Belajar blogging bukan hanya kepada orang dewasa atau orang-orang yang jago ngeblog. Kita juga bisa belajar ber-blogging ria dengan mengenal tipe-tipe anak kecil di sekitar kita. Anak sendiri atau keponakan atau anak-anak di lingkungan kita. Terserah pengamatan anda deh..
Banyak pesan-pesan moral yang bisa kita petik dan kita modifikasi dari tingkah laku mereka. Yang lebih seru, karena personalitas mereka bisa dijadikan pedoman-pedoman sederhana, yang akan kita terapkan dalam membangun blog.
Dalam hal ini tentu saja saya tidak membagi tips teknis tentang bagaimana mendatangkan traffic yang bombastis atau membuat blog bisa mendatangkan duit, hanya karena melihat anak kecil. Alasannya, di samping itu terlalu mengada-ada, karena saya bukan orang yang tepat untuk bicara blog bisnis.
Belajar blogging dari anak kecil, hanyalah sebagai acuan mental praktis. Mengenal sekilas karakter-karakter mereka. Saya rasa kita bisa menjadi lebih dewasa. Karena hakikat kedewasaan hanya bisa diketahui, jika kita sudah mengetahui hakikat mental anak kecil.
Dari sekian banyak dan begitu rumitnya tipe anak-anak ini. Saya tidak bisa mencantumkan semuanya secara detail dan terinci, karena sekali lagi saya bukan ahlinya. Ini hanyalah pengamatan praktis. Pengalaman duduk-duduk sore hari di depan rumah dan melihat anak-anak ramai bermain dan bercanda.
Dari pengalaman sekilas itu, setidaknya saya mengakap ada 4 tipe anak kecil yang bisa saya kategorisasikan. Dan mungkin saja bisa lebih dari itu. Ini hanyalah beberapa tipe dari sekian banyak kerumitan tipe anak. Tapi dari keempat ini, kita bisa belajar banyak kok. Paling tidak kita bisa mencari benang merah, antara “karakter mereka” dengan “cara kita membangun blog” selama ini.
Perhatikan ke empat tipe berikut ini:
- Kasar dan Galak :
Tipe ini menonjolkan pribadi yang keras. Menampilkan pribadi yang superior dengan cara-cara yang menyakitkan orang lain. Ada kepuasan tersendiri ketika ia berhasil menemukan obyek penderita. Tidak terima di persalahkan adalah salah satu ciri has anak tipe 1 ini.
Setelah melukai [memukul atau mengejek] ia lalu tertawa girang. Apalagi ketika obyeknya terlihat lemah. Menangis atau ketakutan. Ia akan semakin gahar menambah tekanan mentalnya kepada sang obyek.
- Cengeng dan Kuper :
ini adalah tipe yang umum pada anak-anak. Suka menangis dan enggan berpisah dari orang-orang yang di anggap sebagai pelindungnya, orang-orang terdekatnya terutama bapak-ibu dan anggota keluarga lainnya. Mereka ini salah satu obyek bagi anak yang bermental seperti tipe nomor 1.
Jarang bergaul dan tidak memiliki bahasa yang fariatif membuat tipe anak seperti ini hanya bisa memperlihatkan powernya dengan cara menangis. Dengan begitu, orang-orang dewasa akan segera melindunginya.
- Pendiam dan Sensitive :
Tipe ini agag sulit mengetahui isi hatinya, karena ia cenderung pasif dan tidak memberikan kesan berarti, kecuali diam. Tidak menangis dan tidak marah, ketika ada yang mengganggunya. Respon yang paling terlihat ketika ada ganggugguan ia hanya bisa bergegas pergi meninggalkan arena permainan.
- Komunikatif dan Supel :
nah untuk golongan anak kecil tipe ini sangat di idolakan, karena bisa di ajak berbicara, becanda dengan bahasa-bahasa yang lucu. Bisa bernyanyi, bercerita dan bisa di ajak bepergian tanpa merasa canggung kepada orang baru. Tipe ini oleh orang dewasa di anggap paling baik, karena bisa di ajak komunikasi dan membangun hubungan antara orang dewasa dan anak-anak. Dengan harapan pesan-pesan mulia orang dewasa bisa terserap dengan baik.
Terus mana hubungannya dengan dunia blogging?
Oh iya yah, sampe lupa memberi korelasi, saking asyiknya mendeskripsikan tipe-tipe anak yang lucu dan menggemaskan itu.
Begini, kalau anda perhatikan sekilas, saya yakin anda bisa menangkap dan secepat kilat memberi definisi korelatif dengan karakter atau cara ngeblog anda selama ini.
Blogging Dengan Cara Kasar dan Galak :
Blogger tipe ini cenderung merasa lebih bebas. Tidak takut menyimpang dari nilai-nilai normative. Tapi Jika anda membangun blog dengan cara ini, sebaiknya anda berhati-hati.
Mungkin awalnya anda akan menonjol, orang senang membaca blog anda yang gahar dan pemberani itu. Pengunjung anda selalu ingin tau, kegaharan apa lagi yang anda lakukan, siapa lagi obyek berikutnya.
Blog dengan tipe ini saya yakin akan rame, namun efek simpatik kepada si blogger, lambat laun, akan menurun. Seiring dengan semakin meningkatnya moral pengunjung.
Blogging Dengan Cara Cengeng dan Kuper :
Tipe blog seperti ini adalah blog yang tidak memiliki independensi yang kuat. Mudah terprofokasi oleh berita-berita kontroveri. Mudah menyerah dan gampang putus asa. Membangun blog dengan tipe seperti ini, akan sulit sekali memperoleh daya ungkit terhadap motivasi hidup. Blog hanya di jadikan semacam wadah menulis yang tak terarah. Pelampiasan semata.
Apalagi kalau enggan melakukan silaturahmi, tidak mau bergaul dan cenderung mengurung diri di blognya sendiri. Tidak mau keluar dan saling menyapa. Tidak ada rasa ingin tahu terhadap dunia luar. Memproteksi diri dari informasi yang bermanfaat. Tidak akan memberikan efek yang besar, kecuali hanya pengalaman blogging. Titik.
Blogging Dengan Cara Diam dan Sensitive
Golongan ini cenderung menempuh pilihan hidup yang aman. Tidak ingin ada gejolak. Suka dengan suasana yang adem ayem. Namun agag sulit bergaul dengan blogger seperti ini, karena di dalam hatinya berkecamuk berbagai rasa yang sulit di ungkapkan. Dan ini membuat pengunjung susah menjalin komunikasi dengannya.
Tentu saja sulit menebak tipe blog seperti ini, karena jika tidak di ungkapkan secara jelas, pengunjungnya tidak akan pernah tau karakter dan sifat si pengelolah blog tersebut. Membangun blog dengan cara seperti ini, berefek pada rasa enggannya pengunjung untuk balik lagi, karena merasa tidak mendapatkan sensasi yang berkesan pada kunjungan pertamanya. Bukankah kesan pertama sangat berarti?
Blogging Dengan Cara yang Komunikatif dan Supel
Saya pribadi sengat senang dengan blog tipe ini. Karena disinilah nikmatnya blogging. Yaitu adanya komunikasi dan pergaulan yang baik antara pengelolah blog dan pengunjungnya. Apalagi konten yang di berikan benar-benar informative dan bermanfaat bagi pengunjung.
Saya yakin membangun blog yang komunikatif akan memberikan manfaat yang banyak terhadap pengunjung, karena benang merah informasi yang di diskusikan selalu memberikan efek yang bermakna. Tidak hanya membuat artikel, di komentari lalu mengucapkan terima kasih karena sudah di komentari. Perlu adanya nilai lebih dari itu.
Bersikap supel akan memberi kesan yang hangat bagi pengunjung, blog anda akan di cap blog ramah dan bermanfaat. Mudah di ingat dan di kenang sepanjang tidak ada pergesekan yang berarti..
Ok segitu dulu yah, maaf kepanjangan.
Semoga bermanfaat!
Share



{ 30 comments… read them below or add one }
Analogi yang mantap mas, tulisan memang bisa dijadikan sebagai gambaran jati diri penulisnya.
Btw mengenai anak kecil Donald Trump pernah mengatakan bila kita ingin melihat masa depan, tanyakanlah apa yang ada di pikiran anak kecil. Karena melalui pikiran merekalah masa depan akan dibentuk.
Nice post mas,
salam sukses
sama dong sama yg pernah di katakan Kiyosaki. intinya belajar itu dari siapa saja, termasuk kepada anak kecil sekalipun. melalui mereka kita bisa mengintip jendela masa depan. masih banyak yg bisa kita gali dari mereka, termasuk ketika saya dan istri terfikir untuk membidik pasar anak2.. he he he
Salam kenal,
Mas Fadly atau mas Muin..?
Saya setuju, cuma mau tambahkan dikit. Dalam diri mereka walaupun super nakal, meraka tak ada dendam. jauh dari pikiran negatif, jauh juga dari rasa saling curiga. Ini yang patut juga dicontoh ya…serba terbuka..itulah sebabnya dalam agama saya anak kecil diibaratkan sebagai yang mempunyai kerajaan surga…Penuh kepolosan..Andai dalam ngeblog, juga ditambahkan sifat-sifat seperti ini…wah..tenangnya dunia blogger ya…
btw : saya pasang link anda di blog saya ya…
Saya akan sering main kesini nanti..
Salam Kenal juga Theo. Terima kasih sudah mampir dan pasang link saya.
kalau masalah dendam, curiga, mereka sudah punya mas. buktinya ketika ada yg menyakitinya mereka biasanya enggan lagi untuk bermain kepada orang yang menyakitinya tersebut. hanya disini porsi dendamnya masih kecil. belum masuk ke tingkat kronis… campuran karakter seperti beberapa tipe anak kecil itu, akan mewarnai dunia blogging. tidak masalah, yang penting, kita tau mau berdiri di posisi mana, tul ga?
this is brilliant! kids are the best samples of living our world now.
tapi itu baru basic aja mas.. harus dilanjutkan ke tingkat advanced, karena orang dewasa punya kewajiban membayar semua biaya.. dan itu adalah alasah making money for our family.
betul?
tentu saja harus di lanjutkan atuh kang… kalau tidak, nanti tidak naik-naik kelas dong.
kalau making money, aku belajar dari mas hengky aja, boleh toh??
Saya termasuk type blogging yang seperti apa masih bingung Mas, biar aja pengunjung yang nilai termasuk Mas tolong nilai juga ya???
yups biar saja pengunjung yang menilai. tapi setidaknya tipe2 ini akan memberi ilustrasi yang simple. semoga saja berguna mas rudy…
Postingnya Mas Fadly kali ini telah membuktikan, bahwa bukan hanya buku yang perlu dibedah. Karakter blogger pun bisa dibedah. Tapi saya tebak, pasti semua blogger ingin karakter yang komunikatif dan supel. Ya ggak?
hemat saya sih memang seperti itu mas, asal jangan sampai lupa diri. lakukanlah sesuai dengan karakter masing2. tipe2 ini hanya ilustrasi..
Salam kenal mas Fadli.. maunya seh termasuk tipe blogging yang no 4 tapi kayaknya sulit deh… soalnya artikelnya masih gado-gado neh… kunjungi blog aku dong mas and kasih saran ya… makasih…
coba fokus saja trieand. lambat laun pasti ga gado2 lagi.. tapi jadi somai,,, he he he…
kayaknya saya masuk ke gol 3 deh. habis agak kurang dalam blogwalking..ayo jalan2 ..biar sehat. wk.wk
bisa saja nih mas zam… masa master SEO pendiam. sy tidak percaya ah….
hmm, model komparasi yang mantap. niatan di balik kita ngeblog dan waktulah yang akan memperlihatkan kita ada di domain yang mana. ya tho Mas…
bisa seperti itu mbak.. selain itu, efek yang di terima akan sangat menentukan masa depan blog yg kita bangun..
lama gak berkunjung nich mas jadi kangen…hehehehe
wah arrtikelnya semakin mantap aja…kalau blog saya tipe apa ya…
sukses selalu ya mas…
iya mas yanuar, kemana saja nih? sibuk apa sekarang?
Kayaknya semua karakter itu bisa muncul dalam diri saya dalam menulis.Tergantung ‘mood’ waktu nulis, karena bahasa tulisan itu kan manefestasi dalam hati/perasaan seseorang ,kan mas?
bener sih, kalau di katakan sebuah tulsan adalah refleksi bathin si penulis, saya setuju. namun dalam menulis khan ada kaidah-kaidah tertentu yang bisa kita pakai untuk menunjang kualitas penulisan kita.. thanks yah Petty sdah berbagi
Mmmm… saya rasa saya ga masuk kemana2 tuh. Kecuali ditambah dengan ‘anak yang moody dan angin2an’.. Nah itu blog saya hehe..
Good posting..
yang penting khan Action Mas Adi [ suka merendah nih]
sipppp belajar mah darimana-mana
terimakasih informasinya
parenting tips
mencoba mengasuh anak tanpa kekerasan:
http://ekojuli.wordpress.com/2009/07/30/bintang-untuk-rifqi/
emang belajar itu tanpa henti mas eko…
Ehm… mikir, saya termasuk yang mana yah?
tinggal di sesuaikan saja mbak…
dari artikel ini saya banyak dapat mengambil banyak pelajaran dan analogi. makasih banyak ya bang ^_^. Yang paling enak yang masuk kategori terakhir
ini hanyalah pengamatan taktis kok mas fajar, mungkin saja dikemudian hari analogi ini bisa berubah karena pengamatan yg berbeda.
namun saya yakin, prinsip2 sederhana ini masih relevan kok digunakan, paling tidak untuk beberapa tahun kedepan ^_^ tks yah
wah saya tidak tahu masuk kategori yang mana mas, tapi minimal jadi tahu ada beberapa klasifikasi blogger di dunia maya…
tinggal jalankan saja prosesnya mas omron
nanti juga ketahuan kok