<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Motivasi FM &#187; Motivasi Diri</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/category/motivasi-diri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Motivasi dan Sekitarnya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 06:22:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Menentukan Pilihan</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/menentukan-pilihan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menentukan-pilihan</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/menentukan-pilihan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 04:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1568</guid>
		<description><![CDATA[Menentukan pilihan memang bukan perkara sepele. Hal ini akan mengikutsertakan banyak pihak dalam diri kita masing-masing. Diluaran sana akan, banyak obyek yang berubah jadi subyek. Dan hal itu sangat berperan terhadap sesuatu yang kita pilih. Karena &#8220;mereka&#8221; ini menyangkut ide, gaya hidup, kesejahteraan hidup, suka cita dan rasa tentram dihati terhadap apa yang kita pilih. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fmenentukan-pilihan.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fmenentukan-pilihan.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Menentukan pilihan memang bukan perkara sepele. Hal ini akan mengikutsertakan banyak pihak dalam diri kita masing-masing.</p>
<p>Diluaran sana akan, banyak obyek yang berubah jadi subyek. Dan hal itu  sangat berperan terhadap sesuatu yang kita pilih. Karena &#8220;mereka&#8221;  ini menyangkut ide, gaya hidup, kesejahteraan hidup, suka cita dan rasa tentram dihati terhadap apa yang kita pilih.</p>
<p>tidak sedikit dari kita terpaksa memilih jalan hidup yang relatif, bahkan mungkin sangat menonjol nilai kontradiksinya terhadap diri seseorang, setidaknya yang bisa kita rasakan lewat lubuk hati. &#8220;Ah ada ketidakpuasan, ada ketidakcocokan dan sebagainya&#8230;&#8221;</p>
<p>Setelah membaca artikel pendek pak jamil azzaini. &#8220;Tentang menentukan pilihan&#8221;. Saya merasa salah satu diantara sekian orang yang benar-benar tersudut. </p>
<p> <span id="more-1568"></span>?</p>
<p>Harus kuakui, saya  termasuk orang yang belum menemukan sepenuhnya jalur pilihan yang benar-benar membuatku lupa diri.</p>
<p>Walau demikian, perlu memang menggapai sesuatu dengan proses kematangan yang berkelanjutan. Tidak ada proses instan. Itu benar harus kita akui.</p>
<p>Tapi bagaimana ketika kesadaran itu muncul dan kita tak juga mau mengakui bahwa kita perlu menentukan pilihan? Itu yang berbahaya.</p>
<p>Anda pasti sering membaca status di sosial media. Seorang pekerja yang mengeluh dengan rutinitasnya. Bukan dia tidak mau, tapi dia tidak tau apa yang harus dilakukannya. Bukan dia takut, tapi dia tak menemukan apa sebenarnya yang dikehendaki, dan bagaimana cara menuju kesana.</p>
<p>Jadi pesan sentral yang saya simak dari tulisan singkat pak jamil adalah, renungkan, tentukan dan mantapkan langkahmu. Selebihnya hanya tinggal perjuangan. Disitu akan banyak sekali terpaan yang berfungsi untuk memperkuat pondasi terhadap apa yang kita pilih.</p>
<p>Mungkin dalam proses perenungan akan tersita waktu yang proporsional untuk masing-masing kita. Sesuai dengan tingkat emosi kita. Jika kita termasuk orang yang labil, mungkin kita perlu seseorang untuk diajak berfikir, membantu mengkerucutkan, apa sih yang kita inginkan?</p>
<p>Tapi jika anda merasa mampu merenung sendiri, itu lebih baik. Setidaknya, kejujuran penuh, milik anda. Disitu akan terjadi pergulatan emosi yang hebat. Anda harus bersiap-siap menjadi orang hilang untuk sesaat.</p>
<p>Ok demikian dulu celoteh kali ini. Semoga mampu menyapa hati anda.menyirami kemarau bathin yang selama ini terasa gersang. </p>
<p>Dalam hitungan hari, ummat islam akan kedatangan bulan suci ramadhan. Semoga kita semua bisa memanfaatkannya untuk menciptakan kejernihan bathin.</p>
<p>Tak lupa saya mengucapkan<br />
Mohon maaf lahir bathin ya.. (Lebaran sebentar lagi&#8230;)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/menentukan-pilihan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Merubah MindSet</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/kiat-merubah-mindset.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kiat-merubah-mindset</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/kiat-merubah-mindset.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 05:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1546</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda pertama sekali ditanya tentang mind set, kira-kira apa yang anda pikirkan? Bagaimana merubah, men-setting apa yang disebut kotak pikiran itu? Tentu, menurut hemat saya nih. Yang kita fikirkan adalah tentang apa yang ada dalam fikiran kita sendiri, cara kita bertindak, berfikir, bersikap. Ringkasnya adalah, bagaimana diri kita selama ini. Itulah mindset diri seseorang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fkiat-merubah-mindset.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fkiat-merubah-mindset.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Jika anda pertama sekali ditanya tentang mind set, kira-kira apa yang anda pikirkan? Bagaimana merubah, men-<em>setting</em> apa yang disebut kotak pikiran itu?</p>
<p>Tentu, menurut hemat saya nih. Yang kita fikirkan adalah tentang apa yang ada dalam fikiran kita sendiri, cara kita bertindak, berfikir, bersikap. Ringkasnya adalah, bagaimana diri kita selama ini. Itulah mindset diri seseorang.</p>
<p>Ini sekaligus merespon pertanyaan <a href="http://twitter.com/#!/DJputri"><strong>@DJputri</strong></a> di tweet. Bagaimana kiat-kiat merubah mindset? Terus terang saya agag kikuk menjawab langsung. Namanya juga mindset, implementasinya terlalu liar. Tidak bisa kita berkata, mindset yang bagus itu begini, jadi kita perlu merubahanya dengan cara ini dan itu.<span id="more-1546"></span></p>
<p>Mirip dengan memberi obat kepada seorang pasien, pasti dokter tidak serta merta memberikan resep tanpa memeriksa kondisi si pasien. Adakah efek samping, adakah alergi, adakah pantangan dan sebagainya.</p>
