Kontes Menulis Peribahasa

by Fadly Muin on June 27, 2010

Kali ini saya akan coba mengikuti kontes menulis peribahasa yang diadakan oleh Pakdhe Cholik. blog yang terkenal dengan kontes uniknya. Blog yang didedikasikan untuk menciptakan tali silaturahmi yang panjang berakar.

Dalam kesempatan ini pula,  saya akan berusaha mempopulerkan kalimat sentimentil yang biasanya diarahkan kepada birokrat yang masih Doyan “memperlambat dan mempersulit pelayanan masyarakat”.

Tapi saya akan coba “meredefinisi” agar bisa kita gunakan sebagai peribahasa yang longgar, dengan harapan lebih banyak digunakan untuk kepentingan konstruktif.

***

ok, berikut ini peribahasanya:

  • Kalau bisa “titik-titik” Kenapa harus “titik-titik”
  • Artinya/ makasudnya: Sebenarnya setiap individu memililiki kapasitas berbuat lebih banyak. Tapi banyak orang yang menempatkan “titik” dengan logika dan perspektif negatif.Karena kurangnya pengetahuan dan kemauan untuk berbuat lebih baik. Bisa jadi karena dangkalnya ilmu, atau dominannya nafsu untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan kontrol diri.

Misalnya kalau bisa jadi pecundang kenapa harus jadi pejuang. Kalau bisa santai kenapa harus cepat dan seterusnya.

Jika saja perspektifnya dibalik bukan mustahil kita akan dikelilingi oleh orang-orang progresif ( Peribahasa ini dimaksudkan untuk itu)

***

semoga sekedar sumbang gagasan ini bisa memberi sedikit efek gerak ke arah yang lebih baik.

memang ini bukanlah peribahasa yang hebat-hebat banget. kebetulan saja, maksud menciptakan peribahasa ini masih bernuansa motivasi, tidak ada salahnya juga disajikan disini.

Salam…!!

{ 61 comments… read them below or add one }

Novianto Syahmud June 27, 2010 at 15:33

bener mas, terkadang kita memang membuat hal yang mudah jadi begitu sulit untuk kita..saya sering memperhatikan hal ini, apa lagi yang berkenaan dengan emosi. kalo kita bisa menyelesaikan masalah tanpa emosi kenapa harus pake emosi. apa karena gengsi mungkin ya, kalo ngk emosi ngk keren gitu, hiiii…

Reply

fadlymuin June 27, 2010 at 15:54

wah ternyata, cocok juga yah kalimat peribahasa yg dimaksud.

bener juga mas, kalau bisa di buat adem, kenapa dibuat panas.. trims..

Reply

mh June 27, 2010 at 15:51

sugeng enjang gusti prabu…

Reply

fadlymuin June 27, 2010 at 15:59

aduh ga bisa balasnya nih kakang prabu wakakaka

Reply

Agus Siswoyo June 27, 2010 at 22:27

sugeng dalu kakang embok. menawi wonten kalepatan kulo nyuwun gunging pangaksami…

Reply

fadlymuin June 27, 2010 at 23:35

nah dapat nih tranlseternya…

Reply

abdoo June 27, 2010 at 23:38

hehehe… mas agus yang asli Jawa udah bantu ngebales mas Fadly… tapi saya juga gak tau artinya…hahaha…

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:07

he he he.. bener. tambah ga ngertos

Reply

Agus Siswoyo June 30, 2010 at 22:35

Jangan dibalas pakai bahasa Makassar mas, nanti saya yang kabur. hehehe.

Reply

fadlymuin July 1, 2010 at 12:32

sesekali saya akan balas dengan bahasa bugis makassar atau bahasa irian sekalian, biar pada tau rasa.. wakakakak

BlogCamp June 27, 2010 at 16:23

Terima kasih atas partisipasinya dalam Kontes Menulis Peribahasa dalam rangka menyambut 1 st BlogCamp’s Anniversary.
saya catat sebagai peserta

Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini menggelar acara unggulan:

1. Ungkapkan Opini Anda
2. The Amazing Picture.
3. The Twin Contest
4. Kontes Menulis Peribahasa

Silahkan join di Blogcamp dan dapatkan hadiah yang menarik dan bermanfaat.
Terima kasih

Reply

Erdien June 27, 2010 at 16:30

Peribahasanya cukup membuat saya bingung Mas hehehe…. Ini karena tadi saya belum selesai membacanya :)
Saya baru baca sampai kalimat peribahasa Kalau bisa “titik-titik” Kenapa harus “titik-titik” tanpa baca kklanjutannya saya langsung berpikir, “Koq sama-sama “titik-titik” ya? itu kan sama saja. Kalo kalimatnya begini Kalau bisa “titik” Kenapa harus “titik-titik” itu kan beda, yang kan?
===
Namun, ternyata titik-titik itu hanyalah sebuah peluang yang pilihannya bergantung pada persepsi masing-masing ya?
===
OK, Mas Fadly laka najah!

