Berekspresi salah satu kebutuhan manusia. Ada kegembiraan tersendiri jika kita bisa tampil dan mendapat pengakuan di ranah publik. Hal itu tentu bisa memberikan efek gembira dan puas bagi siapa saja yang mampu melakukan itu.
Ada kepuasan tersendiri ketika kita berhasil megungkap sebuah gagasan yang unik dan berkesan. Apalagi mendapat sambutan hangat dari lhalayak. Hal itu benar-benar menggairahkan yang sulit di nilai harganya.
Salah satu media yang bisa mengakomodiasi kepentingan seperti itu adalahBlog. Sudah bukan berita baru lagi mengenai blog. Melalui blog pulalah kita menemukan banyak sekali informasi di internet. Berbagai jenis tulisan dengan basis pembaca masing-masing, telah mampu menghisap ketertarikan pembaca di seluruh penjuru dunia.
“Jika saya ingin mengekspresikan diri, tentang sebuah gagasan yang saya anggap [mungkin] mampu memberikan manfaat kepada pembaca sekaligus kepuasan bathin buat saya. Maka Blog adalah sarana yang unggul untuk mewakili semua itu”.
Walau demikian, secara teknis, maupun implikasinya di lapangan blog bukan hanya di jadikan sarana untuk menulis. Tapi bisa dijadikan alat-alat penunjang karir lainnya. Bahkan mungkin blogging bisa menjadi profesi bagi sebagian kalangan
sudah selayaknya blog dugunakan sebagai wadah yang benar-benar berfungsi untuk menggali potensi yang tersembunyi di dalam diri kita masing-masing.Yang mungkin saja selama ini terpendam dan sukar untuk di tuangkan dalam bentuk apapun. dengan jelas dan matang.
Walau demikian, Saya melihat ada potensi timbulnya kendala vital dalam upaya mengelolah blog. Dan ini sangat berpengaruh terhadap upaya untuk mengeluarkan potensi yang ada. Dia adalah “Tema”. Atau biasa di kenal dengan niche market, target kata kunci. Dan sinonim lainnya yang berkaitan dengan Tema.
Menurut saya ini adalah masalah yang cukup serius. Sebab akan sangat mempengaruhi cara kita menulis. Cara kita menentukan tema tulisan. Cara kita melihat sudut pandang, ide dan kerangka berfikir. Dan seterusnya.. initinya ini berpengaruh pada pembentukan identitas kita, di ranah maya.
Memang benar, masalah tema ini perannya cukup strategis. Tapi sebaliknya, tema ini juga bisa membatasi ruang gerak kita untuk berekspresi lebih jauh.
Seharusnya sifat blog yang dinamis bisa mengatasi itu. Tema bisa dimodifikasi, di ubek-ubek sedemikian rupa. Sehingga secara berkesinambungan, natural dan matang, Nantinya, kita dapat menemukan “tema” yang pas dan sesuai dengan karakter diri sendiri.
Jadi tidak perlu cemas, jika “kelak” harus mengalami perubahan Tema.
Saya yakin jika proses kualifikasi itu sudah terbentuk, maka penetrasi “karakter” ke khalayak pembaca yang lebih luas, terasa lebih nyaman.
Mungkin ada kekhawatiran seperti ini
Misalnya Apakah tulisan saya di terima, apakah karakter saya masih lemah, apakah nanti pembaca saya akan bosan dan lain sebagainya. Pelan tapi pasti akan terkikis dengan rasa percaya diri. Seiring dengan meningkatnya kemampuan mengelolah ide dan mengerucutnya tema yang benar-benar pas untuk kita.
Kemampuan dan keberanian untuk memanfaatkan blog sebagai sarana berekspresi inilah yang mesti kita camkan bersama. Bahwa blog itu adalah Wadah Proses Belajar, bukan Pakem Ilmiah. Blog adalah tempat berbagi informasi, Blog adalah taman bacaan bagi penikmat ilmu. Blog adalah tempat menulis bagi insan yang haus untuk berkarya. Blog adalah “………… “ (tolong di tambahin)
So..
Jika kondisi seperti itu yang anda alami. Bersikaplah tenang dan lakukanlah uji coba demi perbaikan dan upaya menemukan jati diri anda.
Jangan segan untuk menerima respon pembaca, walau anda mengalami perbedaan pendapat disitu. Tampung saja dulu. Resapi, pahami dan bertindaklah bijaksana. Saya yakin dikemudian hari, blog anda akan menjadi tempat yang nikmat untuk di kunjungi.
Selamat ngeblog!
Share

{ 75 comments… read them below or add one }
Blog menjadi sarana berekspresi yang cerdas karena memiliki banyak manfaat: ajang curhat, membiasakan menulis, reminder dan sekaligus membangun komunitas.
Semua orang ingin didengarkan bukan?
yes..yes… buanyek banget!
semua orang pasti ingin di dengar… normatif
pada kemana neh? :bingung
keduluan mas… (ga jadi pertamax tuh wakakakakak…..)
waduh.. ada yg ngumpet yah? wakakakak
Salam super-
Salam hangat dari pulau Bali-
ya setuju mas,,, dinamis itu kata yang paling tepat dan harus ada dalam sebuah perjuangan.
:cd :cd :cd
salam hangat juga mas andry…
dinamis memang kata yang sangat fleksible. cucok banget dengan artikel ini. tks yah
Blog memang tempat yang tepat untuk mengaktualisasikan diri, Mas.
iya mas.. bener banget
Berarti Blog memang sarana paling lengkap untuk memberi dan menerima diinternet yah…Bagi saya blogging memang mengasyikkan..
sama dong mas Ricky
Banyak hal yang bisa sy eksplorasi ketika dblog mas, termasuk hehehe..masalah manager-karywn kemarin/managemen waktu offline-online dsb. makanya sy bersyukur bisa bertemu dg dunia blogging ini. Bisa jadi temen disaat senang dan sedih :alay
iya mas, apalagi anda yang biasa berhubungan dengan karyawan. sedikit banyak blog membantu anda sebagao alat outpu input yang tak terlihat
Betul mas, dg blogging, sy cukup terbantu. mulai ide,pengalaman,ilmu :alay hingga fulusnya…hehehehe
fulusnya kenapa mas? terbantu keluarnya maksudnya?
Ya income dari bisnis online, cuman masih rencana bulan ini kok mas, belum kelar
That’s right! Seperti tagline iklan di tivi “Tunjukin Rasa Loe…!”
Ini bukan masalah benar-salah, tapi tentang diterima-tidak diterima. Meski kerap menimbulkan kontroversi (seperti tulisan saya di blog ini bulan kemarin), inilah realita blogging.
Sudah bukan seperti jaman ORBA yang kalau mau bikin acara kumpul-kumpul sama teman saja dicurigai.
nah, bener itu mas. ga ada lo ga rame!
letupan-letupan dalam bentuka artikel “Ganas” adalah bagian dari pembentukan karakter mas Agus. lanjutkan!
Nah lho, kok sekarang mas Fadly jadi lebih galak daripada saya.
Hahaha…
:hotrit :hotrit
Memori paling panas yang sepertinya susah dilupakan oleh Mas Agus, hehe…
aslinya memang galak mas, tapi efek blogging jadinya lebih kalem
MAs Agus tentang diterima ato tidak saya fikir itu relatif. yang terpenting kita bereksperiment dan belajar dari kesalahan…
Balog memang bisa menjadi media untuk berbagi informasi, saling memupuk motivasi, saling mengintip inspirasi, dan si-si yang lainnya. Inti blog sebagai media untuk berekspresi adalah Blog akan menjadi gambara REFLEKSI JIWA pemiliknya.
wouw…wouw…!
perspektif yang asyik. saya suka dengan kosa kata REFLEKSI JIWA itu mas. mantaps! saya sejalan..
