<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Motivasi FM &#187; Refleksi Sosial</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/category/refleksi-sosial/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Motivasi dan Sekitarnya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 06:22:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Ancaman Cyber Bullying Terhadap Anak</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/ancaman-cyber-bullying-terhadap-anak.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ancaman-cyber-bullying-terhadap-anak</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/ancaman-cyber-bullying-terhadap-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 22:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Siswoyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[cyber bullying]]></category>
		<category><![CDATA[internet sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1386</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Agus Siswoyo Era internet tengah menguasai kehidupan manusia. Meski demikian, sebesar apapun manfaat yang ditawarkan internet, tetap saja keberadaan plus dan minusnya ibarat sekeping mata uang. Dimana ada manfaat yang ditawarkan disitu ada juga resiko kerugian yang ditimbulkan. Dalam hal kehidupan sosial dunia maya, salah satu ancaman serius adalah cyber bullying. Cyber bullying kurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fancaman-cyber-bullying-terhadap-anak.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fancaman-cyber-bullying-terhadap-anak.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong>Oleh: <a href="http://agussiswoyo.com/" target="_blank">Agus Siswoyo</a></strong><br />
<a href="http://s980.photobucket.com/albums/ae284/agsswy/The%20Best%20of%20Me/?action=view&amp;current=agussiswoyocatatanmotivasibloggingindonesia.jpg" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 0px initial initial;" src="http://i980.photobucket.com/albums/ae284/agsswy/The%20Best%20of%20Me/agussiswoyocatatanmotivasibloggingindonesia.jpg" border="0" alt="Photobucket" width="130" height="172" /></a><strong><a href="http://agussiswoyo.com/" target="_blank"></a></strong>Era internet tengah menguasai kehidupan manusia. Meski demikian, sebesar apapun manfaat yang ditawarkan internet, tetap saja keberadaan plus dan minusnya ibarat sekeping mata uang. Dimana ada manfaat yang ditawarkan disitu ada juga resiko kerugian yang ditimbulkan.</p>
<p>Dalam hal kehidupan sosial dunia maya, salah satu ancaman serius adalah cyber bullying. Cyber bullying kurang lebih artinya tindak premanisme yang berlangsung di internet. Bentuk perilakunya berupa pelecehan ataupun merendahkan seseorang yang dilakukan secara online maupun telepon seluler.</p>
<p><em>Pada umumnya hal ini menimpa anak-anak dan remaja.</em><span id="more-1386"></span></p>
<p>Cyber bullying memanfaatkan pesan SMS, email, instant messaging, blog, situs jejaring sosial dan halaman web untuk mengganggu, mempermalukan dan mengintimidasi anak. Wujudnya bisa bermacam-macam, beberapa diantaranya:</p>
<ul>
<li>berupa penyebaran isu-isu palsu</li>
<li>mempublikasikan foto-foto memalukan</li>
<li>pelecehan seksual</li>
<li>ancaman hingga tindakan yang berbuntut pemerasan</li>
</ul>
<p>Para korban cyber bullying umumnya tidak berani terbuka kepada orang tua ataupun anggota keluarga. Alasannya macam-macam. Mungkin malu kalau ketahuan, takut dimarahi atau bahkan takut dibatasi aktifitas online-nya.</p>
<p><span style="color: #000080;">Situasi dilematis seperti ini, bukan saja merugikan tapi sangat fatal akibatnya. Karena anak-anak <a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html" target="_blank">Seperti Diperkosa</a> tanpa diketahui siapa pelakuknya</span></p>
<h2>Tanda-tanda dan langkah penyelamatan.</h2>
<p>Lalu, apa tanda-tanda anak, yang menjadi  korban dari Cyber bullying? Tanda utama adalah emosi anak menjadi labil. Gampang marah, sedih dan depresi yang tidak biasa. Efek selanjutnya adalah penarikan diri dari teman-teman dan turunnya semangat belajar di sekolah. Beberapa kasus di luar negeri menyebutkan efek terburuk adalah bunuh diri.</p>
<p>Ngeri banget kan&#8230;?</p>
<p>Kalau hal-hal di atas terjadi pada anggota keluarga Anda, Anda harus segera waspada. Jika Anda telah mempelajari panduan dasar <a href="http://internetsehat.org/">internet sehat</a> Anda akan paham step by step langkah penyelamatan.</p>
<blockquote><p>Yang paling penting, tentu saja simpan atau cetak bukti-bukti cyber bullying lalu identifikasi pelakunya. Kalau sudah ketemu, minta dia untuk menghentikan aksinya. Jika memungkinkan datangi orang tua pelaku dan ceritakan detail kejadian, sambil menunjukkan bukti-bukti.</p></blockquote>
<p>Beri peringatan tegas bahwa anda akan mengambil langkah hukum jika aksi tersebut terus berlangsung.</p>
<p>Selanjutnya Anda ajukan keluhan kepada <em>provider internet </em>ataupun operator ponsel yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti. Bila tindak cyber bullying sudah mengarah kepada tindak kekerasan, pemerasan atau pelecehan seksual, segera hubungi pihak kepolisian. Biarkan pihak berwajib yang menanganinya.</p>
<p>Benteng utama menangkis tindak cyber bullying tetaplah komunikasi efektif antar anggota keluarga. Perlu dijelaskan efek negatif dari penyertaan data-data pribadi ke dalam halaman situs jejaring sosial. Sebisa mungkin profile akun kita tidak menampilkan informasi yang terlalu jelas tentang tempat tinggal. Sehingga privasi seluruh anggota keluarga dapat terjamin tanpa perlu teror dari pihak manapun.</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/ancaman-cyber-bullying-terhadap-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia Masih Perlu Alat Pengingat</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/manusia-masih-perlu-alat-pengingat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=manusia-masih-perlu-alat-pengingat</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/manusia-masih-perlu-alat-pengingat.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 03:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1223</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya akan coba langsung ke statemen-statment yang mungkin berkesan saya berpandangan negative.tapi tidak mengapa, sesekali saya akan coba masuk ke situ untuk bahan kajian. Kalau kita kaji lagi, Pada dasarnya manusia itu bersifat liar. Suka kebebasan yang cenderung  tak suka diatur. Gemar bersikap represif.  Egois dan selalu ingin menang. betul tidak? Lebih jelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fmanusia-masih-perlu-alat-pengingat.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fmanusia-masih-perlu-alat-pengingat.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kali ini saya akan coba langsung ke statemen-statment yang mungkin berkesan saya berpandangan negative.tapi tidak mengapa, sesekali saya akan coba masuk ke situ untuk bahan kajian.</p>
<p>Kalau kita kaji lagi, Pada dasarnya manusia itu bersifat liar. Suka kebebasan yang cenderung  tak suka diatur. Gemar bersikap represif.  Egois dan selalu ingin menang. betul tidak?</p>
<p>Lebih jelas dan dalam, sangat bagus ditulis oleh <strong>Erick Fromm</strong>, dalam bukunya <strong> akar-akar kekerasan</strong>. Disitu tergambar jelas berdasarkan penelitiannya. Bahwa manusia itu cenderung represif, agresif, buas dan memangsa.</p>
<p>Mari kita liat fakta-faktanya dilapangan. Brutalisme, anarki dan korupsi. Contoh umum yang paling gampang bikin kita mudeng.</p>
<p>Mengapa dikatakan manusia itu liar. Coba saja liat fenomena pornografi, prilaku asusila dan fakta-fakta lain yang sudah pernah bahkan banyak di ungkap oleh media massa yang berkaitan dengan tindakan amoral. Seks diluar nikah, prilaku seks anak remaja, free seks dan unsure-unsur lain yang tidak lepas dari satu kata yang menggiurkan tersebut.<span id="more-1223"></span></p>
<p>Mengapa pula <a href="http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/brutalisme-sosial-indikasi-masyarakat-mulai-sakit.html" target="_blank">manusia dikatakan Brutal</a>. Coba perhatikan lagi aksi-aksi massa dilapangan. Benturan antar kepentingan. Tak jarang membuahkan hasil yang memanas. Tak peduli lagi siapa yang akan menjadi mediator. Sepertinya status dilapangan sudah sama. Sama-sama ingin memangsa.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan korupsi? Sama saja, ini juga tindakan yang rakus. Ingin merampas dengan cara halus. Tapi dengan intrik yang terlindungi oleh orang-orang licik. Semua hal bisa di bentengi dengan logika hukum dan retorika yang tak jarang membuat orang lain tak bisa menembus tembok yang kuat itu. Tembok yang sudah dibangun oleh kepentingan yang memalukan.</p>
<p>Contoh seperti itu saya rasa tidak berlebihan kalau saya menganggap prilaku manusia itu cenderung &#8220;berontak&#8221; dan enggan untuk teratur.tidak mau masuk dalam lingkaran keteraturan.</p>
<p>Namun demikian, sebagai manusia kitapun dikarunia Tuhan dengan sebuah alat kontrol yang berfungsi sebagai pengingat sekaligus penggerak, yaitu hati. sebuah alat yang berfungsi untuk menciptakan  kecenderungan manusiawi yang lebih normatif dan dekat dengan nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>Kita pasti paham, bahwa hati sangat sulit di deskripsikan, sulit di cerna namun bisa dirasakan. Hati adalah alat yang sangat jenius yang bisa menyeimbangkan antara diri ini sendiri dan hal-hal lain diluaran sana. Jika hatinya bersih, rapih dan syarat akan nilai-nilai kebajikan maka apapun bentuk “rongrongan” dari luar tak akan mampu merusak isi dalam kita.</p>
<p>Nah, disinilah letak kontradiksisnya, disini tercipta benturan halus yang sulit di lihat dengan mata hati orang biasa-biasa saja. Diperlukan keteguhan dan niat bagus untuk merasakannya.</p>
<blockquote><p>Sisi yang satu mengajak kita melakukan sesuatu “semau gue”. Sisi yang satu lagi mengajak kita melakukan sesuatu yang “tidak semau gue”. dengan tawaran yang lebih hakiki.</p></blockquote>
<p>Sekarang masalahnya, ini saya masih menggunakan asumsi negatif, bahwa manusia masih cenderung untuk mengikuti arah yang ganas, bebas dan &#8220;semau gue&#8221; daripada masuk kejalur yang kebih rapih, teratur, terkontrol dan syarat akan nilai-nilai kepatuhan.</p>
<p>Secara umum, kita sudah di kontrol oleh system yang ada. Sehingga jika terjadi penyimpangan, maka kita harus siap menghadapi aturan hukum yang berlaku.</p>
<p>Lagi- lagi fakta mengatakan. Bahwa walau aturan sudah dibuat. Tapi manusia ini tetap saja mencari celah yang dianggapnya legal dengan cara sembunyi-sembunyi. Menciptakan rasionalitas dan sebagainya. Banyak contoh yang sudah mengungkapkan itu.</p>
<p>Sekarang, bagaimana dengan kita sendiri? Apakah mau ikut bermain diarus besar itu atau kita lebih baik menciptakan alat kontrol sendiri?</p>
<p>Hemat saya sih, kita lebih baik menciptakan alat kontrok sendiri. Kita bisa buat “alarm pengingat”  untuk konsumsi sendiri. Misalnya komitmen, moralitas itikad atau upaya-upaya lain yang bisa mengarahkan kita ke tempat yang lebih menguntungkan. Daripada terjerat dalam kebingungan, khan lebih baik membangun mental mandiri yang mengandung tujuan-tujuan baik.</p>
<p>Caranya?</p>
<p>Tentu saja kita perlu membersihkan fikiran-fikiran kontra produktif, menggantinya dengan informasi baru yang lebih tepat, berguna untuk membangun mental yang bagus.</p>
<p>Landasan hukum, agama, budaya dan nilai-nilai lain tentu sangat membantu. Tapi semua itu tidak akan berguna jika kita sendiri &#8220;dablek&#8221; alias menantangnya denga rasionalitas dan pembolak- balikan makna sedemikian rupa. Jadinya kita makin cerdas tapi kita makin angkuh.</p>
<p>Jadi, kita masih perlu yang namanya <strong>komitmen kuat</strong>. Inilah yang akan menjadi ”Alarm Pengingat” buat kita dengan menggunakan pendekatan agama, budaya, dan hal-hal lain yang sekiranya dapat membantu.</p>
<p>Semoga bermanfaat yah…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/manusia-masih-perlu-alat-pengingat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Negeri Ini Lucu, Kenapa Kita Tak Juga Tertawa?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/jika-negeri-ini-lucu-kenapa-kita-tak-juga-tertawa.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jika-negeri-ini-lucu-kenapa-kita-tak-juga-tertawa</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/jika-negeri-ini-lucu-kenapa-kita-tak-juga-tertawa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 03:11:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1167</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini terinspirasi dari sebuah artikel yang di tulisa oleh kawan saya. Erwyn Kurniawan. Tulisan ini di muat di web eramuslim. Saya membacanya lewat Note di Facebooknya. Erwyn adalah teman kuliah dulu. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang aktif dan memang senang menyoroti politik dalam negeri. Dalam tulisannya yang diberi judul, “Alangkah Lucunya Negeri ini” sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fjika-negeri-ini-lucu-kenapa-kita-tak-juga-tertawa.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fjika-negeri-ini-lucu-kenapa-kita-tak-juga-tertawa.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Tulisan ini terinspirasi dari sebuah artikel yang di tulisa oleh kawan saya. <em>Erwyn Kurniawan</em>. Tulisan ini di muat di web eramuslim. Saya membacanya lewat Note di Facebooknya.  Erwyn adalah teman kuliah dulu. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang aktif dan memang senang menyoroti politik dalam negeri.</p>
<p>Dalam tulisannya yang diberi judul, “<a href="http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/erwyn-kurniawans-ip-editor-maghfiroh-pustaka-alangkah-lucunya-negeri-ini.htm" target="_blank">Alangkah Lucunya Negeri ini</a>” sebuah judul yang meminjam dari judul film besutan Dedy mizwar. Mencoba menyoroti realitas sosial-politik indonesia yang memerlukan pembenahan karakter.</p>
<p>Dalam tulisan itu, di paparkan sebuah pemikiran yang kontradiktif  yang terjadi di negeri yang kita cinta ini. Bahwa dilain sisi, penguasa atau sebagian besar pihak yang berkepentingan telah menyebut bahwa negeri yang disebut Indonesia adalah Negara besar. Besar dalam berbagai aspek, termasuk jumlah penduduk, luas wilayah dan juga besar dalam prilaku korupsinya.<span id="more-1167"></span></p>
<p>Kebesaran itu telah menjadi sebuah kebanggaan tak terhingga. Sehingga menjadikan siapapun individu yang berpijak di negeri ini akan merasa sangat bangga dan menyesal jika tidak bisa measakan kebesaran negeri ini.</p>
