Kusir disana…
:ngakak
Huhuhu iyaaaa rugi yah….sangad pantas
Kalau BUnda mau, ku kasih wildcard deh…
hoahoahoahoaoooo…..jadi maLu saiiaa
Blogger saling bersaing mengungkapkan “Ini lho gue” lewat tulisannya..
Aktualisasi diri mungkin menjadi salah satu pemicu kompetisi, mas..
itu salah satu motivasi yang kuat. tumbuh dari dalam. bagai pohon yang tak butuh siraman air. akarnya begitu kuat menancap di hati..
@ Andre : Setuju mas…blogger menjadi sarana aktualisasi diri…bukan sekedar menulis….
Salam Petani.
positif banget mas….
agar bermanfaat tapi suasananya tetap enak, kalau saya caranya :
memikirkannya dan melakukannya dengan serius, kalo perlu mati2an (ck..ck..ck…)
merasakannya ya biasa2 aja, enjoy, anggap sebagai permainan
iya pak.. saya merasakan aura itu di setiap tulisannya pak..
@ Suara Kelana : Resep yang yahud mas….
saya juga ikut bersaing lho mas. jujur dan fair lho!! seperti di kontes ekonomi kemarin. dan bersaing juga dikontes co writernya AS com.
dan terbukti! perjuangan selalu ada imbalan setimpal..!
selamat perjuangannya mas..
sangat pantas dan harus! persaingan bisa membuat kita lebih terbuka dan termotivasi dalam usaha mencapai kesuksesan blogging .. tiap blogger punya karakter yang unik dan juga medan bahasan yang sangat variatif ..
so, kalau memang harus bersaing, siapa takut :alay
justru karakter unik dan berfairasi itu.. adalah trik untuk meraih posisi terhormat itu mas..
siapa bersaing dengan siapa sih sebenarnya? :bingung
saya bersaing dengan diri saya sendiri, terhadap kemalasan dalam bloging, hehe…
he he he… bener itu mas
bersaing sudah menjadi kewaiban kayanya, orang kita lahir di dunia dengan cara bersaing :shakehand2
hmm.. betul mas. namun tidak semua orang menyadari adanya kewajiban dalam dirinya. jadi untuk itu, kita perlu kesadaran kembali. :cendol
Pantas pantas aaajaaaaaaa
okelah bunda.. singkat padat.
Pantas selagi masih pada koridor yang benar…….
betul mas dafid
melihat sepak terjang para blogger lainnya memang bikin iri…. dalam arti yang positif tentunya…
saya bersaing terhadap diri saya sebelumnya aja deh…. karena kalau harus bersaing dengan blogger-blogger lain agak tidak terkejar sepertinya….
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
sepak terjangnya makin yahud. tapi justru kita harus berbahagia. sebab kita akan semakin kaya informasi yang segar bugar mas
ya benar . persaingan nya tentunya secara sehat
Thanks
Imamz
sehat bin waras..
betul mas imam
Persaingan biasanya muncul tanpa kita sadari yaitu sampai sejauh mana blog yang dibangun berada di urutan search engine manapun.
persaingan antar blogger sah-sah aja mas,, kalau nggak ada persaingan, berarti nggak perlu ada SEO seperti yang mas katakan dalam artikel di atas. Selama dalam konteks persaingan yang benar, maka persaingan akan membawa kita untuk menjadi lebih baik lagi, bukan hanya atas orang lain tapi dampaknya akan terasa buat diri kita sendiri
disitulah titik pontnya mas evan. peningkatan kualitas diri kedalam. saya sepakat itu
Ikutan ya mas…Persaingan akan hadir dengan sendirinya…pada saat mereka merasa terkalahkan…..iri hal2 yg positif…disuatu sisi kemungkinan dianjurkan…:)..
betul itu, saya ga pungkiri. bentuk-bentuk iri hati dalam kontek positif bisa menggerakkan kita kepada pembentukan kualitas yang lebih baik..:)
Jika tidak persaingan, hidup tidak nyaman.
Mungkin sama saja denan blogger, bersaing memberikan yang terbaik bukan bersaing untuk saling menjatuhkan.
OOT, Malam ini jam 00:00 pesanan via email takeoff, silahkan di cikidot….;)
ibaratnya sayur asem tanpa ikan asin… kurang maknyus. perlu keseimbangan dan keharmonisan. walau didalamnya ada persaingan. namun tetap demi kesehetan konten.
ok mas, langusng ke tkp
Pada dasarnya manusia suka sekali berkompetisi. Selama kompetisi yang berjalan masih sehat dan beretika. Tidak ada salahnya untuk ikut terjun turut serta berkompetisi. Daripada diem di pojokan? hehehe
asal jangan kompetisi ngawur yah mas? siplah. memang masih perlu latihan.
“Berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan”, itu adalah perintah Tuhan. Jadi, jika ingin hidup ini lebih baik, pastikan diri kita ikut dalam sebuah persaingan yang hakiki.
subhanallah…. benar sekali mas erdien..
trims yah atas pesan spiritual yang sangat sakral ini.
Semangat persaingan sesungguhnya memang sudah menjadi kodrat manusia.
Dan setiap kita yang terlahir di dunia ini adalah pemenang. Karena kita yang sekarang ini adalah hasil dari pertarungan melawan jutaan ‘kontestan’ yang berjuang untuk dilahirkan oleh ibu kita yang sungguh penyayang itu.
He he he, kisah kompetisi “kontestan” yang masuk rahim demi pembuahan itu memang benar.
Jika persaingan–apapun bentuknya–dianggap hanya demi status “lebih” dibanding yang lain, saya tidak setuju. Apalagi “hanya sekadar” kepopuleran dan ujungnya duit. Terlebih lagi dengan cara-cara yang tidak beretika, terkesan menjatuhkan, asal tercapai targetnya. Bukankah kita sedang selalu saling berbagi dan melengkapi?
Pak Fadly, maksudnya senggol-senggolan dan sundul-sundulan di tulisan di atas, seperti apa ya?
@ Dani :
Alias tidak berupaya membenahi blog sendiri dulu sebelum mengkritik. Gitu kali ya (*sok menafsrikan nih ceritanya*)
Kalo penafsiran saya, makna “senggol-senggolan” dan “sundul-sundulan” di situ yaitu selalu berupaya mencari kekurangan blog/blogger lain, dan di sisi lain malah melupakan kekurangan blog sendiri
Analogi. Bukankah dokter yang perokok berat boleh menasihati pasien agar tidak merokok lagi?
makasih Pak Dani Komentnya
sebenarnya pertanyaan pak Dani sudah terjawab Oleh komentar Pak Dani sendiri…:D
senggol-senggolan yang saya maksud adalah upaya destruktif yang dilakukan pihak lain kepada pihak yang satunya. demi mencapai posisi lebih. mengupayakan cara-cara yang tidak berkenan dan tidak mengutamakan sisi humanitas kita sebagai bagian dari komunitas online..
dalam taraf tertentu persaingan bisa juga di rumuskan sebagai variable pelengkap Pak Dani..
ok segitu dulu Pak… mudah2an maksud saya bisa dicerna
Maaf, ikutan nyendul.
Kadang (bahkan sering), demi sebuah tujuan orang lupa dengan segala macam etika. Segala cara ditempuh mulai yang halal sampai yang tidak halal.
Saya mungkin bukan tipe orang yang baik, tetapi dalam menggapai sebuah keinginan saya tidak mau buta dan tuli.
Bersikap destruktif kayaknya sama dengan bunuh diri.
Perbuatan baik akan membuahkan karma yang baik (dani isawara ).
kalau seperti itu memang sudah rahasia umum mas Aldy. pilihan “cara” ada didepan kita. tinggal kita pilih mau yang mana?
menurut saya, didepan mana terbentang jalan licin.. kita hanya butuh alas kaki yang keset agar tidak terpeleset ketika berjalan.. tinggal alas kaki itu yang perlu kita cari sama-sama..
Hmmm…kalau ada cara yang baik dan benar mengapa tidak ? bukankah lebih mudah berbuat baik, bersaing dengan sehat dibandingkan dengan cara yang culas ? (*…ops, saya bukan kiyai *)
benar itu mas Hery.. namun sepertinya kemenangan dalam konteks rahim seperti istilah pak Dani. masih perlu di uji dalam kesadaran penuh, kematangan berfikir yang terus berporses.
apapun itu, mas hery sudah menginatkan kembali tentang kodrat kita.. tks yah.
*ngomong2 artikelnya belum saya terima
Kesimpulan di akhir posting mantap banget mas.
Intinya memang pada koreksi ke dalam. Bersaing secara positif dan konstruktif. Bentuk persaingan yang paling bagus menurut saya ialah berlomba-lomba menyajikan konten terbaik atau yang dibutuhkan oleh pengunjung.
Senada dengan komentar Pak Dani, bersaing jika semata demi popularitas menurut saya kurang sehat. Tidak munafik sih kalau blog kita sudah lumayan populer ada sedikit kebanggaan. Tapi jadikan saja itu sebagai efek samping ya mas (bukan tujuan utama).
