<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Motivasi Mental &#187; Motivasi Diri</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/category/motivasi-diri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Tentang Motivasi, Pengembangan Diri dan Bisnis Secara Umum</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Pribadi yang Berpengaruh</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pribadi-yang-berpengaruh.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=pribadi-yang-berpengaruh</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pribadi-yang-berpengaruh.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 00:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1279</guid>
		<description><![CDATA[Kalau tidak ingin ekstrim, kita anulir saja makna berpengaruh di atas. Paling tidak, eksistensi kita sebagai individu bisa dipertimbangkan. Ini hanya share pemikiran saja yah. saya sering memperhatikan dan terkadang gemes campur frustasi kecil. Banyak orang yang saya temui, ingin berpengaruh tapi tidak mampu. Mungkin juga tidak tau atau takut. Dua-duanya bisa jadi pemicu. Yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpribadi-yang-berpengaruh.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpribadi-yang-berpengaruh.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kalau tidak ingin ekstrim, kita anulir saja makna berpengaruh di  atas. Paling tidak, eksistensi kita sebagai individu bisa  dipertimbangkan.  Ini hanya share pemikiran saja yah.  saya sering  memperhatikan dan terkadang gemes campur frustasi kecil.</p>
<p>Banyak orang yang saya temui, ingin berpengaruh tapi tidak mampu.</p>
<p>Mungkin juga tidak tau atau takut. Dua-duanya bisa jadi pemicu. Yang  jelas dia mau, tapi tidak mau melalui prosesinya. kalau kita buat sebuah  percontohan, katakanlah dalam situasi tertentu. Misalkan di sebuah  kantor &#8220;A&#8221; situasinya saat itu,  kepala departemen sedang tidak ada,  yang ada hanyalah para staf biasa.</p>
<p>Untuk memberikan keputusan taktis, diperlukan perhitungan tertentu.  tanggung jawab dan alasan kuat. sebab apapun keputusan yang di ambil  akan berdampak pada perusahaan.Oleh karena itu, dibutuhkan seseorang  yang berani mengambil resiko.</p>
<p><span id="more-1279"></span></p>
<p><img title="More..." src="http://www.fadlymuin.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<blockquote><p>Salah satu diantaranya, katakan namanya Bejo, berani  berinisiatif  jika ada hal taktis yang perlu diputuskan dilapangan.  Sementara yang lain hanya bisa diam, takut disalahkan atau takut berbuat  salah. atau malah tidak mau ambil pusing.</p></blockquote>
<p>Inilah yang ingin saya fokuskan, bahwa banyak yang ingin seperti Bejo  dan dilirik oleh bos tapi tidak berani mengambil tindakan.  Paling-paling bisik-bisik dibalik meja sesama staf, bahkan  kalau  keterusan bisa jadi gosip hangat mirip artis.hehehe&#8230;</p>
<p>Saya berpandangan, bahwa jika kita berada dalam situasi tertentu  seperti kasus Bejo diatas, kita sebagai individu ingin memiliki  pengaruh, dilirik, atau di hormati cara bertindak kita di suatu tempat,  maka setidaknya kita perlu pahami bahwa pada dasarnya  kita memiliki  &#8220;hak berinisiatif&#8221;.</p>
<p>Dari sinilah lahir keberanian berpendapat, bertindak dan menempuh  langkah-langkah kreatif dan kongkrit.  jika hal seperti itu dipahami dan  dibiasakan, maka nantinya,  siapapun dia  akan memperoleh sebuah  kebiasaan memimpin situasi.</p>
<p>Jika kita berani menerobos kedalam suasana seperti itu, suasana fakum  yang tak terarah dan berani memposisikan diri sebagai &#8221; lokomotif&#8221;.  Maka saya yakin siapapun orangnya akan tampil sebagai pribadi yang  superior, berani dan mampu memberikan efek positif disekelilingnya.</p>
<p>Tidak terlalu sering, tapi beberapa kali Saya pernah mempraktekkan  apa yang dilakukan Bejo di atas. Dan setiap kali saya berupaya menjadi  lokomotif,  saya sering ditakut-takuti, baik oleh orang-orang  disekeliling saya, maupun dari fikiran protektif saya sendiri.  Tapi  dari situ saya belajar, bahwa menggerakkan sesuatu diperlukan rasa  &#8220;berani untuk menerima ketidak-cocokan&#8221;. Apakah ditentang, atau tindakan  yang saya ambil salah. Saya rasakan itu dan saya jadikan tumpukan  pondasi mental untuk bertindak.</p>
<p>Positifnya, saya selalu merasa mendapat angin kekuasaan. Saya  berhasil menggerakkan dan saya selalu disebut-sebut.. heheheh..</p>
<p>Poinya apa?</p>
<p>Memiliki sikap inisiatif akan sangat membantu seseorang untuk tampil  sebagai figur pemimpin. Secara otomatis, jika figur kepemimpinan sudah  diraih, maka pengaruh pasti ditangan.  Lalu apa untungnya memiliki  pengaruh seperti itu? toh saya tidak haus kekuasaan! saya kan bukan  aktor politikus yang haus kedudukan.</p>
<p>Untungnya, kita bisa tegas terhadap diri sendiri atas pilihan,  alternatif atau apapun itu yang ingin kita pilih. jadi dalam hal ini,  konteks kekuasaan bukan menguasai orang lain, tapi lebih menekankan pada  penguasaan diri sendiri untuk menggerakkan situasi. sekali lagi dalam  konteks kepentingan mentalitas kita sendiri.</p>
<p>Jadi selamat menempuh hidup baru, eh selamat membangun pengaruh  Anda&#8230;</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpribadi-yang-berpengaruh.html&amp;t=Pribadi%20yang%20Berpengaruh" id="facebook_share_button_1279" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1279') || document.getElementById('facebook_share_icon_1279') || document.getElementById('facebook_share_both_1279') || document.getElementById('facebook_share_button_1279');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1279') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pribadi-yang-berpengaruh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berhenti Kerja Setelah Diperkosa!</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=berhenti-kerja-setelah-diperkosa</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 10:17:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html</guid>
		<description><![CDATA[Tragis dan sedih memang, ketika seorang mengalami kekerasan pemerkosaan. Wilayah pribadinyanya telah dikoyak-koyak oleh pihak lain. Ia mengalami tekanan bathin yang luar biasa. Hati hancur dan harapan semakin gelap. Apalagi bagi seorang pekerja, mengalami pemerkosaan lalu kemudian memutuskan untuk berhenti kerja bukanlah perkara enteng. Banyak konsekuensi logis yang harus ditanggung. Kebutuhan hidup tetap ada dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberhenti-kerja-setelah-diperkosa.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberhenti-kerja-setelah-diperkosa.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Tragis dan sedih memang, ketika seorang mengalami kekerasan pemerkosaan. Wilayah pribadinyanya telah dikoyak-koyak oleh pihak lain. Ia mengalami tekanan bathin yang luar biasa. Hati hancur dan harapan semakin gelap.</p>
<p>Apalagi bagi seorang pekerja, mengalami pemerkosaan lalu kemudian memutuskan untuk berhenti kerja bukanlah perkara enteng. Banyak konsekuensi logis yang harus ditanggung. Kebutuhan hidup tetap ada dan menuntut untuk dipenuhi. Tentu saja, ia tak bisa berlama-lama berdiam diri dan tak menghasilkan apa-apa.<span id="more-1156"></span></p>
<p>Begitu kira-kira gambaran jika seorang mengalami pemerkosaan.</p>
<p>Yang saya maksud disini bukanlah pemerkosaan seperti yang ada dibenak kita selama ini. Yaitu pemerkosaan yang dilakukan seorang lelaki hidung belang yang tak bertanggung jawab. Melainkan sebuah pemerkosaan pemikiran yang diderita seseorang yang kemudian ia memutuskan untuk berhenti kerja dan memulai usaha sendiri.</p>
<p>Bagaimana maksudnya?</p>
