Blog Sebagai Alat Transformasi Kepribadian

by Fadly Muin on April 17, 2010

Alamiah sebenarnya, jika manusia berproses. Sebab sudah begitulah kodrat kita sebagai manusia. Terus Berporses!

Setiap orang tentunya menginginkan perubahan. Perubahan menuju arah yang lebih baik tentunya. Setiap manusia pun menjalani proses kehidupannya masing-masing. Tak akan ada yang mampu menghindar dari poros kehidupannya. Semua orang terpanggil dan tertarik dalam pusaran waktu yang pasti berjalan.

Yang jadi bahan pertimbangan, bagaimanakah kita sebagai manusia ini menyikapi proses perputaraan waktu itu. Apakah mengikuti saja, terlibat aktif atau ikut mempengaruhi? Disini peranan dan kekuatan individu akan teruji.

Sebagai contoh;

  • Jika kita ingin jadi penulis, tentu saja kita perlu tercebur didalam aktifitas itu, menggali ilmu didalamnya dan selalu meningkatkan skill menulis kita.halangan dan rintangan, sekali lagi itu sebuah keharusan yang suka atau tidak, diterima saja.
  • Jika kita ingin menjadi pengusaha, berarti kita perlu melakukan perbaikan persespesi membangun ekspektasi positif dan sebagainya yang bisa mendukung motivasi kita mewujudkan segala impian menjadi pengusaha..
  • Dan masih banyak contoh-contoh lain yang bisa memposisikan diri kita, bahwa kita memang sedang dalam ”proses menjadi”.

Jika semua itu dilakukan dengan sekenanya, sekedarnya dan seenakanya atau apa adanya. Mungkin proses transformasinya juga sudah bisa ditebak. Berkemampuan rata-rata dan hanya mengikuti alur saja. Tidak ada kekuatan aktif yang terpancar dari pribadi kita. Kita hanya jadi penonton saja.

Lain halnya jika kita ingin memberikan kualitas yang berbobot, dan benar-benar memberikan nilai yang tepat pada proses menjadi itu. Maka kita dituntut untuk serius membenahi seluruhnya. Kita harus mulai berbenah. Benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya.

Jadi kelak, proses transofrmasinyapun akan berjaan dengan baik, berimbang dan power full.

Hasilnya sudah bisa diprediksi. Kemampuan kita sebagai pribadi yang mumpuni tentu saja bisa diajak bersaing dengan pribadi-pribadi yang lain.

Sekarang, bagaimana cara kita melakukan transormasi diri, agar apa yang dicita-citakan bisa tercapai dan bisa memberikan hasil yang memuaskan, bahagia tentram luar dalam..?

Sekali lagi, setiap orang memiliki kiat dan cara sendiri-sendiri yang mungkin akan diperoleh dari pengalaman, pembelajaran dan pencarian fakta-fakta yang bisa memortivasinya melakukan itu semua.

Banyak segali media atau alat yang berfungsi sebagai ”pembantu atau kendaraan” yang bisa menghantar pribadi kita agar bisa terbentuk sedemikian rupa.

Dalam hal ini saya coba menawarkan sebuah alat yang sudah tak asing lagi, yaitu blog.

Kenapa blog? saya pernah menyinggung sedikit persoalan blog sebagai sarana berekspresi. Namun tidak lengkap rasanya, jika saat ini saya tidak mempertebal penjelasan itu.

Begini,

Kita perhatikan,dari dulu hingga sekarang media blog masih tetap eksis. Walau memang, daya tariknya naik turun. Bahkan popularitasnya cenderung merosot. Hal ini pernah dibahas dengan baik oleh pak Nukman Luthfie. Tapi yang perlu digaris bawahi bahwa ternyata blog masih eksis hingga saat ini.

Hanya saja, mungkin ini masih jadi masalah sejuta blogger, bahwa apa yang ditulis belum tentu sesuai dengan kepribadiannya masing-masing. Ada yang dipengaruihi oleh tendensi bisnis, ikut-ikutan atau memang tuntutan. Intinya masih belum sesuai dengan nuraninya. Masih wajar. Toh tidak ada benar salah yang jadi acuan baku disini. Semua orang bebas mengemukakan pendapat dan menggunakan blog sebagai sarana ekspersinya.

Namun alangkah baiknya jika apapun alat yang kita gunakan, setidaknya memberi pendekatan positif. Termasuk menggunakan blog.

Kita bisa menjadikan blog sebagai alat yang membantu kita melakukan transformasi diri. Kita bisa mengukir makna, merangkai arti dan membungkusnya dalam setiap tulisan-tulisan kita. Selain itu, kita bisa menjadikan blog sebagai alat kontrol buat kita pribadi. Apa yang anda tulis, itulah diri anda. Apa yang anda inspirasikan itulah wujud cita-cita anda dan seterusnya.

Persoalan yang mungkin akan kita hadapi adalah kemungkinan ketidak sesuaian antara pribadi kita, tulisan kita dan cita-cita kita. Idealnya ketiga elemen itu harusnya selaras. Agar proses transformasi kepribadian bisa terwujud. Namun sekali lagi, memang konsep ideal seperti itu, masih tidak mudah buat sebagian orang. Masih perlu waktu untuk penyesuaian diri. Perlu waktu untuk jujur dengan hatinya. Antara ucapan dan tindakan selayaknya disesuaikan.

Jadi kesimpulannya, pada prinsipnya blog bisa dan sangat bagus untuk melakukan transformasi diri. Melakukan perubahan ”wajah”, fikiran, pribadi dan hal-hal lain yang diperuntukkan untuk menyentuh kerangka berfikir kita. Sehingga, nantinya apa yang kita harapkan bisa diperkuat lewat komitment kita dalam setiap tulisan yang kita terbitkan.

{ 41 comments… read them below or add one }

iskandaria April 17, 2010 at 15:09

Dengan rajin mengasah pemikiran lewat blog, kita bisa punya daya nalar yang lebih tajam suatu saat nanti. Daya nalar tersebut berkaitan dengan cara merespon suatu masalah, bagaimana mencari solusinya, dan juga bagaimana membagikannya untuk orang lain.

Agak di luar topik mas, jumlah komentar total saya yang tercatat di widget top komentator kok dari dulu segitu aja ya (49). Padahal kayaknya sudah 50 lebih (di atas Pak Suarakelana). Apa mungkin komentar-komentar saya sesudah angka 49 dianggap spam kali yach :hammer

Reply

arief maulana April 18, 2010 at 04:56

koment Anda lucu deh, :ngakak :ngakak :ngakak

Blog sama halnya dengan yang lain, ibarat pisau bermata dua. Bisa mendatangkan manfaat bisa jg tidak tergantung bloggernya.

Blog yang selalu berusaha memberikan nilai positif, biasanya akan membawa nilai dan perubahan bagi pemiliknya. Karena untuk menyajikan hal yang baik, tentu dia mesti search good source.

Dan ini menjadi semacam pijakan awal untuk bertransformasi ke arah yang lebih baik.

Reply

fadlymuin April 18, 2010 at 20:34

saya teringat tulisan pak Nukman Luthfie tentang “Pendekar Facebook” yang terinspirasi dari banyaknya pihak yang mendiskreditkan facebook karena sudah “memakan korban”.

saya rasa memang kita dituntut untuk pintar memposisikan diri dalam ngeblog ini. termasuk menyerap apa yang produktif dan apa yang kontra produktif.. benar kata mas Arief, semua itu akan terefleksi oleh masing-masing blogger.

Reply

fadlymuin April 18, 2010 at 20:31

jadi blog bisa dijadikan sarana untuk pengembangan nalar atau pemikiran seseorang yah mas is…

tentu saja dengan menjaga cita rasa yang pas. terkontrol oleh kita sendiri sebagai penulis dan juga pembaca sebagai penyeimbang. interkasi itu pada kahirnya merujuk pada nilai-nilai normatif..

*untuk jumlah komentator di widget saya juga kurang paham mas is. tapi nanti deh saya coba pelajari.. :)

Reply

Agus Siswoyo April 18, 2010 at 22:35

Komentarnya masuk black list mungkin mas.
Hehehe…

Reply

tetenw(blog sehat) April 17, 2010 at 16:04

Mengamankan pertamax mas fadly

Reply

fadlymuin April 18, 2010 at 20:35

he he he.. kesabet sama mas iskandar tuh :D

Reply

Alhijr Adwitiya April 17, 2010 at 20:12

Yups Tepat Sekali…Blog ibarat Hati Berjalan..dalam Rangkaian rangkain Bilangan Digital 0 dan 1 mengungkapkan sesuatu yang harusnya positif..

Reply

fadlymuin April 18, 2010 at 20:36

wow.. tanggapan dengan makna filosofi yang aduhai.. :) trims mas

Reply

dodypku April 17, 2010 at 21:31

Benar sekali mas, dari blog kita bisa mengenal pribadi orang seperti apa… bagi saya blog juga tempat belajar tentang segala hal.

Reply

fadlymuin April 18, 2010 at 20:38

dalam pergaulan sehari-hari, kita akan mengenal orang lain dengan ucapan dan tindakannya. di dunia online, kita akan mengenal orang lain dengan blog dan bisnisnya.. gitu kira-kira ya mas Dody?

Reply

candradot.com April 17, 2010 at 23:21

berarti kalo gitu pertanyaan kembali ke
“ngapain ngeblog”?
kalo ikut2an terus bingung sendiri ya kesian…..

Reply

fadlymuin April 18, 2010 at 20:39

super sekali mas Chandra… (gaya Mario Teguh)

saya fikir sudah saatnya mensinergikan antara tulisan dan kepribadian.. :D

Reply

Ahmad IM-bisnis April 18, 2010 at 00:04

blog salah satunya bisa buat penyaluran nafsu menulis unek2 yang ada dalam alam pikiran kita, biar alama pikiran kita jadi longgar dan plong, fresh, segar

Reply

fadlymuin April 18, 2010 at 20:40

setuju mas Ahmad..
semakin pandai kia menyalurkan hasrat yang terpendam, maka semakin nyaman kita berkata-kata..

Reply

mh April 18, 2010 at 05:18

menurut saya, kepribadian itu tidak bisa ditransformasi mas, karena nanti jadi transformer sejati, alias cowok jadi kecewek2an dan cewek jadi tomboy..

kalo blog sebagai alat pendidikan menulis dan menyampaikan pendapat secara tertulis, saya setuju.

atau blog sebagai alat pengembangan kecerdasan emosional, itu saya setuju..

gimana menurut pendapat anda?

Reply

fadlymuin April 18, 2010 at 20:47

wah… bener juga yah mas?
secara ekstrim saya rasa bisa mengarah kesitu. transformasi kepribadian dari masukilin ke feminim..

tapi menurutku begini mas,
emosi dan alam fikiran kita sebenarnya terefleksi melalu tutur kata dan tindakan kita. maka semua itu akan menyatu utuh dalam diri kita. maka itulah yang disebut sebagai sebuah kepribadian.

selanjutnya kita akan bertindak dan berkata-kata mau tidak mau akan patuh pada alam fikiran dan sisi emosi. jika melenceng dari itu, saya fikir itu sifatnya pengecualian. mungkin karena situasi formalitas tertentu atau ada faktor lain yang membuat ia harus melenceng.

gitu sih gan kira-kira… :D

gitu sih gan pendapatku…

Reply

mh April 19, 2010 at 08:17

wakakak tumben nih argumen nya kurang kuat.. minum pil biru dulu gan..
menurut saya, emosi adalah emosi, tapi bukan kepribadian.. dan nalar adalah nalar, jauh dari kepribadian.
ada orang yang pintar, tapi pribadi nya lemah, sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak baik.
atau ada yang punya bakat tapi pribadinya selalu mencari gara-gara… hehehe..

jadi, kembali lagi, blog adalah alat untuk mengungkapkan tulisan, bukan alat untuk mengubah kepribadian..

Reply

fadlymuin April 19, 2010 at 09:36

he he he.. gitu yah..
kali ini kita memang belum menemukan kesepakatan untuk itu mas. :D

kalau mau dipisah-pisahkan yah jatuhnya gitu mas. nalar atau alam fikiran bekerja dengan sendirinya.emosi bekerja dengan sendirinya.. yang jadi pertanyaan saya, lalu kepribadian itu terefleksi lewat mana?

kalau memang ada ketidak sesuaian antara orang pintar dan kepribadian yang lemah. saya rasa itu karena ketidakpercayaan dirinya menggabungkan fikiran dan emosi dalam satu kepribadiannya..

*lama-lama kita akan ngobrol masalah kejiwaan nih gan.. :cd

Reply

mh April 20, 2010 at 17:21

baiklah kita sepakat 1 hal, ngeblog adalah satu solusi untuk menghilangkan stress, juga bisa menghasilkan uang.. betul?

Sumartono April 18, 2010 at 07:26

Yang jelas dengan ngeblog apalagi dengan niche tertentu, akan membuat branding kita semakin kuat.

Salam Mas Fadly, lama gak berkunjung nih saya.

Reply

fadlymuin April 18, 2010 at 20:48

salah satu efek blogging memang gitu…

apa khabar nih mas sum? sibuk sekali rupanya. sukses terus yah

Reply

aldy April 18, 2010 at 20:22

Tidak bisa dipungkiri, dengan ngeblog sedikit banyak akan merubah diri kita.
Dengan melakukan banyak interaksi dengan berbagai tipe blogger otomatis mengasah kemampuan, pribadi, cara berfikir dan cara menyampaikan buah fikiran. Like or Not.

Reply

fadlymuin April 18, 2010 at 20:49

nah ini salah satu yang menarik mas Aldy. melewati proses pembentukan maupun pengembangan kepribadian. mau tidak mau kita akan tertantang ataupun terpanggil secara baik untuk mengasah kualitas kita dibidang tertentu..

Reply

PakOsu April 18, 2010 at 21:49

Sedikit banyak dari tulisan seseorang bisa dibaca banyak hal dari penulisnya. Begitulah kata PakOsu yang bukan filsuf ini. :)

Reply

fadlymuin April 19, 2010 at 09:37

kurang lebhi sih gitu pakosu…:)

Reply

Agus Siswoyo April 18, 2010 at 22:44

Saya suka artikel ini. Saya pribadi merasa banyak berubah sejak menjalani aktivitas blogging. Saya lebih pede menatap dunia, berani menghadapi persaingan dan satu hal lagi adalah menaikkan status sosial.

Reply

fadlymuin April 19, 2010 at 09:39

kelihatan kalau mas Agus..
semenjak tagline berubah menjadi motivasi blogging, saya merasakan aura blognya makin mantap. makin mengkerucut makin luas menjangkau pembaca.. semoga terus berkembang mas… :thumbup:

Reply

LendraAndrian April 18, 2010 at 23:13

dengan aktifitas ngeblog, rasanya semangat untuk menjadi yang lebih baik bisa tetap terjaga. dan berusaha untuk menjadi…. :iloveindonesia

Reply

fadlymuin April 19, 2010 at 09:41

mengakui bahwa proses adalah kekuatan, maka tak ada lasan lagi untuk mengeluh menghadapi semuanya dengan lapang dada. blog adalah sarana untuk mengembangkan diri sejauh yang kita inginkan..

Reply

Erdien April 19, 2010 at 01:41

Hemmm saya masih bingung pada “hakikat” yang didapat dari blogging. Hal yang bau say apahami adalah keasyikan, banyak nambah teman walau hanya di dunia maya, dan nambah wawasan dari berbagai hidangan yang disajikan SObat-Sobat Blogger :)

Reply

fadlymuin April 19, 2010 at 09:43

proses akan menjawab kebingungan anda mas Erdien..
namun bagi saya, blog adalah alat refleksi. sekarang masalahanya, anda ingin merefleksikan apa dan ingin mendapatkan umpan balik seperti apa..

selain dari itu, interaksi antara teman blogger akan sangat membantu “memprovokasi” kepribadian kita..

Reply

Suarakelana April 19, 2010 at 09:15

jangankan di dunia maya yg bertemu hanya via tulisan, di dunia nyata saja orang sering berupaya mencitrakan diri agar dipersepsi sesuai keinginannya. Kadang berhasil kadang tidak.
Apabila citra tsb semu, membawakannya pasti capek dan suatu ketika akan tampak juga aslinya. Namun bila yg ditampilkan adalah sebagaimana adanya, tentunya terasa lebih ringan dan akan langgeng.
Blogging memang salah satu sarana pencitraan diri, apakah yg dicitrakan semu atau asli berpulang kepada individunya. Hanya bila yg dicitrakan asli maka masalah pengembangan pribadi via blog menemukan relevansinya.

Reply

fadlymuin April 20, 2010 at 08:40

mantap nih analisanya pak ..

dalam kehidupan sehari-hari kita akan diawasi oleh aturan, norma dan tatakrama bersosialisasi. tentu saja semua individu akan berusaha memperlihatkan citra diri yang terbaik.
walau demikian, masih ada saja diantara kita yang tidak mampu mengikuti semua itu, karena ada penolakan bathin yang tak terungkap.

solusinya saya fikir, berusahalah untuk mencapai yang terbaik yang kita mampu, pelan namun pasti. berjalan dalam orientasi yang positif.

sama halnya di blog, kita hanya bisa menuangkan ide dan pemikiran dan merespon umpan balik dari pembaca. selebihnya biarkan waktu dan konsistensi kita untuk memberikan refleksi pribadi yang tercapai nantinya.

Reply

hendro-prayitno April 19, 2010 at 15:57

dengan membaca artikel ini saya jadi termotivasi..
terima kasih sobat

Reply

fadlymuin April 20, 2010 at 08:41

sama-sama sobat :D

Reply

aas maesyanurdin April 19, 2010 at 18:01

seperti halnya sebuah proses, blog bisa mentransformasi kepribadian seseorang bisa lebih cepat, bisa lambat atau stagnan tergantung dari niat (kesungguhan), usaha (konsistensi) dan situasi (kesempatan). Kalau ketiga-tiganya mendukung tentu saja transformasi akan berjalan cepat. Kalau hanya dua unsur yang dipenuhi maka transformasi akan berjalan lambat, kalau hanya satu maka transformasi akan stagnan. begitu kira2 pendapat saya.. CMIIW

Reply

fadlymuin April 20, 2010 at 08:44

terima kasih pendapatnya mas..

bicara masalah kecepatan, memang tak lepas dari “niat dan gerakannya”. kedua unsur ini akan terefleksi dalam prilaku dan cara kita merespon hal-hal penting yang berkaitan dengan diri kita.

dalam hal blog, bisa kita jadikan semacam kendaran aktif untuk mengelolah pemikiran dan orientasi yang ingin kita gapai..
soplah kalo gitu..:D

Reply

ghe April 19, 2010 at 19:21

saya belum merasakan perubahan mas, atau memang saya yang tak peka?
kalau saya pribadi blog tidak ubahnya sebuah apresiasi, kalo masalah transformasi masih terlalu banyak faktor penunjang hal ini mas. baik lewat blog ataupun hal pereangkat lain. tapi saya sendiri tidak tahu perangkat-perangkat tersebut masih sebatas mempecayai bahwa itu memang ada :hammer

Reply

fadlymuin April 20, 2010 at 08:47

perubahan kepribadian saya fikir tidak bisa dirasakan secara ekstrim seperti merubah themes mas ghe.. :D

ia akan berjalan dengan alamiah, terporises dengan selektif. sehingga kita tidak merasakannya..

yang terasa hanyalah kualitas pemikiran yang nantinya terefleksi dari cara-cara kita menyikapi sesuatu..

Reply

Cara Dapat Uang April 21, 2010 at 15:05

Untuk perubahan lebih baik lagi tentunya membutuhkan pengorbanan yang berarti

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: