Sedih Hati “Bagaimana Menyikapinya?”

by fadlymuin on April 22, 2010

Dalam hidup ini, manusia tak luput dari perasaan bersedih. Sedih Hati adalah sebuah pengungkapan rasa terdalam manusia. Sebuah perasaan kekecewaan yang mampu menusuk jantung. Laksana jarum menusuk kulit. Tajam dan sakit.

Pada saat sedih melanda, kesenagan dan harapan, seakan sirna seketika. Tak ada lagi kegembiraan, tak ada lagi keceriaan. Raut wajah seakan tak terlihat natural bahkan cenderung keriput. Yang cantik terlihat kusam, yang ganteng terlihat kusut dan sebagainya

Sahabat setiaku..

Terkadang saya berfikir dan bertanya-tanya sendiri. Ber sedih hati itu baik atau buruk?

Memang sih memposisikan masalah dalam konteks hitam putih, membuat kita terlihat tidak bijaksana dalam menyikapi sesuatu. Namun saya tetap merasa ada sesuatu yang perlu di ungkap dibalik rasa sedih itu.

Sebenarnya saya ingin katakan sedih itu indah. Tapi pasti anda tidak akan puas begitu saja. jika saya tidak memberikan argumentasi yang memadai kenapa saya mengatakan sedih itu indah.

Kalau saya fikir-fikir. Orang-orang sukses itu, ”salah satu” pendongkrak motivasinya karena adanya tekanan kekecewaan dari dalam. Karena ia kecewa tidak mendapatkan apa yang semestinya bisa ia dapatkan. Maka tumbuhlah semacam ”dendam kecil” didalam dirinya.

misalnya, seseorang yang kecewa karena tidak dapat menyekolahkan anaknya. Maka timbul semacam rasa dendam kecil. “kenapa saya tidak mampu melakukan itu?”. Apa yang salah ? Dendam ini berubah menjadi sebuah kesedihan. Sedih karena tekanan bathin yang begitu dalam. Merasa lemah, tak berguna dan sebagainya..

Rasa sedih karena tidak mampu menyekolahkan anak salah satu bentuk kelemahan dari sudut pandang ekonomi. Kebanyakan orang, memandang kasus ini adalah pukulan yang sangat besar.

Dalam kasus lain misalnya, ketika orang tua sakit, tapi kita tidak mampu membiayai ongkos rumah sakitnya. Anda mungkin teringat cerita Tung Desem Waringin. Dimana waktu itu gaji Beliau sebulan tidak cukup untuk membayar biaya rumah sakit orang tuanya untuk satu hari, diluar negeri. Ia sedih dan sangat terpukul. Tapi justru kesedihan itulah yang membangkitkannya seperti sekarang.

Ringkas cerita,

Kesedihan, pada prinsipnya bisa menggiring kita menuju suatu titik arus balik yang positif.

Dimana rasa sedih itu mampu menyentuh sisi-sisi kemanusiaan kita. Kesedihan membuat kita bisa merasakan apa yang selama ini mungkin kita lupakan. Kita semakin empati, semakin bijaksana, semakin menghargai orang lain. Dan semakin menyadari bahwa pada dasarnya kita ini hanyalah manusia lemah.

Kesedihan, memang bukan unsur utama untuk menjadi orang sukses dan membuat hidup ini lebih indah. Bahkan bisa dikatakan, tidak umum dijadikan sebagai relung yang bisa mengantarkan seseorang ke gerbang sukses. Namun kesedihan salah satu cikal bakal pembuka pintu yang bisa menggugah hati kita.

Selama kita cerdas dan pas memposisikan antara rasa sedih dan keinginan yang ingin kita capai. Saya rasa moment sedih itu bisa menjadi ledakan tersendiri buat kita.

Jadi, selamat menikmati kesedihan anda. Rasakan, pahami, dan obati dengan cara-cara yang positif! Saya rasa inilah cara tepat dan baik untuk bersedih. Agar pintu hati kita bisa terbuka dan kita bisa mengetahui betapa banyak target yang sebaiknya kita selesaikan.

Bersedih, kemudian menyadari apa yang terjadi didalam lubuk hati kita, maka pelan tapi pasti, kita mulai membuka lembaran baru untuk membenahi sisi kehidupan yang lain..

