<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Motivasi Mental &#187; Inspirasi</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/category/insipirasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Tentang Motivasi, Pengembangan Diri dan Bisnis Secara Umum</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Mengatasi Rasa Bimbang</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/mengatasi-rasa-bimbang.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mengatasi-rasa-bimbang</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/mengatasi-rasa-bimbang.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 00:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1201</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya realitas rasa bimbang tidak pernah lepas dari pandangan mata, perasaan hati, gejolak jiwa dan wacana-wacana yang berkembang disekitar kita. Pilihan yang terlalu banyak, produk yang memborbardir, pilihan hidup yang abu-abu. Memicu perasaan, menekannya dan menciptakan suasana dramtis. Sehingga kita lebih mudah merasabimbang yang luar biasa. Bingung menentukan arah dan menetapkan pilihan yang tepat. Banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fmengatasi-rasa-bimbang.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fmengatasi-rasa-bimbang.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Rasanya realitas rasa bimbang tidak pernah lepas dari pandangan mata, perasaan hati, gejolak jiwa dan wacana-wacana yang berkembang disekitar kita.</p>
<p>Pilihan yang terlalu banyak, produk yang memborbardir, pilihan hidup yang abu-abu. Memicu perasaan, menekannya dan menciptakan suasana dramtis. Sehingga kita lebih mudah merasabimbang yang luar biasa. Bingung menentukan arah dan menetapkan pilihan yang tepat.</p>
<p>Banyak sekali kasus-kasus kecil yang menyatakan bahwa pada dasarnya manusia itu terlalu ambisius sehingga rasanya semua ingin di miliki, semua ingin di raup tapi tak seimbang dengan tenaga, kemampuan dan waktu yang juga terbatas.</p>
<p>Jika sudah seperti itu, apa yang terjadi? Bukan hanya bimbang, tapi stress ikut ambil bagian untuk melemahkan semangat kita.<span id="more-1201"></span></p>
<p>Coba perhatikan produk-produk dipasaran bukan hanya banyak, tapi juga sangat fariatif. Semua vendor berlomba-lomba merebut hati konsumen. Yang paling canggih, paling murah dan paling ”keren” memiliki peluang lebih besar merebut hati konsumen.</p>
<p>Perhatikan juga para pemula yang ingin berbisnis, begitu banyak paket bisnis yang membuat ia merasa bingung apakah benar itu sebuah peluang atau malah akan membuatnya rugi dan berantakan.</p>
<p>Misalkan di Bisnis Online, tawarannya sangat menggiurkan. Saking panasnya, bisa jadi tak satupun yang bisa di eksekusi.</p>
<p>Begitupun di Bisnis micro lainnya, yang banyak bermain di sektor informal. Misalnya buka toko, bisnis makanan, sampai pedagang kaki lima. Yang bisa dikemas dengan ”gaya” yang lebih modern. Saking banyaknya tawaran bisnis, kita tambah bingung dan cemas. Justru makin tidak percaya diri. Akhirnya satupun tak pernah bisa di eksekusi.</p>
<p>Dalam hal lain, karir misalnya, bukan rahasia lagi, para pemburu pekerjaan, berlomba-lomba mencari posisi bagus, gaji besar dan tentu saja gengsinya harus ada. Tapi apa yang terjadi jika harapan tak sesuai dengan kenyataan? Bimbang, stress dan semangat yang ala kadarnya untuk mengerjakan seluruh pekerjaan.terasa banget pengaruhnya.</p>
<p>Intinya, rasa bimbang karena begitu banyak pilihan akan sangat menyiksa diri kita. Membuat kita bagai wasit pemain bulu tangkis saja, yang hanya bisa terdiam dan takjub dengan permainan dua atlet yang menakjubkan.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>”Lalu bagaimana mengatasi persoalan ini?”</p>
<p>”Mudah saja sebenarnya.”</p>
<ul>
<li>Yang perlu kita lakukan adalah ”<strong>Perenungan dan Penetapan</strong>”, sebenarnya apa sih Tujuan Anda. Apa sih yang ingin Anda capai?</li>
</ul>
<p>Jika kita sudah menetapkan sebuah tujuan. Maka kemungkinan untuk merasa bimbang akan lebih mudah untuk dikikis. Setidaknya tujuan yang kita buat bisa menjadi semacam panduan dasar. Bisa menjadi ”Peta Biru” kita untuk melangkah lebih jauh dan lebih percaya diri. Bersemangat dan yakin akan setiap keputusan yang diambil.</p>
<p>Tentukan satu saja tujuannya. Jangan terlalu banyak. Sebab itu bisa mengganggu konsetrasi. Mungkin maksud kita bagus, agar bisa lebih elastis. Tapi belum tentu. Bisa jadi justru menetapkan banyak tujuan hanya akan membingungkan. Bukannya menolong malah menambah masalah baru. Cara mudahnya, selipkan prioritas disitu.</p>
<p>Jadi untuk sementara, alangkah bijaksananya untuk menetapkan satu tujuan yang jelas, spesifik dan fokus.</p>
<ul>
<li>Langkah selanjutnya adalah ”<strong>Memberi Motif</strong>”.</li>
</ul>
<p>Maksudnya, berikanlah alasan yang jelas. Kenapa anda memilih tujuan itu. Ikuti kata hati, sesuaikan dengan diri sendiri, realisitis dan mungkin untuk realisasinya. Jawaban-jawaban anda akan sangat menentukan apakah itu benar-benar tujuan yang ingin anda capai.</p>
<p>Hindari untuk menetapkan tujuan yang terlalu muluk. Biar sederhana tapi kita happy melakukannya itu lebih baik, daripada berkesan hebat tapi menyiksa, itu tidak membantu.</p>
<p>Bisa-bisa balik lagi ke rasa bimbang yang baru dan stress yang baru yang lebih berkelas. Tapi judulnya sama saja. Tetap bimbang dan stress.</p>
<p>Selain itu, hindari tujuan yang sentimentil. Misalanya karena ingin menunjukin ke mertua bahwa saya juga bisa, atau nunjukin ke orang lain bahwa saya mampu. Itu bukan tujuan anda. Tapi itu sifat sombong yang kontra-produktif. Arahkan energi untuk kebaikan diri sendiri.</p>
<p>Jika sudah terbiasa, bukan mustahil kita bisa meningkatkan tahapan dan kualitas tujuan yang ingin kita gapai. Selangkah demi selangkah. Pelan tapi pasti. Alon-alon asal klakon.</p>
<p><strong>Jadi kesimpulannya,</strong></p>
<p>Bimbang itu dipicu oleh banyaknya pilihan yang membuat kita merasa sesak. Maka Menetapkan Tujuan yang jelas, spesifik serta memberikan motif-motif yang beralasan, realisits dan mungkin untuk di realisasikan akan sangat membantu kita dari perasaan gunda gulana.. dan memberikan harapan hidup yang lebih jelas, terarah dan tentu saja Happy&#8230;</p>
<p>Semoga membantu yah…</p>
<p>Bagiamana pendapat anda?</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fmengatasi-rasa-bimbang.html&amp;t=Mengatasi%20Rasa%20Bimbang" id="facebook_share_button_1201" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1201') || document.getElementById('facebook_share_icon_1201') || document.getElementById('facebook_share_both_1201') || document.getElementById('facebook_share_button_1201');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1201') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/mengatasi-rasa-bimbang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cobaan Hidup Bisa Datang Dalam Berbagai Wujud</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/cobaan-hidup-bisa-datang-dalam-berbagai-wujud.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=cobaan-hidup-bisa-datang-dalam-berbagai-wujud</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/cobaan-hidup-bisa-datang-dalam-berbagai-wujud.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 03:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[cobaan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[menghadapi cobaan hidup. rupa cobaan hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1097</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin selama ini kita memandang bahwa cobaan itu hanya perpusat pada kematian, kemiskinan, kekayaan dan hal-hal besar yang menghalangi langkah kita menuju puncak kebahagiaan yang sesungguhnya. Hal-hal kecil dipandang sebelah mata dan hanya merupakan kejadiah yang remeh-temeh. Kita anggap hanya sebagai bagian daripada kejadian-kejadian alamiah.realitas sosial yang wajar. Namun sesungguhnya, apapun kejadian disekitar kita itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fcobaan-hidup-bisa-datang-dalam-berbagai-wujud.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fcobaan-hidup-bisa-datang-dalam-berbagai-wujud.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Mungkin selama ini kita memandang bahwa cobaan itu hanya perpusat pada kematian, kemiskinan, kekayaan dan hal-hal besar yang menghalangi langkah kita menuju puncak kebahagiaan yang sesungguhnya.</p>
<p>Hal-hal kecil dipandang sebelah mata dan hanya merupakan kejadiah yang remeh-temeh. Kita anggap hanya sebagai bagian daripada kejadian-kejadian alamiah.realitas sosial yang wajar.<span id="more-1097"></span></p>
<p>Namun sesungguhnya, apapun kejadian disekitar kita itu, merupakan bagian dari skenario besar, yang akan dipersembahkan kepada kita. Sebagai sebuah uji coba terhadap pembentukan kepribadian, mental dan spiritual. Menuju <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/deteksi-kualitas-pertahanan-diri-anda.html" target="_blank">kaulitas diri seutuhnya</a>.</p>
<p>Proses itulah yang nantinya akan membentuk akar-akar psikologis, pemahaman agamis, penerimaan dan sikap kita atas segala macam refleksi kehidupan yang berbalik arah kepada kehidupan keseharian kita.</p>
<p>Cobalah kita sama-sama renungkan.tak perlu mencari <a href="http://www.fadlymuin.com/insipirasi/siapa-yang-salah.html" target="_blank">siapa yang salah</a>. dan siapa yang benar. Cukup renungkan saja. dan disitulah kita akan menemukan basis perbaikan dan niat tulus agar kita dapat <a href="http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/perubahan-itu-penting.html" target="_blank">berubah menjadi pribadi yang lebih baik</a>.</p>
<p>Perhatikan sejarah kehidupan kita yang terbentang dibelakang. Apa yang sudah terlalui, dan apa yang sudah terpetik? Akankah ada pengaruhnya terhadap keberadaan kita saat ini? Tentu saja ada. Dan saya yakin anda akan menjawab itu.</p>
<p>Masing-masing orang, karakter, dan pribadi yang terbentuk, tentu saja penerimaan dan cara menyikapinya juga akan sangat berbeda, bahkan mungkin bisa bertolak belakang.  Akan ditentukan oleh lingkungan sosial, keluarga dan diri sendiri. Nantinya semua itu akan terakumulasi dan membentuk sebuah pijakan dan landasan. Bagaimana kita akan bersikap kemudian.</p>
<p>Jadi, kalau kita melihat dari perspektif sebuah cobaan hidup. Kita bisa lebih paham. Bahwa cobaan hidup itu bisa datang dalam berbagai versi, wujud dan cara yang sungguh-sungguh tak terfikirkan oleh kita. Termasuk pengalaman saya terhadap <a href="http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/logika-nakal-si-tukang-tambal-ban.html" target="_blank">tukang tambal ban yang nakal</a>. Semua itu akan berpengaruh kuat terhadap kualitas pribadi yang akan terbangun kemudian.</p>
<p>Seperti apakah wujud-wujud cobaan itu?</p>
<p>Tentu saja banyak dan rupa-rupanya sangat sulit diidentifikasi dalam sebuah golongan-golongan cobaan yang besar. Anda tentu bisa meinterpertasikannya sendiri. Namun yang perlu anda perhatikan, bahwa, cobaan itu akan ”menyentuh sisi-sisi kemanusiaan anda”.</p>
<blockquote><p>Misalnya, emosi, nafsu dan egoisme. Semua itu akan di uji kekuatannya oleh apa saja yang akan anda lalui. Entah di pekerjaan, rumah tangga, kampus dan lingkungan dimana anda berada.</p></blockquote>
<blockquote><p>Jadi bersiap-siaplah atas segala kemungkinan. Dan perkuatlah mentalitas untuk mendeteksi semua hal-hal terburuk sekalipun. Sebab apapun itu, kita petik saja hikmahnya, bahwa upaya dibalik cobaan-cobaan itu adalah untuk perbaikan diri kita kedalam. Agar bisa tercapai sebuah kualitas pribadi yang mengagumkan.</p></blockquote>
<p>Untuk saat ini, mungkin tulisan ini tak terlalu penting untuk anda. Namun suatu saat nanti, jika anda menemukan sebuah kondisi yang pelik, dilematis dan susah dimengerti oleh orang lain. Anda akan sadar dan teringat akan tulisan saya ini.</p>
<p>Semoga tetap bersemangat dan menjaga suasana hati agar bisa selalu dalam lingkaran terpelihara.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fcobaan-hidup-bisa-datang-dalam-berbagai-wujud.html&amp;t=Cobaan%20Hidup%20Bisa%20Datang%20Dalam%20Berbagai%20Wujud" id="facebook_share_button_1097" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1097') || document.getElementById('facebook_share_icon_1097') || document.getElementById('facebook_share_both_1097') || document.getElementById('facebook_share_button_1097');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1097') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/cobaan-hidup-bisa-datang-dalam-berbagai-wujud.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa yang salah?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/siapa-yang-salah.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=siapa-yang-salah</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/siapa-yang-salah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 22:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[benar dan salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=914</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang salah? Pertanyaan seperti ini biasanya hadir ketika seseorang di rundung masalah yang kronis. Njelimet dan tidak adanya titik terang yang memberi keteduhan hati. Sehingga yang muncul adalah kecenderungan untuk mencari sosok yang patut di persalahkan. Anda setuju dengan logika ini? Memang logika seperti itu sangatlah subyektif bagi saya. Itu hanyalah dugaan-dugaan saya terhadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fsiapa-yang-salah.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fsiapa-yang-salah.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-918" title="ayam atau telur" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2010/01/chickenegg-big.jpg" alt="" width="154" height="115" />Siapa yang salah? Pertanyaan seperti ini biasanya hadir ketika seseorang di rundung masalah yang kronis. Njelimet dan tidak adanya titik terang yang memberi keteduhan hati. Sehingga yang muncul adalah kecenderungan untuk mencari sosok yang patut di persalahkan. Anda setuju dengan logika ini?</p>
<p>Memang logika seperti itu sangatlah subyektif bagi saya. Itu hanyalah dugaan-dugaan saya terhadap kondisi yang mungkin terjadi, jika seseorang di kepung oleh situasi yang kompleks dan sulit mendapatan jalan keluar yang cerah.</p>
<p>Namun saya yakin, kondisi seperti itu ada. Kalau anda mengikuti perkembangan kasus bank century dan kasus kasus yang tercium berbau korupsi tersebut. Pasti anda bisa menyimpulkan bahwa di balik pembentukan team pencari fakta oleh anggota dewan, dalam rangka mencari pelaku. “siapa yang salah?”. Di samping modus-modus lain yang mungkin muncul didalam proses pencarian fakta tersebut.<span id="more-914"></span></p>
<blockquote><p>Itu dalam realitas kelembagaan. Bagaimana dalam kehidupan personal individu, apakah dalam konteks mencari siapa yang salah juga bisa terjadi. Sangat bisa!</p></blockquote>
<p>untuk saat ini kita coba ulas dalam konteks perorangan. Mencari tahu siapa yang salah atas kondisi kompleks yang kita alami. Bagi saya merupakan pekerjaan yang hanya akan menonjolkan rasa emosional, frustasi dan fokus pada pengkristalan masalah. Dan hal itu hanya akan memperbesar benteng pertahanan diri, yang menyatakan bahwa “saya begini karena ulah si anu. Makanya si anu harus bertanggung jawab atas hidup saya”.</p>
<p>Tidak menampik, bahwa peran orang lain terhadap kehidupan kita, pasti ada. Setidaknya pengaruh itu ada. Namun orang lain hanyalah unsure kulit saja. sebab, subyek atau actor utamalah yang menentukan hidup ini, yah kita sendiri. bukan si anu.</p>
<p>Melimpahkan kesalahan hanya kepada si “anu”. Sama artinya kita menolak untuk menerima meteri peningkatan kualitas diri. Dengan begitu, bobot-bobot yang akan mendukung perkembangan kita akan terbengkalai dan terbuang sia-sia. potensi sukses yang seharusnya bisa tergali, lewat jalur itu. harus pupus. Ditelan derasanya gelombang arus emosi.</p>
<p>Cara yang bagus dan memerlukan kerendahan hati yang dahsyat. Layaknya semua itu kita kembalikan kepada diri sendiri. menerimanya dengan lapang dada, ikhlas dan yakin bahwa semua ini pasti ada hikmahnya. Kita bisa belajar banyak dari situ. Tapi saya tetap yakin ini bukan pekerjaan mudah. Tapi kalau tidak di mulai, kapan kita bisanya?</p>
<p>Salam sukses untuk anda.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fsiapa-yang-salah.html&amp;t=Siapa%20yang%20salah%3F" id="facebook_share_button_914" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_914') || document.getElementById('facebook_share_icon_914') || document.getElementById('facebook_share_both_914') || document.getElementById('facebook_share_button_914');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_914') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/siapa-yang-salah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengertian Tentang Branding</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/pengertian-tentang-branding.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=pengertian-tentang-branding</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/pengertian-tentang-branding.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 14:23:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[branding diri]]></category>
		<category><![CDATA[definisi branding]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian branding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=773</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini tindakan Branding Popular yang dilakukan untuk menciptakan brand tertentu kepada pihak tertentu. Baik itu berupa produk, jasa, orang, atau sesuatu yang lain. Branding lewat blog (cari di blogl Arief Maulana) Branding lewat media massa baik elektronik maupun cetak (ingat moment pilpres) Branding lewat buku (baca artikel Edy Zaqeus) Branding lewat iklan (banyak banget [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fpengertian-tentang-branding.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fpengertian-tentang-branding.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="size-thumbnail wp-image-774 alignright" title="branding diri" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/12/branding-diri-125x97.jpg" alt="branding diri" width="113" height="87" />Berikut ini tindakan <strong>Branding Popular</strong> yang dilakukan untuk menciptakan brand tertentu kepada pihak tertentu. Baik itu berupa produk, jasa, orang, atau sesuatu yang lain.</p>
<ul>
<li>Branding lewat blog (cari di blogl <a href="http://ariefmaulana.com/blogging-for-branding/trackback" target="_blank">Arief Maulana</a>)</li>
<li>Branding lewat media massa baik elektronik maupun cetak (ingat moment pilpres)</li>
<li>Branding lewat buku (baca artikel <a href="http://pembelajar.com/personal-branding-melalui-buku" target="_blank">Edy Zaqeus</a>)</li>
<li>Branding lewat iklan (banyak banget contohnya)</li>
<li>Branding lewat ….. ? (isi sendiri kalau saya tidak mampu menyebutkan lebih banyak lagi)</li>
</ul>
<p><em>berikut penjelaannya<span id="more-773"></span></em></p>
<p>Branding kerap dilakukan guna memberi konteks yang jelas akan “sesuatu”. Branding dilakukan dengan maksud untuk menciptakan pencitraan yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh si empunya maksud. Apakah ia politikus, professional, produk jasa dan sebagainya.</p>
<p>Selama ini, asumsi kita lebih melihat branding sebagai sesuatu yang bersifat eksklusif semata. Gawean yang pantas dilakoni oleh orang-orang tertentu yang berkecimpung di dunia bisnis.</p>
<p>Padahal, kalau kita lihat secara kasat mata saja. sebenarnya tujuan branding itu apa sih? Tak lain adalah untuk melakukan penetrasi kepada khalayak tentang “keberadaan dirinya” atau Keberadaan Produknya”. Diharapkan dengan langkah tersebut, maka akan diperoleh pencitraan yang mengagumkan. Memberi efek “ingat” yang dalam kepada khalayak.</p>
<p>Artinya, kegiatan branding itu adalah sebuah usaha untuk memberi kejelasan yang padat. Menebar pesona yang bersifat positif kepada sebanyak-banyaknya orang. Agar bisa mendapatkan  nilai poin yang lebih dibandingkan yang lain.</p>
<p>Berarti, kalau dalam konteks seperti itu. Siapapun sebenarnya bisa melakukan branding. Tidak penting, apakah ia seorang penulis buku, seorang blogger, seorang pebisnis, seorang karyawan, seorang office boy. Branding tidak pandang bulu.Branding bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sifat yang lebih personal, independent dan mandiri.</p>
<p>Saya terinspirasi ketika saya bertemu seseorang yang bertukar fikiran dengan saya. Berkaitan adanya rencana pihak management kantor tempat ia bekerja untuk mengadakan  pemilihan karyawan terbaik.</p>
<p><em>Suatu waktu ia bercerita, sebut saja namanya Lisa. Bahwa masing-masing divisi berhak mengajukan 1 karyawan untuk di sertakan sebagai peserta karyawan terbaik. Seleksi dilakukan oleh kepala divisi masing-masing. Dalam kesempatan tertentu ada perkataan si boss yang membuat lisa  kurang sreg. Ketika namanya di ajukan sebagai calon. Si bos lalu berkata  “emang apa yang sudah dilakukan Lisa?”. Kontan, pertanyaan pendek itu, membuat dia sebel, kesel, dan tentu saja  jengkel.</em></p>
<p>Saya fikir. Ketidak percayaan atasan kepada bawahan pasti beralasan. ada unsur sebab akibat yang kuat. Walau terkadang  subyektifitas  bos bisa  saja ada, walau tak terlihat.</p>
<p>Kalau  saja kita memahami makna branding dalam konteks seperti yang terurai di atas. Yatu “upaya untuk memperjelas eksistensi diri”, Keberadaan diri dan kemampuan diri yang sesungguhnya. Tentu kita akan termotivasi meningkatkan kualitas diri, guna menciptakan brand di mata lingkungan kerja kita.</p>
<p>Dengan pemahaman yang kuat mengenai pengertian branding. Maka motivasi kita untuk maju dan berkembang sangat beralasan. kita akan semakin bersemangat menggali potensi-potensi yang kita miliki.</p>
<p>Maka gabungan antara pemahaman tentang branding dan motivasi berubah akan bersinergi dan menghasilkan kristal-kristal jati diri. Yang selanjutnya di kenal sebagai bagian dari skill yang kita miliki. Jika demikian yang terjadi, maka saya yakin kita akan lebih mudah di akui. Setidaknya, kita  berada satu langkah didepan.</p>
<p>Sama halnya dengan lisa, jika ia sadar, bahwa ia mampu di suatu bidang, dan ia mampu mengemasnya agar terlihat bahwa kemampuannya itu melekat kuat pada dirinya. Maka si boss pasti tidak akan bertanya sesuatu  yang membuat ia merasa jengkel.</p>
<p><em>Sebagai wacana berbagi. </em></p>
<p>Mari kita pahami pengertian branding dengan pemahaman yang tidak terlalu rumit, namun bisa memberi efek yang luar biasa. Mulailah memperjelas keberadaan diri anda. Mulailah menebar pesona anda. Dan ikuti dengan upaya-upaya <a href="http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/cara-gampang-mengembangkan-diri-ala-blogger.html" target="_blank">pengembangan diri</a> yang sesuai dengan “apa yang ingin anda capai”.</p>
<p>Salam Branding!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fpengertian-tentang-branding.html&amp;t=Pengertian%20Tentang%20Branding" id="facebook_share_button_773" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_773') || document.getElementById('facebook_share_icon_773') || document.getElementById('facebook_share_both_773') || document.getElementById('facebook_share_button_773');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_773') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/pengertian-tentang-branding.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau berkembang? Kawinlah!</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/mau-berkembang-kawinlah.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mau-berkembang-kawinlah</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/mau-berkembang-kawinlah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 09:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[cara berkembang]]></category>
		<category><![CDATA[kawin untuk berkembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini adalah reaksi unik saya terhadap artikel baru mashengky yang berjudul “Bosan Ngeblog”. Menurut saya materi artikel tersebut cukup unik. Karena mengangkat hal-hal yang biasa kita rasakan dalam aktifitas seharian. Yaitu perasaan bosan dan cara mengatasinya. Umum banget khan? Saya bilang unik, karena penulisnya mampu memaparkan dengan cara-cara sederhana, yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fmau-berkembang-kawinlah.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fmau-berkembang-kawinlah.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-740" title="cincin kawin" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/12/cincin-kawin.jpeg" alt="cincin kawin" width="111" height="118" />Artikel ini adalah reaksi unik saya terhadap artikel baru mashengky yang berjudul “<a href="http://mashengky.com/blog/bosan-ngeblog.html" target="_self"><strong>Bosan Ngeblog</strong></a>”. Menurut saya materi artikel tersebut cukup unik. Karena mengangkat hal-hal yang biasa kita rasakan dalam aktifitas seharian. Yaitu perasaan bosan dan cara mengatasinya. Umum banget khan?<span id="more-739"></span></p>
<p>Saya bilang unik, karena penulisnya mampu memaparkan dengan cara-cara sederhana, yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh orang lain.  namun disitulah letak kekuatannya. Berani menyampaikan apa adanya, lugas, terpercaya dan menyenangkan.</p>
<p>Apa gunanya ide brilian, kalau hanya disimpan dan tidak di komunikasikan. Mending biasa dan umum, tapi di publikasikan. Semangat berbagi harus terpelihara dan di kembangkan, supaya ide-idenya tidak mati suri.</p>
<p>itulah keceradasan para blogger, seperti yang sudah saya singgung dalam artikel sebelumnya. Yaitu <a href="http://www.fadlymuin.com/pengembangan-diri/cara-gampang-mengembangkan-diri-ala-blogger.html" target="_self"><strong>cara gampang mengembangkan diri ala blogger</strong></a>. Ini salah satu bukti nyata bahwa blogger itu cerdas, cekatan dan kreatif. Seperti yang di perlihatkan oleh mashangky dalam artikel barunya itu.</p>
<p>Biasanya kalau orang mulai bosan, hakikatnya dia sudah tahu, apa yang musti dia lakukan. Setidaknya cara paling cepat, yaitu meninggalkan rutinitas yang membuatnya merasa bosan tersebut. Betul tidak?</p>
<p>Trus apa hungungannya dengan kawin mas? Apa saya harus kawin untuk bisa jadi berkembang? He he he….</p>
<p><em>Kawin……..! Kawin…….! Minggu depan Aku Kawin…</em></p>
<p><em>Kawin……..! Kawin…….! Minggu depan Aku Kawin…</em></p>
<p><em>Kawin……..! Kawin…….! Minggu depan Aku Kawin…</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Jangan terlalu serius dong, sesekali rilex dan bercanda itu salah satu cara untuk berkembang dan menghilangkan rasa bosan.</p>
<p>Yang saya maksud berkembang dengan cara kawin disini. Yaitu hakikat kawin itu sendiri. Kawin adalah penyatuan 2 sumbu. <strong>Anda dan target positif yang ingin anda capai</strong>.</p>
<p>Jadi ketika terjadi perkawinan suci antara anda dan target anda itu, maka semangat luar biasa pasti anda rasakan. Tidak ada lagi rasa bosan, tidak ada lagi rasa frustasi. Yang ada hanyalah cita-cita untuk terus maju merebut impian anda.</p>
<p>Tapi sebaliknya, jika anda belum kawin, yang ada anda akan kecapean untuk mengejar pasangan anda (target positif anda). Waktu anda habis untuk itu. Jadi jika anda sudah merasa menemukan pasangan yang cocok, maka buru-buru cari penghulu untuk mengawininya.</p>
<p>Tak perlu mas kawin emas batangan yang mahal. Cukup komitment yang tinggi untuk berubah dan berkembang ke arah yang lebih baik. Maka niscaya, perkawinan anda akan langgeng dan harmonis. Sampai anda sukses!</p>
<p>Selamat kawin!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fmau-berkembang-kawinlah.html&amp;t=Mau%20berkembang%3F%20Kawinlah%21" id="facebook_share_button_739" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_739') || document.getElementById('facebook_share_icon_739') || document.getElementById('facebook_share_both_739') || document.getElementById('facebook_share_button_739');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_739') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/mau-berkembang-kawinlah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korelasi antara Kebiasan Menulis dan Kesehatan Mental</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/korelasi-antara-kebiasan-menulis-dan-kesehatan-mental.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=korelasi-antara-kebiasan-menulis-dan-kesehatan-mental</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/korelasi-antara-kebiasan-menulis-dan-kesehatan-mental.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 15:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan menulis]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[terbiasa menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan menulis dan kesehatan mental merupakan suatu keadaan yang sungguh berbeda. Tapi dalam kaca mata anlisis tertentu, ternyata kedua situasi ini sangatlah erat kaitannya. Begini… tapi ini masih prediksi dan analisis saya sekilas pandang loh yah. Jadi kalau nanti anda punya pendapat lain silahkan di sampaikan agar kita bisa diskusikan nanti. Setuju? Lanjut…. Bicara soal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fkorelasi-antara-kebiasan-menulis-dan-kesehatan-mental.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fkorelasi-antara-kebiasan-menulis-dan-kesehatan-mental.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-725" title="kesehatan mental" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/12/kesehatan-mental-125x84.jpg" alt="kesehatan mental" width="125" height="84" /><strong>Kebiasaan menulis</strong> dan <strong>kesehatan menta</strong>l merupakan suatu keadaan yang sungguh berbeda. Tapi dalam kaca mata anlisis tertentu, ternyata kedua situasi ini sangatlah erat kaitannya.</p>
<p>Begini…</p>
<p><em>tapi ini masih prediksi dan analisis saya sekilas pandang loh yah. Jadi kalau nanti anda punya pendapat lain silahkan di sampaikan agar kita bisa diskusikan nanti. Setuju? <span id="more-724"></span></em></p>
<p><em>Lanjut….</em></p>
<p>Bicara soal kesehatan mental, biasanya seseorang yang terserang penyakit-penyakit mental, katakanlah depresi ringan, stress, paranoid, bimbang dan lain sebagainya. Bermuara dari tekanan-tekanan social dalam alam realitasnya.</p>
<p>Semakin besar tekanan yang ia terima maka semakin besar pula efek penyakit yang di deritanya.</p>
<p>Dan solusi umum yang biasanya di sarankan oleh para psikolog adalah “melakukan stimulus atau rangsangan agar seorang individu mampu membahasakan perasaannya keluar dari dirinya”. Maksudnya, siapapun yang mengalami tekanan-tekanan emosi yang bersifat kejiwaan. Maka berusahalah untuk mengeluarkan perasaan itu.</p>
<p>Mengeluarkan perasaan bisa di lakukan dengan cara apa saja. Artinya harus ada media untuk membahasakan perasaan terpendam tersebut.</p>
<p>Makanya, bersyukurlah anda-anda para blogger. Karena anda sudah memiliki media aspirasi yang tepat. Tempat untuk menuangkan tekanan-tekanan emosi anda. Apapun yang anda rasakan anda bisa membahasakannya dalam bentuk tulisan di sebuah blog anda.</p>
<p>Semakin pandai anda menuangkan ide anda dalam bentuk tulisan, maka semakin pandai pula anda mengelolah tekanan bathin yang ada didalam jiwa anda.</p>
<p>Begitulah kira-kira korelasi antara kebiasan menulis dan kesehatan mental secara umum. Artinya blogging dan kebiasaan menulis sungguh merupakan kebiasaan yang positif. Jadi selayaknya di lestarikan dan di pelihara dengan baik, agar suatu saat bisa berkembang dan membentuk sebuah profesi baru.</p>
<p>Jadi logikanya begini :</p>
<p>Kesehatan mental itu bisa terpelihara karena adanya media aspirasi yang baik.</p>
<p>Sedangkan blogging dan kebiasaan menulis adalah kegiatan aspiratif yang positif.</p>
<p>Cocok khan??</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Finsipirasi%2Fkorelasi-antara-kebiasan-menulis-dan-kesehatan-mental.html&amp;t=Korelasi%20antara%20Kebiasan%20Menulis%20dan%20Kesehatan%20Mental" id="facebook_share_button_724" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_724') || document.getElementById('facebook_share_icon_724') || document.getElementById('facebook_share_both_724') || document.getElementById('facebook_share_button_724');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_724') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/insipirasi/korelasi-antara-kebiasan-menulis-dan-kesehatan-mental.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Membangun Bisnis Sampingan Yang Menggiurkan</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/kiat-membangun-bisnis-sampingan-yang-menggiurkan.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kiat-membangun-bisnis-sampingan-yang-menggiurkan</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/kiat-membangun-bisnis-sampingan-yang-menggiurkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 15:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis sampingan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis yang menggiurkan]]></category>
		<category><![CDATA[cara buka usaha]]></category>
		<category><![CDATA[jenis bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kiat bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kiat mulai usaha]]></category>
		<category><![CDATA[lahan usaha]]></category>
		<category><![CDATA[membangun bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[wiraswasta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki bisnis yang mapan merupakan impian yang sangat mulia. Banyak orang bercita-cita memiliki bisnis yang besar, yang akan menjamin hidupnya kelak. Bisnis yang bisa membuatnya hidup lebih berkualitas. Namun karena adanya benturan realitas hidup yang mesti di jalankannya. Apalagi jika pekerjaan yang sekarang dijalaninya, tidak semua orang bisa begitu saja meninggalkan pekerjaannya. Ada  tahap-tahap yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fkiat-membangun-bisnis-sampingan-yang-menggiurkan.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fkiat-membangun-bisnis-sampingan-yang-menggiurkan.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-634" title="puji irwanto" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/07/puji-irwanto-125x125.jpg" alt="puji irwanto" width="125" height="125" />Memiliki bisnis yang mapan merupakan impian yang sangat mulia. Banyak orang bercita-cita memiliki bisnis yang besar, yang akan menjamin hidupnya kelak. Bisnis yang bisa membuatnya hidup lebih berkualitas.  Namun karena adanya benturan realitas hidup yang mesti di jalankannya. Apalagi jika pekerjaan yang sekarang dijalaninya, tidak semua orang bisa begitu saja meninggalkan pekerjaannya. Ada  tahap-tahap yang mau tidak mau harus di laluinya.<span id="more-633"></span> Maka disitulah biasanya kita menyebutnya sebagai bisnis sambilan. Karena pekerjaan utama, belum bisa di tinggalkan. Sementara usaha atau bisnis yang ingin kita jalankan, belum bisa memberikan kepercayaan penuh akan menjamin “arus kas” yang pasti.  Seorang yang terikat oleh sebuah ikatan kerja, tentu tidak bisa begitu saja melepaskan pekerjaannya dan beralih membangun bisnisnya sendiri. Karena ada 2 hal yang mesti di perhatikan:</p>
<ol>
<li>Harus      melalui proses pengunduran diri. Dan ini perlu komunikasi yang baik dengan      atasan maupun terhadap management pada umumnya. Tidak bisa hari ini mengundurkan diri, besok sudah tidak kerja.      Tentu ada aturan dan etika yang harus di patuhi. apalagi kalau posisinya sangat strategis dan membutuhkan staf khusus. Masing-masing perusahaan      tentu memilik kebijakan masing-masing terkait hal ini.</li>
<li>di      perlukan mental yang siap untuk melakukan perubahan total. Siap untuk      tidak mendapatkan gaji, siap untuk tidak mendapatkan penghasilan pasti,      siap untuk susah dan masuk ke zona tidak aman yang menakutkan.</li>
</ol>
<p>Jika anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang ingin “memiliki bisnis” dan terbentur oleh 2 hal tersebut di atas. Maka berikut ini beberapa kiat yang mungkin berguna.  <em>Silahkan di simak….</em></p>
<blockquote><p><strong>Buatlah Suatu Keputusan</strong></p></blockquote>
<p>Pertama-tama Buatlah suatu keputusan. <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-sikap/pentingnya-sebuah-keputasan-dalam-hidup.html" target="_blank">Keputusan ini sangat penting</a>, karena disinilah landasan utama anda untuk melangkah. komitmen yang akan mengawal perjalanan hidup anda di dunia lain, dunia yang ingin anda raih.  <em> </em></p>
<blockquote><p><strong>Pilih Jenis Bisnis Sesuai Selera Anda</strong></p></blockquote>
<p>Saya yakin anda memiliki keinginan yang berbeda di bandingkan dengan teman anda. maka dari itu, jika anda ingin berbisnis, pilihlah jenis <a href="http://www.fadlymuin.com/peluang-sukses/peluang-bisnis-%E2%80%9Csesuaikan-dengan-selera-anda%E2%80%9D.html" target="_blank">bisnis sesuai selera anda</a>, jangan takut untuk memilih jalan sendiri. Pilihlah jenis bisnis yang sekiranya bisa anda jalankan, bisnis yang paling mendekati keahlian anda. jika anda ahli di bidang masak-memasak, kenapa tidak anda buka bisnis makanan, atau apa saja yang anda fikir / yakin bisa anda laksankan</p>
<blockquote><p><strong>Sesuaikan Bisnis Dengan Kemampuan Modal Anda</strong></p></blockquote>
<p><strong> </strong> Apapun jenis bisnis yang anda jalankan, resiko mutlak anda hadapi. Tapi, untuk tahap awal, pilihlah jenis bisnis yang modalnya terjangkau. Berfikirlah realistis dulu. Karena disini yang terpenting, selain bisnis itu sendiri. Anda sebenarnya sedang melatih mental bisnis anda sendiri. Caranya dengan langsung action. Oleh karena itu, agar tidak terlalu kaget jika kelaj mengalami kerugian [ semoga tidak yah..] makanya pilihlah jenis bisnis yang terjangkau dan minim dulu.</p>
<blockquote><p><strong>Buatlah Perencanaan Bisnis Sederhana</strong></p></blockquote>
<p><strong> </strong> Tidak perlu terlalu rumit membuat suatu perencanaan bisnis. Namanya juga bisnis sampingan. Tentu, konsentrasi masih terbagi dengan pekerjaan inti. Tapi bukan berarti bisnis sampingan yang akan anda bangun ini, di laksanakan asal-asalan. Tentu di butuhkan juga suatu perencanaan yang matang. Walau sederhana, dengan serius melakukannya, saya yakin kita akan terlatih. Kebiasaan ini akan berguna, jika kelak anda akan membangun bisnis yang lebih besar.</p>
<blockquote><p><strong>Carilah Literatur Tentang Bisnis Yang Anda Pilih</strong></p></blockquote>
<p>Walau sedikit banyak, anda sudah mengetahui bisnis yang anda pilih, ada baiknya anda menambah wawasan terhadap bisnis yang akan anda geluti tersebut. Semakin banyak informasi yang anda dapat tentang bisnis sejenis, semakin paham pula anda tentang seluk beluknya. Hal itu sangat berguna untuk pencegahan terhadap tindakan-tindakan yang salah.  <strong> </strong></p>
<blockquote><p><strong>Lakukan Survey Kilat</strong></p></blockquote>
<p>Survey ini sangat perlu. Dalam membangun bisnis survey ini berguna sebagai pemetaan. Anda perlu tau di mana lokasi bisnis yang akan anda jalankan. Dimana mendapatkan bahan baku, bagaimana proses produksi dan sebagainya. Hal ini perlu survey agar saat beroperasi, bisnis anda tidak akan kaget. Paling tidak anda sudah mendapat bayangan, bagaimana cara beroperasi bisnis anda nantinya</p>
<blockquote><p><strong>Pertajam Intuisi Bisnis Anda</strong></p></blockquote>
<p>Sebagai Pebisnis Pemula memiliki kejelian intuisi tidak bisa diperoleh secara instant. Ada proses yang harus di lalui. Realisasi dan pengalamanlah yang akan memberikan semua itu. Intuisi ini sangat penting. Dengan memiliki intuisi yang terlatih, seorang pengusaha akan terbiasa dan mudah memprediksi prospek bisnisnya kedepan.</p>
<blockquote><p><strong>Jalankanlah dengan Niat Baik Penuh Keyakinan</strong></p></blockquote>
<p>Apapun kegiatan yang kita lakukan, tanpa niat dan keyakinan, niscaya semua itu hanyalah gurauan. Sia-sia dan tanpa makna. Oleh karena itu, jika anda ingin semua itu benar-benar terlaksana, maka perkuat hati anda dengan Niat Baik penuh Keyakinan. Bertekadlah bahwa anda akan sukses dengan bisnis ini. Go&#8230;!  Sebagai bahan perenungan, silahkan simak  Kisah Sukses Pak <a href="http://www.majalahpengusaha.com/content/view/1021/28/" target="_blank">Puji Irwanto </a></p>
<p>Semoga memberikan Manfaat.</p>
<p>NB:  <em>Maaf kalau berkesan menggurui, ini kiat yang berlaku bagi siapa saja yang ingin berbisnis, termasuk saya <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ok?</em></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fkiat-membangun-bisnis-sampingan-yang-menggiurkan.html&amp;t=Kiat%20Membangun%20Bisnis%20Sampingan%20Yang%20Menggiurkan" id="facebook_share_button_633" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_633') || document.getElementById('facebook_share_icon_633') || document.getElementById('facebook_share_both_633') || document.getElementById('facebook_share_button_633');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_633') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/kiat-membangun-bisnis-sampingan-yang-menggiurkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Blog Motivasi Mulai berbisnis</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/ketika-blog-motivasi-mulai-berbisnis.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=ketika-blog-motivasi-mulai-berbisnis</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/ketika-blog-motivasi-mulai-berbisnis.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 16:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blog motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[energik]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivation]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[mulai bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[tema motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Saat saya luncurkan artikel tentang Dilema Blogger Bernafaskan Blog Motivasi, reaksi teman-teman sesama blogger sangat antusias dan dinamis dalam menangggapi perspektif yang saya tuangkan dalam artikel tersebut. Tentang kemungkinan terjadinya dilema saat blog motivasi mulai mengkonversi isi artikeknya dengan link-link referral. Atau dengan kata lain. Ketika Blog Motivasi Mulai Berbisnis Berbagai tanggapan masuk di kolom [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fdunia-blogging%2Fketika-blog-motivasi-mulai-berbisnis.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fdunia-blogging%2Fketika-blog-motivasi-mulai-berbisnis.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignright size-full wp-image-414" title="Blog Motivasi" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/04/images3.jpg" alt="Blog Motivasi" width="115" height="114" />Saat saya luncurkan artikel tentang <a href="http://www.fadlymuin.com/dilema-blogger-bernafaskan-blog-motivasi/" target="_blank"><strong>Dilema Blogger Bernafaskan Blog Motivasi</strong></a>, reaksi teman-teman sesama blogger sangat antusias dan dinamis dalam menangggapi perspektif yang saya tuangkan dalam artikel tersebut. Tentang kemungkinan terjadinya dilema saat blog motivasi mulai mengkonversi isi artikeknya dengan link-link referral. Atau dengan kata lain. <strong>Ketika Blog Motivasi Mulai Berbisnis<span id="more-412"></span></strong></p>
<p>Berbagai tanggapan masuk di kolom komentar. Pro dan kontra disampaikan dengan penuh rasa simpatik. Tentu saja ini membuat saya semakin bergairah menyikapinya. Dan dari sekian komentar yang masuk, saya menangkap ada 3 sikap yang di perlihatkan oleh rekan-rekan. Yaitu :</p>
<ul>
<li><strong>Pertama</strong>, ini memang sebuah dilema dan diperlukan strategi tertentu untuk memberikan ruang bagi sang motivator untuk mengembangkan ide bisnisnya.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kedua</strong>, jika blog motivasi berbisnis, itu bukan dilema, dengan argumentasi yang memadai tentunya. Argumentasi yang paling menonjol, mengatakan bahwa para motivator dan marketer kelas duniapun melakukan hal yang sama. Melakukan personal branding untuk melakukan penetrasi pasar.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Ketiga</strong>, prinsipnya blogging itu adalah mediasi multi interpertasi, yang bisa di gunakan untuk apa saja, sepanjang itu bisa di lakoni dengan penuh kesungguhan dan bisa di pertanjunggung-jawabkan. Serta menerima sepenuhnya apapun reaksi dari para pengunjungnya.</li>
</ul>
<p>Nah dari ketiga kategorisasi itu, mungkin anda akan berfikir saya berada di sikap yang mana yah&#8230;.? Dalam hal ini saya rasa tidak perlu berfikir seperti itu. Karena itu hanya akan mengkotak-kotakan kita dalam argumentasi yang stagnan. Sebaiknya kita rangkum ketiga alasan itu yang bisa kita jadikan sebuah ilustrasi, ketika salah satu situasi itu kita hadapi. Setuju??</p>
<p>Baiklah, sebenarnya kali ini saya ingin sekali mengungkap dorongan-dorongan yang membuat blog motivasi mengarah pada tendensi bisnis. Namun saya ragu, jika pendapat saya akan melukai mental maupun persepsi rekan-rekan dalam menyikapinya. Karena bagaimanapun juga, artikel yang ada diblog pada umumnya, sifatnya masih sangat subyektif. Bergantung dari potret situasi  yang di gunakan, oleh sang blogger.</p>
<p>Tapi tidak masalah, bukankah kita harus belajar dan berani mengemukakan pendapat. Sekalipun itu masih bersifat premature dan datar. Justru dari situlah kita bisa memetik poin-poin pembelajaran, yang akan menjadikan kita lebih kaya akan wawasan. Dan  saya yakin, kelak  artikel ini akan berguna (narsis juga nih&#8230;.)</p>
<p>Kembali ke tema selanjutnya: Ketika Blog Motivasi Mulai Berbisnis</p>
<p>Hal ini menarik, karena saat Blog Motivasi mulai berbisnis, maka  terjadilah pergeseran tema dari sebuah blog. Apabila ini terjadi secara alamiah, berarti ini adalah keahlian sang blogger / motivator dalam mengolah kualitas artikel yang di sajikan selama ini. Sehingga pembaca tidak menyadari dan bahkan menyukai isi dari artikel yang di sajikan selama ini.</p>
<p>Harus kita sadari, bahwa berbisnis itu menyenangkan. Karena bisa mendatangkan manfaat yang akan menunjang kualitas hidup kita. Apalagi jika di jalankan dengan penuh kesungguhan. Maka tidak heran jika blog motivasi, yang tadinya isi artikel total berbicara seputar motivasi, pada akhirnya juga mengkonversi dengan muatan-muatan bisnis.</p>
<p>Disamping sebagai ruang aplikasi, berbisnis melalu jalur blog, termasuk blog motivasi, sangatlah efektif. Namun seperti yang saya tekankan sebelumnya. Hendaknya kita melakukannya dengan kehati-hatian. Ibarat ingin menangkap burung, kita perlu mempersiapkan umpan sedemikian rupa, agar sang burung mau masuk ke dalam perangkap kita. dan pada saat si burung sudah masuk perangkap dan kita hendak menerjangkanya, jangan sampai kita menimbulkan gerak-gerak mencurigakan si burung. Karena jika begitu, ia bisa langsung terbang ke angkasa, dan tak ingin kembali lagi.</p>
<p>Serumit itukah realitasnya?</p>
<p>Tergantung anda menyikapinya dan memposisikan diri. Karena pengalaman andalah yang bisa mengukur dan menimbang. Kapan dan bagaimana waktu yang tepat untuk melakukan tindakan-tindakan bisnis yang dimaksud.</p>
<p>Untuk sementara artikel ini cukup sampai disini. Sebenarnya saya ingin melanjutkan dengan persepsi dan opini-opini yang lebih kaya dan fariatif. Tapi kali ini saya ingin kita sama &#8211; sama membebaskan diri dari belenggu pakem yang akan membatasi kreatifitas kita.</p>
<p>Semoga bermanfaat&#8230;.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fdunia-blogging%2Fketika-blog-motivasi-mulai-berbisnis.html&amp;t=Ketika%20Blog%20Motivasi%20Mulai%20berbisnis" id="facebook_share_button_412" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_412') || document.getElementById('facebook_share_icon_412') || document.getElementById('facebook_share_both_412') || document.getElementById('facebook_share_button_412');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_412') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/ketika-blog-motivasi-mulai-berbisnis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilema Blogger Bernafaskan Blog Motivasi</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/dilema-blogger-bernafaskan-blog-motivasi.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=dilema-blogger-bernafaskan-blog-motivasi</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/dilema-blogger-bernafaskan-blog-motivasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 06:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blog motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[dilema motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[energik]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivation]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[tema motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Kalau dalam artikel sebelumnya saya sudah mengangkat wacana tentang Blog Motivasi Sebagai Doping Dosis Rendah, kali ini kita akan mengulas DILEMA yang di alami oleh BLOG MOTIVASI. Lalu, apa gerangan  yang membuat seseorang mengalami dilema Apakah benar Blog Motivasi mengalami Dilema? Baiklah, kita mulai&#8230; Sebelumnya mari kita satukan persepsi, bahwa Blog Motivasi bisa saja mengalami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fdunia-blogging%2Fdilema-blogger-bernafaskan-blog-motivasi.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fdunia-blogging%2Fdilema-blogger-bernafaskan-blog-motivasi.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-405" title="Blog Motivasi" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/04/blogg.jpg" alt="Blog Motivasi" width="127" height="84" />Kalau dalam artikel sebelumnya saya sudah mengangkat wacana tentang <a href="http://www.fadlymuin.com/blog-motivasi-sebagai-doping-dosis-rendah/" target="_blank"><strong>Blog Motivasi Sebagai Doping Dosis Rendah</strong></a>, kali ini kita akan mengulas DILEMA yang di alami oleh BLOG MOTIVASI.</p>
<p>Lalu, apa gerangan  yang membuat seseorang mengalami dilema</p>
<p>Apakah benar Blog Motivasi mengalami Dilema?</p>
<p><em>Baiklah, kita mulai&#8230;<span id="more-404"></span></em></p>
<p>Sebelumnya mari kita satukan persepsi, bahwa Blog Motivasi bisa saja mengalami dilema, itu wajar dan sangat manusiawi.</p>
<p>Kita pasti paham, bahwa dilema bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk terhadap Blog Motivasi. Sebab yang paling sentral, karena terdapatnya dua kepentingan yang bertolak belakang. Antara kepentingan motivatornya dan harapan audiensinya.</p>
<p>Kepentingan-kepentingan atau tujuan dari <strong>Blog Motivasi</strong> masing masing berbeda, berpulang lagi pada bloggernya. Apa target yang ingin di capai dalam melakukan blogging. Apakah ingin memberikan daya ungkit kepada audiens / pembaca, atau ada tujuan lain selain itu. Sekali lagi, hanya bloggernya yang bisa menjawab.</p>
<p>Disinilah cikal bakal dilema itu terjadi.</p>
<p>Ketika awal mulai blogging, kita pasti memiliki tujuan-tujuan baik jangka panjang maupun jangka pendek. Untuk blog motivasi, tujuan mulia yang ingin di capai adalah <strong>agar pembaca mengalami perubahan. Perubahan dari segi  pola pikir dan pembentukan mental yang tangguh. Yang bisa diterapkan dalam menjalani hidup dan menghadapi segala persoalannya</strong>. Sangat mulia!</p>
<p>Makanya dalam menyajikan artikel-artikel motivasi, sebisa mungkin si empunya blog, akan berusaha keras menyajikan yang terbaik dan terdahsyat. Demi terjadinya perubahan yang diinginkan. Segala usaha dilakukan! Tenaga dan fikiran di maksimalkan. Konsisten mencari ide-ide, berdiskusi, membeli buku, ikut seminar, kursus dan lain sebagainya.</p>
<p>Semua usaha -usaha yang dilakukan oleh sang MOTIVATOR, Sekali lagi, Demi suatu tujuan mulia tersebut. Walau tidak semuanya melakukan itu. Dengan berbagai alasan tersendiri tentunya. Tapi saya yakin,  usaha-usaha ke arah itu mulai atau sedang dilakukan.</p>
<p>Seiring dengan waktu, persoalan dan masalah-masalah seputar bloggingpun pasti muncul. Entah itu yang bersifat teknis, maupun non-teknis. Nah yang ingin saya ungkit disini adalah sebuah dilema yang terjadi berkaitan dengan masalah yang di hadapi Blog Motivasi.</p>
<p>Sudah bukan rahasia lagi, bahwa di dunia internet banyak sekali peluang peluang bisnis yang bisa kita lakukan, alas an paling umum adalah, untuk perbaikan kondisi financial. dan untuk masalah ini, saya tidak terlalu paham. Anda bisa mengunjungi blog-blog yang memang mengulas realitas dan solusi seputar <strong>bisnis internet</strong> atau <strong>internet marketing</strong>. Anda bisa minta bantuan pada om <strong>google</strong>. Tapi sebagai referensi, anda bisa kunjungi blog <a href="http://mashengky.com/" target="_blank"><strong>mashengky</strong></a>, mas <a href="http://thebiznisman.blogspot.com/" target="_blank"><strong>Ricky</strong></a> dan yang lebih senior bisa mengunjungi blog <strong>mas <a href="http://jokosusilo.com" target="_blank">Joko</a></strong>.</p>
<p>Lalu apa hubungannya dengan blog motivasi. Dimana letak dilemanya?</p>
<p>Disinilah letak dilemanya, ketika Blog Motivasi mulai mengangkat tema-tema seputar bisnis online atau bisnis internet. Tidak masalah kalau memberikan motivasi untuk berbisnis. Yang jadi masalah ketika jalur bisnis yang di maksud adalah jalur referral sang Motivator. Hmm..jangan terburu-buru dulu mengambil kesimpulan.</p>
<p>Sebelumnya, ijinkan saya memberikan ilustrasi sedikit..</p>
<p>Sebenarnya salah satu alasan seseorang untuk blogging, adalah ingin berbisnis on line. Dan syarat paling dasar tentunya harus punya sebuah BLOG. Saat diputuskan bahwa tema yang akan di kembangkan adalah seputar motivasi. Tentu saja sang blogger mesti konsisten mengisi blognya dengan artikel-artikel yang sesuai dengan tema yang di angkat. Ibarat sebuah partai politik, yah harus sesuai dengan Visi Misi Partai. Ibarat sebuah Negara, yah harus sesuai dengan GBHN dan lain sebagainya</p>
<p>Karena tema yang di angkat adalah seputar motivasi. Dan seperti kita tau, asumsi yang berkembang bahwa seorang motivator itu layaknya seorang penolong tanpa pamrih. Sama seperti Guru, pahlawan tanpa tanda jasa. Dan akan menjadi boomerang, ketika ia mulai memiliki tujuan-tujuan tertentu dibalik motivasi yang disajikannya.</p>
<p>Boleh-boleh saja berbisnis melalui jalur motivasi. Dengan berbagai produk yang juga seputar motivasi. Misalnya, menerbitkan majalah motivasi, buku motivasi, cd motivasi dan produk-produk informasi lain yang berkaitan dengan motivasi.</p>
<p>Yang jadi dilema disini berkaitan dengan konten atau isi artikel blog motivasi. Ketika seorang membuka blog motivasi dengan maksud ingin mencari wacana yang memang berkaitan dengan tema blog yang di datangi. Mungkin akan heran dan berfikir, kok blog motivasi bicara bisnis online. Mungkin anda berfikir, ah boleh-boleh saja dong kenapa ngga? Banyak kok blog motivasi  yang mulai berbisnis. Benar! Dan saya sama sekali tidak berseberangan dengan pendapat anda.</p>
<p>Disini saya hanya coba memaparkan pendapat, melalu perspektif pembaca. Coba saja kita pikirkan, ketika orang tertarik dengan sebuah judul katakanlah seperti ini, <strong>&#8220;memulai bisnis itu mudah&#8221;</strong>. Kira-kira apa yang ada di benak pembaca ketika melihat judul seperti itu? Pastinya ia ingin tau dong, seberapa mudahkah bisnis yang dimaksud. Namun apa yang terjadi ketika ia membaca habis seluruh posting. Dan menemukan kalimat sakti di akhir posting. Yang mengarahkannya ke link referral sang motivator? kemunkinan besar ia akan menuai Kekecewaan!</p>
<p>Kalau yang baca itu saya, realita seperti itu, tidak akan membangkitkan semangat negative saya. Justru saya akan men-support sang motivator tersebut. yang jadi masalah adalah kalau yang membaca adalah orang awam, yang memiliki asumsi paranoid, curiga, negative atau orang-orang yang Kaku, dingin dan doyan kritik. Mungkin sang motivator akan mengalami serangan opini yang membabi buta.</p>
<p>Seandainya anda mengalami kondisi ini dan merasa perlu melakukan perbaikan. saran saya, kembalilah dulu ke konten yang seharusnya. Jika anda ingin melakukan aplikasi bisnis melalui Blog anda. Ada baiknya dilakukan dengan hati-hati. Jangan sampai pembaca merasa di manupulasi oleh isi artikel anda. karena ini erat kaitannya dengan personal branding  anda. untuk masalah Branding silahkan anda baca lagi artikel mas <strong>Arief <a href="http://ariefmaulana.com/2009/03/seberapa-efektif-membangun-personal-brand-lewat-blog-1/" target="_blank">disini</a></strong></p>
<p>Terus apakah salah, berbisnis melalui Blog yang bermuatan MOTIVASI?</p>
<p>Disini bukan masalah benar atau salah, melainkan persoalan diterima atau tidak diterimanya konsep anda oleh pembaca. segitu dulu deh, mungkin anda ingin melengkapi perspektif artikel ini??? silahkan memberikan masukan.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fdunia-blogging%2Fdilema-blogger-bernafaskan-blog-motivasi.html&amp;t=Dilema%20Blogger%20Bernafaskan%20Blog%20Motivasi" id="facebook_share_button_404" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_404') || document.getElementById('facebook_share_icon_404') || document.getElementById('facebook_share_both_404') || document.getElementById('facebook_share_button_404');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_404') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/dilema-blogger-bernafaskan-blog-motivasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Motivasi Alamiah Lebih Jitu?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/sikap-mental/benarkah-motivasi-alamiah-lebih-jitu.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=benarkah-motivasi-alamiah-lebih-jitu</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/sikap-mental/benarkah-motivasi-alamiah-lebih-jitu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 06:12:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sikap Mental]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi alami]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi dasar]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi jitu]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlymuin.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita kembali ke konsep dasar motivasi. Kita pasti akan bertemu dengan definisi dasar motivasi, yaitu : suatu dorongan / rangsangan yang mampu menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh, motivasi anda untuk blogging, berkarir, berbisnis. Bisa dipastikan, bahwa semua itu bisa terjadi,  karena adanya dorongan-dorongan motivasi yang anda terima. Sehingga anda mau melakukannya dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fsikap-mental%2Fbenarkah-motivasi-alamiah-lebih-jitu.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fsikap-mental%2Fbenarkah-motivasi-alamiah-lebih-jitu.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-371" title="motivasi alamiah" src="http://fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/03/org-tua.jpeg" alt="motivasi alamiah" width="100" height="131" />Kalau kita kembali ke konsep dasar motivasi. Kita pasti akan bertemu dengan <strong>definisi dasar motivasi</strong>, yaitu : suatu dorongan / rangsangan yang mampu menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh, motivasi anda untuk blogging, berkarir, berbisnis. Bisa dipastikan, bahwa semua itu bisa terjadi,  karena adanya dorongan-dorongan motivasi yang anda terima. Sehingga anda mau melakukannya dengan penuh antusias.<span id="more-370"></span></p>
<p>Saat ini perkembangan ilmu motivasi semakin bergairah. Banyak cara dilakukan untuk mempengaruhi seseorang dalam melakukan sesuatu. Namun kita jangan lupa bahwa semua pola fakir yang mengandung unsure motivasi, tetap berpedoman pada hakikat motivasi itu sendiri. Jadi secara alami, pada prinsipnya semua manusia itu sudah melakukan aktivitasi motivasi terhadap orang-orang yang dikasihinya. Ataupun orang lain yang mungkin butuh dorongan semangat.</p>
<p><strong>Untuk itulah, terkadang motivasi alamiah itu justru lebih ampuh. Mengenai sasaran. Karena diungkapkan dengan penuh cinta kasih</strong>. Bukan sekedar teori &#8211; teori ilmiah yang membuat si penerima motivasi merasa di gurui atau malah tidak paham dengan teori tersebut.</p>
<p>Motivasi Alamiah banyak beredar disekitar kita, hanya terkadang kita kurang bisa mencernanya. Kemungkinan disebabkan karena dua hal:</p>
<ul>
<li>kita kurang peka menerima sinyal motivasi alamiah tersebut</li>
</ul>
<ul>
<li>kita menganggap remeh motivasi alamiah tersebut, karena perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat sehingga membuat kita menolak pemikiran yang kita anggap dangkal tersbut.</li>
</ul>
<p>Siapa saja yang biasa memberikan motivasi alamiah?</p>
<p>Orang yang biasa dan paling sering memberikan motivasi alamiah adalah para orang tua kita sendiri. walau kadang-kadang kita menerimanya sebagai sebuah peraturan. Bahkan mungkin bertentangan dengan hati dan logika kita.  Tapi percayalah, kalimat-kalimat mereka mengandung unsure motivasi yang sangat kuat. Karena di ucapkan berdasarkan pengalaman hidup yang tidak bisa di anggap enteng.</p>
<p>Untuk bisa memahami ini, diperlukan intropeksi diri yang jujur. Sambil memikirkan kembali adakah ucapan-ucapan para orang tua kita selama ini, yang terlewatkan begitu saja.</p>
<p>Keampuhan motivasi alamiah ini cenderung lebih jitu. Hal ini dikarenakan ada unsur mendasar didalamnya, yaitu kasih-sayang. Yang tidak bisa diputuskan begitu saja.</p>
<p>Kandungan kasih sayang para orang tua, terpancar dari cara-cara mereka mengorganisir anak-anaknya selama ini. Benar-benar luar biasa.</p>
<p>Sebagai bukti, bagaimana mereka menanamkan nilai-nilai luhur didalam mental kita. anda bisa merasakannya sekarang. Bagaimana mereka memberikan kita <a href="http://fadlymuin.com/2009/03/kunci-sukses-yang-terlupakan/" target="_blank"><strong>kunci-kunci sukses</strong></a>. walau kita tidak menyadarinya.</p>
<p>Perhatikanlah dan renungkanlah lebih dalam, Bagaimana kita memiliki kepercayaan diri, dan bisa berekspresi seperti sekarang ini. Bagaimana mereka mengajarkan sekaligus mencontohkan cara bertahan hidup. Itu semua  karena konsep-konsep dasar yang telah ditanamkan didalam diri kita.</p>
<p>Oleh karena itu, konsep motivasi alamiah cenderung lebih dahsyat. Makanya sering-seringlah berkomunikasi dengan orang tua. Jangan pernah lupakan mereka.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fsikap-mental%2Fbenarkah-motivasi-alamiah-lebih-jitu.html&amp;t=Benarkah%20Motivasi%20Alamiah%20Lebih%20Jitu%3F" id="facebook_share_button_370" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_370') || document.getElementById('facebook_share_icon_370') || document.getElementById('facebook_share_both_370') || document.getElementById('facebook_share_button_370');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_370') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/sikap-mental/benarkah-motivasi-alamiah-lebih-jitu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