<p>Berkaitan dengan mindset, menurut saya, jika memang kita ingin merubahnya dan mengarahakannya menjadi lebih baik, produktif dan bermanfaat untuk di implemetasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang saya singgung di atas. Yang pertama sekali harus kita perhatikan adalah cara kita berfikir, pola kita bertindak dan sebagainya.</p>
<p>Jadi intinya, bagaimana kita memanipulasi otak, supaya si otak bisa menciptakan satu kerangka apik untuk kita tempatkan apa saja nantinya.</p>
<p>Itulah  menurut saya, lajur yang perlu kita perhatikan. Otak. Tapi tentu saja, si otak ini dipengaruhi dan <em>atau</em> di manipulasi oleh hati,  perasaan, sebagaimana umumnya manusia, bukan robot.</p>
<p>Jadi kombinasi antara otak dan perasaan ini, perlu diatur sedemikian rupa, sehingga kita bisa melahirkan satu pola pikir yang tepat, menurut kapasitas pengetahuan kita saat ini.</p>
<p>Bagaimana caranya untuk masuk ke ring itu? (ini sebenarnya yang ditanyakan oleh kawan kita itu) tapi saya merasa perlu memberikan prolog seperti di atas. Justru prolog itulah substansi jawabannya.</p>
<p>Kalau hanya kiat dan tips, kekuatan penetrasi kedalam fikiran kita, agag lemah.</p>
<p>Oke deh, kalau mau langsung kesasaran, menurut saya banyak cara untuk memenipulasi diri. Tentunya dalam konteks yang positif yah.</p>
<p><strong>Pertama, </strong> kita perlu memberikan asupan bergizi untuk otak kita ini. Caranya banyak membaca wacana-wacana yang membahas tentang manusia. Kalau soal hewan dan tumbuh-tumbuhan mungkin sedikit juga perlu..hehehe. tapi yang lebih utama, adalah manusia. Karena kita ingin merubah diri kita yang notabene adalah manusia, yang mungkin termasuk individu yang rumit.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, perlajari cara kita merespon sesuatu dengan sebuah tindakan. Coba saja pelajari, hitung-hitung intropeksi dirilah. Bagaimana sih, reaksi kita ketika seseorang mengajak kita untuk maju dalam bidang tertentu. Saat itu apa alasan yang kita kemukakan? Dan apakah alasan itu sudah memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan diri kita atau malah membawa kita ke arus yang lebih brutal.</p>
<p>Soal respon ini sangat penting yah. Karena ini menyangkut efek psikologis lingkungan kita, pergaulan kita. Jika kita sudak dikenal sebagai orang yang malas, suka menolak, banyak alasan, tentu orang lain akan tidak respek lagi untuk mengajak kita macam-macam. Mending balik kanan katanya. Jadi respon ini penting.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, kepekaan social, kita melihat seorang pengemis, kita berkata, dasar pengemis! ngga mau kerja, dimanja, dikasih duit makin subur. Padahal, kita tidak punya duit untuk memberi. Atau kita memang termasuk orang yang pelit. Atau mungkin kita orang yang tidak suka diganggu.</p>
<p>Sebaliknya, jika kita lihat mereka, lantas, fikiran kritis yang konstruktif kita bekerja, hasilnya akan lain berbeda. bisa jadi kita akan berfikir, saya akan membuat satu yayasan amal, yang akan mengurusi mereka-mereka yang miskin dan akan saya ajari mereka cara menjadi manusia mandiri.</p>
<p>Walaupun pada saat itu kita tidak memberikan sepeserpun, karena di kantong duit hanya tinggal ongkos. Tapi pikiran positif yang konstruktif kita, lahir dari mereka. Karena merekalah kita jadi semangat memperbaiki hidup. Karena tidak mau seperti mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Keempat</strong>, ada kemauan untuk merubah diri sendiri. Yakin dan sungguh-sungguh memperbaiki diri. Tanpa itu, saya rasa, semua input positif di atas tidak akan ada artinya. Sebenarnya, apa saja bisa kita lakukan. Tapi kembali lagi, kita mau atau tidak, kita berselera atau mual. Semua akan kembali kepada pilihan masing-masing.</p>
<p>Tapi, kalau kemauan sudah bulat, keinginan sudah berapi-api, hasrat menggelora. Saya yakin, kita akan mulai terkondisikan untuk mencapai target yang ingin kita ciptakan.</p>
<p>Nah, saya rasa itu saja point yang paling saya ingat. Mungkin masih banyak lagi kalau mau di rinci secara mendalam tentang mindset ini. Tapi saya rasa keempat ini saja sudah cukup membuka tabir. Selebihnya kita akan menemukan sendiri, sesuai dengan pengalaman kita msing-masing nantinya.</p>
<p>Bagaimana menurut anda?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Oh iya sebagai tambahan khabar. *sori sebelumnya, jarang nulis, karena kesibukan yang membuat saya tak bisa konsentrasi. Sekarang masih di lampung.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/kiat-merubah-mindset.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Realistis “Menjalani Hidup” Imajinatif  “Menghadapi Hidup”</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/realistis-%e2%80%9cmenjalani-hidup%e2%80%9d-imajinatif-%e2%80%9cmenghadapi-hidup%e2%80%9d.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=realistis-%25e2%2580%259cmenjalani-hidup%25e2%2580%259d-imajinatif-%25e2%2580%259cmenghadapi-hidup%25e2%2580%259d</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/realistis-%e2%80%9cmenjalani-hidup%e2%80%9d-imajinatif-%e2%80%9cmenghadapi-hidup%e2%80%9d.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 17:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1543</guid>
		<description><![CDATA[Judul yang aneh&#8230; Bagi saya, postingan kemarin,  tentang pekerja metropolis, cukup apik untuk dijadikan rangsangan dalam diskusi kali ini. Di postingan itu, responnya cukup menarik. Apalagi kalau bisa tinggal di pedesaan tapi bisa berpenghasilan seperti orang kota. Ok deh, mari kita lihat. Ini sangat menarik kita racik untuk  kita jadikan obat simpanan. Bisa kita gunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Frealistis-%25e2%2580%259cmenjalani-hidup%25e2%2580%259d-imajinatif-%25e2%2580%259cmenghadapi-hidup%25e2%2580%259d.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Frealistis-%25e2%2580%259cmenjalani-hidup%25e2%2580%259d-imajinatif-%25e2%2580%259cmenghadapi-hidup%25e2%2580%259d.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Judul yang aneh&#8230;</p>
<p>Bagi saya, postingan kemarin,  tentang pekerja metropolis, cukup apik untuk dijadikan rangsangan dalam diskusi kali ini. Di postingan itu, responnya cukup menarik. Apalagi kalau bisa tinggal di pedesaan tapi bisa berpenghasilan seperti orang kota. Ok deh, mari kita lihat.</p>
<p>Ini sangat menarik kita racik untuk  kita jadikan obat simpanan. Bisa kita gunakan suatu waktu nanti,  jika penyakit tertentu itu datang.</p>
<p>Apakah penyakit itu? Salah satunya penyakit “Putus Asa”.<span id="more-1543"></span></p>
<p>Ketika seseorang putus asa, apa sih yang terjadi, apa yang dirasakannya? Dia akan merasakan terputusnya hubungan antara dirinya dan dunia luar. Dia merasa tidak Mampu lagi untuk mengikuti arus kehidupan yang akan dijalaninanya kelak. Tidak ada lagi alasan yang membuatnya bergerak agresif seperti sebelumnya.</p>
<p>Oleh karena itu, penting bagi kita menyadari dua perbedaan mendasar. Yaitu Realistis dan Imajinatif. Makna ataupun hukum dibalik ini sangat membantu kita untuk memetakan alur-alur kehidupan yang mengandung begitu banyak kendala yang &#8211; <em>kadang-kadang &#8211; </em>bisa terjadi.</p>
<p>Kita ambil contoh seorang yang berputus asa akibat sesuatu hal. Katakanlah ia ternyata gagal membangun bisnisnya yang notabene modalnya didapat dari hasil jerih payahnya bekerja selama bertahun-tahun.</p>
<p>Penyesalan berhenti dari kerja membuat ia sangat frustasi. Belum lagi kecaman dari keluarga yang menambah besar rasa sesalnya. Singkat cerita, input negative yang bertubi-tubi membuat ia kehilangan kebanggaan atas dirinya sendiri. Hancur lebur seketika.</p>
<p>Disini, si Dia, ternyata tidak realistis menjalani hidup. Dalam hal ini soal respon atas kegagalan. Bahwa semua hal selalu mengandung 2 hal berbeda yang kadang bahkan bisa dikatakan sering bertolak belakang. Gagal dan sukses. Ini tidak disadari dengan sepenuh hati, akibatnya ketidak-siapan mental. Telah membuat hatinya goyah sesaat.</p>
<p>Namun, untuk menetralisir rasa seperti itu, ada baiknya si Dia, menggunakan ilmu imajinernya. Ia perlu berkonsentrasi untuk membangun puing-puing bisnisnya lewat imajinasi yang positif. Dari situ, insyaAllah, jika si Dia optimis, maka bukan tidak mungkin imajinasinya bisa di sulap menjadi realita yang menyenangkan.</p>
<p>Sampai disini anda tentu paham maksud saya khan?</p>
<p>Bolehlah kita kalah dalam satu fase kehidupan. Tapi kita jangan melumpuhkan harapan kita. Tetap perlu terus di bangun harapan-harapan itu, lewat imajinasi terhandal kita. <em>Biarkan saja untuk sementara anda merasa terpuruk, tapi jangan biarkan anda terjerumus dalam keterpurukan itu.</em> Bangkit dan ayun lagi langkah terbaik yang anda miliki.</p>
<p>Modal inti tetap ada pada anda. Bukan pada saya atau teman anda. Mereka semua itu hanyalah stimulus. Dan jadikanlah mereka sebagai stimulus positif, bukan sebagai hantu yang siap mendukung kegagalan anda.</p>
<p>Ringkasnya. Jangan remehkan imajinasi anda. Dan jangan pula menutup mata dengan realitas yang ada. Hadapi keduanya dan hanyutkan dalam satu langkah yang tegar, optimis dan happy gitu loh!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/realistis-%e2%80%9cmenjalani-hidup%e2%80%9d-imajinatif-%e2%80%9cmenghadapi-hidup%e2%80%9d.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghalau Rasa Cemas</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/menghalau-rasa-cemas.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menghalau-rasa-cemas</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/menghalau-rasa-cemas.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 02:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1540</guid>
		<description><![CDATA[Bisa dipastikan, setiap manusia pernah di kepung rasa Cemas. Apakah kadarnya besar atau kecil. Tergantung dari porsi kekuatan mental masing-masing personal. Rasa cemas, bisa hinggap dihati kita disebabkan oleh 2 hal. Pertama bersumber dari diri kita sendiri, kedua berasal dari luar diri kita yang tidak bisa kita kendalikan. Rasa cemas pertama, biasanya, kita merasa kecemasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fmenghalau-rasa-cemas.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fmenghalau-rasa-cemas.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Bisa dipastikan, setiap manusia pernah di kepung rasa Cemas. Apakah kadarnya besar atau kecil. Tergantung dari porsi kekuatan mental masing-masing personal.</p>
<p>Rasa cemas, bisa hinggap dihati kita disebabkan oleh 2 hal. Pertama bersumber dari diri kita sendiri, kedua berasal dari luar diri kita yang tidak bisa kita kendalikan.</p>
<p>Rasa cemas pertama, biasanya, kita merasa kecemasan itu asalnya dari luar. Tapi jika di telusuri lebih dalam, ternyata asalnya juga dari kita sendiri.<span id="more-1540"></span></p>
<p>Misalnya, kita berharap dan merasa yakin akan sukses disuatu bisnis yang akan dan sementara kita bangun. Segalanya sudah kita persiapkan. Mental sukses sudah kita pupuk, informasi yang cukup sudah di kepala. Kalau di lihat-lihat, semuanya sudah berjalan dengan sempurna. Segala kebutuhan materi, mental dan spiritual sudah kita persiapkan dengan sangat matang.</p>
<p>Tapi yang terjadi kemudian adalah, bisnis kita gagal, hancur, bahkan mendekati setengah dari target yang kita buatpun tidak. Apa yang terjadi? Rasa cemas yang mendalam. Friustasi, merasa keberuntungan tidak berpihak kepada kita. Kadang khilaf menyalahkan Tuhan. Apalagi keadaan yang tidak mendukung. Keluarga yang tidak sepenuhnya member  dukungan kepada kita.</p>
<p>Intinya, kita merasa yakin dengan apa yang kita lakukan. Tapi merasa frustasi kemudian dan menyalahkan pihak-pihak diluar kita.</p>
<p>Nah, rasa cemas yang ditimbulkan akibat kejadian seperti di atas, terkadang kita anggap sebagai kecemasan yang bersumber dari luar. (menyalahkan keadaan, kasus-kasus tertentu) sehingga kita tidak bisa menelaah dan menemukan sumbu masalahnya.</p>
<p>Jika hal seperti ini kita pelihara. Maka bisa dipastikan, kecemeasan yang berlarut-larut akan dengan senang hati menemani hari-hari frustasi kita.</p>
<p>Padahal, jika kita mau sedikit merenung dan intropeksi. Ternyata kecemasan yang ada, juga berasal dari diri kita sendiri. Kita tidak mempersiapkan diri untuk menerima keadaan terburuk sekalipun. Dan tidak mau menelan pil pahit jika kenyataan  tidak sesuai dengan harapan.</p>
<blockquote><p>Artinya, kita melakukan sesuatu tapi tidak mampu mengendalikan keadaan. Tidak mampu mengolah mental yang retak akibat kekecewaan yang diterima.</p></blockquote>
<p>Memang, rasa sedih dan kecewa itu pasti ada, namanya juga manusia. Kita bukan robot yang bisa di program untuk menerima semuanya tanpa rasa. Tidak seperti itu tentunya.</p>
<p>Tapi kita jauh lebih fleksibel daripada robot bukan? Kita diberi kemampuan untuk mengolah pikiran dan hati kita. Maka marilah kita bermain-main di area itu.</p>
<p>Halaulah rasa cemas dengan berfikir yang sehat. Tidak tergesa-gesa dan buru-buru terhadap apa yang sedang kita lakukan.</p>
<p>Rasa cemas kedua, sebenarnya tidak terlalu penting. Maksudnya, kecemasan ini benar-benar hal yang manusiawi. Karena rasa cemas ini benar-benar berasal dari luar dan tidak bisa kita kendalikan. Misalnya, gempa bumi, bencana alam, pesawat jatuh, tabrakan kereta dan kejadian fatal lain yang memang di luar kendali kita. Rasa cemas seperti itu sangatlah wajar. Siapapun pasti akan mengalami hal yang sama jika hal seperti itu terjadi.</p>
<p>Yang tepenting sebenarnya rasa cemas yang pertama. Di atas hanyalah ilustrasi imajiner saya. tentu dalam banyak hal itu bisa di sesuaikan dengan kondisi anda. Semoga saja ini bisa membantu anda mengolah rasa cemas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/menghalau-rasa-cemas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terkadang kita perlu bersikap EXTRIM, kenapa?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/terkadang-kita-perlu-bersikap-extrim-kenapa.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=terkadang-kita-perlu-bersikap-extrim-kenapa</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/terkadang-kita-perlu-bersikap-extrim-kenapa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 01:32:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1348</guid>
		<description><![CDATA[Karena tanpa kita ketahui. Bahkan tanpa kita sadari, “terkadang” dalam situasi tertentu, kita telah terkungkung oleh suatu kondisi, yang kita ssendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Bingung atau tidak tau, menyertai semua itu. Dalam menyerap suatu persoalan. Apakah dalam bentuk curhat, atau memang realitas dari wacana public yang sempat tersambar oleh mata dan telinga. Kita bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fterkadang-kita-perlu-bersikap-extrim-kenapa.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fterkadang-kita-perlu-bersikap-extrim-kenapa.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Karena tanpa kita ketahui. Bahkan tanpa kita sadari, “terkadang” dalam situasi tertentu, kita telah terkungkung oleh suatu kondisi, yang kita ssendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Bingung atau tidak tau, menyertai semua itu.</p>
<p>Dalam menyerap suatu persoalan. Apakah dalam bentuk curhat, atau memang realitas dari wacana public yang sempat tersambar oleh mata dan telinga. Kita bisa saja merasa gemes/geregetan dengan situasi dan kondisi yang seakan-akan terkunci.</p>
<p>Siapapun yang kebetulan terjebak dalam kondisi itu, bisa jadi mengalami suatu perasaan, seperti ada lem di kakinya. Ingin melangkah tapi kaki terpatri dalam pijakan. Sehingga yang terjadi adalah kehilangan keseimbangan. Terjatuh tanpa pernah melangkah.<span id="more-1348"></span></p>
<p>Kondisi seperti itu, saya rasa cukup menyedihkan. Memilukan bahkan bisa mengiris-iris hati sampai berdarah-darah, tanpa kita tau siapa yang patut dipersalahkan, atau di jadikan sumber masalahnya.</p>
<p>Contoh paling umum nih yah…,</p>
<blockquote><p>Jika anda pemerhati persoalan keluarga, anda pasti tidak asing dengan soal menantu dan mertua, tinggal serumah dengan orang tua, pergesekan antar keluarga. Yang sudah bukan rahasia lagi, konfliknya selalu disimpan dengan rapih. Alibinya apa? “malu sama orang lain”.</p></blockquote>
<p>Anda bisa berimajinasi dengan bebas, tentang konflik apa yang terjadi didalamnya.</p>
<p>Yang ingin saya sentuh dalam contoh yang umum itu adalah. Adanya ketakutan mendalam, terutama bagi pengantin muda untuk mengambil sikap mandiri. Berpisah dari orang tua.</p>
<p>Ingin pindah rumah, ada rasa tidak enak sama ortu, bertahan didalam sama tidak enaknya. Padahal, ketika kita memutuskan untuk berdiam dimana, maka disitulah kebebasan bisa kita rasakan.</p>
<p>Ini bukan soal rumah tangga loh sebenarnya, hanya contoh yah…</p>
<p>Dalam kasus yang lain, tapi dalam konteks yang sinonim, juga bisa terjadi.</p>
<p>Kita ambil contoh dalam soal pindah kerja.</p>
<p>Ini banyak saya denger. Baik itu dari orang-orang dekat, maupun dalam wacana public yang sempat terserap pula oleh keusilan diriku <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>Biasanya, kaum pekerja, ada yang tidak puas dengan lingkugan tempat ia bekerja. Entah itu soal gaji, bos yang seperti harimau, atau lingkungan pertemanan yang tidak mendukung, mencekam dan merasakan seperti ada ulat di tubuhnya. Gelisah tak tertahankan. Bisa jadi aroma sikut-menyikutnya menggerayanginya didalam lingkungan kantornya.</p></blockquote>
<p>Bertahan didalam kantor juga sama tidak nyamannya. Tapi apa yang bisa  dilakukan untuk meluapkan rasa kekesalan akibat ketidakpuasan. Tapi tak mampu berbuat apa-apa. Tak mampu mengambil sebuah langkah.</p>
<p>Dalam studi kasus kedua contoh yang umum diatas, sebenarnya membuat saya merasa sangat (sekali lagi) geregetan. Kalau bisa orang yang curhat sama saya soal itu dan terlihat lemes untuk mengambil langkah pasti. Ingin rasanya merapatkan keras-keras antara ibu jari dan telunjuk di tubuhnya yang tak berdaya itu. Opss…</p>
<p>Sebenarnya mudah saja kawan, untuk itulah kita manusia terkadang “perlu dipaksa” untuk mengambil langkah ekstrim, terkesan ngawur tanpa perhitungan. Tapi sebenarnya, kita sudah melakukan dobrakan untuk mematikan virus-virus ketakutan yang kita pendam.</p>
<p>Dan kalau kita memiliki kemampuan untuk memeriksa alam bawah sadar, sebenarnya, ada sebuah pesan yang disuarakan. Apa itu? Yaitu ucapan terima kasih, karena sudah membebaskan diri sendiri untuk berani mengambil sikap.</p>
<p>Daripada kita mencla-mencle, pengen itu tapi beraninya justru berbuat ini. Pengen banyak hal, tapi ada ketakuatan besar didalam diri kita. Itulah yang perlu kita dobrak, kita hancurkan. Maka dari itu, sesekali bersikap ekstrim itu baik, saya rasa. Kita hanya perlu satu bogem panas untuk menghancur-leburkan semua pergulatan yang menakutkan itu.</p>
<p>Namun perlu di ingat juga, ekstrim dalam maksud untuk meluluh-lantakan rasa takut kita yah, bukan untuk membuat keonaran ya kawan….,saya yakin anda paham maksud saya.</p>
<p>Selamat mencoba..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/terkadang-kita-perlu-bersikap-extrim-kenapa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coba Terus Untuk Hasil Yang Gemilang</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/coba-terus-untuk-hasil-yang-gemilang.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=coba-terus-untuk-hasil-yang-gemilang</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/coba-terus-untuk-hasil-yang-gemilang.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 01:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1309</guid>
		<description><![CDATA[“saya sudah pernah bisnis itu pak, waktu itu lumayanlah penghasilannya. Tapi sekarang sudah bangkrut. Persaingannya memang ketat banget sih, apalagi kalau tidak kuat modal. Wah bisa rugi habis-habisan deh”. Anda pernah mendengar pernyataan seperti itu? Atau malah sering berjumapa dengan yang seperti itu? Kalau saya sih tidak sering, tapi beberapa orang yang pernah saya Tanya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fcoba-terus-untuk-hasil-yang-gemilang.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fcoba-terus-untuk-hasil-yang-gemilang.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<blockquote><p>“saya sudah pernah bisnis itu pak, waktu itu lumayanlah penghasilannya. Tapi sekarang sudah bangkrut. Persaingannya memang ketat banget sih, apalagi kalau tidak kuat modal. Wah bisa rugi habis-habisan deh”.</p></blockquote>
<p>Anda pernah mendengar pernyataan seperti itu? Atau malah sering berjumapa dengan yang seperti itu? Kalau saya sih tidak sering, tapi beberapa orang yang pernah saya Tanya, jika ada kesempatan. Seringnya memberikan jawaban seperti di atas. Walau bahasanya beda-beda, tapi intinya sama.</p>
<p><strong>Berhenti, karena tidak kuat untuk meneruskan!</strong></p>
<p>Ada banyak hal dalam setiap sudut kehidupan ini yang membutuhkan kata “Coba Terus!”  Sebab, hanya kata itulah yang membuat seorang tetap bertahan dan mau melanjutkan upayanya. Tak perduli apa yang terjadi dibelakangnya. Jika berjalan terus, niscaya tujuan bisa di capai.<span id="more-1309"></span></p>
<blockquote><p>Perhatikan anak kecil yang kata kebanyakan orang tua, mereka nakal ketika melakukan tingkah laku yang berbahaya. Memanjat misalnya. Kadaang-kadang mereka berkali-kali terjatuh. Tapi  mereka masih ngeyel  juga. Tidak kapok. Mereka menganggap itu sebagai PERMAINAN mengasyikan.</p></blockquote>
<p>Dua anak lelaki saya, baru saja saya rapihkan kamar mereka, belikan ranjang 2 in1. Dindingnya saya cat dengan warna mencolok khas anak-anak. Ada lemari yang rendah setinggi kurang lebih satu meter. Nah, semenjak kamar mereka rapih. Mereka menemukan mainan baru. Yaitu melompat dari atas lemari ke ranjang, yang jaraknya sekitar kurang lebih satu meter.</p>
<p>Saya memperhatikan kesenangan mereka. Happy bin gembira yang luar biasa. mereka berulang-ulang MENCOBA TERUS, uji nyali melompat. Sampai lompatannya benar-benar sempurna. Cuma ya itu deh, kamar berantakan, usia keawetan ranjang  pun bisa jadi pendek. Dan resiko jatuh dan terluka itu sudah pasti.</p>
<blockquote><p>Tapi yang herannya, mereka tak memikirkan itu sama sekali. Terutama masalah resiko jatuh dan terluka. Mereka asyik dengan permainan baru mereka. Sampai mereka merasa sempurna lompatannya dan menemukan permainan baru lagi.</p></blockquote>
<p>Dalam studi kasus anak-anak, tentu anda pun bisa menyajikan cerita yang jauh lebih menarik daripada hanya lompatan dua anak lelaki saya.</p>
<p>Tapi yang ingin saya katakana bahwa. Apapun yang ingin kita capai, maka rumus Coba Terus itu masih layak, bahkan sangat layak untuk digunakan. Coba saja bayangkan, jika kita hanya mencoba satu kali saja. Bisa dipastikan. Hasilnya tidak akan membawa kita jauh melompat.</p>
<p>Perhatikan orang yang baru belajar naik sepeda. Berapa kali dia terjatuh. Tapi seberapa banyakpun ia terjatuh, segitupula ia bangkit dan mencoba lagi. Kalau ia berhenti pada kejatuhan pertamanya. Maka bisa ditebak, ia tidak akan bisa menikmati indahnya bersepeda.</p>
<p>Alhamdulillah, dari ilustrasi di atas, saya mulai merintis bisnis baru lagi. Saya sadar, bisnis yang akan saya jalankan nantinya ini, sudah banyak dijalankan orang lain. Dan saya pernah menjalankan bisnis serupa, walau beda tipis. Tapi kali ini saya terpanggil untuk mencoba lagi.</p>
<p>Dalam waktu dekat, saya akan mulai disibukkan dengan aktifitas baru. Kantor sudah siap. Tinggal aktifitasnya yang akan segera di mulai.</p>
<p>Bisnis itu bernama <strong>Wedding Organizer</strong>. Sebagian teman sudah tau bocorannya. Tulisan kali ini juga sebagai “Tanda” saya mulai dari sekarang.</p>
<p>Saya bersyukur, jika ada yang termotivasi untuk mencoba kembali apa yang selama ini ditinggalkan.  Tidak ada salahnya membuka kembali lembaran impian, untuk di renungkan, dilustrasikan sampai akhirnya di wujudkan.</p>
<p>coba terus, terus dan terus</p>
<p>Semoga sukses yah..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/coba-terus-untuk-hasil-yang-gemilang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pribadi yang Berpengaruh</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pribadi-yang-berpengaruh.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pribadi-yang-berpengaruh</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pribadi-yang-berpengaruh.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 00:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1279</guid>
		<description><![CDATA[Kalau tidak ingin ekstrim, kita anulir saja makna berpengaruh di atas. Paling tidak, eksistensi kita sebagai individu bisa dipertimbangkan. Ini hanya share pemikiran saja yah. saya sering memperhatikan dan terkadang gemes campur frustasi kecil. Banyak orang yang saya temui, ingin berpengaruh tapi tidak mampu. Mungkin juga tidak tau atau takut. Dua-duanya bisa jadi pemicu. Yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpribadi-yang-berpengaruh.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpribadi-yang-berpengaruh.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kalau tidak ingin ekstrim, kita anulir saja makna berpengaruh di  atas. Paling tidak, eksistensi kita sebagai individu bisa  dipertimbangkan.  Ini hanya share pemikiran saja yah.  saya sering  memperhatikan dan terkadang gemes campur frustasi kecil.</p>
<p>Banyak orang yang saya temui, ingin berpengaruh tapi tidak mampu.</p>
<p>Mungkin juga tidak tau atau takut. Dua-duanya bisa jadi pemicu. Yang  jelas dia mau, tapi tidak mau melalui prosesinya. kalau kita buat sebuah  percontohan, katakanlah dalam situasi tertentu. Misalkan di sebuah  kantor &#8220;A&#8221; situasinya saat itu,  kepala departemen sedang tidak ada,  yang ada hanyalah para staf biasa.</p>
<p>Untuk memberikan keputusan taktis, diperlukan perhitungan tertentu.  tanggung jawab dan alasan kuat. sebab apapun keputusan yang di ambil  akan berdampak pada perusahaan.Oleh karena itu, dibutuhkan seseorang  yang berani mengambil resiko.</p>
<p><span id="more-1279"></span></p>
<p><img title="More..." src="http://www.fadlymuin.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<blockquote><p>Salah satu diantaranya, katakan namanya Bejo, berani  berinisiatif  jika ada hal taktis yang perlu diputuskan dilapangan.  Sementara yang lain hanya bisa diam, takut disalahkan atau takut berbuat  salah. atau malah tidak mau ambil pusing.</p></blockquote>
<p>Inilah yang ingin saya fokuskan, bahwa banyak yang ingin seperti Bejo  dan dilirik oleh bos tapi tidak berani mengambil tindakan.  Paling-paling bisik-bisik dibalik meja sesama staf, bahkan  kalau  keterusan bisa jadi gosip hangat mirip artis.hehehe&#8230;</p>
<p>Saya berpandangan, bahwa jika kita berada dalam situasi tertentu  seperti kasus Bejo diatas, kita sebagai individu ingin memiliki  pengaruh, dilirik, atau di hormati cara bertindak kita di suatu tempat,  maka setidaknya kita perlu pahami bahwa pada dasarnya  kita memiliki  &#8220;hak berinisiatif&#8221;.</p>
<p>Dari sinilah lahir keberanian berpendapat, bertindak dan menempuh  langkah-langkah kreatif dan kongkrit.  jika hal seperti itu dipahami dan  dibiasakan, maka nantinya,  siapapun dia  akan memperoleh sebuah  kebiasaan memimpin situasi.</p>
<p>Jika kita berani menerobos kedalam suasana seperti itu, suasana fakum  yang tak terarah dan berani memposisikan diri sebagai &#8221; lokomotif&#8221;.  Maka saya yakin siapapun orangnya akan tampil sebagai pribadi yang  superior, berani dan mampu memberikan efek positif disekelilingnya.</p>
<p>Tidak terlalu sering, tapi beberapa kali Saya pernah mempraktekkan  apa yang dilakukan Bejo di atas. Dan setiap kali saya berupaya menjadi  lokomotif,  saya sering ditakut-takuti, baik oleh orang-orang  disekeliling saya, maupun dari fikiran protektif saya sendiri.  Tapi  dari situ saya belajar, bahwa menggerakkan sesuatu diperlukan rasa  &#8220;berani untuk menerima ketidak-cocokan&#8221;. Apakah ditentang, atau tindakan  yang saya ambil salah. Saya rasakan itu dan saya jadikan tumpukan  pondasi mental untuk bertindak.</p>
<p>Positifnya, saya selalu merasa mendapat angin kekuasaan. Saya  berhasil menggerakkan dan saya selalu disebut-sebut.. heheheh..</p>
<p>Poinya apa?</p>
<p>Memiliki sikap inisiatif akan sangat membantu seseorang untuk tampil  sebagai figur pemimpin. Secara otomatis, jika figur kepemimpinan sudah  diraih, maka pengaruh pasti ditangan.  Lalu apa untungnya memiliki  pengaruh seperti itu? toh saya tidak haus kekuasaan! saya kan bukan  aktor politikus yang haus kedudukan.</p>
<p>Untungnya, kita bisa tegas terhadap diri sendiri atas pilihan,  alternatif atau apapun itu yang ingin kita pilih. jadi dalam hal ini,  konteks kekuasaan bukan menguasai orang lain, tapi lebih menekankan pada  penguasaan diri sendiri untuk menggerakkan situasi. sekali lagi dalam  konteks kepentingan mentalitas kita sendiri.</p>
<p>Jadi selamat menempuh hidup baru, eh selamat membangun pengaruh  Anda&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pribadi-yang-berpengaruh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berhenti Kerja Setelah Diperkosa!</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berhenti-kerja-setelah-diperkosa</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 10:17:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html</guid>
		<description><![CDATA[Tragis dan sedih memang, ketika seorang mengalami kekerasan pemerkosaan. Wilayah pribadinyanya telah dikoyak-koyak oleh pihak lain. Ia mengalami tekanan bathin yang luar biasa. Hati hancur dan harapan semakin gelap. Apalagi bagi seorang pekerja, mengalami pemerkosaan lalu kemudian memutuskan untuk berhenti kerja bukanlah perkara enteng. Banyak konsekuensi logis yang harus ditanggung. Kebutuhan hidup tetap ada dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberhenti-kerja-setelah-diperkosa.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberhenti-kerja-setelah-diperkosa.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Tragis dan sedih memang, ketika seorang mengalami kekerasan pemerkosaan. Wilayah pribadinyanya telah dikoyak-koyak oleh pihak lain. Ia mengalami tekanan bathin yang luar biasa. Hati hancur dan harapan semakin gelap.</p>
<p>Apalagi bagi seorang pekerja, mengalami pemerkosaan lalu kemudian memutuskan untuk berhenti kerja bukanlah perkara enteng. Banyak konsekuensi logis yang harus ditanggung. Kebutuhan hidup tetap ada dan menuntut untuk dipenuhi. Tentu saja, ia tak bisa berlama-lama berdiam diri dan tak menghasilkan apa-apa.<span id="more-1156"></span></p>
<p>Begitu kira-kira gambaran jika seorang mengalami pemerkosaan.</p>
<p>Yang saya maksud disini bukanlah pemerkosaan seperti yang ada dibenak kita selama ini. Yaitu pemerkosaan yang dilakukan seorang lelaki hidung belang yang tak bertanggung jawab. Melainkan sebuah pemerkosaan pemikiran yang diderita seseorang yang kemudian ia memutuskan untuk berhenti kerja dan memulai usaha sendiri.</p>
<p>Bagaimana maksudnya?</p>
<p>Begini, bagi orang dewasa, melakukan hubungan seks atas dasar rasa suka sama suka jauh lebih intim, jauh lebih nikmat dibandingkan melakukannya karena dipaksa. Pasti rasanya sakit, tidak enak dan merasa telah diperlakukan ”kasar”.</p>
<p>Sama halnya seseorang yang ingin dan pada akhirnya memutuskan untuk berhenti kerja karena adanya keterpaksaan. Akibat otaknya telah diperkosa oleh rangsangan yang tak diingnkannya. Maka tindakannya untuk keluar dari pekerjaannya saat itu adalah sebuah keputusan yang terpaksa dan gelap.</p>
<p>Akibatnya ia akan berjalan tanpa arah dan tanpa tujuan. Mengalami traumatik akibat prilaku perkosaan yang dideritanya.</p>
<p>Kesuciannya ditempat kerja harus ia tinggalkan, padahal mentalnya belum siap, fikirannya belum mantap untuk meninggalkan semuanya. Akibatnya terlantung-lantung dan mulai terserang virus-virus gagal.</p>
<p>Tentu saja hal ini tak ingin dialami oleh siapapun yang sementara ini sedang merintis karir dan berancang-ancang untuk <a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html" target="_blank">memulai usahanya sendiri</a>. Sebab anda sudah bisa memprediksikan apa yang terjadi jika anda mengalami pemerkosaan seperti yang dimaksudkan diatas.</p>
<p>Saya bukannya menakut-nakutin ataupun memberikan sinyal negatif terhadap anda yang berkeinginan untuk pindah ke <a href="http://mashengky.com/bisnis/beda-pandangan-kuadran-e-dan-kuadran-b.html/trackback" target="_self">Kuadran B.</a> Melainkan saya justru ingin anda memiliki keinginan dari dalam untuk melakukan semua itu.</p>
<blockquote><p>Saya ingin anda merangsang diri anda dari dalam dan menikmati rangsangan dari luar, sehingga hasil yang akan anda terima bisa mencapi titik klimaks yang dimaksud. Anda bisa mengalami orgasme putusan yang memuaskan. Enak khan?</p></blockquote>
<p>Daripada anda harus mengalami pemerkosaan keputusan. Anda menerima saja anjuran untuk memulai usaha sendiri. Menurut yang anda baca, mungkin, bahwa memulai usaha sendiri kemungkinan lebih menyenangkan karena kita bisa mengendalikan penghasilan kita sendiri. Betul!</p>
<p>Tapi kalau tidak siap dari dalam, maka efek traumatik, seperti halnya traumanya orang yang diperkosa akan anda lami juga dalam dimensi yang lain. Sangat disayangkan jika itu sampai terjadi.</p>
<p>Makanya, saya tidak pernah memperkosa istri sendiri untuk berhenti kerja. Saya tidak pernah sama sekali memaksanya. Biarlah dia sendiri yang mengalami rangsangan dari dalam. Biarlah keputusan beraninya itu lahir dan tumbuh akibat rangsangan akumulatif.</p>
<p>Nah sekarang giliran anda. Bagaimana sudah siap orgasme dengan keputusan berhenti kerja, atau masih merasa belum dewasa untuk mencicipi wilayah  itu?</p>
<p>Silahkan berbagi disini yah..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>89</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Memiliki Ekspektasi Yang Baik</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 14:17:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ekspektasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1113</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih ekspektasi itu? Anda tentu sudah tau banget definisi ekspektasi, saya yakin itu! Mengapa ekspektasi itu menjadi suatu pemahaman yang sangat penting?Sebab ekspetasi akan menentukan bagaimana sikap dan langkah yang akan kita tempuh dalam menyongsong kehidupan dimasa yang akan datang. Terutama disaat-saat yang genting. Disaat kita mengalami krisis kepercayaan diri. Kehilangan harapan dan mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Apa sih ekspektasi itu?</p>
<p>Anda tentu sudah tau banget definisi ekspektasi, saya yakin itu!</p>
<p>Mengapa ekspektasi itu menjadi suatu pemahaman yang sangat penting?Sebab ekspetasi akan menentukan bagaimana sikap dan langkah yang akan kita tempuh dalam menyongsong kehidupan dimasa yang akan datang.</p>
<p>Terutama disaat-saat yang genting. Disaat kita mengalami krisis kepercayaan diri. Kehilangan harapan dan mulai terasa betapa hidup ini penuh dengan tabir yang membuat kita kehilangan gairah hidup.membuat kita kehilangan elemen penting yang bisa menciptakan harapan. karena tertutup oleh tabir ekspektasi yang rabun.<span id="more-1113"></span></p>
<p>Maka ekspektasi atau gambaran, ilustrasi, personifikasi dan apapun bentuknya yang semua itu diupayakan untuk membentuk sebuah ”pencitraan” terhadap sebuah keadaan, sangat diperlukan.</p>
<p>Disini peranan ekspektasi sangat krusial dan sangat menentukan apapun langkah yang ingin kita tempuh kemudian.</p>
<blockquote><p>Anda ingin menjadi pengusaha? Tentu saja anda memerlukan ekspektasi yang memadai untuk memberikan kepercayaan diri kedepan. Ekspektasi yang baik untuk menetralisir rasa tidak aman dan tidak nyaman nantinya. Anda perlu membangun sebuah abstraksi yang mendekati kenyataan, membuat pemahaman yang bisa membuat kepala anda menganggug-anggug penuh harap, gambaran kehidupan yang pahit dan manis yang akan menyadarkan bahwa realitas kehidupan ini penuh dengan keseimbangan yang perlu dijalani dengan ikhlas.</p></blockquote>
<p>Dengan memiliki ekpektasi yang baik, bijaksana dan mudah dimengerti oleh diri kita sendiri, maka hal ini akan sangat membantu kelabilan kita menentukan arah.</p>
<p>Ekspektasi ini sebenarnya, akan sangat ditentukan oleh banyak hal. Namun ada beberapa poin yang saya fikir familiar di otak kita.</p>
<ul>
<li><strong>Pertama</strong>, <strong>masalah latar belakang</strong>. Apakah latar belakang pendidikan, pengetahuan, pengalaman dan lain sebagaianya. Ini akan sangat menentukan bagaimana kita berasumsi, berpendapat tentang apapun bayangan tentang sesuatu yang ingin kita tempuh. Yang notabene adalah sesuatu yang masih baru, masih sangat awam buat kita jalani. Masih terasa asing dan sebagainya. Maka latar belakang kita, akan sangat memainkan peranan.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kedua</strong>, <strong>firasat</strong>. Sebagai manusia, kita dikarunia sebuah alat deteksi yang namanya firasat. Wilayah kerjanya, bermain di hati, emosi dan bayangan-bayangan yang sulit sekali diraba dan diterjemahkan. Namun kita hanya bisa merasakan. Dengan firasat yang baik, positif, dan berprasangka baik pula. Maka ekspektasi yang kita buat akan sangat membantu untuk memberikan kita sebuah ilustrasi yang baik pula.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Ketiga adalah keyakinan</strong>. Maaf kalau saya membuat anda bosan dengan memasukkan elemen yakin dalan konteks ini. Namun saya fikir faktor keyakinan tak bisa di hilangkan. Mengingat rasa yakin sangat dibutuhkan dalam hal memberikan ekspektasi yang baik untuk mengambil tindakan. Tanpa keyakinan maka apapun ekspektasi positif yang sudah kita buat tak akan memberikan nyawa keberanian. Tak akan ada getaran hebat yang membuat kita berani menempuh sebuah jalan yang mungkin saja kita akan menuai banyak hal yang tidak mendukung langkah yang kita tempuh. Maka yakin akan sangat membantu kita menepis segala bentuk ”rongrongan” yang membuat kita enggan mengambil tindakan berani.</li>
</ul>
<p>Ok. Saya rasa sudah lumayan cukuplah wacana ini untuk mengajak kita semua mendiagnosa, bagaimana selama ini kita membuat sebuah abstraksi terhadap ekspektasi kita.</p>
<p>Semoga saja, ini bisa bermanfaat ya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meniti Sukses Dengan Lebih Realistis</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/meniti-sukses-dengan-lebih-realistis.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=meniti-sukses-dengan-lebih-realistis</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/meniti-sukses-dengan-lebih-realistis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 13:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[definisi sukses]]></category>
		<category><![CDATA[meniti sukses]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1024</guid>
		<description><![CDATA[Saya yakin anda pernah menerima pertanyaan seperti ini, ”Sukses itu seperti apa sih?”. kalau saya ditanya seperti itu, jujur saja, saya tidak punya jawaban pasti yang bisa memuaskan anda. Sebab semua orang memiliki definisi yang berbeda-beda tentang SUKSES. Sangat relatif makna dan definisinya. Ada yang bilang sukses itu jika sudah berhasil mencapai posisi puncak dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fmeniti-sukses-dengan-lebih-realistis.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fmeniti-sukses-dengan-lebih-realistis.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya yakin anda pernah menerima pertanyaan seperti ini, ”Sukses itu seperti apa sih?”. kalau saya ditanya seperti itu, jujur saja, saya tidak punya jawaban pasti yang bisa memuaskan anda. Sebab semua orang memiliki definisi yang berbeda-beda tentang SUKSES. Sangat relatif makna dan definisinya.</p>
<p>Ada yang bilang sukses itu jika sudah berhasil mencapai posisi puncak dalam suatu struktur kepemimpinan. Ada yang bilang sukses itu jika sudah berhasil mengumpulkan harta yang banyak. Tapi ada juga yang bilang sukses itu jika kita sudah mencapai kekayaan mental. Kepuasan bathin. Tidak ada sesuatu materi yang bisa membuatnya bersedih hati.</p>
<p><em>Bermacam-macam memang.</em><span id="more-1024"></span></p>
<p>Namun coba anda perhatikan. Semuanya, intinya sama. ”jika sudah berhasil sampai”. Sampai kemana? Sampai ke titik idealnya. Dan masing-masing orang berbeda target pencapaian idealnya.</p>
<p>Jadi ringkasnya sukses itu adalah keberhasilan. Cukup!</p>
<p>Sesederhana itukah? Menurut saya sih begitu.</p>
<p>Yang membuat sukses itu menjadi kompleks, jauh dan susah di raih, karena target-target yang terus berganti dan berubah-ubah. karena adanya tuntutan hasrat manusia yang terus berkembang.</p>
<p>Hari ini inginnya jadi orang terkenal. Besok pengennya jadi juragan kaos, besoknya pengen jadi penulis sukses. Dan seterusnya..</p>
<p>Pergulatan disitulah, yang membuat sukses itu terlihat kompleks dan jauh dari jangkauan.</p>
<p>Kita ambil contoh dalam lingkup yang paling dekat di sekitar dunia online.</p>
<p>Misalnya sahabat saya, <a href="http://mashengky.com" target="_blank">Mashengky</a> dengan bisnis VCC yang di rintisnya. Saya mengatakan beliau ini sudah sukses. Sebab sudah berhasil mendapat penghasilan dari bisnis VCC ini. Tapi mungkin mashengky berkata lain. Ia mungkin masih punya target yang berbeda dengan pemikiran saya.sebagai bukti kalau mashengky buat lagi sumbu bisnis dengan mendirikan web <a href="http://www.balibudgetroom.com/" target="_blank">pariwisata</a></p>
<p>Ada juga yang bilang,  wah Fadly sih sudah sukses, dengan bisnis <a href="http://unakunik.com" target="_blank">kaos anak</a> lewat <a href="http://unakunik.com" target="_blank">toko online</a> yang di rintisnya. Tapi buat saya, itu belum. Sebab masih ada target yang belum saya capai.</p>
<p>Jadi, singkat kata. Sukses itu sebenarnya sederhana. Definisinya sangat simple, ”berhasil mencapai tujuan”.</p>
<p>Nah jika kita sudah memahami makna sukses dalam lingkup yang begitu sederhan ini. Tentu kita semakin merasa bahwa sukses itu sebenarnya dekat. Bisa di jangkau dan bukan barang langka..</p>
<p><a href="http://www.fadlymuin.com/filsafat-hidup/sukses-hanya-masalah-waktu.html" target="_blank">Sukses hanya masalah waktu</a>. Siapapun, sebenarnya bisa meraihnya.</p>
<p>Dengan pemahaman yang jelas, sederhana dan bijaksana tentang sukses. Maka kitapun akan memiliki persepsi positif akan kesuksesan yang lebih realistis. Sehingga akan membuat kita merasa  semakin mudah meniti jalan menuju kesana.</p>
<p>Sebab, perasaan ”Dekat dan Mungkin” itulah, yang membuat kita merasa bersemangat melakukannya.</p>
<p>Akan berbeda, jika kita memiliki pemahaman yang komplek dan susah terhadap arti sukses. Ahirnya kita malah mendiskreditkan diri sendiri. Menghilangkan kepercayaan diri sendiri. Dan akhirnya mundur pelan-pelan dan menghilang dari peredaran.</p>
<p>Padahal, bukan kita tidak mampu. Tetapi kita memberikan deskriptif yang begitu ”megah dan tak terjangkau” terhadap kesuksesan dan memposisikan diri sendiri sebagai ”subyek yang kerdil”. Padahal ini hanyalah masalah  deskriptif.</p>
<p>Jadi perlu kehati-hatian. Jangan sampai kita terjerumus kepada pemahaman yang menyesatkan dan keliru itu. Sehingga membuat kita susah mencapainya..</p>
<p>Tanpa bermaksud menggurui anda. Apapun yang saya katakan di atas dalam kerangka ”diskusi dan mengajak”.</p>
<p>Jadi mari ciptakan kondisi yang memungkinkan kita, untuk meniti hidup menuju sukses!</p>
<p>Jadi kesimpulannya, meniti sukses perlu pemahaman yang jelas supaya tujuan pencapaian menjadi terarah, terukur dan memungkinkan untuk terealisasi.</p>
<p>Semoga Sukses!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/meniti-sukses-dengan-lebih-realistis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