Share

{ 47 comments… read them below or add one }

1 Ahmad IM-bisnis April 22, 2010 at 18:34

lama gak pertamax disini neh

Reply

2 fadlymuin April 22, 2010 at 21:58

iya nih.. masih sibuk optimasi yah mas?
sabar yah, sundulanku belum mulai nih

Reply

3 Ahmad IM-bisnis April 22, 2010 at 22:03

:cd setia menunggunya untuk yang ini kamsudnya mas :thanks2 :cendol

Reply

4 Maghfur Amin April 23, 2010 at 09:08

Sedih menjadi pembangkit kesuksesan… itu sesuatu yang memang seharusnya kita pahami dan lakukan. Namun kadangkala kta juga masih sangat berat untuk melakukannya…entah harus sebasar apa kesedihan tersebut sehingga mampu membuat kita “merubahnya” menjadi titik awal kesuksesan.. :berduka

Reply

5 fadlymuin April 23, 2010 at 13:04

salam kenal mas Amin..

tidak umum memang, slogan sedih sebagai pembangkit seseorang untuk sukses. namun saya coba analisis materi ini sebagau upaya untuk melengkapi pengamatan saya tentang motivasi..:)

Reply

6 Ahmad IM-bisnis April 22, 2010 at 18:45

sedih-gembira, begitulah kehidupan, ada hitam ada putih, kehidupan ini selalu ada dua sisi..
saat kita sedih, tumpahkan saja dengan aktivitas kesukaan kita, lampiaskan kesedihan kita dengan sesuatu yang bisa membangkitkan semangat lagi!

Reply

7 fadlymuin April 22, 2010 at 21:59

siplah.. semoga kita selalu bangkit disetiap kesedihan..:D

Reply

8 Ahmad IM-bisnis April 22, 2010 at 22:01

untuk yang satu ini saya setia menunggu lho mas :D

Reply

9 suarakelana April 22, 2010 at 18:54

lama gak keduax disini neh

Reply

10 fadlymuin April 22, 2010 at 23:11

ketularan juga nih pak?

Reply

11 suarakelana April 22, 2010 at 19:08

sedih-gembira adalah bumbu kehidupan kita. Apakah bumbu ini akan menjadikan hidangan semakin enak tergantung bagaimana kita mengolahnya.
Kesedihan dalam tulisan ini diposisikan sebagai momentum psikologis utk membangkitkan simpanan “tenaga dalam”, maka bisa luar biasa efek semangat “balam dendam” yg ditimbulkannya. Amat positif.
Namun ada juga kesedihan berlarut-larut yg melemahkan semangat, makan hati berulam jantung (menyeramkan…). Orang bilang, daya hidupnya habis dimakan kesedihan. Nah, nyang gene gak baik coy…..

Reply

12 fadlymuin April 22, 2010 at 23:13

anda sangat jeli melihat substansi sebuah tulisan pak. betul sekali. kesedihan dalam momentum yang past, justru bisa membuat arus balik yang bagus dan berguna untuk kebaikan hidup kita..

kalau sedih yang berlarut2 kita hanya bisa memberikan telapak tangan di pundaknya.. selebihnya kita tak bisa memberikan banyak. selain dirinya sendiri

Reply

13 aldy April 22, 2010 at 19:12

Kalau tidak ada sedih, tidak akan pernah ada gembira.
Saya sepaham Mas Fadly, perasaan sedih hati harus dinikmati sepahit apapun, [ngomong mudah-implementasinya ?].
Kebetulan saya berasal dari keluarga yang sangat sederhana, jadi rasanya sudah cukup sering merasakan sedih hati. Tapi Alhamdullilah, berkat Allah SWT dan sedikit pengetahuan mengenai pengelolaan hati saya mampu bertahan dan perbaikan.

Reply

14 fadlymuin April 22, 2010 at 23:15

oh begitu mas Aldy.. wah saya jadi makin mengenal dirimu nih :D

sedih memang tidak terlalu enak dibandingkan tertawa. setidaknya dalam penilaian umum. sedih lebih dikategorikan sebagai suatu tindakan kontra-produktif. padahal tidak selalu begitu. justru kesedihan bisa melahirkan manfaat lain..

Reply

15 mh April 22, 2010 at 19:55

waduh kurang neh klimaksnya.. buru2 ya? hahahah… atau lagi jadi blogger cer ber alias blogger cerita bersambung?

Reply

16 fadlymuin April 22, 2010 at 23:18

walah…
sukanya yang klimaks2 toh gan?

ok deh… nanti aku simak lagi masukannya boss

Reply

17 aas maesyanurdin April 22, 2010 at 22:03

sedang bersedih kah pada saat nulis artikel ini Mas…

Reply

18 fadlymuin April 22, 2010 at 23:19

he he he.. kelihatannya gimana mas?

Reply

19 candradot.com April 22, 2010 at 23:50

saya pernah dapet wejangan begini mas
“kesuksesan seorang lelaki tidak hanya diukur dari kekuatan fisik semata, namun juga bagaimana ia melupakan kegagalan yang dahulu dan mengobati rasa sakitnya”

Reply

20 fadlymuin April 23, 2010 at 00:53

jadi laki-laki yang kuat adalah yang mampu mengatasi rasa sakitnya. wejangan bagus mas..

Reply

21 Agus Siswoyo April 23, 2010 at 07:11

Tulisan mas Fadly akhir-akhir ini kok jadi melow ya…
Hehehe…

Reply

22 gadogado.info April 23, 2010 at 07:59

lagi puber kedua kali mas… :D

Reply

23 fadlymuin April 23, 2010 at 13:10

kalau nyang itu.. bisa gaswat dong.. :D

Reply

24 fadlymuin April 23, 2010 at 13:10

mungkin terlalu serius mengamati kontes menulis di As.com terlalu larut.. he he he..

ga kok, cuma ini sebagai pentuk penyeimbang pengamatan mas. berbagi inspirasi kan tidak melulu tentang sesuatu yang membakar.. menurut saya ada kalanya kita perlu berempati pada sudut2 yang mungkin terabaikan oleh orang lain..

tks sudah menilai tulisan saya akhir2 ini mas

Reply

25 Agus Siswoyo April 24, 2010 at 07:52

Waduh, jadi pengen ‘membakar’ dashboard blog ini lagi.
Hahaha…

Reply

26 online-business-story.com April 23, 2010 at 09:41

yang saya lihat bukan kesedihan yang jadi “kuncinya”, tapi respon dalam menyikapi kesedihan.
sama halnya dengan kebahagian. respon yang tidak baik terhadap kebahagian, justru malah bisa mengarah pada kehancuran.

ambil contoh, orang yang mengekpresikan kebahagiannya dengan pesta pora, bahkan sampai pesta miras.

Salam Kreatif,
Octa Dwinanda

Reply

27 fadlymuin April 23, 2010 at 13:12

ada benarnya mas Octa. namun tetap harus ada sumbunya khan? ok kita lengkapi bahwa apapun situasinya, termasuk kesedihan. kita perlu kemasan yang produktif untuk menyikapinya.. :)

Reply

28 iskandaria April 23, 2010 at 10:51

Kalau kita tidak pernah mengalami kesedihan, maka ketika mengalami kegembiraan terkesan biasa saja dan tidak ada rasa khusus yang mendorong kita bisa berempati :)

Reply

29 fadlymuin April 23, 2010 at 13:13

betul mas.. intinya perlu adanya pembeda dan momentum agar apapun yang menimpa kita, sebisa mungkin bisa diatasi dengan cara-cara yang baik..

Reply

30 evan April 23, 2010 at 14:19

kalau bersedih hati kehilangan pacar berarti harus cari lagi ya??? heheheh …

Reply

31 fadlymuin April 24, 2010 at 10:27

kalao kehilangan pacar, tak perlu sedih mas. cukup cari lagi yg lebih heboh ..hahahaha..

