<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Motivasi Mental &#187; Belajar Bisnis</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/category/belajar-bisnis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Tentang Motivasi, Pengembangan Diri dan Bisnis Secara Umum</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 17:02:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Berbisnis Lewat Toko Online Masih Menjanjikan</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=berbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 02:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya akan membagikan kiat-kiat berbisnis lewat toko online. Siapa tau ada yang masih ingin mencari gambaran tentang, bagaimana caranya berbisnis  lewat internet, menggunakan media Toko Online. Kalau bicara bisnis online. Mungkin sebagian ada yang sudah mengambil sikap apriori. Tidak respek dan menutup pintu untuk melangkah ke situ. Bukan tanpa alasan. Sebab opini bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kali ini saya akan membagikan kiat-kiat berbisnis lewat toko online. Siapa tau ada yang masih ingin mencari gambaran tentang, bagaimana caranya berbisnis  lewat internet, menggunakan media Toko Online.</p>
<p>Kalau bicara bisnis online. Mungkin sebagian ada yang sudah mengambil sikap apriori. Tidak respek dan menutup pintu untuk melangkah ke situ.</p>
<p>Bukan tanpa alasan. Sebab opini bahwa bisnis online itu susah, belum lagi banyak ranjau yang menghadang dengan modus penipuan, semakin mengkerucutlah nyali untuk menyatakan bahwa ”katakan TIDAK untuk bisnis online”.<span id="more-1182"></span></p>
<p>Tapi sebelum pemahaman itu benar-benar menancap. Mari kita lihat kembali, bisnis online bukan hanya jualan ebook atau mengajarkan cara cepat kaya. Ini mind set yang harus dibenahi menurut saya. Jika tidak, maka pemikiran negatif tentang bisnis online akan semakin menggumpal dan susah untuk dicairkan.</p>
<p>Padahal, banyak sekali sebenarnya celah yang bisa kita manfaakan di internet. Sekali lagi asal anda tau caranya&#8230; (he he he)</p>
<p>Banyak jalan menuju roma. Banyak jalur berbisnis di internet. Salah satu yang menurut saya masih menjanjikan adalah toko online. Sebenarnya toko online ini lebih tepatnya dikatakan sebagai media berbisnis. Bukan bisnis online. Lain halnya jika anda membuat ebook tentang toko online yah.</p>
<p>Pengalaman saya membangun dan menaruh harapan besar lewat media toko online cukup menyenangkan. Penuh suka duka yang wajar. Namun saya rasa lebih banyak enaknya daripada dukanya.</p>
<p>Sebab, kalau di hitung-hitung. Dari segi modal, relative sangat kecil. Dari waktu sangat fleksible bisa di sesuaikan dengan kegiatan seharian kita.</p>
<p>Namun demikian walau terkesan relatif mudah dan adaptif. Perlu kiranya kita sebagai owner mempersiapakan segala sesuatunya.</p>
<p>Sebab dari sanalah kita akan mendulang kenikmatan berbisnis menggunakan media toko online. Jika kemasannya bagus, produknya dibutuhkan dan service memuaskan maka bukan tidak mungkin hidup anda akan berubah cara pandangnya. Mungkina anda akan mulai berfikir <a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/bekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html" target="_blank">apakah meneruskan berkerja atau memilih berbisnis?</a></p>
<p>Jawabannya bisa anda berikan setelah anda melewati prosesinya, tentu saja.</p>
<p>”Lalu, kira-kira nih, apa saja yang perlu disiapkan untuk mulai berbisnis lewat toko online?”</p>
<p>Ok, sesuai pengalaman berikut ini saya sarikan apa saja yang benar-benar perlu diperhatikan.</p>
<ul>
<li><strong>Produk</strong>. Siapkan produk yang ingin anda jual. Jika selama ini anda sudah memiliki produk, itu lebih bagus. Artinya anda sudah memiliki modal pertama. Tinggal memasarkannya  lewat toko online anda. Tapi jika belum. Maka anda butuh waktu khusus untuk mempersiapkan produk apa saja yang kira-kira sesuai dengan minat anda, digemari pasar dan bisa anda lakukan. (usahakan kompak yah)</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Toko Online itu sendiri</strong>. Inilah media anda. Inilah toko anda yang kemungkinan akan membuat anda sibuk setengah mati. Sebab anda akan sibuk melayani pembeli. Sibuk melayani pertanyaan calon pembeli dan sebagainya. Berikan perhatian yang cukup untuk membangun Toko Online anda. Bila perlu minta bantuan orang yang berkompeten untuk setting supaya kelihatan proffesional. (saya mempercayakan Kawan <a href="http://twonline.biz/" target="_blank">Tri Wahyudi</a> untuk membuatnya)</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Promosi</strong>. Nah ini perlu juga dan sangat penting untuk difikirkan. Sebab tanpa promosi, calon pembeli tidak akan pernah mengenal produk kita. Calon pembeli tidak akan pernah mengetahui siapa dan apa produk yang kita jual. Disini ada biaya promosinya. Dan jangan pelit mengeluarkan ongkos untuk ini.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Service</strong>. Ini tak terlihat namun peranannya sangat strategis. Tanpa service yang memuaskan. Pelanggan akan mudah kecewa dan melarikan diri. Berilah perhatian yang mendalam di divisi ini. Walau harga bersaing, biasanya orang lebih memilih service yang memuaskan.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kecepatan</strong>, biasanya pembeli online, rasa percaya cenderung rendah kepada pebisnis online. Oleh karena itu, kita bisa menghapus rasa tidak percaya itu dengan kecepatan pengiriman barang. Semakin cepat ia mendapatkan pesananya, maka semakin cepat pula ia berubah menjadi percaya.</li>
</ul>
<p>Inilah kira-kira pengalaman saya dan istri membangun toko online yang kami beri nama <a href="http://unakunik.com" target="_blank">unakunik.com</a> itu. Sebagian dari anda saya yakin sudah mengenalnya. Tapi bagi yang belum, mudah-mudahan ini bisa menjadi percontohan. Siapa tau ada di antara anda yang berniat menjual sesuatu di internet.</p>
<p><em>semoga bermanfaat..</em></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan.html&amp;t=Berbisnis%20Lewat%20Toko%20Online%20Masih%20Menjanjikan" id="facebook_share_button_1182" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1182') || document.getElementById('facebook_share_icon_1182') || document.getElementById('facebook_share_both_1182') || document.getElementById('facebook_share_button_1182');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1182') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekerja atau Berbisnis, Anda Berada Dimana?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/bekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=bekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/bekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 16:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ini masih merupakan situasi dilematis, kompleks atau kontradiksi. Apakah berbisnis atau bekerja. Atau ingin berbisnis tapi masih sebagai karyawan atau ingin berada di dua dunia. Untuk menjawab kegelisahaan itu, dalam seminggu ini setidaknya ada tiga artikel yang mampu merespon dengan sangat baik, saya kira. Pertama, seorang sahabat menulis bahwa untuk menjadi pebisnis anda jangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fbekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fbekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Mungkin ini masih merupakan situasi dilematis, kompleks atau kontradiksi. Apakah berbisnis atau bekerja. Atau ingin berbisnis tapi masih sebagai karyawan atau ingin berada di dua dunia.</p>
<p>Untuk menjawab kegelisahaan itu, dalam seminggu ini setidaknya ada tiga artikel yang mampu merespon dengan sangat baik, saya kira.</p>
<ul>
<li>Pertama, seorang sahabat menulis bahwa untuk menjadi pebisnis anda jangan terjebak untuk mencari uang. Ingat yah <a href="http://mashengky.com/bisnis/bekerja-bukan-untuk-uang.html" target="_blank">Bisnis bukan berorientasi uang</a>. Tapi berusahalah untuk <em>mempelajari sytem</em> dan menciptakan system anda sendiri kemudian. Sebuah gagasan yang berupaya mengadopsi dari gurunya Robert T Kiyosaki itu. Sangat bagus untuk membakar api semangat orang-orang yang ingin segera berpindah kuadaran.<span id="more-1164"></span></li>
</ul>
<ul>
<li>Kedua, tulisan saya tentang ”<a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html" target="_blank">Pemerkosaan Pemikiran</a>”, memberikan respon terhadap tulisan pertama di atas. Bahwa untuk pindah kuadran jangan sampai anda merasa dan mengalami pemerkosaan. Agar keputusan anda tidak menjadi sebuah kondisi yang traumatic. Sebuah keputusan emosional yang kemudian bisa menghantam semangat juang anda jauh kebelakang. Walau pada akhirnya, ada beberapa sahabat yang memberikan ilustrasi,  bahwa “terkadang” seseorang justru merasa bahagia dan berhasil setelah mengalami pemerkosaan. Karena adanya sebuah tindakan reflektif untuk menangkal situasi buruk. Sebuah perlawanan wacana yang sangat membangun.</li>
</ul>
<ul>
<li>Ketiga, Pak Hery dalam tulisannya “<a href="http://www.suarakelana.com/2010/05/06/lagi-bisnis-atau-kerja-bung/" target="_blank">bisnis atau kerja bung?</a>” mampu menjadi penawar yang netral antara tulisan pertama dan tulisan kedua di atas. Disebutkan disitu. Bahwa anda harus benar-benar paham definisi bisnis itu sendiri. Sehingga walau mungkin selama ini anda merasa sudah berada di jalur bisnis, belum tentu anda itu pebisnis. Walau selama ini anda sudah berbicara bisnis, belum tentu anda paham bisnis. Jadi anda harus benar-benar paham dimana berpijak dan bagaimana anda berwawasan dan memetik poin penting dibalik kontradiksi apakah anda ini seorang “pekerja atau Pebisnis”.</li>
</ul>
<p>Sekarang, saya akan coba untuk membuat sebuah kesimpulan.</p>
<p>Bahwa ternyata untuk menjadi pekerja atau sebagai pebisnis, kita dituntut untuk benar-benar ikhlas dan paham. Sehingga apapun status dan pilihan kita saat ini adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima dengan rasa gembira dan optimistic.</p>
<p>Tak perlu merasa terganggu jika selama ini anda memang berada dijalur E. dan tak perlu merasa terlalu bangga jika merasa sudah berada di Jalur B. sebab semua itu ada konsekuensinya. Ada tuntutan profesi yang harus anda tanggung.</p>
<p>Pun, untuk pindah kuadran bukanlah perkara sepela, seperti membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus ikut berubah jika pilihan itu sudah ditempuh.</p>
<p>Terlebih lagi, apapun keputusan anda. Setidaknya itu semua terjadi atas dasar suka sama suka. Atas dasar ketertarikan dan memang itu adalah panggilan jiwa terdalam. Dan anda harus membayar semua harganya.</p>
<p>Jadi, mari bergembira dianapun kita berada. Sebab perubahan dan perbaikan hidup bisa dicapai dalam berbagai aspek kehidupan.</p>
<p><strong>&#8220;Apakah ini sebuah peleburan makna mas?&#8221;</strong></p>
<p>Saya rasa tidak juga. Tapi ini merupakan obat penawar untuk menjawab kegelisahan kita. Dimana sebaiknya kita berada, bagaimana sebaiknya kita memilih dan kenapa semua itu bisa kita lakukan.</p>
<p>Artinya, kita sebagai individu, sudah selayaknya memiliki putusan yang realisits, terukur dan mampu menjawab kegelisahan hidup. Dengan harapan obaat penawar ini, mampu menghibur dan memberikan semangat, apapun aktifitas kita.</p>
<p>Ok segitu dulu deh, semoga bermanfaat!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fbekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html&amp;t=Bekerja%20atau%20Berbisnis%2C%20Anda%20Berada%20Dimana%3F" id="facebook_share_button_1164" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1164') || document.getElementById('facebook_share_icon_1164') || document.getElementById('facebook_share_both_1164') || document.getElementById('facebook_share_button_1164');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1164') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/bekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berhenti Kerja Setelah Diperkosa!</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=berhenti-kerja-setelah-diperkosa</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 10:17:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html</guid>
		<description><![CDATA[Tragis dan sedih memang, ketika seorang mengalami kekerasan pemerkosaan. Wilayah pribadinyanya telah dikoyak-koyak oleh pihak lain. Ia mengalami tekanan bathin yang luar biasa. Hati hancur dan harapan semakin gelap. Apalagi bagi seorang pekerja, mengalami pemerkosaan lalu kemudian memutuskan untuk berhenti kerja bukanlah perkara enteng. Banyak konsekuensi logis yang harus ditanggung. Kebutuhan hidup tetap ada dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberhenti-kerja-setelah-diperkosa.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberhenti-kerja-setelah-diperkosa.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Tragis dan sedih memang, ketika seorang mengalami kekerasan pemerkosaan. Wilayah pribadinyanya telah dikoyak-koyak oleh pihak lain. Ia mengalami tekanan bathin yang luar biasa. Hati hancur dan harapan semakin gelap.</p>
<p>Apalagi bagi seorang pekerja, mengalami pemerkosaan lalu kemudian memutuskan untuk berhenti kerja bukanlah perkara enteng. Banyak konsekuensi logis yang harus ditanggung. Kebutuhan hidup tetap ada dan menuntut untuk dipenuhi. Tentu saja, ia tak bisa berlama-lama berdiam diri dan tak menghasilkan apa-apa.<span id="more-1156"></span></p>
<p>Begitu kira-kira gambaran jika seorang mengalami pemerkosaan.</p>
<p>Yang saya maksud disini bukanlah pemerkosaan seperti yang ada dibenak kita selama ini. Yaitu pemerkosaan yang dilakukan seorang lelaki hidung belang yang tak bertanggung jawab. Melainkan sebuah pemerkosaan pemikiran yang diderita seseorang yang kemudian ia memutuskan untuk berhenti kerja dan memulai usaha sendiri.</p>
<p>Bagaimana maksudnya?</p>
<p>Begini, bagi orang dewasa, melakukan hubungan seks atas dasar rasa suka sama suka jauh lebih intim, jauh lebih nikmat dibandingkan melakukannya karena dipaksa. Pasti rasanya sakit, tidak enak dan merasa telah diperlakukan ”kasar”.</p>
<p>Sama halnya seseorang yang ingin dan pada akhirnya memutuskan untuk berhenti kerja karena adanya keterpaksaan. Akibat otaknya telah diperkosa oleh rangsangan yang tak diingnkannya. Maka tindakannya untuk keluar dari pekerjaannya saat itu adalah sebuah keputusan yang terpaksa dan gelap.</p>
<p>Akibatnya ia akan berjalan tanpa arah dan tanpa tujuan. Mengalami traumatik akibat prilaku perkosaan yang dideritanya.</p>
<p>Kesuciannya ditempat kerja harus ia tinggalkan, padahal mentalnya belum siap, fikirannya belum mantap untuk meninggalkan semuanya. Akibatnya terlantung-lantung dan mulai terserang virus-virus gagal.</p>
<p>Tentu saja hal ini tak ingin dialami oleh siapapun yang sementara ini sedang merintis karir dan berancang-ancang untuk <a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html" target="_blank">memulai usahanya sendiri</a>. Sebab anda sudah bisa memprediksikan apa yang terjadi jika anda mengalami pemerkosaan seperti yang dimaksudkan diatas.</p>
<p>Saya bukannya menakut-nakutin ataupun memberikan sinyal negatif terhadap anda yang berkeinginan untuk pindah ke <a href="http://mashengky.com/bisnis/beda-pandangan-kuadran-e-dan-kuadran-b.html/trackback" target="_self">Kuadran B.</a> Melainkan saya justru ingin anda memiliki keinginan dari dalam untuk melakukan semua itu.</p>
<blockquote><p>Saya ingin anda merangsang diri anda dari dalam dan menikmati rangsangan dari luar, sehingga hasil yang akan anda terima bisa mencapi titik klimaks yang dimaksud. Anda bisa mengalami orgasme putusan yang memuaskan. Enak khan?</p></blockquote>
<p>Daripada anda harus mengalami pemerkosaan keputusan. Anda menerima saja anjuran untuk memulai usaha sendiri. Menurut yang anda baca, mungkin, bahwa memulai usaha sendiri kemungkinan lebih menyenangkan karena kita bisa mengendalikan penghasilan kita sendiri. Betul!</p>
<p>Tapi kalau tidak siap dari dalam, maka efek traumatik, seperti halnya traumanya orang yang diperkosa akan anda lami juga dalam dimensi yang lain. Sangat disayangkan jika itu sampai terjadi.</p>
<p>Makanya, saya tidak pernah memperkosa istri sendiri untuk berhenti kerja. Saya tidak pernah sama sekali memaksanya. Biarlah dia sendiri yang mengalami rangsangan dari dalam. Biarlah keputusan beraninya itu lahir dan tumbuh akibat rangsangan akumulatif.</p>
<p>Nah sekarang giliran anda. Bagaimana sudah siap orgasme dengan keputusan berhenti kerja, atau masih merasa belum dewasa untuk mencicipi wilayah  itu?</p>
<p>Silahkan berbagi disini yah..</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberhenti-kerja-setelah-diperkosa.html&amp;t=Berhenti%20Kerja%20Setelah%20Diperkosa%21" id="facebook_share_button_1156" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1156') || document.getElementById('facebook_share_icon_1156') || document.getElementById('facebook_share_both_1156') || document.getElementById('facebook_share_button_1156');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1156') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>85</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai Bisnis Siapkan Dulu Modal Gagalnya</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 03:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[gagal bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[modal bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[modal gagal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1120</guid>
		<description><![CDATA[Ini sangat cocok untuk yang pertama sekali ingin terjun ke dunia bisnis. Perlu kiranya mempersiapkan modal gagal. Ingat! Bukan mempersiapkan kegagalan yah.. tapi modal. Modal Gagalnya yang Disiapkan. Rugi dong? Memang iya, anda akan rugi secara materi, tapi itu adalah bayaran yang harus anda keluarkan untuk mendapatkan basic mental yang bagus untuk berbisnis. Sebab, tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fmemulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fmemulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ini sangat cocok untuk yang pertama sekali ingin terjun ke <a href="http://www.fadlymuin.com/category/belajar-bisnis" target="_blank">dunia bisnis</a>. Perlu kiranya mempersiapkan modal gagal. Ingat!  Bukan mempersiapkan kegagalan yah.. tapi modal. <a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/cara-aman-mendapatkan-modal-bisnis.html" target="_blank">Modal Gagalnya yang Disiapkan</a>.</p>
<p>Rugi dong? Memang iya, anda akan rugi secara materi, tapi itu adalah bayaran yang harus anda keluarkan untuk mendapatkan basic mental yang bagus untuk berbisnis.</p>
<p>Sebab, tanpa mempersiapkan modal gagal, maka jalan anda akan terseok-seok, dirundung ketakutan merugi. <a href="http://www.fadlymuin.com/sikap-mental/kenali-4-ketakutan-anda-untuk-memulai-bisnis.html" target="_blank">Berharap untung tapi yakin akan gagal</a>.</p>
<p>Daripada berada dalam situasi dilematis seperti itu. Lebih baik diplongin saja. Kira-kira berapa rupiah anda berani rugi untuk bisnis permulaan yang ingin anda geluti.<span id="more-1120"></span></p>
<blockquote><p>Ini adalah pengalaman psikologis yang pernah saya alami. Dulu sewaktu akan mulai bisnis, saya selalu berhitung. Berapa omset, berapa cash flow yang bisa saya dapat dari bisnis yang akan saya bangun. Saya selalu yakin akan kebarhasilan saya merintis bisnis. Impian saya sangat besar, <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html" target="_blank">ekspektasi saya selalu positif.</a></p></blockquote>
<p>Saya hanya menyisahkan kira-kira 10% alternatif kegagalannya. Padahal faktanya, justru berbalik. Saya malah hanya mendapatkan cash flow 10% dan kerugian 90% secara materi.</p>
<p>Disini saya mendapat pengalaman yang sangat bagus. Bahwa bisnis itu perlu kesiapan bukan hanya siap gagal. Tapi juga siap <strong>Kehilangan Modal</strong> rupiah yang tergolong besar dari perspektif kita msing-masing.</p>
<p>Jadi kalau kita sudah siap dengan modal yang kita punya. Tolong deh, siapkan itu, setidaknya secara mental, untuk pembelajaran. Kalau tidak suka dengan istilah kegagalan.</p>
<p>Dengan begitu, kita akan berjalan tanpa beban. Tanpa tekanan harus untung. Sebab, bisnis itu intinya bukan untung kok. Tapi ketahanan. Siapa yang bertahan dialah  yang akan beruntung.</p>
<p>Mungkin disaat anda bertahan, akan banyak sekali kerugian yang akan anda tanggung. Banyak sekali modal yang sudah anda keluarkan. Tak terhitung berapa hutang yang anda tanggung. Tapi efeknya, dengan bertahan itu anda akan memperoleh banyak sekali perkembangan skill. Anda akan memperoleh banyak relasi dan anda akan mendapat pengakuan pasar. Dan yang terlebih penting, mental anda akan sekuat baja.</p>
<p>Jatuh-jatuhnya anda akan bangkit dengan alamiah, tanpa diketahui bahwa didalam proses anda membangun dan bertahan, ternyata banyak sekali darah dan air mata yang mengalir. Tapi semua itu justru semakin membuat bisnis anda subur. Karena anda terus bersemangat dan sudah siap dengan segala kemungkinan. Energi anda akan terakumulasi sedemikian hebat.</p>
<p>Nah untuk yang sudah siap-siap terjun ke dunia bisnis. Maka sebaiknya anda siapkan modal gagalnya. Ingat yah bukan kegagalannya. Tapi modalnya dulu deh. Sebab itu persoalan klasik yang sering dihadapai para pemula yang ingin berbsnis.</p>
<p>Ini berlaku unutk bisnis apa saja mas?</p>
<p>Apa saja. Pokoknya bisnis yang membutuhkan modal. Saya rasa relefan untuk membaca artikel ini.</p>
<p>Sebagai contoh, 4 sekawan yang baru saja meluncurkan bisnis hostingnya. Yang mereka beri nama <a href="http://kuncihost.com/" target="_blank">kuncihost.com</a> saya yakin mereka ini sudah mempersiapkan modal gagalnya masing-masing. Disamping keyakinan dan brand mereka yang sudah tak asing lagi dikalangan aktivis onlione. Untuk itu saya ucapkan selamat untuk mereka berempat. Siap dia? Silahkan di tengok sendiri <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fmemulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html&amp;t=Memulai%20Bisnis%20Siapkan%20Dulu%20Modal%20Gagalnya" id="facebook_share_button_1120" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_1120') || document.getElementById('facebook_share_icon_1120') || document.getElementById('facebook_share_both_1120') || document.getElementById('facebook_share_button_1120');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_1120') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>69</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terlibat Dalam Bisnis Bukan Hanya Urusan Uang</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/terlibat-dalam-bisnis-bukan-hanya-urusan-uang.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=terlibat-dalam-bisnis-bukan-hanya-urusan-uang</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/terlibat-dalam-bisnis-bukan-hanya-urusan-uang.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 03:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[berbisnis dengan skill]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis tanpa uang]]></category>
		<category><![CDATA[membangun bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu motivasi berbisnis , untuk mendapatkan uang. Bener tidak? Yah memang benar. Berbisnis kalau tidak ada uangnya biasanya orang akan enggan untuk meneruskannya. Siapa sih yang mau berbisnis tapi tidak dapat hasil sama sekali. Semua orang pasti mau kalau bisnis itu akan menghasilkan uang. Memberikan pendapatan yang cukup,bisa menghidupi dirinya, keluarganya, dan bisa membeli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fterlibat-dalam-bisnis-bukan-hanya-urusan-uang.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fterlibat-dalam-bisnis-bukan-hanya-urusan-uang.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-786" title="uang" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/12/uang.jpg" alt="uang" width="116" height="88" />Salah satu motivasi berbisnis , untuk mendapatkan uang. Bener tidak?</p>
<p>Yah memang benar. Berbisnis kalau tidak ada uangnya biasanya orang akan enggan untuk meneruskannya. Siapa sih yang mau berbisnis tapi tidak dapat hasil sama sekali.</p>
<p>Semua orang pasti mau kalau bisnis itu akan menghasilkan uang. Memberikan pendapatan yang cukup,bisa menghidupi dirinya, keluarganya, dan bisa membeli barang-barang impiannya. Semua itu karena ada uang didalam bisnis.<span id="more-785"></span></p>
<p>Okelah,</p>
<p>Hanya, kalau di awal-awal kita sudah memproteksi fikiran, ide dan tindakan kita  dengan tendensi seperti itu. Saya rasa kurang bijaksana. Bahkan bisa menutup peluang-peluang yang lain.  Sebab, <a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/cikal-bakal-terjadinya-bisnis.html" target="_blank">cikal bakal bisnis</a> bisa terjadi  karena di motori oleh hal-hal yang non formil dan non materil,</p>
<p>Disini bukan maksud hati memproteksi obsesi, tentang uang yang bisa kita dapat dari sebuah bisnis. Bukan ke situ arah pembicaraan kita.</p>
<p>Jika kita ingin berbisnis, cobalah untuk tidak melulu pikirkan uang. Selain daripada uang, ada nilai-nilai lain yang terbayarkan yang bisa kita nikmati hasilnya.</p>
<p>1.	Efek Skill yang akan di capai</p>
<p>2.	Networking yang terbangun</p>
<p>3.	Pemahaman dan Pengalaman yang luas</p>
<p>4.	masih banyak lagi…. (silahkan di fikirkan)</p>
<p>inilah yang saya maksud, jika kita sudah berbisnis dan belum mendapatkan uang yang memadai dari kegiatan bisnis itu. Sebaiknya tidak  terburu-buru untuk kecewa. Karena mungkin kita lupa, bahwa efek <em>Soft Skill</em> sudah kita capai.  Dan ini adalah yang terlebih penting daripada hanya memikirkan masalah uang.</p>
<p>Dengan keterampilan yang kita miliki itu, maka kita akan dengan mudah untuk membangun bisnis baru. Bisnis yang lebih prospektif. Lebih siap daripada sebelumnya. Semakin banyak dan semakin dalam kita memiliki keterampilan itu, maka semakin mudah dan semakin cepat kita membangun bisnis impian kita.</p>
<p>Ini hampir sama dengan pengertian seorang pebisnis yang gagal dan menuai rugi yang besar. Kata Robert t. kiyosaki, itulah harga yang harus kita bayar. Rugi adalah ongkos kita untuk menjadi pandai di bidang bisnis. jangan lupakan itu.</p>
<p>Sekali lagi, jika bisnis belum bisa memberikan hasil kepada anda. Jangan risau. Bersabarlah! Setidaknya anda sudah mendapatkan efek dari proses itu.</p>
<p>Salam Bisnis!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fterlibat-dalam-bisnis-bukan-hanya-urusan-uang.html&amp;t=Terlibat%20Dalam%20Bisnis%20Bukan%20Hanya%20Urusan%20Uang" id="facebook_share_button_785" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_785') || document.getElementById('facebook_share_icon_785') || document.getElementById('facebook_share_both_785') || document.getElementById('facebook_share_button_785');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_785') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/terlibat-dalam-bisnis-bukan-hanya-urusan-uang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikal Bakal Terjadinya Bisnis</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/cikal-bakal-terjadinya-bisnis.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=cikal-bakal-terjadinya-bisnis</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/cikal-bakal-terjadinya-bisnis.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 18:24:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis formal]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis tertulis]]></category>
		<category><![CDATA[cikal bakal terjadinya bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[konsep bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[teman bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[Kalau bicara bisnis sebaiknya lepaskan dulu pakem-pakem bahwa bisnis itu sulit, kaku dan juga formal. Sebab kalau pemahaman atau konsep seperti itu yang masih ada di kepala kita, percayalah, aktifitas bisnis sulit terjadi. Sebab cikal bakal terjadinya bisnis itu justru dari hal-hal yang bisa di kategorikan “Sepele” atau yang tidak terlalu di anggap serius. Misalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fcikal-bakal-terjadinya-bisnis.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fcikal-bakal-terjadinya-bisnis.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-729" title="cikal bakal bisnis" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/12/cikal-bakal-bisnis.jpeg" alt="cikal bakal bisnis" width="125" height="88" />Kalau bicara bisnis sebaiknya lepaskan dulu pakem-pakem bahwa bisnis itu sulit, kaku dan juga formal. Sebab kalau pemahaman atau konsep seperti itu yang masih ada di kepala kita, percayalah, aktifitas bisnis sulit terjadi.</p>
<p>Sebab cikal bakal terjadinya bisnis itu justru dari hal-hal yang bisa di kategorikan “Sepele” atau yang tidak terlalu di anggap serius.<span id="more-728"></span></p>
<p>Misalnya saat ketemu dengan teman kemudian terjadi obrolan santai. Tukar menukar informasi, berbagi pengalaman sampai pertanyaan maut, “apa profesi anda”.  Dari sini saja, kalau kita memiliki communication skill maka peluang-peluang bisnis bisa terjadi.</p>
<p>Itu salah satu contoh saja.</p>
<p>Jadi tak perlu memproteksi hakikat bisnis dengan segala macam symbol kekakuan yang membuat kita justru terpatri dan sulit untuk improfisasi. Jadi, rilex saja dan rasakan kehadirannya.</p>
<p>Ide tulisan ini hadir karena kejadian baru-baru ini.</p>
<p>***</p>
<p>Ceritanya begini……….</p>
<p>Saat mengantar anak saya sekolah, saya bertemu dengan orang tua teman anak saya. Sebut saja namanya si “AA”. Kebetulan saya sudah kenal AA sejak awal pertama anak saya dan anaknya  masuk sekolah dulu. Karena jadwal sekolah anak kami berbeda. Maka Kami tidak bertemu setiap hari. Kadang-kadang bukan dia atau saya yang menjemput ke sekolah. Melainkan saudara atau mbak-mbak pengasuhnya.</p>
<p>Baru kemarin saya kebetulan ketemu lagi. Dan dia ajak ngobrol tentang lahan / tanah dia yang mau di olah menjadi lahan bisnis. Tapi dia tidak punya modal untuk membangunnya. Saya berusaha memberikan ide-ide berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya.</p>
<p>Singkat cerita ada beberapa ide yang dia setuju dan ada juga yang tidak. Akhirnya saya setuju untuk “membantunya”.</p>
<p>Setelah itu, obrolan kami, saya bungkus deh. Dan kita berencana untuk bertemu lagi. Dan saya minta agar dia mempersiapkan konsepnya dalam bentuk yang tertulis. Karena kami akan mencari investor untuk membiayai proyek ini. Dan ia menyanggupinya.</p>
<p>Nah.. yang bikin saya kepikiran setelah saya ngobrol dengan istri.</p>
<p>Hasil obrolan tadi, saya obrolin lagi dengan istri. Saya coba ceritakan dengan bahasa yang singkat padat dan terarah. Bahwa ada teman yang minta bantuan untuk cariin investor.</p>
<p>Lalu saya Tanya, “Bun kamu bisa tidak sebarkan issue ini ke bos-bos kamu?”</p>
<p>Hmm….</p>
<p>istri saya tidak langsung menyanggupi. Sebelumnya Ia bertanya, masalah legalitas, lokasi dan pengembalian modal. Lalu saya jelaskan sesuai dengan obrolan saya tadi dengan si AA yang punya lahan itu.</p>
<p>Lalu istri saya bertanya lagi,</p>
<p><span style="color: #3366ff;"><em>trus ayah dapat apa? </em></span></p>
<p><span style="color: #3366ff;"><em>Maksudku Ayah dapat apa dari transaksi bisnis ini?</em></span></p>
<p>Jujur saya bingung menjawabnya, karena sejak ketemu dengan si AA, saya tidak pernah bertanya masalah kompensasi atau keuntungan material yang akan saya peroleh nantinya. Semuanya hanya mengalir begitu saja. Di dorong oleh rasa suka terhadap wacana bisnis dan aktifitasnya. Semua obrolan saya dengan AA saya nikmati.</p>
<p>Tapi pertanyaan sang istri tercinta tadi, tetap saya jawab dengan smart J saya katakan padanya, bahwa dalam berbisnis itu ada 2 kategori. Yaitu ada bisnis tertulis dan ada bisnis yang tidak tertulis.</p>
<p>Saat menjawab itu, sayapun masih bias maksud bisnis tertulis dan tidak tertulis. Yang jelas saya ingin melukiskan bahwa berbisnis itu bukan semata-mata urusan rupiah. Jadi saat ini, berkaitan dengan rencana saya dengan AA. Konsepnya masih bersifat non tertulis. Belum ada rupiah di depan mata saya. Dan saat obrolan itu terjadipun, belum terlintas di fikiran saya tentang  hal itu.</p>
<p>*****</p>
<p>Dari pengalaman ini saya bersyukur, karena telah menemukan 3 poin yang sangat bermanfaat dalam berbisnis, yaitu:</p>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #3366ff;">Berbisnis di Mulai dari Pertemanan</span>.</span></strong> Belakangan orang jarang menggunakan konsep pertemanan. Kebanyakan      menggunakan konsep koneksi atau networking. Prinsipnya sih sama. Yaitu “jalinan      keakraban”. Kalau kita memiliki banyak teman dan selalu menjaga hubungan      baik. insyaAllah hubungan bisnis yang bermanfaat bisa kita raih.abaikan      dulu konsep bisnis yang tertulis.</li>
</ul>
<ul>
<li><span style="color: #3366ff;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Berbisnis harus di dasari dengan      Respon yang Baik</span></strong></span>. Respon sangat berkaitan dengan mind set kita.      karakter kita akan terpancar saat kita terlibat dalam suatu obrolan      bisnis. Apakah kita suka atau tidak. Apakah kita buru-buru ingin      mendapatkan rupiah atau mengutamakan prosesnya. Semua itu akan terpancar      dari bagaimana cara kita meresponnya. Menyikapinya sampai mengeluarkan      statement bisnis terhadap calon partner kita.</li>
</ul>
<ul>
<li><span style="color: #3366ff;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Berbisnis juga perlu pemahaman yang      Baik terhadap ide</span></strong>.</span> Walau 2 poin di atas sudah kita miliki, rasanya      belum lengkap kalau kita tidak memiliki pemahaman dasar akan binis.      Setidaknya persoalan-persoalan yang umum saja. seperti misalnya, masalah      rugi laba, resiko, legalitas dan hal-hal lain yang berkaitan dengan      bisnis. Karena hal ini sangat membantu dalam merumuskan konsep bisnis      kedepan. Selainitu, pemahaman atau pengetahuan yang baik akan bisnis, bias      memikat calon partnet kita.</li>
</ul>
<p>OK semoga artikel ini bermanfaat.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fcikal-bakal-terjadinya-bisnis.html&amp;t=Cikal%20Bakal%20Terjadinya%20Bisnis" id="facebook_share_button_728" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_728') || document.getElementById('facebook_share_icon_728') || document.getElementById('facebook_share_both_728') || document.getElementById('facebook_share_button_728');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_728') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/cikal-bakal-terjadinya-bisnis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Sampingan Boleh Asal Serius</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/peluang-sukses/bisnis-sampingan-boleh-asal-serius.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=bisnis-sampingan-boleh-asal-serius</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/peluang-sukses/bisnis-sampingan-boleh-asal-serius.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 14:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[peluang sukses]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis sampingan]]></category>
		<category><![CDATA[peluang bisnis sampingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Apapun kegiatan yang dilakukan dengan serius presentasi keberhasilannya lebih besar dibandingkan apabila dilakukan dengan tidak serius. Begitupun dalam bisnis. Walau predikat kegiatannya masih berkonotasi sampingan, tapi apabila dilakukan dengan serius, maka bisnis sampingan memiliki peluang keberhasilan yang jauh lebih besar. Saya berasumsi, bahwa sebagian masyarakat awam, masih memandang kecil terhadap kegiatan usaha atau bisnis sampingan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpeluang-sukses%2Fbisnis-sampingan-boleh-asal-serius.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpeluang-sukses%2Fbisnis-sampingan-boleh-asal-serius.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-701" title="bisnis sampingan" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/10/bisnissampingan.jpg" alt="bisnis sampingan" width="111" height="116" />Apapun kegiatan yang dilakukan dengan <span style="text-decoration: underline;">serius</span> presentasi keberhasilannya lebih besar dibandingkan apabila dilakukan dengan <span style="text-decoration: underline;">tidak serius</span>.</p>
<p>Begitupun dalam bisnis. Walau predikat kegiatannya masih berkonotasi sampingan, tapi apabila dilakukan dengan serius, maka bisnis sampingan memiliki peluang keberhasilan yang jauh lebih besar.<span id="more-700"></span></p>
<p>Saya berasumsi, bahwa sebagian masyarakat awam, masih memandang kecil terhadap kegiatan usaha atau bisnis sampingan yang mungkin sedang dilakoni, atau mungkin masih dalam perencanaan.</p>
<p>Tentu saja pandangan seperti itu, akan menarik logika bisnis yang sempit. Sehingga ia senantiasa menempatkan konteks bisnisnya dalam skala yang kecil.</p>
<p>Padahal jika konteks “Kecil” terhadap bisnis sampingan itu di singkirkan, bukan tidak mungkin, untuk mendapatkan hasil yang luar biasa. Hasil yang di luar perkiraan orang-orang pada umumnya.</p>
<p>Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kegiatan bisnis yang kita rintis  di tempatkan dalam konteks yang proporsional dan terencana. Dan semua itu akan semakin berkualitas jika kita laksanakan dengan penuh keseriusan.</p>
<p>Berkaitan dengan bisnis sampingan, saya meramalkan, bahwa banyak di antara kita yang ingin pindah kuadran dari pekerja menjadi pebisnis. Dari karyawan menjadi boss. Tapi masih ragu dan takut untuk benar-benar beranjak dari status sekarang.</p>
<p>Ada 2 pertimbangan utama :</p>
<ol>
<li>Tidak      Mau  Meninggalkan Zona Nyamannya</li>
<li>Takut  Meninggalkan Zona Nyaman itu</li>
</ol>
<p>Kedua pertimbangan ini tidak mudah untuk menghapusnya dari karakter / mind set seseorang. Karena hal ini sudah menjadi akar dan untuk merubahnya bukanlah pekerjaan mudah. Perlu daya ungkit yang benar-benar pas. Pas di hati pas di Logika.</p>
<p>Nah salah satu alat untuk melakukan mutasi kuadran adalah dengan cara merintis sebuah bisnis dan bisnis itu kita beri judul Bisnis Sampingan. Mengapa? Yah karena pekerjaan utama belum bisa di gantikan 100% oleh bisnis yang baru di bangun tersebut.</p>
<p>Sang aktor tentu perlu waktu untuk membangun kepercayaan dirinya.</p>
<p>kondisi seperti itu masih sangat premature. Jika sang aktor tidak siap dengan factor-faktor yang akan mempengaruhi perjalanan bisnisnya kelak. Maka bisa jadi ia akan gugur sebelum berperang.</p>
<p>Sekali lagi mutasi kuadran ini bukanlah persoalan mudah. Banyak hal yag musti di rubah dan pasti berubah dalam melakukannya. Terutama masalah Mind Set.</p>
<p>Jadi jika kebetulan anda berniat untuk merintis Bisnis Sampingan, maka lakukanlah dengan SERIUS.</p>
<p>Kalau sudah serius pasti berhasil?</p>
<p>Yang serius saja belum tentu berhasil apalagi tidak serius.. setuju tidak?</p>
<blockquote><p>Pribadi yang Melakukan sesuatu dengan antusias dan Serius, peluang keberhasilannya lebih besar dibandingakn dengan pribadi yang melakukan dengan perasaan apatis dan sambil lalu</p></blockquote>
<p>walau keseriusan bukan jaminan, tapi keseriusan mendekati keberhasilan</p>
<p>Selamat Berjuang</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fpeluang-sukses%2Fbisnis-sampingan-boleh-asal-serius.html&amp;t=Bisnis%20Sampingan%20Boleh%20Asal%20Serius" id="facebook_share_button_700" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_700') || document.getElementById('facebook_share_icon_700') || document.getElementById('facebook_share_both_700') || document.getElementById('facebook_share_button_700');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_700') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/peluang-sukses/bisnis-sampingan-boleh-asal-serius.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali  4 Ketakutan Anda Untuk Memulai Bisnis</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/sikap-mental/kenali-4-ketakutan-anda-untuk-memulai-bisnis.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kenali-4-ketakutan-anda-untuk-memulai-bisnis</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/sikap-mental/kenali-4-ketakutan-anda-untuk-memulai-bisnis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 14:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Sikap Mental]]></category>
		<category><![CDATA[jenis ketakutan]]></category>
		<category><![CDATA[ketakutan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[memulai bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[takut di tolak]]></category>
		<category><![CDATA[takut gagal]]></category>
		<category><![CDATA[takut memulai]]></category>
		<category><![CDATA[takut mencoba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu pintu sukses adalah dengan cara berbisnis. Cara ini dipercaya lebih cepat dan lebih besar memberikan penghasilan atau pendapatan kepada seseorang. Membangun aktifitas di dunia bisnis bukanlah perkara mudah, karena banyak unsure yang perlu di kombinasikan di dalamnya, sebagai penunjang keberhasilan seseorang yangingin  menggelutinya. Sebaliknya, walau begitu banyak orang mangagungkan dunia bisnis ini sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fsikap-mental%2Fkenali-4-ketakutan-anda-untuk-memulai-bisnis.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fsikap-mental%2Fkenali-4-ketakutan-anda-untuk-memulai-bisnis.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-682" title="memulai bisnis" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/09/images.jpg" alt="memulai bisnis" width="87" height="101" />Salah satu pintu sukses adalah dengan cara berbisnis. Cara ini dipercaya lebih cepat dan lebih besar memberikan penghasilan atau pendapatan kepada seseorang. Membangun aktifitas di dunia bisnis bukanlah perkara mudah, karena banyak unsure yang perlu di kombinasikan di dalamnya, sebagai penunjang keberhasilan seseorang yangingin  menggelutinya.</p>
<p>Sebaliknya, walau begitu banyak orang mangagungkan dunia bisnis ini sebagai portal pencetak orang-orang sukses, tapi masih banyak yang ragu dan takut untuk menceburkan diri didalamnya. Dengan berbagai pertimbangan subyektif.<span id="more-681"></span></p>
<p>Sejauh ini, saya melihat bahwa, walaupun ketakutan untuk terjun di dunia bisnis itu terkesan subyektif, namun bisa di generalkan menjadi  4 ketakutan dasar dalam memulai bisnis.</p>
<ol>
<li>Ketakutan Untuk Mencoba: walau bagaimanapun besarnya keinginan untuk berbisnis, tapi  jika kita sendiri takut untuk mencoba. Semua impian tidak akan pernah terwujud. Impian untuk menjadi orang sukses akan berubah menjadi catatan sejarah yang akan using termakan waktu.</li>
<li>Ketakutan Ditolak : dalam berbisnis, kita tentu di tuntut untuk memiliki produk, baik berbentuk barang maupun berbentuk jasa, atau system sekalipun. Jika kita sendiri sudah memendam perasaan takut produk kita tersebut di tolak. Baik penolakan secara personal, maupun penolakan pasar (alias tidak laku). Maka kita tidak akan pernah tau, produk kita bakal laku atau tidak. Intinya jika mau berbisnis, di tolak itu bagian dari penyempurnaan produk.</li>
<li>Takut  Jika nantinya GAGAL : Gagal dalam berbisnis sudah sering kita dengar.tapi kenapa kata GAGAL ini masih menjadi monster yang menakutkan? Jawabannya pasti berfariasi. Tergantung dengan pengalaman masing-masing kita sesuai dengan kondisi saat itu. Tapi jika kita tidak pernah melakukan langkah pertama (mencoba) kita tidak akan pernah paham arti kegagalan yang sesungguhnya.</li>
<li>Takut Kehilangan : ini ada kaitannya dengan Takut Gagal. Karena kegagalan biasanya di artikan dengan kebangkrutan. Kehilangan seluruh modal bisnis yang mungkin saja kita dapatkan dari pinjaman.  Kombinasi antara kegagalan dan kehilangan ini masih menjadi unsure yang mengerikan. Bayangan malapetaka sudah membayangi seseorang sebelum benar-benar melaksanakan paket bisnis yang akan di bangunnya.</li>
</ol>
<p>Kesimpulannya:</p>
<p>Sampai kapanpun, niatatan untuk berbisnis tidak akan pernah terlaksana, jika empat perasaan takut di atas, masih kita biarkan bersemayam di jiwa kita.  solusinya adalah kita harus BERTINDAK!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fsikap-mental%2Fkenali-4-ketakutan-anda-untuk-memulai-bisnis.html&amp;t=Kenali%20%204%20Ketakutan%20Anda%20Untuk%20Memulai%20Bisnis" id="facebook_share_button_681" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_681') || document.getElementById('facebook_share_icon_681') || document.getElementById('facebook_share_both_681') || document.getElementById('facebook_share_button_681');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_681') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/sikap-mental/kenali-4-ketakutan-anda-untuk-memulai-bisnis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Aman Mendapatkan Modal Bisnis</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/cara-aman-mendapatkan-modal-bisnis.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=cara-aman-mendapatkan-modal-bisnis</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/cara-aman-mendapatkan-modal-bisnis.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 17:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[cari modal]]></category>
		<category><![CDATA[dapatkan modal]]></category>
		<category><![CDATA[mendapatkan modal]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[modal bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[modal usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=673</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang yang ingin memulai bisnis dan meninggalkan pekerjaan utamanya. Tapi banyak pula yang mengurungkan niat tersebut karena persoalan klasik, yaitu modal bisnis itu sendiri. Seperti kita tau, untuk mendirikan sebuah kerajaan bisnis, mutlak memerlukan modal. Baik modal berupa uang atau modal dalam bentuk jasa. Dan yang sering di bicarakan adalah masalah modal yang berbentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fcara-aman-mendapatkan-modal-bisnis.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fcara-aman-mendapatkan-modal-bisnis.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-674" title="modal bisnis" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/09/modal-bisnis.jpg" alt="modal bisnis" width="120" height="120" />Banyak orang yang ingin memulai bisnis dan meninggalkan pekerjaan utamanya. Tapi banyak pula yang mengurungkan niat tersebut karena persoalan klasik, yaitu modal bisnis itu sendiri.</p>
<p>Seperti kita tau, untuk mendirikan sebuah kerajaan bisnis, mutlak memerlukan modal. Baik modal berupa uang atau modal dalam bentuk jasa.<span id="more-673"></span></p>
<p>Dan yang sering di bicarakan adalah masalah modal yang berbentuk uang atau barang. Sedangkan modal dalam bentuk jasa, sepertinya kurang di gemari.</p>
<p>Susahnya mendapatkan modal usaha merupakan persoalan tersendiri yang justru bisa menghasilkan ide bisnis baru yaitu, jasa simpan pinjam uang.</p>
<p>Berikut ini ada 3 cara untuk mendapatkan modal bisnis. Tapi untuk yang sudah biasa melanglang buana mencari modal untuk usaha barunya. Langkah ini sudah basi dan umum. Saya tidak pungkiri, memang demikianlah adanya.</p>
<p>Tapi jika anda lupa, ini sekedar untuk mengingarkan saja kok.</p>
<p>Berikut 3 langkah tersebut</p>
<ul>
<li><strong>Lupakan Dulu Penampilan Anda</strong></li>
</ul>
<p><span style="color: #000080;"><em>Jika buku raport belum siap untuk di ajukan ke bank, jangan khawatir. Perum Pegadaian siap membantu anda. tinggal kumpulin aja perhiasan berharga anda yang nempel di jari, lengan dan leher anda. Lupakan penampilan anda, lepas saja dulu. Jadikan saja modal bisnis. Jika tidak punya perhiasan atau masih sayang jika perhiasaannya di sekolahkan (istilah pegadaian J ) ya sudah, kendaraan anda saja yang di sekolahkan. Anda tinggal pilih mana yang mau di sekolahin. Jika tidak punya kedua-duanya, kasian deh loh! ( he he he becanda)</em></span></p>
<ul>
<li><strong>Pinjam Dengan Keluarga</strong></li>
</ul>
<p><span style="color: #000080;"><em>Jika cara nomor 1 memang tidak cocok dengan anda. Silahkan melangkah ke tahap kedua. Keluarga. Cara ini gampang-gampang susah. Karena ini menyangkut kepercayaan keluarga kepada anda. jika selama ini anda memang termasuk orang yang di percaya, cara ini sangat mulus untuk dilakukan. (saya suka menggunakan cara ini karena cara nomor 1 sudah hatam.. he he he)</em></span></p>
<ul>
<li><strong>Pinjam Kepada Sahabat </strong></li>
</ul>
<p><em><span style="color: #000080;">Cara ini bisa saja dilakukan. Tapi cara ini biasanya akan menyentuh dimensi psikologis kita. Ada istilah “enak dan Tidak Enak”. Dan hal ini yang paling sering menghambat langkah seseorang untuk memilih cara ini. Sayapun pernah menggunakan cara ini, tapi setelah cara nomor 2 sudah di coba dan kondisi keuangan keluarga tidak mendukung.</span></em></p>
<p>Nah itulah langkah-langkah aman untuk mendapatkan modal bisnis. Anda tidak perlu pusing dengan urusan bunga, kecuali cara nomor 1. itupun tidak terlalu besar, karena temponya juga tidak sampai bertahun-tahun.</p>
<p>Silahkan pilih mana yang paling mungkin anda lakukan untuk mendapatkan modal dan memulai bisnis anda.</p>
<p>Pesan saya, <strong>jaga kepercayaan</strong> yang di berikan. Karena jika anda mengingkari kepercayaan yang di berikan, anda akan kesulitan untuk memperolah bantuan berikutnya.</p>
<p>Nah selamat berburu modal bisnis yah <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fcara-aman-mendapatkan-modal-bisnis.html&amp;t=Cara%20Aman%20Mendapatkan%20Modal%20Bisnis" id="facebook_share_button_673" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_673') || document.getElementById('facebook_share_icon_673') || document.getElementById('facebook_share_both_673') || document.getElementById('facebook_share_button_673');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_673') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/cara-aman-mendapatkan-modal-bisnis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gagal Dalam Berbisnis &#8220;Memberi Warna Dalam Kehidupan&#8221;</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/gagal-dalam-berbisnis.html?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=gagal-dalam-berbisnis</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/gagal-dalam-berbisnis.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 16:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlymuin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[gagal bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses yang tertunda]]></category>
		<category><![CDATA[usaha yang gagal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=665</guid>
		<description><![CDATA[Gagal berbisnis itu biasa. Justru dengan kegagalanlah hidup kita menjadi lebih berwarna dan bermakna. Tanpa kegagalan sama saja kita tidak pernah mengambil tindakan sedikitpun dalam hidup ini. Sampai detik ini, kata gagal masih merupakan situasi yang menakutkan bagi kebanyakan orang. Karena gagal di anggap sesuatu yang akan menciptakan malapetaka dalam meniti kehidupan di masa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fgagal-dalam-berbisnis.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fgagal-dalam-berbisnis.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-666" title="kegagalan" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2009/09/fail-125x125.jpg" alt="kegagalan" width="125" height="125" /> Gagal berbisnis itu biasa. Justru dengan kegagalanlah hidup kita menjadi lebih berwarna dan bermakna. Tanpa kegagalan sama saja kita tidak pernah mengambil tindakan sedikitpun dalam hidup ini.</p>
<p>Sampai detik ini, kata gagal masih merupakan situasi yang menakutkan bagi kebanyakan orang. Karena gagal di anggap sesuatu yang akan menciptakan malapetaka dalam meniti kehidupan di masa yang akan datang.<span id="more-665"></span> Orang bijak, baik pelaku bisnis maupun para professional sering berkata bahwa :</p>
<blockquote><p>“Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”.</p></blockquote>
<p>Entah seberapa sering kita mendengar ucapan seperti itu, sesering itu pula kita melupakan ucapan itu. Karena terdengar klasik dan hanya bernada menghibur.</p>
<p>Tapi tidak demikian bagi seseorang yang benar-benar memahaminya. Bagi mereka kegagalan memang benar-benar tauladan yang patut dijadikan pegangan, agar kedepan langkahnya semakin mantap. Penuh perhitungan dan pertimbangan yang matang.</p>
<p>Pada kenyataannya kata gagal lebih dekat dengan aktifitas bisnis. Walaupun, gagal bisa saja terjadi dalam lingkup yang lebih luas, yaitu kehidupan secara umum. Misalnya gagal dalam pernikahan, gagal menyelesaikan study dan lain sebagainya.</p>
<p>Mengapa gagal terasa begitu menakutkan. Hal ini tak lain Karena efek gagal mampu menyentuh “Dimensi Psikologis” dan “Dimensi Alam Nyata” Manusia.</p>
<ul>
<li><span style="color: #000080;">Secara      Psikologis kegagalan dalam berbisnis akan mengakibatkan seseorang merasa      tidak mampu untuk melakukan sesuatu dengan baik dan benar. Dalam hal ini      sesuatu tersebut adalah aktifitas bisnis.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="color: #000080;">Sedangkan      dalam Dimensi Alam Nyata. Kegagalan dalam berbisnis membuat seseorang      harus  berhadapan dengan kenyataan,      bahwa ia akan kehilangan harta benda yang menjadi tolak ukur bisnisnya dan      merupakan alat ia berbisnis. Yang selama ini di peroleh dengan susah      payah.</span></li>
</ul>
<p>Kedua aspek ini tentu akan memberi dampak bagi pelaku bisnis. Masalahnya apakah dampak tersebut bersifat negative atau positif. Apakah efek tersebut akan memberi dorongan semangat atau malah mengkerdilkannya.</p>
<p>Dampak atau efek tersebut tidak sama kepada semua orang. Masing-masing orang pasti berbeda dalam mersepon peristiwa kegagalan tersebut. Sangat  bergantung kepada sikap dan pengetahuannya selama ini.</p>
<p>Menurut saya, kegagalan adalah produk pendukung kesuksesan kita dalam meniti masa depan yang cerah. Kegagalan akan memberi warna kehidupan yang lebih dinamis, harmonis dan kaya akan pengalaman hidup.</p>
<p>Tanpa adanya kegagalan yang berarti, hidup ini akan monoton, kaku dan statis.  Oleh karena itu perlakukanlah kegagalan, baik gagal bisnis maupun gagal yang lain sebagai  faktor pendukung kesuksesan kita.</p>
<p>Setuju?</p>
<p>Selamat Berjuang!</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fgagal-dalam-berbisnis.html&amp;t=Gagal%20Dalam%20Berbisnis%20%22Memberi%20Warna%20Dalam%20Kehidupan%22" id="facebook_share_button_665" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_665') || document.getElementById('facebook_share_icon_665') || document.getElementById('facebook_share_both_665') || document.getElementById('facebook_share_button_665');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_665') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/gagal-dalam-berbisnis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