Gitu aja dari saya. Ayo kita bersaing dalam menampilkan konten yang membius
memang penekanan di akhir tulisan ini masih sangat sederhana. sebab di prolog saya sengaja menyajikan sebuah realitas dilema, berkesan konflik. jadi pada dasarnya pendapat kita sudah harmonis mas is, termasuk pendapat Pak Dani. hanya dalam tata bahasa yang lebih lengkap dari sudut-sudut yang tak terlifikirkan.
saya berpendapat, pada akhirnya para blogger akan mencapai proses pematangan yang klimaks dalam hal penyajian konten. entah kapan titik itu tiba. masing-masing tentu berbeda. sesuai dengan latar belakang masing-masing.
branding yang keliru ke arah narsisme akan mulai terkikis. sebab pembaca juga rata-rata orang cerdas. jadi koreksi kedalam adalah solusi realistis yang perlu kita lakukan.. ok mas?
Saya pribadi tidak merasa ada persaingan dengan blogger lainnya…. suer deh..
Salam kenal sob
salam kenal juga sob
YANG NYENGGOL GUE BACOK! wekekekekekek…. :alay
kabur….. :tkp ntar kesenggol sama MH
wah jiwa premannya muncul lagi nih gan? :hammer
mas, persaingan sehat memang perlu, tapi ada juga blogger yang tidak pernah menjadi dewasa, bahkan makin tua makin kekanak-kanakan.
menghadapi orang2 seperti itu, kita cuma bisa mengelus dada (gadis tetangga) dan mengucapkan “capek deh, kalo gitu aja, gue juga bisa”
sebenarnya enak kalau semakin banyak blogger yang kekanak-kanakan mas. kita jadi lebih sering mengelus dada toh
dada mentok mas? :recsel :supermaho
:ngakak :ngakak maw maw maw…. wkekekekke
wahahaha…. dingin..dingin.. :takut
sementara ini kalau saya pribadi belum merasa ada persaingan.. walaupun tanpa sadar saya sudah berada pada persaingan itu. Tapi “apa” masih belum tahu secara jelas….
dan persaingan itu menurut saya sah-sah saja, asal sehat.. gitu aja.. (nyuntu komeng2 yang diatas).. hihihi… :peace:
selalu saja merendah crit… :p
persiangannya yah itu, posting update secara teratur, itu salah satunya crit:)
Adakalanya persaingan justru memacu kita untuk berusaha menemukan cara yang lain ya mas..Yang penting mah, persaingan tetap sehat wal afiat
lagi jarang blogwalking kesini mas, jadi sering ketinggalan artikel baru..hehe..
dan memaksa kita untuk semakin kreatif, kalau tidak, yah kita bakal kehilangan respon. tul ga mas?
saya juga jarang main nih.. 1-1 dong
setuju mas fadly….
Masih ada perpanjangan waktu 2 menit..hehe
Kalimat diparagraf akhir nya Asli Gw demen banget mas. Ini contoh postingan yg Obyektif, tanpa meninggal kan makna dari isi Artikelnya itu sendiri. :recsel
trims mas Rafi.. mudah-mudahan makin nancep kaya paku beton
Salam kenal kak, menurutku sih perlu, untuk mensuport diri kita untuk selalu maju, asalkan persaingan yang positif. :peluk
salam kenal mbak Mariska…
tentu saja kalau niatnya untuk support diri sendiri, itu malah bagus. bisa nambah semangat..
Asalkan bersaing dalam hal kebaikan untuk semakin menyemangati dan tidak merendahkan nggak apa-apa mas Muin. :malu2
baik buruk nanti akan terasring dengan sendirinya kok. seiring dengan semakin bersemangatnya kita untuk bersaing dan rintangan-rintangan apa yang kita peroleh..
Saya nggak setuju mas Muin, tapi SETUJA BANGET. Hidup aja penuh persaingan kok, ngeblog juga kan mas?
Yoi dong!
trims untuk “SETUJU BANGET” nya mas wandy
ayo saingan mas !!!!
hahahaha saya mah nyerah ajah dah sama akang FAdly…. manteup tenan euyyy tulisannya ! ^_^
oia mas, Imam nanya, katanya gini :
” mas Fadly kerjanya apaan sich ??? ” kok tetep bisa ngurus blognya mulu dech… ” gitu mas…
kalau saingan sama ente, saya KO dengan intonasi yang selalu berapi-api disetiap postingannya mas Khalid.
kerjaan saya?


saya penulis
saya bisnis kaos anak-anak
sudah setahun tidak terikat dengan pekerjaan kantoran
apa lagi?
oh iya, siap-siap mau buka bisnis baru di tahun ini + siap-siap buat naskah fiksi untuk tahun ini (doain yah)
oh mas mau jadi penulis buku gitu mas ????
kalo mas emang mau nerbitin buku, udah siap naskahnya gitu…hubungi saya mas…
saya punya pengetahuan dan kenal orang yang bisa membantu mas nerbitin buku sendiri mas… jangan lewat penerbit mas…
dengan nerbitin buku sendiri, keuntungan bisa 45-50 %.Bukan seperti penulis yang lewat penerbit, maka dapetnya akan sekitar 10-12 %
boleh aja kan pak asal baik niatannya
boleh..boleh…
berlombalomba dalam kebaikan adalah spirit kehidupan, jadi OK saja ya pak
persis pak
disitu aura semangat akan tertantang yah pak …
kalo aura kasih itu cakep mas, jangan ditantang ya wekekekekek
kalau aura kasih, ga ditantang. tapi dia sudah menantang mas :malu
kalo persaiangan harus positif dan sehat mas,
kalo gak ada saingan sepertinya datar-datar aja
tul…!
hidup terasa garing mas.
Benar sekali penjelasannya mas kita memang sudah tercebur kedalam sebuah persaingan tanda kutip persangan yang menuju arah positif. itu sesuatu hal yang penting karena memang hidup ini penuh dengan persaingan yang mana memang harus kita jalani tergantung gmana kita saja menyikapi persaingan itu sendiri.
Salam sukses mas joe
jadi pendapat kita sudah sepaham yah mas Joe? mantaplah kalau gitu
Menurut saya wajar.. dimana2 ada persaingan selalu ada.. dan sebenarnya persaingan bisa sebagai motivasi kita untuk menjadi lebih baik….
tentunya persaingan sesuai jalur dan bijak.. heheheh
Salam kenal Mbak Delia
jika melihat semua persaingan sebagai mesin motivasi, tentu saja hidup ini sangat berwarna dan bombastis dalam menjalankan hari-hari. termasuk dalam blogging. namun memang dibutuhkan pemahaman yang luas untuk mengkonversi persaingan menjadi motivasi yah mbak??
trims pendapatnya
Wah … topiknya menarik ni, Mas.
Memang hidup ini pada dasarnya untuk berkompetisi (dlm hal positif tentunya), demikianpun dengan blogging. Yang penting jangan saling jelek-jelekin blogger lain.
nah inilah poin penting yang perlu disikapi dengan hati-hati. antara “mengkritik dan menjelek-jelekkan”. ini perlu penilaian yang komprehensif, menyeluruh, padat dan bijak. sehingga kita bisa menilai semuanya dalam batas-batas yang aman, nyaman dan menyenangkan.
jangan sampai salah menilai. tul gitu mas?
persaingan sehat dalam bisnis sangat pantas dan positif!
oke mas.. sepakat!
persaingan ituk prestasi dan posotif kayaknya ya mas… kalau udah ngandung negatif… wah…. bahaya mas…. he…
lebih mudahnya lagi, analogi API kecil dan API besar mas. kecil jadi kawan, besar jadi lawan.
kalau masih positif, persiangan akan menyenangkan, tapi kalau sudah negatif, tentu saja MENGGEMPARKAN!
mulai eksyen blogwalk lagi nih mas? mantap deh!
saya belum sampai tahap bersaing mas krn memang blm mampu.. saat ini masih wara-wiri untuk cari ide postingan selanjutnya..
oh gitu.. tidak apa-apa. yang penting, semangat
bersaing bukan berkelahi kan? persaingan membuat diri kita terpacu untuk memperbaiki kualitas
kalau berkelahi itu lain kasus mas Joko:)
Berkelahi diatas ring seperti Packman saya kira nggak-apa Mas…
Alhamdulillah persaingannya masih positif ya
harapannya begitu..
bersaing itu manusiawi sekali
tanpa sadar kita melakukannya dalam keseharian
sedari kecil kita sudah bersaing mendapat perhatian dari ortu
waktu sekolah bersaing mendapat nilai bagus
waktu remaja bersaing mendapat pacar
lulus sekolah bersaing mendapat kerja de el el
apa sih didunia ini yg gak perlu bersaing untuk mendapatkannya?
mantep nih runutan peristiwanya. ok mas berarti tak ada kata untuk mengelabui persepsi tentang persaingan yah…?
sip..sipp….
saya setuju asalkan persaingannya dalam hal yang positif dan tidak curang..
ok mas…!
bersaing sehat sukses bersama :cendol
nyontek kalimat dokter Puskesmas ya…
hehehe…
bersaing sakit hasilnya sakit juga dong?
Bersaing sehat, bangsa kuat, tidak perlu minum obat
persaingan sehat harus tetap dipertahankan..hidup tanpa persaingan bagaikan sayur tanpa garam..hehe
persaingan sehat tanpa maksud untuk saling membunuh character blogger lain :takut .. itu yang penting
Sebenarnya kurang pantas mas.karena blogger sejati harus saling bersahabat.
Saya sangat setuju dengan artikel ini.. Persaingan itu memang akan menghasilkan blogger yang berkualitas karena akan saling memperbaiki diri dalam persaingan…