<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Motivasi Mental &#187; Motivasi Menulis</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/category/motivasi-menulis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Tentang Motivasi, Pengembangan Diri dan Bisnis Secara Umum</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Pentingnya Ruang Tulis Untuk Narablog</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=pentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 02:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1295</guid>
		<description><![CDATA[Dalam prosesnya, suatu saat narablog akan menghadapi suatu masa, dimana ia tidak lagi mementingkan efek komersil dari aktifitas bloggingnya. Ia akan mengalami benturan, &#8220;antara kebutuhan emosional untuk menuangkan fikiran idealnya&#8221;  dan &#8220;tuntutan untuk meningkatkan nilai jual blognya&#8221;. Desakan seperti itu akan mengencang, menegang dan klimaks pada sebuah pengakuan dan pilihan-pilihan nantinya. Sebab, dalam perjalanannya, sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Dalam prosesnya, suatu saat narablog akan menghadapi suatu masa, dimana ia tidak lagi mementingkan efek komersil dari aktifitas bloggingnya.</p>
<p>Ia akan mengalami benturan, &#8220;antara kebutuhan emosional untuk menuangkan fikiran idealnya&#8221;  dan &#8220;tuntutan untuk meningkatkan  nilai jual blognya&#8221;.</p>
<blockquote><p>Desakan seperti itu akan mengencang, menegang dan klimaks pada sebuah pengakuan dan pilihan-pilihan nantinya.</p></blockquote>
<p>Sebab, dalam perjalanannya, sebagai manusia biasa,  dalam proses menulis tentu saja kita akan mengalami banyak moment dilematis. Apakah yang anda tulis sejalan dengan apa yang ada dihati anda ataukah menyesuaikan tuntutan blog anda demi nilai komersilnya. Demi blog!<span id="more-1295"></span></p>
<p>Dijagat maya ini, khususnya aktivis blogger, ada kubu yang terbelah sesuai dengan minat masing-masing. Ada sektor tutorial, bisnis, motivasi dan banyak lagi. Termasuk sektor gado-gado. tentu karena keterbatasan, sulit bagi saya untuk mengidentifikasinya. tapi yang pasti, jenisnya banyak.</p>
<p>Semua itu tentunya sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing narablog dalam mengembangkan dan menghadirkan informasi terbaiknya. Menyatakan dirinya.</p>
<p>Disisi lain, saya juga melihat bertumbuh dan berkembang biaknya “Personal Blog” dengan tema yang beraneka ragam. Tapi intinya blog itu digunakan untuk menuliskan apapun yang ingin di tulisnya. apapun itu. tidak terikat oleh satu tema khusus.</p>
<p>Saya melihat dan berpendapat ini adalah sebuah fenomena yang positif. Sebab budaya menulis dinegara kita ini boleh dikata biasa-biasa saja. Jangankan menulis, membaca saja ngos-ngosan. Makanya hadirnya personal blog sangat positif untuk merangasang kepakaan sosial kita sebagai individu kritis.</p>
<p>Nah, kaitannya dengan ini semua, walaupun kita sudah memiliki sebuah blog unggulan,  saya rasa kita juga perlu untuk membuat sebuah blog yang dikhususkan untuk &#8220;menuliskan apa saja&#8221;. Apapun itu!</p>
<p>Blog seperti ini bisa dijadikan semacam penyeimbang emosi kita. Sementara yang berjenis sektoral diatas adalah wadah untuk menyalurkan aspirasi intelktual kita, kekuatan kita dibidang tertentu.</p>
<p>Untuk mewujudkan pemikiran seperti itu, maka sayapun sudah membuat satu blog baru khusus untuk ruang saya menulis. Apapun itu. Saya merasa sangat perlu tempat yang lebih bebas dan tidak terikat pada satu kharisma tertentu saja.</p>
<p>kenapa blog ini tidak difungsikan seperti itu?</p>
<p>Blog ini tidak cocok untuk dijadikan seperti itu. Sebab disamping citranya yang sudah mulai terbentuk. Lagipula sayanglah untuk merubah-rubah lagi. lagi pula, punya blog dua sensasinya mungkin berbeda.</p>
<p>Kini blog FM. Punya adik baru. Tapi nantilah saya kasih linknya. belum saatnya lahir. masih ngatur-ngatur.</p>
<p>Jika berminat, silahkan anda buat juga satu blog untuk menuangkan aspirasi.</p>
<p>Selamat menulis!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog.html&amp;t=Pentingnya%20Ruang%20Tulis%20Untuk%20Narablog" id="facebook_share_button_1295" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1295') || document.getElementById('facebook_share_icon_1295') || document.getElementById('facebook_share_both_1295') || document.getElementById('facebook_share_button_1295');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1295') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengen Nulis Tapi Tak Kondusif</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pengen-nulis-tapi-tak-kondusif.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=pengen-nulis-tapi-tak-kondusif</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pengen-nulis-tapi-tak-kondusif.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 17:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1282</guid>
		<description><![CDATA[Anda sering mengalami hal seperti itu? Rasa hati ingin sekali menulis. Beban fikiran ingin segera dipindahkan dalam baris kata-kata cerdas nan kritis. Tapi semua itu terasa terhalang, atau memang kenyataannya terkandas oleh situasi yang tak bersahabat. Antara niat dan aplikasi tidak sinkron. Sayapun sering mengalami hal serupa. Dan saat saya tulis status ini di twitter, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpengen-nulis-tapi-tak-kondusif.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpengen-nulis-tapi-tak-kondusif.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Anda sering mengalami hal seperti itu? Rasa hati ingin sekali menulis. Beban fikiran ingin segera dipindahkan dalam baris kata-kata cerdas nan kritis. Tapi semua itu terasa terhalang, atau memang kenyataannya terkandas oleh situasi yang tak bersahabat.</p>
<p>Antara niat dan aplikasi tidak sinkron.</p>
<p>Sayapun sering mengalami hal serupa. Dan saat saya tulis status ini di twitter, Arief Maulana menyambutnya dengan sangat manis, memberi saya dukungan untuk menuliskan kondisi itu.</p>
<p>Awalnya saya malas follow up karena saat itu, saya belum menemukan satu kerangka fokus (hal yang biasa saya lakukan sebelum menulis, bukan kerangka karangan ya)<span id="more-1282"></span></p>
<p>Setelah menimbang sejenak, akhirnya saya tertarik juga.</p>
<p>Situasi ini sangat cocok dengan apa yang yang pernah saya tulis tentang “<a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/kiat-menulis-ketika-ide-menulis-buntu-total.html" target="_blank">Kekeringan ide Menulis</a>”. Kondisi itu sendirilah yang dijadikan ide menulis. Seperti yang terjadi sekarang. Saat situasi tidak kondusif, maka saat itu pula semangat perlu diperkuat, tujuan perlu diperjelas, soft skill perlu dipelihara. Maka lahirlah tulisan ini.</p>
