<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Motivasi FM &#187; Belajar Bisnis</title>
	<atom:link href="http://www.fadlymuin.com/category/belajar-bisnis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlymuin.com</link>
	<description>Motivasi dan Sekitarnya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 06:22:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Aku Tidak Menulis Lagi</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/aku-tidak-menulis-lagi.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=aku-tidak-menulis-lagi</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/aku-tidak-menulis-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 03:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1551</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya malas juga mulai menulis lagi. Stress oleh pekerjaan, juga gelisah ga sabaran oleh tuntutan pekerjaan ini. Jadi numpuk jadi satu. Hasilnya lahirlah rasa malas ini. Sia-sia dan terkesan acuh memang. Tapi begitulah kenyataannya. Mungkin, ini hanya mungkin saja. Hampir mayoritas masalah penulis mengalami hal ini. Ketika mereka terlibat dalam rutinitas diluar dunia penulisan, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Faku-tidak-menulis-lagi.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Faku-tidak-menulis-lagi.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sebenarnya malas juga mulai menulis lagi. Stress oleh pekerjaan, juga gelisah ga sabaran oleh tuntutan pekerjaan ini. Jadi numpuk jadi satu. Hasilnya lahirlah rasa malas ini.</p>
<p>Sia-sia dan terkesan acuh memang. Tapi begitulah kenyataannya. Mungkin, ini hanya mungkin saja. Hampir mayoritas masalah penulis mengalami hal ini. Ketika mereka terlibat dalam rutinitas diluar dunia penulisan, maka godaan untuk tidak menulis itu muncul. Makanya aku katakan itu mungkin masalah mayoritas orang banyak. Tapi rasanya ini hanya masalah saya saja. Semoga demikian.<span id="more-1551"></span></p>
<p>Berusaha mengeksplor masalah ini seakan-akan ini menjadi masalah orang banyak. Padahal diri ini sendiri yang terserang rasa malas. Boleh dikata ini sikap seorang pengecut.</p>
<p>Tapi bukan mau mempersalahkan keadaan. Tapi agag sulit untuk keluar dari rutinitas yang agag tanggung ini. Beban pekerjaan semakin meningkat, rasa stress semakin meruncing. Sementara kesempatan untuk mendapatkan suasana rilex lagi-lagi, agag sulit kudapatkan.</p>
<p>Mungkin inilah saatnya kau menyerangku dengan sebutan raja alasan. Silahkan saja. Jika itu bisa memuaskan dirimu. Tapi cobalah pahami bahwa dalam kondisi tertentu, kita ini akan dituntut untuk menciptakan skala prioritas dalam hidup ini.</p>
<p>Bukan berarti aku mengenyampingkan dunia yang membuatku merasa segar ini. Tapi, dunia penulisan tidak akan pernah menjadi dictator yang akan mengunci seseorang agar tidak bisa melakukan kegiatan lain selain menulis.</p>
<p>Aku tetap mencintai dunia ini, seperti layaknya seseorang yang membutuhkan asupan energy untuk kehidupan. Menulis telah merangsang jiwaku untuk mencerna banyak hal. Hidup, sakit atau kematian, jauh lebih mudah ku serap maknanya lewat menulis daripada tidak sama sekali.</p>
<p>Menulis telah menghangatkan jiwaku, menulis telah membasahi dadaku, aku merasa segar dengan dunia ini. Ibarat  persawahan yang disampingnya mengalir air irigasi dengan rapih. Akulah sawahnya, menulis adalah irigasinya. (hehehe..)</p>
<p>Seperti aku melihat seseorang yang menyiram tanamanya di pagi hari. Sejuk dan damai. Dekat dengan alam, banyak hal yang bisa kurasakan dari itu. Menulis telah memberiku banyak aliran makna yang sulit kuungkapkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SALAM</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/aku-tidak-menulis-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Harus Bikin Bisnis Sendiri?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/kenapa-harus-bikin-bisnis-sendiri.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kenapa-harus-bikin-bisnis-sendiri</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/kenapa-harus-bikin-bisnis-sendiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2011 13:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1504</guid>
		<description><![CDATA[Buat apa sekolah tinggi-tinggi, buat apa jadi orang pintar, buat apa memiliki pengetahuan yang luas? Toh semua kedudukan itu sudah ada yang menempati. Anda pernah dengar lontaran kalimat pesimis dan kontra produktif seperti itu kan? Dan saya rasa siapapun yang mengeluarkan kalimat itu, tak pantas untuk kita jadikan teman diskusi yang baik. Terkadang, kita masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fkenapa-harus-bikin-bisnis-sendiri.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fkenapa-harus-bikin-bisnis-sendiri.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em>Buat apa sekolah tinggi-tinggi, buat apa jadi orang pintar, buat apa memiliki pengetahuan yang luas? Toh semua kedudukan itu sudah ada yang menempati.</em></p>
<p>Anda pernah dengar lontaran kalimat pesimis dan kontra produktif seperti itu kan? Dan saya rasa siapapun yang mengeluarkan kalimat itu, tak pantas untuk kita jadikan teman diskusi yang baik.</p>
<p>Terkadang, kita masih juga suka digoda dengan pemikiran yang suka dikooptasi. Artinya lebih senang berada dalam satu lingkaran, yang mana kita tidak memainkan peran strategis didalamnya, tapi hanya jadi follower. Jadi pengikut setia, jadi tim hore dan sebagainya.<span id="more-1504"></span></p>
<p>Padahal, Tuhan memberikan kita masing-masing talenta special yang bisa kita gunakan, bisa kita tumbuh-kembangkan sampai akhirnya ia akan melekat dan menjadi bagian penting dalam diri kita.</p>
<p>Pertanyaannya, bagaimanakah kita menemukan itu? Tentu saja kita harus menumbuhkannya, menyiramnya agar subur, merawatnya agar mengakar dan sebagainya.</p>
