<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Motivasi Mental &#187; pengembangan diri</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/category/pengembangan-diri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Tentang Motivasi, Pengembangan Diri dan Bisnis Secara Umum</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Blogger Moralis: Dipuji Atau Dicekal?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/blogger-moralis-dipuji-atau-dicekal.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=blogger-moralis-dipuji-atau-dicekal</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/blogger-moralis-dipuji-atau-dicekal.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 11:13:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Siswoyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[blogger moralis]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian negatif]]></category>
		<category><![CDATA[mental blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=977</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Agus Siswoyo Apa kabar kawan-kawan blogger? Masih semangat blogwalking nih? Atau malah sudah jenuh dengan artikel-artikel motivasi kacangan yang Anda pikir tak ubahnya sampah di musim penghujan? Kalau Anda sudah &#8220;eneg&#8221; dan ingin buru-buru kabur dari blog seperti itu, sama dong. Anda tidak sendirian. Banyak yang mengalami hal tersebut. Tanpa mengurangi rasa hormat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fdunia-blogging%2Fblogger-moralis-dipuji-atau-dicekal.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fdunia-blogging%2Fblogger-moralis-dipuji-atau-dicekal.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong>Oleh : <a href="http://agussiswoyo.com" target="_blank">Agus Siswoyo</a></strong> <img class="alignleft size-thumbnail wp-image-990" title="agus-siswoyo-edit-foto-profil" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2010/02/agus-siswoyo-edit-foto-profil-125x125.jpg" alt="" width="125" height="125" />Apa kabar kawan-kawan blogger? Masih semangat blogwalking nih? Atau malah sudah jenuh dengan artikel-artikel motivasi kacangan yang Anda pikir tak ubahnya sampah di musim penghujan?</p>
<p>Kalau Anda sudah &#8220;<em>eneg</em>&#8221; dan ingin buru-buru kabur dari blog seperti itu, sama dong. Anda tidak sendirian. Banyak yang mengalami hal tersebut. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para komentator, saya yakin meski pengunjung meninggalkan komentar seperti ini:<span id="more-977"></span></p>
<blockquote><p>&#8220;Nice posting mas&#8230;!&#8221;</p>
<p>&#8220;Artikel ini menginspirasi saya&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya suka bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230;. &#8220;</p></blockquote>
<p>Namun, banyak pula yang sekedar menjadi pemerah bibir.  Maka saya sependapat saat mas Fadly membuat artikel <a href="http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/interupsi-jajak-pendapat-sudah-saya-terima.html" target="_self">jajak pendapat</a>. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mengetahui pandangan pengunjung terhadap sebuah blog motivasi.</p>
<p>Apakah kalimat-kalimat yang tertulis berkesan menggurui Anda? Atau justru Anda feel free saat membaca artikel blog dan kembali dengan pikiran lebih terbuka?  Bagi yang terbuka menerima ide dan pemikiran orang lain, no problemo. Mencuplik lirik lagu Tompi, segala kalimat yang meluncur ibarat ribuan bintang yang menghujam jantung.</p>
<p>Yang paling parah adalah bila sudah muncul anggapan bahwa blog motivasi tak ubahnya kumpulan para moralis dalam blogsphere. Meraka beranggapan blogger moralis adalah penulis yang merasa dirinya sendiri paling bermoral.</p>
<p>Jadi ingat kasus Nurul Arifin yang sempat kena semprot sok suci dalam sebuah seminar penanggulangan penyakit HIV/AIDS di Jakarta tahun lalu.</p>
<p><strong>Kuncinya Pada Kontrol Diri</strong> Berdasarkan kadar kontrol diri, menurut saya ada dua kecenderungan seorang blogger moralis. Pertama, yang masih bisa kontrol diri. Dan yang kedua adalah sudah lepas kendali.  Sepak terjang seorang blogger moralis sangat mudah dikenali. Tanpa diminta dia akan menjadi orang pertama yang memberi tahu ini itu tindakan yang harus Anda lakukan.</p>
<p>Dalam taraf yang parah, blogger moralis memandang blogosphere sebagai dunia yang dia ketahui dengan sempurna. Dia akan memberitahu apa yang benar, salah, baik, buruk, menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan gaya yang meyakinkan.  Dia mantab pada kebenaran keyakinannya bahwa idenya adalah yang terbaik dan berusaha menaklukkan ide lain. Kebanyakan blogger cerdas akan tersinggung oleh hal ini. Bahasa sederhananya:</p>
<blockquote><p>Kamu tidak mampu membuat keputusan sendiri, maka saya akan memutuskannya untuk Anda. Dan bila anda tidak mengikuti nasehat saya, memalukan.</p></blockquote>
<p>Jujur saja, saya suka memperhatikan adu argumen seperti itu. Saya jadi tahu mana yang pantas disebut motivator sungguhan dan mana yang sekedar numpang lewat dalam kategori ini.  Lalu, bagaimana pandangan Anda terhadap pembahasan ini? Atau justru saat ini sedang dibuat kesal ulah blogger moralis?  Mari kita diskusikan bersama.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fdunia-blogging%2Fblogger-moralis-dipuji-atau-dicekal.html&amp;t=Blogger%20Moralis%3A%20Dipuji%20Atau%20Dicekal%3F" id="facebook_share_button_977" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_977') || document.getElementById('facebook_share_icon_977') || document.getElementById('facebook_share_both_977') || document.getElementById('facebook_share_button_977');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_977') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/blogger-moralis-dipuji-atau-dicekal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>104</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Orang Pintar makin PINTAR?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/kenapa-orang-pintar-makin-pintar.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kenapa-orang-pintar-makin-pintar</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/kenapa-orang-pintar-makin-pintar.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 16:05:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[andrias harefa]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[orang pintar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah karya pemikiran yang pernah saya tulis, tentang Menulis Untuk Menggugah. Sedikit menyinggung, bahwa menulis adalah ruang ekspresi untuk menyentuh alam kritis manusia. Andrias Harefa pernah memberi 12 (dua belas) daftar alasan sederhana, kenapa seseorang harus menulis. Salah satu yang berkaitan dengan konteks artikel kali ini, yaitu “Dengan Menulis Anda mencari jawaban atas sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2Fkenapa-orang-pintar-makin-pintar.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2Fkenapa-orang-pintar-makin-pintar.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-789" title="menulis " src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/12/images1.jpg" alt="menulis " width="135" height="95" />Dalam sebuah karya pemikiran yang  pernah saya tulis, tentang <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-untuk-menggugah.html" target="_blank">Menulis Untuk Menggugah</a>. Sedikit menyinggung, bahwa menulis adalah ruang ekspresi untuk menyentuh alam kritis manusia.</p>
<p><a href="http://pembelajar.com/dua-belas-alasan" target="_blank">Andrias Harefa</a> pernah memberi 12 (dua belas) daftar alasan sederhana, kenapa seseorang harus menulis. Salah satu yang berkaitan dengan konteks artikel kali ini, yaitu<span id="more-788"></span></p>
<p>“Dengan Menulis Anda mencari jawaban atas sebuah pertanyaan. Dan anda akan menemukan pertanyaan baru untuk anda jawab”</p>
<p>Substansi alasan yang coba di berikan oleh Andrias Harefa, adalah adanya proses belajar disitu.</p>
<p>Orang pintar makin pintar, karena ciri yang melekat pada kepribadiannya adalah kemauan yang tinggi untuk terus belajar. Tetap bersemangat mencari jawaban atas apa yang tidak diketahuinya. Menggali, mempelajari, sampai pada titik memahami dan implementasi.</p>
<p>Jika di ringkas  ciri-ciri orang pintar kurang lebih seperti ini,</p>
<p>•	Keinginan Yang Tinggi Untuk Belajar</p>
<p>•	Menyadari Kekurangannya Sebagai Manusia</p>
<p>•	Terbuka Terhadap Pembaharuan</p>
<p>Orang pintar mampu menyadari bahwa semakin banyak yang di ketahui, justru semakin banyak yang tidak diketahui. Karena pertanyaan yang ada pun semakin banyak, bahkan makin kompleks.  Akibatnya “jawaban-jawabannya akan semakin imajinatif, dan kaya akan sumber-sumber pengetahuan yang memuaskan.</p>
<p>Jadi kita tidak pantas heran, kenapa orang pintar makin pintar. Mungkin juga kenapa orang kaya makin kaya. Karena ada proses belajar yang dilalui secara tekun  dan terarah.</p>
<p>Satu pesan untuk kita semua “Yuk belajar lagi………”</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2Fkenapa-orang-pintar-makin-pintar.html&amp;t=Kenapa%20Orang%20Pintar%20makin%20PINTAR%3F" id="facebook_share_button_788" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_788') || document.getElementById('facebook_share_icon_788') || document.getElementById('facebook_share_both_788') || document.getElementById('facebook_share_button_788');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_788') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/kenapa-orang-pintar-makin-pintar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau berkembang? Kawinlah!</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/mau-berkembang-kawinlah.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mau-berkembang-kawinlah</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/mau-berkembang-kawinlah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 09:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[cara berkembang]]></category>
		<category><![CDATA[kawin untuk berkembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini adalah reaksi unik saya terhadap artikel baru mashengky yang berjudul “Bosan Ngeblog”. Menurut saya materi artikel tersebut cukup unik. Karena mengangkat hal-hal yang biasa kita rasakan dalam aktifitas seharian. Yaitu perasaan bosan dan cara mengatasinya. Umum banget khan? Saya bilang unik, karena penulisnya mampu memaparkan dengan cara-cara sederhana, yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fmau-berkembang-kawinlah.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fmau-berkembang-kawinlah.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-740" title="cincin kawin" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/12/cincin-kawin.jpeg" alt="cincin kawin" width="111" height="118" />Artikel ini adalah reaksi unik saya terhadap artikel baru mashengky yang berjudul “<a href="http://mashengky.com/blog/bosan-ngeblog.html" target="_self"><strong>Bosan Ngeblog</strong></a>”. Menurut saya materi artikel tersebut cukup unik. Karena mengangkat hal-hal yang biasa kita rasakan dalam aktifitas seharian. Yaitu perasaan bosan dan cara mengatasinya. Umum banget khan?<span id="more-739"></span></p>
<p>Saya bilang unik, karena penulisnya mampu memaparkan dengan cara-cara sederhana, yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh orang lain.  namun disitulah letak kekuatannya. Berani menyampaikan apa adanya, lugas, terpercaya dan menyenangkan.</p>
<p>Apa gunanya ide brilian, kalau hanya disimpan dan tidak di komunikasikan. Mending biasa dan umum, tapi di publikasikan. Semangat berbagi harus terpelihara dan di kembangkan, supaya ide-idenya tidak mati suri.</p>
<p>itulah keceradasan para blogger, seperti yang sudah saya singgung dalam artikel sebelumnya. Yaitu <a href="http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/cara-gampang-mengembangkan-diri-ala-blogger.html" target="_self"><strong>cara gampang mengembangkan diri ala blogger</strong></a>. Ini salah satu bukti nyata bahwa blogger itu cerdas, cekatan dan kreatif. Seperti yang di perlihatkan oleh mashangky dalam artikel barunya itu.</p>
<p>Biasanya kalau orang mulai bosan, hakikatnya dia sudah tahu, apa yang musti dia lakukan. Setidaknya cara paling cepat, yaitu meninggalkan rutinitas yang membuatnya merasa bosan tersebut. Betul tidak?</p>
<p>Trus apa hungungannya dengan kawin mas? Apa saya harus kawin untuk bisa jadi berkembang? He he he….</p>
<p><em>Kawin……..! Kawin…….! Minggu depan Aku Kawin…</em></p>
<p><em>Kawin……..! Kawin…….! Minggu depan Aku Kawin…</em></p>
<p><em>Kawin……..! Kawin…….! Minggu depan Aku Kawin…</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Jangan terlalu serius dong, sesekali rilex dan bercanda itu salah satu cara untuk berkembang dan menghilangkan rasa bosan.</p>
<p>Yang saya maksud berkembang dengan cara kawin disini. Yaitu hakikat kawin itu sendiri. Kawin adalah penyatuan 2 sumbu. <strong>Anda dan target positif yang ingin anda capai</strong>.</p>
<p>Jadi ketika terjadi perkawinan suci antara anda dan target anda itu, maka semangat luar biasa pasti anda rasakan. Tidak ada lagi rasa bosan, tidak ada lagi rasa frustasi. Yang ada hanyalah cita-cita untuk terus maju merebut impian anda.</p>
<p>Tapi sebaliknya, jika anda belum kawin, yang ada anda akan kecapean untuk mengejar pasangan anda (target positif anda). Waktu anda habis untuk itu. Jadi jika anda sudah merasa menemukan pasangan yang cocok, maka buru-buru cari penghulu untuk mengawininya.</p>
<p>Tak perlu mas kawin emas batangan yang mahal. Cukup komitment yang tinggi untuk berubah dan berkembang ke arah yang lebih baik. Maka niscaya, perkawinan anda akan langgeng dan harmonis. Sampai anda sukses!</p>
<p>Selamat kawin!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fmau-berkembang-kawinlah.html&amp;t=Mau%20berkembang%3F%20Kawinlah%21" id="facebook_share_button_739" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_739') || document.getElementById('facebook_share_icon_739') || document.getElementById('facebook_share_both_739') || document.getElementById('facebook_share_button_739');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_739') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/mau-berkembang-kawinlah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Gampang Mengembangkan Diri ala Blogger</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/cara-gampang-mengembangkan-diri-ala-blogger.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=cara-gampang-mengembangkan-diri-ala-blogger</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/cara-gampang-mengembangkan-diri-ala-blogger.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas diri]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Pengembangan diri mutlak diperlukan, guna meningkatkan kualitas diri seseorang. Karena semakin berkembang kualitas dirinya, maka semakin ia merasa bebas. Bebas dari tekanan ketidak-tahuan. Bebas dari merasa rendah diri. Bebas daru kebutaan akan pengetahuan. Makanya tidak heran, kalau lembaga-lembaga pendidikan tidak wajib, bisa tumbuh dan berkembang. Sarana-sarana untuk mengemas diri seseorang menjadi lebih baik, makin diminati. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2Fcara-gampang-mengembangkan-diri-ala-blogger.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2Fcara-gampang-mengembangkan-diri-ala-blogger.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-736" title="cara pengembangan diri" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/12/bisss.jpeg" alt="cara pengembangan diri" width="125" height="83" /><span style="text-decoration: underline;">Pengembangan diri mutlak diperlukan</span>, guna meningkatkan kualitas diri seseorang. Karena semakin berkembang kualitas dirinya, maka semakin ia merasa bebas. Bebas dari tekanan ketidak-tahuan. Bebas dari merasa rendah diri. Bebas daru kebutaan akan pengetahuan.<span id="more-735"></span></p>
<p>
Makanya tidak heran, kalau lembaga-lembaga pendidikan tidak wajib, bisa tumbuh dan berkembang. Sarana-sarana untuk mengemas diri seseorang menjadi lebih baik, makin diminati. Karena masyarakat kini sadar, pentingnya melakukan “Pengembangan Diri”.
</p>
<p>
Apakah itu berbentuk seminar, diklat, dan kelas khusus. Peminatnya masih banyak. Sebut saja, seminarnya <strong>Andrie Wongso</strong>, <strong>Mario Teguh</strong>, <strong>Tung Desem</strong> <strong>Waringin</strong> dan Motivator lain yang diyakini bisa mengungkit keterbatasan diri, agar lebih berani berubah melakukan peningkatan kualitas diri. Melalui pemikirannya yang progresif.
</p>
<p>
Namun bagi sebagian orang, mengikuti seminar sekelas motivator berkelas seperti mereka (Andri wongso, Mario teguh dan juga Tung Desem Waringin) membutuhkan biaya yang cukup besar.
</p>
<p>
Tapi kalau dirasakan, mengikuti seminar itu mahal. Sebenarnya kita bisa saja melakukan perubahan dan belajar dengan orang lain, secara gratis. Kita bisa <strong>Belajar dari Para Blogger.</strong>
</p>
<p>
<em>Hmm… bagaimana caranya?</em>
</p>
<p>
<em>Bukannya kita juga harus bayar, kalau belajar sama mereka? </em>
</p>
<p>
<em>Kalau anda meminta waktu khusus mereka, kemungkinan besar, anda memang harus mengeluarkan rupiah untuk itu. Tapi disini anda tidak perlu minta waktu mereka. Cukup perhatikan saja<strong>, hakikat tingka laku para blogger</strong>. Apakah itu?</em>
</p>
<p>
Begini………
</p>
<p>
Blogger itu adalah aktivis. Mereka sangat aktif di bidangnya masing-masing. Apakah sebagai blog motivasi, blog bisnis, blog tutorial dan blog dengan tema-tema yang lebih fariatif. Mereka sangat aktif dibidangnya masing-masing untuk selalu “menuliskan artikel”.Disinilah letaknya!
</p>
<p>
Seperti kita tahu, menulis masih merupakan kendala bagi sebagian orang, termasuk para blogger sekalipun. Oleh karena itu, untuk mempertahankan supaya bisa terus blogging. Mau  tidak mau, mereka harus selalu menambah / meningkatkan ilmunya di bidang yang ia geluti. Artinya, mereka harus mau membaca.
</p>
<p>
Kesimpulan sementara, blogger itu adalah aktifis yang suka “membaca dan menulis”. Dengan memelihara 2 kebiasaan ini, tanpa disadarai, pengembangan kualitas diri secara alamiah, dialami oleh sang blogger. Tanpa harus secara khusus pergi ke seminar-seminar atau mengikuti kelas privat. Atau sekolah kepribadian sekalipun.*</p>
<p>****
</p>
<p>
*<em>disini bukan bermaksud untuk mengikis semangat anda untuk mengikuti seminar atau kelas khusus, disini saya hanya memberikan solusi alternative saja. ok? Jadi jangan salah paham!</em></p>
<p>****
</p>
<p>
Lanjut..</p>
<p>Hanya saja, membiasakan membaca dan menulis, memang tidak serta merta bisa langsung lengket pada karakter seseorang. Mereka juga butuh proses. Mereka juga mengalami banyak kendala psikologis.
</p>
<p>
Tapi karena adanya hubungan social di antara sesama bloger, maka lambat laun, hambatan-hambatan itu secara perlahan mulai terkikis. Sehingga kegiatan blogging, terasa makin menyenangkan dan makin kuat memberikan efek positif.
</p>
<p>
Jadi, kalau anda ingin melakukan perubahan. Maka cara tersebut bisa anda terapkan mulai sekarang. Saya yakin, semakin dalam dan semakin anda menikmati prose situ. Maka pengembangan diri yang anda harapkan, bisa anda dapatkan. Percaya Deh!
</p>
<p>
Sebab, proses baca-tulis itu, akan merangsang beberapa hal antara lain:
</p>
<ul>
<li>Logika      berfikir anda akan semakin kritis dan humanis</li>
<li>Kepekaan      rasa anda akan semakin tajam</li>
<li>Rasa      empati anda makin tinggi.</li>
<li>Dan      masih banyak rangsangan lain yang akan anda dapat, yang bersifat personal      dan individualitas.</li>
</ul>
<p>
Jadi bagaimana pendapat anda…………..?</p>
<p>Apakah anda setuju bahwa blogger itu aktivis cerdas atau anda punya predikat lain untuk para blogger?</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2Fcara-gampang-mengembangkan-diri-ala-blogger.html&amp;t=Cara%20Gampang%20Mengembangkan%20Diri%20ala%20Blogger" id="facebook_share_button_735" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_735') || document.getElementById('facebook_share_icon_735') || document.getElementById('facebook_share_both_735') || document.getElementById('facebook_share_button_735');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_735') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/cara-gampang-mengembangkan-diri-ala-blogger.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meninjau Kembali Esensi Berfikir Positif</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/meninjau-kembali-esensi-berfikir-positif.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=meninjau-kembali-esensi-berfikir-positif</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/meninjau-kembali-esensi-berfikir-positif.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 20:15:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[cara berfikir positif]]></category>
		<category><![CDATA[hakikat positif]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian negatif]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian positif]]></category>
		<category><![CDATA[memahami fikiran positif]]></category>
		<category><![CDATA[positif thinking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenapa tiba-tiba saya tertarik untuk menelaah lebih jauh tentang Cara Berfikir Positif.  Seperti kita sama-sama ketahui, berfikir positif adalah cara menghalau pikiran-pikiran negatif yang selalu menghantui kita selama ini. Entah sudah berapa kali kita menggunakan cara ini. Hasilnyapun berfariasi. Lalu apakah selama ini kita sudah berhasil menggunakan cara ini secara efektif? Atau malah kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2Fmeninjau-kembali-esensi-berfikir-positif.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2Fmeninjau-kembali-esensi-berfikir-positif.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-590" title="positif thinking" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/06/dfhg-125x92.jpg" alt="positif thinking" width="125" height="92" />Entah kenapa tiba-tiba saya tertarik untuk menelaah lebih jauh tentang <strong>Cara Berfikir Positif</strong>.  Seperti kita sama-sama ketahui, berfikir positif adalah cara menghalau pikiran-pikiran negatif yang selalu menghantui kita selama ini. Entah sudah berapa kali kita menggunakan cara ini. Hasilnyapun berfariasi.</p>
<p>Lalu apakah selama ini kita sudah berhasil menggunakan cara ini secara efektif? Atau malah kita mengalami serangan balik oleh fikiran positif kita sendiri?</p>
<p>Kita coba bahas yuk…<span id="more-589"></span></p>
<p>Walau saya bukan ahli ilmu psikologi. Tapi saya tertarik untuk memahaminya lebih jauh. Saya berharap  kita bisa melahirkan sebuah <strong>Pemahaman Baru tentang Cara Berfikir Positif</strong>.</p>
<p><em>Baiklah kita mulai,</em></p>
<p>Alasan paling utama seseorang berfikiran positif adalah karena:</p>
<p><span style="color: #000080;"><strong>Berfikir Positif itu Baik.</strong></span></p>
<p>Pangakuan akan hal ini  sudah tidak di ragukan lagi. Begitu banyak suara-suara yang menganjurkan kita untuk selalu positif thinking. Tak terhitung lagi berapa banyak motivator yang mengatakan pentingnya berfikiran positif. Buku-buku mereka yang berkata lantang akan hal ini, membludak di pasaran!</p>
<p>Walau demikian, bersikap hati-hati untuk itu, rasanya tidak akan merugikan kita. Justru semakin membuat kita kritis dan komprehensif dalam berfikir. Oleh karena itu saya ingin berbisik kepada anda bahwa: <strong>berfikir positif perlu hati-hati</strong>!</p>
<p>Karena jika kita tidak bisa memfungsikannya secara baik dan tepat. Bisa-bisa terjadi arus balik. Akibatnya kita  bisa jadi stress sendiri di buatnya.</p>
<p><em><strong>Misalnya saja</strong>,</em> anda berada di pesawat dalam sebuah perjalanan. Tiba-tiba pesawat mengalami guncangan Hebat, tak lama kemudian, pramugari memberikan informasi terkait hal ini. Para penumpang di minta untuk kembali ke tempat duduk masing-masing dan memasang kembali sabuk pengamannya. Dengan alasan bahwa Cuaca Buruk!</p>
