Realitas sosial yang buruk, akan berdampak pada persepsi sosial yang buruk pula. Hal ini merupakan hukum sebab akibat yang tak terelakkan. Namun, apakah kita tetap terpaku pada persepsi seperti itu terus menerus? Apakah perspesi itu bersifat statis dan tak bisa mengalami gejolak yang berbuah manis?
Sebenarnya bisa saja merubah persepsi itu. Kita bisa lebih egois dengan menerapkan trik ”positif thinking”. Tapi rasanya hati ini susah untuk di bohongi. Walau kita terus merayu fikiran dengan doktrinasi positif. Belum tentu berhasil. Sampai kita bisa menyentuh dan akur dengan kekuatan hati yang terdalam.
Selama ini mungkin kita beranggapan, bahwa untuk mencari orang baik, jujur dan berakhlak mulia, sangat susah! Bisa di hitung pakai jari. Saya setuju dengan pernyataan itu. Kenapa? Sebab memang begitulah realitas sosial tercipta.
Namun bukan tidak mungkin, asumsi logis itu kita bantah. Mungkin pengalaman saya berikut ini bisa menjadi alat untuk menetralisir asumsi negatif tersebut.
Suatu ketika, saya pernah kehilangan sebuah Hp. Hilangnya di daerah mampang, mendekati kantor Republika. ”Percis Di dekat sebuah ATM”. Hp ini baru beberapa bulan saya beli. Dan ketika hp itu hilang, tentu saja saya amat sedih. Seketika hati saya jadi kacau.
Tapi, ketika itu juga, saat hp saya hilang. Saya mencoba untuk bersikap setenang mungkin. Seperti lautan tanpa angin.
Saya coba menghubungi nomor HP milik saya sendiri itu. Dan ternyata di angkat oleh seorang gadis, yang belakangan saya ketahui kalau ia adalah seorang mahasiswi. Dialah gadis penolong yang baik hati itu.
Namun sayang, saya tidak sempat bertemu dengannya. Waktu saya ke rumahnya, ia harus berangkat kuliah. Hp terpaksa di titipkan sama ibunya di rumah.
Di tengah jalan, Ia hanya sms dan berkata,
”mas Fadly maaf yah, Hp-nya saya titipkan sama ibu di rumah. Saya harus buru-buru ke kampus, takut telat. tks”.
Singkat cerita sayapun bertemu dengan ibu si gadis penolong itu, dan dengan senang hati ibu gadis itu memberikannya kepada saya.
Semenjak kejadian itu, seketika, saya lalu beranggapan bahwa sebenarnya orang baik itu banyak. Tapi kenapa kok tidak kelihatan yah?
Dan dramatisnya. Saya baru sadar dan teringat. Bahwa saya pernah menemukan sebuah dompet di sebuah ATM. Dan saya juga baru sadar, kalau ATM itu, berada di dekat tempat HP saya pernah di temukan itu.Subhanallah..
Anda tau apa saja isi dompet itu?
Uang satu juta atau lima ratus ribu saya lupa percisnya berapa. Pokoknyanya saya ingat uangnya 50 ribuan, cukup tebal deh. Ada STNK motor, ada SIM C ada ATM dan KTP. Namu sayang tidak ada nomor hp yang bisa saya hubungi.
Wakti itu saya ingat, ada teman yang kerja di salah satu Bank BUMN. Yang ATMnya ada di dalam dompet yang saya temukan itu. Singkatnya dengan bantuan teman itu, akhirnya si pemilik dompet bisa menghubungi saya. lalu datang ke rumah saya untuk mengambil dompetnya.
Tentu saja rasa bahagianya bisa saya rasakan. Mirip dengan rasa bahagia saya ketika menerima HP saya kembali.
Saya baru sadar!
- Ternyata, apa yang saya perbuat terhadap dompet itu, terbalas dengan hp. Ini benar-benar luar biasa! Sebab terjadi di tempat yang sama.Dengan nilai barang yang hampir sama. Dan juga dengan karakter ”penemu barang” juga bermaksud sama. Yaitu ”mengembalikan kepada pemiliknya” tidak di ambil lalu cuek.
Sobat, kejadian ini benar-benar mengikis persepsi saya, asumsi saya. Ternyata orang baik itu banyak. Hanya saja, mereka tertutup oleh rimbunnya persepsi jahat. Karena semakin banyaknya persepsi-persepsi negatif yang belum tentu kebenarnnya. Akibatnya timbul rasa curiga satu sama lainnya.
Masing-masing akhirnya mengembangkan karakter egois dan mau menang sendiri. Akibatnya semakin jauhlah kita dari anggapan yang bisa memberikan rangsangan positif.
Jadi kesimpulannya, hikmat yang bisa dipetik menurut saya. Orang baik itu sebenarnya banyak. Hanya belum ada moment dramatis yang mampu menggeser persepsi negatif tentang orang baik itu. Tapi apakah kita perlu melalui proses itu dulu untuk merubah persepsi tentang orang-orang baik?
Semoga kita bisa mempertajam mata hati untuk melihat orang-orang baik di sekitar kita.

{ 78 comments… read them below or add one }
tampaknya sedang membicarakan aktor ganteng di blog tetangga neh… :ngakak
yah keduluan euy … saha nu ganteng teh?hehe
agan yg ganteng dong.. masa bang bokis?
makasih mas sudah mengakui kegantengan saya … wakakakaka
narsis banget :hoax wakakakakk…
ketularan sama pencetus selebblogger mas
ampuunn dijeyy.. :hammer
ya orang baik memang banyak, tapi jarang kelihatan … jadi ingat Law of Attraction nih, ketika kita memberi kebahagiaan, maka kita juga akan menerima kebahagiaan. dan sesuatu yang bisa berlipat ganda dengan dibagi adalah kebahagiaan …
sayang, pertamaxx diembat MH hehe
salam
o ya, saya izin pasang link mas di blog saya, agar saya bisa berkomentar di sini dengan ekspress
seprtinya terlalu berlebihan kalau saya katakan “iya” terhadap pendapat anda, karena ini adalah pengalaman pribadi. subyektifitas akan sangat mempengaruhi.. namun saya rasa memang ini adalah sebuah pengalaman menarik penuh hikmah.
Trims linknya
Sungguh inspiratif pengalaman Mas Fadly di atas. Itu membuktikan bahwa hukum karma (sebab-akibat) memang bekerja pada kehidupan kita. Oleh sebab itu, sekecil apa pun wujud perbuatan baik kita, pasti akan diganjar dengan balasan yang setimpal. Bahkan bisa lebih.
Mengenai orang baik, persepsi “baik” mungkin sudah saatnya kita sederhanakan dan lebih dibumikan lagi. Mungkin selama ini anggapan atau pandangan kita tentang “orang baik” itu terlalu ideal atau terlalu perfect.
Kita mungkin juga sering tertipu ya oleh penampilan fisik atau tampang. Padahal di balik itu, sebenarnya ada hal-hal baik dan positif yang bisa kita teladani darinya.
Itu dulu deh komentar saya. Nanti mungkin disambung lagi kalo ada inspirasi baru.
setuju hukum karma.. ditunggu inspirasi nya yang baru mas
persepsi orang baik dalam konteks perfect memang bagaikan mencari jarum di hitan belantara mas is
bukannya ketemu malah diterkam binatang buas..
namun pesan tersirat dari anda, agar memecah perspektif baik dalam pengalaman-pengalaman kecil, akan bagus untuk menumbuh kembangkan jiwa-jiwa penolong dan berbaik sangka..
MAs fadly kok jumlah persentase yang hilang bisa kembali itu sangat jauh ya….
kalau anda melihat dalam kontek matrealis, tentu saja ada perbedaan, namun dalam konteks mental, saya rasa cukup sepadan.
kalau mau menelusuri jumlah rupiah, mungkin si pemilik dompet sudah tidak peduli lagi dengan uang dan isi lainnya di dalm dompet itu. yang dia fikirkan hanya sim dan stnk. sebab untuk mengurus itu butuh waktu, tenaga dan fikiran dan tentu saja UANG.
Kalau saya yang nemu tuh dompet, saya pakai JJS sama teman-teman sekantor. Hahaha…
untung bukan sampean yang nemu mas :p
langsung dibelikan domain dan hosting ya mas wakakakakk
kita kembali ke hati kecil kita masing-masing mas .. baik/tidaknya seseorang saya pikir bukanlah orang lain yang menilainya tapi diri sendiri. Bila kita selalu mengingat kebaikan kita terhadap orang lain tanpa memperhatikan banyaknya kesalahan yang kita lakukan ke orang lain… sesungguhnya kita belum dapat dikatakan orang baik ..
muara hati memang akan memberikan penilaian yang lebih jujur, terhormat dan tentu saja bijaksana. namun untuk menjadikan hati ini sebagai pemimpin, diperlukan terpaan yang sepadan. uji coba dalam kehidupan sebenarnya..
trims mas teten tambahannya
mencari orang baik memang susah2 gampang, mas. Namun yang terpenting adalah kita selalu berprasangka baik kepada orang lain, enak toh mantap toh.
) Yah kalau ternyata tidak sesuai dengan harapan kita, yah kita do’ain aja deh. Pengalaman mas Fadly memang pernah saya alami. InsyaAllah kalau kita berbuat baik orang lain, orang lain juga akan berbuat baik kepada kita. yang penting ikhlas. Salam Hebat atas blog cemerlangnya, mas Fadly :rate .
saya rasa prasangka baik membuat kita lebih lepas menyikapi persoalan. sebab baik buruknya realitas tak bisa kita kuasai. jadi solusinya adalah memperindah persepsi kita tentang dunia itu sendiri..
pengalaman kita mirip dong mas Agus….
orang baik….luar biasa,,,,kita butuh ketegasan
jaman skrg sdh terbalik, orang baik dianggap tidak baik, orang tidak baik dianggap baik, bedanya memang tipis, pada kata tidak!
seperti agan ganteng yg lebay itu… komeng udah kayak bikin blog :ngakak
untung komengku selalu pendek-pendek :cendol
:thanks2 :sungkem oke lah kalo begetoh.. :siul
ayo ngakak bareng mh :ngakak :ngakak :ngakak :ngakak :sup2:
@ mh :
Nah, itu dia masalahnya, Komeng panjang dikit dikatain/dianggap lebay kayak bikin blog (bikin postingan).
Mau panjang, mau komeng pendek kek, yang penting kan ngasih input buat tulisan yang udah dibaca (nggak kayak agan yang suka asal lewat) :ngakak
Peace ya Gan :shakehand2
hehehe.. kalo saya asal lewat, bukan di blog agan kok.. jangan sewot dong ah..
lagian saya gan bilang agan Iskandaria lebay.. wkwkwkwk..
:siul :cendol
tepat, hanya kitalah yang bisa menyikapinya dengan baik. dengan upaya menetralisir kata “tidak” itu.
sebuah pencerahan …. terima kasih mas..
sama-sama mas … :rose:
berarti HP-nya mas Fadly harganya sekitar 500 s/d 1 juta rupiah ya..?? kan katanya nilainya hampir sama wkwkwkwkwk …
jangan gitu dong, hape mas fadly IPHONE loh.. 3GS white, seken, 99% mulus, nego lagi.. ada tuh di kaskus :ngakak
wakakaka… ketahuan deh. jadi malu :malu
tukar ma Experia saya kalo gitu … :cendol
Kebaikan yang kita berikan kepada orang lain merupakan suatu taburan yang kita bisa tuai kapan pun kita mau termasuk yang mas fadly alami waktu hnya hilang.
waduuh bahasanya berat mas.. doktrinasi apa tuh ? :bingung
he he he… lihat di kamus populer rief
mungkin itu salah satu ciri orang yang baik mas, tidak mencari muka pada manusia. Sikap ini bersumber dari sifat ihsan dalam diri manusia…inspiratis mas
betul..betul mas tri..
Bagi Sy pribadi sih, Biarkan saja kembali kpd hukum Alam mas :recsel
okelah kalau gitu… :cendol
kalo kita jarang menjumpai orang baik itu berarti orang baiknya masih banyak mas ( lho, enggak kebalik ?)
karena orang baik biasanya tidak suka pamer, tidak sombong, rajin belajar, peramah dan sopan…
makanya jarang kelihatan….
jarang kelihatan BW mas ya..
+ rajin menabung Pak :ngakak
benar juga pak..
namun saya rasa orang-orang baik itu perlu eksis lebih besar. supaya dunia terasa lebih aman
anggapan bahwa untuk mencari orang baik, jujur dan berakhlak mulia sangat susah karena hati dan pikiran kita digiring untuk mengarah kesana. Bagaimana tidak, dari mulai berita, sinetron sampai dalam kehidupan blogging yang enak diekspos adalah kebejatan, keserakahan, kemaksiatan, penipuan. Karena memang itu yang laku dijual. Ini yang akhirnya membentuk opini bahwa susah untuk mencari orang baik.
Sementara perbuatan baik diputarbalikkan menjadi sok suci, ja-im (jaga imej), munafik dsb.
Jadi, kesimpulannya : Jangan sering-sering nonton sinetron ya…. :ngakak
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
solusi ekstrim! tapi bolehlah dilakukan.
tma-tema kehidupan yang negatif, memang lebih memancing emosi yang kuat mas. tinggal pandai2nya kita menyikapinya saja.
kalau kata hukum tarik menarik, makin sering kita melihat, menonton dan membaca hal-hal yang negatif, secara tidak sadar akan mempengaruhi alam bawah sadar dan akhirnya mempengaruhi cara berfikir yang tercermin dari cara menyikapi hidup.
Jadi menurut saya sih, kalau memang sudah tahu itu negatif, lebih baik dibatasi, kalau perlu dihindari. Menurut mas fadly gimana ??
secara teoritis memang begitu adanya mas Octa. ini sama dengan logika bahwa sebuah masyarakat lebih mungkin untuk mempengaruhi individu dibandingkan sebaliknya. namun orang yang kuat adalah orang yang bisa mempengaruhi orang banyak.
jadi menurut saya, terlalu melihat kondisi buruk dan menjadikannya sebagai pembenaran atas sikap buruk kita, akan membuat kita susah untuk beradaptasi atau kompromis.
yang bisa kita lakukan adalah membentengi diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik. bukan menghindari realitas. sebab itu semua bagian dari skenario “uji coba”. siapa yang kuat dia yang menang.
gitu menurutku mas Octa…:)
orang baik itu sbtulnya jg banyak skali,,, meski kita dijahati orang, tetaplah kita menjadi orang baik
artikel berikutnya, mas fadly bertemu dg mahasiswi penemu hp nya..
seru ni.. :ngakak
he he he.. belum pernah ketemu lagi mas semenjak itu. sepertinya ia memang tidak menginginkan respon yang berlebihan.
Sebenernya memang banyak orang baik yang berkeliaran di dunia ini mas, tapi sayangnya yang mudah ditemui justru orang yang kurang baik. Tapi ini ada benarnya lo mas, kan orang baik biasanya tidak suka menampangkan dirinya bahwa dia baik jadi sulit ditemui takutnya nanti dia disebut riya’, sombong, pengen dipuji dsb, kalau orang kurang baik biasanya lebih sering nampang di berita kriminal, apalagi orang yang pura-pura baik, kelihatannya lebih banyak atuh mas.. (mudah-mudahan paham sama komeng mbulet saya ini).. hihihi..
oke crit.. aku paham maksudnya:D
menurutku orang baik tidak harus pamer. tapi lebih kepada efek psikologis yang dirasakan oleh orang-orang disekelilingnya. jangan sampe takut dikatakan somobong jadinya kita enggan berbuat baik.
tapi pendapatmu membuat saya harus lebih berhati-hati crit.. jangan-jangan saya ikut jadi orang yang sombong..:D
Trims yah crit :rose:
Saya sangat suka dgn artikel yang ini mas, bahwa sebenarnya org baik itu masih banyak, cuman skrg tertutup oleh kenyataan sosial. bak kata pepatah karena nila setitik rusak susu sebelanga.
ngomong2 soal dompet, saya juga pernah nemu mas, bukan hanya 1 juta dua juta tapi puluhan juta plus kartu ATM, SIM A dan C, KTP dan barang2 lain, dompetnya gede bgt kyk tas. ternyta punya org kota yang mau membayar tanah di tempat q. Tas tersebut terjatuh tepat dihalaman masjid.
wah.. gimana rasanya tuh mas? khan isinya segepok. pasti Deg-nya lebih hebat yah?
yang punya pasti sangat bersyukur ditemukan oleh mas Andrik.. :thumbup:
eh…mas fadly kontes berakhir ntar malam kan?
kontes sudah berakhir tadi siang jam 12 mas… pengumuman besok jam 12 juga yah.. selamat yah!
Mas Fadly baik deh
“Seorang yang suka menolong sesamanya, PASTI akan mendapat pertolongan pula dari Tuhannya (hanya saja via siapa datangnya, itu yang TIDAK DAPAT DIPASTIKAN)
makasih mas..
mudah2an bisa bertahan
Bolehkah saya ijin untuk numpang nangis karena membaca cerita ini mas ???? harubangett mas
Subhanallah…. Allah memang tidak pernah tak membalas hambanya dengan kebaikan yang setimpal…
tapi nangisnya jangan disini mas.. saya bingung kalau ada air mata..
Itulah keajaiban Tuhan melalui hukum alamnya mas. Bingung mau berkomentar apa lagi. Memang akibat dari berbuat baik dengan perasaan yang tulus selalu menyenangkan hati. :iloveindonesia
Visit Now:
Motivasi Sederhana|Pengembangan Diri|Blog Motivasi|Motivasi|Motivasi Diri|Tips Sukses|Tips Motivasi Diri
Saya pernah membaca disalah satu buku (lupa judulnya) yang mengatakan bahwa orang baik pasti akan dipertemukan dengan orang baik juga. Begitupun dengan orang ramah
. Saya rasa fenomena tersebut ada benarnya ya mas…
thanks for share
Karma yang baik akan mendatangkan hal yang baik, karma yang buruk tentu saja mendatangkan hal yang buruk.
Baik dan buruk tergantung orang yang menilainya, kita hanya bisa berbuat sesuai dengan norma yang umumnya berlaku dimasyarakat. :norose:
Saya suka cerita baik mas Fadly. Boleh kapan-kapan saya share cerita mas Fadly di blog saya?
SubhanALLAH, very touching story Mas Fadly .
saya salut dengan mba mba itu dan Mas Fadly tentunya .
Hehehe
Thanks
Imamz
hanya hati yang sadar dan paham aja mas mungkin yang mengerti seperti ini, di kembalikan kepada yang berhak.
Bagus tulisannya, isi tentang persepsi dari akal yang sehat.
Wah,,,
melalui empiris nie cerita,,,
filosof hidup intinya tergantung diri sendiri juga,,,,
apapun yang kita tanam itulah yang kita panen juga,,,,,,,,,hanya saja berbeda waktu n cara tapi membentuk makna yang sama.
AKU BENAR-BENAR SUDAH MUAK SAMA SEMUA ORANG YANG ADA….
SAYA RASA ORANG BAIK ADALAH SATWA LANGKA YANG HARUS DILINDUNGI
KARENA MUNGKIN IA DIAMBANG KEPUNAHAN…
LIAT AJA TIAP ADA SESEORABNG JALAN, YAN G LAIN PADA NGOMONGIN KEJELEKANNYA, HANYA MAU MEMBANTU ORANG YANG DIANGGAPNYA BISA MEMBANTUNYA, TERJADINYA BULLYING BRENGSEK TERKUTUK DI SETIAP SEKOLAH TANPA ADA SEORANG PUN YANG MEMBELA, TIDAK SUKA MELEMPAR PUJIAN NAMUN SEBALIKNYA…
LIHAT SAJA SUATU SAAT SAYA AKAN MEMBALAS KALIAN SEMUA DENGAN SAKIT YANG BERIBU KALI LEBIH MENYAKITKAN,,,,
PADA SAAT ITU KALIAN SEMUA AKAN BERPIKIR MATI ITU LEBIH BAIK UNTUK KALIANN!!!!!!
woaaaaaaaaw…….sabaaaaaaaaaar…..dan pasrah pd sangpencipta
butul tuh mas orang baik itu juga banyak. Akan tetapi lebih banyak lagi orang yang sebenarnya tidak baik, tapi dia selalu memakai topeng yang bernama KEBAIKAN. jadi intinya lebih banyak orang yang tidak baik sekarang ini.
orang baikkkkk
yang bagai mana,,,,,,
yang bijak apa bijak sana,,,,,,,
memang niat baik harus di biasakan dari sejak dini,,,sering lingkungan terdekat kita mermbentuk karakter pribadi kita…..
tapi kita awali dengan niat baik…N
MARI KITA NIATI NIAT MENJADI ORANG BAIK…….
DAN KITA,,,AWALI DALAM WAKTU TERDEKAT KITA,,,,MAU…satu jam kedepan,,,,hari esok,,,ato minggu ini
“Orang baik itu sebenarnya banyak. Hanya belum ada moment dramatis yang mampu menggeser persepsi negatif tentang orang baik itu. ”
Bukan hanya banyak mas, namun sebenarnya semua orang itu pada dasarnya baik. Sebab kita semua sama dalam hal naluri. Namun saya setuju kata mas fadly bahwa hanya saja banya orang yang berpikiran bahwa sudah jarang sekali menemukan orang baik jaman sekarang.
Saya rasa, sekarang kembali lag ke pribadi masing2. Bgamana kita berpikir positif terhadap orang lain. Dan don’t judge a book by its cover!
Salam sukses!