<p>Kaitannya dengan bisnis apa?</p>
<p>Anda pasti paham, kenapa banyak orang yang malu-malu untuk bisnis, jika tidak ingin dikatakan takut. Makanya memberanikan diri untuk turun kejalan, salah satu trik untuk menumbuhkan talenta bisnis anda. Anda tidak akan pernah tau, jika anda tidak mencoba merasakan sensasinya.</p>
<p>Anda bisa merasakan itu jika sudah bersentuhan dengan hal-hal yang menyangkut eksistensi anda, terkait dengan bisnis yang anda bangun. Memutuskan, bertindak spekulasi, berhitung sampai merasakan deg-degan dan sebagainya.</p>
<p>Tapi, jika kita sudah merasakan dan bisa mengendalikan gejolak seperti itu, insyaAllah kita akan paham, betapa nikmatnya jadi manusia yang bisa menentukan arah.</p>
<p>Dengan keberanian memulai bisnis sendiri, secara otomatis, tingkat kecerdasan anda akan meningkat, wibawa anda akan terangkat, otak matematis anda akan berfungsi, impian anda akan tergambar lebih jelas. Apa lagi? Pokoknya banyak deh.</p>
<p>Semakin kita menemukan satu visi besar dibalik keberanian kita memulai bisnis sendiri, maka semakin besar pula akar motivasi kita untuk bergerak, memupuk dan terus mempertahankan.</p>
<p>Saya mau, tapi bagaimana caranya?</p>
<p>Pertanyaan klasik tapi memang butuh jawaban yang sepadan. Saya kira, dengan sendirinya, kita akan menemukan caranya. Menurut saya bukan caranya yang penting, karena itu bisa dipelajari seiring dengan waktu. Yang perlu kita titik beratkan sebenarnya, KENAPA kita harus melakukannya?</p>
<p>Jika jawaban itu sudah ditangan, maka hukum daya tarik akan berlaku. Seperti saya singgung diatas, maka kemampuan anda akan meningkat 100% hehehe..</p>
<p>Tapi kalau masih belum puas juga, anda masih perlu ketahui jurus menjahit untuk urusan bisnis. Kapan-kapan kita bahas yah..</p>
<p>Sekarang yang penting, kita sadari dulu, <em>kenapa saya harus mulai membangun bisnis sendiri?</em></p>
<p>bagaimana jawaban anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/kenapa-harus-bikin-bisnis-sendiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Modal Bisnis: Manfaatkan Relasi</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/modal-bisnis-manfaatkan-relasi.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=modal-bisnis-manfaatkan-relasi</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/modal-bisnis-manfaatkan-relasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 05:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1473</guid>
		<description><![CDATA[Sudah terlalu sering dan membosankan mungkin, jika calon pebisnis selalu mempersoalkan tentang modal materi, sebelum benar-benar terjun ke rimba bisnis. Walau demikian, modal non materi, bukan pula modal murahan yang serta merta bisa kita petik dimanapun.  Dia juga sulit dan bahkan tergolong langkah, jika kita benar-benar miskin keberanian. Anda pasti mengerti khan, dengan modal non [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fmodal-bisnis-manfaatkan-relasi.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fmodal-bisnis-manfaatkan-relasi.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sudah terlalu sering dan membosankan mungkin, jika calon pebisnis selalu mempersoalkan tentang modal materi, sebelum benar-benar terjun ke rimba bisnis.</p>
<p>Walau demikian, modal non materi, bukan pula modal murahan yang serta merta bisa kita petik dimanapun.  Dia juga sulit dan bahkan tergolong langkah, jika kita benar-benar miskin keberanian.</p>
<p>Anda pasti mengerti khan, dengan modal non materi?<span id="more-1473"></span></p>
<p>Salah satu yang paling strategis menurut saya adalah : RELASI / JARINGAN</p>
<p>Itulah  modal yang cukup, bahkan sangat menjanjikan.</p>
<p>Bagaimana tidak, kalau kita punya relasi yang luas dan solid. Mau tidak mau, mereka akan dengan suka cita membantu kita. Melebarkan jalan kita, dan juga menambah ilmu kita. Kalau kita tekun, semua itu, bisa kita bungkus menjadi satu paket bisnis yang ideal.</p>
<p>Mirip dengan tulisan mas Tri, tentang <a href="http://triwahyudi.com/business/modal-pas-pasan-untuk-bisnis-bentuk-tim-dan-bangunlah-bisnis-anda-sekarang.html" target="_blank">membangun relasi bisnis</a>.</p>
<p>Saya sependapat. Dengan modal relasi yang solid. Apapun, insyaAllah bisa kita upayakan. Kita bisa bayangkan, jika relasi kita tersebar dimana-mana. Hampir mungkin untuk menciptakan banyak bisnis.</p>
<p>Namun yang terpenting, kita juga perlu berhati-hati untuk “memanfaatkan” kondisi ini. Salah-salah kita bisa di tuduh nepotisme. Tapi selagi kita mampu bertindak dengan professional. Saya rasa kita bisa menghindar dari tindakan nepotisme negative.</p>
<p>Hal yang layak kita persiapkan adalah konsep matang bisnis yang akan kita bangun. Jika itu sudah kita lakukan, maka kita akan dengan mudah mengetahui, bakal dengan siapa saja kita bisa kerja sama. Apa dan bagaimaan jenis bisnis yang akan kita jalankan, tergambar jelas, jika konsep benar-benar sudah matang.</p>
<p>Bagaimana dengan modal realnya?</p>
<p>Saya rasa  dengan tekad yang membara, kita mampu mengupayakannya. Walau awalnya kita mungkin mengandalkan modal dengkul. Tapi dengan upaya yang terus menerus, hasilnya tidak bisa di anggap sepele loh.</p>
<p>Mungkin, dan saya yakin, sampai disini kita sebagai manusia akan tergoda untuk bersikap pesimis. Sebab, kita benar-benar belum menyentuh ruh bisnis itu. Kita masih duduk di depan meja dan tangan berada di atas kertas semata.</p>
<p>Kejadian lapangan masih belum bisa dirasakan. Apalagi tergambar. Oleh karena itu, kita perlu tindakan, perlu mencoba dan perlu merasakan efek psikologisnya.</p>
<p>Selebihnya, tinggal menyerahkan hasilnya pada proses.</p>
<p>Kalau masih jeblok juga bagaimana?</p>
<p>Saya akuin, situasi dilematis seperti ini, masih menjadi obyek pembicaraan banyak orang. Tapi percayalah, kuncinya hanya satu. “harus bertindak”.</p>
<p>Gunakan relasi yang ada, gali informasi dan padukan. Selebihnya, kerahkan daya kreatifitas kita. Jangan lupa berdo&#8217;a yah.</p>
<p>Semoga sukses!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/modal-bisnis-manfaatkan-relasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peletakan Bisnis Pertama</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/peletakan-bisnis-pertama.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=peletakan-bisnis-pertama</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/peletakan-bisnis-pertama.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 02:43:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kiat bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1454</guid>
		<description><![CDATA[Memulai suatu bisnis yang tergolong baru. Sekaligus kita juga termasuk orang yang baru belajar berbisnis. Tentu perasaan macam-macam bisa jadi seperti suara demonstran. Mulai dari rasa cemas, tidak yakin,  sampai berfikir untuk membatalkan rencana mulia itu. Itu hal biasa! Kalau kita teliti lagi. Pertama sekali kita akan mulai bisnis. Akan hadir satu perntanyaan besar, yaitu: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fpeletakan-bisnis-pertama.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fpeletakan-bisnis-pertama.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Memulai suatu bisnis yang tergolong baru. Sekaligus kita juga termasuk orang yang baru belajar berbisnis. Tentu perasaan macam-macam bisa jadi seperti suara demonstran. Mulai dari rasa cemas, tidak yakin,  sampai berfikir untuk membatalkan rencana mulia itu. Itu hal biasa!</p>
<p>Kalau kita teliti lagi. Pertama sekali kita akan mulai bisnis. Akan hadir satu perntanyaan besar, yaitu:</p>
<p><strong> Apa sih yang paling penting untuk disiapkan? </strong></p>
<p>Hmm…,</p>
<p><strong>Tentu saja yang pertama sekali disiapkan adalah “Diri Kita Sendiri”. </strong></p>
<p>Sebab kitalah yang akan meletakan batu pertama bisnis itu. Apa dan mau bagaimaan bisnis itu nanti, kitalah yang bertanggung jawab penuh. Bukan orang tua, saudara apalagi tetangga.<span id="more-1454"></span></p>
<p><em>Tapi “aku” sendiri yang harus mempersiapkan diri</em>.</p>
<p>Jangan dulu bicara modal bisnis pertama. Sebab biasanya, orang yang khawatir seperti itu, modalnya Cuma dengkul. Makanya rasa was-wasnya tinggi. Bagaimana tidak, modal yang mau di gunakan belum tentu tersedia, kalaupun ada, mungkin itu harta satu-satunya yang paling di andalkan. Jadi wajar kalau rasa khawatir tetapmengiringinya.</p>
<p>Kita tidak perlu heran. Sekali lagi kita perlu setuju dengan pendapat orang-orang yang mengatakan pindah status itu sulit. Apalagi tantangannya sangat banyak. Ibarat para demonstran yang siap memaki-maki, memprotes dan menerjang setiap tindakan kita.</p>
<p>Padahal itu masih dalam “konteks berfikir”  loh. Masih persepsi subyektif!  Apalagi kalau hal itu benar-benar sudah terjadi. Bisa lebih gawat lagi.</p>
<p><em>Saya berfikir begini,</em></p>
<p>Seseorang yang ingin dan serius ingin terjun berbisnis. Maka hal yang perlu dipersiapkan adalah “Kualitas Dirinya”. Bukan hanya mental yah, tapi pengetahuan dan kepiawaiannya harus benar-benar ditumpahkan secara optimal.</p>
<p>Sebagai peletak batu pertama, seorang pebisnis pemula, dituntut untuk menyiapkan semuanya. Mulai dari system sampai dengan lokasi. Semua harus dalam genggaman.</p>
<p>Misalnya:</p>
<ul>
<li>Bagaimana konsep bisnis yang diingkan?</li>
<li> Bidang jasa atau barang?</li>
<li>Pegawai yang seperti apa yang di harapkan?</li>
<li>Target konsumen yang diinginkan seperti apa dan bagaimana mensiasatinya?</li>
</ul>
<p><em>* ini hanya sekedar contoh</em>.</p>
<p>Artinya kita selaku Calon pebisnis pemula, di tuntut untuk berfikir “lengkap dan tuntas”.</p>
<p>Wah ngeri banget dong kalau begitu mas?</p>
<p>Memang, kalau kita melihat itu sebagai sebuah masalah yang tidak mungkin bisa kita lakukan, tentu saja tuntutan itu bersifat horror  mencekam. Pokoknya hidup terasa tidak aman.</p>
<p>Tapi coba fikirkan bahwa proses itu akan membuat anda jauh lebih sempurna dari sebelumnya. Coba bayangkan jika kita sudah mencapai titik puncak yang kita idam-idamkan. Surga dunia dong?</p>
<p>Tapi jika motivasi untuk itu saja kita sudah luntur, maka jangan biarkan diri ini tercebur dalam siksaan neraka dunia. Berada dalam kebimbangan, percuma saja. Lebih baik kita sadar dan cepat kembali ke jalan yang benar. <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/peletakan-bisnis-pertama.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Mau Ngga Bisnis Selamanya</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/jangan-mau-ngga-bisnis-selamanya.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jangan-mau-ngga-bisnis-selamanya</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/jangan-mau-ngga-bisnis-selamanya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 16:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1446</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, akhirnya selesai juga Free Ebook yang saya tulis dalam pertapaan selama ini. Ebook yang saya beri judul “Jangan Mau Ngga Bisnis Selamanya” ini, berisi banyak dari pengalaman mental saya dalam upaya mencoba berbisnis selama ini. Terus terang ada sedikit rasa dilematis untuk menerbitkan free ebook ini. Bukan hanya temanya tentang bisnis. Tapi saya sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fjangan-mau-ngga-bisnis-selamanya.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fjangan-mau-ngga-bisnis-selamanya.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1451" title="motivasi bisnis" src="http://www.fadlymuin.com/wp-content/uploads/2010/11/jmg-bs.jpg" alt="" width="173" height="173" />Alhamdulillah, akhirnya selesai juga Free Ebook yang saya tulis dalam pertapaan selama ini. Ebook yang saya beri judul “Jangan Mau Ngga Bisnis Selamanya” ini, berisi banyak dari pengalaman mental saya dalam upaya mencoba berbisnis selama ini.</p>
<p>Terus terang ada sedikit rasa dilematis untuk menerbitkan free ebook  ini. Bukan hanya temanya tentang bisnis. Tapi saya sedikit khawatir jika ada ketidak sesuaian antara aku, kau dan harapanmu. <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi, satu hal yang ingin saya sampaikan. Bahwa apapun yang ada didalam ebook ini bertujuan untuk berbagi, terlebih menumbuhkan jiwa-jiwa pebisnis baru.</p>
<p>Dalam proses editing, ebook ini ditangani oleh sahabat kita <strong>Kang Erdien</strong>. Saya memilihnya, karena pertimbangan profesi beliau  yang memang berkecimpung di dunia perbukuan.</p>
<p>Sebagai pelengkap informasi tentang Ebook ini, berikut sambutan dari beberapa rekan yang sudah tidak asing lagi:<span id="more-1446"></span></p>
<blockquote><p>Ketika diminta untuk membaca draft ebook &#8220;Jangan Mau Ngga Bisnis Selamanya!&#8221;, langsung saja saya melahapnya. Jiwa ini enggan untuk melepaskan draft ebook tersebut. Sia-sia rasanya jika melewatkannya begitu saja. Materi &#8216;BISNIS&#8217; yang dikemas dalam gaya bahasa khas FM sungguh menghipnotis.</p>
<p>BISNIS, ya, itulah pokok pembicaraan FM dalam ebook ini.BISNIS, satu  perkara yang pernah saya idamkan, namun tak kunjung mewujudkannya karena &#8216;prasangka&#8217; yang menyebabkan perkara BISNIS menjadi begitu berat saya rasa. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit saya pun melupakannya.</p>
<p>Membaca ebook &#8220;Jangan Mau Ngga Bisnis Selamanya!&#8221; karya FM ini melemparkan saya kembali ke masa lalu. Suatu masa di mana saya memiliki &#8216;mimpi-mimpi indah&#8217; tentang bisnis. FM telah berhasil membangkitkan kembali semangat (untuk terjun ke dunia bisnis) yang telah pudar dan padam. Karenanya, minggu ini pula saya mulai menata kembali mimpi-mimpi indah tentang bisnis (tak jauh-jauh dari bidang kepenulisan), dengan menghubungi beberapa rekan penulis yang akan menjadi salah satu aset penting dalam bisnis ini nantinya.</p>
<p>&#8220;Membangun Kemantapan Hati dalam Berbisnis&#8221; begitulah saya mengidentifikasikan &#8220;ruh&#8221; ebook karya FM ini. So&#8230; bagi para profesional muda yang ingin membangun kemantapan hati dan keteguhan jiwa dalam berbisnis, sebaiknya membaca ebook ini hingga tuntas. Resapilah&#8230; dan mulailah untuk mewujudkannya! (<a href="http://sundagasik.com/" target="_blank">Vidzas Erdien</a> )</p></blockquote>
<p><em>Wah senang banget dengan respon kang Erdien yang langsung bertindak. </em></p>
<blockquote><p>Belajar bisnis dengan motivasi mental ternyata mengasikkan. Melalui sudut pandang Fadly Muin, bisnis tidak sekedar ucapan yang ditinggi-tinggikan, namun bisnis adalah sebuah perubahan mentalitas dari seorang karyawan menjadi seorang pengusaha, dengan sikap motivasional yang positif.</p>
<p>Saya belajar untuk meresapi ide-ide Fadly Muin, sebagai satu ajaran baru yang membawa angin segar. Jika ini dipresentasikan di hadapan khalayak, pasti bisa mencerahkan pandangan kita yang agak gelap soal bisnis. ( <a href="http://mashengky.com/" target="_blank">Mashengky</a> )</p></blockquote>
<p><em>Trims gan..,</em></p>
<blockquote><p>Satu kata: <em>gue banget!</em> Ebook ini hadir tepat disaat saya sedang menapakkan kaki di dunia bisnis. Pembahasan yang bernas dan komplet disajikan dengan gaya bertutur seperti sedang bercakap-cakap dengan kawan sepermainan. Sehingga satu jam membaca ebook ini seolah telah ikut mengarungi pengalaman seorang pebisnis berpengalaman. Ebook ini layak dibaca kawan-kawan muda yang berani mengambil tantangan dan bersiap menjadi milyarder berikutnya! ( <a href="http://agussiswoyo.com/" target="_blank">Agus Siswoyo</a> )</p></blockquote>
<p><em>berarti ebook ini hadir tepat pada waktunya mas. Semoga sukses!</em></p>
<p>Nah, semoga hal ini juga  bermanfaat untuk anda. Dan inilah link downloadnya: <a href="http://fadlymuin.com/ebook/jmg-bs.zip">Jangan Mau Ngaa Bisnis Selamanya</a></p>
<p>Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/jangan-mau-ngga-bisnis-selamanya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbisnis Jangan Di Raba-Raba</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berbisnis-jangan-di-raba-raba.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berbisnis-jangan-di-raba-raba</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berbisnis-jangan-di-raba-raba.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 03:05:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[memulai bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[Musim hujan seperti sekarang ini, apalagi gempa baru-baru mengguncang Sumatra, belum lagi letupan gunung merapi. Mana ada celah untuk berbisnis? Betul banget! Rasa risau dengan cuaca, apalagi kondisi transportasi yang tak menentu. Kadang bikin ciut nyali kita untuk memulai aktifitas serius. Apalagi baru mau rintis bisnis. Ancaman permodalan bakal kusut, mental yang amburadul pun semakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberbisnis-jangan-di-raba-raba.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberbisnis-jangan-di-raba-raba.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Musim hujan seperti sekarang ini, apalagi gempa baru-baru mengguncang Sumatra, belum lagi letupan gunung merapi. Mana ada celah untuk berbisnis?</p>
<p>Betul banget!</p>
<p>Rasa risau dengan cuaca, apalagi kondisi transportasi yang tak menentu. Kadang bikin ciut nyali kita untuk memulai aktifitas serius. Apalagi baru mau rintis bisnis. Ancaman permodalan bakal kusut, mental yang amburadul pun semakin mendukung.</p>
<p>Praktis tak ada ruang untuk bisnis!<span id="more-1422"></span></p>
<p>Kalau hal-hal seperti ini saja kita sudah ciut. Gimana dengan tantangan di depan yah? Kalau memang serius ingin mulai bisnis, coba kita lihat deh ujung tombang bisnis itu. Apa sih yang melatarbelakangi sebuah bisnis. Tak lain kehadirannya  sebagai simbol solutif.</p>
<p>Berbisnis berarti kita hadir untuk memberikan solusi dengan produk kita.</p>
<p>Apakah menyediakan barang-barang khusus untuk <a href="http://www.fadlymuin.com/kiat-dan-tips/kiat-happy-menghadapi-hujan-dan-kemacetan.html" target="_blank">menangkal cuaca buruk</a>.  Menyiapkan jasa pelayanan khusus untuk melindungi orang dari cuaca buruk. Atau bentuk-bentuk lainnya.</p>
<p>Intinya seorang pebisnis di tuntut hadir sebagai sosok penyelamat.  Kehadiran seperti itu, tentu mulia dong.., Sekarang masalahnya, maukah melakukan itu? Siapkah, beranikah?</p>
<p>Coba baca tulisan pak Hery yang terakhir. <a href="http://www.suarakelana.com/2010/10/24/memulai-bisnis-jangan-tunda-lagi/" target="_blank">Mulai bisnis jangan tundah maning!</a> <a href="http://mashengky.com/bisnis/hajar-bleh.html" target="_blank">Hajar gah!</a> Sikat!</p>
<p>Hampir semua buku-buku motivasi bisnis memerintahkan kita dengan tegas, lantang dan sedikit emosional, agar kita memulainya SEKARANG JUGA. Bukan ntar atau besok. Tapi sekarang! Sadis yah?</p>
<blockquote><p>Jujur saja, awal-awal saya membaca buku-buku seperti itu. Saya emosional. Menurut saya mereka itu sadis dan tidak empati. Kenapa kok kita di perintahkan melakukannya sekarang juga. Mereka enak aja ngomong. Karena meraka sudah punya duit, hidup sudah mapan, tidak pusing dengan kebutuhan yang mendesak.</p></blockquote>
<p>Tapi lama-lama saya sadar dan bertobat juga. <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Anjuran untuk melakukan sekarang juga, ternyata memang suatu cara yang harus dilakukan. La wong di suruh sekarang aja kita masih menunda, apalagi di suruh besok atau bulan depan. Yang pasti lupa deh.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Teman, memulai bisnis sekarang juga memang butuh keringat khusus untuk mewujudkannya. Apalagi mengolahnya, terlebih membesarkannya.</p>
<p>Tapi yakinlah, jika anda benar-benar menginginkan kehidupan anti miskin, yang anda idam-idamkan. Anda ingin jadi pebisnis yang sukses. Maka silahkan anda hindari gaya jadul dengan suka memberi  alasan logis untuk menunda.</p>
<p>Tapi kalau anda memang  sudah terlanjur  mencintai kehidupan anda yang sekarang. Tanpa bisnis. Juga tidak soal. Yang penting anda tetap bahagia. Tidak mengeluh.</p>
<p>Saran saya, mulai saja. Bisnis bukan untuk di raba-raba, tapi di genggam langsung. Lebih enak khan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berbisnis-jangan-di-raba-raba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbisnis Lewat Toko Online Masih Menjanjikan</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 02:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya akan membagikan kiat-kiat berbisnis lewat toko online. Siapa tau ada yang masih ingin mencari gambaran tentang, bagaimana caranya berbisnis  lewat internet, menggunakan media Toko Online. Kalau bicara bisnis online. Mungkin sebagian ada yang sudah mengambil sikap apriori. Tidak respek dan menutup pintu untuk melangkah ke situ. Bukan tanpa alasan. Sebab opini bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kali ini saya akan membagikan kiat-kiat berbisnis lewat toko online. Siapa tau ada yang masih ingin mencari gambaran tentang, bagaimana caranya berbisnis  lewat internet, menggunakan media Toko Online.</p>
<p>Kalau bicara bisnis online. Mungkin sebagian ada yang sudah mengambil sikap apriori. Tidak respek dan menutup pintu untuk melangkah ke situ.</p>
<p>Bukan tanpa alasan. Sebab opini bahwa bisnis online itu susah, belum lagi banyak ranjau yang menghadang dengan modus penipuan, semakin mengkerucutlah nyali untuk menyatakan bahwa ”katakan TIDAK untuk bisnis online”.<span id="more-1182"></span></p>
<p>Tapi sebelum pemahaman itu benar-benar menancap. Mari kita lihat kembali, bisnis online bukan hanya jualan ebook atau mengajarkan cara cepat kaya. Ini mind set yang harus dibenahi menurut saya. Jika tidak, maka pemikiran negatif tentang bisnis online akan semakin menggumpal dan susah untuk dicairkan.</p>
<p>Padahal, banyak sekali sebenarnya celah yang bisa kita manfaakan di internet. Sekali lagi asal anda tau caranya&#8230; (he he he)</p>
<p>Banyak jalan menuju roma. Banyak jalur berbisnis di internet. Salah satu yang menurut saya masih menjanjikan adalah toko online. Sebenarnya toko online ini lebih tepatnya dikatakan sebagai media berbisnis. Bukan bisnis online. Lain halnya jika anda membuat ebook tentang toko online yah.</p>
<p>Pengalaman saya membangun dan menaruh harapan besar lewat media toko online cukup menyenangkan. Penuh suka duka yang wajar. Namun saya rasa lebih banyak enaknya daripada dukanya.</p>
<p>Sebab, kalau di hitung-hitung. Dari segi modal, relative sangat kecil. Dari waktu sangat fleksible bisa di sesuaikan dengan kegiatan seharian kita.</p>
<p>Namun demikian walau terkesan relatif mudah dan adaptif. Perlu kiranya kita sebagai owner mempersiapakan segala sesuatunya.</p>
<p>Sebab dari sanalah kita akan mendulang kenikmatan berbisnis menggunakan media toko online. Jika kemasannya bagus, produknya dibutuhkan dan service memuaskan maka bukan tidak mungkin hidup anda akan berubah cara pandangnya. Mungkina anda akan mulai berfikir <a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/bekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html" target="_blank">apakah meneruskan berkerja atau memilih berbisnis?</a></p>
<p>Jawabannya bisa anda berikan setelah anda melewati prosesinya, tentu saja.</p>
<p>”Lalu, kira-kira nih, apa saja yang perlu disiapkan untuk mulai berbisnis lewat toko online?”</p>
<p>Ok, sesuai pengalaman berikut ini saya sarikan apa saja yang benar-benar perlu diperhatikan.</p>
<ul>
<li><strong>Produk</strong>. Siapkan produk yang ingin anda jual. Jika selama ini anda sudah memiliki produk, itu lebih bagus. Artinya anda sudah memiliki modal pertama. Tinggal memasarkannya  lewat toko online anda. Tapi jika belum. Maka anda butuh waktu khusus untuk mempersiapkan produk apa saja yang kira-kira sesuai dengan minat anda, digemari pasar dan bisa anda lakukan. (usahakan kompak yah)</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Toko Online itu sendiri</strong>. Inilah media anda. Inilah toko anda yang kemungkinan akan membuat anda sibuk setengah mati. Sebab anda akan sibuk melayani pembeli. Sibuk melayani pertanyaan calon pembeli dan sebagainya. Berikan perhatian yang cukup untuk membangun Toko Online anda. Bila perlu minta bantuan orang yang berkompeten untuk setting supaya kelihatan proffesional. (saya mempercayakan Kawan <a href="http://twonline.biz/" target="_blank">Tri Wahyudi</a> untuk membuatnya)</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Promosi</strong>. Nah ini perlu juga dan sangat penting untuk difikirkan. Sebab tanpa promosi, calon pembeli tidak akan pernah mengenal produk kita. Calon pembeli tidak akan pernah mengetahui siapa dan apa produk yang kita jual. Disini ada biaya promosinya. Dan jangan pelit mengeluarkan ongkos untuk ini.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Service</strong>. Ini tak terlihat namun peranannya sangat strategis. Tanpa service yang memuaskan. Pelanggan akan mudah kecewa dan melarikan diri. Berilah perhatian yang mendalam di divisi ini. Walau harga bersaing, biasanya orang lebih memilih service yang memuaskan.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kecepatan</strong>, biasanya pembeli online, rasa percaya cenderung rendah kepada pebisnis online. Oleh karena itu, kita bisa menghapus rasa tidak percaya itu dengan kecepatan pengiriman barang. Semakin cepat ia mendapatkan pesananya, maka semakin cepat pula ia berubah menjadi percaya.</li>
</ul>
<p>Inilah kira-kira pengalaman saya dan istri membangun toko online yang kami beri nama <a href="http://unakunik.com" target="_blank">unakunik.com</a> itu. Sebagian dari anda saya yakin sudah mengenalnya. Tapi bagi yang belum, mudah-mudahan ini bisa menjadi percontohan. Siapa tau ada di antara anda yang berniat menjual sesuatu di internet.</p>
<p><em>semoga bermanfaat..</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berbisnis-lewat-toko-online-masih-menjanjikan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekerja atau Berbisnis, Anda Berada Dimana?</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/bekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/bekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 16:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ini masih merupakan situasi dilematis, kompleks atau kontradiksi. Apakah berbisnis atau bekerja. Atau ingin berbisnis tapi masih sebagai karyawan atau ingin berada di dua dunia. Untuk menjawab kegelisahaan itu, dalam seminggu ini setidaknya ada tiga artikel yang mampu merespon dengan sangat baik, saya kira. Pertama, seorang sahabat menulis bahwa untuk menjadi pebisnis anda jangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fbekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fbekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Mungkin ini masih merupakan situasi dilematis, kompleks atau kontradiksi. Apakah berbisnis atau bekerja. Atau ingin berbisnis tapi masih sebagai karyawan atau ingin berada di dua dunia.</p>
<p>Untuk menjawab kegelisahaan itu, dalam seminggu ini setidaknya ada tiga artikel yang mampu merespon dengan sangat baik, saya kira.</p>
<ul>
<li>Pertama, seorang sahabat menulis bahwa untuk menjadi pebisnis anda jangan terjebak untuk mencari uang. Ingat yah <a href="http://mashengky.com/bisnis/bekerja-bukan-untuk-uang.html" target="_blank">Bisnis bukan berorientasi uang</a>. Tapi berusahalah untuk <em>mempelajari sytem</em> dan menciptakan system anda sendiri kemudian. Sebuah gagasan yang berupaya mengadopsi dari gurunya Robert T Kiyosaki itu. Sangat bagus untuk membakar api semangat orang-orang yang ingin segera berpindah kuadaran.<span id="more-1164"></span></li>
</ul>
<ul>
<li>Kedua, tulisan saya tentang ”<a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html" target="_blank">Pemerkosaan Pemikiran</a>”, memberikan respon terhadap tulisan pertama di atas. Bahwa untuk pindah kuadran jangan sampai anda merasa dan mengalami pemerkosaan. Agar keputusan anda tidak menjadi sebuah kondisi yang traumatic. Sebuah keputusan emosional yang kemudian bisa menghantam semangat juang anda jauh kebelakang. Walau pada akhirnya, ada beberapa sahabat yang memberikan ilustrasi,  bahwa “terkadang” seseorang justru merasa bahagia dan berhasil setelah mengalami pemerkosaan. Karena adanya sebuah tindakan reflektif untuk menangkal situasi buruk. Sebuah perlawanan wacana yang sangat membangun.</li>
</ul>
<ul>
<li>Ketiga, Pak Hery dalam tulisannya “<a href="http://www.suarakelana.com/2010/05/06/lagi-bisnis-atau-kerja-bung/" target="_blank">bisnis atau kerja bung?</a>” mampu menjadi penawar yang netral antara tulisan pertama dan tulisan kedua di atas. Disebutkan disitu. Bahwa anda harus benar-benar paham definisi bisnis itu sendiri. Sehingga walau mungkin selama ini anda merasa sudah berada di jalur bisnis, belum tentu anda itu pebisnis. Walau selama ini anda sudah berbicara bisnis, belum tentu anda paham bisnis. Jadi anda harus benar-benar paham dimana berpijak dan bagaimana anda berwawasan dan memetik poin penting dibalik kontradiksi apakah anda ini seorang “pekerja atau Pebisnis”.</li>
</ul>
<p>Sekarang, saya akan coba untuk membuat sebuah kesimpulan.</p>
<p>Bahwa ternyata untuk menjadi pekerja atau sebagai pebisnis, kita dituntut untuk benar-benar ikhlas dan paham. Sehingga apapun status dan pilihan kita saat ini adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima dengan rasa gembira dan optimistic.</p>
<p>Tak perlu merasa terganggu jika selama ini anda memang berada dijalur E. dan tak perlu merasa terlalu bangga jika merasa sudah berada di Jalur B. sebab semua itu ada konsekuensinya. Ada tuntutan profesi yang harus anda tanggung.</p>
<p>Pun, untuk pindah kuadran bukanlah perkara sepela, seperti membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus ikut berubah jika pilihan itu sudah ditempuh.</p>
<p>Terlebih lagi, apapun keputusan anda. Setidaknya itu semua terjadi atas dasar suka sama suka. Atas dasar ketertarikan dan memang itu adalah panggilan jiwa terdalam. Dan anda harus membayar semua harganya.</p>
<p>Jadi, mari bergembira dianapun kita berada. Sebab perubahan dan perbaikan hidup bisa dicapai dalam berbagai aspek kehidupan.</p>
<p><strong>&#8220;Apakah ini sebuah peleburan makna mas?&#8221;</strong></p>
<p>Saya rasa tidak juga. Tapi ini merupakan obat penawar untuk menjawab kegelisahan kita. Dimana sebaiknya kita berada, bagaimana sebaiknya kita memilih dan kenapa semua itu bisa kita lakukan.</p>
<p>Artinya, kita sebagai individu, sudah selayaknya memiliki putusan yang realisits, terukur dan mampu menjawab kegelisahan hidup. Dengan harapan obaat penawar ini, mampu menghibur dan memberikan semangat, apapun aktifitas kita.</p>
<p>Ok segitu dulu deh, semoga bermanfaat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/bekerja-atau-berbisnis-anda-berada-dimana-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>62</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berhenti Kerja Setelah Diperkosa!</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berhenti-kerja-setelah-diperkosa</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 10:17:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html</guid>
		<description><![CDATA[Tragis dan sedih memang, ketika seorang mengalami kekerasan pemerkosaan. Wilayah pribadinyanya telah dikoyak-koyak oleh pihak lain. Ia mengalami tekanan bathin yang luar biasa. Hati hancur dan harapan semakin gelap. Apalagi bagi seorang pekerja, mengalami pemerkosaan lalu kemudian memutuskan untuk berhenti kerja bukanlah perkara enteng. Banyak konsekuensi logis yang harus ditanggung. Kebutuhan hidup tetap ada dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberhenti-kerja-setelah-diperkosa.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fberhenti-kerja-setelah-diperkosa.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Tragis dan sedih memang, ketika seorang mengalami kekerasan pemerkosaan. Wilayah pribadinyanya telah dikoyak-koyak oleh pihak lain. Ia mengalami tekanan bathin yang luar biasa. Hati hancur dan harapan semakin gelap.</p>
<p>Apalagi bagi seorang pekerja, mengalami pemerkosaan lalu kemudian memutuskan untuk berhenti kerja bukanlah perkara enteng. Banyak konsekuensi logis yang harus ditanggung. Kebutuhan hidup tetap ada dan menuntut untuk dipenuhi. Tentu saja, ia tak bisa berlama-lama berdiam diri dan tak menghasilkan apa-apa.<span id="more-1156"></span></p>
<p>Begitu kira-kira gambaran jika seorang mengalami pemerkosaan.</p>
<p>Yang saya maksud disini bukanlah pemerkosaan seperti yang ada dibenak kita selama ini. Yaitu pemerkosaan yang dilakukan seorang lelaki hidung belang yang tak bertanggung jawab. Melainkan sebuah pemerkosaan pemikiran yang diderita seseorang yang kemudian ia memutuskan untuk berhenti kerja dan memulai usaha sendiri.</p>
<p>Bagaimana maksudnya?</p>
<p>Begini, bagi orang dewasa, melakukan hubungan seks atas dasar rasa suka sama suka jauh lebih intim, jauh lebih nikmat dibandingkan melakukannya karena dipaksa. Pasti rasanya sakit, tidak enak dan merasa telah diperlakukan ”kasar”.</p>
<p>Sama halnya seseorang yang ingin dan pada akhirnya memutuskan untuk berhenti kerja karena adanya keterpaksaan. Akibat otaknya telah diperkosa oleh rangsangan yang tak diingnkannya. Maka tindakannya untuk keluar dari pekerjaannya saat itu adalah sebuah keputusan yang terpaksa dan gelap.</p>
<p>Akibatnya ia akan berjalan tanpa arah dan tanpa tujuan. Mengalami traumatik akibat prilaku perkosaan yang dideritanya.</p>
<p>Kesuciannya ditempat kerja harus ia tinggalkan, padahal mentalnya belum siap, fikirannya belum mantap untuk meninggalkan semuanya. Akibatnya terlantung-lantung dan mulai terserang virus-virus gagal.</p>
<p>Tentu saja hal ini tak ingin dialami oleh siapapun yang sementara ini sedang merintis karir dan berancang-ancang untuk <a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html" target="_blank">memulai usahanya sendiri</a>. Sebab anda sudah bisa memprediksikan apa yang terjadi jika anda mengalami pemerkosaan seperti yang dimaksudkan diatas.</p>
<p>Saya bukannya menakut-nakutin ataupun memberikan sinyal negatif terhadap anda yang berkeinginan untuk pindah ke <a href="http://mashengky.com/bisnis/beda-pandangan-kuadran-e-dan-kuadran-b.html/trackback" target="_self">Kuadran B.</a> Melainkan saya justru ingin anda memiliki keinginan dari dalam untuk melakukan semua itu.</p>
<blockquote><p>Saya ingin anda merangsang diri anda dari dalam dan menikmati rangsangan dari luar, sehingga hasil yang akan anda terima bisa mencapi titik klimaks yang dimaksud. Anda bisa mengalami orgasme putusan yang memuaskan. Enak khan?</p></blockquote>
<p>Daripada anda harus mengalami pemerkosaan keputusan. Anda menerima saja anjuran untuk memulai usaha sendiri. Menurut yang anda baca, mungkin, bahwa memulai usaha sendiri kemungkinan lebih menyenangkan karena kita bisa mengendalikan penghasilan kita sendiri. Betul!</p>
<p>Tapi kalau tidak siap dari dalam, maka efek traumatik, seperti halnya traumanya orang yang diperkosa akan anda lami juga dalam dimensi yang lain. Sangat disayangkan jika itu sampai terjadi.</p>
<p>Makanya, saya tidak pernah memperkosa istri sendiri untuk berhenti kerja. Saya tidak pernah sama sekali memaksanya. Biarlah dia sendiri yang mengalami rangsangan dari dalam. Biarlah keputusan beraninya itu lahir dan tumbuh akibat rangsangan akumulatif.</p>
<p>Nah sekarang giliran anda. Bagaimana sudah siap orgasme dengan keputusan berhenti kerja, atau masih merasa belum dewasa untuk mencicipi wilayah  itu?</p>
<p>Silahkan berbagi disini yah..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/berhenti-kerja-setelah-diperkosa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>89</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai Bisnis Siapkan Dulu Modal Gagalnya</title>
		<link>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya</link>
		<comments>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 03:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadly Muin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[gagal bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[modal bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[modal gagal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlymuin.com/?p=1120</guid>
		<description><![CDATA[Ini sangat cocok untuk yang pertama sekali ingin terjun ke dunia bisnis. Perlu kiranya mempersiapkan modal gagal. Ingat! Bukan mempersiapkan kegagalan yah.. tapi modal. Modal Gagalnya yang Disiapkan. Rugi dong? Memang iya, anda akan rugi secara materi, tapi itu adalah bayaran yang harus anda keluarkan untuk mendapatkan basic mental yang bagus untuk berbisnis. Sebab, tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fmemulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.fadlymuin.com%2Fbelajar-bisnis%2Fmemulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html&amp;source=fadlymuin&amp;style=normal&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ini sangat cocok untuk yang pertama sekali ingin terjun ke <a href="http://www.fadlymuin.com/category/belajar-bisnis" target="_blank">dunia bisnis</a>. Perlu kiranya mempersiapkan modal gagal. Ingat!  Bukan mempersiapkan kegagalan yah.. tapi modal. <a href="http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/cara-aman-mendapatkan-modal-bisnis.html" target="_blank">Modal Gagalnya yang Disiapkan</a>.</p>
<p>Rugi dong? Memang iya, anda akan rugi secara materi, tapi itu adalah bayaran yang harus anda keluarkan untuk mendapatkan basic mental yang bagus untuk berbisnis.</p>
<p>Sebab, tanpa mempersiapkan modal gagal, maka jalan anda akan terseok-seok, dirundung ketakutan merugi. <a href="http://www.fadlymuin.com/sikap-mental/kenali-4-ketakutan-anda-untuk-memulai-bisnis.html" target="_blank">Berharap untung tapi yakin akan gagal</a>.</p>
<p>Daripada berada dalam situasi dilematis seperti itu. Lebih baik diplongin saja. Kira-kira berapa rupiah anda berani rugi untuk bisnis permulaan yang ingin anda geluti.<span id="more-1120"></span></p>
<blockquote><p>Ini adalah pengalaman psikologis yang pernah saya alami. Dulu sewaktu akan mulai bisnis, saya selalu berhitung. Berapa omset, berapa cash flow yang bisa saya dapat dari bisnis yang akan saya bangun. Saya selalu yakin akan kebarhasilan saya merintis bisnis. Impian saya sangat besar, <a href="http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/pentingnya-memiliki-ekspektasi-yang-baik.html" target="_blank">ekspektasi saya selalu positif.</a></p></blockquote>
<p>Saya hanya menyisahkan kira-kira 10% alternatif kegagalannya. Padahal faktanya, justru berbalik. Saya malah hanya mendapatkan cash flow 10% dan kerugian 90% secara materi.</p>
<p>Disini saya mendapat pengalaman yang sangat bagus. Bahwa bisnis itu perlu kesiapan bukan hanya siap gagal. Tapi juga siap <strong>Kehilangan Modal</strong> rupiah yang tergolong besar dari perspektif kita msing-masing.</p>
<p>Jadi kalau kita sudah siap dengan modal yang kita punya. Tolong deh, siapkan itu, setidaknya secara mental, untuk pembelajaran. Kalau tidak suka dengan istilah kegagalan.</p>
<p>Dengan begitu, kita akan berjalan tanpa beban. Tanpa tekanan harus untung. Sebab, bisnis itu intinya bukan untung kok. Tapi ketahanan. Siapa yang bertahan dialah  yang akan beruntung.</p>
<p>Mungkin disaat anda bertahan, akan banyak sekali kerugian yang akan anda tanggung. Banyak sekali modal yang sudah anda keluarkan. Tak terhitung berapa hutang yang anda tanggung. Tapi efeknya, dengan bertahan itu anda akan memperoleh banyak sekali perkembangan skill. Anda akan memperoleh banyak relasi dan anda akan mendapat pengakuan pasar. Dan yang terlebih penting, mental anda akan sekuat baja.</p>
<p>Jatuh-jatuhnya anda akan bangkit dengan alamiah, tanpa diketahui bahwa didalam proses anda membangun dan bertahan, ternyata banyak sekali darah dan air mata yang mengalir. Tapi semua itu justru semakin membuat bisnis anda subur. Karena anda terus bersemangat dan sudah siap dengan segala kemungkinan. Energi anda akan terakumulasi sedemikian hebat.</p>
<p>Nah untuk yang sudah siap-siap terjun ke dunia bisnis. Maka sebaiknya anda siapkan modal gagalnya. Ingat yah bukan kegagalannya. Tapi modalnya dulu deh. Sebab itu persoalan klasik yang sering dihadapai para pemula yang ingin berbsnis.</p>
<p>Ini berlaku unutk bisnis apa saja mas?</p>
<p>Apa saja. Pokoknya bisnis yang membutuhkan modal. Saya rasa relefan untuk membaca artikel ini.</p>
<p>Sebagai contoh, 4 sekawan yang baru saja meluncurkan bisnis hostingnya. Yang mereka beri nama <a href="http://kuncihost.com/" target="_blank">kuncihost.com</a> saya yakin mereka ini sudah mempersiapkan modal gagalnya masing-masing. Disamping keyakinan dan brand mereka yang sudah tak asing lagi dikalangan aktivis onlione. Untuk itu saya ucapkan selamat untuk mereka berempat. Siap dia? Silahkan di tengok sendiri <img src='http://www.fadlymuin.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlymuin.com/belajar-bisnis/memulai-bisnis-siapkan-dulu-modal-gagalnya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>70</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