<p>Menurut Erwyn dalam tulisannya, ternyata kebesaran dalam konteks positif, ternyata tidak sejalan dengan cara-cara pengambilan keputusan dan penerapan kebijakan public di masayarakat. Itulah sebabnya Erwyn mengadopsi situasi ini sebagai sebuah kelucuan yang patut membuat kita geli.</p>
<p><strong>Apa yang ingin saya sampaikan?</strong></p>
<blockquote><p>Garis besar pemikiran Erwyn saya sepakat, bahwa telah terjadi keganjilan di ngeri ini. Dilain sisi kita sudah mencapai posisi sebagai negera yang besar, tapi dilain sisi kita tidak mampu membuat sebuah keputusan yang mendukung pernyataan bahwa negeri kita ini besar.</p></blockquote>
<p>Dilain sisi pula, tulisan Erwyn yang mengatakan bahwa ”negeri ini lucu” ternyata tak mampu membuat saya tertawa. (Sorry yah win ? )</p>
<p>Namun demikian esensinya bukan untuk menertawakan tulisan kawan saya itu. Tapi terlebih kepada upaya mengapresiasi tulisannya yang sangat kritis itu. Dilain sisi saya ingin katakan bahwa ternyata sesuatu yang di sebut lucu, belum tentu membuat kita mampu tertawa. Sesuatu yang disebut lucu belum tentu kita bisa melihatnya sebagai adegan yang jenaka.</p>
<p><em>Sebaliknya, sesuatu yang disebut lucu bisa jadi adalah sebuah ungkapan sentimentil. Sebuah kondisi “keganjilan” yang membuat kita merasa marah!</em></p>
<p>Jadi upaya actor kawakan seperti Dedy Mizwar masih perlu diperas lagi agar bisa membat kita tertawa oleh kelucuan yang dibuatnya.</p>
<p>Ringkasnya, saya ingin mengapresiasi tulisan-tulisan yang sifatnya menertawakan negeri ini. Sebuah tulisan yang coba menyemangati sifat kritis kita terhadap situasi sosial-politik di negeri ini. Jadi ini bukan anti tesisnya. Melainkan peleburan akan sesuatu yang mungkin selama ini kita anggap lucu.</p>
<ul>
<li>Jadi mulai sekarang, kita bisa sedikit memodifikasi makna “kelucuan” yang kita terima. Lucu bukan lagi sesuatu yang sifatnya jenaka dan menyenangkan. Tetapi sesuatu yang sifatnya menyentil dan mengungkap “keganjilan” yang terjadi.</li>
</ul>
<p>Ok segitu dulu deh. Mudah-mudahan sifat kritis kita tidak luntur karena sebuah kelucuan hidup yang membuat kita terlena.</p>
<p>Thanks Erwin atas opininya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/jika-negeri-ini-lucu-kenapa-kita-tak-juga-tertawa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prilaku Sembarangan Asal Muasal Malapetaka</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/prilaku-sembarangan-asal-muasal-malapetaka.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prilaku-sembarangan-asal-muasal-malapetaka</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/prilaku-sembarangan-asal-muasal-malapetaka.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 02:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[prilaku kritis]]></category>
		<category><![CDATA[prilaku sembarangan]]></category>
		<category><![CDATA[sikap sembarangan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber malapetaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1111</guid>
		<description><![CDATA[Banyak dari kita yang mengelu oleh akibat-akibat yang ditimbulkan oleh prilaku sembarangan ini. Kita mengeluh karena jalanan macet. Sebab musababnya, karena angkot berhenti di sembarangan tempat, pengendara lain menerobos lampu merah. Metro mini jalan pelan sementara didepannya jalanan masih kosong. Prilaku sembarang ini tentu membuat kita jengkel bukan main. Dalam konteks pemandangan keindahan. Kita tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fprilaku-sembarangan-asal-muasal-malapetaka.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fprilaku-sembarangan-asal-muasal-malapetaka.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Banyak dari kita yang mengelu oleh akibat-akibat yang ditimbulkan oleh prilaku sembarangan ini.</p>
<p>Kita mengeluh karena jalanan macet. Sebab musababnya, karena angkot berhenti di sembarangan tempat, pengendara lain menerobos lampu merah. Metro mini jalan pelan sementara didepannya jalanan masih kosong. Prilaku sembarang ini tentu membuat kita jengkel bukan main.</p>
<p>Dalam konteks pemandangan keindahan. Kita tentu terganggu dengan prilaku buang air kecil sembarangn. Buang sampah sembarangan. Semua dilakukan sembarangn. Karena prilaku sembarangan ini seakan sudah mendapat perstujuan dan pembiaran yang begitu bebas. Sehingga tidak akan ada ”konsekuensi jera” yang membuat seseorang menghentikan kebiasaan sembarangannya itu.<span id="more-1111"></span></p>
<p>Apalagi kalau sembarangan memasukan uang negara ke reknening pribadi. Seperti yang dilakukan Gayus dan rekan-rekannya. Uang pajak yang seharusnya disetor ke kas negara, tapi dengan prilaku sembarangan,  seenaknya saja menyetor ke rekening pribadinya. Sembarangan!</p>
<p>Masih banyak prilaku sembarangan yang membuat kita gerah dibuatnya. Tapi ya itulah kalau sudah menjadi kebiasaan yang membudaya. Apa daya kita? Kita hanya bisa jadi penonton dan berdecak dalam hati saja.</p>
<blockquote><p>Inilah prilaku sembarangan. Produk dari proses induvidualistis, tak suka diatur, dan cenderung kembali ke prilaku primitif. Padahal efeknya sangat luas dan berdampak buruk pada porses keteraturan sosial kita selanjutnya.</p></blockquote>
<blockquote><p>Anda bisa bayangkan bagaimana jika prilaku sembarangan ini terus menerus berlangsung di bumi pertiwi ini? Apakah kita akan merasa nyaman, puas dan suka dengan kondisi seperti itu? Saya rasa kita sudah paham banget jawabannya.</p></blockquote>
<p>Jangan heran kalau banjir masih terus terjadi, walaupun departemen sosial terus menerus menambah alat evakuasinya. Banjir tak akan tercegah, jika prilaku buang sampah sembarangan dan tebang pohon sembarangan masih terus berlangsung. Tidak ada kepedulian, kepekaan dan <a href="http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/kritikan-haruskah-dari-orang-suci.html" target="_blank">sikap kritis</a> akan nasib bumi yang samakin mengenaskan.</p>
<p>Lalu bagaiamana mengatasi hal ini agar prilaku sembarangan ini tidak lagi menjadi tabiat anggota masyarakat kita? Tentu saja perlu adanya aturan main yang bagus. Tata tertib yang jadul harus segera diperbaharui. Sistem <em>check and balance </em>itu harus di terpkan secara serius. Kalau hanya untuk takut-takutin di awal saja, percuma. Kalau hanya kejar-kejar pedagang kaki lima, rasanya kok miris.</p>
<p>Penguasa sebagai pemegang kendali pengaturan sosial, harusnya berperan ekstra keras. Bukan ekstar galak yah.. anda tentu paham masud saya.</p>
<p>Diperlukan sebuah kesepakatan sosial yang besar, yang bisa dipahami dan dimengerti. Bukan hanya dari penguasa, tapi anggota masyarakat pun harus dirangsang sehingga bisa berperan aktif. Setidaknya memiliki kesadaran dini untuk menyikapi prilaku sembarangan yang sudah mengakar didalam dirinya.</p>
<p>Sebagai bagian dari anggota masyarakat, kita bisa mengontrol prilaku sembarangan ini. Dengan begitu, kita pun ikut membantu mencegah akibat buruk dan terpeliharanya kondisi yang diinginkan. Supaya situasi semakin kondusif, nyaman dan memungkinkan kita untuk melakukan aktifitas lain yang lebih besar.</p>
<p>Jika jalanan lancar, maka berada dijalanan adalah situasi yang mengenakkan. Kita bisa membaca dalam perjalanan, tidak melamun apalagi stress dengan bunyi-bunyi klakson yang bising, teriakan-teriakan caci maki yang mengotori telinga. berada diperjalanan pada akhirnya bisa jadi sebuah aktifitas wisata..</p>
<p>Jika tak ada prilaku sembarangan memasukkan rekening negara ke rekening pribadi, maka kita akan bangga menjadi bangsa indonesia yang bersih dari prilaku korup.</p>
<p>Jika secara keseluruhan kita bisa mengikis prilaku sembarangan ini, maka bisa diramalkan, betapa indahnya bumi pertiwi ini.</p>
<p>Tentu saja, tidak mudah membuat sebuah formula ampuh untuk merespon prilaku sembarangan ini. Sebab, sekarang ini semua hal bisa saja dirasionalisasikan. Bisa dilogiskan bisa dibenarkan dengan argumentasi yang hebat.</p>
<p>Namun tidak semua bisa sesuai dengan hati nurani. Tidak semua bisa dibenarkan secara emosional. Saya yakin banyak dari kita merasa tidak nyaman oleh prilaku-prilaku sembarangan ini. Tapi karena tidak bisa atau tidak berani mengungkap semuanya, sehingga jadilah perasaan itu hanya menjadi air tenang didalam lautan hati saja.</p>
<p>Oke.. semoga ini bisa menambah wacana kritis kita yah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/prilaku-sembarangan-asal-muasal-malapetaka.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>70</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Top Komentator Dapat Hadiah Motor Baru</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/jadi-top-komentator-dapat-hadiah-motor-baru.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jadi-top-komentator-dapat-hadiah-motor-baru</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/jadi-top-komentator-dapat-hadiah-motor-baru.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 13:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah menarik]]></category>
		<category><![CDATA[top komentator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1107</guid>
		<description><![CDATA[Mulai saat ini sering-seringlah mampir ke blog fadlymuin.com karena jika anda bisa menjadi top komentator, maka sebuah sepeda motor baru akan anda rebut sebagai hadiah yang menggiurkan. Tentu saja hal ini akan menimbulkan persaingan yang sangat ketat. Makanya anda harus lebih rajin berkunjung dan perlu kerja ekstra untuk mendapatkan hadiah ini. ******* Cukup! Berhentilah terbuai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fjadi-top-komentator-dapat-hadiah-motor-baru.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fjadi-top-komentator-dapat-hadiah-motor-baru.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Mulai saat ini sering-seringlah mampir ke blog<a href="http://fadlymuin.com" target="_blank"> fadlymuin.com</a> karena jika anda bisa menjadi top komentator, maka sebuah sepeda motor baru akan anda rebut sebagai hadiah yang menggiurkan.</p>
<p>Tentu saja hal ini akan menimbulkan persaingan yang sangat ketat. Makanya anda harus lebih rajin berkunjung dan perlu kerja ekstra untuk mendapatkan hadiah ini.<span id="more-1107"></span></p>
<p style="text-align: center;">*******</p>
<p><strong>Cukup!</strong></p>
<p>Berhentilah terbuai oleh rayuan yang sifatnya menjanjikan segudang hadiah untuk anda!</p>
<p>Apa yang terlintas di fikiran anda ketika membaca judul dan dua paragraf di atas? Apakah anda berdebar-debar? Ingin segera mendapatkan hadiahnya atau justru malah sebaliknya? Menganggap semua itu adalah bualan semata?</p>
<p>Ok, perlu diketahui, bahwa judul dan 2 paragraf di atas adalah gaya saya untuk mengelabui anda. Mohon maaf!</p>
<p>Saya melakukan eksperimen kecil-kecilan. Saya ingin tau apa reaksi anda ketika membaca berita seperti itu?</p>
<p>Saya lakukan itu, karena ada kekhawatiran yang ingin saya sampaikan berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan hadiah.</p>
<p>Terus terang, saya melihat pihak-pihak tertentu yang selama ini,  gemar mengiming-imingi kita berupa hadiah-hadiah yang menggiurkan, merupakan virus yang akan membangun mental instan yang berdampak buruk.</p>
<p>Pihak-pihak yang sadar atau tidak, telah gemar mengiming-imingi masyarakat kita dengan berbagai hadiah menarik. Mulai dari mobil mewah sampai dengan uang tunai. Tanpa mengerti efek samping yang ditimbulkannya.</p>
<p>Perhatikan deh produk-produk yang beredar dipasaran. Sebagian telah menyiapkan berbagai hadiah menarik. Ada yang model pakai undian, ada yang model langsung terdapat didalam produknya dan lain sebagainya. Dan kemungkinannya bisa 1 banding 1000.</p>
<p>Orang awam akan melihat ini adalah sesuatu yang menggiurkan. Sebuah kesempatan untuk mendapatkan materi yang tak disangka-sangka. Yang bisa merubah 180 derajat status sosialnya.mungkin!</p>
<p>Melalui Hadiah itu, mereka berharap bisa pensiun muda. Tidak lagi bekerja dan mencari nafkah. atau dengan hadiah itu, bisa sekedar berfoya-foya dan menikmati kesenangan sesaat. Sungguh ini sebuah pemandangan yang boleh dikata merugikan.</p>
<p>Menurut saya dan saya berharap kita bisa berfikiran sama, bahwa hal ini adalah sebuah mekanisme yang berfungsi untuk melakukan ”Pembodohan terhadap masyarakat”. Mengajak masyarakat untuk berfikir instan, cukup melakukan sesuatu yang ringan tanpa keringat, tanpa pengorbanan, dan  sekonyong-konyong langsung bisa mendapatkan hadiah yang menguntungkan.</p>
<p>Mungkin sebagian orang beranggapan, bahwa ini hanyalah trik marketing sebagai daya tarik konsumen. Menurut saya, tetap saja hal itu berdampak negatif terhadap banyak orang. Karena sifatnya yang menjanjikan benda-benda atau materi yang dapat diraih dengan mudah. Disinilah letak masalahnya.</p>
<p>Apalagi kalau sudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak ketiga. Maka korban peniupan sms, frekwensinya  akan semakin  menanjak.</p>
<p>Jika kondisi ini terbangun terus &#8211; menerus dan menjadi pemikiran yang kokoh ditengah-tengah masyarakat kita. Maka jangan heran, jika banyak teman-teman kita yang enggan melakukan usaha untuk memperbaiki hidupnya. Mungkin efek hadiah sudah menjalar di urat nadinya.</p>
<p>Atau jangan heran kalau gaya peniupan dengan modus pengambilan hadiah semakin marak. Peluang tangan-tangan jahil akan semakin terbuka lebar. Dan ”pasar korban” tentu saja akan semakin luas. Tidak saja pada masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan yang berlogika gelap juga bisa tertarik.</p>
<p>Nah bagaimaimana langkah kita mengantisipasi hal ini?</p>
<p>Saya fikir, kita hanya perlu memproteksi diri. Agar apapun yang menyangkut iming-iming hadiah, selayaknya kita gunakan logika terbaik yang kita miliki.</p>
<p>Sekali lagi, mohon maaf kalau saya sudah pandai mengelabui anda dengan hadiah motor baru hanya dengan menjadi top komentator di blog ini. He he he&#8230;</p>
<p>Saya hanya bermaksud mengkritisi fenomena tentang &#8220;berbagi hadiah&#8221; melalui produk-produk komersil. Mudah-mudahan kita bisa meningkatkan daya kritis kita terhadap apapun yang bisa membengkokan logika kita&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/jadi-top-komentator-dapat-hadiah-motor-baru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>87</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kritikan! Haruskah Dari Orang Suci?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/kritikan-haruskah-dari-orang-suci.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kritikan-haruskah-dari-orang-suci</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/kritikan-haruskah-dari-orang-suci.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 17:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[kritik]]></category>
		<category><![CDATA[mengkritik]]></category>
		<category><![CDATA[polri]]></category>
		<category><![CDATA[susno duaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1099</guid>
		<description><![CDATA[Mengkritik dan di kritik. membongkar dan di bongkar. Akan memposisikan dua orang atau kelompok yang saling berbenturan antara dua kepentingan yang sama-sama krusial. Sebenarnya banyak sekali contoh disekitar kita untuk menyadari prilaku kritik mengkritik ini. Di ranah politik, sekarang lagi hangat kasus pegawai pajak yang punya duit tidak wajar yang sangat besar. Informasi itu datang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fkritikan-haruskah-dari-orang-suci.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fkritikan-haruskah-dari-orang-suci.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Mengkritik dan di kritik. membongkar dan di bongkar. Akan memposisikan dua orang atau kelompok yang saling berbenturan antara dua kepentingan yang sama-sama krusial.</p>
<p>Sebenarnya banyak sekali contoh disekitar kita untuk menyadari prilaku kritik mengkritik ini. Di ranah politik, sekarang lagi hangat kasus pegawai pajak yang punya duit tidak wajar yang sangat besar. Informasi itu datang dari seorang Susno Duaji. Seorang yang bukan dari kalangan awam. Pahit manis dunia hukum tentu saja sudah bagian dari kehidupannya sebagai anggota polisi.<span id="more-1099"></span></p>
<p>Namun sayangnya ia di cekal dengan prilaku kode etik yang secara institusional dianggap melanggar tata etik yang berlaku di instansinya. Sehingga issu nasional yang muncul adalah antara ”pelanggaran kode etik” dan ”adanya mafia kasus yang terjadi di tubuh polri”&#8230;</p>
<p>Kita sebagai masyarakat, tentu dibuat penasaran oleh hal ini. Sampai-sampai ada issue untuk memboikot membayar pajak. Khawatir akan diselewengkan kemudian. Reaksi yang masih terlalu dini menurut saya.</p>
<blockquote><p>Saya mencermati ini sebagai bagian dari prilaku politik para elit kita. Kita diajak berfikir keras untuk melihat siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita diajak untuk memperdalam pengetahuan tentang hukum. Dan belum tentu mayoritas masayarakat mengerti aturan hukum yang berlaku.Apalagi menyangkut hal-hal yang detail. selama ini kita hanya membaca dan menonton dari media massa yang ada.</p></blockquote>
<p>Tentu saja, yang tidak biasa membaca pelajaran tentang hukum akan bingung tujuh keliling. Siapa yang benar dan siapa yang salah sebenarnya. Kondisi ini menguntungkan pihak-pihak tertentu yang memiliki keahlian untuk membentuk opini publik. Makanya yang kita tonton adalah pernyataan-pernyataan yang mencerminkan bahwa ”bukan saya yang salah, tapi Dia!”.</p>
<p><em>Perdebatan yang cukup melelahkan untuk diikuti. Tapi juga sekaligus membuat kita kritis akan situasi nasional kita.</em></p>
<p>Bisa jadi, karena kelelahan dan juga ketidak-tahuan, kita akan berfikir, kedua-duanya salah. Sesama aktor dilarang saling menyalahkan. Dan lain sebagainya&#8230;</p>
<p>Dari sini saya menarik sebuah modal berfikir. Bahwa haruskan kebenaran diungkap oleh orang suci, bersih bagai kapas yang putih dan halus? Seperti yang terjadi pada Mantan Kabareskim, Susno Duaji. Upayanya untuk mengungkap Mafia Kasus di tubuh polri harus di bersihkan dulu dengan tata cara yang masuk dalam kualifikasi prosesi yang sesuai dengan aturan main instansi Polri.</p>
<p>Sekaligus ini merupakan persoalan yang cukup rumit. Sebab jika kita ingin mengungkap sebuah kasus, yang mana jika seandainya kita mengetahui bahwa disitu ada sesuatu yang tidak beres. Mula-mula kita harus memastikan dulu, siapakah diriku ini. Jangan-jangan bukannya menolong, justru kita akan jadi sasaran peluang untuk menjadi tersangka. Karena ada aturan main yang tidak kita ketahui.</p>
<p>Ini merupakan efek psikologis massa yang perlu kita sadari. Ketakutan untuk mengungkap kebenaran, justru karena persoalan tata krama yang tidak substansial. Kenapa tidak dibuktikan saja, jika memang tidak terbukti. Baru deh proses kode etik dibereskan.</p>
<p><strong><em>Jadi menurut saya</em></strong>, kritik mengkritik atau pada tingkatan yang lebih serius, tuntut menuntut. Memang, perlu pemahaman dan bukti yang kuat. Untuk mendukung upaya perbaikan-perbaikan.</p>
<p>Namun yang terlebih penting lagi<strong> </strong>harus  ada &#8220;niatan&#8221; yang baik untuk membenahi secara keseluruhan. Dengan niat yang baik, maka persoalan-persoalan teknis akan bisa ditolerir. Atau minimal dikesampingkan dahulu, demi terungkapnaya kebenaran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/kritikan-haruskah-dari-orang-suci.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Brutalisme Sosial, Indikasi Masyarakat Mulai Sakit</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/brutalisme-sosial-indikasi-masyarakat-mulai-sakit.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=brutalisme-sosial-indikasi-masyarakat-mulai-sakit</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/brutalisme-sosial-indikasi-masyarakat-mulai-sakit.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 12:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[brutalisme]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1057</guid>
		<description><![CDATA[Hmm.. Judulnya agag terlihat galak. Tulisan ini saya peruntukkan, khususnya saudara-saudara kita yang terkena imbas, akibat ulah sebagian orang, yang lebih menonjolkan kekerasan yang brutal, tak terkendali dan selalu mengklimaksisasi persoalan dengan tindakan menghantam, melukai, menghancurkan dan memberontak secara fisik. Kondisi seperti itu, bagi saya, adalah sebuah keadaan yang sangat memilukan hati. Bukan karena apa-apa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fbrutalisme-sosial-indikasi-masyarakat-mulai-sakit.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fbrutalisme-sosial-indikasi-masyarakat-mulai-sakit.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Hmm..</p>
<p>Judulnya agag terlihat galak.</p>
<p>Tulisan ini saya peruntukkan, khususnya saudara-saudara kita yang terkena imbas, akibat ulah sebagian orang, yang lebih menonjolkan kekerasan yang brutal, tak terkendali dan selalu mengklimaksisasi persoalan dengan tindakan menghantam, melukai, menghancurkan dan memberontak secara fisik.</p>
<p>Kondisi seperti itu, bagi saya, adalah sebuah keadaan yang sangat memilukan hati. Bukan karena apa-apa. Bayangkan jika semua hal, diselesaikan dengan cara brutal?<span id="more-1057"></span></p>
<blockquote><p>Lalu apa gunaanya komunikasi, apa gunanya ilmu, apa gunanya kecerdasan? Tentu saja ada!</p>
<p>Namun jika belum di selimuti oleh kesantunan, kasih sayang, dan sifat-sifat kemanusiaan yang mengutamakan keberlangsungan yang lebih baik. Maka apa-apa yang sudah di raih dengan cara yang baik, akan berakhir dengan cara yang tidak semestinya.</p></blockquote>
<p>Coba saja anda nonton TV sepekan ini. Tentu bagi anda yang menginginkan ketenangan, acara sepekan ini, sangat menggores ketenteraman jiwa kita sebagai manusia.</p>
<p>Kegaduhan politik, yang berakhir dengan arogansi.  Perhatikan juga aksi-aksi massa, berakhir dengan bentrokan fisik.</p>
<p>Apa ini merupakan cita-cita komunitas manusia? Terlalu pahit untuk di jawab. Sebab, jika kita berkata tidak, Namun fakta di lapangan mengatakan sebaliknya.</p>
<p>Disisi lain, jika anda suka membaca berita kriminal. Aksi-aksi penjahat yang brutal tak terkendali. Mengakibatkan efek intimidasi psikologis bagi sebagian kita. Terutama kaum ibu-ibu, anak gadis, para pekerja perempuan.</p>
<p>Rasa takut, tidak aman, senantiasai menemani perjalanannya. Pergi dan pulang ke kantor. Pergi dan pulang sekolah. Pergi dan pulang berbelanja.</p>
<ul>
<li>Indikasi-indikasi seperti itu, apakah terlalu berlebihan jika saya mengatakan bahwa masyarakat kita sudah sakit?</li>
</ul>
<p>Sakit karena fungsi keteraturannya, sebagai Pilar untuk menjaga keseimbangan hidup. Menciptakan ketenteraman, demi keberlangsungan komunitas manusia, sudah mulai tercabik. Tergerogoti dengan cara-cara yang menyakitkan.</p>
<p>Masyarakat sebagai sebuah kumpulan besar manusia, sepatutnya di ikat dalam pemahaman yang layak. Bahwa hidup ini sejatinya di lindungi oleh pekerti yang bijaksana. Mengedepankan cita-cita luhur. Berbaik sangka, berbuat sesuatu demi menjaga stabilitas hidup yang tentram, damai dan happy!</p>
<blockquote><p>Saya rasa ini adalah bentuk curahan hati saya. Bentuk kesedihan saya sebagai salah satu bagian dari komunitas masyarakat itu.</p></blockquote>
<p><strong>Mari jaga hidup ini!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/brutalisme-sosial-indikasi-masyarakat-mulai-sakit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>76</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Pemulung dan Sekotak Susu</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/anak-pemulung-dan-sekotak-susu.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=anak-pemulung-dan-sekotak-susu</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/anak-pemulung-dan-sekotak-susu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 17:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi sosial]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=952</guid>
		<description><![CDATA[Ini ada sedikit cerita tentang anak pemulung. kisah ini, secara subyektif cukup menggugah saya. Walau sederhana. Namun saya bisa memetik manfaat yang berharga. Selamat menikmati! Hari minggu itu cukup sunyi. Seorang lelaki sebut saja namanya Ramah. Asyik membersihkan rumahnya. Rasanya ia baru menemukan waktu yang pas untuk beres-beres. Ramah termasuk seorang ayah yang suka akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fanak-pemulung-dan-sekotak-susu.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fanak-pemulung-dan-sekotak-susu.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<blockquote><p>Ini ada sedikit cerita tentang anak pemulung. kisah ini, secara subyektif cukup menggugah saya. Walau sederhana. Namun saya bisa memetik manfaat yang berharga.</p></blockquote>
<p><strong><em>Selamat menikmati!</em></strong></p>
<p>Hari minggu itu cukup sunyi. Seorang lelaki sebut saja namanya Ramah. Asyik membersihkan rumahnya. Rasanya ia baru menemukan waktu yang pas untuk beres-beres. Ramah termasuk seorang ayah yang suka akan keindahan. Ia paling tidak senang ada barang-barang berserakan di meja kerjanya. Walaupun meja kerja itu di rumah. Meja itu harus tampak rapih dan nyaman untuk beraktifitas disitu.<span id="more-952"></span></p>
<p>Sementara istri Ramah, sebut saja namanya Shinta,  sibuk dengan tiga orang anaknya. Mengajak anaknya tidur siang, disamping menyita waktu, pekerjaaan itu cukup menantang kesabaran. Betapa tidak ketiga anaknya ini tergolong anak-anak yang aktif. Walaupun demikian, Shinta sangat menyayangi anak-anaknya. Sibuk di kantor membuat ia jarang mendapat waktu luang untuk bersendau gurau dengan anak-anaknya. Jadi Shinta tetap menikmati proses mengajak bobo siang ketiga anaknya itu.</p>
<p>Ramah dan Shinta seakan-akan sibuk dengan dunianya sendiri. maklum, sudah tiga bulan terakhir ini mereka tidak menggunakan jasa pembantu atau baby sitter. Bukan karena tidak mampu. Tapi karena budaya pembantu yang suka tidak betah dan selalu pulang dan tak balik lagi. Membuat mereka harus rela hidup tanpa pembantu. Dan jika berangkat kerja, mereka masih tertolong oleh ibu Shinta yang rela menjaga anak-anaknya sampai mereka pulang di malam hari.</p>
<p>Siang itu, yang terlihat sangat sibuk adalah Ramah. Barang-barang yang sudah tidak terpakai habis di babat dan di tempatkan ke tong sampah. Tak jarang Shinta melirik suaminya, jangan-jangan barang-barang aku ikut terbuang juga nih. Tapi kalau Ramah sudah mulai dengan aksi bersih-bersihnya, biasanya Shinta tak berani berguman. Maklum Ramah sangat cerewet untuk hal kebersihan dan kerapihan.</p>
<p>Siang itu pula yang memberi pengalaman berharga buat Ramah. Pada saat membuang sampah, ia berpapasan dengan seorang pemulung lelaki paruh baya bersama anak perempuannya yang cantik. Anak itu memakai topi agag kummel namun tetap berusaha menjaga parasnya agar terlihat cantik.</p>
<p>Kebetulan, sang pemulung tepat beroperasi di tong sampah milik Ramah. Dan Ramah sangat jelas melihat ekspresi anak itu yang sedikit takut ketika melihat Ramah yang pada saat bersamaan ingin membuang sampahnya.Gadis kecil itu agag berlari kecil menjauh dari Ramah. Seakan memberi kesan bahwa ia tidak akan membongkar sampah-sampah itu. Sebab si gadis kecil itu sudah berpengalaman di omelin oleh pemilik tong sampah dimana-mana.</p>
<p>Ramah pun tidak memberi ekspresi marah atau senang. Sikapnya biasa-biasa saja. namun sorotan mata ramah sedikit tertarik kepada gadis kecil yang bertopi agag kummel itu. Setelah masuk kembali ke rumah,  Ramah baru ingat. Ada sekotak besar susu. Sisa dari pemberian kakaknya yang belum sempat di habiskan oleh ketiga anaknya itu.</p>
<p>Buru-buru rama maraih sekotak susu itu dan berlari keluar mencari si gadis kecil yang sudah mencuri hatinya. Belum cukup jauh, sehingga rama masih sempat memanggilnya dengan teriakkan yang tidak terlalu keras, namun cukup bisa di dengar dengan jarak dua puluh langkah orang dewasa.</p>
<p><em>&#8220;De’…. ! sini… Ini buat adek yah..&#8221;</em></p>
<p>Dengan langkah malu-malu, dan sesekali menengok ke lelaki paruh baya yang bersamanya itu. Ia terus melangkah menghampiri ramah. Sang lelaki paruh baya lalu memberi ekspresi restu dan mengisyaratkan  agar si gadis kecil jangan lupa untuk berucap terima kasih.</p>
<p><em>&#8220;Terima kasih pak&#8221;</em>. Tegas tapi dengan getaran malu-malu dan bibir agag di gigit, sorot mata yang tulus. Membuat ramah sangat terhenyuh. Tanpa disadari, pesan moral yang di bawah oleh gadis kecil itu, yang terpancar dari sorot wajah polos, cukup menghentak hati Ramah.</p>
<p>Setelah berlalu, ramah masuk ke rumah dan duduk termenung sesaat.seperti ada yang sedang di fikirkan. Kejadian yang sederhana itu. Memberikan sekotak susu kepada anak pemulung. sekotak susu yang harganya setara dengan tarif dua kali parkir motor.  . ternyata mampu Memberikan getaran emosional yang mendalam dan simpatik di lubuk hati ramah.</p>
<p>Ia lalu menengok ke kamar. Melihat anak-anaknya sudah tertidur pulas dengan botol kosong di tangannya yang belum sempat terlepas. Seketika itu juga Ramah berucap syukur dalam hati. Ya Allah, betapa Engkau sudah memberikan nikmat yang begitu besar kepadaku. Kenapa selama ini saya kurang mensyukuri semua itu?</p>
<p>Nikmat berkumpul di hari minggu bersama anak-anak dan istri. Melihat mereka dalam keadaan aman dan bisa beristrahat dengan pulas. Udara sejuk AC menambah kenikmatan tidur siang itu. Sementara anak gadis yang baru saja di jumpai Ramah, harus rela ikut bersama bapaknya, berkeliling kota untuk mengumpulkan barang-barang rongsokan. Yang mungkin sekilonya di hargain seperempat harga sekotak susu. Apalagi tak jarang mereka terkena omelan, karena mengorek-ngorek sampah orang lain. Dengan alasan mereka telah mengganggu keindahan. Mereka telah membongkar-bongkar sampah.</p>
<p>Bagaimana jika hal itu terjadi pada saya, bagaimana jika anak saya harus rela ikut bersama saya keliling kota untuk mencari barang-barang rongsokan yang masih layak dan masih bisa di jual. Ramah berguman dalam hati. Terjadi perdebatan sengit antara ego dan nuraninya.</p>
<p>Sejak saat itu, hanya karena ramah memberi sekotak susu karena perasaan iba. Ramah justru mendapatkan pesan yang sangat bijak dari sorotan mata si gadis kecil yang sulit di lukiskan dengan kata-kata itu. Sejak saat itu, ramah benar-benar menghargai apapun profesi seseorang. Dan ramah benar-benar telah merasakan betapa ia sering lupa untuk bersyukur. Ramah tenggelam dalam perbincangan terdalam di hatinya..</p>
<p><em>*Tahukah anda, siapa sosok yang bernama Ramah itu? Ramah itu adalah saya!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/anak-pemulung-dan-sekotak-susu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gurita Cikeas, “Fitnah atau Kritik?”</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/gurita-cikeas-%e2%80%9cfitnah-atau-kritik%e2%80%9d.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gurita-cikeas-%25e2%2580%259cfitnah-atau-kritik%25e2%2580%259d</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/gurita-cikeas-%e2%80%9cfitnah-atau-kritik%e2%80%9d.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 06:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[george]]></category>
		<category><![CDATA[gurita cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[membongkar gurita cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=803</guid>
		<description><![CDATA[Berita tentang buku “Membongkar Gurita Cikeas” beberapa hari ini, sangat menyita perhatian masyarakat, termasuk saya. Ternyata Benar, apapun yang bersifat rahasia pasti bisa menarik perhatian yang luar biasa. Rasa ingin tahu dan penasaran adalah daya pikat yang luar biasa efektif. Rasanya baru saja kita lepas dari polemic perseteruan antara nama baik rumah sakit OMNI International [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fgurita-cikeas-%25e2%2580%259cfitnah-atau-kritik%25e2%2580%259d.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Fgurita-cikeas-%25e2%2580%259cfitnah-atau-kritik%25e2%2580%259d.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-804" title="gurita cikeas" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/12/gurita-cikeas.jpg" alt="gurita cikeas" width="119" height="94" />Berita tentang buku “<strong>Membongkar Gurita Cikeas</strong>” beberapa hari ini, sangat menyita perhatian masyarakat, termasuk saya. Ternyata Benar, apapun yang bersifat rahasia pasti bisa menarik perhatian yang luar biasa. Rasa ingin tahu dan penasaran adalah daya pikat yang luar biasa efektif.</p>
<p>Rasanya baru saja kita lepas dari polemic perseteruan antara nama baik rumah sakit OMNI International dan Prita Mulyasari. Yang memicu terbentuknya <a href="http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/fenomena-koin-peduli-prita-mulyasari.html" target="_blank">Koin peduli Prita Mulyasarti </a>itu. Sekarang kita sudah di suguhi lagi berita yang tak kalah bombastisnya.<span id="more-803"></span></p>
<p>Aksi dan reaksi bermunculan terhadap buku Gurita Cikeas ini. Kalau saya cermati sih,mayotitas pendapat, baik dari kalangan politis, pengamat, apalagi yang namanya disebut-sebut di buku itu  cenderung menolak.</p>
<p>Goerge selaku penulis buku terus berusaha memberikan argumentasi untuk mempertahankan pendapat dari apa yang di tulis di bukunya itu.</p>
<p>Hanya saja, terlihat bahwa goerge begitu lemah dalam mempertahankan argumentasinya hal ini terbukti dengan mangamini perminataan pihak-pihak yang terkait dalam buku tersebut untuk merevisi buku yang cukup menghebohkan tersebut.</p>
<p>Ada beberapa poin yang membuat George begitu lemah.</p>
<p>•	Kurang lengkapnya data Pendukung</p>
<p>•	Kebanyakan data menggunakan data sekunder.  Dalam karya ilmiah, hal ini disebut-sebut sebagai perbuatan yang tidak terhormat. Dan semakin melemahkan argumentasi.</p>
<p>•	Dan terlihat pula, bahwa George tidak memperlihatkan antusias yang berapi-api yang mencerminakan kebenaran buku yang di tulisnya</p>
<p>Namun di lain sisi, saya tetap memuji keberanian George untuk mencoba mendobrak ada apa di balik cikeas. Hadirnya buku tentang Gurita Cikeas, sedikit banyak telah membuka wacana baru di ranah public. Masyarakat dibuat terbelalak, walau kebenarannya masih simpang siur. Karena belum ada kelompok atau tokoh intelektual yang berdiri di belakang gagasan buku yang mencoba mengungkap rahasia yang coba di ungkap tersebut.</p>
<p>George dalam hal ini, mencoba pasang badan. Saya memprediksi, ada kecurigaan tersendiri dan  ingin di ungkap oleh George. Hanya saja, kelihatan kalau penertbitan buku itu, terkesan terburu-buru. Sehingga masyarakat awam bisa saja menilai bahwa George hanya mencari sensasi. Atau yang lebih konyol, orang menuding bahwa ini adalah teknik marketing yang paling jitu. Ok! Bias saja indikasi seperti itu ada. Tapi saya tidak tertarik untuk masuk ke diskusi seperti itu.</p>
<p>Yang jelas, kehadiran buku “membongkar Gurita Cikeas” merupakan gagasan yang berani. Apalagi kita jangan lupa. Saat ini kita hidup di era demokrasi. Kebebasan berpendapat di junjung tinggi. Kehadiran buku ini hanyalah salah satu contoh selain <a href="http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/demonstrasi-yang-menyedihakan-dan-tercela.html" target="_blank">demonstrasi</a> dari sekian banyak cara untuk berbicara atau menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab. Kita tidak perlu risau!</p>
<p>Sepanjang apa yang kita bicarakan dan apa yang kita lakukan untuk mengontrol jalannya pemerintahan masih masuk dalam koridor yang bersandar pada aturan main yang berlaku. Sah sah saja!</p>
<p>Jadi apakah usaha membongkar Gurita Cikeas adalah sebuah fitnah atau kritik? Terlalu terburu-buru untuk menjawab saat ini. Mari kita ikuti perkembangan selanjutnya. Nanti akan kelihatan kok. Ingat kebenaran pasti lebih harum daripada kemunafikan.</p>
<p>Tapi yang perlu sama-sama kita ingat, bahwa dunia politik tidak bisa di lihat dengan menggunakan kaca mata hitam-putih. Politik itu abu-abu. Politik itu licin, politik itu strategi, politik itu taktik. Namun saya tetap berusaha melihat semua itu dari perspektif yang positif. Agar apa yang kita lihat abu-abu, bisa kita ramu menjadi warna yang lebih jelas.</p>
<p>Lambat laun, kita bias lihat. Jika argumentasi Goerge kuat dan di dukung dengan keabsahan data yang bisa di pertanggung-jawabkan. Maka buku tersebut bisa kita katakan sebuah ajang kritik yang cerdas. Tapi sebaliknya, jika ternyata sang penulis tidak mampu membuktikan, maka bisa jadi, buku tersebut adalah fitnah.</p>
<p>Atau satu lagi!   Bias saja alur “cerita” buku tersebut mengalami perubahan total dari substansa semula, yaitu Membongkar Gurita Cikeas menjadi Lebih Dekat dengan Cikeas atau Mengenal Cikeas lebih jauh dan seterusnya.</p>
<p>Salam ….. ! (kali ini saya bingung mau kasih salam apa? )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/gurita-cikeas-%e2%80%9cfitnah-atau-kritik%e2%80%9d.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena Koin Peduli Prita Mulyasari</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/fenomena-koin-peduli-prita-mulyasari.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fenomena-koin-peduli-prita-mulyasari</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/fenomena-koin-peduli-prita-mulyasari.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 06:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena sosial]]></category>
		<category><![CDATA[koin pedili prita]]></category>
		<category><![CDATA[prita]]></category>
		<category><![CDATA[prita mulyasari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=748</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini media di warnai pemberitaan mengenai Peduli Koin Untuk Prita Mulyasari. Banyak kalangan yang simpatik kepada Prita. Ibu rumah tangga yang juga sebagai blogger aktif selama ini. Harus mengahadapi jerat hukum perdata, dengan tuduhan pencemaran nama baik terhadap rumah sakit OMNI international. Mengenai benar tidaknya tuduhan pencemaran nama baik tersebut. Pihak Prita dan OMNI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Ffenomena-koin-peduli-prita-mulyasari.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Frefleksi-sosial%2Ffenomena-koin-peduli-prita-mulyasari.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-749" title="prita" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/12/prita.jpg" alt="prita" width="124" height="93" />Akhir-akhir ini media di warnai pemberitaan mengenai <strong>Peduli Koin Untuk Prita Mulyasari</strong>. Banyak kalangan yang simpatik kepada Prita. Ibu rumah tangga yang juga sebagai blogger aktif selama ini. Harus mengahadapi jerat hukum perdata, dengan tuduhan <span style="text-decoration: underline;">pencemaran nama baik terhadap rumah sakit OMNI international.</span><span id="more-748"></span></p>
<p>Mengenai benar tidaknya tuduhan pencemaran nama baik tersebut. Pihak Prita dan OMNI Telah melalui proses persidangan yang cukup panjang. Sampai akhirnya prita di tuntut dengan hukuman perdata, ia harus membayar ganti rugi sebesar 204jt. Tentu saja ini bukan uang sedikit bagi prita.</p>
<p>Oleh karena itu, pihak Prita berencana naik banding bila perlu sampai tingkat kasasi.</p>
<p>Terlepas dari itu, di luar dugaan, ternyata solidaritas berbagai kalangan terhadap prita justru bermunculan. Berbagai elemen masyarakat mulai melakukan penggalangan dana untuk membayar tuntutan ganti rugi terhadap prita.</p>
<p>Posko-posko Koin Peduli Prita mulai ramai. Mulai dari pemulung sampai anggota dewan turut menyumbangkan dana untuk prita. Hal ini membuat prita sangat terharu dan bersyukur, bahwa masih banyak orang yang merasa peduli terhadap kasusnya.</p>
<p>Sungguh luar biasa respon masyarakat terhadap Prita. Penggalangan dana, yang di ikuti dengan rasa simpatik yang tinggi dari masayarakat, maka koin peduli prita seakan berjalan tanpa hambatan. Jumlah yang terkumpul mencapai ratusan juta. Tidak kebayang, berapa berat koin itu jika 204 juta di serahkan dalam bentuk koin. Dan berapa lama waktu yang di butuhkan untuk menghitungnya? <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ada apa sebenarnya, di balik aksi Koin Peduli Prita ini? Apakah ini hanya dagelan kelompok-kelompok tertentu, atau ini adalah representasi dari kekecewaan masayarakat terhadap produk hukum dan proses peradilan di negeri ini?</p>
<p>Hmm.. cukup panjang waktu yang di butuhkan untuk menjawab pertanyaan seperti  itu. Situasi hukum-sosial yang begitu kompleks, membuat kita kadang-kadang  sulit untuk memetakan yang sebenarnya.</p>
<p>Produk hukum mengenai “Pencemaran Nama Baik” adalah masalah yang sangat dilematis. ibaratnya ia memiliki 2 sisi mata pedang. pasa ini bisa saja di gunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Bukan hanya sebagai payung hukum bagi kaum yang tertindas.</p>
<p>Secara logika, produk hukum mengenai “pencemaran nama baik” itikad dan hakekatnya adalah untuk membentengi baik secara perseorang maupun organisasi, dari tuduhan yang tidak beralasan dan tidak benar adanya. Dengan mengacu kepada standarisasi etika moral yang berlaku.</p>
<p>Namun ketika pasal pencemaran nama baik ini, penggunaannya menyimpang dari maksud tersebut di atas, maka kemungkinan terjadinya ketidak adilan sangat terbuka lebar. Bahkan mungkin produk hukum ini bisa di nilai sebagai pasal represif, yang justru tidak berpihak kepada perikeadilan. Tetapi justru bisa menjadi payung hukum /  alasan kuat  untuk menindas seseorang.</p>
<p>Sementara itu, kalau kita kaji reaksi masrayakat, khususnya mengenai Reaksi terhadap terbentuknya solidaritas dalam bentuk Koin peduli Prita, saya melihatnya ini<a href="http://www.fadlymuin.com/filsafat-hidup/hidup-itu-bagai-cermin.html" target="_blank"> ibarat cermin</a>. Cerminan Kekecewaan masyarakat terhadap proses peradilan yang berlangsung.</p>
<p>Perasaan frustasi yang terjadi pada tingkat masyarakt kecil. Telah mendorong pergerakan moral yang mengejutkan. Gejolak bathin masing-masing individu yang peduli terhadap proses penegakan keadilan di Indonesia, seakan terhempas keluar. Mereka butuh keadilan, meraka hanya bisa memberikan keadilan bagi prita dalam bentuk sumbangan koin. Ini adalah pemandangan yang sangat ironis.</p>
<p>Mengumpulkan uang dalam bentuk koin dengan jumlah ratusan juta rupiah, bukanlah kebiasaan yang wajar. Tentu ini ada maksud dan pesan moral yang ingin di sampaikan. Ada kritik dan saran yang ingin di tebarkan kepada banyak khalayak. Khususnya bagi penegakan hukum.</p>
<p>Fenomena seperti  ini bukanlah barang baru. Jauh sebelum munculnya solidaritas koin peduli prita. Banyak bentuk-bentuk solidaritas social lainya yang sudah lebih dulu muncul. Tapi  mohon maaf, saya tidak bisa menyebutkan satu persatu contoh-contohnya disini. (silahkan baca koran yah)  :P</p>
<p>Hanya saya ingin memberikan sudut pandang tentang munculnya bentuk-bentuk  solidaritas di masyarakat terhadap seseorang yang secara mayoritas di nilai tertindas. Seperti layaknya kasus prita ini.</p>
<p>Semestinya rentetan kejadian-kejadian masa lalu yang melibatkan masalah penegakan hukum yang berlandaskan keadilan dan kemanusaiaan, bisa lebih di tingkatkan. Mengingat saat ini Negara kita sudah menjadi salah satu Negara demokratis yang di perhitungkan.  Sudah saatnya pasal “pencemaran nama baik” itu di tinjau dan di modifikasi, disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini.</p>
<p>Kita tentu berharap, fenomena koin peduli prita bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Untuk mempertahankan kondisi social yang lebih tentram, stabil dan menyejukkan, tentu di butuhkan aturan-aturan yang bisa lebih baik.</p>
<p>Semoga kedepan Indonesia bisa menata penerapan hukum yang lebih adil dan bijaksana. Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/fenomena-koin-peduli-prita-mulyasari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