<p>Begini, bagi orang dewasa, melakukan hubungan seks atas dasar rasa suka sama suka jauh lebih intim, jauh lebih nikmat dibandingkan melakukannya karena dipaksa. Pasti rasanya sakit, tidak enak dan merasa telah diperlakukan ”kasar”.</p>
<p>Sama halnya seseorang yang ingin dan pada akhirnya memutuskan untuk berhenti kerja karena adanya keterpaksaan. Akibat otaknya telah diperkosa oleh rangsangan yang tak diingnkannya. Maka tindakannya untuk keluar dari pekerjaannya saat itu adalah sebuah keputusan yang terpaksa dan gelap.</p>
<p>Akibatnya ia akan berjalan tanpa arah dan tanpa tujuan. Mengalami traumatik akibat prilaku perkosaan yang dideritanya.</p>
<p>Kesuciannya ditempat kerja harus ia tinggalkan, padahal mentalnya belum siap, fikirannya belum mantap untuk meninggalkan semuanya. Akibatnya terlantung-lantung dan mulai terserang virus-virus gagal.</p>
<p>Tentu saja hal ini tak ingin dialami oleh siapapun yang sementara ini sedang merintis karir dan berancang-ancang untuk <a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html" target="_blank">memulai usahanya sendiri</a>. Sebab anda sudah bisa memprediksikan apa yang terjadi jika anda mengalami pemerkosaan seperti yang dimaksudkan diatas.</p>
<p>Saya bukannya menakut-nakutin ataupun memberikan sinyal negatif terhadap anda yang berkeinginan untuk pindah ke <a href="http://mashengky.com/bisnis/beda-pandangan-kuadran-e-dan-kuadran-b.html/trackback" target="_self">Kuadran B.</a> Melainkan saya justru ingin anda memiliki keinginan dari dalam untuk melakukan semua itu.</p>
<blockquote><p>Saya ingin anda merangsang diri anda dari dalam dan menikmati rangsangan dari luar, sehingga hasil yang akan anda terima bisa mencapi titik klimaks yang dimaksud. Anda bisa mengalami orgasme putusan yang memuaskan. Enak khan?</p></blockquote>
<p>Daripada anda harus mengalami pemerkosaan keputusan. Anda menerima saja anjuran untuk memulai usaha sendiri. Menurut yang anda baca, mungkin, bahwa memulai usaha sendiri kemungkinan lebih menyenangkan karena kita bisa mengendalikan penghasilan kita sendiri. Betul!</p>
<p>Tapi kalau tidak siap dari dalam, maka efek traumatik, seperti halnya traumanya orang yang diperkosa akan anda lami juga dalam dimensi yang lain. Sangat disayangkan jika itu sampai terjadi.</p>
<p>Makanya, saya tidak pernah memperkosa istri sendiri untuk berhenti kerja. Saya tidak pernah sama sekali memaksanya. Biarlah dia sendiri yang mengalami rangsangan dari dalam. Biarlah keputusan beraninya itu lahir dan tumbuh akibat rangsangan akumulatif.</p>
<p>Nah sekarang giliran anda. Bagaimana sudah siap orgasme dengan keputusan berhenti kerja, atau masih merasa belum dewasa untuk mencicipi wilayah  itu?</p>
<p>Silahkan berbagi disini yah..</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberhenti-kerja-setelah-diperkosa.html&amp;t=Berhenti%20Kerja%20Setelah%20Diperkosa%21" id="facebook_share_button_1156" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1156') || document.getElementById('facebook_share_icon_1156') || document.getElementById('facebook_share_both_1156') || document.getElementById('facebook_share_button_1156');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1156') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>85</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Memiliki Ekspektasi Yang Baik</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=pentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 14:17:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ekspektasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1113</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih ekspektasi itu? Anda tentu sudah tau banget definisi ekspektasi, saya yakin itu! Mengapa ekspektasi itu menjadi suatu pemahaman yang sangat penting?Sebab ekspetasi akan menentukan bagaimana sikap dan langkah yang akan kita tempuh dalam menyongsong kehidupan dimasa yang akan datang. Terutama disaat-saat yang genting. Disaat kita mengalami krisis kepercayaan diri. Kehilangan harapan dan mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Apa sih ekspektasi itu?</p>
<p>Anda tentu sudah tau banget definisi ekspektasi, saya yakin itu!</p>
<p>Mengapa ekspektasi itu menjadi suatu pemahaman yang sangat penting?Sebab ekspetasi akan menentukan bagaimana sikap dan langkah yang akan kita tempuh dalam menyongsong kehidupan dimasa yang akan datang.</p>
<p>Terutama disaat-saat yang genting. Disaat kita mengalami krisis kepercayaan diri. Kehilangan harapan dan mulai terasa betapa hidup ini penuh dengan tabir yang membuat kita kehilangan gairah hidup.membuat kita kehilangan elemen penting yang bisa menciptakan harapan. karena tertutup oleh tabir ekspektasi yang rabun.<span id="more-1113"></span></p>
<p>Maka ekspektasi atau gambaran, ilustrasi, personifikasi dan apapun bentuknya yang semua itu diupayakan untuk membentuk sebuah ”pencitraan” terhadap sebuah keadaan, sangat diperlukan.</p>
<p>Disini peranan ekspektasi sangat krusial dan sangat menentukan apapun langkah yang ingin kita tempuh kemudian.</p>
<blockquote><p>Anda ingin menjadi pengusaha? Tentu saja anda memerlukan ekspektasi yang memadai untuk memberikan kepercayaan diri kedepan. Ekspektasi yang baik untuk menetralisir rasa tidak aman dan tidak nyaman nantinya. Anda perlu membangun sebuah abstraksi yang mendekati kenyataan, membuat pemahaman yang bisa membuat kepala anda menganggug-anggug penuh harap, gambaran kehidupan yang pahit dan manis yang akan menyadarkan bahwa realitas kehidupan ini penuh dengan keseimbangan yang perlu dijalani dengan ikhlas.</p></blockquote>
<p>Dengan memiliki ekpektasi yang baik, bijaksana dan mudah dimengerti oleh diri kita sendiri, maka hal ini akan sangat membantu kelabilan kita menentukan arah.</p>
<p>Ekspektasi ini sebenarnya, akan sangat ditentukan oleh banyak hal. Namun ada beberapa poin yang saya fikir familiar di otak kita.</p>
<ul>
<li><strong>Pertama</strong>, <strong>masalah latar belakang</strong>. Apakah latar belakang pendidikan, pengetahuan, pengalaman dan lain sebagaianya. Ini akan sangat menentukan bagaimana kita berasumsi, berpendapat tentang apapun bayangan tentang sesuatu yang ingin kita tempuh. Yang notabene adalah sesuatu yang masih baru, masih sangat awam buat kita jalani. Masih terasa asing dan sebagainya. Maka latar belakang kita, akan sangat memainkan peranan.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kedua</strong>, <strong>firasat</strong>. Sebagai manusia, kita dikarunia sebuah alat deteksi yang namanya firasat. Wilayah kerjanya, bermain di hati, emosi dan bayangan-bayangan yang sulit sekali diraba dan diterjemahkan. Namun kita hanya bisa merasakan. Dengan firasat yang baik, positif, dan berprasangka baik pula. Maka ekspektasi yang kita buat akan sangat membantu untuk memberikan kita sebuah ilustrasi yang baik pula.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Ketiga adalah keyakinan</strong>. Maaf kalau saya membuat anda bosan dengan memasukkan elemen yakin dalan konteks ini. Namun saya fikir faktor keyakinan tak bisa di hilangkan. Mengingat rasa yakin sangat dibutuhkan dalam hal memberikan ekspektasi yang baik untuk mengambil tindakan. Tanpa keyakinan maka apapun ekspektasi positif yang sudah kita buat tak akan memberikan nyawa keberanian. Tak akan ada getaran hebat yang membuat kita berani menempuh sebuah jalan yang mungkin saja kita akan menuai banyak hal yang tidak mendukung langkah yang kita tempuh. Maka yakin akan sangat membantu kita menepis segala bentuk ”rongrongan” yang membuat kita enggan mengambil tindakan berani.</li>
</ul>
<p>Ok. Saya rasa sudah lumayan cukuplah wacana ini untuk mengajak kita semua mendiagnosa, bagaimana selama ini kita membuat sebuah abstraksi terhadap ekspektasi kita.</p>
<p>Semoga saja, ini bisa bermanfaat ya&#8230;.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html&amp;t=Pentingnya%20Memiliki%20Ekspektasi%20Yang%20Baik" id="facebook_share_button_1113" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1113') || document.getElementById('facebook_share_icon_1113') || document.getElementById('facebook_share_both_1113') || document.getElementById('facebook_share_button_1113');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1113') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meniti Sukses Dengan Lebih Realistis</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/meniti-sukses-dengan-lebih-realistis.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=meniti-sukses-dengan-lebih-realistis</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/meniti-sukses-dengan-lebih-realistis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 13:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[definisi sukses]]></category>
		<category><![CDATA[meniti sukses]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1024</guid>
		<description><![CDATA[Saya yakin anda pernah menerima pertanyaan seperti ini, ”Sukses itu seperti apa sih?”. kalau saya ditanya seperti itu, jujur saja, saya tidak punya jawaban pasti yang bisa memuaskan anda. Sebab semua orang memiliki definisi yang berbeda-beda tentang SUKSES. Sangat relatif makna dan definisinya. Ada yang bilang sukses itu jika sudah berhasil mencapai posisi puncak dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fmeniti-sukses-dengan-lebih-realistis.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fmeniti-sukses-dengan-lebih-realistis.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya yakin anda pernah menerima pertanyaan seperti ini, ”Sukses itu seperti apa sih?”. kalau saya ditanya seperti itu, jujur saja, saya tidak punya jawaban pasti yang bisa memuaskan anda. Sebab semua orang memiliki definisi yang berbeda-beda tentang SUKSES. Sangat relatif makna dan definisinya.</p>
<p>Ada yang bilang sukses itu jika sudah berhasil mencapai posisi puncak dalam suatu struktur kepemimpinan. Ada yang bilang sukses itu jika sudah berhasil mengumpulkan harta yang banyak. Tapi ada juga yang bilang sukses itu jika kita sudah mencapai kekayaan mental. Kepuasan bathin. Tidak ada sesuatu materi yang bisa membuatnya bersedih hati.</p>
<p><em>Bermacam-macam memang.</em><span id="more-1024"></span></p>
<p>Namun coba anda perhatikan. Semuanya, intinya sama. ”jika sudah berhasil sampai”. Sampai kemana? Sampai ke titik idealnya. Dan masing-masing orang berbeda target pencapaian idealnya.</p>
<p>Jadi ringkasnya sukses itu adalah keberhasilan. Cukup!</p>
<p>Sesederhana itukah? Menurut saya sih begitu.</p>
<p>Yang membuat sukses itu menjadi kompleks, jauh dan susah di raih, karena target-target yang terus berganti dan berubah-ubah. karena adanya tuntutan hasrat manusia yang terus berkembang.</p>
<p>Hari ini inginnya jadi orang terkenal. Besok pengennya jadi juragan kaos, besoknya pengen jadi penulis sukses. Dan seterusnya..</p>
<p>Pergulatan disitulah, yang membuat sukses itu terlihat kompleks dan jauh dari jangkauan.</p>
<p>Kita ambil contoh dalam lingkup yang paling dekat di sekitar dunia online.</p>
<p>Misalnya sahabat saya, <a href="http://mashengky.com" target="_blank">Mashengky</a> dengan bisnis VCC yang di rintisnya. Saya mengatakan beliau ini sudah sukses. Sebab sudah berhasil mendapat penghasilan dari bisnis VCC ini. Tapi mungkin mashengky berkata lain. Ia mungkin masih punya target yang berbeda dengan pemikiran saya.sebagai bukti kalau mashengky buat lagi sumbu bisnis dengan mendirikan web <a href="http://www.balibudgetroom.com/" target="_blank">pariwisata</a></p>
<p>Ada juga yang bilang,  wah Fadly sih sudah sukses, dengan bisnis <a href="http://unakunik.com" target="_blank">kaos anak</a> lewat <a href="http://unakunik.com" target="_blank">toko online</a> yang di rintisnya. Tapi buat saya, itu belum. Sebab masih ada target yang belum saya capai.</p>
<p>Jadi, singkat kata. Sukses itu sebenarnya sederhana. Definisinya sangat simple, ”berhasil mencapai tujuan”.</p>
<p>Nah jika kita sudah memahami makna sukses dalam lingkup yang begitu sederhan ini. Tentu kita semakin merasa bahwa sukses itu sebenarnya dekat. Bisa di jangkau dan bukan barang langka..</p>
<p><a href="http://www.fadlymuin.com/filsafat-hidup/sukses-hanya-masalah-waktu.html" target="_blank">Sukses hanya masalah waktu</a>. Siapapun, sebenarnya bisa meraihnya.</p>
<p>Dengan pemahaman yang jelas, sederhana dan bijaksana tentang sukses. Maka kitapun akan memiliki persepsi positif akan kesuksesan yang lebih realistis. Sehingga akan membuat kita merasa  semakin mudah meniti jalan menuju kesana.</p>
<p>Sebab, perasaan ”Dekat dan Mungkin” itulah, yang membuat kita merasa bersemangat melakukannya.</p>
<p>Akan berbeda, jika kita memiliki pemahaman yang komplek dan susah terhadap arti sukses. Ahirnya kita malah mendiskreditkan diri sendiri. Menghilangkan kepercayaan diri sendiri. Dan akhirnya mundur pelan-pelan dan menghilang dari peredaran.</p>
<p>Padahal, bukan kita tidak mampu. Tetapi kita memberikan deskriptif yang begitu ”megah dan tak terjangkau” terhadap kesuksesan dan memposisikan diri sendiri sebagai ”subyek yang kerdil”. Padahal ini hanyalah masalah  deskriptif.</p>
<p>Jadi perlu kehati-hatian. Jangan sampai kita terjerumus kepada pemahaman yang menyesatkan dan keliru itu. Sehingga membuat kita susah mencapainya..</p>
<p>Tanpa bermaksud menggurui anda. Apapun yang saya katakan di atas dalam kerangka ”diskusi dan mengajak”.</p>
<p>Jadi mari ciptakan kondisi yang memungkinkan kita, untuk meniti hidup menuju sukses!</p>
<p>Jadi kesimpulannya, meniti sukses perlu pemahaman yang jelas supaya tujuan pencapaian menjadi terarah, terukur dan memungkinkan untuk terealisasi.</p>
<p>Semoga Sukses!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fmeniti-sukses-dengan-lebih-realistis.html&amp;t=Meniti%20Sukses%20Dengan%20Lebih%20Realistis" id="facebook_share_button_1024" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1024') || document.getElementById('facebook_share_icon_1024') || document.getElementById('facebook_share_both_1024') || document.getElementById('facebook_share_button_1024');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1024') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/meniti-sukses-dengan-lebih-realistis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Efek Kritik Terhadap Motivasi Diri</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=efek-kritik-terhadap-motivasi-diri</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 02:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[dikritik]]></category>
		<category><![CDATA[efek kritik]]></category>
		<category><![CDATA[mengkritik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1005</guid>
		<description><![CDATA[Mengkritik dan di kritik. Dua komponen yang menurut saya ada ikatan bathin yang begitu kuat. Keduanya, sama-sama saling merindukan. Subyek kritik membutuhkan obyek sebagai tumpuan kritis, sementara obyek kritik memerlukan reaksi kritis sebagai sarana pengembangan kualifikasi. Terjadinya kritik disebabkan adanya ketidak sesuaian, penyimpangan ataupun lepasnya batas-batas normatif dalam pandangan obyektif pelaku kritik. Tentu pandangan masing-masing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fefek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fefek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong>Mengkritik dan di kritik.</strong> Dua komponen yang menurut saya ada ikatan bathin yang begitu kuat. Keduanya, sama-sama saling merindukan. Subyek kritik membutuhkan obyek sebagai tumpuan kritis, sementara obyek kritik memerlukan reaksi kritis sebagai sarana pengembangan kualifikasi.</p>
<p>Terjadinya kritik disebabkan adanya ketidak sesuaian, penyimpangan ataupun lepasnya batas-batas normatif dalam pandangan obyektif pelaku kritik. Tentu pandangan masing-masing pelaku kritik didasari dari latar belakang ilmu pengetahuan dan pengalamannya secara menyeluruh.</p>
<p>Artinya kritik pun bisa bermakna subyektif bisa pula bermakna obyektif. namun nilai kritik akan sangat bisa di terima, tentunya, jika sudah melalui seleksi mayoritas  atas pandangan yang obyektif.<span id="more-1005"></span></p>
<p>Situasi kondisi dalam hal ini. Sangat mudah kita saksikan. Baik itu di wilayah public, maupun dalam wilayah-wilayah yang lebih kecil. Misalnya lingkungan sekitar. Atau bisa juga dalam sebuah komunitas tertentu. Prilaku kritik mengkritik sangat mudah di jumpai dimana saja. dalam konteks sesuai dengan wilayah masing-masing.</p>
<p>Yang menarik disini adalah hakikat mengkritik dan efek yang di timbulkannya. Disinilah porsi yang akan banyak memainkan peran.</p>
<p><strong>Misalnya :</strong></p>
<ul>
<li><strong>Kasus #1</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Seorang mahasiswa bernama budi mengkritik cara mengajar dosennya yang tidak kreatif, teks book banget. Cuma bisa menerangkan apa yang ada di buku. Tidak mencoba mengajak mahasisea berdiskusi. Sehingga proses belajar mengajar di kelas terasa membosankan.</p></blockquote>
<ul>
<li><strong>Kasus #2</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Budi mengkritik, bahwa cara mengajar dosennya monoton. Cara berpakaiannya juga tidak necis. Sudah ketinggalan zaman. Sehingga mahasiswa merasa terganggu akan hal itu. Akibatnya semangat belajar makin buruk. Mendingan cepat-cepat diganti saja deh.</p></blockquote>
<p>Pandangan budi pada kasus #1 menurut saya sudah menggunakan pandangan yang obyektif. sebab, cara mengajar seperti itu, sudah tidak layak lagi. Mahasiswa memerlukan improvisasi guna menggali potensi dan membuka cakrawala berfikir yang lebih luas, kritis dan dinamis.</p>
<p>Sedangkan pada kasus #2. sifatnya sangat subyektif. Cenderung menyerang pribadi dan tidak obyektif.</p>
<p><em>Melakukan kritik punya ilmu juga. jika kritik dilakukan secara sembarangan. Maka yang di hasilkan bukanlah output yang baik. Melainkan bisa membuka potensi konflik.</em></p>
<p>Jika kritik dilakukan dengan menggunakan cara #1. Maka besar kemungkinan obyek kritik kita akan bisa menerimanya. Walaupun presentasinya tidak selalu memuaskan. Sebab ada juga obyek kritik yang tidak mudah menerima kritikan. Kecuali di sampaikan dengan sangat hati-hati.</p>
<h3>Efek Kritik Terhadap Motivasi Diri</h3>
<p>Mengkritik sebaiknya di barengi dengan semangat untuk membenahi. Semangat untuk menciptakan kondisi yang lebih baik daripada sebelumnya. bukan sebaliknya. Jadi jikapun terjadi sebaliknya, berarti ada yang konslet dari proses kritik mengkritik itu. Dan disitulah yang musti dibenahi.</p>
<blockquote><p>Di internet, proses kritik ini masih mudah kita temui. Saya sendiri mendapat kritikan dari beberapa teman pembaca setia blog ini. Dengan berbagai versi dan bahasa kritik masing-masing. Intinya, mereka menemukan cela kosong yang saya tidak ketahui. Dan mereka peduli akan hal itu. Saya bisa memahami dan bahkan berterima kasih untuk itu.</p></blockquote>
<p>Mengkritik dan di kritik dalam lingkup sesama blogger. Seperti contoh kecil yang saya alami itu. Sebaiknya di pelihara dalam kerangka untuk saling mengisi dan mengontrol. Bukan untuk saling menjatuhkan dan merebut pengaruh pembaca.</p>
<p>Proses seperti itu akan sangat membantu dalam hal peningkatan kualitas diri kita masing-masing. Namun tetap bersikap hati-hati. Cerdas dan santun. Agar proses kritik itu tidak memberi kesan menggurui ataupun mendikte. Sekaligus membanggakan diri sendiri. Sebab, karakter blogger adalah individu yang independent, bebas namun memiliki jati diri. Jadi saling menghargai harus selalu di kedepankan.</p>
<p>Dalam kehidupan sosial secara umum, kritik mengkritik kerap terjadi. saya yakin dengan menjaga prinsip-prinsip saling menghormati, realistis dan menggunakan teknik komunikasi yang cerdas, maka kritik akan menjadi perbuatan yang menyenangkan.</p>
<p>Mudah-mudahan celoteh saya yang ga penting ini bisa memberi inspirasi tentang cara mengkritik dan bagaimana sebaikya menyikapi kritik..</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fefek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html&amp;t=Efek%20Kritik%20Terhadap%20Motivasi%20Diri" id="facebook_share_button_1005" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1005') || document.getElementById('facebook_share_icon_1005') || document.getElementById('facebook_share_both_1005') || document.getElementById('facebook_share_button_1005');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1005') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/efek-kritik-terhadap-motivasi-diri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbeda Pendapat itu Indah</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/berbeda-pendapat-itu-indah.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=berbeda-pendapat-itu-indah</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/berbeda-pendapat-itu-indah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 11:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[moral]]></category>
		<category><![CDATA[pendapat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=995</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda setuju bahwa berbeda pendapat itu indah? Tiga hari belakangan ini. Blog saya sangat akrab dengan kata Pendapat. Sebelumnya saya membuka kesempatan untuk menerima Jajak Pendapat dari rekan-rekan sekalian. Sekarang saya coba lagi mengangkat tema Pendapat, dalam Perspektif “esensi perbedaan”. Bahwa prinsipnya berbeda itu indah. Posting kemarin, yang di tulis oleh mas Agus Siswoyo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fberbeda-pendapat-itu-indah.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fberbeda-pendapat-itu-indah.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-997" title="beda pendapat" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2010/02/beda-pendapat.jpg" alt="" width="137" height="93" />Apakah anda setuju bahwa berbeda pendapat itu indah?</p>
<p>Tiga hari belakangan ini. Blog saya sangat akrab dengan kata Pendapat. Sebelumnya saya membuka kesempatan untuk menerima <a href="http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/interupsi-jajak-pendapat-sudah-saya-terima.html" target="_blank">Jajak Pendapat</a> dari rekan-rekan sekalian. Sekarang saya coba lagi mengangkat tema Pendapat, dalam Perspektif “<em>esensi perbedaan”</em>. Bahwa prinsipnya berbeda itu indah.</p>
<p>Posting kemarin, yang di tulis oleh mas <a href="http://agussiswoyo.com/" target="_blank">Agus Siswoyo</a> yang mengangkat tema <a href="http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/blogger-moralis-dipuji-atau-dicekal.html" target="_blank">Blogger Moralis</a>. Cukup menarik respon kritis dari berbagai teman-teman blogger.</p>
<p>Tidak seperti biasa, kolom komentar rata-rata panjang dan argumentatif. Saya sendiri, cukup tercengang dan terpaku melihat respon yang luar biasa itu. Apa yang bisa terlihat disitu? Perbedaan pendapat. Bener tidak?<em> (koreksi jika saya salah)<span id="more-995"></span><br />
</em></p>
<p>Seperti yang sudah saya tulis di kolom komentar, bahwa saya tadinya tidak menyetujui artikel mas Agus itu. Sebab kalau saya lihat dari pengamatan saya. Artikel ini berpotensi menjadi perdebatan panjang. Karena tema yang di angkat termasuk popular. Tapi karena saya tak ingin menjadi blogger egois dan tidak menghargai perbedaan pendapat, makanya artikel itu saya approve.</p>
<p>Sebenarnya saya cukup letih berada dalam lingkaran “perbedaan” yang berkepanjangan. Hampir lima tahun kuliah di fakultas ilmu politik, cukup membuat otak saya tak asing lagi dengan perbedaan-perbedaan. Mempertentangkan nilai-nilai,  kebenaran, relativitas, moralitas dan faham-faham lain yang cukup dalam untuk di perbincangkan. Tapi bukan berarti saya anti berbeda pendapat. Tidak sama sekali. Cuma saya rasa porsinya agag saya kurangi.</p>
<p>Karena dua artikel sebelumnya yang lekat dengan wacana perbedaan. Saya pun akhirnya mencari referensi di google dengan kata kunci perbedaan pendapat. Hal ini saya lakukan semata-mata sebagai tambahan  ide agar saya mendapatkan pemahaman yang obyektif tentang arti perbedaan pendapat.</p>
<p><em>Dari beberapa artikel yang saya baca, di campur dengan subyektifitas saya sendiri. saya berkesimpulan bahwa,</em></p>
<blockquote><p>Perbedaan itu adalah suatu keniscayaan. Perbedaan pendapat itu suatu kejadian yang pasti terjadi. Tak ada manusia yang tidak berbeda. Secara fisik anak kembar mungkin bisa serupa, namun secara mental, anak kembar belum tentu sama.</p></blockquote>
<blockquote><p>Jangankan anak kembar, jika kebetulan kita masuk ke suatu ruangan dan menemukan ada orang yang berpakain percis dengan cara berpakaian kita. rasanya <em>agag gimana gitu.</em>. ada rasa canggung dan salah tingkah. Itu pengalaman saya kalau bertemu dengan seseorang,  yang kebetulan,  berpakaian sama dengan saya waktu itu. Pesannya adalah, “saya tidak ingin sama”.</p></blockquote>
<p><strong>Contoh lain,</strong></p>
<blockquote><p>Hubugan cinta suami istri, beberapa kali  saya membaca dan mendengar, baik di majalah Koran ataupun TV. Alasan sepasang suami istri memutuskan untuk menikah, katanya karena ada persamaan pandangan. Merasa ada chemistry  Namun belakangan, mereka sering bertengkar. Kenapa? karena persamaan pandangan sudah mulai tidak sama. Mulai Berbeda!</p></blockquote>
<p>Ringkasnya, sampai kapanpun kita akan sering mengalami perbedaan. Termasuk dalam lingkungan yang mungkin kita anggap aman-aman saja. harmonis dan tidak ada pertentangan yang berarti. Kita baru sadar, jika perbedaan itu sudah meruncing dan mengancam perpecahaan yang menyedihkan.</p>
<p>Makanya perbedaan pendapat bagi saya tetap merupakan suatu kejadian yang indah. Sejuk dan menyegarkan. <em>Jika! </em>perbedaan itu di bentengi dengan perasaan yang baik. dengan asumsi yang positif. Dengan maksud yang jauh dari unsur-unsur pemecahan. Perbedaan bisa di sikapi sebagai elemen pelengkap bagi keterbatasan kita sebagai individu.</p>
<p><em>Sedangkan dalam konteks mempertentangan “kepentingan”. Ini adalah hal lain yang perlu di kupas dalam kesempatan berbeda. Sebab unsure “kepentingan” disini akan sangat subyektif. Walaupun argumentasinya mengandung pemikiran yang obyektif. mohon hal ini disadari sebagai wacana yang berbeda.</em></p>
<p>Mungkin sekian dulu respon saya tentang hakikat berbeda pendapat. Jika di rasa kurang dalam dan kurang menggigit. Silahkan di perdalam dalam versi rekan-rekan.</p>
<p>Salam hangat..</p>
<p><em>Berbeda itu indah..</em></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fberbeda-pendapat-itu-indah.html&amp;t=Berbeda%20Pendapat%20itu%20Indah" id="facebook_share_button_995" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_995') || document.getElementById('facebook_share_icon_995') || document.getElementById('facebook_share_both_995') || document.getElementById('facebook_share_button_995');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_995') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/berbeda-pendapat-itu-indah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berikan Karakter Motivasi Untuk Menggugah</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/berikan-karakter-motivasi-untuk-menggugah.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=berikan-karakter-motivasi-untuk-menggugah</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/berikan-karakter-motivasi-untuk-menggugah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 17:40:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[karakter manusia]]></category>
		<category><![CDATA[karakter motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[karakter pembelajar]]></category>
		<category><![CDATA[pengamat]]></category>
		<category><![CDATA[perenung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=950</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum masuk ke substansinya. Bagaimana mambangun atau memberi karakter terhadap Motivasi yang memiliki daya gugah yang memaksa. Ada baiknya kita sama-sama sepakati bahwa umumnya ada 2 cara seseorang mendapatkan motivasi. Yaitu dari dalam dan dari luar diri kita masing-masing. Dan proses itu boleh di istilahkan sebagai “proses penyerapan motivasi”. Namun pada prakteknya, keduanya tidak dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fberikan-karakter-motivasi-untuk-menggugah.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fberikan-karakter-motivasi-untuk-menggugah.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sebelum masuk ke substansinya. Bagaimana mambangun atau memberi karakter terhadap Motivasi yang memiliki daya gugah yang memaksa. Ada baiknya kita sama-sama sepakati bahwa umumnya ada 2 cara seseorang mendapatkan motivasi. Yaitu dari dalam dan dari luar diri kita masing-masing. Dan proses itu boleh di istilahkan sebagai “<em>proses penyerapan motivasi</em>”.</p>
<p>Namun pada prakteknya, keduanya tidak dapat di pisahkan. Saling bersinggungan dan saling melengkapi. Jika kita melihat bahwa menjadi orang kaya itu enak. Maka proses motivasi terjadi melalui proses komunikasi kedalam diri kita. jika di dalam menerima dengan baik. maka out put yang dihasilkan akan terlihat maksimal. Jika tidak maka hasilnya pun akan sebaliknya. Mungkin bisa kacau bahkan berpotensi menimbulkan stress.</p>
<p>Seorang yang punya cita-cita menjadi orang kaya tentu sudah melalui proses “penyerapan motivasi”. Motivasi yang di peroleh dari dalam dan luar sekaligus. Proses itulah yang akhirnya terkemas dalam sebuah cita-cita luhur manusia. Maka dari itu, seharusnya cita-cita atau isilah yang lebih mendalam biasa di sebut impian, seharusnya rasional dan bisa di cerna dengan logika. Bukan semata-mata daftar target yang ingin di capai. Tapi sudah merupakan alur yang hidup yang bisa mendorong kita melakukan apapun untuk mewujudkannya.<span id="more-950"></span></p>
<p>Tapi untuk sampai ke prose situ. Proses yang membuka pintu kesadaran. Membutuhkan ketajaman berfikir dan mencerna secara menyeluruhm utuh dan mendalam. Alam sadar dan tidak sadar perlu di benturkan. Sebab terkadang bahwa apa yang kita lihat dan apa yang kita inginkan bisa menjadi bias atau abstrak. Sebab tidak adanya kejelasan makna secara deskriptif. Akibatnya distorsi yang bising akan menjadi gejolak yang tak terkendali</p>
<p>Bisa jadi ketika kita melihat orang kaya, seketika itu pula kita langsung kagum dan serta merta keinginan itu masuk kedalam hati dan berucap “bagaimana yah caranya agar saya seperti itu?”. Disini ada proses komunikasi antara apa yang kita lihat dan efeknya dengan apa yang kita rasakan. Jika kejadian dan pengalaman itu bisa kita eksekusi menjadi cita-cita baru kita. berarti proses penyerapan motivasi itu berdampak efektif terhadap diri kita.</p>
<p>Tapi jika tidak, itu berarti prosesnya tidak mampu menembus benteng pertahanan diri kita sendiri. Artinya walau kita menginginkan itu, tapi sungguhnya didalam hati kita menolaknya lebih keras dari apa yang kita ucapkan. Untuk masalah penolakan hati ini, dengan sangat lengkap di jelaskan dalam buku Karya Erbe Sentanu-Quantum Ikhlas. Tapi demi kejelasan artikel ini akan saya selesaikan semaksimal mungkin. <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Disini saya tertarik untuk mengupas, bagaimana agar daya serap motivasi yang masih abu-abu itu. Supaya lebih jelas dan berkarakter. Dengan harapan, proses itu, nantinya akan semakin kuat dan mampu menyentuh ke hati kita yang terdalam. Sekaligus memberikan percikan rasionalitas. Agar logika bisa memberika alasan yang di terima oleh hati.</p>
<p>Menurut hemat saya, cara sederhana namun cukup ampuh yaitu memanipulasi proses masuknya motivasi itu. Kita akan coba mendeteksi keberadaan diri kita.</p>
<p>Berikut ini karakter yang saya tawarkan :</p>
<ul>
<li><strong>Karakter Pembelajar :</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Ketika seorang pembelajar melihat orang kaya, ia akan bertanya dan mencerna. Kenapa orang itu bisa menjadi kaya? Apa yang dilakukannya dan apa trik dan kiatnya sehingga ia bisa seperti itu? Pembelajar akan memposisikan diri sebagai subyek yang memiliki keterbatasan pengetahuan.Posisi ini akan mengajak kita untuk mau <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/kembali-ke-dasar.html" target="_blank">kembali ke dasar</a>.</p>
<p>Berdiri di sudut pembelajar, akan memancing rasa ingin tahu dan mendorong untuk melakukan tindakan-tindakan pembelajaran. Berawal dari pertanyaan-pertanyaan sederhana. pada akhirnya ia akan sampai kepada rumusan sederhana. dengan berusaha menjawab pertanyaannya sendiri. <span style="color: #000080;">Besar kemungkinan semua jawabannya akan mengarah kepada solusi yang lebih realisits</span>.</p></blockquote>
<ul>
<li><strong>Karakter Perenung :</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Seorang perenung akan lebih banyak mengoreksi diri sendiri, ketika ia melihat seseorang yang di anggap melebihi kapasitasnya. Karakter ini sangat baik untuk mengikis kepribadian yang selama ini enggan mengakui kekurangan. Ketika ia melihat orang yang lebih kaya dari dia, ia akan merenungi kenapa saya belum juga kaya? Padahal sudah banyak usaha yang saya lakukan. Dimana kekurangan saya? Kenapa bisa begini dan apa yang selanjutnya perlu saya lakukan? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang berusaha mengangkat sisi non-produktif sang perenung.</p></blockquote>
<ul>
<li><strong>Karakter pengamat :</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Karakter ini lebih bijaksana dan berimbang dalam melihat suatu kondisi. Karakter ini sangat cocok untuk melakukan analisis mendalam, kenapa si A bisa jadi kaya dan si B tidak? Maka tidak heran, seorang pengamat, akan bersikap sangat anggun ketika melihat orang yang lebih kaya. Sebab ia tahu, bahwa semua itu pasti ada unsur-unsur yang membentuk kualitas seseorang. Apakah ia orang kaya atau orang miskin.</p></blockquote>
<p>Nah.. di posisi mana anda ketika melihat orang lain yang lebih sukses dari anda? Tidak perlu di jawab.</p>
<p>Sebab karakter ini tidak untuk dijadikan personifikasi diri anda. Tapi karakter ini saya coba tawarkan untuk kita pergunakan sebagai upaya merekatkan label terhadap proses motivasi yang akan kita peroleh di kemudian hari.</p>
<p>Coba bayangkan, ketika anda melihat orang yang sukses. Pada saat itu rasa simpatik dan kagum jelas terpancar di wajah anda. Kira-kira bagaimana memetik moment itu agar memiliki daya gugah terhadap diri kita sendiri?</p>
<p>Nah, kita bisa gunakan ketiga karakter itu. Apakah sebagai pembelajar, perenung atau pengamat? Terserah anda mau gunakan yang mana. Yang terpenting, adalah dalam rangka usaha menceburkan motivasi itu kedalam hati, tidak terjadi distorsi. Sebab jika itu terjadi. Maka bisa jadi bukan motivasi yang akan anda peroleh, melainkan rasa iri dan cemburu yang menyesatkan. Bahkan bisa jadi bahan gossip yang gurih.</p>
<p>Pokoknya berusahalah melihat dengan sudut pandang yang bisa mempengaruhi hati anda agar mau menerima kenyataan itu dan menjadikannya dorongan atas kemajuan diri sendiri. titik. Selesai.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fberikan-karakter-motivasi-untuk-menggugah.html&amp;t=Berikan%20Karakter%20Motivasi%20Untuk%20Menggugah" id="facebook_share_button_950" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_950') || document.getElementById('facebook_share_icon_950') || document.getElementById('facebook_share_both_950') || document.getElementById('facebook_share_button_950');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_950') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/berikan-karakter-motivasi-untuk-menggugah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Ide dan Motivasi” Bersatu Untuk Menang!</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/%e2%80%9cide-dan-motivasi%e2%80%9d-bersatu-untuk-menang.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=%25e2%2580%259cide-dan-motivasi%25e2%2580%259d-bersatu-untuk-menang</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/%e2%80%9cide-dan-motivasi%e2%80%9d-bersatu-untuk-menang.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 13:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[menciptakan motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[termotivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=935</guid>
		<description><![CDATA[Ide adalah suatu gagasan mentah. Belum memiliki makna, sampai ide itu terealisasi. Hampir semua orang punya ide. semua orang bisa saja memiliki segudang ide. Tapi tanpa adanya tindakan yang mengikuti, ide itu hanyalah wacana kering tanpa makna. Masalahnya banyak orang punya ide, tapi tidak ada gairah untuk mejadikannya sebagai sebuah kejadian yang membanggakan. Sekali lagi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2F%25e2%2580%259cide-dan-motivasi%25e2%2580%259d-bersatu-untuk-menang.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2F%25e2%2580%259cide-dan-motivasi%25e2%2580%259d-bersatu-untuk-menang.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-936" title="air" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2010/01/air.jpg" alt="" width="150" height="113" />Ide adalah suatu gagasan mentah. Belum memiliki makna, sampai ide itu terealisasi. Hampir semua orang punya ide. semua orang bisa saja memiliki segudang ide. Tapi tanpa adanya tindakan yang mengikuti, ide itu hanyalah wacana kering tanpa makna.</p>
<p>Masalahnya banyak orang punya ide, tapi tidak ada gairah untuk mejadikannya sebagai sebuah kejadian yang membanggakan. Sekali lagi, hanya tersimpan rapih di pikiran dan lama-kelamaan tandus di makan usia.</p>
<p>Keadaan itu disebabkan karena  tidak adanya motivasi yang kuat. Tidak ada pendorong dan  penarik yang hebat. Low of attraction-nya tidak bekerja dengan baik. Kalaupun ada tekanannya tidak sedahsyat ide yang di usung. Sehingga ide terlihat malu-malu dan mungkin juga minder. Makin hari makin terkikis oleh sugesti negative yang meng-amputasi idenya sendiri.<span id="more-935"></span></p>
<p>Sebuah gagasan atau ide bisa terlihat luwes dan berani, terhembus keluar dengan gagah berani, karena adanya Motivasi yang hebat. Sehingga siapapun orangnya, bisa merasa bangga dan pantas, bahwa idenya memang layak di realisasikan.</p>
<blockquote><p>Untuk menguji, apakah gagasan atau ide itu berdaya motivasi yang hebat. Kita perlu menjawab pertanyaan sederhana ini yaitu; “apa dan mengapa?”. Kita bisa bermai-main dengan pertanyaan sederhana ini. Kita bisa mengolah dan menempatkan pertanyaan kecil itu dalam setiap ide yang kita dapatkan. Ide apa saja. apakah ide bisnis, ide menulis, ide tema blog dan ide-ide lainnya.</p></blockquote>
<p>Apapun jawabannya, disinilah kita bisa mengukur seberapa hebat dan seberapa kuatnya motivasi yang kita miliki.</p>
<p>Menemukan ide dan sekaligus meniupkan ruh motivasi didalamnya bukanlah perkara tiba-tiba. Ide yang berenergi adalah ide yang di tangkap, di fikirkan dan di kemas sedemikian rupa yang menghasilkan output yang mendekati sempurna.</p>
<p>Sekali lagi, jawaban klasik yang sangat popular dan masih di akui sebagai tolak ukur ketahanan untuk tetap konsisten melakukan semuanya adalah “proses”. Kolaburasi antara ide dan motivasi harus di uji dalam proses yang berkesinambungan. Memunculkan ide dan meniupkan ruh motivasi hebat didalamnya, perlu proses latihan yang terus menerus. Sampai akhirnya kita menemukan kepercaya diri dan terlatih untuk mengemas setiap ide yang bisa kita ikat.</p>
<p>Seiring dengan waktu, sejalan dengan kematangan karakter kita. maka semua itu akan menciptakan kekuatan yang mumpuni. Sebagai modal kita untuk melakukan apapun yang kita inginkan.</p>
<p>Sebab, kejadian-kejadian yang kita alami selama ini, adalah buah dari implementasi ide yang kita miliki. Kita berfikir bahwa bekerja di kantor besar akan memberikan kehidupan yang layak. Hasilnya bisa benar bisa tidak. Yang merasa yakin dan beruntung, karena memang ia sudah menuai imbalan yang setimpal. Maka ia akan yakin dan sangat termotivasi. Maka semakin pede-lah ia dengan idenya.</p>
<p>Saya berfikir bawah berbisnis lebih menyenangkan ketimbang bekerja. Berbisnis bisa memberikan kebebasan financial buat saya. Bisa ya bisa juga tidak. Semua itu akan di buktikan dengan proses.</p>
<blockquote><p><span style="color: #333399;">Dan dari proses itu kita akan sangat banyak menuai efek – efek. Baik itu efek psikologis, peningkatan skill, pengalaman, kematangan emosional dan seterusnya. Disinilah arena ide dan motivasi itu bermain. Jika bertemu dan klop dengan apa yang kita lakukan, maka hasilnya akan dahsyat. Saya yakin itu! Bukan hanya imbalan materi yang akan kita terima. Tapi imbalan yang lebih dari itu akan kita rasakan, yaitu kepuasa bathin yang sesungguhnya.</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #333399;"> </span></p>
<p>Maka dari itu saya berkeyakinan bahwa ide dan motivasi hendaknya di pertemukan, disinergikan dan tempatkan dalam porsi yang tepat. Agar kita bisa memenangkan dan merebut target impian kita..</p>
<p>Selamat mencoba!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2F%25e2%2580%259cide-dan-motivasi%25e2%2580%259d-bersatu-untuk-menang.html&amp;t=%E2%80%9CIde%20dan%20Motivasi%E2%80%9D%20Bersatu%20Untuk%20Menang%21" id="facebook_share_button_935" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_935') || document.getElementById('facebook_share_icon_935') || document.getElementById('facebook_share_both_935') || document.getElementById('facebook_share_button_935');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_935') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/%e2%80%9cide-dan-motivasi%e2%80%9d-bersatu-untuk-menang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percayalah, Waktunya Akan Tiba!</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/percayalah-waktunya-akan-tiba.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=percayalah-waktunya-akan-tiba</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/percayalah-waktunya-akan-tiba.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 22:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[merancang sukses]]></category>
		<category><![CDATA[waktunya untuk sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=928</guid>
		<description><![CDATA[Masing-masing dari kita pasti sudah mengetahui, bahwa hidup kita ini sudah di kasih durasi waktu tertentu. Tak ada yang dapat bocoran, kapan waktu kita habis. Berapa lama kita di beri kesempatan berkiprah di dunia ini. Sampai akhirnya kita di panggil untuk menghadap Sang Ilahi. Dalam perjalanan hidup, kita pun tidak tahu, kapan kita bisa mencapai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpercayalah-waktunya-akan-tiba.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpercayalah-waktunya-akan-tiba.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-929" title="waktu untuk sukses" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2010/01/waktu-untuk-sukses.jpg" alt="" width="116" height="116" />Masing-masing dari kita pasti sudah mengetahui, bahwa hidup kita ini sudah di kasih durasi waktu tertentu. Tak ada yang dapat bocoran, kapan waktu kita habis. Berapa lama kita di beri kesempatan berkiprah di dunia ini. Sampai akhirnya kita di panggil untuk menghadap Sang Ilahi.</p>
<p>Dalam perjalanan hidup, kita pun tidak tahu, kapan kita bisa mencapai semua hasrat dan keinginan duniawai kita. kita hanya menjalankan apa yang ada di depan mata. Kita hanya melakukan apa yang terjangkau oleh akal fikiran kita.</p>
<p>Apapun yang terjadi di kemudian hari, hanyalah sebatas usaha kita untuk mendekat ke arah itu. Tanpa kita bisa tahu persis secara detail, apa yang sebelumnya kita rencanakan tersebut, apakah bisa terwujud “sesuai dengan yang kita rencanakan secara detail”. Kita hanya berusaha mendekatinya. Tidak lebih dari itu. Karena kesempurnaan, sekali lagi “hanya milik sang Ilahi”.<span id="more-928"></span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Namun demikian, sebagai manusia biasa. Sungguh! menjalankan hidup ini adalah suatu kewajiban. Meniti kehidupan ke arah yang lebih baik, sudah menjadi fitrah manusia. Kondisi kita tidak akan pernah berubah, jika kita hanya menunggu diam dan pasrah, tanpa melakukan apa-apa. Dengan dalih bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur. Sebab dalam ajaran saya (islam) menyebutkan, bahwa <em>Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu sendiri tidak merubahnya. Allah tidak akan merubah diri kita, sampai kita sendiri yang merubahnya</em>.</span></p></blockquote>
<p>Jadi dengan kondisi apapun kita saat ini, kita tetap di dorong untuk melakukan sesuatu, berbuat, bertindak dengan bermodalkan hati dan fikiran yang sudah di anugerahkan kepada kita. segala tantangan dan cobaan pastilah ada dan itu memang harus kita lalui dengan segala keberanian dan penerimaan yang dalam. Tanpa cobaan yang berarti, maka pencapaian kitapun, akan berarti biasa – biasa saja. kita tidak akan merasakan pesan mulia yang ada didalam pencapaian kita itu.</p>
<p>Dalam konteks hidup sukses, kita harus percaya bahwa masing-masing di antara kita di beri kesempatan untuk sukses. Hanya masalahnya apakah kita mau mengambil kesempatan itu atau tidak. Atau kita merasa cukup dengan keadaan kita saat ini. Jika kita memilih cukup, berarti kita tidak perlu terlalu berfikir banyak. Kita hanya di tuntut untuk mempertahankan yang ada. Tapi jika kita memilih untuk sukses lebih dari yang sekarang, berarti kita perlu melakukan sesuatu yang lebih daripda sekarang.</p>
<p>Proses menuju sukses, pasti dan sepertinya sudah merupakan hukum alam, ada tantangan yang harus kita hadapi. Itulah hadiah yang harus kita kemas menjadi sajian yang manis untuk dinikmati. Bukan menghujat atau menolak tantangan itu dan berasumsi, bahwa cobaan itu adalah <em><span style="color: #000080;">Penindasan Sang Ilahi Kepada hamba-Nya</span></em>.</p>
<p>Kita hanya perlu menambah kesabaran kita, kita hanya perlu <a href="http://www.fadlymuin.com/filsafat-hidup/apa-syarat-untuk-bahagia-selamanya.html" target="_blank">menciptakan kebahagiaan</a> kita. kita hanya perlu mengikis perasaan <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/kecewa-iri-dan-dengki-adalah-sifat-yang-menyenangkan.html" target="_blank">kecewa, iri dan dengki</a> kita. kita hanya perlu mereduksi semua itu menjadi sebuah pemahaman yang positif sebagai modal sugesti di dalam diri kita dan pada akhirnya mampu membangkitkan motivasi hebat untuk terus memperbaiki diri.</p>
<p>Kita tak perlu ragu, sebab masing-masing kita sudah  di berikan waktu untuk berusaha, dan sudah di tetapkan, kapan waktu kita akan sukses. Tapi semua itu masih bersifat rahasia sampai kita bisa mencapai titik itu dengan gagah berani.</p>
<p>*Yuk, mari tanamkan di hati kita masing-masing. Bahwa “waktu saya pasti akan datang”</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fpercayalah-waktunya-akan-tiba.html&amp;t=Percayalah%2C%20Waktunya%20Akan%20Tiba%21" id="facebook_share_button_928" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_928') || document.getElementById('facebook_share_icon_928') || document.getElementById('facebook_share_both_928') || document.getElementById('facebook_share_button_928');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_928') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/percayalah-waktunya-akan-tiba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali Ke Dasar</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/kembali-ke-dasar.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kembali-ke-dasar</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/kembali-ke-dasar.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 04:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>
		<category><![CDATA[kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[kembali ke dasar]]></category>
		<category><![CDATA[memulai hidup]]></category>
		<category><![CDATA[merintis sukses]]></category>
		<category><![CDATA[pondasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[Makna kembali ke dasar, mengingatkan saya di masa-masa memasuki dunia sekolah sampai ke jenjang perguruan tinggi. Masuk tk saya harus memulianya dari tk A. masuk SD saya harus memulainya dari kelas 1. Masuk SMP saya harus memulainya dari kelas 1 pula, SMA juga begitu. Hingga perguruan tinggi, saya pun harus memulai dari semester 1. Tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fkembali-ke-dasar.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fkembali-ke-dasar.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-885" title="basic" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2010/01/basic.jpg" alt="" width="127" height="95" />Makna kembali ke dasar, mengingatkan saya di masa-masa memasuki dunia sekolah sampai ke jenjang perguruan tinggi. Masuk tk saya harus memulianya dari tk A. masuk SD saya harus memulainya dari kelas 1. Masuk SMP saya harus memulainya dari kelas 1 pula, SMA juga begitu. Hingga perguruan tinggi, saya pun harus memulai dari semester 1.</p>
<p>Tak ada jenjang pendidikan itu yang saya langkahi langsung ke kelas 2 atau 3 atau ke jenjang yang lebih tinggi. Semuanya harus saya <strong>mulai dari dasar</strong>.<span id="more-884"></span></p>
<p>Sungguh akan terlihat aneh dan kikuk, jika kita memulai semua jenjang pendidikan kita pada kelas yang lebih tinggi. Bayangkan jika sorang anak usia 6 tahun langsung masuk ke sd kelas 4 atau 5. atau anak usia 10 tahun langsung di masukkan ke sma kelas 2 dan seterusnya. Akan terjadi kekacuan dalam proses pendidikan kita. mungkin para orang tua akan berlomba-lomba untuk measukkan anaknya ke sekolah yang langsung tinggi. Supaya tidak repot-repot lagi membayar uang sekolah yang semakin tinggi.</p>
<p>Mari kita proses cara berfikir ini dalam konteks kehidupan untuk menjadi orang sukses. Tapi sebelumnya mari kita satukan persepsi tentang arti kesuksesan.</p>
<ul>
<li><em>Menjadi sukses artinya bisa dalam konteks spiritual bisa juga dalam konteks matrealis. Namun yang lebih bijaksana, kedua-duanya sedapat mungkin seimbang. Sebab jika tidak, maka kesuksesan itu akan bermakna miring. Artinya sukses itu menjadi cepat kaya tanpa melakukan apa-apa. Sukses bisa saja karena mendapat warisan dan hdup berfoya-foya. Sukses juga khan? Tapi sayangnya bukan itu makna sukses yang kita maksud.</em></li>
</ul>
<ul>
<li><em>Sukses dengan kandungan spiritual didalamnya, akan mengantarkan kita kepada pemahaman dan pengendalian diri menuju pencapaian yang ideal. Dapat harta dapat juga makna nilai-nilai didalamnya. Sehingga kita bisa mencapai  sinergi antara “proses pencapaian” dan “hasil dari prose situ”.</em></li>
</ul>
<p>Jadi, jika kita ingin mencapai sukses. Maka perlu kiranya kita menyadari, pentingnya melakukan hal-hal yang bersifat mendasar. Kita perlu tahu dulu apa dan bagaimananya, sesuatu yang ingin kita lakukan tersebut. Agar kedepan kita tidak akan menemukan kenyataan yang akan mendorong kita mundur ke belakang. Atau mungkin lebih pahitnya lagi bisa mematikan kita. menghentikan langkah kita secara Total.</p>
<p>Coba kita perhatikan sebuah gedung. Mungkin dari struktur bangunan, interior dan eksterior. Sebuah gedung akan terlihat megah, kokoh dan menarik. Tapi apakah kita pernah berfikir, bahwa kita tidak akan mempunyai persepsi seperti itu, jika bangunan itu di bangun tanpa pondasi yang kuat. Tanpa melakukan perhitungan yang mendasar atas kualitas pondasi. Dasar!</p>
<p>Coba bayangkan bangunan yang di bangun dengan pondasi yang seadanya, dan karena buru-buru ingin cepat selesai, maka kontraktornya merancang bangunan untuk segera di bangunkan lantai dua, tiga dan seterusnya. Apa jadinya gedung itu? Tidak perlu di bayangkan. Karena jawabannya sudah pasti, “hancur!”.</p>
<p>Pencapaian kesuksesan juga begitu. Ada hal-hal yang perlu kita landasi dengan pengetahuan dan pemahaman yang mendasar. <a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/gagal-dalam-berbisnis.html" target="_blank">Kegagalan mutlak kita lalui</a>, jika kita ingin sukses. Untuk itulah kita perlu kembali ke dasar. Kita perlu mengalami seleksi, sebelum melangkah lebih jauh. Ini bukan mengajak anda untuk mundur, tidak! Tapi saya ingin memberikan sebuah gambaran bahwa penyakit ingin cepat kaya, cepat pintar, cepat besar tanpa melalui proses  mendasar didalamnya. Sama saja membiarkan kita terlihat bodoh.</p>
<p>Sebuah tumbuhan, tidak akan tumbuh subur dan bagus, jika akarnya tidak sehat. Pohon akan  melukai batang-batang, ranting-ranting, daun-daun bahkan buahnya pun ikut rusak. Jika akarnya tidak sehat atau tidak memadai untuk menopang struktur didalam tumbuhan itu.</p>
<p>Memang, dalam konteks sukses, untuk kembali ke dasar, bagi kasus tertentu, akan terasa amat berat. Pertimbangan psikologis akan sangat mempengaruhi peringai kita untuk melakukan tindakan mendasar.</p>
<p>Seorang yang dulunya sukses, tapi karena satu dan lain hal ia terpuruk. Semua hancur berkeping. Tentu akan sulit dan tidak mudah untuk menerima semua ini dengan perasaan seperti tidak terjadi apa-apa. Pasti goncangan didalam diri, terjadi. Mempengaruhi semuanya.</p>
<p>Tapi mau tidak mau, dalam kondisi seperti itu, kita di tuntut untuk kembali ke dasar, merumuskan kembali hal-hal yang terlalikan selama ini. Kita di tuntut sekaligus di ajak kembali untuk memperkuat pertahanan dari dasar. Bukan memperkuatnya dari atas. Melainkan dari bawah.</p>
<p>Silahkan di renungkan, semoga bermanfaat!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fmotivasi-diri%2Fkembali-ke-dasar.html&amp;t=Kembali%20Ke%20Dasar" id="facebook_share_button_884" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_884') || document.getElementById('facebook_share_icon_884') || document.getElementById('facebook_share_both_884') || document.getElementById('facebook_share_button_884');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_884') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/kembali-ke-dasar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
