Maaf yah, baru sempat menyapa nih. Sebab, waktu lagi di tuangkan untuk yang lain. Kali ini coba kita ngobrol-ngobrol tentang Ramadan deh.
Kita semua paham, bahwa Ramadan, bulan yang penuh hikmah. Rasanya susah memposisikan diri untuk mendebat pengakuan itu. Ramadan memang bulan yang sangat special. Terutama bagi ummat islam.
Kejadian dan respon sosial terhadap bulan yang satu ini juga beragam. Banyak kejutan-kejutan yang membuat daya tarik tersendiri.
Saat ngabuburit, dimanapun dibulan ramadan, selalu terasa ramai dan menyenangkan. Sekalipun terlihat padat dan kadang-kadang menyesakkan, macet dan riuh. Tapi tetap saja diserbu. Apalagi, jika tempat yang di tuju tergolong menggoda.
Baca Koran, nonton berita, simak warta di internet, salah satu yang menarik perhatian saya adalah soal berita dari perum pegadaian. Omzet meningkat tajam. Rupanya banyak konsumen yang menggadaikan barang berharganya untuk modal bisnis musiman. Mungkin salah satunya yang ada pada penjajah makanan berbuka puasa itu. Atau penjualan pakaian, atau yang lainnya.
Ada juga lonjakan penjualan tiket kereta api. Yang khabarnya sudah ludes. Entah darimana tuh orang-orang yang sudah menghisap tiket-tiket kereta api.
Melihat ke mall, ancang-ancang diskon, mulai terasa auranya. Rasanya walau tidak butuh pengen juga membeli tawaran mereka.
Kuping kita juga diramaikan oleh suara-suara dentuman petasan yang mengejutkan. Entah apa yang membius mereka, sehingga sampai detik ini pun masih menyenangi unjuk suara yang mengejutkan dan membuat orang lain tidak nyaman. Padahal kalau mau yang lebih heboh khan sudah ada tabung 3kg. lebih serius tuh bunyinya.
Banyak sekali sebenarnya letupan-letupan ramadhan. Yang tak mau ketinggalan menyumbangkan partisipasi untuk mengisi kemeriahan ramadan. Entah itu positif atau negative. Entah itu konsumtif atau produktif. Jadi malas atau bergairah.
intinya, ada kecenderungan merespon bulan Ramadan, dengan tindakan yang justru bisa mengikis esensinya sebagai bulan untuk ibadah.
Padahal, ramadhan itu kebesarannya karena unsure ibadahnya. Tapi aktifitas lain yang menghebohkan justru lebih mencolok ketimbang ibadah ramadhan itu sendiri.
Ramadhan seharunsya mengajarkan kita untuk banyak-banyak menahan diri. Tapi justru lebih banyak meloloskan diri. Lebih konsumtif.
Ya sudahlah….,
ini hanya sekedar wacana untuk bertatap sapa dengan anda semua. Sebab lagi sibuk ngurusin unakunik. Sebab, saya salah satu yang menikmati berkah ramadhan. Maklum produknya memang ada hubungannya dengan ibadah, khususnya anak-anak
(kalau ini letupan yang diharapkan)
Selamat berbuka puasa yah..

{ 41 comments… read them below or add one }
Puasa itu memang hanya untuk yang bertaqwa SAJA. Sedang yg lainnnya, kebanyakan hanya mendapat lapar dan dahaga.
Salam
mengisi dengan fariasi lain sebenarnya nikmat-nikmat saja pak Fauzi. tapi kalau terkesan kontra-produktif, buat apa?
kelihatannya ramadhan kali ini semakin banyak letupan. Harap selalu waspada menghindari letupan2 yg tak diinginkan, dan selamat menikmati letupan musiman yg bermanfaat. Semoga barokah.
iya pak, mendingan letupan yang terakhir deh. letupan membawa rezeki
leetupaaann saya ganti serba serbi aja deh….
pernak-pernik ramadhan deh mas..
maklum sih setahun sekali tp alangkah baiknya diisi dengan kegiatan2 yg positif dan bermanfaat. Seperti menulis artikel2 yg bermanfaat di blog
betul mas..
apalagi tulisan-tulisan yang menghibur..
ngobrol seputar ramadan juga asyik gan
Kirain letupan masakan buat buka puasa mas?????….
Yaa enaknya serba-serbi seperti kata mas MH, biar lebih ma’ nyosss
Romadlon merupakan momen yang susah jika dianggap remeh (untuk orang yang bertaqwa). Tapi alangkah baiknya lagi jika saat romadlon mampu menimbulkan semangat berkreasi lagi..
cuaca sepertinya lebih panas mas buat org berpuasa
pola hidup sehat sepertinya harus di terapkan nih.