<blockquote><p>Jadi pengalaman tidak kondusif ini bisa disiasati dengan terus memelihara tujuan. menjaga suasana yang nyaman. Jadi blog dan kesenangan menulis bisa menghasilkan sesuatu.</p></blockquote>
<p>Soal teknis akan bisa kita ciptakan sendiri, saya kira. Jika kita mampu menjaga suasana hati agar terus bersemangat, mapan dalam berperasaan, tidak mudah tumbang oleh rasa moody dan sebagainya. Sebenarnya tidak soal kondusif atau tidak. Toh itu semua kita juga yang mengkondisikannya. (ceramah untuk diri sendiri nih ..:D )</p>
<p>Akhir kata, menulis dalam keadaan apapun bukan masalah. asal kita mampu mengkondisikan semangat dan tujuan yang ingin dicapai. Apapun bentuknya, menulis hanya satu contoh aktifitas yang sedang dilakukan.</p>
<p>Jika kita memperkuat alas an “tidak kondusif” semakin menebalkannya, merasionalkannya pokoknya menciptakan betapa seriusnya situasi tidakkondusif itu, maka semua ursan tidak akan bisa terlaksana.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpengen-nulis-tapi-tak-kondusif.html&amp;t=Pengen%20Nulis%20Tapi%20Tak%20Kondusif" id="facebook_share_button_1282" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1282') || document.getElementById('facebook_share_icon_1282') || document.getElementById('facebook_share_both_1282') || document.getElementById('facebook_share_button_1282');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1282') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pengen-nulis-tapi-tak-kondusif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikut Pelatihan Menulis Bang Jonru</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=ikut-pelatihan-menulis-bang-jonru</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 15:29:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[Hari sabtu kemarin, tepat tanggal 5 juni. Saya menghadiri undangan terbuka Bang Jonru dalam acara “Pelatihan Penulisan” yang di adakan di perpustakaan Diknas Jakarta. Awalnya saya tidak ada niat untuk datang. Karena saya fikir materinya pasti sama saja dengan materi yang sudah saya dapatkan dari sekolah menulis online (SMO) yang materinya pun di bawakan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<div id="_mcePaste">
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1214" title="ketemu bang jonru" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2010/06/ketemu-bang-jonru.jpg" alt="" width="277" height="207" />Hari sabtu kemarin, tepat tanggal 5 juni. Saya menghadiri undangan terbuka <strong>Bang Jonru</strong> dalam acara “Pelatihan Penulisan” yang di adakan di perpustakaan Diknas Jakarta.</p>
<p>Awalnya saya tidak ada niat untuk datang. Karena saya fikir materinya pasti sama saja dengan materi yang sudah saya dapatkan dari<a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"> sekolah menulis online</a> (SMO) yang materinya pun di bawakan oleh <a href="http://www.jonru.net/" target="_blank">Bang Jonru</a> sendiri. Jadi saya fikir tak perlu buat saya, toh itu nantinya akan pengulangan materi juga.</p>
<p>Jadi undangan terbuka yang di info di facebooknya, saya abaikan begitu saja. Nanti pada beberapa hari sebelum hari H-nya, pas kebetulan YM saya on. <a href="http://biz-mom.blogspot.com/" target="_blank">Bunda Julia</a> memberitahukan saya bahwa ada pelatihan penulisan Bang  Jonru,</p>
<p>&#8220;ikut ga?&#8221;</p>
<p>Hmm, saya fikir-fikir lagi. Boleh juga ah. Berharap dapat materi yang beda, dapat ilmu yang lebih dalam.<span id="more-1213"></span></p>
<p>Akhirnya saya OK untuk datang, bundapun akhirnya tertarik datang karena ada teman yang dikenalnya. Sekalian kopdar sama saya. He he he</p>
<p>Jadilah saya dan bunda peserta pelatihan diantara puluhan peserta lainnya. Yang rata-rata pesertanya banyaknya dari kalangan ibu-ibu dan remaja perempuan. Cowok and bapak-bapaknya jauh lebih sedikit.</p>
<p>Seperti tebakan saya, materinya sebagian sudah ada yang saya dapat dari sekolah menulisnya, namun ini disampaikan secara langsung dan lebih akrab. Rasanya pun tentu juga berbeda.</p>
<p>Saya juga senang, karena bias bertatap muka langsung dengan penulis idolaku.  Dan  tanpa memperkanalkan diri secara kaku, bang Jonru langsung mengenali saya dan menyambut  dengan ramah, ada juga mas Epri, salah satu mentor juga di SMO, yang tak kalah ramahnya. Trims untuk team SMO.</p>
<p>Dan saat materi berlangsung,  ada yang membuat saya “agag kaget”  pada saat sampai pada pembicaraan, mengenai pendapat para pembaca buku terbarunya bang Jonru, CDMPH.Ternyata testimoniku dijadikan salah satu testimoni terbaik.  Agag malu juga foto saya tiba-tiba muncul di layar..</p>
<p>Apa sebabnya?</p>
<blockquote><p>Karena disitu saya menyampaikan kekecewaan saya terhadap buku barunya itu, yang isinya dominan membahas tentang  motivasi, sedikit sekali menyinggung soal teknis penulisan. Tapi, tanpa saya sadari, karena buku itulah saya merasa mendapatkan energy baru untuk tetap menulis sampai sekarang.</p></blockquote>
<p>Singkat cerita, pelatihan menulis berakhir sekitar kurang lebih jam 12 kalau saya tidak salah. Alhamdulillah banyak pelajaran yang bisa saya petik. Baik dari Bang Jonru, maupun dari pertanyaan-pertanyaan peserta.</p>
<p>Setelah acara selesai, biasalah ada pameran buku, liat-liat sebentar dan ngobrol kecil sama mas Epri dan bang Jonru. Dan ada satu pertanyaan mas Epri yang bikin saya mati kutu.</p>
<p>“sekarang lagi nulis buku apa mas Fadly?”.</p>
<p>Pertanyaan baru buat saya,  tapi buat mas Epri yang berada di lingkungan penulis, pertanyaan seperti  itu adalah hal yang biasa. Okelah, nanti saya akan jawab dengan tindakan saja mas Epri.</p>
<p>Setelah merasa cukup berada disitu. Saya pamit dengan Bang Jonru dan Mas Epri. Kemudian obrolan dilanjut bareng bunda.</p>
<p>Obrolan saya dan bunda  tak jauh daru blog, seputar bisnis dan dunia penulisan. Ini pertama kali saya kopdar bareng bunda. Rasanya agag canggung. Mirip dengan <a href="http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/pertemuan-yang-berkesan-dengan-mashengky.html" target="_blank">kopdar saya dengan MH</a> waktu itu. Sampai MH ngeledek  saya dengan sebutan  “agag malu-malu”.</p>
<p>Tidak ada yang signifikan obrolan dengan bunda, tapi lebih dari cukuplah untuk mengakrabkan diri. Selain itu Banyak input yang sudah saya dapat dari bunda.</p>
<p>Nah itulah kegiatanku di hari sabtu. Dapat ilmu dari pelatihan penulisan Bang Jonru yang memang saya butuhkan.  Plus kopdar bareng bunda.</p>