Termasuk sarana PROMOSI.
yap di blog saya juga nulis artikel ini wkwkwkwk :cendol
trus maksudnya, saya harus kasih angpao?
boleh tuh… wkwkwkwk bercanda ko’… :ngakak
ya..ya..ya…. tema memang bagai sabit bermata dua (gak ada ya sabit yg begini..?)
satu mata membantu utk fokus, mengarahkan
satu mata lagi justru bisa jadi belenggu
tapi demi EKSPRESI
bolehlah kita langgar sekali-sekali
boleh… khan wadah ekspresi!
justru faktanya, blog itu kebanyakan kontenya tidak pakem sama temanya. alias gado-gado. walau memang porsinya masih mayoritas mendekati tema utama.
bukan begitu pak
blog adalah ‘tempat makan’ yang enak
so, selamat menikmati
tinggal pesan menu yang seperti apa juga ada mas
Blog merupakan media untuk berekspresi. yupsss!! mantab banget, tapi terkadang saya masih terkendala dengan kesibukan offline mas!!
di buat seimbang saja mas. blog jangan jadi beban. tapi enjoy. jadikan blog sebagai media “penyaluran” yang positif.. mungkin mas andrik blm menemukan “klik” yang bisa menjawab masalah pengaturan waktu yang pas.
Kalau saya ambil kesimpulan, jangan takut untuk bereksperimen selama ngeblog. Jangan takut pula untuk berubah atau mencoba menekuni topik-topik baru yang melenceng dari konsep awal.
Intinya, bebaskan dirimu. Jadikan blogmu sebagai sarana pengembangan diri. Jangan malah membuat tertekan karena idealisme kaku.
Analisis yang cukup bagus Mas.
(komentar barusan ternyata ketangkep satpam).
iya mas.
ibaratnya kita ini sama dengan anak kecil yang gemar mencoba, tapi selalu mendapat larangan dari orang dewasa. akibatnya kita seperti terawasi. sehingga sulit rasanya berekspresi dengan kebebasan nurani yang terkungkung. yang notabene berasa dari persepsi sendiri.
weleh… mantatap ini…

harusnya masuk ke entry kontes saya artikel ini mas :thanks2
memang kadang bagi orang seperti saya (newbie) alasan utama ragu – ragu dalam blogging adalah takut mencurahkan kreatifitas ini. mau nulis tentang seo “ah, saya masi newbie blom tau apa2!”
mau nulis tentang blogging “ah saya belom kompeten untuk nulis begituan”. dan yang begini terjadi di semua field. akhirnya mandek lah acara ngeblog
apa lagi dalam kaitannya dengan niche, yang di tinjau dari kacamata teknis! harus cukup diminati, tapi harus cukup longgar persaingannya.. halah.. ke banyakan aturannya mas
*koq jadi saya yang curhat* :hammer :hammer
tapi nasehat yang ini “Bersikaplah tenang dan lakukanlah uji coba demi perbaikan dan upaya menemukan jati diri anda.” saya doyan..
bungkus 1 y mas :lapar
yah begitulah warnanya mas febri.
seperti kata anda, terlalu banyak analisis, terlalu banyak mikir akhirnya takut bertindak. taku mengemukakan pendapat.
*dikirim kemana bungkusannya mas?
Tapi kebanyakan bertindak tanpa dipikir juga kurang baik. Jadi…
Dah lama tak berkunjung mas … mari curahkan ekspresi kita lewat blog
iya mas, apa khabar, sehat?
mantap banged..dehm..
nasehatnya. .
lagi maw bikin banyak blog nie. .penting di coba. .
silahkan di lanjut mas akbar….
yup benar sekali, blog mewakili karakter seseorang tentang apa yang menjadi kesukaannya, apa yang digemarinya, apa yang ingin dibagikan,,, dan lain sebagainya blog = jati diri penulisnya, hope you get the point!!
setuju mas.. hanya waktu yang akan menjawabnya. seleksi alam berlaku
Seleksi blogger dimulai di kontes blog Agus Siswoyo.Com
hehehe…
:ngakak
Buat Saya Blog masih sebatas Ajang untuk menjalin Silahturahmi dan berbagi, Persamaan atau perbedaan pendapat itu hal yg wajar :shakehand2
yang terpenting ada sisi positif yang bisa di raih mas Rafi. jika tidak ada, mendingan di tinggalkan.. :cendol
pergantian tema gak ada masalah mas.
dan maju terus aja
karena disitulah kita sedang menikmati kualitas dari proses
siap mas Candra… lanjutkan!
Asal jangan keseringan aja, ntar muncul brand baru. Blogger PLIN-PLAN
makanya mendingan tagline di kasih judul gado-gado juga gapapa..
yupppz bener n stuju bangett
we love ngebloggg
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihhh
siap boss
memang, Blog mengajarkan kita banyak hal, menulis, komentar, silaturahmi dan banyak lagi .
mari kita tingkatkan dan bawa nama besar Blogging !
Thanks
Imamz
yuk…!
salam blogging mas imam
saya suka pragraf terakhir…..karena terkadang setiap orang hanya melihat respon dari pembaca secara sepihak….dan itu yang membuat nya tidak dapat memahami dan meresapi sebuah respon yang pada akhirnya bagi sebagian blogger menjadi bodo amat terhadap respon pembaca….
yups..
perlu ketahanan mental yang cukup mas ghe.. kalau mendapat respon negatif yah kita musti imbangi dengan pemahaman yg cukup. sehingga kita bisa menganlisis dalam perspektif kritis, yang pada akhirnya membawa kita pada pengertian yang cukup logis.
Benar sekali Mas, saya sering terbentur oleh tema blog ini yang mengakibatkan terjadinya penggantian tema blog. saat ini saya lebih fokus untuk belajar menulis tentang apapun di blog, entah itu ide, sorotan, motivasi dan dunia bisnis online. saya percaya hal ini lebih memberikan ruang gerak yang luas terhadap saya berekspresi di blog.
lanjutkan saja mas Dody..
saya juga artikelnya masih gado-gado kok. namun saya sedikit sudah menemukan kesenangan di bidang motivasi dan wacana sosial. jadi walau berkesan gado-gado, saya selalu menggunakan perspektif motivasi.
nanti juga mas Dody bakal ketemu jodoh tema yang pas dengan jiwa dan karakter diri sendiri. jangan khawatir bereksperimen. saya dukung deh!
ngelog itu asik.. hehe…
sayangnya.. saya bingung blog saya yang reza fauzi temanya apa, haha
ceoba terus aja mas
yang jadi masalah adalah ketika apa yang kita maksud dalam pikiran tidak terwakili dengan tepat dalam sebuah tulisan. Mungkin karena penguasaan kata dan penggunaan kalimat yang tidak pas. Akhirnya terjadi perbedaan persepsi. Ini yang menurut saya merupakan kekurangan dari blog dan media tulisan lainnya.
Tapi, seperti apa yang mas Fadly bilang blog adalah Wadah untuk Proses Belajar. Jadi, tulis saja dengan pemahaman yang kita punya. Dan ambil pembelajaran dari setiap komentar yang masuk.
Satu lagi saya setuju dengan mas Fadly bahwa ini bukanlah sebuah pakem ilmiah. Perbedaan pendapat ataupun kesalahan persepsi merupakan suatu hal yang wajar.
So… Keep posting brada…
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
Tapi tetep kudu waspada dan bertanggungjawab kan Mas. Inga’2 ada UU ITE yang siap mengintai. Banyak yang dah terjerembab tuh.
UU ITE sifatnya masih labil mas. “tidak perlu paranoid”
iya mas, menyampaiakan sesuatu lewat tulisan memang di butuhkan kemampuan mengelolah kata-kata. jika salah definisi maka penerimaanpun bsa berbeda.
tapi disitulah seni belajar.. ada koreksi ada hadiah. berimbang dan berpengaruh bagi pembentukan karakter
Tapi tetep kudu waspada dan bertanggungjawab kan Mas. Inga’2 ada UU ITE yang siap mengintai. Banyak yang dah terjerembab tuh.
Yang ini dieliminasi aja deh mas, sory salah kamar.
Blog saya masih terpaku pada sebuah topik walapu itu masih kaku
yang penting bebas berekspresi.. :tkp
kalau itu membuat anda senang, lanjutkan!
Sepertinya pemanasan niy buat kontesnya mas Agus Siswoyo..
bisa di bilang begitu…. udah daftar mas?
Sudah tapi belum nulis niy..
Dengan memberikan ilmu kepada para pembaca blog merupakan sebuah perbuatan yang dapat mendatangkan pahala bagi kita.
blog memang sangat berguna sekali,untuk belajar,untuk bisnis dll..jangan segan untuk berbagi ilmu lewat media blog.