Sudah berapa kali saya bermaksud gantung diri untuk ngeblog. Namun setiap kali saya hendak serius dan benar-benar lenyap dari peredaran online. Ketika itu pula saya selalu terhentak dan ada semacam tarikan halus yang belum teridientifikasi. Ia selalu menarik saya untuk tetap eksis. Tidak peduli, seberapa lama saya fakum. Yang penting saya tidak berhenti.
Rasa yang tak rela berhenti itu membuat saya juga penasaran. Darimana dan bagaimana cara kerjanya? Kenapa saya harus tetap menghidupkan blog ini. Toh tidak pernah ada resiko mutlak kalau saya benar-benar meninggalkannya.
Setelah saya simak, saya pelajari komentar-komentar teman-teman, berselancar dan mengamati pesan-pesan tersembunyi dibalik tulisan-tulisan yang bertemakan tentang blogging. Saya merasakan ada sebuah getaran idealis dalam proses ngeblog.
Walau yang dimaksud idealis disini bukan berarti kita tertutup oleh pendapat dari luar. Tetapi lebih kepada kondisi yang mempertemukan seorang blogger dengan “kesempatan tak terbatas untuk menuangkan siapa dirinya”.
Coba deh kita perhatikan, teman-teman dengan gayanya masing-masing, seperti selalu memiliki energy full untuk menceritakan sebuah Ilmu yang dia punya. Apakah itu pengalamnnya, pengetahuannya dan lain sebagainya yang bisa kita nikmati secara gratis.
Disini saya rasakan ada kenikmatan yang tidak semua orang bisa merasakannya, kecuali para blogger yang memang sudah kecanduan untuk selalu bercengkrama lewat tulisannya yang aduhai.
Dalam pengamatan berbeda, coba kita perhatikan sejenak realitas disekeliling kita yang terasa begitu padat. Di jalanan kita dikepung oleh kondisi kemacetan kota yang entah sampai kapan ada solusinya, di kantor kita dikepung oleh tekanan pekerjaan yang terkadang tidak bersahabat, di saat sendiri tetap aja kita dikepung oleh deringan telpon. Kalau malas angkat telpon, kita toh tetap menerima sms atau bbm.
Belum lagi dengan tekanan-tekanan lain yang sangat mudah memicu stress. Seakan-akan, kita tak punya waktu untuk sendiri dan berpeluang untuk menciptakan karakter dan kepribadian yang ideal buat diri sendiri. Sebuah pribadi yang karenanya kita bangga dan jujur dalam ber-ekspresi.
Maka dari itu, saya tetap mengandalkan blog sebagai sarana “menyalurkan uneg-uneg positif”. Karena di blog, saya merasakan ada semacam kebebasan yang tak terbatas dalam pengertian yang arif dan bijaksana.
Di blog kita bisa menjadi apa saja sesuai dengan karakter kita masing-masing. Tidak akan ada yang marah apalagi usil. Dengan catatan, kita memang benar-benar mengemukakan pendapat yang apa adanya, sesuai karakter dan tidak palsu.
*semoga tulisan ini menjadi pengingat ketika semangat ngeblog mulai melorot

{ 7 comments… read them below or add one }
kalo saya mas….. gak berhenti-berhenti karena memang….. menyayangkan atas rasa yang dulu pernah membara dan akan hasil karya yg pernah saya buat. mungkin memang tidak bakalan dapet nilai A kalau dinilai oleh dosen sastra. Tapi dari jumlah Like yg saya terima per artikelnya, membuat haru saya.
dan itu sudah menjadi alasan yg cukup kuat untuk tidak meninggalkannya.
entah kapan, saya pasti menulis kembali. (*sok iyeee)
aku sudah pernah enam bulan meninggalkan blogging ,tapi rindu juga akhirnya balik lagi meskipun gak lagi menulis sendiri .
kena virus mashengky ya?
Blog tempat kita bisa berekspresi sesuai dengan karakter kita sendiri. Tanpa perlu ditutup tutupi dan tanpa tekanan dari siapapun dan apapun. Bukan begitu mas ?
Aku justru mati-matian bertahan dan mencari solusi bagaimana caranya untuk tetap bisa ngeblog…:D
Maka dari itu, saya tetap mengandalkan blog sebagai sarana “menyalurkan uneg-uneg positif”. Karena di blog, saya merasakan ada semacam kebebasan yang tak terbatas dalam pengertian yang arif dan bijaksana.
Saya sangat senang quotasi ini, kebebesan yang tidak terbatas, bijak dan bertanggung jawab.
saya juga kadang2 mati gaya
karena kehabisan ide untuk menulis blog
tetapi melihat request pembaca yang antusias menunggu update
jadi sebuah dorongan dan kebahagiaan tersendiri
heheh.
menurut saya karena mas fadly sudah terlanjur suka dan mencintai dunia blogging.jadi susah bila stop blogging