</div>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html&amp;t=Ikut%20Pelatihan%20Menulis%20Bang%20Jonru" id="facebook_share_button_1213" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1213') || document.getElementById('facebook_share_icon_1213') || document.getElementById('facebook_share_both_1213') || document.getElementById('facebook_share_button_1213');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1213') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Kiat Menulis] Ketika Ide Menulis Buntu Total?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/kiat-menulis-ketika-ide-menulis-buntu-total.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kiat-menulis-ketika-ide-menulis-buntu-total</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/kiat-menulis-ketika-ide-menulis-buntu-total.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 02:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1184</guid>
		<description><![CDATA[Rasa-rasanya kemarin saya sudah punya ide cemerlang untuk di tulis. Tapi pada saat akan menuangkannya di komputer. Sepertinya ingatan ide itu buyar seperti layaknya uap. Pecah berkeping-keping. Entah diserap oleh apa. Dan entah menghilang karena apa. Saya juga tak tau. Sempat berfikir untuk menulis tentang perbuatan dalam hidup, blog-blog ramah lingkungan dan lain sebagainya. Banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fkiat-menulis-ketika-ide-menulis-buntu-total.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fkiat-menulis-ketika-ide-menulis-buntu-total.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Rasa-rasanya kemarin saya sudah punya ide cemerlang untuk di tulis. Tapi pada saat akan menuangkannya di komputer. Sepertinya ingatan ide itu buyar seperti layaknya uap. Pecah berkeping-keping. Entah diserap oleh apa. Dan entah menghilang karena apa. Saya juga tak tau.</p>
<p>Sempat berfikir untuk menulis tentang perbuatan dalam hidup, blog-blog ramah lingkungan dan lain sebagainya. Banyak sekali berseliweran di otak. Tapi tak satupun tulisan selesai aku tuntaskan. Memalukan!</p>
<p>Begitulah jadinya kalau terlalu banyak pikiran yang masuk di waktu yang bersamaan. Bukannya malah bagus, justru konslet yang akan di terima.<span id="more-1184"></span></p>
<p>Seperti yang pernah saya singgung, bahwa ihwal menyakitkan bagi penulis adalah, <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/mencari-ide-menulis-yang-mulai-redup.html" target="_blank">ketika tak punya bahan tulisan</a>. Ketika tak ada opini yang mampu ia kembangkan. Sepertinya semua gagasan lari terbirit-birit menjauhinya. Singkatnya, semua ide tulisan seperti kompak untuk meninggalkannya untuk selamanya.</p>
<p>Kalau sudah seperti itu, apa yang harus kita lakukan? Apa duduk termenung dan meratapi nasib? Berlebihan kalau seperti itu.</p>
<blockquote><p>Dan yang paling membuat saya senewen, karena kita terus saja di minta untuk MENULIS. Walau keadaannya seperti di atas. Tak ada ide, gerakan menulis jadi buntu. Tapi para motivator menulis itu,  seperti tak merasakan sesaknya jantung ini. Pokoknya tulis  saja, ujar mereka.</p></blockquote>
<p>Meraka sepertinya menikmati siksaan ini. Mereka senang menyiksa kita si miskin ide untuk tetap menulis walau dalam keadaan buntu sekalipun.</p>
<p>Dan celakanya, saya termasuk salah satu motivator itu. Saya termasuk provokator yang senang oleh ketersiksaan orang-orang yang kehabisan ide, merasa buntu, tapi tetap  memaksa mereka untuk terus menulis.</p>
<p>Jangan terburu emosi dulu sobat,</p>
<p>Ini salah satu contoh, bahwa saya bener-bener seret ide. Tapi hasrat saya menulis tetap berapi-api. Jadilah tulisan ini.</p>
<p>Terkesan berantakan dan ngalur ngidul. Tapi ini, kiat agar kita jangan pernah kalah dengan kehilangan ide. Jangan kalah dengan rasa buntu.</p>
<p>Tulis saja apa yang anda rasakan saat kehilangan ide itu. Sebab itu pun merupakan ide tulisan. Seperti yang sedang saya lakukan sekarang ini.</p>
<p>”Apa tidak khawatir dikatakan tulisan sampah mas?”</p>
<p>”Buat apa pelihara perasaan yang akan mematikan semangat kita?”</p>
<p>Seperti yang dikatakan Pak Putu, ”<a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ide-menulis-dan-perjuangan-dalam-menulis.html" target="_blank">menulis itu berjuang</a>”. Jadi ketika bara menulis terasa akan padam, disitulah perjuangan anda akan teruji. Terus atau berhenti?</p>
<p>Kesimpulannya, walau ide buntu. Tetap saja tulis tentang ide yang buntu itu. Tuangkan perasaan gundah, bebaskan diri! (apa yg sudah aku lakukan ini? )</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fkiat-menulis-ketika-ide-menulis-buntu-total.html&amp;t=%5BKiat%20Menulis%5D%20Ketika%20Ide%20Menulis%20Buntu%20Total%3F" id="facebook_share_button_1184" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1184') || document.getElementById('facebook_share_icon_1184') || document.getElementById('facebook_share_both_1184') || document.getElementById('facebook_share_button_1184');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1184') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/kiat-menulis-ketika-ide-menulis-buntu-total.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>89</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Kiat Menulis] Kenali Corak Menulis Untuk Tulisan Berkualitas</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/kiat-menulis-kenali-corak-menulis-untuk-tulisan-berkualitas.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kiat-menulis-kenali-corak-menulis-untuk-tulisan-berkualitas</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/kiat-menulis-kenali-corak-menulis-untuk-tulisan-berkualitas.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 13:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1171</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi saya menemukan ide facebook. Kali ini dari Pak Hernowo Hasim di salah satu note di FB-nya. Ide ini berkaitan dengan ide menulis, cara menulis dan alasan menulis. Elemen ini senantiasa menyertai siapa saja yang terpanggil untuk mengkomunikasikan dirinya lewat tulisan yang ”coba” dipaparkan di permukaan khalayak. Dalam sebuah email saya pernah mendapat pertanyaan. Pertanyaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fkiat-menulis-kenali-corak-menulis-untuk-tulisan-berkualitas.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fkiat-menulis-kenali-corak-menulis-untuk-tulisan-berkualitas.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1172" title="hernowo hasim" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2010/05/hernowo-hasim.jpg" alt="" width="140" height="177" />Lagi-lagi saya menemukan ide facebook. Kali ini dari Pak <a href="http://www.facebook.com/home.php?#!/hernowo.mizan?v=info" target="_blank">Hernowo Hasim</a> di salah satu note di FB-nya. Ide ini berkaitan dengan ide menulis, cara menulis dan alasan menulis. Elemen ini senantiasa menyertai siapa saja yang terpanggil untuk mengkomunikasikan dirinya lewat tulisan yang ”coba” dipaparkan di permukaan khalayak.</p>
<p>Dalam sebuah email saya pernah mendapat pertanyaan. Pertanyaan ini berkaitan dengan cara menulis yang berkualitas. Sebenarnya pertanyaannya sangat sederhana dan sangat umum dialami bagi siapa saja yang masih mengalami proses ”dag-dig-dug” untuk memuluskan niat untuk menulis.</p>
<p>Pertanyaannya, intinya begini, ”<em>Mas Fadly bagaimana sih cara menulis yang berkualitas?</em>” Hmm.. dengan antusias dan berapi-api saya menjawab setahu yang saya bisa, tapi pada akhirnya saya pun harus maklum karena tidak mendapatkan ucapan terima kasih atau sedikit respon balik atas saran yang sudah saya berikan. Its ok!<span id="more-1171"></span></p>
<p>Berkaitan dengan pertanyaan itu dan ide yang saya peroleh dari tulisan pak Hernowo tadi, justru saya mendapat pencerahan bagaimana sebenernya dan apa sebenarnya menulis itu.</p>
<p>Dan sekarang saya akan coba menjembatani antara pemikiran pak Hernowo dan pertanyaan teman yang tak ada respon balik tadi.. ?</p>
<p>Mari kita jawab bersama,</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Pada dasarnya menulis itu adalah sebuah komunikasi. Interaksi yang tiktok namun disampaikan dengan cara-cara sistematis dan tercatat dengan sangat kreatif dan kaya akan pemaknaan.</p>
<p>Untuk merumuskannya dalam bentuk tulisan setidaknya seorang penulis didukung oleh kekuatan-kekuatan tertentu, yaitu Pengetahuan, pengelaman dan keinginan untuk menyatakan ”diri”nya.</p>
<p>Berikut ini adalah kiat-kiat menulis agar kita mengerti dimana dan bagaimana memulai penulisan. Kiat ini hasil dari petikan pesan dari tulisan Pak Hernowo, tentu saja dengan bahasa saya sendiri.</p>
<p>Berikut kiatnya :</p>
<h4>Menulis Berdasarkan Pengetahuan</h4>
<p>Sebuah aktifitas yang menantang intelektualitas seseorang. Siapun yang memposisikan diri dan mengangkat tema yang berkaitan dengan pengetahuannya. Otomatis, ia akan terlibat dalam sebuah perbincangan dan berupaya untuk memaparkan sebuah fakta-fakta yang teruji dan berargumentasi kuat.</p>
<h4>Menulis Berdasarkan Pengalaman</h4>
<p>Diposisi ini sangat mengasyikkan, karena materi tulisan secara garis besar sangat ditentukan oleh subyektifitas penulisnya. Walau terdapat bobot ilmu didalamnya, tapi penulis memiliki kewenangan besar untuk bermain dengan makna dan kosa kata yang cerdas. Bermain di area ini rasa-rasanya lebih aman dan menyenangkan.</p>
<h4>Menulis Karena Dorongan Pernyataan Diri</h4>
<p>Sangat fariatif berada disini. Banyak corak dan warnanya. Sesuai dengan karakter bawaan penulisnya. Bisa dalam bentuk curahan, kritikan, pembentukan opini dan hal-hal lain yang mencoba untuk menyatakan ”kekuatan eksistensi pengetahuan dan pengalaman” yang dimilikinya.</p>
<p><em>nah&#8230;</em></p>
<p>Tidak jelas terkadang, dimana kita berada. Apakah menulis atas dasar pengetahuan, pengalaman atau pernyataan diri. Sebab dalam prakteknya ketiga elemen ini biasanya bercampur aduk.</p>
<p>Untuk membuat pemisahan, kita perlu untuk fokus pada tema berdasarkan ide yang kita peroleh. Dan ini bisa didapat dari latihan yang terus menerus. Yaitu menulis.</p>
<p>Nah, menurut saya, sekali lagi ini hanya menurut saya yah..  kalau dirasa kurang pas, silahkan di abaikan. Inilah jawaban yang pas atas pertanyaan dari teman tadi, &#8220;tentang menulis yang berkualitas&#8221;.</p>
<p>Saya fikir ketiga poin ini adalah jawaban yang cocok. Pas untuk dijadikan standar pemula. Dimana dan bagaimana seseorang yang ingin terjun dan membiasakan diri menulis.</p>
<p>Peran-peran komunikatif dari ketiga elemen itu pantas dijadikan semacam kerangka berfikir atau garis pembatas pertama. tapi tidak untuk dijadikan tabir mutlak.</p>
<p>Selanjutnya, mengenai kualitasnya, lambat laun jika fasih menemukan ide dan tidak kagog merumuskannya dalam sebuah tulisan utuh. Maka kualitas tulisan akan terbentuk dengan sendirinya. Akan terdukung oleh mental yang diperoleh dari pembiasaan semata.</p>
<p>Jadi walau saya tidak mendapatkan ucapan terima kasih dari si penanya tadi. Justru saya mengucapkan terima kasih padanya, karena sudah memberikan saya kekuatan untuk menjawab dalam bentuk tulisan ini.</p>
<p>Padahal tidak juga, jawaban ini pun saya petik hasil dari menyimak tulisan pak Hernowo Hasim.</p>
<p>Terima Kasih  Pak Hernowo&#8230;</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fkiat-menulis-kenali-corak-menulis-untuk-tulisan-berkualitas.html&amp;t=%5BKiat%20Menulis%5D%20Kenali%20Corak%20Menulis%20Untuk%20Tulisan%20Berkualitas%20%20" id="facebook_share_button_1171" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1171') || document.getElementById('facebook_share_icon_1171') || document.getElementById('facebook_share_both_1171') || document.getElementById('facebook_share_button_1171');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1171') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/kiat-menulis-kenali-corak-menulis-untuk-tulisan-berkualitas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>71</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Untuk Siapa?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-untuk-siapa.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=menulis-untuk-siapa</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-untuk-siapa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 03:20:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[Terinspirasi dari tulisan BebeGendut baru-baru ini. Yang mencoba mengilustrasikan bahwa kegiatan menulis itu dutujukan untuk siapa sih sebenarnya. Apakah untuk diri sendiri atau untuk orang lain? Hmm.. untuk menjawab ini, tentu saja ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk mendukung alasan kita menulis selama ini. Apakah memang kita menulis benar-benar untuk kepuasan bathin kita, atau untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenulis-untuk-siapa.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenulis-untuk-siapa.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Terinspirasi dari tulisan <strong><a href="http://bebegendut.com/menulis-untuk-diri-sendiri-atau-orang-lain.html/trackback" target="_blank">BebeGendut</a></strong> baru-baru ini. Yang mencoba mengilustrasikan bahwa kegiatan menulis itu dutujukan untuk siapa sih sebenarnya. Apakah untuk diri sendiri atau untuk orang lain?</p>
<p>Hmm.. untuk menjawab ini, tentu saja ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk mendukung alasan kita menulis selama ini. Apakah memang kita menulis benar-benar untuk <a href="http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/manfaatkan-blog-sebagai-sarana-berekspresi-3.html" target="_blank">kepuasan bathin kita</a>, atau untuk memuaskan bathin orang lain, atau hanya untuk update blog. ini perlu dijawab dengan proporsional dan tepat.<span id="more-1145"></span></p>
<p>Biasanya, orang menulis karena ada sesuatu yang ingin disampaikan. Ada <a href="http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/manfaat-blog-%E2%80%9Cwahana-penyadaran-diri%E2%80%9D-yang-efektif.html" target="_blank">uneg-uneg bathin</a> yang ingin di ungkapkan ke khalayak, agar apa yang dirasakan bisa dikomunikasikan ke publik. Hal ini terkait dengan dorongan dari dalam diri sendiri. Disini kita belum berfikir, apakah kita menulis itu untuk kepentingan diri sendiri atau untuk orang lain. Yang jelas antara dalam dan luar saling terkait. Saat itu kita ”hanya” ingin menyatakan suatu gagasan dan gagasan itu menyangkut sesuatu yang ada di luaran.</p>
<p>Hal yang biasanya menimbulkan pertanyaan, ketika seorang mengalami <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ide-menulis-dan-perjuangan-dalam-menulis.html" target="_blank">krisis ide</a> dan gairah menulis yang mulai surut. Maka pertanyaan untuk siapa kita menulis biasanya akan semakin kritis mempertanyakannya.</p>
<p>Disinilah jawaban itu bisa diungkap.</p>
<p>Jika kita merasa perlu untuk menulis. Kita merasa banyak pemikiran penting yang perlu di sebar luaskan, maka menulis akan menjadi kebutuhan. Bukan lagi sebuah keterpaksaan sehingga kita akan bingung menjawab, kita ini menulis untuk apa dan untuk siapa?</p>
<p>Jadi menulis itu karena adanya dorongan emosional serta banyaknya pemikiran berkecamuk. Semua itu membuat kita merasa harus menulis.</p>
<p>Jika kita merasa penat dengan pemikiran kita, jika kita merasa bahwa hal itu perlu dikeluarkan. Maka menulis sangat penting. Sebab kegiatan itu bisa memberikan kesadaran diri kita dan semoga memberikan nilai manfaat untuk orang lain. Dengan asumsi dan tujuan-tujuan jangka pendek itulah kita akhirnya menulis.</p>
<p>Sebaliknya jika kita merasa tak ada yang perlu diungkap, tak ada yang penting dari pemikiran saya, tak ada pesan-pesan emosional yang berkecamuk. Dan semua itu bisa saya salurkan lewat jalur komunikasi yang lain. Maka kita merasa bahwa menulis sangat tidak penting.</p>
<p>Nah menurut saya demikianlah halnya alasan seseorang untuk menulis. Ia akan melakukan semua itu bukan karena siapa-siapa. Tapi karena ada dorongan dari dalam dan ada sinyal kuat dari luar. Sehingga kedua hal itu melahirkan sebuah kekuatan yang menggetarkan jari-jari kita untuk berdansa dengan keyboard.</p>
<p>Ok itu dulu tanggapan saya terhadap artikel <strong>bebegendut</strong>&#8230;semoga bisa memperkaya wacana kita yah..</p>
<p>Selamat menulis!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenulis-untuk-siapa.html&amp;t=Menulis%20Untuk%20Siapa%3F" id="facebook_share_button_1145" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1145') || document.getElementById('facebook_share_icon_1145') || document.getElementById('facebook_share_both_1145') || document.getElementById('facebook_share_button_1145');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1145') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-untuk-siapa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis adalah Kuncinya! Blog Ramai adalah Efeknya</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-adalah-kuncinya-blog-ramai-adalah-efeknya.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=menulis-adalah-kuncinya-blog-ramai-adalah-efeknya</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-adalah-kuncinya-blog-ramai-adalah-efeknya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 05:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[kunci menulis]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1131</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana caranya agar blog yang kita bangun, bisa mendapatkan pengunjung yang heboh dan berjibun dalam sehari? Hmm ini rasanya keinginan banyak blogger untuk meraihnya, termasuk anda bukan? Namun sayangnya, apa yang terjadi? sudah banyak cara yang diupayakan, namun tidak sesuai dengan target yang luar biasa itu. Bahkan mungkin pengunjungnya Cuma itu-itu saja. Komentatornya Cuma itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenulis-adalah-kuncinya-blog-ramai-adalah-efeknya.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenulis-adalah-kuncinya-blog-ramai-adalah-efeknya.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Bagaimana caranya agar blog yang kita bangun, bisa mendapatkan pengunjung yang heboh dan berjibun dalam sehari? Hmm ini rasanya keinginan banyak blogger untuk meraihnya, termasuk anda bukan?</p>
<p>Namun sayangnya, apa yang terjadi? sudah banyak cara yang diupayakan, namun tidak sesuai dengan target yang luar biasa itu. Bahkan mungkin pengunjungnya Cuma itu-itu saja. Komentatornya Cuma itu – itu saja. Sehingga kita sendiri berasumsi bahwa gaya ngeblog kita cenderung monoton.</p>
<p>Lalu bagaimana mengatasinya?<span id="more-1131"></span></p>
<p>Selain kemampuan mempromosikan blog. menurut saya peranan ”Artikel dan cara menuliskannya” adalah satu hal yang sangat menentukan sebuah blog disenangi oleh pengunjung.</p>
<p>Artinya kita perlu memperkuat ”kualitas artikel” kita. Cara kita menulis, agar memiliki karakter yang kuat dihati pembaca.  Jika sudah mendapat tempat dihati pembaca, maka walau sesibuk apapun aktivitas mereka. Rasanya tidak lengkap jika mereka belum mengunjungi blog kita. Itu efek yang akan terjadi, mudah-mudahan.</p>
<p>Ringkasnya, isi tulisan dan cara menuangkannya adalah salah satu kunci keberhasilan blog kita bisa meraih prestasi sebagai blog teramai.</p>
<blockquote><p>”Rasa-rasanya saya sudah melakukan itu mas, tapi tetap saja blog saya masih sepi!!”</p></blockquote>
<p>Percayalah! Mungkin belum saatnya. Yang perlu dilakukan adalah terus berusaha dan terus menulis. Jangan putus asa. Lakukan perbaikan terus menerus. Terimalah segala bentuk koreksi dari orang-orang yang peduli terhadap kemajuan blog anda. Sepahit apapun itu.</p>
<p>Jadi jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Sebab, menulis itu tak ada finishnya. Tak ada akhirnya. Menulis adalah sebuah proses mencari. Apakah kita akan berhenti menulis sampai kita sudah merasa bahwa tulisan kita bagus? Saya rasa tidak. Jadi jangan putus asa dan teruslah mencoba. Temukan formula anda sendiri.</p>
<p>Menulis adalah kesenangan, kegembiraan dan kepuasaan. Saat kita berhasil menuangkan ”uneg-uneg” kritis yang menyumbat otak kita. Disitu terletak kekuatan emosi yang sulit dilukiskan. Ibarat rasa haus yang hilang karena air segelas, ibarat kemarau panjang yang sirna karena hujan sehari. Rasanya memuaskan dan menyenangkan.</p>
<ul>
<li>Lalu balik lagi ke blog ramai.</li>
</ul>
<p>Blog tak bisa dipisahkan dari aktivitas menulis. Jadi jika kita merasa bahwa dengan menulis kita lebih menemukan arti. Maka blog jadi ramai adalah efek yang ditimbulkan karena kesenangan kita menulis. Bukan karena semata-mata untuk update blog agar blog jadi ramai. Akhirnya menulis menjadi sebuah beban.</p>
<p>Jadi maksudnya apa nih mas?</p>
<p>Maksud saya, Kuncinya ada pada Menulis!</p>
<p>Mulailah membangun rasa suka untuk menulis dulu. Dengan gemar menulis kita akan bisa menyentuh hal-hal yang selama ini sulit kita sentuh lewat tulisan. Kita bisa meramu makna yang kita temui dijalanan misalnya atau apapun yang menurut kita sendiri bisa bermanfaat, setidaknya untuk diri sendiri dulu. Dan masih banyak lagi makna yang bisa kita ikat. Kelak anda akan paham maksud saya ini.</p>
<p>Kesimpulannya,  kecintaan kita terhadap menulislah yang membuat kita memiliki energi luar biasa, dan efeknya pembaca akan menemukan getaran emosional yang tulus dan bening dalam setiap tulisan kita.</p>
<p>Disitulah poin yang sulit diraih menurut saya. sebab disitu ada kejujuran, ketulusan dan transparansi yang membuat pembaca lebih tersentuh. Dan yan lebih bagus lagi bisa tergerak.</p>
<p>Jika kita sudah sampai ke titik itu, saya yakin pembaca akan jatuh cinta dengan kita, eh.. maksud saya tulisan kita. ?</p>
<p>Jadi kalau ingin blog ramai pengunjung. Maka mulailah membangun rasa suka terhadap aktifitas menulis, lalu belajar meningkatkan kualitas menulis dan seterusnya. Sampai akhirnya anda akan menemukan chemestry antara anda, tulisan anda, dan pembaca anda. Jika itu sudah tercapai. Prediksi saya blog anda akan ramai luar biasa. Setidaknya secara natural anda akan mendapatkan pembangunan karakter yang jujur. Walau sepi komentar, tapi traffic terus meningkat. Semoga yah..!</p>
<p>Selamat berjuang!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenulis-adalah-kuncinya-blog-ramai-adalah-efeknya.html&amp;t=Menulis%20adalah%20Kuncinya%21%20Blog%20Ramai%20adalah%20Efeknya" id="facebook_share_button_1131" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1131') || document.getElementById('facebook_share_icon_1131') || document.getElementById('facebook_share_both_1131') || document.getElementById('facebook_share_button_1131');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1131') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-adalah-kuncinya-blog-ramai-adalah-efeknya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>58</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ide Menulis Dan Perjuangan Dalam Menulis</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ide-menulis-dan-perjuangan-dalam-menulis.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=ide-menulis-dan-perjuangan-dalam-menulis</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ide-menulis-dan-perjuangan-dalam-menulis.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 04:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang dalam menulis]]></category>
		<category><![CDATA[ide menulis]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan penulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1128</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih yang paling menyakitkan bagi penulis? Selain kendala teknis. Ada satu hal yang paling menyiksa buat seorang penulis. Yaitu kehilangan ide. Ya itulah menurut saya penyakit yang paling kronis buat penulis. Kehabisan ide, tak ada sesuatu yang bisa di tuangkan dalam coretannya. Rasanya kemarin sudah punya ide. Pas mau ditulis. Semua ide itu sepertinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fide-menulis-dan-perjuangan-dalam-menulis.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fide-menulis-dan-perjuangan-dalam-menulis.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Apa sih yang paling menyakitkan bagi penulis?  Selain kendala teknis. Ada satu hal yang paling menyiksa buat seorang penulis. Yaitu kehilangan ide.</p>
<p>Ya itulah menurut saya penyakit yang paling kronis buat penulis. Kehabisan ide, tak ada sesuatu yang bisa di tuangkan dalam coretannya.</p>
<p>Rasanya kemarin sudah punya ide. Pas mau ditulis. Semua ide itu sepertinya sirna entah kemana. Pergi tak tau juntrungannya kemana.<span id="more-1128"></span></p>
<p>Lalu bagaimana menyikapi persoalan ini. Apakah seorang penulis tidak boleh kehabisan ide? Boleh-boleh saja tentunya. Penulis juga khan manusia. Ada saat-saat ia merasa tak punya sesuatu untuk dibagikan. Adakalanya ia merasa saking kompleksnya idenya. Sampai-sampai satupun tak mampu ia tuangkan. Atau mungkin ada faktor x yang tak diketahui, sehingga ia tak menulis.dan masih ada segudang kendala lain ?</p>
<p>Untuk menjawab persoalan ini. Sebenarnya banyak sekali cara-cara untuk mengatasinya. Salah satu yang paling membuat kita jengkel yaitu kita disarankan untuk terus menulis. Padahal ide saja tak ada bagaimana mau menulis?</p>
<p>Apakah anda merasa seperti itu? Hmm..Saya maklum kok. Sayapun kerap merasakan hal seperti itu. He he he&#8230;</p>
<p>Namun semalam, saya menemukan sebuah pencerahan yang berharga. Saat saya membaca blognya mbak <strong><a href="http://helvytr.multiply.com/journal" target="_blank">Helvy Tiana Rosa</a></strong>. Anda yang suka menulis dan biasa membaca kisah-kisah penulis tentu tau siapa Mbak Helvy ini.</p>
<p>Seorang yang hampir seluruh hidupnya didedikasikan untuk dunia menulis. Saya kagum dengan integritas Beliau yang begitu luar biasa.</p>
<p>Dalam blognya diceritakan, suatu waktu ia berusaha sekuat tenaga untuk menerobos kerumunan massa yang ingin mendapatkan tanda tangan seorang <strong><a href="http://helvytr.multiply.com/journal/item/242/23_Tahun_Lalu_Seorang_Gadis_Kecil_dan_Putu_Wijaya" target="_blank">Putu Wijaya</a></strong>. Hebatnya lagi, ia berhasil menerobos dan menyapa idolanya. Yang bikin pak Putu Wijaya terkejut, karena mbak Helvy saat itu masih berusia remaja, masih berstatus murid kelas 2 smp. Sangat mungil dibandingkan penggemar pak Putu yang lainnya.</p>
<p>Apa yang diperolehnya dari Pak Putu? Tanda tangan dan sebuah kalimat sakti. <strong>”Helvy, menulis adalah berjuang!”.</strong></p>
<p>Sejak saat itu, mbak Helvy seperti menemukan semacam kekuatan sakti yang menguatkannya untuk terus menulis. Kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun. Luar biasa.</p>
<p>Kalimat pendek itu sudah mampu membuatnya kesetanan untuk terus menulis dan berkarya. Sampai pada suatu ketika ia bisa menerima email pujian dari pak Putu Wijaya yang sangat rendah hati itu.</p>
<p>Apa yang bisa kita petik dari pengalaman mbak Helvy itu?</p>
<p>Balik lagi ke ide menulis.</p>
<p>Jika kita sama-sama pahami, kalimat sakti Pak Putu, tentu kita tidak akan menangis lagi karena kehilangan ide menulis. Sebab kita sudah paham bahwa menulis itu adalah berjuang. Termasuk menemukan ide, menuliskannya, mempublikasikannya dan seterusnya&#8230;</p>
<p>Jadi walau kita kehilangan ide, ide tak bersahabat dan sebagaianya. Intinya tak ada sesuatu yang bisa kita tuangkan. Maka disitulah kita bisa menerapkan nilai perjuangan dalam menulis. Kita bisa curi jimat sakti Mbak Helvy selama ini untuk kemajuan dan semangat kita untuk terus menulis.</p>
<p>Sebenarnya kalimat sakti itu bukan hanya bisa digunakan ketika kita kehilangan ide menulis. Tapi lebih dari itu. Yang menyangkut patah arangnya kita dalam menulis. Kita bisa gunakan kalimat sakti itu sebagai pendobrak semangat menulis kita yang mulai loyo.</p>
<p>Jadi, sebagai penutup. Mari berjuang untuk menulis, sekaligus menulis untuk berjuang!</p>
<p>Merdeka!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fide-menulis-dan-perjuangan-dalam-menulis.html&amp;t=Ide%20Menulis%20Dan%20Perjuangan%20Dalam%20Menulis" id="facebook_share_button_1128" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1128') || document.getElementById('facebook_share_icon_1128') || document.getElementById('facebook_share_both_1128') || document.getElementById('facebook_share_button_1128');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1128') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ide-menulis-dan-perjuangan-dalam-menulis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alternatif Gaya Menulis: ”Tipis Dan Renyah”</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/alternatif-gaya-menulis-%e2%80%9dtipis-dan-renyah%e2%80%9d.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=alternatif-gaya-menulis-%25e2%2580%259dtipis-dan-renyah%25e2%2580%259d</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/alternatif-gaya-menulis-%e2%80%9dtipis-dan-renyah%e2%80%9d.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 02:14:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif menulis]]></category>
		<category><![CDATA[gaya menulis]]></category>
		<category><![CDATA[kiat menulis]]></category>
		<category><![CDATA[renyah]]></category>
		<category><![CDATA[tipis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1103</guid>
		<description><![CDATA[Semalam, disaat semua penghuni rumah sudah terlelap. Terutama krucil-krucilku yang paling gemar membuat saya riwa-riwi oleh tingkah mereka yang hanya bisa diam, disaat matanya sudah lelah, badannya sudah lemas dan mulai merindukan kasur. Disaat itulah saya baru bisa menikmati kesendirian. Ditemani segelas teh panas, dan biskuit enak. Rasanya malam itu sangat sunyi, tenang dan bermakna. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Falternatif-gaya-menulis-%25e2%2580%259dtipis-dan-renyah%25e2%2580%259d.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Falternatif-gaya-menulis-%25e2%2580%259dtipis-dan-renyah%25e2%2580%259d.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Semalam, disaat semua penghuni rumah sudah terlelap. Terutama krucil-krucilku yang paling gemar membuat saya riwa-riwi oleh tingkah mereka yang hanya bisa diam, disaat matanya sudah lelah, badannya sudah lemas dan mulai merindukan kasur. Disaat itulah saya baru bisa menikmati kesendirian.</p>
<p>Ditemani segelas teh panas, dan biskuit enak. Rasanya malam itu sangat sunyi, tenang dan bermakna.</p>
<p>Ide ini pun lahir dari biskuit kecil itu. Yang membuat saya tertarik karena ada tulisan di bungkusnya, ”Tipis dan Renyah”. Dan memang benar, biskuitnya sangat tipis dan setelah dimakan, rasanya sangat renyah, manis dan ga pengen berhenti.Sekali lep, biskuit kecil itu langsung bisa terkunyah dengan cepat.<span id="more-1103"></span></p>
<p><em>Saya berfikir&#8230;</em></p>
<blockquote><p>Dalam menulis pun kita bisa menerapkan metode dengan slogan seperti biskuit itu. Tidak perlu terlalu panjang. Cukup tipis-tipis saja. Tapi bisa menghasilkan <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-artikel-harus-enak-dan-gurih-kenapa.html" target="_blank">efek yang renyah</a> dan tidak membosankan. Membuat pembaca merasa ketagihan dan ingin terus menikmati tulisan kita. Layaknya menikmati biskuit yang tipis, yang sekali lep, bisa dilahap.</p></blockquote>
<p>Semalam, saya juga mengunjungi sebuah blog. dan ternyata tulisannya itu sesuai dengan slogan biskuit yang saya temui itu. Rata-rata tulisannya tipis-tipis tapi sangat renyah untuk saya nikmati. Dan pesan-pesannya sangatlah sederhana tapi sangat berbobot menurut saya. Tanpa terasa saya menghabiskan sekitar 20 tulisan <a href="http://kinoysan.multiply.com/journal" target="_blank">disitu</a>.</p>
<p>Bagi sebagian penulis. Menulis pendek-pendek, sekaligus pesan yang ingin disampaikan bisa terangkum dalam tulisan yang ringkas itu, sangatlah susah. Termasuk saya tentunya.</p>
<p>Sebab ada ketidak puasan, jika apa yang ingin kita sampaikan belum terakomodir dengan baik. Informasinya belum seluruhnya terselip diantara paragraf-paragraf yang kita buat. Rasanya ada yang mengganjal dihati.</p>
<p>Akibatnya terkadang kita bisa bicara panjang lebar, seluruh pesan sudah kita selipkan. Tapi kalau tidak dibaca, tentu saja sangat menyedihkan.</p>
<p>Namun, ini bukanlah sebuah patokan. Melainkan alternatif saja, terhadap sebuah gaya menulis. Mengingat budaya membaca belum mayoritas terelasisasi di negara tercinta kita ini. Jadi untuk merangsangnya, tentu saja kita perlu menyajikan alternatif gaya menulis  yang ringkas, tipis dan renyah yang tak menimbulkan rasa bosan untuk dinikmati.</p>
<p>Ok segitu dulu deh. Kalau kepanjangan nanti tidak sesuai dengan judul tulisan ini dong.. ?</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Falternatif-gaya-menulis-%25e2%2580%259dtipis-dan-renyah%25e2%2580%259d.html&amp;t=Alternatif%20Gaya%20Menulis%3A%20%E2%80%9DTipis%20Dan%20Renyah%E2%80%9D" id="facebook_share_button_1103" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1103') || document.getElementById('facebook_share_icon_1103') || document.getElementById('facebook_share_both_1103') || document.getElementById('facebook_share_button_1103');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1103') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/alternatif-gaya-menulis-%e2%80%9dtipis-dan-renyah%e2%80%9d.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>69</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penulis Tamu Sedang Naik Daun! ”ada apa ini?”</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/penulis-tamu-sedang-naik-daun-%e2%80%9dada-apa-ini%e2%80%9d.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=penulis-tamu-sedang-naik-daun-%25e2%2580%259dada-apa-ini%25e2%2580%259d</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/penulis-tamu-sedang-naik-daun-%e2%80%9dada-apa-ini%e2%80%9d.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 18:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[jadi penulis tamu]]></category>
		<category><![CDATA[penulis tamu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1052</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini menjadi penulis tamu, sedang naik daun. Saya perhatikan beberapa rekan-rekan blogger sedang menggalakkan budaya itu. Mereka membuka ruang khusus untuk para penulis yang mau menjadi kontributor di blog mereka. Bahkan ada beberapa yang antusias menyambut itu. Beberapa di antaranya, Mas Tri Wahyudi Mas Agus Siswoyo Menyusul Bebegendut (tapi orangnya tidak Gendut) Mas Ahmad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpenulis-tamu-sedang-naik-daun-%25e2%2580%259dada-apa-ini%25e2%2580%259d.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpenulis-tamu-sedang-naik-daun-%25e2%2580%259dada-apa-ini%25e2%2580%259d.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Belakangan ini menjadi penulis tamu, sedang naik daun. Saya perhatikan beberapa rekan-rekan blogger sedang menggalakkan budaya itu. Mereka membuka ruang khusus untuk para penulis yang mau menjadi kontributor di blog mereka. Bahkan ada beberapa yang antusias menyambut itu.<span id="more-1052"></span></p>
<p>Beberapa di antaranya,</p>
<p>Mas <a href="http://triwahyudi.com/" target="_blank">Tri Wahyudi</a></p>
<p>Mas <a href="http://agussiswoyo.com/" target="_blank">Agus Siswoyo</a></p>
<p>Menyusul <a href="http://bebegendut.com/" target="_blank">Bebegendut</a> (tapi orangnya tidak Gendut)</p>
<p>Mas <a href="http://www.im-bisnis.com/" target="_blank">Ahmad IM-Bisnis</a></p>
<p>Dan mungkin akan di susul oleh beberapa rekan lain lagi yang tertarik membuka peluang untuk ”penulis tamu”.</p>
<p>Saya sendiri, pun telah melalui proses itu. Waktu itu, mas Agus Siswoyo mengajukan diri untuk jadi penulis tamu diblog saya ini. Saya pun sempat menjadi penulis tamu di blog Populer milik mas <strong>Arief Maulana</strong>. Waktu itu saya menulis tentang <a href="http://ariefmaulana.com/miliki-multi-fungsi-motivasi-sebagai-benteng-sukses-anda/" target="_blank">Multi Fungsi Motivasi</a>.</p>
<p>Menjadi penulis tamu saya lihat makin naik daun. Saya sendiri pernah mendapat undangan khusus dari salah satu rekan blogger. Saya di minta kesediaan untuk mengisi blognya dengan artikel-artikel motivasi. Namun saya belum sempat memenuhi undangan itu. Tapi insyaAllah, Suatu waktu akan saya realisasikan!</p>
<p>Tapi saya kok jadi mikir-mikir yah. Kok fenomena penulis tamu makin naik daun? Makin populer belakangan ini. Ada apakah gerangan?</p>
<p>Ada beberapa dugaan yang mungkin bisa kita jadikan wacana kritis untuk saat ini.</p>
<ul>
<li>Apakah untuk mempererat tali silaturahmi?</li>
</ul>
<blockquote><p>Jika alasannya untuk keakraban, menurut saya  ini adalah langkah yang bagus. Lebih berpotensi jadi awet. Sebab unsur emosional akan menciptakan kondisi yang semakin akrab.</p></blockquote>
<ul>
<li>Apakah ini sebagai strategi mempopulerkan blog atau personal branding?</li>
</ul>
<blockquote><p>Saya rasa, ini adalah langkah taktis yang patut di dukung. Ada upaya untuk menonjolkan daya fikir ke lumbung-lumbung pembaca blog tetangga. Selain itu ada upaya untuk mencari cara lain selain SEO untuk percepatan menaikkan level Popularitas Blog.</p></blockquote>
<blockquote><p>Bisa jadi SEO sudah mulai di tinggalkan atau setidaknya di palingkan sejenak dan beralih ke WEO (Writer Engine Optimization). ini masuk kategori kreatif. Lanjutkan!</p></blockquote>
<ul>
<li>Bloggernya sudah mulai kehabisan ide menulis. Mulai kehilangan semangat</li>
</ul>
<blockquote><p>Ini adalah kategori yang cukup memilukan hati. Apalagi bagi yang sudah memiliki pembaca setia. Tentu langkah ini akan mengecewakan. Jika ini adalah kategori yang anda pilih. Sebaiknya di fikirkan kembali deh&#8230;</p></blockquote>
<p>Okelah, itu 3 poin yang bisa kita jadikan wacana diskusi kali ini.</p>
<p>Saya belum punya deskripsi lebih luas dari itu. Yang ada di kepala saya saat in tentang penulis tamu. Hanya sebuah pertanyaan sederhana, ”ada apa ini?” itu saja kok.</p>
<p>Dan dari pertanyaan sederhana itu, saya mulai memberikan dugaan-dugaan yang sebenarnya  belum rampung. Seperti ketiga kategori di atas.</p>
<p>Apa anda bisa memberikan pandangan, ada apa di balik maraknya penulis tamu akhir-akhir ini?</p>
<p>Apakah ini semacam virus. Atau trend sesaat, atau ada upaya untuk terbang lebih luas?</p>
<p>Apapun itu, saya berharap, ini merupakan tendensi positif. Namun jika boleh saran, sebelum melanglang buana. Benahilah dulu kedalam.</p>
<p>Ibarat, anda ingin merantau, atau dinas keluar kota. Maka siapkan dan pastikan kondisi rumah dan keluarga yang anda tinggalkan dalam keadaan aman. Pembekalan yang anda tinggalkan juga cukup.</p>
<p>Jadi tidak ada rasa was-was dan perjalanan anda juga akan semakin lancar. Tidak ada gangguan psikologis yang menghambat ruang gerak selanjutnya.</p>
<p>Namun, terlepas dari itu semua. Saya rasa, Aktifitas  menjadi Penulis Tamu, adalah  sesuatu yang positif..</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpenulis-tamu-sedang-naik-daun-%25e2%2580%259dada-apa-ini%25e2%2580%259d.html&amp;t=Penulis%20Tamu%20Sedang%20Naik%20Daun%21%20%E2%80%9Dada%20apa%20ini%3F%E2%80%9D" id="facebook_share_button_1052" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1052') || document.getElementById('facebook_share_icon_1052') || document.getElementById('facebook_share_both_1052') || document.getElementById('facebook_share_button_1052');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1052') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/penulis-tamu-sedang-naik-daun-%e2%80%9dada-apa-ini%e2%80%9d.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>88</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