Reply

Agung Prasetyo June 28, 2010 at 22:27

Saya juga begitu mas Erdien. Begitu membaca pribahasanya sedikit mengambang gitu.

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:09

he he he.. sesekali gapapa khan gy..?

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:08

benar mas, titik titik itu hanya sebuah peluang. tergantung mau diisi apa. makanya peribahasa ini diperuntukan unutk diisi dengan sesuatu yang baik..:D

Reply

fadly muin June 27, 2010 at 16:30

trims PakDhe…

Reply

bundadontworry June 28, 2010 at 10:59

selamat siang Mas Fadly………
bunda ikutan bantuin Pakdhe nyatet peribahasanya juga ya Mas.
Semoga sukses diacara ini :)
salam

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:10

selamat siang juga bunda,
jadi ikut merepotkan nih bunda.

trims yah

Reply

Blog Pengembangan Diri | Tips Sukses | Motivasi | Inspirasi | Blogger Tutorial | Download Gratis June 27, 2010 at 16:43

menulis peribahasa memang tidak mudah, dibutukan kecerdasan linguistik dan sedikit usaha untuk lebih kreatif :)

http pengembangandiriku.blogspot.com/2010/06/rahasia-sukses-tulislah-buku-impian.html

Reply

Agus Siswoyo June 27, 2010 at 22:29

link di bawah komen nggak pernah hilang ya. nempeeeel terus. kayak perangko.

Reply

fm June 27, 2010 at 23:24

hehehe…
padahal sudah pernah disundul..

Reply

Agus Siswoyo June 30, 2010 at 22:37

sundulannya kurang tuh mas, sekalian adu penalty aja. :P

Reply

fadlymuin July 1, 2010 at 12:33

sudah saya jawab dengan artikel terbaru mas

Arief Rizky Ramadhan June 29, 2010 at 20:36

bukan prangko lagi mas.. udah pake lem alteco tuh… wkwkwkwk

Reply

Harry Permadi | Personal Blog June 27, 2010 at 18:15

meskipun peribahas tersebut singkat, tetapi asalkan mempunyai makna yang dalam peribahasa itu menjadi indah dan berarti.. mentep dah gan.. :D

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:36

betul banget gan…:D

Reply

nh18 June 27, 2010 at 19:05

Semoga sukses di perhelatannya pak De ya Pak Fadly

salam saya

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:37

terima kasih pak nh..

salam hangat

Reply

Aldy June 27, 2010 at 19:43

Kalau bisa di “tutok” kenapa hanya di “titik-titik” ?
Sikat Mas !
[* permisi.... kompor lewat, minyak panas....*]

Reply

Agus Siswoyo June 27, 2010 at 22:30

Pesen nasgor satu bungkus bang. Sayurnya yang banyak ya.
Hahaha…

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:38

wahahaha…
awas salah tutok mas :D

(*udah minggir banget nih, sambil angkat kaki pula)

Reply

Catatan Blogger Amphibi June 27, 2010 at 22:24

pokoke mauku begini titik gak pake koma :D

*sip mas
sukses ya

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:39

wah, di obok-obok nih pribahasaku..:))

Reply

Agus Siswoyo June 27, 2010 at 22:26

yang saya ingat dari Pakde adalah semangatnya untuk berbagi dengan yang lain. nggak harus berbagi materi dan ilmu. berbagi keceriaan pun boleh jadi memberi efek yang bagus dalam dunia blogging yang makin riweuh ini.

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:42

itu karisma tersendiri yg dipunyai pakdhe..
biar purnawirawan, tapi menghadirkan suasana sejuk dan adem

Reply

suarakelana June 27, 2010 at 23:16

ini namanya peribahasa ber variable, kayak persamaan matematika.
Perspektif langsung dan kebalikannya sangat menginspirasi, dan saya kira semua orang segera maklum maksudnya.
Kreatif !

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:43

enak pak, mencptakan teka-teki analogi seperti ini. seru bin maksa :D

Reply

Khalid Abdullah June 28, 2010 at 16:57

wah iya juga ya mas !

saya sebenernya ingin menyebutkan sebuah nama daerah tempat pakle saya sempat menjabat jadi kepala bank di daerah itu…

dan tahukah mas apa perinsip disana ?

” kalau bisa dikerjakan besok, ngapain dikerjakan hari ini ??? ”

jederrrrr ! heran saya !

harus dibalik tuch pemikiran mereka dengan membaca artikel ini, tentang peribahasa :

” kalau bisa titik-titik, kenpa harus titik2 ???!!! ”

p.s : titik2 pertama sudah pasti yang baiknya.