Kemeriahan yang ada menurut saya tak bisa dihindarkan mas. Yang penting masih wajar dan tidak menghilangkan esensi bulan Ramadhan itu sendiri. Selamat menunaikan ibadah puasa buat semuanya yang muslim.
kadang saya berfikir, inilah mungkin ciri suatu wilayah menyikapi bulan ramadan…
Ramadhan menjadikan sebagian dari kita lebih konsumtif, tidak bisa dipungkiri. Itulah sebabnya kenapa disaat-saat ramadhan seperti ini unakunik menjadi ramai dan membuat pengurusnya menjadi kewalahan
hehehe…
iya mas, semua yang bersifat konsumsi, meningkat signifikan.
produksi dan kesediaan barang juga meroket.
alhamdulillah, ini juga berkah buat saya.
*jangan-jangan mas Aldy sudah siap-siap beli sepatu baru?
Komenku ditelan si Aki, bulan puasa begini si Aki tetap saja tidak puasa menelang yang tidak bersalah
ujian puasa mas
mungkin ini menjadi cerminan kedewasaan lingkungan kita pada umumnya mas, dan itu hampir terjadi dimana-mana tidak memandang desa ataupun kota, nggak kota kecil ato kota besar. Mungkin ada baiknya ketika kita memulai dari diri kita dan orang terdekat kita untuk merubah menjadi sikap yang lebih dewasa dalam menyambut ramadhan…..
Tetap semangat berpuasa mas dan rekan2 semuanya
semoga saja yah mas agus
Sebelumnya salam kenal Mas.
Ramadlan memang adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang paling baik bagi seluruh umat Islam. Namun, tentunya bulan Ramadlan ini akan menjadi lebih bermakna bagi seseorang bila diisi dengan kegiatan keagamaan.
Memang, karena zaman yang semakin berkembang, keadaan dalam mengisi bulan ramadlan pun berubah, ya seperti letupan-letupan yang mas bilang. Jika dulu anak-anak bermain congklak, kelereng, loncat tinggi, dsb, tapi sekarang cenderung main petasan dan bermain dengan alat eletronik lainnya. Jika dulu mereka yang biasa berkumpul dengan keluarga di rumah, tadarusan sambil menunggu adzan magrib, tapi sekarang cenderung ngabuburit yang memang beragam tujuannya. Namun, walaupun zaman semakin berkembang, kebiasaan mulai berubah, saya harap letupan itu bisa bermakna, menjadikan hal yang lebih positif.
salam kenal juga mas Yuda?
iya, kurang lebih memang seperti itu, pergeseran kebiasaan tentunya ada. mungkin perlu pemahaman baru untuk menyikapi hal-hal baru yah?
tks pendapatnya
disetiap sudut kota maupun desa letupan itu selalu terjadi, dan memang bulan barokah…pedagangpun turut ramai dan menikmati barokahnya, moga unakunik juga ya Mas….
hihihih.. jadi malu, iya mas. alhamdulilah unakunik menikmati percikan ramadan
kalo kumandang petasan termasuk letupan ramadhan gak mas hahahaha…
oh iya mas.. ada bukber di tebet sama pak jonru.. hehehe.. mohon kehadirannya soalnya saya juga hadir disitu.. info lengkapnya di belajarmenulis.com
insyaAllah rif. mudah-mudahan waktunya pas
hahaha, justru itu letupan dahsyat.
hati-hati bakarnya rif
hahaha saya udah gak main petasan mas.. udah tobat hahaha mending uangnya buat bangun bisnis waktu lebaran nanti…
berkah ramadhan….
semoga juga sampai ke orang2 yang terkadang tak sempat kita perhatikan…
di jalanan misalnya…
amin.
tentu, justru dijalanan kita menemukan banyak pesan penting. trims yah
hem…Selamat Berbuka Mister FM….
makasih mister
wah… letupan terkahirnya dapat bangettt tuh….
semoga puasa kita tahun ini lebih baik dari tahun lalu ya….
ada udang dibalik batu yah? hehehe
makasih doanya bli
kayaknya letupan itu hanya terjadi di indonesia aja mas… di negara lain sepertinya ga ada….
hemm.. gak ter expose sih hehehe
mas sih? berarti indonesia jantungnya pada kuat semua dong?
Selamat menunailan ibadah puasa ya Mas FM.
Semoga berjalan lancar dan mendapatkan berkah yang berlimpah. Amin.
makasih Bli..
di kendari suasananya gimana bulan ramadan? ramai?
Setelah baca artikel ini, jadi kepikiran “Betulkah di antara kita gembiar menyambut Ramadan murni karena Ramadannya, atokah sisi keramaian di balik ramadan itu”
Semga kita tidak termasuk orang yang melakukan hal yang dapat mengikis esensi Ramadan itu Mas
seadainya kita mengerti keutamaan bulan puasa, seharusnya bulan puasa diisi dengan memperbanyak sholat sunah, tilawah qur’an, dzikir dll.
jangan sampai di akhir bulan puasa malah menyesal karena tidak bisa memaksimalkan ibadah……