<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Motivasi Mental &#187; Kiat dan Tips</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/category/kiat-dan-tips/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Tentang Motivasi, Pengembangan Diri dan Bisnis Secara Umum</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Efek Negatif Di atas Angin. walah&#8230;</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=efek-negatif-di-atas-angin.-walah...</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 03:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat dan Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1208</guid>
		<description><![CDATA[Mumpung masih hangat, tulisan ini saya publish aja deh. Karena masih ada kaitannya dengan Review AS tempo hari. Rupanya, ada salah satu komentator yang jeli melihat poin dibalik artikel tersebut. Yang disoroti saat itu adalah mengenai ”efek negatif di atas angin” poin yang coba saya selipkan sebagai input pembangun. Bung Maksum, mengomentari bahwa agag sulit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Mumpung masih hangat, tulisan ini saya publish aja deh. Karena masih ada kaitannya dengan <a href="http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/review-blog-sahabat-agus-siswoyo-makin-bersinar.html" target="_blank">Review AS</a> tempo hari.</p>
<p>Rupanya, ada salah satu komentator yang jeli melihat poin dibalik artikel tersebut. Yang disoroti saat itu adalah mengenai ”efek negatif di atas angin” poin yang coba saya selipkan sebagai input pembangun.</p>
<p>Bung Maksum, mengomentari bahwa agag sulit menjaga diri kita ini untuk tidak terjebak dalam pusaran efek negative di atas angin itu.<span id="more-1208"></span></p>
<p>Saya mengamini, ada benarnya.. sebab manusia pada prinsipnya egois dan ada kecenderungan bersikap bangga terhadap pencapaiannya.</p>
<p>Walau demikian, bukan tidak mungkin kita bisa mengeliminir dan membatasi kekuasaan si ”ego” itu agar pengaruhnya tidak sampai menciptakan karakter kepribadian kita kepada pergaulan yang lebih luas. Tentu ini bisa merugikan diri kita sendiri bukan?</p>
<p>Nah, tanpa merasa menyerah, mas Maksum ”memaksa” saya  memberikan kiat-kiat agar kita bisa terhindar atau paling tidak mengeliminir gelagat itu.</p>
<p>Awalnya saya kurang minat untuk menjawab. Karena saya fikir ini sudah terlalu umum dan saya yakin di antara kita sudah sangat banyak yang mengetahui bagaimana sih menjadi pribadi-pribadi yang unggul. Banyak sekali buku-buku motivasi yang sudah menjawab hal itu.</p>
<p>Tapi okelah, dalam konteks ini. Kaitannya dengan ”efek negatif di atas angin” saya akan coba menjawab. Mungkin jawaban saya sangat sepele dan sudah tidak menggigit lagi. Tapi saya rasa masih relefanlah..</p>
<p>Dan perlu diingat, ini bukan dalam rangka menjadikan Mas Agus sebagai obyek kritis yah. Kebetulan pada artikel review tersebut berkembang wacana ini. jadi jangan salah paham yah&#8230; <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Berikut ini kiat-kiat sederhananya&#8230;</p>
<ul>
<li>Hindari Sikap ”Mudah Terlena” oleh keberhasilan sementara. Perlu diingat kawan, Sukses yang kita raih tidak serta merta bisa kita genggam layaknya sebuah benda kesayangan. Keberhasilan itu masih bersifat ”pencapaian sementara”. Suksesi itu masih berpeluang merosot jika kita tidak mempertahankannya. Maka sikap hati-hati. Adalah cara yang cukup bijak menurut saya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Pangkas Sikap ”Mudah Bangga Oleh Pujian. Kita tau, pujian itu ibarat gula. Kalau over konsumtif bisa menyebabkan penyakit diabetes, kencing manis dan sebagainya. Manis bukan berarti menyehatkan. Jadi hati-hatilah menyikapi pujian. Salah menyikapi bisa jadi boomerang bagi diri sendiri</li>
</ul>
<ul>
<li>Berusahalah ”Selalu Sejajar” dengan banyak golongan. Walau sudah berada di atas angin, populer dalam komunitas tertentu. Sebisa mungkin kita terhindar dari ekskusifitas diri. Setidaknya bisa menjaga supaya senantias sejajar dalam arti berwacana, bergaul dan berbaur. Agar tidak ketinggalan input-input positif dari orang-orang yang peduli kepada keberhasilan kita. Mirip dengan artis yang selalu berusaha untuk dekat dengan fans. Kira-kira begitu deh..</li>
</ul>
<ul>
<li>Berusahalah ”Menjaga Semangat” untuk tetap meningkatkan kualitas dibidang yang digeluti. Dengan kata lain, jangan mudah puas. Perlu juga diingat, roda kehidupan terus bergulir. Jika terbuai oleh keberhasilan sementara. Bisa dipastikan tidak akan lama, kita akan tertinggal oleh manusia-manusia tangguh yang terus berusaha menanjak.</li>
</ul>
<p>Itulah kiat singkatnya. Mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan Bung <a href="http://maksumpriangga.com/" target="_blank">Maksum</a>. Bagaimana menurut anda.. ada tambahan?</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com&amp;t=Efek%20Negatif%20Di%20atas%20Angin.%20walah..." id="facebook_share_button_1208" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1208') || document.getElementById('facebook_share_icon_1208') || document.getElementById('facebook_share_both_1208') || document.getElementById('facebook_share_button_1208');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1208') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>71</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips : Menyikapi Berita Kontroversial</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/tips-menyikapi-berita-kontroversial.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=tips-menyikapi-berita-kontroversial</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/tips-menyikapi-berita-kontroversial.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 13:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat dan Tips]]></category>
		<category><![CDATA[berita baru]]></category>
		<category><![CDATA[berita kontroversiail]]></category>
		<category><![CDATA[wacana aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum kita mulai membahas masalah berita kontroversi, ada baiknya kita pahami dulu substansi kontroversial itu sendiri. Kenapa sih sebuah berita atau informasi, bisa dikategorikan berita kontroversi? Secara definitive, silahkan anda cari di wikipedia atau lihat di kamus yah&#8230; Tapi Setahu saya, kontraversi adalah  hal-hal yang eksistensi dan substansinya,  bertentangan dengan nilai-nilai awam secara keseluruhan. Misalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fkiat-dan-tips%2Ftips-menyikapi-berita-kontroversial.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fkiat-dan-tips%2Ftips-menyikapi-berita-kontroversial.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><strong> </strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-601" title="kontroversi manohara" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/06/kontroversi-manohara.jpg" alt="kontroversi manohara" width="101" height="119" />Sebelum kita mulai membahas masalah berita kontroversi, ada baiknya kita pahami dulu substansi kontroversial itu sendiri. Kenapa sih sebuah berita atau informasi, bisa dikategorikan berita kontroversi?</p>
<p>Secara definitive, silahkan anda cari di wikipedia atau lihat di kamus yah&#8230; Tapi Setahu saya, kontraversi adalah  hal-hal yang eksistensi dan substansinya,  bertentangan dengan nilai-nilai awam secara keseluruhan. Misalnya [maaf] tentang Free Sex. Untuk wilayah barat, hal itu adalah biasa saja, tapi kalau di wilayah timur, prilaku free sex masih kontroversi.<span id="more-600"></span></p>
<p>Coba saja ingat-ingat, kampanye pemakaian kondom yang pernah di gulirkan di Indonesia. Apa anda masih ingat bagaimana respon masyarakat terhadap kampanye tersebut? Pro-kontra yang teramat tajam. Ini bukti bahwa prilaku sex masih bersifat kontraversi</p>
<p>Lalu apakah berita-berita atau informasi yang kontroversi akan mengganggu anda? Sejauh mana dan seberapa besar efeknya terhadap anda? Apakah anda merasa perlu untuk meresponnya atau tidak? Baiklah, mari kita coba jawab.</p>
<p>Ketika ada sebuah berita kontraversi, disitu terlihat ada dua kubu yang paling menonjol. Yang Pro dan yang Kontra. Kedua kubu inilah yang sebenarnya membuat berita itu menjadi kontraversi.</p>
<p>Sebenarnya jika hal itu terjadi, sebaiknya anda mempunya pemikiran begini:</p>
<p><span style="color: #0000ff;">“<strong>Seharusnya Berita Kontraversi Tidak Perlu membuat anda Stress. Karena pembuat berita, hanya ingin menyampaikan Informasi dengan cara yang unik”</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Kalau anda memegang teguh prinsip ini, niscaya anda akan mudah terhindar dari stress akibat pemberitaan yang membingungkan anda.<em> Ngapain di buat stress gitu loh…</em></p>
<p>Untuk itu, saya ingin berbagi tips bagaimana menyikapi berita kontroversi tersebut. Berikut tipsnya,  Semoga bermanfaat: <strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Santai:</strong> Sikap yang pertama sekali      harus anda miliki ketika membaca atau menerima berita kontroversi adalah      santai atau rilex. Dengan bersikap rilex anda akan lebih tanang menghadapi      semuanya. Jika kebetulan berita tersebut menyangkut diri anda, maka sikap      rilex atau santai ini harus anda kedepankan. Jika anda belum bisa santai,      silahkan baca kembali <a href="http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/meninjau-kembali-esensi-berfikir-positif.html" target="_blank">Esensi Positif Thingking</a></li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Jika Tidak ingin Berpihak, Maka Bersikaplah      NETRAL :</strong> Sikap netral akan      membantu anda lebih proporsional menyikapi semua pemberitaan. Anda tidak      akan mudah terprofokasi, apalagi buru-buru berpihak. Sikap netral akan      memberi kesempatan kepada anda untuk memahami substansi informasinya.      Bersika netral ini memang perlu latihan. Agar anda tidak canggung,  makanya anda perlu <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi/motivasi-mental/bugarkan-mental-anda.html" target="_blank">latih Kebugaran Mental</a> anda</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Terimalah itu sebagai sebuah wacana      Kritis: </strong> Dalam kehidupan modern,      hal yang sangat wajar dan normative apabila terjadi gejolak-gejolak social      di sekitar anda. <em>ini zaman      millennium bung.. </em>Jadi terima saja itu sebagai sebuah wacana      konstruktif. Yang akan membangun kematangan anda dalam berfikir dan      bersikap bijak dalam setiap kesempatan.</li>
</ul>
<p>Demikian tips sederhana dalam menyikapi berita ataupun issue aktual yang kebetulan hadir di sekitar anda. Seandainya anda terpanggil atau terpaksa di minta untuk mengomentari hal tersebut, saran saya,<span style="color: #0000ff;">“ <em>langsung pada substansi issue / berita yang di wacanakan</em>”</span>. Biar lebih fokus. Karena , bersikap fokus pada substansi issue, akan memperlihatkan kredibilitas anda. bahwa anda benar-benar memahami materi yang di wacanakan.</p>
<p>Sudah cukup belum tipsnya?</p>
<p>Jika belum, saya tunggu tanggapan anda….</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fkiat-dan-tips%2Ftips-menyikapi-berita-kontroversial.html&amp;t=Tips%20%3A%20Menyikapi%20Berita%20Kontroversial" id="facebook_share_button_600" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_600') || document.getElementById('facebook_share_icon_600') || document.getElementById('facebook_share_both_600') || document.getElementById('facebook_share_button_600');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_600') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/tips-menyikapi-berita-kontroversial.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Orang Lain Sukses? Saya Tidak!</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/mengapa-orang-lain-sukses-saya-tidak.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mengapa-orang-lain-sukses-saya-tidak</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/mengapa-orang-lain-sukses-saya-tidak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 12:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat dan Tips]]></category>
		<category><![CDATA[hakikat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[peluang sukses]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan diri]]></category>
		<category><![CDATA[rencana sukses]]></category>
		<category><![CDATA[tips sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Apakah selama ini anda menyimpan rasa penasaran yang dalam kepada orang-orang yang sudah sukses? Mengapa mereka bisa sesukses sekarang, sementara anda masih di posisi yang sama? Jangan khawatir! Anda juga bisa menyamai kesuksesan mereka! Asal anda benar-benar mempunyai kemauan yang kuat dan tekad yang membara untuk berubah. Jika hal itu tidak pernah ada di diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fkiat-dan-tips%2Fmengapa-orang-lain-sukses-saya-tidak.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fkiat-dan-tips%2Fmengapa-orang-lain-sukses-saya-tidak.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-567" title="kunci sukses" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/06/s.jpg" alt="kunci sukses" width="116" height="97" />Apakah selama ini anda menyimpan rasa penasaran yang dalam kepada orang-orang yang sudah sukses? Mengapa mereka bisa sesukses sekarang, sementara anda masih di posisi yang sama?</p>
<p><strong>Jangan khawatir! Anda juga bisa menyamai kesuksesan mereka!</strong></p>
<p>Asal anda benar-benar mempunyai kemauan yang kuat dan tekad yang membara untuk berubah. Jika hal itu tidak pernah ada di diri anda, maka lupakanlah impian menjadi orang sukses.<span id="more-563"></span></p>
<p>Tapi tentu itu bukan tujuan anda membaca artikel ini bukan?</p>
<p>Saya yakin anda justru ingin melakukan perubahan, buktinya anda sudah sampai disini. <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Baiklah, kembali ke persoalan tadi, kenapa orang lain bisa sukses dan saya tidak?</p>
<p>Pertanyaan ini juga bertahun-tahun hinggap di benak saya, dan sampai sekarang belum pernah terpecahkan!  Syukurlah saya menemukan semacam hidayah kecil yang membisikkan sebuah pesan mulia di jiwa saya.</p>
<p>Saya sepakat, bahwa <strong>semua orang ingin sukses</strong>. Tapi sukses yang seperti apa yang di inginkan masing-masing orang tentu berbeda-beda. Namun semua itu muaranya adalah kepuasan bathin.</p>
<p>Banyak orang yang dalam ukuran material dia tergolong orang yang sukses. Tapi dari sisi spiritualitas, ia miskin! Ia merasa tidak bahagia. Apakah ini bisa di sebut sebagai orang yang sukses? Menurut saya tidak. Entah dengan pendapat anda?</p>
<p>Baiklah agar pemahaman kita tidak multi interpertasi, kita coba dulu menfokuskan fikiran, kenapa orang lain bisa sukses. Apa yang membuat mereka sukses? Walau makna sukses di sini, sifatnya masih memiliki peluang untuk di perdebatkan. Tapi untuk sementara <strong>mari kita coba mengarahkan arti sukses dalam definisi dan makna yang positif.</strong></p>
<p><em>Okay&#8230;?</em></p>
<p>Menurut hemat saya, ada <strong>5 kecenderungan</strong> kuat kenapa orang lain bisa sukses, yaitu :</p>
<ol type="1">
<li><span style="color: #800000;"><strong>Karena Mereka Memiliki impian Yang Besar</strong></span>. Kalau anda sudah pernah membaca tentang      efek postif sebuah impian, dalam kesempatan ini saya menambahkan keyakinan      anda, bahwa hal itu memang benar!</li>
<li><span style="color: #800000;"><strong>Karena Mereka Sudah Menentukan Pilihan Hidupnya</strong></span>. Pilihan hidup adalah penentu      arah. Kemana dan bagaimana kehidupan anda kedepan sangat di tentukan oleh      seberapa kuat komitment anda dalam menentukan pilihan hidup atau jalan      hidup yang ingin anda tempuh. Apakah ingin menjadi penulis, pebisnis,      pedagang atau yang lainnya?</li>
<li><strong><span style="color: #800000;">Orang Sukses Mendedikasikan Sebagian Besar Waktunya</span></strong> untuk mewujudkan serta      mewarnai pilihan hidupnya itu kedalam bentuk yang paling ideal.makanya      mereka terlihat ahli dibidangnya. Padahal sebenarnya, tidak seratus persen      benar. Yang benarnya adalah mereka menguasai lebih banyak daripada      kebanyak orang yang tidak mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk      mewujudkan impiannya.</li>
<li><strong><span style="color: #800000;">Orang Sukses Mendedikasikan Sebagian Besar Fikirannya</span></strong> untuk memelihara pilihan      hidup mereka agar memiliki kekuatan intelektual yang terpercaya. Untuk      sukses diperlukan ilmu yang memadai. Tanpa ilmu, peluang untuk sukses      sangatlah kecil.</li>
<li><em><strong>Yang      terakhir,</strong></em> <strong><span style="color: #800000;">Orang Sukses Merelakan Tenaganya</span></strong> untuk mendukung semua      langkah-langkah progresifnya dalam hal perwujudan Pilihan Hidup itu.</li>
</ol>
<p>Demikian 5 kecenderungan yang melekat pada diri orang-orang yang sudah sukses.</p>
<p>Semua orang bisa sukses, semua orang pasti bisa. Yang membedakan adalah seberapa besar kualitas kecenderungannya untuk sukses! Betul tidak?? Kita diskusikan yukkkk&#8230;</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fkiat-dan-tips%2Fmengapa-orang-lain-sukses-saya-tidak.html&amp;t=Mengapa%20Orang%20Lain%20Sukses%3F%20Saya%20Tidak%21" id="facebook_share_button_563" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_563') || document.getElementById('facebook_share_icon_563') || document.getElementById('facebook_share_both_563') || document.getElementById('facebook_share_button_563');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_563') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/mengapa-orang-lain-sukses-saya-tidak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KUNCI SUKSES YANG TERLUPAKAN</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/kunci-sukses-yang-terlupakan.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kunci-sukses-yang-terlupakan</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/kunci-sukses-yang-terlupakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 06:18:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat dan Tips]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[bijaksana]]></category>
		<category><![CDATA[cara sukses]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[keberhasilan]]></category>
		<category><![CDATA[kunci]]></category>
		<category><![CDATA[meraih sukses]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi berubah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi sukses]]></category>
		<category><![CDATA[tips sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlymuin.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Meraih sukses meruapakan impian banyak orang. Rasanya semua orang yang kita jumpai mengatakan keinginan yang besar untuk sukses. Kecuali orang-orang tertentu saja yang &#8220;mungkin&#8221; tidak menginginkan sukses. Akan tetapi sepanjang yang saya tahu, berdasarkan pergaulan dan pengamatan sehari-hari, saya berasumsi bahwa mayoritas orang menginginkan kesuksesan, walau parameter dan kunci sukses masing-masing orang, tentu berbeda-beda. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fkiat-dan-tips%2Fkunci-sukses-yang-terlupakan.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fkiat-dan-tips%2Fkunci-sukses-yang-terlupakan.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-362" title="kunci sukses" src="http://fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/03/ikhlas1.jpg" alt="kunci sukses" width="124" height="93" />Meraih sukses meruapakan impian banyak orang. Rasanya semua orang yang kita jumpai mengatakan keinginan yang besar untuk sukses. Kecuali orang-orang tertentu saja yang &#8220;mungkin&#8221; tidak menginginkan sukses. Akan tetapi sepanjang yang saya tahu, berdasarkan pergaulan dan pengamatan sehari-hari, saya berasumsi bahwa mayoritas orang menginginkan kesuksesan, walau parameter dan <strong>kunci sukses</strong> masing-masing orang, tentu berbeda-beda.<span id="more-352"></span></p>
<p>Ada yang mengatakan bahwa sukses itu, ketika kebutuhan hidup telah tercukupi secara stabil. Ada yang mengatakan bahwa sukses itu, ketika ia berhasil meraih kekuasaan politik. Atau ada juga yang mengatakan, bahwa suksesnya bisa terukur dari sebesar apa popularitasnya dalam dunia bisnis. Macam-macam sih..</p>
<p>Dan menurut saya, apapun pendapat yang dipilih. Pasti memiliki alasan-alasan yang masuk akal dan bijaksana. Karena dalam meraih semua itu, saya yakin, ada kunci sukses yang ia terapkan.</p>
<p>Secara harfiah kunci adalah alat pembuka. Nah jika kita paham dengan descripsi dasarnya, maka kunci sukses sama halnya dengan kunci -kunci lainnya. Jika kita artikan dalam sebuah makna motivasi, maka artiknya kurang lebih sebagai; &#8220;alat pembuka menuju kesuksesan&#8221;.</p>
<p>Senang sekali jika semua orang bisa memiliki <strong>kunci sukses otomatis</strong>, karena dengan demikian, maka apapun penghalang yang mengunci jalannya menuju kesuksesan akan dengan mudah ia buka, dengan menggunakan sebuah kunci yang selalu  ia bawa kemanapun ia pergi.</p>
<p>Lalu dimana kita bisa memperoleh <strong>kunci sukses</strong> tersebut?</p>
<p>Sebenarnya<strong> Kunci sukses</strong> itu ada pada diri kita masing-masing. Semua orang memiliki kunci untuk sukses. Saya sepakat dengan tulisan Mas Arief Maulana, bahwa <a href="http://ariefmaulana.com/2009/02/percayalah-anda-sungguh-bernilai/" target="_blank"><strong>semua orang itu luar biasa</strong></a>. Walau perlu waktu dan sedikit bantuan orang lain untuk menyadarkannya, namun tetap, intinya ada pada diri kita sendiri.</p>
<p>Rekan-rekan seperjuangan&#8230;</p>
<p>Ijinkan saya mengajak &#8220;kita&#8221; semua.  Saya tidak bermaksud menggurui loh..</p>
<p>Jika berkenan, saya ingin mengatakan bahwa;</p>
<p>Sebenarnya banyak sekali alat-alat yang bersifat mentalitas, yang bisa membantu kita semua menuju kesuksesan. Ada banyak rumusan diluar sana yang bisa kita gunakan untuk membantu kita meraih semua keinginan yang masuk dalam target sukses kita. Namun apalah arti semua itu kalau kunci dasar yang ada pada diri, yang selama ini tersimpan rapih didalam ruang mental, tidak bekerja dengan semestinya.</p>
<p>Inilah yang saya sebut &#8220;<span style="color: #800000;"><strong>kunci sukses yang terlupakan</strong></span>&#8221;</p>
<p>Kunci sukses yang terlupakan yaitu &#8220;<strong>ikhlas</strong>&#8220;. Satu kata yang akan mempertanyakan perasaan kita terhadap aspek-aspek kehidupan yang lebih luas. Muara hati yang akan menentukan kesuksesan kedepan. Kunci ini terkesan sederhana, namun cobalah kita renungkan bersama, apakah tindakan-tindakan kita menuju kesuksesan telah dilandasi dengan hati yang ikhlas? Masing-masing orang pasti  punya jawaban sendiri-sendiri&#8230;</p>
<p>Sederhananya, Aspek ikhlas itu  bisa kita rasakan ketika menggeluti suatu bidang usaha atau bisnis. Coba periksa keihklasan hati anda dalam menjalankannya. Adakah rasa sabar disana? Adakah perasaan plong ketika mengalami penundaan keberhasilan? Periksalah satu-satu. Jika jawabannya &#8220;iya&#8221; dengan meyakini, bahwa apapun yang terjadi di dunia ini sesungguhnya <strong>Maha Karya Tuhan</strong>,  maka apapun yang anda lakoni, sepanjang itu berjalan dalam koridor yang tepat, maka tunggulah, kesuksesan akan menghampiri anda.</p>
<p>Saya sudah coba merenungkan <strong>kunci sukses</strong> ini, dan memang pengalaman saya mengatakan, kunci ini tidak bisa di terjemahkan dalam bahasa-bahasa yang logis. Karena ikhlas adalah kalimat Tuhan, yang hanya bisa  dipahami dengan pendekatan supra-logis. Menggunakan hati, perasaan yang bersifat kemanusiaan.</p>
<p>Dalam beberapa usaha yang telah saya coba, dengan <a href="http://fadlymuin.com/motivasi/motivasi-mental/yakin-adalah-modal-dasar-meraih-impian.mental.html" target="_blank"><strong>tekad dan keyakinan yang kuat</strong></a>. Semuanya belum ada yang berhasil. Saya tidak mengatakan gagal, karena kata gagal lebih dekat dengan diam. Walau demikian, saya merasa puas, karena telah berani mencobanya.</p>
<p>Dan setelah saya renungkan, saya akui, ada secercah ketidak-ikhlasan dalam menjalankan usaha-usaha tersebut. Walau saya sudah menerapkan kunci-kunci sukses yang lain. Seperti  mulai dari <a href="http://fadlymuin.com/motivasi/motivasi-mental/kekuatan-impian-pentingkah-bagi-anda.mental.html" target="_blank"><strong>membangun impian</strong></a>, perhitungan risk-management atau <a href="http://fadlymuin.com/motivasi/motivasi-mental/resiko-hidup-mutlak-anda-hadapi.mental.html" target="_blank"><strong>antisipasi resiko</strong></a>, target cash flow lalu action. Namun orientasi saya pada saat itu  semata-mata mencari penghasilan, untuk menutupi kehidupan rumah tangga.</p>
<p>Akibatnya, dalam menjalankannya saya cenderung arogan dan semua keputusan saya hanya menggunakan pertimbangan untung-rugi, menurut saya ini bisnis. Wajar dong saya berfikir demikian. Namun semakin hari, saya merasa kok tidak menemukan kebahagiaan, dan usaha saya cenderung merosot, tidak seperti yang saya perhitungkan.  Dan akhirnya saya tutup. Perasaan <a href="http://fadlymuin.com/motivasi/motivasi-sikap/mengeluh-pemuas-ego-yang-menyesatkan.mental.html" target="_blank"><strong>menyesal dan mengeluh</strong></a>, sempat juga mengrogoti mental saya. Namun apalah gunanya, kecuali penyesalan dan keluhan saya bisa mengembalikan semua modal saya, saya pasti akan lakukan itu setiap saat. Tapi sayangnya tidak!</p>
<p>Salah satu guru terbaik adalah pengalaman dan kesalahan. Yang bersifat jujur dan bijaksana. Pengalamanlah yang membuat seseorang lebih bijaksana dalam menyikapi hidup dan dunianya. Dan melalui kesalahanlah seseorang bisa belajar memperbaiki tindakannya kemudian.</p>
<p>Lalu  apakah semuaorang harus melalui itu semua untuk sukses?</p>
<p>Itulah gunanya teman, melalui pengalaman dan kesalahan teman-teman, kita bisa belajar dan memetik ilmu dibalik itu semua. Sama dengan pengalaman <a href="http://zam-sy.blogspot.com/2009/03/bisnis-online-dan-bisnis-offline-hikmah.html" target="_blank"><strong>Mas Zam</strong></a> yang di posting baru-baru ini. Menurut saya pengalaman beliau sangat bernilai. Keinginan untuk sukses yang diiringi dengan keihklasan dalam menjalankannya. Membuat saya tertegun, kagum. Artikel yang layak untuk di baca.</p>
<p>Pesan saya, mari kita jadikan ikhlas sebagai kunci sukses kita dalam meraih target yang belum sempat tercapai sampai detik ini.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fkiat-dan-tips%2Fkunci-sukses-yang-terlupakan.html&amp;t=KUNCI%20SUKSES%20YANG%20TERLUPAKAN" id="facebook_share_button_352" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_352') || document.getElementById('facebook_share_icon_352') || document.getElementById('facebook_share_both_352') || document.getElementById('facebook_share_button_352');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_352') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/kunci-sukses-yang-terlupakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