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:45

nah, titik-titik itu sering dimainkan oleh birokrat mas.
pengalaman saya sih, memang seperti itu kalau berurusan dengan birokrat..

Reply

nenekmu June 28, 2010 at 23:27

enak enak membahas markus kenapa harus membahas pornografi.

kira-kira kalimat ini bisa nggak ya.

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:46

boleh deh…:D

Reply

Agus Siswoyo June 30, 2010 at 22:38

bisa kok nek…

(merasa jadi cucu) :D

Reply

ALHIJR ADWITIYA June 29, 2010 at 03:51

ada gula ada semut Pak..

Reply

fadlymuin June 29, 2010 at 12:48

ada blogger ada pembaca..:)

Reply

ImamS June 29, 2010 at 10:01

Salam kenal…

Selamat berjuang… Semoga menang.

Reply

fadlymuin July 1, 2010 at 12:34

salam kenal juga

Reply

Alam June 29, 2010 at 10:02

Ya. Benar.

Intinya, harus jujur. Bukan munafik.

Reply

fadlymuin July 1, 2010 at 12:35

betul banget

Reply

Phie June 29, 2010 at 11:15

Buat pribahasa memang mudah tp buat pribahasa yang bener2 bermakna itu yg sulit..
He..

Reply

fadlymuin July 1, 2010 at 12:35

susah susah gampang, tapi menyenangkan mas :D

Reply

Siti Fatimah Ahmad June 29, 2010 at 12:52

Assalaamu’alaikum

Peribahasa memberi banyak kebaikan dalam mengajak minda manusia ke arah berfikiran terbuka untuk memahami maksud yang tersirat. hebatnya lingkungan terdahulu kerana banyak memnggunakan peribahasa, simpulan bahasa dan pepatah pepatih dalam perbicaraan seharian mereka sehingga mewujudkan suatu rona bahasa yang indah dan dalam interpretasinya.

Saya tertarik dengan kalimat peribahasa ciptaan Mas Fadly ini:

– Kalau bisa “titik-titik” Kenapa harus “titik-titik” -

Mulanya pusing juga memahaminya, setelah dimaklumkan pengertiannya, saya bersependapat bahawa jika suatu perkara yang mudah dilakukan maka seharusnya jangan disukarkan jalannya. Buat sehabis boleh, kalau tidak boleh, maka bertindak progresif dan optimis bahawa semua urusan dapat dilakukan jika ada kesungguhan.

Salut mas, semoga sukses dalam kontesnya.
Salam kenal dan terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.

Reply

fadlymuin July 1, 2010 at 12:37

waalaikum salam bunda, terima kasih sudah berkunjung
saya senang kalau bunda bisa mengerti peribahasa indonesia..

butuh titik temu yang pas untuk saling memahami dua bahasa bunda..:D

mudah-mudahan tidak bosan mampir kesini yah

Reply

Siti Fatimah Ahmad June 29, 2010 at 12:54

Oh ya, lupa memaklumi… bahawa blog mas ini sudah saya tautkan di ruang Menuju Dunia Sahabat (atas banner) di laman ilmu saya. Mudahan beroleh kebaikan dalam jalinan persahabatan ini.

Salam ceria selalu dari saya di Sarikei, Sarawak, Malaysia.

Reply

fadlymuin July 1, 2010 at 12:39

oh, kalau begitu terima kasih lagi bunda :D

Reply

Arief Rizky Ramadhan June 29, 2010 at 20:39

waduh mas kalo kontes begini saya belum bisa ikutan… nulis aja masih gak bener.. gimana nulis peribahasa ? hehehe… ilmu masih kurang butuh bimbingan ya mas..

Reply

fadlymuin July 1, 2010 at 12:46

h he he.. coba aja rif.

Reply

aas maesyanurdin June 29, 2010 at 22:59

1)
kalau bisa titik kenapa harus koma…
kalau bisa ngetik kenapa harus lama (ngupdate blog) …

2)
kalau bisa titik kenapa harus koma
kalau bisa gadis cantik kenapa harus oma-oma ..hehehe ga nyambung

Reply

fadlymuin July 1, 2010 at 12:50

kalau bisa update cepat, kenapa dilama-lamain.
kalau tidak bisa update blog kenapa buat-buat alasan
wakakaka….

ayo mas, coba ikutan…

Reply

Agus Siswoyo June 30, 2010 at 21:37

Foto feedburner-nya bagus mas. Lebih fresh kelihatannya.

Reply

fadlymuin July 1, 2010 at 12:51

itu pas mau kondangan, habis dari salon. sayang kalau dui lewatkan. mending di abadikan dulu mas ..he he he

Reply

venty July 6, 2010 at 21:20

peribahasanya cukup membuat saya bingung mengartikannya.. udah saya baca berulang kali..
ohh ,,, jadi titik-titik itu berarti peluang ya???

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: