Kalau dalam artikel sebelumnya saya sudah mengangkat wacana tentang Blog Motivasi Sebagai Doping Dosis Rendah, kali ini kita akan mengulas DILEMA yang di alami oleh BLOG MOTIVASI.
Lalu, apa gerangan yang membuat seseorang mengalami dilema
Apakah benar Blog Motivasi mengalami Dilema?
Baiklah, kita mulai…
Sebelumnya mari kita satukan persepsi, bahwa Blog Motivasi bisa saja mengalami dilema, itu wajar dan sangat manusiawi.
Kita pasti paham, bahwa dilema bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk terhadap Blog Motivasi. Sebab yang paling sentral, karena terdapatnya dua kepentingan yang bertolak belakang. Antara kepentingan motivatornya dan harapan audiensinya.
Kepentingan-kepentingan atau tujuan dari Blog Motivasi masing masing berbeda, berpulang lagi pada bloggernya. Apa target yang ingin di capai dalam melakukan blogging. Apakah ingin memberikan daya ungkit kepada audiens / pembaca, atau ada tujuan lain selain itu. Sekali lagi, hanya bloggernya yang bisa menjawab.
Disinilah cikal bakal dilema itu terjadi.
Ketika awal mulai blogging, kita pasti memiliki tujuan-tujuan baik jangka panjang maupun jangka pendek. Untuk blog motivasi, tujuan mulia yang ingin di capai adalah agar pembaca mengalami perubahan. Perubahan dari segi pola pikir dan pembentukan mental yang tangguh. Yang bisa diterapkan dalam menjalani hidup dan menghadapi segala persoalannya. Sangat mulia!
Makanya dalam menyajikan artikel-artikel motivasi, sebisa mungkin si empunya blog, akan berusaha keras menyajikan yang terbaik dan terdahsyat. Demi terjadinya perubahan yang diinginkan. Segala usaha dilakukan! Tenaga dan fikiran di maksimalkan. Konsisten mencari ide-ide, berdiskusi, membeli buku, ikut seminar, kursus dan lain sebagainya.
Semua usaha -usaha yang dilakukan oleh sang MOTIVATOR, Sekali lagi, Demi suatu tujuan mulia tersebut. Walau tidak semuanya melakukan itu. Dengan berbagai alasan tersendiri tentunya. Tapi saya yakin, usaha-usaha ke arah itu mulai atau sedang dilakukan.
Seiring dengan waktu, persoalan dan masalah-masalah seputar bloggingpun pasti muncul. Entah itu yang bersifat teknis, maupun non-teknis. Nah yang ingin saya ungkit disini adalah sebuah dilema yang terjadi berkaitan dengan masalah yang di hadapi Blog Motivasi.
Sudah bukan rahasia lagi, bahwa di dunia internet banyak sekali peluang peluang bisnis yang bisa kita lakukan, alas an paling umum adalah, untuk perbaikan kondisi financial. dan untuk masalah ini, saya tidak terlalu paham. Anda bisa mengunjungi blog-blog yang memang mengulas realitas dan solusi seputar bisnis internet atau internet marketing. Anda bisa minta bantuan pada om google. Tapi sebagai referensi, anda bisa kunjungi blog mashengky, mas Ricky dan yang lebih senior bisa mengunjungi blog mas Joko.
Lalu apa hubungannya dengan blog motivasi. Dimana letak dilemanya?
Disinilah letak dilemanya, ketika Blog Motivasi mulai mengangkat tema-tema seputar bisnis online atau bisnis internet. Tidak masalah kalau memberikan motivasi untuk berbisnis. Yang jadi masalah ketika jalur bisnis yang di maksud adalah jalur referral sang Motivator. Hmm..jangan terburu-buru dulu mengambil kesimpulan.
Sebelumnya, ijinkan saya memberikan ilustrasi sedikit..
Sebenarnya salah satu alasan seseorang untuk blogging, adalah ingin berbisnis on line. Dan syarat paling dasar tentunya harus punya sebuah BLOG. Saat diputuskan bahwa tema yang akan di kembangkan adalah seputar motivasi. Tentu saja sang blogger mesti konsisten mengisi blognya dengan artikel-artikel yang sesuai dengan tema yang di angkat. Ibarat sebuah partai politik, yah harus sesuai dengan Visi Misi Partai. Ibarat sebuah Negara, yah harus sesuai dengan GBHN dan lain sebagainya
Karena tema yang di angkat adalah seputar motivasi. Dan seperti kita tau, asumsi yang berkembang bahwa seorang motivator itu layaknya seorang penolong tanpa pamrih. Sama seperti Guru, pahlawan tanpa tanda jasa. Dan akan menjadi boomerang, ketika ia mulai memiliki tujuan-tujuan tertentu dibalik motivasi yang disajikannya.
Boleh-boleh saja berbisnis melalui jalur motivasi. Dengan berbagai produk yang juga seputar motivasi. Misalnya, menerbitkan majalah motivasi, buku motivasi, cd motivasi dan produk-produk informasi lain yang berkaitan dengan motivasi.
Yang jadi dilema disini berkaitan dengan konten atau isi artikel blog motivasi. Ketika seorang membuka blog motivasi dengan maksud ingin mencari wacana yang memang berkaitan dengan tema blog yang di datangi. Mungkin akan heran dan berfikir, kok blog motivasi bicara bisnis online. Mungkin anda berfikir, ah boleh-boleh saja dong kenapa ngga? Banyak kok blog motivasi yang mulai berbisnis. Benar! Dan saya sama sekali tidak berseberangan dengan pendapat anda.
Disini saya hanya coba memaparkan pendapat, melalu perspektif pembaca. Coba saja kita pikirkan, ketika orang tertarik dengan sebuah judul katakanlah seperti ini, “memulai bisnis itu mudah”. Kira-kira apa yang ada di benak pembaca ketika melihat judul seperti itu? Pastinya ia ingin tau dong, seberapa mudahkah bisnis yang dimaksud. Namun apa yang terjadi ketika ia membaca habis seluruh posting. Dan menemukan kalimat sakti di akhir posting. Yang mengarahkannya ke link referral sang motivator? kemunkinan besar ia akan menuai Kekecewaan!
Kalau yang baca itu saya, realita seperti itu, tidak akan membangkitkan semangat negative saya. Justru saya akan men-support sang motivator tersebut. yang jadi masalah adalah kalau yang membaca adalah orang awam, yang memiliki asumsi paranoid, curiga, negative atau orang-orang yang Kaku, dingin dan doyan kritik. Mungkin sang motivator akan mengalami serangan opini yang membabi buta.
Seandainya anda mengalami kondisi ini dan merasa perlu melakukan perbaikan. saran saya, kembalilah dulu ke konten yang seharusnya. Jika anda ingin melakukan aplikasi bisnis melalui Blog anda. Ada baiknya dilakukan dengan hati-hati. Jangan sampai pembaca merasa di manupulasi oleh isi artikel anda. karena ini erat kaitannya dengan personal branding anda. untuk masalah Branding silahkan anda baca lagi artikel mas Arief disini
Terus apakah salah, berbisnis melalui Blog yang bermuatan MOTIVASI?
Disini bukan masalah benar atau salah, melainkan persoalan diterima atau tidak diterimanya konsep anda oleh pembaca. segitu dulu deh, mungkin anda ingin melengkapi perspektif artikel ini??? silahkan memberikan masukan.

{ 29 comments… read them below or add one }
Motivator identik dengan orang yang sanggup memecahkan masalah orang lain melalui solusi yang memotivasi, tergantung dari jenis keahliannya masing” -bisnis,hidup,dll-. Bahkan lebih baik jika solusi tersebut berasal dari pengalaman pribadi.
Misalnya seseorang sudah memutuskan bergerak sebagai motivator bisnis, maka paling tidak ia harus tahu dasar” ilmu dalam berbisnis dan segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis. Nah masalahnya untuk mempelajari semua itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, apalagi menguasainya
Maka itu ada prinsip “learning by doing”, bisa diterapkan yaitu Seorang motivator bisnis mempelajari ilmu” bisnis dan motivasi dalam satu waktu. Dan mungkin itulah sebab ada beberapa blog motivasi yang juga mengarahkan pembaca ke link refferal. Saya rasa itu sebuah tindakan yang wajar, tapi benar menurut mas fadly, harus hati” dan tetap menggunakan bahasa yang memotivasi bukan menjual.
Tidak ada pelajaran yang lebih baik dari kesalahan sendiri
Artikel yang lengkap dan menarik mas, terimakasih atas tracbacknya.
-Keep Posting-
Ricky
TheBussiness Man
Perspektif yang obyektif mas Ricky, saya salut membacanya.
pandangan anda tentang motivasi dan bisnis semakin memperkaya pesan artikel ini.
yah, saya setuju dengan prinsip learning by doing. untuk itulah kita perlu melakukan sesuatu. karena dengan itu kita bisa berproses MENJADI pribadi yang unggul..
SUkses selalu untuk anda mas Ricky
Ungkapan mas ricky mengingatkan saya ketika menggunakan http://www.motivasiarief.blogspot.com
disana motivasi 30% bisnis 70%. Kemudian saya ubah menjadi AriefMaulana.com dengan tujuan 70% motivasi dan 30% bisnis.
Mudah2an bisa kedepannya AriefMaulana.com 100% motivasi! Itulah alasan kenapa saya tidak pernah mau buat ebook motivasi.
Biarlah AriefMaulana.com menjadi satu “ebook motivasi gratis” yang bisa dinikmati siapa saja yang suka!
Salam Sukses
Arief MAulana | TDW Financial Revolution
http://www.TDWFinancialRevolution.com
kritik untuk motivator nih? mas arief, pak guru, anda kena sentil lho wkwkwkw
ha ha ha… bukan kritik mas. tapi hembusan kasih sayang.
Mashengky bisa aja deh, hehehe…
Untuk Mas Fadly, tenang saja, saya tidak merasa dikritik kok.
Jujur memang pernah beberapa waktu lalu ada yang komplain melalui shoutbox tentang isi BISNIS GURU yang membahas tentang bisnis online. Tapi saya rasa prosentase itu terlalu kecil untuk ditindaklanjuti secara serius.
Toh, sejak awal BISNIS GURU memang saya dedikasikan untuk para guru yang berminat terjun sebagai pebisnis online. Untuk itulah, blog tersebut saya beri nama BISNIS GURU. Nama itu adalah metamorfosis dari blog pertama saya yang telah di banned oleh WP dengan title GURU MERDEKA.
Btw, menyimak artikel ini saya teringat pesan dari Mario Teguh bahwa orang sukses adalah orang yang berani melawan arus. Konsekuensinya memang jelas, akan menjadi aneh, namun justru dengan itulah kita akan lebih memikat karena bersifat alternatif dengan warna yang berbeda.
Salam Istimewa!
mungkin bisa saja membuat dua blog mas. Yang satu motivasi dan yang lain blog bisnis, namun apabila bisa menggabungkan menjadi satu sinergi saya kira nggak masalah asal jangan sampai menjadikan motivasi sebagai tameng bisnisnya. Jadi tetap saja ketulusan untuk mensupport menjadi intinya. (itu hanya pendapat saya)
Bikin blog khusus itu juga suatu usulan yang bijak mas Zam.
dan untuk menjadikannya sinergi, dibutuhkan tangan2 yang kreatif.. mungkin mas Zam ingin mencobanya??
SIP… doakan mas… biar situs profesional media saya kelar. Jadi Arief Maulana.com bisa pure motivasi. Kalaupun ada bisnisnya, saya kupas dari segi motivasi bisnis!
Salam Sukses
Arief Maulana | TDW Financial Revolution
http://www.TDWFinancialRevolution.com
saya suka IDE seperti itu mas Arief.
Doaku Menyertaimu…
Menurut pendapat pribadiku, tidak salah sih berbisnis melalui Blog yang bermuatan MOTIVASI. Karena motivator juga manusia, masa tidak boleh berbisnis?
Sekedar contoh pada dasarnya secara langsung atau tidak langsung motivator-motivator terkenal sekarang ini juga berbisnis, yaitu salah satunya dengan jalan mengadakan event seminar motivasi lantas mendapat imbalan yang proporsional.
Terima Kasih pendapatnya mas Sumartono.
ya iyalah, MOTIVATOR juga manusia, dan sangat boleh kok berbisnis.
Disini saya hanya coba mengangkat prespektif yang sekiranya bisa menjadikannya Dilema.
antara motivator yang berkarakter mulia / pembangkit semangat yang tulus, dengan pembaca yang hanya melihat sisi sang motivator hanya dalam perspektif seperti itu. Dan jika pandangan seperti itu terjadi, maka asumsi saya, akan terjadi dilema. yang berdampak pada pembentukan karakter sang blogger / motivator.
NB: saya sangat menghargai pendapat anda. justru, saya cenderung sepakat dengan pendapat anda mas.
Sukses selalu yah Untuk Mas Sumartono.
Sepakat Mas! Andrie Wongso, Tung Desem Waringin, Adi W Gunawan, Mario Teguh, Purdi E Chandra, dll. Semuanya motivator merangkap pebisnis!
Tinggal mas Arief kudu bikin bisnis sendiri Mas…, bisa dijejerin mereka. Serius nih…., ingat dulu pas buka-bukaan ngomoningin target 2009 di blognya mashengky…
Hehehe… gampang lah itu. Otak masih terbagi2 neeh. Kalo dipaksakan bukan kualitas yang keluar…
Wah pada punya bisnis euy.
Jdi pengen punya bisnis jg
masih belajar mas…
keren mas, mendalam banget analisis parpol nya wekekeke…
saya rasa bukan dilema, tapi blogger ini harus mencari jeda yang baik, dan mengikuti trend yang berlangsung..
toh, ujung2 nya mencari duit hahaha
Jeda?? Boleh juga mas. Disinilah kita belajar lebih profesional. seperti rekan2 yang banyak melihat perkembangan sepak terjang mashengky yang makin populer…
kalau motivasi masalah bisnis bagaimana? maksudnya … materinya mengenai motivasi bisnis sekalian bisnis he..he..he..
salam sukses
berarti masalah sentralnya adalah “memotivasi orang untuk berbisnis” kalo seperti itu yg mas Endro maksud, rasanya lebih spesifik.
menurut saya itu lebih mantap!! lebih tertarget.. mungkin mas Endro mau jadi leadernya?? saya dukung mas
Bukankah justru di blog bertema motivasi seperti ini bisa terbangun kemitraan yg lebih kuat antara pembaca dan blogger-nya ,Fadly..
dengan begitu jika telah terbina kepercayaan/ yang kuat anda bisa lebih leluasa menawarkan product apapun ke pembaca , sy lihat begitulah para marketer dunia bisa sukses menjual, yaitu melalui pendekatan pada pengunjung baik melalui personal blog atau mailing list ,sy juga melakukan hal itu dengan pembaca sy , yaitu komunikasi lewat email utk berbagai bisnis , biasanya jualan software
Sy rasa blog/website jenis/tema apapun pantas dan sah utk di berbisnis, karena hidup ini memang bisnis, kitab suci aja di jual
semoga tetap semangat n sukses
argumentasinya bikin gemes aja nih mas iwan..
semua itu memang berkaitan dengan pilihan-pilihan saja.
dan semua pilihan itu akan ada konsekuensi tersendiri.
makasih pencerahannya.. semoga sukses selalu..
Berangkat dari gaya bisnis Rasulullah-nya Mas Arief di sini, sama2 berbisnis dan memotivasi, It’s better to berbisnis yang memotivasi
Aslinya ngomongin topik bisnis, tetapi secara implisit atau pun eksplisit ada sisi motivasinya disitu.
bisnis dan motivasi dua sisi yang saling membutuhkan. berbisnis tanpa adanya motivasi, rasanya sulit untuk bisa mencapai target ideal…
salam sukses mas Habibie Reza
Hello,
http://www.fadlymuin.com – da best. Keep it going!
Bisnis dan motivasi kayaknya ngga bisa dipisahkan, kenapa? Bisnis perlu juga disupport dengan motivasi supaya oke dan survive, sebaliknya motivasi tanpa kehadiran bisnis juga kurang sipp. Ibarat sayur tanpa garam, hambar mas.
Salam sukses.
boleh…boleh… mutualis dong mas??
yang penting bisa menjaga komposisinya supaya pas.
Pas Di Hati, pas juga di Kantong… he he he
Thanks yah!!
Mas Umar, santai aja…. saya yakin, artikel saya kali ini akan memperkaya pandangan kita tentang dunia blogging. apalagi komen2 rekan rekan kita semakin memperkaya pengalaman dan pengetahuan kita. bukan begitu mas umar??