Dalam hidup ini, manusia tak luput dari perasaan bersedih. Sedih Hati adalah sebuah pengungkapan rasa terdalam manusia. Sebuah perasaan kekecewaan yang mampu menusuk jantung. Laksana jarum menusuk kulit. Tajam dan sakit.
Pada saat sedih melanda, kesenagan dan harapan, seakan sirna seketika. Tak ada lagi kegembiraan, tak ada lagi keceriaan. Raut wajah seakan tak terlihat natural bahkan cenderung keriput. Yang cantik terlihat kusam, yang ganteng terlihat kusut dan sebagainya
Sahabat setiaku..
Terkadang saya berfikir dan bertanya-tanya sendiri. Ber sedih hati itu baik atau buruk?
Memang sih memposisikan masalah dalam konteks hitam putih, membuat kita terlihat tidak bijaksana dalam menyikapi sesuatu. Namun saya tetap merasa ada sesuatu yang perlu di ungkap dibalik rasa sedih itu.
Sebenarnya saya ingin katakan sedih itu indah. Tapi pasti anda tidak akan puas begitu saja. jika saya tidak memberikan argumentasi yang memadai kenapa saya mengatakan sedih itu indah.
Kalau saya fikir-fikir. Orang-orang sukses itu, ”salah satu” pendongkrak motivasinya karena adanya tekanan kekecewaan dari dalam. Karena ia kecewa tidak mendapatkan apa yang semestinya bisa ia dapatkan. Maka tumbuhlah semacam ”dendam kecil” didalam dirinya.
misalnya, seseorang yang kecewa karena tidak dapat menyekolahkan anaknya. Maka timbul semacam rasa dendam kecil. “kenapa saya tidak mampu melakukan itu?”. Apa yang salah ? Dendam ini berubah menjadi sebuah kesedihan. Sedih karena tekanan bathin yang begitu dalam. Merasa lemah, tak berguna dan sebagainya..
Rasa sedih karena tidak mampu menyekolahkan anak salah satu bentuk kelemahan dari sudut pandang ekonomi. Kebanyakan orang, memandang kasus ini adalah pukulan yang sangat besar.
Dalam kasus lain misalnya, ketika orang tua sakit, tapi kita tidak mampu membiayai ongkos rumah sakitnya. Anda mungkin teringat cerita Tung Desem Waringin. Dimana waktu itu gaji Beliau sebulan tidak cukup untuk membayar biaya rumah sakit orang tuanya untuk satu hari, diluar negeri. Ia sedih dan sangat terpukul. Tapi justru kesedihan itulah yang membangkitkannya seperti sekarang.
Ringkas cerita,
Kesedihan, pada prinsipnya bisa menggiring kita menuju suatu titik arus balik yang positif.
Dimana rasa sedih itu mampu menyentuh sisi-sisi kemanusiaan kita. Kesedihan membuat kita bisa merasakan apa yang selama ini mungkin kita lupakan. Kita semakin empati, semakin bijaksana, semakin menghargai orang lain. Dan semakin menyadari bahwa pada dasarnya kita ini hanyalah manusia lemah.
Kesedihan, memang bukan unsur utama untuk menjadi orang sukses dan membuat hidup ini lebih indah. Bahkan bisa dikatakan, tidak umum dijadikan sebagai relung yang bisa mengantarkan seseorang ke gerbang sukses. Namun kesedihan salah satu cikal bakal pembuka pintu yang bisa menggugah hati kita.
Selama kita cerdas dan pas memposisikan antara rasa sedih dan keinginan yang ingin kita capai. Saya rasa moment sedih itu bisa menjadi ledakan tersendiri buat kita.
Jadi, selamat menikmati kesedihan anda. Rasakan, pahami, dan obati dengan cara-cara yang positif! Saya rasa inilah cara tepat dan baik untuk bersedih. Agar pintu hati kita bisa terbuka dan kita bisa mengetahui betapa banyak target yang sebaiknya kita selesaikan.
Bersedih, kemudian menyadari apa yang terjadi didalam lubuk hati kita, maka pelan tapi pasti, kita mulai membuka lembaran baru untuk membenahi sisi kehidupan yang lain..
Share

{ 47 comments… read them below or add one }
lama gak pertamax disini neh
iya nih.. masih sibuk optimasi yah mas?
sabar yah, sundulanku belum mulai nih
:cd setia menunggunya untuk yang ini kamsudnya mas :thanks2 :cendol
Sedih menjadi pembangkit kesuksesan… itu sesuatu yang memang seharusnya kita pahami dan lakukan. Namun kadangkala kta juga masih sangat berat untuk melakukannya…entah harus sebasar apa kesedihan tersebut sehingga mampu membuat kita “merubahnya” menjadi titik awal kesuksesan.. :berduka
salam kenal mas Amin..
tidak umum memang, slogan sedih sebagai pembangkit seseorang untuk sukses. namun saya coba analisis materi ini sebagau upaya untuk melengkapi pengamatan saya tentang motivasi..:)
sedih-gembira, begitulah kehidupan, ada hitam ada putih, kehidupan ini selalu ada dua sisi..
saat kita sedih, tumpahkan saja dengan aktivitas kesukaan kita, lampiaskan kesedihan kita dengan sesuatu yang bisa membangkitkan semangat lagi!
siplah.. semoga kita selalu bangkit disetiap kesedihan..:D
untuk yang satu ini saya setia menunggu lho mas
lama gak keduax disini neh
ketularan juga nih pak?
sedih-gembira adalah bumbu kehidupan kita. Apakah bumbu ini akan menjadikan hidangan semakin enak tergantung bagaimana kita mengolahnya.
Kesedihan dalam tulisan ini diposisikan sebagai momentum psikologis utk membangkitkan simpanan “tenaga dalam”, maka bisa luar biasa efek semangat “balam dendam” yg ditimbulkannya. Amat positif.
Namun ada juga kesedihan berlarut-larut yg melemahkan semangat, makan hati berulam jantung (menyeramkan…). Orang bilang, daya hidupnya habis dimakan kesedihan. Nah, nyang gene gak baik coy…..
anda sangat jeli melihat substansi sebuah tulisan pak. betul sekali. kesedihan dalam momentum yang past, justru bisa membuat arus balik yang bagus dan berguna untuk kebaikan hidup kita..
kalau sedih yang berlarut2 kita hanya bisa memberikan telapak tangan di pundaknya.. selebihnya kita tak bisa memberikan banyak. selain dirinya sendiri
Kalau tidak ada sedih, tidak akan pernah ada gembira.
Saya sepaham Mas Fadly, perasaan sedih hati harus dinikmati sepahit apapun, [ngomong mudah-implementasinya ?].
Kebetulan saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana, jadi rasanya sudah cukup sering merasakan sedih hati. Tapi Alhamdullilah, berkat Allah SWT dan sedikit pengetahuan mengenai pengelolaan hati saya mampu bertahan dan perbaikan.
oh begitu mas Aldy.. wah saya jadi makin mengenal dirimu nih
sedih memang tidak terlalu enak dibandingkan tertawa. setidaknya dalam penilaian umum. sedih lebih dikategorikan sebagai suatu tindakan kontra-produktif. padahal tidak selalu begitu. justru kesedihan bisa melahirkan manfaat lain..
waduh kurang neh klimaksnya.. buru2 ya? hahahah… atau lagi jadi blogger cer ber alias blogger cerita bersambung?
walah…
sukanya yang klimaks2 toh gan?
ok deh… nanti aku simak lagi masukannya boss
sedang bersedih kah pada saat nulis artikel ini Mas…
he he he.. kelihatannya gimana mas?
saya pernah dapet wejangan begini mas
“kesuksesan seorang lelaki tidak hanya diukur dari kekuatan fisik semata, namun juga bagaimana ia melupakan kegagalan yang dahulu dan mengobati rasa sakitnya”
jadi laki-laki yang kuat adalah yang mampu mengatasi rasa sakitnya. wejangan bagus mas..
Tulisan mas Fadly akhir-akhir ini kok jadi melow ya…
Hehehe…
lagi puber kedua kali mas…
kalau nyang itu.. bisa gaswat dong..
mungkin terlalu serius mengamati kontes menulis di As.com terlalu larut.. he he he..
ga kok, cuma ini sebagai pentuk penyeimbang pengamatan mas. berbagi inspirasi kan tidak melulu tentang sesuatu yang membakar.. menurut saya ada kalanya kita perlu berempati pada sudut2 yang mungkin terabaikan oleh orang lain..
tks sudah menilai tulisan saya akhir2 ini mas
Waduh, jadi pengen ‘membakar’ dashboard blog ini lagi.
Hahaha…
yang saya lihat bukan kesedihan yang jadi “kuncinya”, tapi respon dalam menyikapi kesedihan.
sama halnya dengan kebahagian. respon yang tidak baik terhadap kebahagian, justru malah bisa mengarah pada kehancuran.
ambil contoh, orang yang mengekpresikan kebahagiannya dengan pesta pora, bahkan sampai pesta miras.
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
ada benarnya mas Octa. namun tetap harus ada sumbunya khan? ok kita lengkapi bahwa apapun situasinya, termasuk kesedihan. kita perlu kemasan yang produktif untuk menyikapinya..
Kalau kita tidak pernah mengalami kesedihan, maka ketika mengalami kegembiraan terkesan biasa saja dan tidak ada rasa khusus yang mendorong kita bisa berempati
betul mas.. intinya perlu adanya pembeda dan momentum agar apapun yang menimpa kita, sebisa mungkin bisa diatasi dengan cara-cara yang baik..
kalau bersedih hati kehilangan pacar berarti harus cari lagi ya??? heheheh …
kalao kehilangan pacar, tak perlu sedih mas. cukup cari lagi yg lebih heboh ..hahahaha..
rasa sedih kita sebenarnya dekat sekali dengan kesuksesan Mas .
pintar pintar saja melihat sekeliling kita
betul mas imam. lirik kanan kiri supaya selamat
Wahhh jadi ingat lia pernah dendam sama orang.. lia bilang.. lihat lah suatu hari aq bisa lebih baik dr kamu
…
maksudnya kesedihan seperti ini ya pak.. ehhhehe..
berarti beruntung ya pernah merasakan kesedihan seperti itu
kurang lebih seperti itu mbak Delia.,
tapi yang di dendamkan masalahnya yah, bukan orangnya
heheheh.. iya pak.. Kalo orangnya udah maaf2an lebaran dulu2 lagi…
….
saya akan bersedih jika kelak pulang ke kampung halaman tak membawa apa-apa.. (sedih yang diprediksi..hehe..)
wehehehe…
sudah lama yah tak pulang crit…?
Sedih senang adalah pasangan sejati
Terlalu senang sepanjang hayat tanpa adanya kesedihan, jika tak pandai mensyukurinya bisa menyeret pada kekeringan jiwa, hati kerontang.
Kesedihan yang berlarut-larut, tanpa adanya kesenangan, jika tak pandai memaknainya, akan membekukan jiwa, hati membatu.
Namun, dalam banyak kasus orang-orang yang ditimpa kesedihan bisa bangkit dan akhirnya menikmati kesenangan. Sedangkan di sisi lain, orang yang hidupnya diliputi kesenangan seringkali terlena dengan kesenangan yang dialaminya hingga akhirnya dia terpuruk. dalam kesedihannya.
Sesungguhnya, apapun yang terjadi pada diri kita saat ini jika kita bijak memaknainya dapatlah digapai pelajaran hikmah darinya.
sangat mencerahkan tambahannya mas Erdien..
kemampuan menempatkan kesedihan dan kesenangan dalam perspektif yang positif, patut diacungin jempol.
saya rasa kita sependapat, bahwa efek psikologis kesedihan akan lebih efektif menyentuh pengaruh terdalam diri kita untuk bangkit dan berembang.
mantap nih..!
menurut saya pak, kesedihan itu bentuk “curhat” terdalam terhadap diri sendiri dan disaksikan oleh tuhan, dimana disaat itu, doa dan pengharapan menjadi sangat dalam.
artinya ada komenukasi “khusus” yang selalu dibawa oleh pelaku sedih itu yah?
sip..sip…
Saya rasa dengan berdoa maka perasaan kita akan jauh lebih nyaman
Setiap keadaan selalu berpeluang memberikan suasana kesedihan ataupun kesenangan, yang terpenting bagaimana mengelolanya, dengan sikap mental posotif, agar tidak berlarut-larut mengganggu kesehatan jasmani dan rohani. Terimakasih atas pencerahannya.
yups tepat sekali mas Tusuda, “pengelolahannya” atau responnya akan sangat menentukan bagaimana outputnya kemudian..
sedih dan senang itu dipisahkan dengan garis putus-putus, janganlah tertawa ketika kita senang jangan menangis ketika kita sedang sedih, segala awal pasti ada akhir, dan akhir merupakan awal dari segalanya,bikin hidup ini semakin hidup dengan terus melangkah kedepan trima kasih sarannya mas…salam kenal
sedih ma bisa tpi yg luar biasa kita bisa bangkit dan jdikan pelajar hidup tuk kedepan lebih baik lah…hehehehe