<p>Saat itu, secara spontan anda mulai merasa was-was. Dan untuk menetralisir perasaan was-was itu. Anda berusaha untuk tenang dan berfikiran positif, sekuat-kuatnya [bahkan sampai keringat dingin, sangking postifnya…] <span style="color: #000080;">“<em>saya yakin ini hanya karena cuaca, setelah itu pasti akan kembali normal lagi kok</em>”</span>. Tapi jauh di lubuk hati, pada saat bersamaan, anda juga mengeluarkan fikiran negatif anda, <span style="color: #ff0000;">“<em>aduh gawat ini, bagaimana kalau pesawatnya tidak bisa melewati cuaca buruk ini, apalagi akhir-akhir ini banyak pesawat yang jatuh</em>”</span>. Tebak! kira-kira dorongan mana yang paling kuat? Dorongan positif atau negatif?</p>
<p>Apakah fikiran positif anda bisa menghalau rasa takut itu? Atau malah anda semakin tertekan karena memaksakan fikiran positif itu?</p>
<p>Untuk memahami hal ini setidaknya ada 2 Alat Bantu yang bisa kita gunakan…</p>
<ul>
<li><span style="color: #000080;"><strong>Kenali  Suara  Hati Anda</strong></span></li>
</ul>
<p>Saya rasa pendekatan ini bisa lebih lembut sekaligus realistis dan jujur, untuk membantu kita, memahami makna-makna positif. Pendekatan yang bisa kita gunakan untuk merumuskan prespektif “Berfikir Positif” yang ideal.</p>
<p>Sesungguhnya, walau kita sudah berfikiran positif, tapi pada kenyataannya – <em>di saat-saat tertentu</em> &#8211; kita masih saja di hantui oleh perasaan negatif dan rasa takut yang mendalam. Hal ini bisa di sebabkan oleh cara kerja alam bawah sadar kita.</p>
<p>Mengenai cara masuknya nilai-nilai normative yang masuk ke alam bawah sadar, masing-masing orang berbeda, di tentukan oleh lingkungan dimana ia biasa bergaul</p>
<p>Sepengetahuan saya, pembentukan mental seseorang di bentuk oleh sebuah proses kehidupan yang panjang, semasa hidupnya. Sekali lagi, tergantung dimana dan bagaimana ia dibesarkan. Semua itu sangat berpengaruh terhadap cara ia menyerap semua nilai-nilai kehidupan ini.</p>
<p>Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengenali suara-suara alam bawah sadar kita, suara hati kita. Karena disinilah terletak segala macam informasi yang selama ini kita simpan dan belum kita olah sepenuhnya.</p>
<p>Misalnya saja, <span style="color: #000080;">“anda tidak senang dengan bos anda”</span></p>
<p>Dalam kesempatan tertentu, anda mungkin tidak berani mengatakan secara transparan rasa tidak senang anda itu. [<em>ya iyalah…. Boss gue gitu loh..</em>]</p>
<p>Dilain sisi, tanpa anda sadari anda sedang memendam sebuah rasa tidak suka, jauh di bawah alam bawah sadar anda. <em>“ sialan tuh si boss! Mentang-mentang dia boss enak aja dia nyuruh-nyuruh gue”</em>.</p>
<p>Maaf yah! Contoh itu hanya alat untuk eksplorasi pendapat saya. Jika ada kemiripan, harap maklum.</p>
<p>Sebenarnya saya ingin katakan bahwa, berfikir positif itu perlu juga mempertimbangkan cara kerja alam bawah sadar. Karena bagaimanapun juga, si “alam bawah sadar” ini tidak bisa di remehkan peranannya. Konon, <span style="color: #000080;">kekutannya untuk mempengaruhi seseorang, jauh lebih besar dari kekutan fikiran sadar kita.</span> [Mengenai fakta ini saya masih mencari fakta-fakta validnya]</p>
<p>Dengan kata lain, berfikiran positif itu tidak sepenuhnya bisa di andalkan dong?</p>
<p><em>Hmm…</em> tidak juga, tapi kalau di katakan berfikiran postif itu bisa menjamin semuanya beres, ini jawabannya tentu saja, Tidak!</p>
<p>Masih ada kemungkinan terjadi kekacauan didalam diri seseorang. Karena satu hal, yaitu  “komunikasi yang tidak harmonis” antara hati dan fikiran.</p>
<ul>
<li><span style="color: #000080;"><strong>Harmoniskan Hati dan Fikiran</strong></span></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p>Jika hati dan fikiran tidak harmonis maka akibatnya semua aktifitas kita bisa tidak focus dan juga tidak nyaman. Semua dilakukan karena terpaksa. <span style="color: #000080;"><em>Fikiran berkata positif sementara hati berkata negative</em></span>. Tentu ini akan menimbulkan kontradiksi internal.</p>
<p>Jika di ibaratkan sebuah gitar, maka body gitar adalah fikiran kita dan senarnya adalah hati kita. Kedua elemen ini haruslah menyatu dan seimbang, agar bisa menimbulkan nada-nada yang harmonis.</p>
<p>Sama halnya dengan Hati dan fikiran, jika tidak di harmoniskan, maka kita tidak akan menjadi pribadi yang Positif. Walau fikiran positif,  kalau hati tetap negatif,   aura yang keluarpun akan terlihat gelap alias tetap negative.</p>
<p><span style="color: #000080;"><strong>Lalu Bagaimana Caranya Agar Fikiran dan Hati Bisa Harmonis?</strong></span></p>
<p>Cara sederhananya adalah, <span style="color: #000080;">“kenali hati dan fikiran anda terlebih dahulu”</span></p>
<p>Jika anda ingin membenahi sesuatu, tentu anda perlu tahu dulu seluk beluk sesuatu itu. Kenali sifatnya, cara bereaksinya, respon-responnya dan sebagainya.</p>
<p>Galilah Potensi anda untuk itu,  bertanyalah kepada diri sendiri sifat negatif apa yang selalu menghadang usaha anda untuk berfikiran positif.</p>
<p>Jika perlu buatlah daftar pertanyaan sesuai dengan cara kita masing-masing. Berusahalah sekuat tenanga untuk mendengarkan suara-suara hati terdalam anda. Catatlah semua yang berhasil anda dengar. Setelah itu berusahalah mencari jalan kaluarnya.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">Ingat!</span> Agar anda tidak terserang virus menyalahkan diri sendiri, maka Motivasinya adalah intropeksi menyeluruh, demi  pengembangan kepribadian yang lebih baik di kemudian hari.</p>
<p>Jika dalam proses itu anda menemukan sifat negatif anda, jangan terburu-buru menyalahkan diri sendiri. Tapi akuilah itu sebagai bagian dari diri anda. Dan letakkanlah ia dalam daftar yang ingin anda rubah. Mari sama-sama kita lakukan hal itu. <em>Sayapun masih dalam proses ini.</em></p>
<p>Baiklah sebagai penutup..</p>
<p>Kalau boleh tau bagaimana cara anda menempatkan esensi berfikir positif selama ini?</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2Fmeninjau-kembali-esensi-berfikir-positif.html&amp;t=Meninjau%20Kembali%20Esensi%20Berfikir%20Positif" id="facebook_share_button_589" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_589') || document.getElementById('facebook_share_icon_589') || document.getElementById('facebook_share_both_589') || document.getElementById('facebook_share_button_589');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_589') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/meninjau-kembali-esensi-berfikir-positif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Langkah Dasar Meningkatkan Kualitas Diri</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/5-langkah-dasar-meningkatkan-kualitas-diri.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=5-langkah-dasar-meningkatkan-kualitas-diri</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/5-langkah-dasar-meningkatkan-kualitas-diri.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 07:43:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[diri]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[melakukan]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[menghayati]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[respek]]></category>
		<category><![CDATA[yakin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlymuin.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Langkah dasar sering kita lupakan untuk melakukan peningkatan kualitas diri, baik dari segi pengetahuan umum, kemampuan khusus, sampai pada keinginan untuk mencapai kemampuan yang melebihi kemampuan orang rata-rata.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2F5-langkah-dasar-meningkatkan-kualitas-diri.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2F5-langkah-dasar-meningkatkan-kualitas-diri.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong><img class="size-full wp-image-318 alignleft" title="langkah awal" src="http://fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/03/images.jpg" alt="langkah awal" width="124" height="79" />Langkah dasar sering kita lupakan untuk melakukan peningkatan kualitas diri</strong>, baik dari segi pengetahuan umum, kemampuan khusus, sampai pada keinginan untuk mencapai kemampuan yang melebihi kemampuan orang rata-rata. Yang mana hal ini telah menjadi <a href="http://fadlymuin.com/motivasi/motivasi-mental/kekuatan-impian-pentingkah-bagi-anda.mental.html" target="_blank">impian </a>kebanyakan orang,  untuk menyandang predikat populis. Mahir dalam berbagai aspek kehidupan. Namun demikian, tanpa usaha maka kualitas diri tidak akan mengalami kemajuan yang diharapkan.<span id="more-312"></span></p>
<p>Kualitas diri sangatlah penting  dan sangat berperan,  dalam menuntun perjalanan seseorang menuju sukses. Karena kualitas diri berkaitan erat dengan seberapa besar seseorang mampu melakukan tindakan, yang menuntut keahlian tersendiri pada bidang yang ia geluti. sehingga seseorang memiliki suatu <a href="http://fadlymuin.com/motivasi/motivasi-mental/yakin-adalah-modal-dasar-meraih-impian.mental.html" target="_blank">keyakinan</a> yang kuat terhadap bidang yang digeluti</p>
<p>Namun demikian&#8230;.</p>
<p><strong>Langkah dasar untuk meningkatkan kualitas diri ini, tidak menjadi penting</strong>. Jika seseorang merasa bahwa apa yang dilakukannya sekarang, sudah cukup. Statusnya sekarang tidak lagi membutuhkan peningkatan-peningkatan khusus. Jadi buat apa melakukan semua itu. Biarlah seperti apa adanya.</p>
<p>Pemikiran seperti itu, bagi saya adalah sikap yang sombong, skeptis  dan apatis. Menutup diri atas segala kemungkinan. Alangkah sempitnya argumentasi seseorang,  jika mengatakan bahwa kualitas dirinya akan terbentuk dengan sendirinya. Terbentuk menjadi apa? Ini yang perlu di jawab.</p>
<p>Saat anda membaca artikel ini, sudah merupakan bukti nyata, bahwa anda bukanlah termasuk orang yang sombong, maupun apatis.</p>
<p>Sahabatku, ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengarah pada pembenahan dan peningkatan kualitas diri kita masing-masing. Dan dalam kesempatan ini, saya mencoba berbagi tips kepada anda sekalian.</p>
<p>Mari kita uraikan bersama&#8230;.</p>
<h3><strong>1.   Membaca </strong></h3>
<p>Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Namun dengan membaca banyak manfaat yang bisa kita peroleh. Membaca adalah proses input data yang terbilang akurat. Dengan membaca banyak informasi yang bisa kita peroleh. Dari membacalah seorang ahli fakir bisa mengatakan sebuah teori dengan lantang.</p>
<p>Tanpa membaca, otak kita akan kering, sempit dan tidak memiliki gambaran akan dunia. Membaca akan melengkapi data anda. otak akan lebih kreatif dalam menyikapi segala situasi.</p>
<h3><strong>2.   Mendengar</strong></h3>
<p>Mendengar adalah pekerjaan yang sangat membutuhkan konsentrasi tinggi.</p>
<p>Namun mendengar banyak sekali manfaat yang bisa kita petik.</p>
<p>Terbiasa mendengar, banyak informasi yang bisa kita dapatkan, yang mungkin saja, kita tidak peroleh pada buku-buku bacaan kita. mendengar akan melatih kesabaran, ketelitian dan konsentrasi. Efeknya, jika anda antusias  mendengarkan uraian seseorang, maka orang tersebut akan lebih respek kepada anda.</p>
<p>Ingat! orang besar lebih banyak mendengar daripada berbicara.</p>
<h3><strong>3.   Menulis</strong></h3>
<p>Kegiatan menulis, akan menguji kita, seberapa baik kemampuan kita dalam menyerap ilmu dan informasi dari kegiatan membaca dan mendengar.</p>
<p>Menulis akan melatih kita menerapkan pola fakir yang kritis, dan kaya akan pengetahuan. Walau terasa berat, namun menulis sangatlah bermanfaat. Melalui tulisanlah kita bisa menuangkan ide-ide kita.</p>
<p>Seperti yang kita tahu, bahwa dunia pers, dalam kegitan sosial, sangatlah berperan aktif. Karena tulisan-tulisannyalah, pers menjadi sangat disegani dan dihormati. Terlepas dari pro-kontra isi penulisan. Semua itu berpulang pada masing -masing penulis.</p>
<p>Menulis bisa kita jadikan sarana untuk membentuk karakter, publikasi atau merupakan kesenangan tersendiri. Bahkan bisa dijadikan alternatif mata pencaharian.</p>
<h3><strong>4.   Melakukan Sesuatu</strong></h3>
<p>Sebenarnya, kegiatan menulis sudah termasuk dari tips Melakukan. Namun dalam hal ini, saya mencoba melihat &#8220;kegiatan menulis&#8221; sebagai salah satu  langkah peningkatan diri.</p>
<p>Inilah mungkin tips yang paling vital. Melakukan Sesuatu! Karena berkaitan dengan bukti. Walau seseorang telah melakukan kegiatan baca dan dengar, sebagai sarana menimbah ilmu pengetahuan. Namun tanpa mencoba untuk Melakukan Sesuatu yang diyakininya. Sesuatu yang menurutnya mampu membawanya pada gerbang kesuksesan. Maka ilmu pengetahuan  yang diperolehnya, akan mengalami kekakuan. Tidak terbiasa melakukan/bertindak maka ilmu yang diperolehnya akan mubazir. Lambat laun akan melemah dan lumpuh.</p>
<h3><strong>5.   Menghayati</strong></h3>
<p>Terakhir, menghayati adalah proses perenungan dari apa yeng telah dilakukan selama ini. Terbiasa menghayati setiap kegiatan, sama halnya terbiasa melakukan koreksi diri dan pembenahan dalam setiap kesempatan.</p>
<p>Sebagai manusia biasa, tentunya  kita tak luput dari segala kesalahan. Terkadang kita melangkah dengan penuh semangat, namun lupa akan penghayatan dari apa yang kita lakukan tersebut. Sehingga kita tidak mampu melihat, sisi-sisi yang mungkin akan memberikan peluang yang luar biasa bagi kemajuan kualitas diri kita seutuhnya.</p>
<p>Semoga kelima langkah dasar ini memberikan manfaat bagi kita semua.</p>
<p>Jika anda ingin menambahkan, silahkan isi di kolom komentar.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpengembangan-diri%2F5-langkah-dasar-meningkatkan-kualitas-diri.html&amp;t=5%20Langkah%20Dasar%20Meningkatkan%20Kualitas%20Diri" id="facebook_share_button_312" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_312') || document.getElementById('facebook_share_icon_312') || document.getElementById('facebook_share_both_312') || document.getElementById('facebook_share_button_312');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_312') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/5-langkah-dasar-meningkatkan-kualitas-diri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