Reply

32 Imamz April 23, 2010 at 17:05

rasa sedih kita sebenarnya dekat sekali dengan kesuksesan Mas .

pintar pintar saja melihat sekeliling kita :)

Reply

33 fadlymuin April 24, 2010 at 10:28

betul mas imam. lirik kanan kiri supaya selamat :)

Reply

34 delia April 23, 2010 at 20:43

Wahhh jadi ingat lia pernah dendam sama orang.. lia bilang.. lihat lah suatu hari aq bisa lebih baik dr kamu :D

maksudnya kesedihan seperti ini ya pak.. ehhhehe..

berarti beruntung ya pernah merasakan kesedihan seperti itu :)

Reply

35 fadlymuin April 24, 2010 at 10:29

kurang lebih seperti itu mbak Delia.,
tapi yang di dendamkan masalahnya yah, bukan orangnya :)

Reply

36 delia April 24, 2010 at 16:56

heheheh.. iya pak.. Kalo orangnya udah maaf2an lebaran dulu2 lagi… :D ….

Reply

37 arsumba April 23, 2010 at 22:19

saya akan bersedih jika kelak pulang ke kampung halaman tak membawa apa-apa.. (sedih yang diprediksi..hehe..)

Reply

38 fadlymuin April 24, 2010 at 10:30

wehehehe…
sudah lama yah tak pulang crit…?

Reply

39 Erdien April 24, 2010 at 03:03

Sedih senang adalah pasangan sejati :)
Terlalu senang sepanjang hayat tanpa adanya kesedihan, jika tak pandai mensyukurinya bisa menyeret pada kekeringan jiwa, hati kerontang.
Kesedihan yang berlarut-larut, tanpa adanya kesenangan, jika tak pandai memaknainya, akan membekukan jiwa, hati membatu.

Namun, dalam banyak kasus orang-orang yang ditimpa kesedihan bisa bangkit dan akhirnya menikmati kesenangan. Sedangkan di sisi lain, orang yang hidupnya diliputi kesenangan seringkali terlena dengan kesenangan yang dialaminya hingga akhirnya dia terpuruk. dalam kesedihannya.

Sesungguhnya, apapun yang terjadi pada diri kita saat ini jika kita bijak memaknainya dapatlah digapai pelajaran hikmah darinya.

Reply

40 fadlymuin April 24, 2010 at 10:37

sangat mencerahkan tambahannya mas Erdien..
kemampuan menempatkan kesedihan dan kesenangan dalam perspektif yang positif, patut diacungin jempol.

saya rasa kita sependapat, bahwa efek psikologis kesedihan akan lebih efektif menyentuh pengaruh terdalam diri kita untuk bangkit dan berembang.

mantap nih..!

Reply

41 Hanif April 24, 2010 at 08:24

menurut saya pak, kesedihan itu bentuk “curhat” terdalam terhadap diri sendiri dan disaksikan oleh tuhan, dimana disaat itu, doa dan pengharapan menjadi sangat dalam.

Reply

42 fadlymuin April 24, 2010 at 10:38

artinya ada komenukasi “khusus” yang selalu dibawa oleh pelaku sedih itu yah?

sip..sip…

Reply

43 Cara Dapat Uang April 24, 2010 at 13:16

Saya rasa dengan berdoa maka perasaan kita akan jauh lebih nyaman

Reply

44 TuSuda April 24, 2010 at 17:24

Setiap keadaan selalu berpeluang memberikan suasana kesedihan ataupun kesenangan, yang terpenting bagaimana mengelolanya, dengan sikap mental posotif, agar tidak berlarut-larut mengganggu kesehatan jasmani dan rohani. Terimakasih atas pencerahannya.

Reply

45 fadlymuin April 24, 2010 at 21:29

yups tepat sekali mas Tusuda, “pengelolahannya” atau responnya akan sangat menentukan bagaimana outputnya kemudian..

Reply

46 budiarnaya April 25, 2010 at 08:37

sedih dan senang itu dipisahkan dengan garis putus-putus, janganlah tertawa ketika kita senang jangan menangis ketika kita sedang sedih, segala awal pasti ada akhir, dan akhir merupakan awal dari segalanya,bikin hidup ini semakin hidup dengan terus melangkah kedepan trima kasih sarannya mas…salam kenal

Reply

47 Ridho May 18, 2010 at 15:49

sedih ma bisa tpi yg luar biasa kita bisa bangkit dan jdikan pelajar hidup tuk kedepan lebih baik lah…hehehehe

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: