Blog Punya Nyawanya Sendiri

by Fadly Muin on August 21, 2010

Terdorong oleh pertanyaan novianto di twitter. Tentang sebuah pemikiran. Pertanyaannya kira-kira begini:

“pentingkah sesorang memiliki alasan untuk ngeblog?”

Bisa jadi ada yang menjawab dengan lantang, “Penting!”

Bisa juga dengan jawaban angin lalu, “ah tidak penting-penting amat….”

Kedua jawaban ini tentu dilatari alasan masing-masing. Bahkan dulu saya pun tergugah untuk membuat artikel motivasi blogging. Dalam konteks memotivasi,artikel saya tentang transformasi pemikiran lewat blog, saya fikir masih bisa di andalakan untuk memicu semangat dan memberikan kekuatan dasar untuk membangun blog.

Pada saat itu, saya termasuk orang yang menjawab dengan lantang.

Namun dalam konteks yang lebih matang, saya rasa pemikiran itu masih perlu di bangun  lagi. Akar-akarnya masih perlu di perkuat untuk memberi landasan yang lebih paten. Mengapa sih kita harus ngeblog? Apa sih fungsinya, manfaatnya untuk perkembangan saya apa dan seterusnya. Kunci jitu para jurnalis yaitu 5W + 1 H perlu kita gunakan.

Pengalaman saya selama ini, saya merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan blog. Blog ini khan media. Hanya media. Tergantung kita untuk digunakan sebagai apa dan untuk kepentingan apa?

Namun saya ingin menitik beratkan pada blog sebagai individu, karakter,sifat. Atau apapun itu, yang mencerminkan bahwa blog itu di hidupkan oleh seseorang, yang dilatarbelakangi oleh kehidupan sosialnya selama ini.

Tidak heran, ragam blog bertumbuh dengan karakter dan warna kepribadian yang semuanya unik. Masing-masing ingin memindahkan kehidupan alam nyatanya ke lingkungan jagat maya ini melalui blognya.

Apakah untuk kepentingan branding, berekspresi, pelampiasan, latihan menulis dan sebagainya. semua ingin mengambil posisi yang unik dalam satu komunal yang sangat luas.

Prinsipnya sebenarnya sama dengan kehidupan kita sehari-hari. Ada kelompok, ada obrolan, ada gossip ada perbedaan pendapat, ada pertengkaran, ada persahabatan. Semuanya berbaur dan kadang-kadang berbentur pun bisa. Sebab yang tertuang dalam setiap postingan adalah sesutu pemikiran berdasarkan karakter si pemilik. Subyektifitas tentu saja kental disini. Karakter personal sangat memainkan peranan.

Jikapun terdapat perbedaan pendapat, kita bisa membantah lewat kolom komentar, atau membuat postingan sendiri dengan argumentasi yang padat.

Intinya, dunia blogging adalah penyederhanaan realitas nyata kedalam realitas yang bisa kita rasakan lewat layar monitor. Dan dari situ kita bisa melihat kehidupan yang lain. Sebab sudah dilakukan penyaringan berekspresi, besosial dan macam-macam tingkah laku yang lebih terukur.

“Blog mempunya nyawa tersendiri?”

Oh iya, blog memang mempunyai nyawa tersendiri. Sebab di blog tertuang semacam pemikiran yang belum tentu bisa tertuang dalam realitas nyata. Bisa jadi kita pendiam dalam bersosial, tapi di blog kita terlihat begitu agresif, begitupun sebaliknya.

Artinya, yang berkomunikasi di sini adalah benar-benar isi yang ada di dalam hati kita, emosi, logika dan perpaduan dari semuanya. Disini melebur, saling memberi dan menerima. Membaur menjadi sebuah pemahaman yang “unik”.

Gerakan tubuh tidak terlalu diperlukan disini. Yang dirasakan hanyalah ungkapan lewat apa yang kita tulis, serta respon apa yang kita rasakan. Proses inilah nantinya yang akan memberikan sinergi dan membentuk nyawanya sendiri. Memberikan efek psikologis kepada kita.

Oke, saya sadar ini pemikiran belum tentu bisa diterima oleh semua kalangan. Bisa jadi saya di anggap telalu menjadikan keadaan terlihat begitu kompleks, ribet.

Sori kawan, ini hanya sumbang gagasan. Jika dianggap masuk akal, silahkan di serap dan dipahami. Jika dianggap berlebihan silahkan di palingkan.

Ngeblog untuk berbagi. Merajut asa untuk menghidupkan suasana, setuju?

{ 65 comments… read them below or add one }

arief maulana August 21, 2010 at 02:43

menjawab pertanyaan mas Novianto sebelumnya,
saya berpendapat penting sekali seseorang memiliki alasan untuk ngeblog. Kenapa? Karena justru alasan itulah yang akan memberikan ruh kepada blog untuk terus hidup. Terlepas dari apakah alasannya hanya pure untuk berbagi, monetize, branding building, atau apalah.

Baru kemudian setelah ruh ada, “packaging” content blog bisa kita arahkan sesuai tujuan tersebut. Ini tak ubahnya dengan konteks penciptaan manusia. Ditiupkan ruh ke dalamnya dengan tujuan hidup untuk ibadah.

Masalah nanti dalam kehidupan dia mau menjadi apa, itu terserah. Tentu yang lebih baik masih dalam koridor ibadah dimana tidak menyimpang dari alasan ruh itu sendiri diciptakan.

Mbulet ya bahasa saya. Hehehe… masih sedikit terpengaruh dengan nuansa Ramadan, hingga bisa berkomentar seperti ini.

Artikelnya bagus mas.

Reply

Arief Rizky Ramadhan August 21, 2010 at 07:23

waah saya setuju banget dengan mas arief… no comment deh bingung euy artikelnya udah mantap abis..

Reply

fadlymuin August 21, 2010 at 19:03

ngga kok mas. ngga mbulet, hanya perspektifnya saja yang spiritualistis. mantap pendapatnya.

tks yah

Reply

Novianto Syahmud August 21, 2010 at 03:33

trafik blog bakalan naik ngk ya kalo begini ni, hehehe :D

Saya menilai alasan (bukan yang mengeluh) sebagai sebuah definisi kenapa kita bertindak. Terkadang ketika saya terbiasa mempertanyaakan kenapa saya marah dan kenapa saya begitu sayang pasangan saya, saya sendiri jadi mengerti kenapa saya harus semakin jadi lebih baik lagi. jadi ketika saya mau marah untuk suatu hal, saya malah sibuk mempertanyakan “apa pentingnya saya marah!”

Terimakasih mas atas penjelasannya :D

Reply

fadlymuin August 21, 2010 at 19:06

nah..,
kalau begitu tinggal mengasah pertanyaan nov. setuju khan?

Reply

Novianto Syahmud August 22, 2010 at 13:44

Setuju mas, hanya saja kemampuan menyampaikan ide perlu saya asah lagi..biar bisa segampang mas fadly menguraikan ide kecil itu mas..

Reply

fadlymuin August 23, 2010 at 05:18

siplah..
jangan lupa sarapan penulis, membaca.

Reply

Agus Siswoyo August 21, 2010 at 05:01

Terlalu banyak kesan yang timbul dari blogging. Rasanya, kata-kata tidak cukup mewakili tujuan, ekspresi beserta efek yang sebenarnya. Just wanna say, Let’s blogging for better living…!

Reply

arief maulana August 21, 2010 at 06:43

keren nih quotenya. Blogging for better living. Dikampanyekan yuk!
Entah better living dari segi peningkatan kapasitas diri ataupun dari segi penghasilan lewat blog monetizing :D

Reply

fadlymuin August 21, 2010 at 19:08

monggo di mulai mas :)

Reply

Agus Siswoyo August 24, 2010 at 14:08

hayuuuk… langsung monggo!

Reply

fadlymuin August 21, 2010 at 19:04

sip.. diriku suka pendapat itu mas :D

Reply

mh August 21, 2010 at 06:34

good article mas.. speechless deh..

Reply

fadlymuin August 21, 2010 at 19:10

tks mas…,
jadi kesandung nih :)

Reply

mh August 24, 2010 at 07:25

kalo jatuh bangun sendiri ya gan..

Reply

fadlymuin August 24, 2010 at 19:01

tapi tolong tangganya dipegang gan, jangan sampai tertimpa tangga pula.. :D

Reply

Erdien August 21, 2010 at 07:30

Blog bernyawa? Jadi takut nih, ntar digiit! Hehehe…
Perlu berpikir ulang supaya blogku tidak “wujudhu ka ‘adamihi” :D

Reply

Octa Dwinanda August 21, 2010 at 18:48

yang artinya kang ? :)

Reply

fadlymuin August 21, 2010 at 19:12

hihih.. dicabut aja giginya mas, biar gigitannya menggelikan :)

Reply

maria August 21, 2010 at 07:54

saya setuju bang,keunikan masing2 blog dalam mengungkapkan kediriannya masing2 ,se-akan2 masing2 punya nyawa ,susah mengungkapkannya,btw artikelnya mantab, ok. super duper.

Reply

fadlymuin August 21, 2010 at 19:14

tks yah,
ini pandangan mentah sebenarnya. tentu semua berpulang kepada pengalaman masing-masing..

Reply

suarakelana August 21, 2010 at 11:47

saya agak sulit membayangkan ada orang mengerjakan sesuatu tanpa suatu alasan, sesederhana apapun alasan itu. Jadi pertanyaan itu tidak perlu ada, karena kalaupun dijawab tidak penting, alasan itu sendiri sudah ada saat kita memutuskan ngeblog (kecuali kalau dalam kondisi dihipnotis).
Apakah alasannya itu termasuk penting ? Nah, ini baru terserah masing2. Orang boleh ngeblog karena alasan yg betul2 penting, tapi boleh juga alasannya cuma iseng.

Reply

fadlymuin August 21, 2010 at 19:20

hmm..,
apakah alasan itu penting? inilah yg perlu dikawinkan antara blogger dan blog yang dibangun. selaraskah warna dan aura blognya dengan alasan yang membuatnya kepincut..,
begitu kira2 pak..?

Reply

Khalid Abdullah August 21, 2010 at 13:31

nah terkadang dengan ngeblog pun, seseorang berubah dari yang aslinya mas….

misal :

jadi sok-sok maen setuju-setuju aja, baca juga gak, paham juga gak, yang penting caper di depan yang buat blog, misal saya ca[er di depan mas Fadly gitu…, hahaha

terus ada juga yang jadi sok bener-bener baeeeeeeeeeeek banget!

baik itu sok-sokan atau dalam usaha berusaha, kalau ada sanggahan, saya terima mas… ( ceritanya lagi pengen diskusi berat sama mas Fadly )

Reply

fadlymuin August 21, 2010 at 19:24

inilah yang mungkin bisa kita sebut sebagai “efek blogging”. kita akan di bawa menjadi satu penampilan yang lain di ruang publik internet. seperti yg saya singgung di atas, ada “penyaringan”.

kalau dalam taraf mambangun image, saya fikir sah-sah saja. asal tidak jauh dari keberadaan diri sendiri.

dan…, asal jangan sampai terjadi “keterasingan diri”

Reply

Arief Rizky Ramadhan August 22, 2010 at 10:59

betul mas fadly, dunia blogging dan dunia nyata tidak sama 100 % di dunia blogging kita menggunakan kata-kata dan itulah yang mencerminkan sikap kita, sulit untuk menerjemahkan sikap asli di dunia nyata kita ke sebuah tulisan di blog (mungkin pake emoticons lebih membantu menerjemahkannya hahaha)..

Reply

Khalid Abdullah August 24, 2010 at 02:11

aih aih…….. maenin katanya mantep banget dah mas Fadly ! tapi saya tetep dapet maksudnya !
hah ! two thums up deh buat kelihaian mengolah katanya mas Fadly Muin !

Reply

fadlymuin August 24, 2010 at 19:03

aih..aih…,
menyusun kata hingga memiliki makna yang luas, adalah suatu seni lid. ketika itu mampu kita oleh dan bisa mewakili isi pikiran kita. maka kolak pisang disaat berbuka puasa biasa tersaingi kenikmatannya… :)

Reply

Arief Rizky Ramadhan August 22, 2010 at 10:56

wah agak nyinggung komentar yang saya tulis dibawahnya mas AM nih hahaha..

ya kembali ke bloggernya sendiri sih kalau memang dia punya komitmen yang kuat tetap menjadi diri sendiri dan tak akan menjelma menjadi keong racun sih oke oke aja hahahha..

Reply

fadlymuin August 23, 2010 at 05:20

kalau itu sudah ga bisa do komen lagi rif. bingung.
yang jelas, waktu akan membentuk pribadi di jagat maya ini.

Reply

Arief Rizky Ramadhan August 23, 2010 at 16:18

oke makasih mas…

Reply

Novianto Syahmud August 22, 2010 at 13:59

Kapan Saya seperti ini ya..
Mungkin nanti, kalo sudah terbiasa kumpul2 dengan blogger kelas atas..
Heheehe

Reply

fadlymuin August 24, 2010 at 19:06

ayo nov, design ulang blogmu, jika perlu minta tolong sama teman2 yg mumpuni dibidang itu. mas tri, satryabima dan kalau ada rujukan lain silahkan.

sebab design yang sesuai dengan karakter pribadi kita juga mempengaruhi semangat blogging.

setelah itu, mulailah menulis dari hati..

semoga sukses yah

Reply

Agus Siswoyo August 24, 2010 at 14:12

Saya juga ikut-ikutan nampang di blog ini, padahal aslinya nggak ngetob-ngetob banget kok. Hahaha…

Reply

fadlymuin August 24, 2010 at 19:08

kalau mas Agus khan ibarat elang, pandai terbang dan lihai mengincar mangsa. dimana ada celah, diserbu. sukses terus mas..

sekarang malah artikelnya mulai merujuk pada pemaknaan yang unik. siap-siap direspon sebagai artikel berat mas :D

Reply

dafiDRiau August 21, 2010 at 15:22

Nyawa baru…..

Reply

Agustantyono August 22, 2010 at 13:01

Nyawa, tentunya nyawa dalam tanda kutip kan mas? Artinya di sini kita berperan sebagai pengatur gerakan nyawa tersebut.. ingin berjalan kemana itu semua tergantung pikiran kita, kemana kita ingin mengarahkan

Reply

fadlymuin August 22, 2010 at 21:02

iya mas, tentu nyawa disini di kutip supaya lebih bernyawa :)

yang jelas, nanti. entah kapan kita akan merasakan sebuah getaran emosional yang kuat. ketika itulah kita akan merasakan bahwa ada pribadi diruang internet yang membuat kita merasa tertarik.

Reply

iskandaria August 22, 2010 at 13:57

Mengenai alasan untuk ngeblog, bagi saya sangat penting. Tanpanya, tidak mungkin saya bisa bertahan sampai sekarang. Soal nyawa, kepiawaian sang penulis blog lah yang membuat blognya jadi bernyawa. Tulisan yang bernyawa umumnya bukan sekadar membidik keyword atau untuk membombardir dengan banyak link saja, tapi ada perhatian terhadap kenyamanan dan kepuasan pembaca di situ.

Reply

fadlymuin August 22, 2010 at 21:03

sealiran berarti mas is. tinggal yang membedakan adalah alasan masing-masing kita..,

Reply

Udin Hamd | Blogger 2 Inchi August 22, 2010 at 19:36

Blog untuk berbagi. Merajut asa menghidupkan suasana.
Setuju Gan..

Lha..blogku nyawae 2 inch Gan.

Reply

fadlymuin August 22, 2010 at 21:04

biar 2 inci yg penting sabetannya dong…

Reply

rismaka August 23, 2010 at 19:16

Udin Hamd,

Saya masih kepikiran sampe sekarang. Maksudnya “blogger 2 inchi” itu apa siy? :D

Reply

Rudy Azhar August 23, 2010 at 21:42

“blogger 2 inchi” maksudnya si blogger melakukan aktifitas bloggingnya lewat layar 2 inchi Mas, seperti HP..he..he..he….

Reply

fadlymuin August 24, 2010 at 19:09

bener kata mas Rudy tuh mas Adi..

selama ini blog mas Udin memang mengandalkan HP-nya untuk ngeblog. hebat yah?

Reply

kangmas ian August 22, 2010 at 23:14

setuju mas..yang dipaparkan mas memang lebih mendetail tentang apa itu blog dan hal2 yang terkait didalamnya
tapi dalam penyederhanaannya, blog itu bagaikan rumah kita atau bahkan yang lebih spesifik lagi bagaikan cermin yang memantulkan apa yang menjadi keinginan dan refleksi dari dalam diri kita sehingga kita pun bisa bermain kata dan perasaan disana dan berusaha membagikannya kepada orang lain yang membacanya ^^
salam :)

Reply

fadlymuin August 23, 2010 at 05:36

iya kang :)
tergantung sama “gaya” masing-masing.

pada akhirnya warna blog akan mengikuti, dan semua itu dimulai dari sikap kita yang tercermin dari tulisan yang kita buat..

Reply

Aldy August 23, 2010 at 01:30

Kalau blog saya, nyawanya rangkap bin gado-gado. Multi topik, aneka warna.
Sengaja saya buat seperti dengan alasan agar memiliki area yang luas untuk membuat postingan.
Belum terlalu sanggup untuk membuat blog dengan niche tertentu. Apakah kelak aneka artikel itu menjadi roh/nyawa blog yang sesungguhnya? biarlah waktu yang menentukan, karena ngeblog sampai dengan saat ini belum memiliki tujuan tertentu, hanya sebagai pembunuh waktu dan arsip digital.

Reply

fadlymuin August 23, 2010 at 05:37

berarti, ruhnya yah disitu itu mas Aldy.
nyawa yang lenturnya.

justru gaya seperti itu akan memberikan feedback yang luas untuk mematangkan diri dalam pergaulan maya, kalau menurutku sih begitu…,

Reply

isnuansa August 23, 2010 at 01:31

Kalau saya menjalaninya saja. Karena alasan dan tujuan bisa saja bergerak dinamis, berubah dari waktu ke waktu. Yang saya alami sih begitu.

Reply

fadlymuin August 23, 2010 at 05:38

apa adanya dan gunakan apa yang ada :)
ga neko-neko nih mbak isnuansa..

trims yah komennya

Reply

hakkyrohman August 23, 2010 at 12:22

@isnuansa: cocok sekali mbak dengan slogan lets do it. Lakukan saja yang penting blogging kudu terus jalan.

@fadlymuin: meski pandangan nya mentah tp saya setuju mas, klo blogging punya nyawanya sendiri meski saya baru nge-blog saya sedikitnya sudah mulai merasakan nyawa dari setiap blog teman2 ternyata punya nyawanya sendiri. Jadi, tidak berlebihan sih menurut saya.

Reply

fadlymuin August 24, 2010 at 19:10

tks mas…,
ternyata blog memberikan efek psikologis yang unik yah

Reply

Cara Membuat Facebook August 23, 2010 at 11:19

namun saat ini kebanyakan para blogger menitikberatkan pada penjualan produk melalui blognya

Reply

PooSoft-Tips Komputer August 23, 2010 at 14:41

Dalem Euy Kajian, Bapak FM ni, perpaduan Yin dan Yan he he, makasih ya

Reply

fadlymuin August 24, 2010 at 19:11

makasih juga mas..,
keseimbangan ternyata penting mas..

Reply

PooSoft-Tips Komputer August 23, 2010 at 14:45

Mantab Pak FM,,,perpaduan emosi bangetss

Reply

rismaka August 23, 2010 at 19:09

blog sebagai individu, karakter,sifat. Atau apapun itu, yang mencerminkan bahwa blog itu di hidupkan oleh seseorang, yang dilatarbelakangi oleh kehidupan sosialnya selama ini.

Setuju mas. Saya melihat blog benar-benar dipengaruhi oleh kehidupan sosial pemilik blog tersebut. Bila kehidupan sosial narablog tersebut sangat bagus. Misal, selalu menjalin silaturahim, ramah, dan supel, maka akan ketahuan dari cara penulisan di blognya.

Ada juga sebuah blog yang terkesan “kejam”. Pemilik blog tidak menjaga tulisannya dari makian, cacian, dan umpatan. Pembaca mungkin dapat menilai sifat narablog tersebut dari tulisan2nya itu.

Reply

fadlymuin August 24, 2010 at 19:13

iya mas, itu tidak bisa dipungkiri.
relasi-relasi sosial seorang blogger sangat mempengaruhi karakternya juga di dunia blogging.

termasuk yang kejam, egois, penindas dan karakter negatif lainnya, akan tercermin dari blognya. namun saya tetap yakin proses blogging yang ritmis, akan berdampak pada perbaikan pribadi.

waktulah yang akan menseleksinya mas Adi

Reply

rismaka August 23, 2010 at 19:13

Ngeblog untuk berbagi. Merajut asa untuk menghidupkan suasana, setuju?

Kalau bagi saya mas, ngeblog sebenarnya bukan untuk berbagi, tapi lebih kepada mencatat apa yang saya ketahui, apa yang saya pelajari, dan apa yang saya praktikan.

Mungkin memang terkesan egois (karena tidak ada niat berbagi), tapi ya itulah saya. Semoga kalaupun tidak ada yang bisa diambil manfaatnya, setidaknya tulisan2 saya memberikan manfaat khususnya bagi diri saya pribadi :)

Reply

fadlymuin August 24, 2010 at 19:16

hmm..,
semoga saja ini bukan karakter kejam mas Adi :D

begini..,
memang subyektif sekali alasannya mas. Niat disini memang tidak bisa serta merta dirasakan oleh pembaca blog kita. tapi cara kita menyampaikan dan substansi pesan yang disampaikan, nantinya akan ternilai sebagai upaya untuk berbagi. apakah sifatnya pengalaman, keilmuan atau hal-hal lain.

sejauh kita tidak menggaris-bawahi dan mewanti-wanti bahwa “ini bukan untuk berbagi” saya rasa masih positif mas… :)

Reply

classically August 24, 2010 at 20:11

Bloging juga merupakan diskusi dan sharing informasi yg membangun loh.
Dgn bloging kita bisa merasakan berbagai warna persepsi para bloger :)

salam kenal,
classically

Reply

Khery Sudeska August 25, 2010 at 01:39

Proses blogging yang ritmis, akan berdampak pada perbaikan pribadi.

Ini yang paling saya rasakan dari manfaat ngeblog. Secara umum, saya sama seperti Mas Rismaka (Adi). Apa yang saya jadikan persfektif dalam sebuah masalah selama ini, itulah yang saya tampilkan dalam konten blog saya. Dan, bagian yang menantangnya, persfektif itu kemudian diuji bahkan dibantah melalui kolom komentar. Dan, sedari dulu, saya cukup terbuka terhadap ujian dan bantahan itu. Itulah yang kemudian mengarahkan kepada “perbaikan pribadi”. Dan itu pulalah yang dimaksud “proses bloging yang ritmis” dalam persfektif saya.

Dan, oleh sebab itulah saya katakan dalam halaman about, bahwa membaca tulisan di blog saya juga berarti membaca perjalanan batin seorang anak manusia.

Wacana yang gayeng sekali, Bang. Thank you! :)

Reply

kris August 27, 2010 at 05:02

iya gan, sepertinya blog itu punya nyawa sendiri gan. Saya sekarang mulai ngeblog lagi dan dari blog itu juga saya bisa cari uang kecil-kecilan. saya ngasih traffic ke forum dan nanti dapet uang gan..
lumayan..

Reply

sugiarto September 24, 2010 at 18:55

ngeblog untuk berbagi….artikelnya mantap,mas…jadi ketagihan baca tulisan2 mas yang lain nih…

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: