<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Motivasi Mental &#187; Catatan Harian</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/category/catatan-harian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Tentang Motivasi, Pengembangan Diri dan Bisnis Secara Umum</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Ruang Tulis Baru Sudah Siap</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/ruang-tulis-baru-sudah-siap.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=ruang-tulis-baru-sudah-siap</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/ruang-tulis-baru-sudah-siap.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 17:02:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1301</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang sudah saya hembuskan di posting sebelumnya tentang niat untuk membuat ruang tulis khusus untuk menuangkan aspirasi bebas. Maka saat inilah waktu yang tepat untuk melahirkannya. Sebelumnya, sekedar informasi. Bahwa blog ini saya buat dengan tujuan yang sangat umum, yaitu ingin mengembangkan gaya menulis, aspirasi bebas dengan semangat yang lebih bebas tanpa terlalu terikat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fruang-tulis-baru-sudah-siap.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fruang-tulis-baru-sudah-siap.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Seperti yang sudah saya hembuskan di posting sebelumnya tentang niat untuk membuat ruang tulis khusus untuk menuangkan aspirasi bebas. Maka saat inilah waktu yang tepat untuk melahirkannya.</p>
<p>Sebelumnya, sekedar informasi. Bahwa blog ini saya buat dengan tujuan yang sangat umum, yaitu ingin mengembangkan gaya menulis, aspirasi bebas dengan semangat yang lebih bebas tanpa terlalu terikat pada satu kepribadian. Tapi bukan pribadi ganda yah.</p>
<p>Terus terang, blog ini masih belum sempurna. Anda tentu maklum akan itu bukan?<span id="more-1301"></span></p>
<p>Kenapa saya memilih tanggal 26 juli? Karena itu tanggal lahir anak ke-3 saya.terkesan subyektif dan sedikit narsis. Sengaja dibuat seperti itu sebagai pengingat dan juga momentum. Maksudnya supaya  saya bertambah semangat menulis.</p>
<p>Oke deh. Segitu dulu infonya. Oh iya blog baru itu saya beri nama <a href="http://ruangtulis.com" target="_blank">www.RuangTulis.Com</a> silahkan di liat-liat kalau berkenan.</p>
<p>salam</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fruang-tulis-baru-sudah-siap.html&amp;t=Ruang%20Tulis%20Baru%20Sudah%20Siap" id="facebook_share_button_1301" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1301') || document.getElementById('facebook_share_icon_1301') || document.getElementById('facebook_share_both_1301') || document.getElementById('facebook_share_button_1301');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1301') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/ruang-tulis-baru-sudah-siap.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontes Menulis Peribahasa</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/kontes-menulis-peribahasa.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kontes-menulis-peribahasa</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/kontes-menulis-peribahasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 08:02:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1241</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya akan coba mengikuti kontes menulis peribahasa yang diadakan oleh Pakdhe Cholik. blog yang terkenal dengan kontes uniknya. Blog yang didedikasikan untuk menciptakan tali silaturahmi yang panjang berakar. Dalam kesempatan ini pula,  saya akan berusaha mempopulerkan kalimat sentimentil yang biasanya diarahkan kepada birokrat yang masih Doyan &#8220;memperlambat dan mempersulit pelayanan masyarakat&#8221;. Tapi saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fkontes-menulis-peribahasa.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fkontes-menulis-peribahasa.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kali ini saya akan coba mengikuti <a href="http://abdulcholik.com/2010/06/21/kontes-menulis-peribahasa/" target="_blank">kontes menulis peribahasa</a> yang diadakan oleh <strong>Pakdhe Cholik</strong>. blog yang terkenal dengan kontes uniknya. Blog yang didedikasikan untuk menciptakan tali silaturahmi yang panjang berakar.</p>
<p>Dalam kesempatan ini pula,  saya akan berusaha mempopulerkan kalimat sentimentil yang biasanya diarahkan kepada birokrat yang masih Doyan &#8220;memperlambat dan mempersulit pelayanan masyarakat&#8221;.</p>
<p>Tapi saya akan coba &#8220;meredefinisi&#8221; agar bisa kita gunakan sebagai peribahasa yang longgar, dengan harapan lebih banyak digunakan untuk kepentingan konstruktif.<span id="more-1241"></span></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>ok, berikut ini peribahasanya:</p>
<ul>
<li><strong>Kalau bisa &#8220;titik-titik&#8221; Kenapa harus &#8220;titik-titik&#8221;</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>Artinya/ makasudnya: Sebenarnya setiap individu memililiki kapasitas berbuat lebih banyak. Tapi banyak orang yang menempatkan &#8220;titik&#8221; dengan logika dan perspektif negatif.Karena kurangnya <strong>pengetahuan</strong> dan <strong>kemauan</strong> untuk berbuat lebih baik. Bisa jadi karena dangkalnya ilmu, atau dominannya nafsu untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan kontrol diri.</li>
</ul>
<p>Misalnya kalau bisa jadi pecundang kenapa harus jadi pejuang. Kalau bisa santai kenapa harus cepat dan seterusnya.</p>
<p>Jika saja perspektifnya dibalik bukan mustahil kita akan dikelilingi oleh orang-orang progresif ( Peribahasa ini dimaksudkan untuk itu)</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>semoga sekedar sumbang gagasan ini bisa memberi sedikit efek gerak ke arah yang lebih baik.</p>
<p>memang ini bukanlah peribahasa yang hebat-hebat banget. kebetulan saja, maksud menciptakan peribahasa ini masih bernuansa motivasi, tidak ada salahnya juga disajikan disini.</p>
<p>Salam&#8230;!!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fkontes-menulis-peribahasa.html&amp;t=Kontes%20Menulis%20Peribahasa" id="facebook_share_button_1241" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1241') || document.getElementById('facebook_share_icon_1241') || document.getElementById('facebook_share_both_1241') || document.getElementById('facebook_share_button_1241');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1241') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/kontes-menulis-peribahasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggagas Buku Dengan IDE Cemerlang</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/menggagas-buku-dengan-ide-cemerlang.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=menggagas-buku-dengan-ide-cemerlang</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/menggagas-buku-dengan-ide-cemerlang.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 01:30:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1237</guid>
		<description><![CDATA[Dalam komentar terakhir di postingan saya tentang “Niat Menulis Buku”. Ditengah kebingungan memilih tema dan jenis tulisan. Mas Budhi K Wardhana memberi usul yang saya fikir sangat bagus,  terutama untuk batu loncatan. Ide ini diutamakan untuk kalangan blogger yang tertarik dengan bisnis online. Namun sayang, saya belum bisa menerima usulan mas Budhi, dengan alasan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fmenggagas-buku-dengan-ide-cemerlang.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fmenggagas-buku-dengan-ide-cemerlang.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Dalam komentar terakhir di postingan saya tentang “<a href="http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/saatnya-menulis-buku.html" target="_blank">Niat Menulis Buku</a>”. Ditengah kebingungan memilih tema dan jenis tulisan. Mas <a href="http://www.untungnyata.com/" target="_blank">Budhi K Wardhana</a> memberi usul yang saya fikir sangat bagus,  terutama untuk batu loncatan. Ide ini diutamakan untuk kalangan blogger yang tertarik dengan bisnis online.</p>
<p>Namun sayang, saya belum bisa menerima usulan mas Budhi, dengan alasan yang sudah saya jawab di kolom komentar. Mohon maaf ya mas budhi.</p>
<p>Selain itu, setelah saya membaca usulan dan komentar para sahabat, yang menitik beratkan pada tema motivasi. Saya seperti tak bergeming. Ingin sekali rasanya mengeksekusi salah satu tema yang pas, cocok dan berkualitas.<span id="more-1237"></span></p>
<p>Masih dalam suasana bingung, sampai akhirnya kemarin saya bersama istri, sempatkan ke toko buku. Saya susuri seluruh rak-rak buku. Saya perhatikan mana kategori yang paling diminati. Cukup pegel juga jongkok, berdiri,  jongkok lagi berdiri lagi dan muter-muter lagi.balik lagi, begitu seterusnya. Sampai puas rasa capeknya.</p>
<p>Sampai akhirnya saya menemukan satu novel yang mengangkat cerita tentang motivasi. Aha… ini yang saya cari, “fiksi motivasi!”</p>
<p>Istri saya juga mencari buku tentang cake dekoratif, tapi  tidak ketemu yang cocok. Dia juga sempat lirik salah satu novel memikat. Saya Tanya, &#8220;bunda mau beli itu?&#8221;  Ngga ah, “bunda mau baca buku ayah aja!” aha.. makin bersemangat nih..</p>
<p>Jadi, sekarang saya sudah menemukan , apa yang mau saya tulis, fiksi. Fiksi bernuansa motivasi</p>
<p>Terima kasih sobat, atas dukungannya selama ini. Mulai saat ini saya akan mulai menyusun proses kreatif. Mengumpulkan literatur yang mendukung  alur cerita, konflik-konfliknya, karakter tokoh dan sebagainya. Supaya lebih pede dan member hasil yang maknyus.. <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mohon dukungannya yah..</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Oh iya, kembali lagi ke usualan mas Budhi tadi di atas, berikut ini usulannya</p>
<blockquote><p>Mas Fadly, bagaimana kalau kita blogger yang seide, sama -sama bikin buku antologi bisnis online? Coba tawarkan ke mas Agus Sis, Arief M, Bebe Gendut, Iwan Kus, Udin Hamd, Imamz, Agus Subandono, Bundapreneur, Iskandar, dll. Pasti mereka semua bersedia sumbangin tulisan. Nanti minta tim editor untuk menyeleksi naskahnya. Bagaimana?</p></blockquote>
<p>Bagaimana menurut anda? Terutama nama-nama yang disebutkan. Silahkan dirembukkan dengan mas Budhi, siapa tau ada titik temu jadi kita bisa sama-sama memulai.</p>
<p>silahkan yah&#8230;</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fmenggagas-buku-dengan-ide-cemerlang.html&amp;t=Menggagas%20Buku%20Dengan%20IDE%20Cemerlang" id="facebook_share_button_1237" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1237') || document.getElementById('facebook_share_icon_1237') || document.getElementById('facebook_share_both_1237') || document.getElementById('facebook_share_button_1237');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1237') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/menggagas-buku-dengan-ide-cemerlang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>75</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Blogger Episode 8</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/kisah-seorang-blogger-episode-8.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kisah-seorang-blogger-episode-8</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/kisah-seorang-blogger-episode-8.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 02:38:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1233</guid>
		<description><![CDATA[Agar tidak bingung, bagi yang tidak mengerti. Posting kali ini adalah sebuah permainan kreatif yang bermula dari Mas Lutvi Afandi. Yaitu cerita fiksi tentang seorang blogger yang berkelanjutan di masing-masing blog yang tertarik untuk melanjutkan cerita ini. Episode 6 dan 7 sudah terbit di Sundagasik dan Suara Berbisik… Cerita ini menarik untuk mengembangkan imajinasi kita dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fkisah-seorang-blogger-episode-8.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fkisah-seorang-blogger-episode-8.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Agar tidak bingung, bagi yang tidak mengerti. Posting kali ini adalah sebuah permainan kreatif yang bermula dari Mas <a href="http://lutviavandi.com/kisah-seorang-blogger.html" target="_blank">Lutvi Afandi</a>. Yaitu cerita fiksi tentang seorang blogger yang berkelanjutan di masing-masing blog yang tertarik untuk melanjutkan cerita ini. Episode 6 dan 7 sudah terbit di <strong>Sundagasik </strong>dan<strong> Suara Berbisik</strong>…</p>
<p>Cerita ini menarik untuk mengembangkan imajinasi kita dan mengembangkannya menjadi sebuah perspektif. Sebagai ukuran sejauh mana kita mengenal dunia blogging dan internet secara umum..</p>
<p>Nah berikut ini kelanjutan di episode ke-8. Selamat menyimak…</p>
<p style="text-align: center;">***<span id="more-1233"></span></p>
<p>Setelah mencoba sabar dan menahan diri. Pak Bejo akhirnya mengambil sikap tegas. Sesuai  dengan saran karyawannya. Ia mulai dengan menemui seorang yang yang dikenal bijak, yang dikenal sangat arif dalam memberikan resolusi konflik dalam berbisnis.</p>
<p>Hari yang tepat sesuai janji yang  sudah mendekati hari H. Hati Pak Bejo makin bergetar, konon sosok yang akan di temui untuk dimintai pendapat itu, sangat kharismatik dan mampu melumpuhkan banyak argument njelimet. Hal itu membuatnya sangat gelisah..</p>
<p>Harinyapun tiba, ia akhirnya bertemu dengan Bung Alim nama orang bijak itu, usianya tidak jauh berbeda dengan Pak  Bejo, tapi auranya memancarkan keteduhan yang sangat dalam.</p>
<p>“Silahkan duduk pak Bejo”, ucap Bung Alim setelah mendengar perkenalan diri pak Bejo. Apa yang bisa saya bantu untuk pak Bejo, tentunya ada sesuatu yang sangat merisaukan sehingga pak Bejo bersedia menginjakkan kaki di pondok sederhana saya ini, silahkan pak Bejo.. saya siap mendengar.</p>
<p>Belum mendapat petuah bijak saja, Pak Bejo sudah merasakan getar kharismatik dari suara Bung Alim yang sangat responsive itu..</p>
<p>Agag ragu mulanya pak Bejo ingin mengungkap pesoalannya. Tapi dua karyawannya yang mendampinginya memberikan semangat seperti layaknya punggawa-punggawa keraton yang selalu setia mengiringi sang pangeran.</p>
<p>Akhirnya, pak Bejo bicara juga..</p>
<p>Begini Bung Alim, saya ada persoalan bisnis yang cukup mengganggu. Persoalan ini pernah di muat di sebuah media terkenal bernama <a href="http://sundagasik.com/sekedar-cerita/kisah-seorang-blogger-episode-6.html" target="_blank">Sundagasik</a> dan <a href="http://suarakelana.wordpress.com/2010/06/19/kisah-seorang-blogger-episode-7/" target="_blank">Suara Rakyat Berbisik</a>. Tapi tidak apa,  saya akan ceritakan intinya supaya Bung Alim bisa lebih paham.</p>
<p>Saya punya bisnis di internet, tapi masyarakat sekitar saya tidak percaya, bahkan waktu itu, saya disangka memelihara tuyul dan jenis makhluk yang di gunakan untuk pesugihan. Tapi  hal itu akhrinya bisa terselesaikan dengan saya menciptakan produk digital baru yang bisa menggebrak pasar di internet. Tapi lagi-lagi saya mendapat pesaing yang ingin menjatuhkan saya dan merebut konsumen saya.</p>
<p>Saya benar-benar tidak bisa terima ini bung Alim. Saya ingin mengembalikan reputasi saya. Saya ingin membungkam orang-orang yang sudah termakan oleh kelicikan Paijo, nama pesaing saya itu Bung Alim.</p>
<p>Begitulah kira-kira persoalannya, bisakah bung Alim memberikan saya solusi?</p>
<p>Tak bergeming Bung Alim menyimak cerita Bejo yang berapi-api itu. Bung Alim tak ingin memotong sedikitpun. Bahkan pada saat Pak bejo sudah selesai bercerita, ia seakan-akan masih menunggu cerita selanjutnya. Sampai akhirnya di tutup dengan permintaan saran oleh Pak Bejo..</p>
<p>“Hmm.. begitu yah..?”</p>
<p>Jedah yang bagus untuk meresapi inti cerita yang baru saja diterima oleh Pak Bejo. Bung Alim seperti sedang berfikir keras.</p>
<p>“boleh saya bertanya Pak Bejo?”</p>
<p>Tentu saja boleh, apa itu Bung Alim? Sergap Pak Bejo.</p>
<p>“apa yang anda takutkan dari sepak terjang Paijo itu?”</p>
<p>Sepertinya Pak Bejo tidak menduga sikap Bung Alim akan seperti itu. Ia fikir langsung menerima tanggapan yang berupa solusi. layaknya mendatangi seorang dukun yang langsung mengetahui solusi sebelum tau persoalannya.</p>
<p>Pak Bejo tidak tau, bahwa Bung Alim adalah orang yang sangat rasional dan senang menggunakan logika mentalitas mendasar manusia.</p>
<p>“bagaimana pak Bejo, apakah anda bisa menjawab, “apa yang anda takutkan dengan sepak terjang Paijo?”</p>
<p>Merasa terdesak, Pak bejo langsung menjawab. “saya takut bisnis saya hancur oleh ulah Paijo!”</p>
<p>“Apa anda tidak yakin dengan kredibilitas diri anda?” Tanya bung Alim lagi.</p>
<p>Pak Bejo terdiam. Dia mulai menyadari ini, bahwa inilah yang dilupakannya. Selama ini Ia terlalu melihat kekuatan diluaran. Pak Bejo terlalulu takut dengan kehebatan Paijo. Dia lupa bagaimana dulu ia berjuang membangun kerajaan bisnisnya. Sampai ia bisa membeli ini itu, sampai ia disangka memelihara makhluk pesugihan, tapi ia mampu melalui semua itu. Masa hanya karena ulah si Paijo, ia lalu gentar.</p>
<p>Hallooooo!!! Pak Bejo…?  Kenapa anda diam?</p>
<p>Opsss, maaf Bung Alim, saya benar-benar terkesimak dengan pertanyaan anda.</p>
<p>Saya rasa saya tidak perlu lagi solusi anda, pertanyaan anda sudah sangat menusuk jantung pertahanan saya. Saya semakin sadar bahwa kekuatannya ada pada diri saya sendiri.</p>
<p>Saya akan menghadapi ulah si paijo itu dengan kekuatan yang saya miliki saat ini..</p>
<p>Tunggu dulu Pak Bejo!  tahan Bung Alim.</p>
<p>Tapi saya mendengar nada emosi di suara anda. Boleh saya beri saran?</p>
<p>“saran apa Bung alim?” kali ini Pak Bejo yang terlihat garang.</p>
<p>Sebelum anda mengambil tindakan untuk menyikapi sepak terjang Paijo, saya ingin anda memahami  kalimat berikut ini,</p>
<blockquote><p>Lihatlah kekuatan diri dengan menggunakan suara terbijak yang anda miliki. Maka itulah kekuatan yang paling ampuh. Sebab, bukan hanya menghadang niat jahat dari luar, melainkan suara jahat dari dalam diri sendiripun dapat terdeteksi dan teramputasi dengan baik.</p></blockquote>
<p>Ohh.. semakin tak berdayalah pak Bejo. Rupanya Bung Alim sangat cermat mengendalikan suasana hati pak Bejo yang sedikit mengalami gejolak dan cenderung emosional..</p>
<p>Akhirnya Pak Bejo didampingi dua karyawannya meninggalkan pondok sederhana Bung Alim dengan langkah yang penih keyakinan. Siap dengan gagasan baru dalam menyikapi sepak terjang Paijo..</p>
<p>Masih mau lanjut?.. siapa yang mau melanjutkan, kira-kira apa yang dilakukan Bejo setelah mendapat wejangan dari Bung Alim?</p>
<p>Kita tunggu cerita selanjutnya dari rekan-rekan Pak Bejo, yaitu mas  <a href="http://mastyodion.wordpress.com/" target="_blank">Mastyo</a> yang nampaknya sedang sibuk-sibuknya.. kita tunggu saja reaksinya&#8230;</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fkisah-seorang-blogger-episode-8.html&amp;t=Kisah%20Seorang%20Blogger%20Episode%208" id="facebook_share_button_1233" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1233') || document.getElementById('facebook_share_icon_1233') || document.getElementById('facebook_share_both_1233') || document.getElementById('facebook_share_button_1233');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1233') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/kisah-seorang-blogger-episode-8.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa Idola Anda?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/siapa-idola-anda.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=siapa-idola-anda</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/siapa-idola-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 16:39:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1230</guid>
		<description><![CDATA[Saya suka gagap ketika ada yang bertanya, &#8220;siapa idola anda?&#8221;. Sejak dulu, seingat saya, tidak pernah ada seorangpun yang masuk dalam daftar idola yang membuat saya kesemsem setengah ampun. Kadang juga saya merasa egois, narsis dan sok pede. Tapi kenyataannya memang saya tidak pernah merasa punya idola. Bukan berarti saya sombong yah. Tapi ngomong-ngomong apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fsiapa-idola-anda.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fsiapa-idola-anda.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya suka gagap ketika ada yang bertanya, &#8220;siapa idola anda?&#8221;. Sejak dulu, seingat saya, tidak pernah ada seorangpun yang masuk dalam daftar idola yang membuat saya kesemsem setengah ampun.</p>
<p>Kadang juga saya merasa egois, narsis dan sok pede. Tapi kenyataannya memang saya tidak pernah merasa punya idola. Bukan berarti saya sombong yah.</p>
<p>Tapi ngomong-ngomong apa sih definisi idola itu? kebetulan saya menemukan definisi yang pas. Dari sebuah status di facebook yang disubmit oleh seoang kawab bernama <a href="http://www.facebook.com/home.php?#!/nadeak?ref=ts" target="_blank">Frans Nadeak</a>, mengambil dari  Karya Anthony de Mello, S. J, yang bunyinya seperti ini</p>
<blockquote><p>&#8220;Mengidolakan adalah sebuah ilusi yang menganggap di luar lebih kuat daripada yang di dalam diri kita. Ketika Anda memberikan kekuatan pada seseorang lebih daripada Anda sendiri, Anda menciptakan idola.&#8221;</p></blockquote>
<p>Jika mengacu dari situ, rasanya pantas saja, kalau kita tidak perlu mengidolakan seseorang.<span id="more-1230"></span></p>
<p>Dalam hal ini konteksnya untuk membangun kredibilitas kita sendiri. Bukan dalam semangat egoistis atau narsisme, ataupun  sifat-sifat lain yang unsurnya untuk membanggakan diri sendiri, bukan itu maksud dan arahnya yah.</p>
<p>Tapi, kata-kata  Anthony.. Sangat bagus dijadikan semacam bumbu untuk meracik mental percaya diri kita.</p>
<p>Bahwa pada dasarnya semua potensi sudah kita miliki, bahan mentahnya sudah ditangan tinggal kitanya saja, mau jadi koki atau sekedar penikmat masakan? Mau jadi subyek atau obyek? Pilihan ada pada diri kita sendiri.</p>
<p>Agar tidak salah persepsi, walau diatas sudah saya singgung bahwa ini bukan dalam konteks ”pembanggaan diri”. Melainkan sebagai upaya pembangunan karakter.</p>
<p>Jadi jika ada sesorang yang membuat kita simpatik, membuat kita salut, bukan berarti kita mengidolaknnya. Tapi kita, mengakui kehebatannya. Dan kita ingin belajar cara dia melakukannya. Saya rasa itulah poinnya.</p>
<p>Kita tidak akan bisa plek-plek jadi seperti orang yg kita idolakan. Kita hanya bisa belajar bagaiamana cara dia melakukannya.</p>
<p>Setelah itu, tinggal kita menyesuaikan anatara cara dia dengan tindakan nyata yang kita tempuh. Sinergi atau tidak. Hasilnya biarlah waktu dan komitmen anda yang akan menjawab. Setuju?</p>
<p>segitu dulu deh, selanjutnya silahkan anda memberikan pandangan tentang arti seorang idola?</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fsiapa-idola-anda.html&amp;t=Siapa%20Idola%20Anda%3F" id="facebook_share_button_1230" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1230') || document.getElementById('facebook_share_icon_1230') || document.getElementById('facebook_share_both_1230') || document.getElementById('facebook_share_button_1230');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1230') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/siapa-idola-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Menulis Buku</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/saatnya-menulis-buku.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=saatnya-menulis-buku</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/saatnya-menulis-buku.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 01:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1227</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang saya benar-benar sedang dalam keadaan, seakan-akan sedang dikejar-kejar penerbit buku. Ditanya, diminta dan didesak, “kapan naskah anda siap?”. Begitu kira-kira perasaan saya saat ini. Benar-benar berdebar. Apalagi setelah mengikuti pelatihan menulis baru-baru ini, juga sudah mengikuti sekolah menulis online bang Jonru. Ditambah komentar pak Hery berikut ini “sekarang lagi nulis buku apa mas fadly [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fsaatnya-menulis-buku.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fsaatnya-menulis-buku.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sekarang saya benar-benar sedang dalam keadaan, seakan-akan sedang dikejar-kejar penerbit buku. Ditanya, diminta dan didesak, “kapan naskah anda siap?”. Begitu kira-kira perasaan saya saat ini.</p>
<p>Benar-benar berdebar. Apalagi setelah mengikuti <strong><a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-menulis/ikut-pelatihan-menulis-bang-jonru.html" target="_blank">pelatihan menulis</a></strong> baru-baru ini, juga sudah mengikuti <strong><a href="http://www.sekolahmenulisonline.com/" target="_blank">sekolah menulis online</a></strong> bang Jonru. Ditambah komentar <strong><a href="http://suarakelana.wordpress.com/" target="_blank">pak Hery</a></strong> berikut ini</p>
<blockquote><p>“sekarang lagi nulis buku apa mas fadly ?”, ini baru pertanyaan sekaligus tantangan. Sebenarnya dengan menjadi blogger sudah merupakan langkah awalnya. Langkah berikutnya adalah mulai menyempitkan tema untuk mendukung PDB, sambil terus meningkatkan kualitas penulisan, siap deh bikin buku yg akan diterima pasar.</p></blockquote>
<p>&#8230;&#8230;.  rasanya saya  tidak punya alasan lagi untuk tidak mulai fokus menulis buku. Bukan hanya menulis di blog.<span id="more-1227"></span></p>
<p>Saya fikir sudah waktunyalah bikin target dan perencanaan yang cukup untuk mewujudkan impian  jangka menengah itu. Apalagi MH sudah manas-manasin dengan kesiapan <strong><a href="http://mashengky.com/bisnis/anda-ingin-menjadi-pengarang-buku-masuk-sini-gan.html" target="_blank">agencynya membantu para penulis</a></strong>.</p>
<p>Saya fikir ini adalah momen yang tetap untuk memicu semangat juang. Menulis buku! Deg-degan rasanya saya dengan rencana ini. Tapi harus dilalui.</p>
<p>Walau nanti akan berdampak pada sururtnya frekwensi ngeblog. tapi itulah &#8220;resiko&#8221; yg harus di terima. Ada prioritas yang harus dipilih dan  focus disitu.</p>
<p>Namun pada akhirnya sayapun mengalami sedikit rasa bingung. Apakah akan menulis fiksi atau non fiksi. Selama ini saya memang sudah terbiasa dengan yang non fiksi, sama halnya dengan tema-teman lain pada umumnya. Tapi hati kok rasanya ingin menulis fiksi ya. Itu nanti saya fikirkan.</p>
<p>Oh iya numpang nanya nih teman, menurut anda selain tema motivasi, tema apa yg kira-kira pantas untuk saya? Siapa tau saja ada input yg pas. saya sangat berterima kasih untuk itu.</p>
<p>Kalau tidak ada ide, ya gapapa. Nanti saya cari sendiri deh <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ini adalah niatan saya. Sebagai salah satu impian yang ingin diwujudkan.kita lihat saja nanti. Apakah saya lolos atau tidak. tulisan ini sekaligus bentuk pengingat buat saya sendiri. syukur-syukur bisa berdampak positif buat anda juga.</p>
<p>***</p>
<p>Oh iya bagaimana dengan anda, apakah ada niat menulis buku? Atau bahkan buku anda sudah terbit? Tolong berbagi di sini yah…</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fsaatnya-menulis-buku.html&amp;t=Saatnya%20Menulis%20Buku" id="facebook_share_button_1227" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1227') || document.getElementById('facebook_share_icon_1227') || document.getElementById('facebook_share_both_1227') || document.getElementById('facebook_share_button_1227');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1227') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/saatnya-menulis-buku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-Hati Dengan Peran Ganda</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/hati-hati-dengan-peran-ganda.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=hati-hati-dengan-peran-ganda</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/hati-hati-dengan-peran-ganda.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 06:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1219</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat tulisan saya tentang bisnis sampingan khan? Nah ini sebenarnya ada kemiripan dengan peran ganda yang saya maksud kali ini. Naumun, walau kesannya mirip tapi sejujurnya ini berbeda. Perbedaannya terletak pada tujuannya. Bisnis sampingan dibangun dengan motif sebagai upaya cadangan, kelak jika sudah dianggap mumpuni maka kerjaan utama bisa ditinggalkan dan bisnis sampingan bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fhati-hati-dengan-peran-ganda.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fhati-hati-dengan-peran-ganda.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Masih ingat tulisan saya tentang bisnis sampingan khan? Nah ini sebenarnya ada kemiripan dengan peran ganda yang saya maksud kali ini.</p>
<p>Naumun, walau kesannya mirip tapi sejujurnya ini berbeda.</p>
<p>Perbedaannya terletak pada tujuannya. <a href="http://www.fadlymuin.com/peluang-sukses/bisnis-sampingan-boleh-asal-serius.html" target="_blank">Bisnis sampingan</a> dibangun dengan motif sebagai upaya cadangan, kelak jika sudah dianggap mumpuni maka kerjaan utama bisa ditinggalkan dan bisnis sampingan bisa dikelolah dengan serius</p>
<p>Artinya bisnis sampingan  naik derajad menjadi bisnis utama. Si “sampingan” tadi bisa berubah status menjadi utama. Bias menjadi tumpuan hidup.</p>
<p>Sementara peran ganda  hanya menambah saja. Tambah kerjaan dengan harapan tambah pemasukan. Cukup sampai disitu saja. Dalam hal ini tidak ada tujuan untuk beralih apalagi sampai meninggalkan pekerjaan utama.</p>
<p>Jadi walau ada kemiripan, tapi sesungguhnya mereka itu berbeda. Apa yang membedakannya, tak lain dan tak bukan ia adalah “tujuan”.<span id="more-1219"></span></p>
<p>Lalu apa yang salah dengan peran ganda ini? Tidak ada yang salah sebenarnya. Dalam sudut-sudut kehidupan lainnya. Peran ganda masih dapat kita jumpai dalam berbagai bentuk.</p>
<p>Saya hanya tergelitik saja ingin mengomentari tentang peran ganda ini. Mengingat prilaku ini sangat umum sekaligus menarik untuk di perhatikan.</p>
<p>Dalam situasi tertentu, ganda itu kurang memuaskan sekaligus berpotensi untuk merugikan pihak lain.hal ini bisa diperkuat jika peran ini dilakukan dengan cara yang salah.maka tidak menutup kemungkinan terjad manipulasi, ketidak jujuran, korupsi kecil-kecilan dan hal-hal lain yang diluar batas kewenangan kita.</p>
<p>Kecuali  jika dilakukan dengan cara yang benar dan jauh dari tujuan asas manfaat. Maka asumsi di atas tidak berlaku.</p>
<p>Sekarang, biar lebih jelas. Kita buat aja contoh kasus.</p>
<p>Seandainya, ada seorang  pegawai negeri, yang berperan ganda. Dilain sisi ia tercatat sebagai pegawai  tetap punya NIP dan menerima gaji bulanan dan fasilitas lainnya. Dilain pihak, ia mencoba membuat “bisnis sampingan”, tapi lebih banyak menuangkan waktunya di bisnis sampingannya itu.</p>
<p>Inilah yang saya maksud ada celah untuk merugikan pihak lain. Dalam hal ini pihak pemerintah dirugikan oleh oknum tertentu.</p>
<p>Sangat berbeda hakikatnya dengan bisnis sampingan yang saya maksud di atas.</p>
<p>Nah, bagaimana menurut anda dengan kondisi seperti itu?</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fhati-hati-dengan-peran-ganda.html&amp;t=Hati-Hati%20Dengan%20Peran%20Ganda" id="facebook_share_button_1219" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1219') || document.getElementById('facebook_share_icon_1219') || document.getElementById('facebook_share_both_1219') || document.getElementById('facebook_share_button_1219');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1219') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/hati-hati-dengan-peran-ganda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>59</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menertawai Diri sendiri, Sudah Pernakah?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/menertawai-diri-sendiri-sudah-pernakah.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=menertawai-diri-sendiri-sudah-pernakah</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/menertawai-diri-sendiri-sudah-pernakah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 13:58:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1205</guid>
		<description><![CDATA[Ini tulisan yang sudah lama ingin saya posting. Ide ini ada karena usulan dari mas Aldy tempo hari, disalah satu artikel saya. kalau tidak salah judulnya tentang kelucuan negeri ini deh. Terus terang, agag sulit membuat tulisan ini. Sebab memang begitula faktanya. Ternyata menertawakan diri sendiri, jauh lebih sulit daripada menertawakan orang lain. Mungkin karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fmenertawai-diri-sendiri-sudah-pernakah.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fmenertawai-diri-sendiri-sudah-pernakah.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ini tulisan yang sudah lama ingin saya posting. Ide ini ada karena usulan dari mas <a href="http://aldymy.name/" target="_blank">Aldy</a> tempo hari, disalah satu artikel saya. kalau tidak salah judulnya tentang <a href="http://www.fadlymuin.com/refleksi-sosial/jika-negeri-ini-lucu-kenapa-kita-tak-juga-tertawa.html" target="_blank">kelucuan negeri ini</a> deh.</p>
<p>Terus terang, agag sulit membuat tulisan ini. Sebab memang begitula faktanya. Ternyata menertawakan diri sendiri, jauh lebih sulit daripada menertawakan orang lain.</p>
<p>Mungkin karena mata itu memandang keluar. Menuju obyek yang ada diluaran. Bukan memandang kedalam. Jadilah kita makhluk yang lebih mudah melihat sisi lain di luar sana, ketimbang kepada diri sendiri.<span id="more-1205"></span></p>
<p>Gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman diseberang lautan tampak. Saya rasa sangat pas untuk pandangan di atas.</p>
<p>Pada umumnya, kita lebih muda menilai orang lain, menilai karyanya, karakternya dan kebiasaan-kebiasaan orang lain. Ketimbang menilai diri sendiri. Betul&#8230;?</p>
<p>Ituah sebabnya kita lebih muda ”mencela atau memuji” orang lain. Tapi sangat sukar melakukan untuk diri sendiri. Sebab kita sendiri tidak tau ”apa” yang bisa kita cela atau puji dari diri kita yang keren ini. Terkecuali kita sudah terlatih dan melihat kedalam, tidak hanya keluar, tapi kedalam lubuk diri sendiri.</p>
<p>Mungkin dengan mulai memandang kedalam lubuk hati kita sendiri, kita bisa banyak melakukan perubahan dini. Sebagai bentuk pengembangan diri. Tidak ada salahnya mencoba mengikuti petuah-petuah bijak untuk mulai berbenah, intropeksi dan melakukan hal-hal lain guna melakukan perbaikan.</p>
<p>Termasuk jika ada keganjilan yang terasa aneh. Ada sesuatu yang membuat kita merasa lucu dengan diri sendiri. Lucu terhadap apa yang sudah kita lakukan. Kenapa tidak mencoba menertawai diri sendiri. Mengejek diri sendiri, Susah? Emang iya.</p>
<p>Maksud menertawai diri sendiri, bukan mempermalukan diri sendiri. Atau menjadi pelawak seperti Tukul yang rela menjadi ”korban” tertawaan untuk menciptakan tawa semarak. Bukan itu maksudnya. Melainkan ini bisa menjadi konsumsi pribadi. Hanya kita sendirilah yang tau. Sebab hanya kita yang bisa jujur dengan diri sendiri.</p>
<p>Harapannya, dengan melihat kelucuan yang sudah kita perbuat selama ini, sebisa mungkin bisa menjadi bahan acuan., bahwa masih ada banyak cela yang harus dibenahi dari kita yang selama ini kita anggap hebat. Masih banyak sifat yang perlu di luruskan. Agar prilaku menggelikan itu bisa tereliminir.</p>
<p>Jadi kesimpulannya, pada prinsipnya manusia ini terdapat frekwensi yang aneka ragam. Jika gelombangnya kacau, maka keganjilan akan mempengaruhi cara pandang dan pola fikir yang lebih jauh. Karena gelombangnya sangat halus, hampir dipastikan susah dirasakan. Kecuali dengan cara-cara yang sangat halus.</p>
<p>okelah..udah dulu yah</p>
<p>ini hanya  sekilas wacana yang saya tulis dengan cukup berat. Hitung-hitung latihan menulislah <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oh iya Bagaimana menurut anda&#8230;? kelucuan apa yang sudah anda perbuat? He he he</p>
<p>*<em>Mas Aldy, makasih yah anda sudah ”menyiksa” saya dengan usulan ini.. <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fmenertawai-diri-sendiri-sudah-pernakah.html&amp;t=Menertawai%20Diri%20sendiri%2C%20Sudah%20Pernakah%3F" id="facebook_share_button_1205" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1205') || document.getElementById('facebook_share_icon_1205') || document.getElementById('facebook_share_both_1205') || document.getElementById('facebook_share_button_1205');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1205') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/menertawai-diri-sendiri-sudah-pernakah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>69</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesempatan Kerja Hilang, Hanya Karena KTP Mati!</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/kesempatan-kerja-hilang-hanya-karena-ktp-mati.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kesempatan-kerja-hilang-hanya-karena-ktp-mati</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/kesempatan-kerja-hilang-hanya-karena-ktp-mati.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 14:14:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1174</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ini bentuk curhat tersendiri bagi saya. berkaitan dengan situasi yang kebetulan tidak tepat. Pengalaman ini dialami oleh adik ipar saya, Astria namanya, baru saja lulus dari kuliahnya. Yang ada dibayangannya saat ini adalah bagaimana mendapatkan kerjaan secepat mungkin. Agar tidak merepotkan orang tua lagi. Upaya untuk mendapatkan kerjaan yang tepat di tumpahkan dengan segenap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fkesempatan-kerja-hilang-hanya-karena-ktp-mati.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fkesempatan-kerja-hilang-hanya-karena-ktp-mati.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Mungkin ini bentuk curhat tersendiri bagi saya. berkaitan dengan situasi yang kebetulan tidak tepat.</p>
<p>Pengalaman ini dialami oleh adik ipar saya, Astria namanya, baru saja lulus dari kuliahnya. Yang ada dibayangannya saat ini adalah bagaimana mendapatkan kerjaan secepat mungkin. Agar tidak merepotkan orang tua lagi.</p>
<p>Upaya untuk mendapatkan kerjaan yang tepat di tumpahkan dengan segenap energinya. Baca koran kompas, hunting di internet dan sebagainya. Singkat cerita terlibatlah ia dalam aktifitas administratif, masuk ke dalam fase ”<em>proses pencarian kerja</em>” bersaing dengan jutaan fresh graduate lainnya.<span id="more-1174"></span></p>
<p>Suatu ketika ia mendatangi sebuah perusahaan, berdasarkan surat panggilan untuk wawancara. Kantornya terletak di sebuah gedung yang besar. Layaknya sebuah gedung, proses pengamanan administratifpun dilakukan. Dan sampailah ia pada pemeriksaan standart, periksa KTP.</p>
<p>Porses ini memaksa ia untuk kecewa luar dalam. Kecewa hati dan kecewa fisik. Sudah capek-capek mendatangi kantor yang di tuju, tapi hasilnya nihil karena tidak bisa masuk gedung, disebabkan KTP yang sudah kadaluarsa.</p>
<p>&#8220;Kok tidak di urus sebelumnya sih?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudah&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>Nah ini ada masalah kecil yang sungguh sepela tapi tidak mendapatkan empati dari orang-orang yang ”Seharusnya” memiliki jiwa humanis yang tinggi. ”pengurus RT”.</p>
<p>Sebelumnya ia sudah mengurus perpanjangan KTP, tapi surat pengantar dari RT saja mendapatkannya minta ampun. Layaknya birokrasi pemerintahan tingkat tinggi. Ia harus rela dipantulkan kiri kanan. Bak bola pingpong yang tak bisa dideteksi lajunya.</p>
<p>Sampai saat waktu panggilan wawancara tiba, eh perpanjangan KTP pun tak kunjung mendapatkan titik terang. Nekad campur etika. Nekad karena Membawa KTP kadaluarsa, etika karena merasa bertanggung jawab atas lamaran yang dikirimnya.</p>
<p>Alhasil, nekad dan etika positif, harus di jawab dengan balasan yang tidak setimpal.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<h5>Pengalaman apa yang bisa didapat dari sini?</h5>
<ul>
<li>Pertama, terkadang kita sebagai orang yang memiliki peran ”tertentu” tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan, memiliki dampak bagi orang lain. Seperti pengurus RT yang tidak empati dan tidak tanggap betapa pentingnya kepemilikan KTP yang Valid untuk warganya. Dalam kasus ini, adik saya harus kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaannya. Walau tidak ada jaminan ia pasti diterima di tempat itu. Tapi setidaknya kesempatan itu sudah ada dan itu secara tidak langsung telah ditutup oleh kerepotan mengurus KTP dan mungkin juga waktunya yang kurang pas. Antara mengurus KTP dan memenuhi panggilan wawancara</li>
</ul>
<ul>
<li>Kedua, sebagai manusia biasa, kita tidak pernah tau. Tuhan memberikan jalan yang serba tak terduga dan sulit dibaca kemana arah yang akan dituju. Diperlukan kesabaran dan <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html" target="_blank">ekspektasi yang positif</a> untuk terus melangkah. Jika tidak ada kesadaran seperti itu, kita akan mudah lumpuh untuk terus berupaya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Ketiga, Persiapan itu sangat penting. Sekecil apapun, jika hal itu menyangkut hal-hal penting. Sebaiknya benar-benar serius mengurusnya.</li>
</ul>
<p>Nah, pengalaman kecil ini semoga saja bisa kita petik  manfaatnya. Mudah-mudahan ada diantara anda yang menjadi aktor penting di masyarakat. Maka jelilah melihat nilai-nilai yang akan membawa kebaikan kepada orang lain. Sebab itupun termasuk dalam rangkaian ibadah anda.</p>
<p><em>Untuk adiku, Astria sabar yah. Mungkin itu bukan jodoh kariermu tri&#8230; dan perlu diingat juga, segera mengurus KTP dulu biar bisa masuk gedung lagi .. he he he <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fkesempatan-kerja-hilang-hanya-karena-ktp-mati.html&amp;t=Kesempatan%20Kerja%20Hilang%2C%20Hanya%20Karena%20KTP%20Mati%21" id="facebook_share_button_1174" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1174') || document.getElementById('facebook_share_icon_1174') || document.getElementById('facebook_share_both_1174') || document.getElementById('facebook_share_button_1174');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1174') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/kesempatan-kerja-hilang-hanya-karena-ktp-mati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>90</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Jadi Juri Kontes Menulis AS.Com</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/pengalaman-jadi-juri-kontes-menulis-as.com.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=pengalaman-jadi-juri-kontes-menulis-as.com</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/pengalaman-jadi-juri-kontes-menulis-as.com.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 08:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seseorang menjadi penentu sebuah event kompetitif. Tentu saja banyak hal yang membuatnya selalu terjaga. Tersadar dan menyoroti setiap kejadian yang berseruak. Sama halnya dengan saya, dan juri yang lain Mashengky dan Mas Arief  Maulana ketika menjadi juri kontes menulis, yang diadakan rekan kita, Mas Agus Siswoyo. Banyak hal yang yang telah menyita perhatian Juri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fpengalaman-jadi-juri-kontes-menulis-as.com.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fpengalaman-jadi-juri-kontes-menulis-as.com.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ketika seseorang menjadi penentu sebuah event kompetitif. Tentu saja banyak hal yang membuatnya selalu terjaga. Tersadar dan menyoroti setiap kejadian yang berseruak. Sama halnya dengan saya, dan juri yang lain <a href="http://mashengky.com" target="_blank">Mashengky</a> dan Mas <a href="http://ariefmaulana.com" target="_blank">Arief  Maulana</a> ketika menjadi juri kontes menulis, yang diadakan rekan kita, Mas <a href="http://agussiswoyo.com/2010/05/02/pengumunan-pemenang-kontes-menulis/#comment-8836" target="_blank">Agus Siswoyo</a>.</p>
<p>Banyak hal yang yang telah menyita perhatian Juri yang begitu besar. Sebab salah satu kewajiban kami adalah memberikan penilaian yang obyektif, substantif dan target dari sudut pandang setiap tulisan yang terbit.</p>
<p>Dan itu tak tanggung-tanggung. Secara reguler artikel terbit hampir seminggu penuh. Hanya di beri  jeda oleh tulisan pemilik blog sendiri. Namun setidaknya, saat itu, kami bisa menggunakan  waktu untuk libur menilai.<span id="more-1135"></span></p>
<p>Memang sih, tidak sebegitu dramatisnya. Membaca artikelnya memang adalah pekerjaan santai. Menyenangkan, karena banyak sekali pemikiran-pemikiran segar dari para kontestan. Menurut saya. mereka semua sangat bergairah. Saya sangat apresiatif untuk itu.</p>
<p>Mudah-mudahan saja, semangat menulis itu, tidak pupus seiring dengan berakhirnya kontes. Toh pada dasarnya para kontestan adalah juga para blogger yang mau tidak mau mereka di tuntut untuk menulis. Jadi kontes yang di adakan mas Aini adalah semacam <strong><a href="http://www.fadlymuin.com/dunia-blogging/blog-motivasi-sebagai-doping-dosis-rendah.html" target="_blank">doppping untuk menggoyang</a></strong> kepala kita agar tidak terlena oleh kefakuman menulis.</p>
<p>Untuk para pesertanya. Ada beberapa yang membuat saya terkesan. Terutama nyawa dari setiap tulisan itu. Bukan dari yang lain-lain. Tapi dari jiwanya. Saya mencoba meresapi aura tulisannya. Walau hal semacam itu sulit sekali mendeskripsikannya. Namun ada pendekatan yang saya rasa bisa kita gunakan.</p>
<p>Yaitu seberapa besar tulisan itu mampu membuat getaran-getaran yang membuat kita terhenyuh dan membenarkan ucapan-ucapan penulisnya. Siapakah mereka? Saya rasa kita tidak perlu menyebut nama.. ok? Tapi saya merasakan ada beberapa.</p>
<p>Inilah pengalaman dan pendapat saya tentang kontes menulis yang diadakan mas Agus. Semoga saja kita semua bisa memetik manfaat dari event edukatif itu..</p>
<p>Ok selamat menulis!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fcatatan-harian%2Fpengalaman-jadi-juri-kontes-menulis-as.com.html&amp;t=Pengalaman%20Jadi%20Juri%20Kontes%20Menulis%20AS.Com" id="facebook_share_button_1135" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1135') || document.getElementById('facebook_share_icon_1135') || document.getElementById('facebook_share_both_1135') || document.getElementById('facebook_share_button_1135');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1135') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/catatan-harian/pengalaman-jadi-juri-kontes-menulis-as.com.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
