<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Motivasi FM &#187; Motivasi Menulis</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/category/motivasi-menulis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Motivasi dan Sekitarnya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 06:22:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Mulai Menulis Setelah Lama Terdiam</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/bagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/bagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 05:42:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1578</guid>
		<description><![CDATA[Hallo Apa khabar Teman? Seperti seorang pemula rasanya, memulai menulis lagi setelah lama terdiam, membuat saya merasa sangat kikuk.  Apakah seperti itu adanya, jika  sesuatu yang dulu sering kita lakukan,  tanpa merasa aneh. Kini harus merasa ganjil ketika memulainya kembali? Celakanya, yang saya rasakan memang  seperti itu. Setelah sekian lama tertidur dari ektifitas blogging dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fbagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fbagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Hallo Apa khabar Teman?</p>
<p>Seperti seorang pemula rasanya, memulai menulis lagi setelah lama terdiam, membuat saya merasa sangat kikuk.  Apakah seperti itu adanya, jika  sesuatu yang dulu sering kita lakukan,  tanpa merasa aneh. Kini harus merasa ganjil ketika memulainya kembali?</p>
<p>Celakanya, yang saya rasakan memang  seperti itu. Setelah sekian lama tertidur dari ektifitas blogging dan menulis, ada rasa enggan untuk memulai lagi.  Mungkin karena efek cuaca bathin dari kefakuman itu, membuat  inspirasi ide begitu terasa kelabu.</p>
<p>Setiap kali hendak menulis, selalu terhenti oleh perasaan yang tak karuan. Seperti seorang perjaka yang akan menemui seorang gadis impiannya. Deg-degan campur  rasa yang nano-nano.  Maka otak yang biasa mengkritik mulai bekerja dengan sempurna. Semua kosa kata yang sudah tertuang tidak lahir berdasarkan seleksi intelktual yang dirasa ideal. Rasanya kita seperti berkata, bahwa  &#8217;itu bukan tulisan yang saya inginkan&#8217;.<span id="more-1578"></span></p>
<p>Ternyata benar juga, menulis sama dengan olah raga, jika tidak dilakukan secara rutin, maka otot-otot  terasa kaku, susah bergerak. Seperti orang yang mulai kegemukan dan susah untuk bergoyang  karena perut mulai kegendutan.</p>
<p>Suasana seperti itu, kini aku alami setiap kali berhadapan dengan situasi menulis. Bahkan saat menulis artikel kali ini. Semuanya seperti orang yang baru belajar lagi. Sungguh ajaib reaksi ini menurut saya. Teori para penulis bahwa menulis hanya perlu pembiasaan, perlu niat dan keseriusan yang sungguh-sungguh, ternyata tidak diragukan lagi. Terbukti! Tanpa itu kita akan mati kutu.</p>
<p>Lalu solusi yang saya ketahui, adalah mulai lagi, itu saja. Tidak usah mikir macam-macam, pokoknya hajar bleh. Babat habis. Mau salah ketik, salah tulis, salah – saleh, pokoknya goal yang harus dicapai adalah keluar dulu dari kungkungan kefakuman sesaat. Toh  selama ini sudah terbiasa menulis. Tinggal membangkitkan kembali gairah yang pernah ada.</p>
<p>Jadi saya tidak berputus asah. Saya tetap jalankan teori itu.</p>
<p>Pengalaman ini mungkin dialami juga oleh anda, maka saya coba berbagi pengalaman saja. Bahwa memang betul, jika kita mengalami stagnasi dalam menulis dan susah untuk memulai kembali, maka jalan satu-satunya adalah mendobrak rasa takut salah dan rasa kikuk dengan cara mulai menulis lagi, serta mengabaikan segala bentuk proteksi yang menuntut kesempurnaan  kita dalam menulis.</p>
<p>Sebelum menulis lagi, saya coba dulu berkeliling ke blog teman-teman. Ini berguna sebagai olah raga wacana. Kita perlu menstimulus wacana-wacana  yang kita miliki dan wacana yang beredar. Ini sangat baik untuk menciptakan rasa rilex saat akan mulia menulis kembali.</p>
<p>Hasil dari berkeliling itu, ternyata ada juga yang postingnya jarang-jarang. Saya hanya tersenyum simpul. Mudah-mudahan gairah menulis kita bisa bangkit lagi. Buat teman-teman yang tetap konsisten menulis, saya ucapkan selamat dan terima kasih. Karena anda telah menjaga gerbang motivasi menulis teman-teman yang lain, termasuk memotivasi saya.</p>
<p>Mudah-mudahan gairah menulis saya bisa bangkit lagi dan terus berkembang, amin.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/bagaimana-mulai-menulis-setelah-lama-terdiam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Menulis Telah Usai</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pelatihan-menulis-telah-usai.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pelatihan-menulis-telah-usai</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pelatihan-menulis-telah-usai.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 04:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1561</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, pelatihan menulis yang rencana dilaksanan di Tupperware Home tanggal 23 juli 2011 telah terlaksana dengan baik. Memang target 20 peserta yang saya canangkan, tidak tercapai. Tapi justru dengan peserta yang sedikit, rasanya komunikasi antara trainer dan peserta, terasa lebih padat. Para peserta merasa lebih bebas bertanya dan tidak canggung. Pelatihan kali ini menggunakan tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpelatihan-menulis-telah-usai.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpelatihan-menulis-telah-usai.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Alhamdulillah, pelatihan menulis yang rencana dilaksanan di Tupperware Home tanggal 23 juli 2011 telah terlaksana dengan baik. Memang target 20 peserta yang saya canangkan, tidak tercapai. Tapi justru dengan peserta yang sedikit, rasanya komunikasi antara trainer dan peserta, terasa lebih padat.</p>
<p>Para peserta merasa lebih bebas bertanya dan tidak canggung.</p>
<p>Pelatihan kali ini menggunakan tempat di Tupperware Home, sebuah SOHO (small Office Home Office) yang sangat nyaman untuk dijadikan tempat berkumpul.<span id="more-1561"></span></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1562" title="pelatihanmenulis (3)" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2011/07/pelatihanmenulis-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1563" title="pelatihanmenulis (4)" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2011/07/pelatihanmenulis-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" />Sedikit saya uraikan tentang situasi pelatihan, rata-rata kegelisahan peserta adalah, seputar kehilangan ide, writers block dan tujuan menulis itu sendiri. Ringkasnya, mereka selama ini mengutamakan otak kiri saat memulai menulis, sehingga kesulitan dalam memulai setiap tulisannya.</p>
<p>Tapi setelah, diberikan simulasi oleh Bang <a href="http://jonru.net">Jonru</a>, mereka diberikan waktu sekitar 10 menit, tapi sebelum waktunya habis, mereka sudah dihentikan, alhasil, rata-rata peserta terlihat sangat lancar menulis. Minimal 1 halaman, terhambur kata-kata teratur dalam kertas mereka masing-masing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1564" title="pelatihanmenulis (2)" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2011/07/pelatihanmenulis-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Selama materi berlangsung, saya ikut menyimak jalannya acara, mulai dari kerutan dahi peserta dan kebiasaan mencatat ketika materi berlangsung sampai dengan mengontrol waktu Bang Jonru memberikan materi. Supaya waktunya pas dan tidak melewati batas penggunaan tempatnya.</p>
<p>Alhamdulillah, walau masih merasa kekurangan waktu, tapi acara ini saya prediksi mampu membangkitkan motivasi dan memberikan kiat-kiat praktis dalam menulis. Minimal untuk memberikan landasan positif, sebelum terjun dan berkiprah secara aktif di dunia penulisan.</p>
<p>akhirnya saya bisa juga tersenyum puas. seperti yang anda lihat di ruang santai ini..</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1565" title="pelatihanmenulis (1)" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2011/07/pelatihanmenulis-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oh iya, rencananya, acara ini akan di liput oleh majalah Nova. Tapi entah pada  edisi keberapa. Dipantau aja kalau mau..hehehe</p>
<p>Semoga saja bermanfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pelatihan-menulis-telah-usai.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Tak Semudah Bertindak</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-tak-semudah-bertindak.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menulis-tak-semudah-bertindak</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-tak-semudah-bertindak.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 09:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1470</guid>
		<description><![CDATA[Sebentar…, apa ada yang janggal dengan judul di atas? Kebalik atau tidak yah? Pernah anda mengalami konflik bathin kawan? Antara apa yang anda tulis dengan tindakan anda sehari-hari, rencana anda kedepan. Sudah cocokah, serasikah? Apakah ada kesesuaian? Saya yakin, konflik seperti itu ada dan dialami oleh sebagian penulis secara umum, khususnya narablog. Misalnya, selama ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenulis-tak-semudah-bertindak.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenulis-tak-semudah-bertindak.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sebentar…,</p>
<p>apa ada yang janggal dengan judul di atas? Kebalik atau tidak yah?</p>
<p>Pernah anda mengalami konflik bathin kawan? Antara apa yang anda tulis dengan tindakan anda sehari-hari, rencana anda kedepan. Sudah cocokah, serasikah? Apakah ada kesesuaian?</p>
<p>Saya yakin, konflik seperti itu ada dan dialami oleh sebagian penulis secara umum, khususnya narablog.<span id="more-1470"></span></p>
<blockquote><p><em>Misalnya</em>, selama ini anda selalu berada dibarisan depan untuk urusan bisnis, tapi setelah anda menghadapi sendiri, justru anda malah melangkah tidak sesuai dengan apa yang anda tuliskan. Ini bukan hanya melukai pembaca yang sudah mengikuti langkah-langkah terpadu anda.</p></blockquote>
<blockquote><p>Selain itu, anda sudah mendustai diri sendiri. Dan ini sangat tidak nyaman untuk kesehatan emosional. Bisa mempengaruhi semangat menulis, juga bisa melorotkan eksistensi anda di kampung blog ini.</p></blockquote>
<p>Ops. Tidak ada garansi juga untuk saya! <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika anda memang menemukan kejanggalan yang saya lakukan, misalnya anda menemukan tulisan saya dengan tindakan saya dilapangan tidak singkron, bahkan bertolak belakang.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>Saya mengatakan bahwa kalau mau jadi orang kaya ya harus berbisnis, tapi kenyataannya saya malah sibuk melamar pekerjaan.</p>
<p>Atau, saya pernah bilang sabar itu baik untuk kesehatan, tapi di jalanan saya malah ugal-ugalan bersaing berebut posisi dengan supir metro mini..</p>
<p>Kalau memang itu yang terjadi. Tolong jangan dilaporkan ke KPK, kita bisa selesaikan secara kekeluargaan (nepotisme) <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu bagaimana dengan anda?  jika memang anda pernah  mengalami hal seperti itu, tidak sesuai antara kata dan perbuatan. Apa yang harus dilakukan? Bertobat? Ah tidak segitunyalah.</p>
<p>Yang perlu dilakukan hanya penyesuaian saja kok. Sudah saatnya kita mulai pintar-pintar menempatkan diri. Dewasa dalam bersikap, tanggung jawab dalam menulis dan seterusnya..</p>
<p>Kembali lagi ke judul awal. “Menulis itu tidak Semudah Tindakan”.</p>
<p>Setelah ada ilustrasinya, saya pun baru paham sekarang. Bahwa menulis itu tidak semudah bermain kata-kata. Ada tanggung jawab psikologis disitu. Ada hati yang mengontrol setiap kata yang tertulis.</p>
<p>Walaupun penulis senior mengatakan menulis itu gampang. Tapi dalam konteks konflik bathin seperti ini. Menulis bisa menjadi sangat berat.</p>
<p>Jadi, mari kita menulis  lagi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-tak-semudah-bertindak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Untuk Menghibur</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-untuk-menghibur.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menulis-untuk-menghibur</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-untuk-menghibur.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 22:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1435</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya mengalami masa jenuh dengan wacana. Saya menyadari bahwa materi yang saya fokuskan, kemungkinan tergolong terlalu berat. Bahkan kadang-kadang membuat saya sulit berkedip, walau itu hanya sesaat saja. Apalagi untuk beranjak dari tempat duduk nan empuk. cukup menguras energi. Makanya, ketika saya menyadari hal seperti itu sudah menimpa saya. biasanya saya langsung bertobat sesaat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenulis-untuk-menghibur.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenulis-untuk-menghibur.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ketika saya mengalami masa jenuh dengan wacana. Saya menyadari bahwa materi yang saya fokuskan, kemungkinan tergolong terlalu berat. Bahkan kadang-kadang membuat saya sulit berkedip, walau itu hanya sesaat saja. Apalagi untuk beranjak dari tempat duduk nan empuk. cukup menguras energi.</p>
<p>Makanya, ketika saya menyadari hal seperti itu sudah menimpa saya. biasanya saya langsung bertobat sesaat. Pergi mandi dan mulai merubah pandangan seketika. Nonton tv, main sama anak-anak. Gangguin istri yang lagi cari resep masakan dan lain sebagainya. Pokoknya saya berusaha untuk menciptakan suasana yang riuh padam.</p>
<p>Apalagi anak sulung dan tengah saya, yang haus akan “permainan khas lelaki”. Melompat, berlari dan tinju-tinjuan, sangat mereka sukai. Hal itu tentu sangat mendukung. Saya tantang mereka untuk duel, bahkan saya kadang-kadang di keroyok.<span id="more-1435"></span></p>
<p>Ada yang meninju perut, punggung bahkan jurus mengklitik pun mereka gunakan. Dan kalau bundanya kehilangan resep akibat ulah 3 lelaki ganteng ini. Maka dia akan maju sebagai provokator. Tentu saja untuk ikut menambah penderitaan saya.</p>
<p>Kalau saya sudah keok dan minta ampun. Mereka merasa tidak puas. Karena saya terlalu loyo untuk ukuran orang dewasa dalam menghadapi 2 pria kecil. Tapi demikianlah kelemahan saya kawan. Saya tidak pernah menang melawan mereka. Saya lelaki dewasa yang teraniaya di rumahnya sendiri. Ibarat raja yang kehilangan pedang.</p>
<p>Nah..,</p>
<p>Ketika sudah mendapatkan stimulus rasa happy seperti itu. Biasanya saya menemukan mood saya kembali. Dan saya tidak akan mengotori mood itu dengan menulis yang berat-berat. Apalagi menggunakan kamus psikologis dan politik.</p>
<p>Walaupun saya memang termasuk orang yang tertarik dengan materi yang kompleks. Tapi untuk saat-saat tertentu, ketertarikan seperti itu saya palingkan sejenak.</p>
<p>Hal yang biasa saya lakukan dikala mampu merebut mood itu kembali. Saya biasanya menulis catatan-catatan harian untuk konsumsi pribadi. Untuk melatih keluwesan berwacana. Hal ini juga pernah saya singgung dalam tulisan saya yang lalu. Sebagai “<a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/kiat-menulis-ketika-ide-menulis-buntu-total.html">upaya untuk memperlancar menulis</a>”.</p>
<p>Jika sudah merasa cukup, maka saya gunakan efek mood itu lagi, untuk menyajikan tulisan yang ringan dan berupaya untuk menghibur pembaca.</p>
<p>Walau tidak semua dan bahkan hampir seluruhnya saya merasa gagal menghibur. Tapi saya merasa ada celah untuk mulai menulis dengan gaya yang lebih fresh.</p>
<p>Terus terang saya iri dengan penulis-penulis yang luwes dari tata bahasa yang ringan. Namun tidak menghilangkan bobot materi tapi tersampaikan dengan sangat anggun dan elegan. Seperti seekor burung merpati yang hinggap di jendela.  Sehingga pembaca mendapatkan 2 manfaat pada saat itu. Manfaat ilmu dan kebahagiaan. Selain ilmunya, juga karena rangsangan kebahagiaan saat membaca.</p>
<p>Saya merasa menulis dalam konteks menghibur dan mendidik, adalah sebuah pencapaian yang tidak mudah. Sebab dalam proses itu kita akan banyak meruntuhkan keteguhan ego, idealisme bahkan kadang-kadang memberi fariasi dengan memojokkan diri sendiri.</p>
<p>Namun, disitulah letak ketertarikan pembaca. Seorang pembaca jauh lebih senang melihat penderitaan kita dibandingkan jika kita branding diri dengan pengakuan yang subyektif.</p>
<p>***</p>
<p>Nah sobat,</p>
<p>Bagaimana dengan anda wahai penulis sejati? Bagaimana cara anda menghibur pembaca? Boleh bagi-bagi tipsnya khan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menulis-untuk-menghibur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyulap Ide Menjadi Tulisan Utuh</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menyulap-ide-menjadi-tulisan-utuh.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menyulap-ide-menjadi-tulisan-utuh</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menyulap-ide-menjadi-tulisan-utuh.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 02:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat dan Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1368</guid>
		<description><![CDATA[Ini tulisan terakhir yang berkaitan dengan tulis menulis…, Sudah sering saya mendengar kalimat seperti ini, “ide banyak tapi bingung menuliskannya”. Atau dengan bahasa lain yang sangat beragam. Yang intinya sama, banyak ide, tapi tidak bisa menyulapnya menjadi satu tulisan utuh. Selain kekuatan motivasi diri, kemampuan teknis dalam menulis masih merupakan skill yang diperlukan. Memang jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenyulap-ide-menjadi-tulisan-utuh.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmenyulap-ide-menjadi-tulisan-utuh.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Ini tulisan terakhir yang berkaitan dengan tulis menulis…,</em></p>
<blockquote><p>Sudah sering saya mendengar kalimat seperti ini, “ide banyak tapi bingung menuliskannya”. Atau dengan bahasa lain yang sangat beragam. Yang intinya sama, banyak ide, tapi tidak bisa menyulapnya menjadi satu tulisan utuh.</p></blockquote>
<p>Selain kekuatan motivasi diri, kemampuan teknis dalam menulis masih merupakan skill yang diperlukan. Memang jam terbang akan sangat menentukan seseorang. Kecekatannya mengembangkan ide, menyusunnya menjadi wacana menarik, bergantung dari perpaduan antara motivasi, gaya dan kemampuan teknisnya menulis.</p>
<p>Kita sudah coba bongkar <a href="http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/rahasia-penulis-tetap-kebanjiran-ide.html" target="_blank">rahasia penulis</a>. Agar tidak ada lagi alasan, “saya tak punya ide”. Kita juga sudah bicara soal <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/mengatasi-kendala-psikologis-dalam-mengembangkan-ide-tulisan.html" target="_blank">kendala psikologis penulis</a>. Bagaimana melawan emosi negative, yang menghambat kita menulis.</p>
<p>Sekarang, boleh dikata artikel ini sebagai pelengkap. Satu paket. Setelah itu, mudah-mudahan ini bisa jadi semacam obat perangsang.</p>
<p>Sekarang, kita coba telusuri, bagaimana membuat semua ide itu menjadi sebuah artikel menarik.<span id="more-1368"></span></p>
<ul>
<li><strong>Kiat Menyulap Ide</strong></li>
</ul>
<p><strong>Pertama</strong>, Cobalah untuk memahami inti dari ide yang anda peroleh.</p>
<p>Renungkan, dan pelajari benar-benar. Apa sih sebenarnya yang ada dibalik ide itu. Apa sebenarnya kandungan maknanya, substansinya apa? Dalam tahap ini, anda akan berada pada proses seleksi alamiah. Walau mudah memetik ide, tapi anda juga perlu bijaksana memasukkan data kedalam bank ide anda. Jangan sampai anda justru overload. Jika dirasa tidak masuk kualifikasi, singkirkan saja.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, Statement apa yang ada didalam ide itu.</p>
<p>Contohnya, ide anda tentang bisnis lewat internet. Statement yang ingin anda katakan, bahwa berbisnis lewat internet itu “sangat mudah”. Maka anda perlu memperdalam pengetahuan tentang keberanian anda mengatakan hal itu sangat mudah. Apa alasanya, kenapa bisa mudah dan bagaimana pelaksanaannya dilapangan. Sesuaikah? Tentu, jika anda mengatakan bisnis lewat internet mudah, maka anda tentu punya sesuatu, punya jurus tertentu yang bisa anda bagikan kepada pembaca.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, Coba Fokus Pada Statement Anda</p>
<p>Jika terasa tidak sesuai dengan statement anda, berarti anda ngeyel sama pernyataan inti anda sendiri. Anda harus patuh dengan statement itu. Sebab karena statement itulah, ide anda terasa lebih berbobot. Karena anda akan mengerahkan pemikiran untuk menjelaskan hal itu. Jika tidak, berarti anda belum menerapkan point pertama di atas. Jadi fokus dan patuhlah dengan pendapat yangs udah anda buat.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, Mulailah Menulis Dengan Rasa Gembira</p>
<p>Setelah tahapan di atas anda penuhi, maka mulailah menulis dengan riang. Abaikan dulu segala peraturan. Mulai tulis dengan gaya yang “super bebas”. Ikuti gaya anda. Yang perlu dan paling pantas menempati fikiran anda saat menulis, hanyalah point tiga di atas. Focus! Orang yang gembira biasanya akan terbebas dari segala macam peraturan yang menyiksa. Manusia itu suka kebebasan, jadi jadikanlah diri anda manusia bebas, berekspresilah dengan ide anda.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, Endapkan Tulisan Anda Sejenak</p>
<p>Setelah anda merasa sudah menumpahkan segalanya tentang ide yang sudah membuat anda susah tidur itu. Maka sampai disini, tugas anda dianggap sudah selesai. Tutup Ms.Word anda. Pergilah sesaat, minum kopi kek, ngeteh kek, santai kek, apa kek, terserah. Pokoknya biarkan dulu tulisan anda itu. Jangan di utak-atik lagi.</p>
<p><strong>Keenam</strong>, Saatnya jadi tukang bersih-bersih,</p>
<p>Setelah anda merasa segar kembali, maka buka dan tataplah kembali tulisan anda itu. Lakukan pengeditan, dengan jurus “super serius”. Kerahkan segala sifat kritis anda. Jika anda selama ini suka mengkritik, merasa ada tulisan yang tak pantas, ada kata yang tidak semestinya, disinilah tempatnya anda menerapkan bakat anda itu. Jadilah Editor yang baik.</p>
<p>Nah, di tahap ini, Kalau ada yang ngeyel dengan point 3, sikat! Coba-coba membahas yang lain, sikat! Jangan kasih ampun. Bersihkan semuanya.</p>
<p>Selesai…,</p>
<p>***</p>
<p><span style="color: #000080;">Yah.. kalau tips begini sih saya juga bisa!!!</span></p>
<p>Ok deh, memang ini tips ringan kok. Jadi kalau dirasa kurang,  monggo kisanak tambahkan yah.. ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/menyulap-ide-menjadi-tulisan-utuh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi kendala psikologis dalam mengembangkan ide Tulisan</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/mengatasi-kendala-psikologis-dalam-mengembangkan-ide-tulisan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengatasi-kendala-psikologis-dalam-mengembangkan-ide-tulisan</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/mengatasi-kendala-psikologis-dalam-mengembangkan-ide-tulisan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 02:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat dan Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[kendala psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[mengembangkan ide menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1360</guid>
		<description><![CDATA[Judulnya panjang amat…, Begini kawan, ini salah satu contoh bagaimana menerapkan salah satu tips agar tetap dianugrahi ide menulis. Salah satunya yang saya sebutkan sebelumnya adalah bergaul. Dalam konteks online, telah terjadi contoh kongkrit itu. Komentar pak Hery Kelana, sungguh menggugah saya. Sekaligus memberikan peluang bagi saya untuk mengembangkannya menjadi sebuah ide tulisan yang saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmengatasi-kendala-psikologis-dalam-mengembangkan-ide-tulisan.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fmengatasi-kendala-psikologis-dalam-mengembangkan-ide-tulisan.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<blockquote><p>Judulnya panjang amat…,</p></blockquote>
<p>Begini kawan, ini salah satu contoh bagaimana menerapkan salah satu tips agar tetap dianugrahi ide menulis. Salah satunya yang saya sebutkan sebelumnya adalah bergaul. Dalam konteks online, telah terjadi contoh kongkrit itu.</p>
<p>Komentar pak <a href="http://suarakelana.wordpress.com/" target="_blank">Hery Kelana</a>, sungguh menggugah saya. Sekaligus memberikan peluang bagi saya untuk mengembangkannya menjadi sebuah ide tulisan yang saya harap bermanfaat.</p>
<p>Walaupun kita sudah mengetahui, bagaimana <a href="http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/rahasia-penulis-tetap-kebanjiran-ide.html" target="_blank">rahasia penulis</a> untuk tetap kebanjiran ide. Tapi, tanpa menuliskannya secara utuh, maka ide kita tak akan ada artinya.</p>
<p>Di posting sebelumnya pak Hery memberikan komentar yang menarik. Intinya, beliau memaparkan Soal kendala psikologis dan teknis penulis untuk mengembangkan ide itu sendiri.<span id="more-1360"></span></p>
<p>Mungkin ide sudah banyak, tapi karena kendala psikologis dan juga teknis, maka ide itu jadi mampet dan tak bernilai. Tinggalah didalam gudang kejiwaan kita.</p>
<p>Nah, kira-kira bagaimana solusi untuk mengatasi ini?</p>
<p>Hmm, baiklah kita coba bahas yah..,</p>
<p>Tapi, untuk saat ini, kita bahas soal psikologisnya saja dulu, soal teknis nanti sajalah.</p>
<blockquote><p>Soal psikologis ini, kalau kita rujuk, akan berhubungan dengan sisi emosi kita sebagai manusia. Didalamnya termasuk kata mood, semangat, hasrat dan kosa kata lain yang intinya bisa menghambat ataupun mensegerakan menyulap sebuah ide menjadi tulisan utuh.</p></blockquote>
<p>Jadi, memang agag kompleks jika kita mencoba membuat garis-garis pemisah. Dimana sebenarnya letak masalahnya, sehingga secara psikologis seorang penulis bisa dikatakan terganggu dan membuatnya tidak menulis.</p>
<p>Tapi, kalau saya ingat salah satu buku karangan Bang Jonru, “<a href="http://www.webmerdeka.com/amember/go.php?r=38&amp;i=l1" target="_blank">Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat</a>”, salah satu point yang menurut saya pantas kita petik. Bahwa seorang penulis perlu kiranya memilikii soft skill.</p>
<p>Soft skill inilah yang nantinya akan menghantam keluar segala kendala psikologis itu. Termasuk didalamnya rasa malas, minder, takut dan sifat-sifat lain yang berusaha mempengaruhi kita untuk tidak menulis.</p>
<p>Intinya, soft skill akan menentukan apakah kita akan melawan atau mengalah dengan segala kendala emosional kita sendiri. Segala prasangka yang belum tentu kebenarnya. Semakin bagus soft skill kita, maka semakin mudah kita memahami akar masalah psikologis kita.</p>
<ul>
<li>Contoh kecil nih,</li>
</ul>
<p>Anda ingin menulis tentang “rahasia blogging”, tapi anda merasa anda tidak berkualitas bicara soal rahasia blogging. Sebab, menurut anda, masih banyak master yang lebih pantas, sedangkan anda dianggap hanya mengetahui secuil tentang seluk beluk blogging. Aapalagi untuk bicara rahasianya.</p>
<p>Disini terlihat ada rasa takut dan tidak percaya diri. Mungkin memang benar dan beralasan rasa takut itu.</p>
<p><strong>Lalu, jika itu terjadi apa yang bisa dilakukan?</strong></p>
<p>Saya tidak akan menjawab secara teknis yah, karena dengan kualitas soft skill yang kita miliki, maka kita dengan sendirinya akan memiliki jawaban masing-masing.</p>
<p>Alam bawah sadar akan bekerja, membangkitkan keyakinan dan mendorong kita untuk menggebu-gebu menulis.</p>
<p>Lain hal kalau sejak awal sudah menakut-nakuti diri sendiri, maka jangankan rahasia blogging, tentang suka duka bloggingpun anda tak akan pernah menuliskannya.</p>
<p>Singkat kata, kendala psikologis itu memang ada, saya pun terkadang merasakannya. Hanya kalau kita ingin memiliki ketahanan menulis, maka kendala seperti itu, HARUS dilawan, paling tidak bisa di netralisir.</p>
<p><em>Misalnya…..,</em></p>
<p>Anda memang benar-benar tidak mumpuni bicara soal rahasia blogging, yah… bicara saja soal rahasia yang lain  :) hehehe… ngga deh, becanda kok.</p>
<blockquote><p>Jika memang begitu, anda bisa mensiasatinya dengan memposisikan diri sebagai orang yang tidak mengetahui rahasia blogging. Jadi logikanya bisa dibalik. Penulis tidak harus menjadi maha tau, tapi bisa menjadi penanya yang baik.</p></blockquote>
<p>Mengkomunikasikan sebuah kasus dalam sebuah tulisan juga menarik kok. Sebab dari situ lahir diskusi yang menarik. Dari proses itu pula, kelengkapan informasi bisa menambah wawasan kita tentang rahasia blogging. Kira-kira begitu.</p>
<p>Nah, kesimpulan sementara, secara umum, kendala psikologis penulis, akan bicara soal<strong> kemauan kuat dia untuk tetap konsisten menulis</strong>. Apapaun yang terjadi didalamnya, jika ada kata “juang” didalamnya, maka insyaAllah kendala seperti itu, masih bisa di atasi sendiri…</p>
<p>Oke segitu dulu deh, semoga bermanfaat. Kalau mau ditambahkan monggo kisanak.</p>
<p>Pak Hery, makasih komentarnya yah, saya jadi dapat ide tulisan deh <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/mengatasi-kendala-psikologis-dalam-mengembangkan-ide-tulisan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Manjur Melahirkan Tulisan Dahsyat</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/cara-manjur-melahirkan-tulisan-dahsyat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cara-manjur-melahirkan-tulisan-dahsyat</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/cara-manjur-melahirkan-tulisan-dahsyat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 16:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1305</guid>
		<description><![CDATA[Caranya bagaimana? Saya yakin Kalau Andrea Hirata ditanya soal tulisan dahsyatpun, mungkin akan tercengang. Apalagi kalau pertanyaan itu diarahkan kepada saya. Anda tentu sudah tau respon saya khan? bisa-bisa saya tambah bengong.. Tapi kalau kita bicara dahsyat. Dahsyat yang dalam anggapan kebanyakan orang, adalah sesuatu yang wah, hebat. Luar bisa dan sebagaianya. Pokoknya nendang banget [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fcara-manjur-melahirkan-tulisan-dahsyat.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fcara-manjur-melahirkan-tulisan-dahsyat.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Caranya bagaimana?</p>
<p>Saya yakin Kalau Andrea Hirata ditanya soal tulisan dahsyatpun, mungkin akan tercengang. Apalagi kalau pertanyaan itu diarahkan kepada saya. Anda tentu sudah tau respon saya khan?  bisa-bisa saya tambah bengong..</p>
<p>Tapi kalau kita bicara dahsyat. Dahsyat yang dalam anggapan kebanyakan orang, adalah sesuatu yang wah, hebat. Luar bisa dan sebagaianya. Pokoknya nendang banget deh. Maka,  kita akan bicara tentang EFEK  yang akan ditimbulkan. Jadi kalau kita ingin mengukur kedahsyatan sebuah tulisan, kita bisa ukur dari EFEK PENERIMAAN PEMBACANYA.<span id="more-1305"></span></p>
<p>Bagaimana respon mereka terhadap suatu tulisan, adem ayem, berapi-api, emosional atau bengong?</p>
<p>Tentu saja, jawabannya bisa kita ketahui jika kita sudah melahirkan sebuah tulisan tertentu.</p>
<p>Wacana ini di lempar oleh <a href="http://mashengky.com" target="_blank">MH</a> di artikel sebelumnya. Bukan batu bata yang dilempar yah, tapi kali ini wacana.sebenarnya sudah lama draft ini difolder saya.Cuma baru sempat dirapihkan.</p>
<p>Saya fikir, daripada tidak ada bahan mendingan kita obrolin disini aja deh.</p>
<p>Diatas saya katakan kedahsyatan tulisan itu bisa dirasakan dari efek penerimaan pembaca.</p>
<p>Lalu sekarang, agar lebih mengkristal, pertanyaannya kemudian,  bagaiamana menciptakan efek yang dahsyat itu kepada pembaca?</p>
<p>Nah ini nih masalahnya.</p>
<p>Kalau begitu kembali lagi soal kualitas, teknik dan gaya menulis seseorang. Juga target pembaca yang ingin diraih.</p>
<p>Menurut yang saya tau, untuk mendapatkan poin-poin itu, setidaknya penulis penting untuk memahami beberapa hal, diantaranya:</p>
<h4>Cermat membuat satu tema yang fokus</h4>
<blockquote><p>Jika ingin menulis tentang kelinci, yah tulislah tentang kelinci, jangan tergoda untuk bicara soal kandang kelinci. Kelihatannya memang mirip dan berhubungan, tapi kalau tidak cermat, tulisan bisa lari kemana-mana. Jadi kalau idenya tentang kelinci, tulislah tentang kelinci saja. Untuk soal kandang kelinci, anda bisa pisahkan pada tema yang lain nantinya.</p></blockquote>
<h4>Cermat memilih ide tulisan</h4>
<blockquote><p>Nah ini saya masih sering menemukan artikel yang sifatnya duplikasi pemikiran semata. Walau tidak copas, tapi cara berfikirnya masih sama. Sehingga walau tidak copas, tapi berasa hambar alias sudah basi. (kebanyakan soal rahasia2an, atau soal motivasi-motivasian) maaf, agag sedikit mengkritik nih</p></blockquote>
<blockquote><p>disini memang menuntut kreatifitas tersendiri. Jam terbang juga menentukan. Selain itu buku bacaan perlu ditambah. Tapi jika hal itu sudah biasa kita lakukan, maka rasanya dijamin “enak tennan!”</p></blockquote>
<h4>Cermat mengarahkan solusi</h4>
<blockquote><p>Sebagai penulis, kadang-kadang kita tergoda untuk bersikap egois. Inginnya tulisan kita dibaca orang lain, tapi kita lupa, bahwa kita perlu memberikan asas manfaat kepada pembaca. Nah, untuk mendapatkan efek dahsyat, maka peranan pembaca sangat menentukan. Oleh karena itu, tulisan yang tidak memberikan solusi, masih sulit mendapatkan apresiasi atau gelar dahsyat</p></blockquote>
<h4>Cermat menggunakan kosa kata</h4>
<blockquote><p>Mungkin secara khusus, saya harus mempelajari poin ini juga. Sebab konon katanya blog fm termasuk golongan berat. saya menduga bahwa kosa kata yang saya gunakan masih cukup rumit dan kompleks. Kemampuan pembaca mencerna tulisan kita pun ditentukan oleh kemudahan dan popularitas kosa kata yang mudah dipahami</p></blockquote>
<h4>Miliki kerangka fokus sebelum menulis</h4>
<blockquote><p>Sebelum menulis, ada baiknya anda menulis dalam hati. Maksudnya anda umpamakan seperti sedang menulis dan apa yang ingin anda bicarakan disitu. Misalkan anda ingin bicara tentang kelucuan kelinci, maka tariklah kondisi nyata tentang kelucuan kelinci didalam fikiran anda, rasakan dan hembuskanlah dalam kata-kata hingga berbentuk tulisan.</p></blockquote>
<p><em>itulah kira-kira sekedar tambahan untuk upaya melahirkan tulisan yang memberi efek dahsyat.</em></p>
<p>Memang, akan ada banyak cara membuat tulisan seseorang terasa dahsyat. Tapi dari poin-poin di atas saja, saya rasa kita sudah bisa mulai setting cara kita menulis. Kita bisa ukur dari situ.</p>
<p>Oke selamat mencoba yah..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/cara-manjur-melahirkan-tulisan-dahsyat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>58</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Ruang Tulis Untuk Narablog</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 02:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1295</guid>
		<description><![CDATA[Dalam prosesnya, suatu saat narablog akan menghadapi suatu masa, dimana ia tidak lagi mementingkan efek komersil dari aktifitas bloggingnya. Ia akan mengalami benturan, &#8220;antara kebutuhan emosional untuk menuangkan fikiran idealnya&#8221;  dan &#8220;tuntutan untuk meningkatkan nilai jual blognya&#8221;. Desakan seperti itu akan mengencang, menegang dan klimaks pada sebuah pengakuan dan pilihan-pilihan nantinya. Sebab, dalam perjalanannya, sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Dalam prosesnya, suatu saat narablog akan menghadapi suatu masa, dimana ia tidak lagi mementingkan efek komersil dari aktifitas bloggingnya.</p>
<p>Ia akan mengalami benturan, &#8220;antara kebutuhan emosional untuk menuangkan fikiran idealnya&#8221;  dan &#8220;tuntutan untuk meningkatkan  nilai jual blognya&#8221;.</p>
<blockquote><p>Desakan seperti itu akan mengencang, menegang dan klimaks pada sebuah pengakuan dan pilihan-pilihan nantinya.</p></blockquote>
<p>Sebab, dalam perjalanannya, sebagai manusia biasa,  dalam proses menulis tentu saja kita akan mengalami banyak moment dilematis. Apakah yang anda tulis sejalan dengan apa yang ada dihati anda ataukah menyesuaikan tuntutan blog anda demi nilai komersilnya. Demi blog!<span id="more-1295"></span></p>
<p>Dijagat maya ini, khususnya aktivis blogger, ada kubu yang terbelah sesuai dengan minat masing-masing. Ada sektor tutorial, bisnis, motivasi dan banyak lagi. Termasuk sektor gado-gado. tentu karena keterbatasan, sulit bagi saya untuk mengidentifikasinya. tapi yang pasti, jenisnya banyak.</p>
<p>Semua itu tentunya sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing narablog dalam mengembangkan dan menghadirkan informasi terbaiknya. Menyatakan dirinya.</p>
<p>Disisi lain, saya juga melihat bertumbuh dan berkembang biaknya “Personal Blog” dengan tema yang beraneka ragam. Tapi intinya blog itu digunakan untuk menuliskan apapun yang ingin di tulisnya. apapun itu. tidak terikat oleh satu tema khusus.</p>
<p>Saya melihat dan berpendapat ini adalah sebuah fenomena yang positif. Sebab budaya menulis dinegara kita ini boleh dikata biasa-biasa saja. Jangankan menulis, membaca saja ngos-ngosan. Makanya hadirnya personal blog sangat positif untuk merangasang kepakaan sosial kita sebagai individu kritis.</p>
<p>Nah, kaitannya dengan ini semua, walaupun kita sudah memiliki sebuah blog unggulan,  saya rasa kita juga perlu untuk membuat sebuah blog yang dikhususkan untuk &#8220;menuliskan apa saja&#8221;. Apapun itu!</p>
<p>Blog seperti ini bisa dijadikan semacam penyeimbang emosi kita. Sementara yang berjenis sektoral diatas adalah wadah untuk menyalurkan aspirasi intelktual kita, kekuatan kita dibidang tertentu.</p>
<p>Untuk mewujudkan pemikiran seperti itu, maka sayapun sudah membuat satu blog baru khusus untuk ruang saya menulis. Apapun itu. Saya merasa sangat perlu tempat yang lebih bebas dan tidak terikat pada satu kharisma tertentu saja.</p>
<p>kenapa blog ini tidak difungsikan seperti itu?</p>
<p>Blog ini tidak cocok untuk dijadikan seperti itu. Sebab disamping citranya yang sudah mulai terbentuk. Lagipula sayanglah untuk merubah-rubah lagi. lagi pula, punya blog dua sensasinya mungkin berbeda.</p>
<p>Kini blog FM. Punya adik baru. Tapi nantilah saya kasih linknya. belum saatnya lahir. masih ngatur-ngatur.</p>
<p>Jika berminat, silahkan anda buat juga satu blog untuk menuangkan aspirasi.</p>
<p>Selamat menulis!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pentingnya-ruang-tulis-untuk-narablog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengen Nulis Tapi Tak Kondusif</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pengen-nulis-tapi-tak-kondusif.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pengen-nulis-tapi-tak-kondusif</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pengen-nulis-tapi-tak-kondusif.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 17:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1282</guid>
		<description><![CDATA[Anda sering mengalami hal seperti itu? Rasa hati ingin sekali menulis. Beban fikiran ingin segera dipindahkan dalam baris kata-kata cerdas nan kritis. Tapi semua itu terasa terhalang, atau memang kenyataannya terkandas oleh situasi yang tak bersahabat. Antara niat dan aplikasi tidak sinkron. Sayapun sering mengalami hal serupa. Dan saat saya tulis status ini di twitter, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpengen-nulis-tapi-tak-kondusif.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fpengen-nulis-tapi-tak-kondusif.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Anda sering mengalami hal seperti itu? Rasa hati ingin sekali menulis. Beban fikiran ingin segera dipindahkan dalam baris kata-kata cerdas nan kritis. Tapi semua itu terasa terhalang, atau memang kenyataannya terkandas oleh situasi yang tak bersahabat.</p>
<p>Antara niat dan aplikasi tidak sinkron.</p>
<p>Sayapun sering mengalami hal serupa. Dan saat saya tulis status ini di twitter, Arief Maulana menyambutnya dengan sangat manis, memberi saya dukungan untuk menuliskan kondisi itu.</p>
<p>Awalnya saya malas follow up karena saat itu, saya belum menemukan satu kerangka fokus (hal yang biasa saya lakukan sebelum menulis, bukan kerangka karangan ya)<span id="more-1282"></span></p>
<p>Setelah menimbang sejenak, akhirnya saya tertarik juga.</p>
<p>Situasi ini sangat cocok dengan apa yang yang pernah saya tulis tentang “<a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/kiat-menulis-ketika-ide-menulis-buntu-total.html" target="_blank">Kekeringan ide Menulis</a>”. Kondisi itu sendirilah yang dijadikan ide menulis. Seperti yang terjadi sekarang. Saat situasi tidak kondusif, maka saat itu pula semangat perlu diperkuat, tujuan perlu diperjelas, soft skill perlu dipelihara. Maka lahirlah tulisan ini.</p>
<blockquote><p>Jadi pengalaman tidak kondusif ini bisa disiasati dengan terus memelihara tujuan. menjaga suasana yang nyaman. Jadi blog dan kesenangan menulis bisa menghasilkan sesuatu.</p></blockquote>
<p>Soal teknis akan bisa kita ciptakan sendiri, saya kira. Jika kita mampu menjaga suasana hati agar terus bersemangat, mapan dalam berperasaan, tidak mudah tumbang oleh rasa moody dan sebagainya. Sebenarnya tidak soal kondusif atau tidak. Toh itu semua kita juga yang mengkondisikannya. (ceramah untuk diri sendiri nih ..:D )</p>
<p>Akhir kata, menulis dalam keadaan apapun bukan masalah. asal kita mampu mengkondisikan semangat dan tujuan yang ingin dicapai. Apapun bentuknya, menulis hanya satu contoh aktifitas yang sedang dilakukan.</p>
<p>Jika kita memperkuat alas an “tidak kondusif” semakin menebalkannya, merasionalkannya pokoknya menciptakan betapa seriusnya situasi tidakkondusif itu, maka semua ursan tidak akan bisa terlaksana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/pengen-nulis-tapi-tak-kondusif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikut Pelatihan Menulis Bang Jonru</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ikut-pelatihan-menulis-bang-jonru</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 15:29:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[Hari sabtu kemarin, tepat tanggal 5 juni. Saya menghadiri undangan terbuka Bang Jonru dalam acara “Pelatihan Penulisan” yang di adakan di perpustakaan Diknas Jakarta. Awalnya saya tidak ada niat untuk datang. Karena saya fikir materinya pasti sama saja dengan materi yang sudah saya dapatkan dari sekolah menulis online (SMO) yang materinya pun di bawakan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-menulis%2Fikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<div id="_mcePaste">
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1214" title="ketemu bang jonru" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2010/06/ketemu-bang-jonru.jpg" alt="" width="277" height="207" />Hari sabtu kemarin, tepat tanggal 5 juni. Saya menghadiri undangan terbuka <strong>Bang Jonru</strong> dalam acara “Pelatihan Penulisan” yang di adakan di perpustakaan Diknas Jakarta.</p>
<p>Awalnya saya tidak ada niat untuk datang. Karena saya fikir materinya pasti sama saja dengan materi yang sudah saya dapatkan dari<a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank"> sekolah menulis online</a> (SMO) yang materinya pun di bawakan oleh <a href="http://www.jonru.net/" target="_blank">Bang Jonru</a> sendiri. Jadi saya fikir tak perlu buat saya, toh itu nantinya akan pengulangan materi juga.</p>
<p>Jadi undangan terbuka yang di info di facebooknya, saya abaikan begitu saja. Nanti pada beberapa hari sebelum hari H-nya, pas kebetulan YM saya on. <a href="http://biz-mom.blogspot.com/" target="_blank">Bunda Julia</a> memberitahukan saya bahwa ada pelatihan penulisan Bang  Jonru,</p>
<p>&#8220;ikut ga?&#8221;</p>
<p>Hmm, saya fikir-fikir lagi. Boleh juga ah. Berharap dapat materi yang beda, dapat ilmu yang lebih dalam.<span id="more-1213"></span></p>
<p>Akhirnya saya OK untuk datang, bundapun akhirnya tertarik datang karena ada teman yang dikenalnya. Sekalian kopdar sama saya. He he he</p>
<p>Jadilah saya dan bunda peserta pelatihan diantara puluhan peserta lainnya. Yang rata-rata pesertanya banyaknya dari kalangan ibu-ibu dan remaja perempuan. Cowok and bapak-bapaknya jauh lebih sedikit.</p>
<p>Seperti tebakan saya, materinya sebagian sudah ada yang saya dapat dari sekolah menulisnya, namun ini disampaikan secara langsung dan lebih akrab. Rasanya pun tentu juga berbeda.</p>
<p>Saya juga senang, karena bias bertatap muka langsung dengan penulis idolaku.  Dan  tanpa memperkanalkan diri secara kaku, bang Jonru langsung mengenali saya dan menyambut  dengan ramah, ada juga mas Epri, salah satu mentor juga di SMO, yang tak kalah ramahnya. Trims untuk team SMO.</p>
<p>Dan saat materi berlangsung,  ada yang membuat saya “agag kaget”  pada saat sampai pada pembicaraan, mengenai pendapat para pembaca buku terbarunya bang Jonru, CDMPH.Ternyata testimoniku dijadikan salah satu testimoni terbaik.  Agag malu juga foto saya tiba-tiba muncul di layar..</p>
<p>Apa sebabnya?</p>
<blockquote><p>Karena disitu saya menyampaikan kekecewaan saya terhadap buku barunya itu, yang isinya dominan membahas tentang  motivasi, sedikit sekali menyinggung soal teknis penulisan. Tapi, tanpa saya sadari, karena buku itulah saya merasa mendapatkan energy baru untuk tetap menulis sampai sekarang.</p></blockquote>
<p>Singkat cerita, pelatihan menulis berakhir sekitar kurang lebih jam 12 kalau saya tidak salah. Alhamdulillah banyak pelajaran yang bisa saya petik. Baik dari Bang Jonru, maupun dari pertanyaan-pertanyaan peserta.</p>
<p>Setelah acara selesai, biasalah ada pameran buku, liat-liat sebentar dan ngobrol kecil sama mas Epri dan bang Jonru. Dan ada satu pertanyaan mas Epri yang bikin saya mati kutu.</p>
<p>“sekarang lagi nulis buku apa mas Fadly?”.</p>
<p>Pertanyaan baru buat saya,  tapi buat mas Epri yang berada di lingkungan penulis, pertanyaan seperti  itu adalah hal yang biasa. Okelah, nanti saya akan jawab dengan tindakan saja mas Epri.</p>
<p>Setelah merasa cukup berada disitu. Saya pamit dengan Bang Jonru dan Mas Epri. Kemudian obrolan dilanjut bareng bunda.</p>
<p>Obrolan saya dan bunda  tak jauh daru blog, seputar bisnis dan dunia penulisan. Ini pertama kali saya kopdar bareng bunda. Rasanya agag canggung. Mirip dengan <a href="http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/pertemuan-yang-berkesan-dengan-mashengky.html" target="_blank">kopdar saya dengan MH</a> waktu itu. Sampai MH ngeledek  saya dengan sebutan  “agag malu-malu”.</p>
<p>Tidak ada yang signifikan obrolan dengan bunda, tapi lebih dari cukuplah untuk mengakrabkan diri. Selain itu Banyak input yang sudah saya dapat dari bunda.</p>
<p>Nah itulah kegiatanku di hari sabtu. Dapat ilmu dari pelatihan penulisan Bang Jonru yang memang saya butuhkan.  Plus kopdar bareng bunda.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

