Kali ini saya akan coba mengikuti kontes menulis peribahasa yang diadakan oleh Pakdhe Cholik. blog yang terkenal dengan kontes uniknya. Blog yang didedikasikan untuk menciptakan tali silaturahmi yang panjang berakar.
Dalam kesempatan ini pula, saya akan berusaha mempopulerkan kalimat sentimentil yang biasanya diarahkan kepada birokrat yang masih Doyan “memperlambat dan mempersulit pelayanan masyarakat”.
Tapi saya akan coba “meredefinisi” agar bisa kita gunakan sebagai peribahasa yang longgar, dengan harapan lebih banyak digunakan untuk kepentingan konstruktif.
***
ok, berikut ini peribahasanya:
- Kalau bisa “titik-titik” Kenapa harus “titik-titik”
- Artinya/ makasudnya: Sebenarnya setiap individu memililiki kapasitas berbuat lebih banyak. Tapi banyak orang yang menempatkan “titik” dengan logika dan perspektif negatif.Karena kurangnya pengetahuan dan kemauan untuk berbuat lebih baik. Bisa jadi karena dangkalnya ilmu, atau dominannya nafsu untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan kontrol diri.
Misalnya kalau bisa jadi pecundang kenapa harus jadi pejuang. Kalau bisa santai kenapa harus cepat dan seterusnya.
Jika saja perspektifnya dibalik bukan mustahil kita akan dikelilingi oleh orang-orang progresif ( Peribahasa ini dimaksudkan untuk itu)
***
semoga sekedar sumbang gagasan ini bisa memberi sedikit efek gerak ke arah yang lebih baik.
memang ini bukanlah peribahasa yang hebat-hebat banget. kebetulan saja, maksud menciptakan peribahasa ini masih bernuansa motivasi, tidak ada salahnya juga disajikan disini.
Salam…!!

{ 61 comments… read them below or add one }
bener mas, terkadang kita memang membuat hal yang mudah jadi begitu sulit untuk kita..saya sering memperhatikan hal ini, apa lagi yang berkenaan dengan emosi. kalo kita bisa menyelesaikan masalah tanpa emosi kenapa harus pake emosi. apa karena gengsi mungkin ya, kalo ngk emosi ngk keren gitu, hiiii…
wah ternyata, cocok juga yah kalimat peribahasa yg dimaksud.
bener juga mas, kalau bisa di buat adem, kenapa dibuat panas.. trims..
sugeng enjang gusti prabu…
aduh ga bisa balasnya nih kakang prabu wakakaka
sugeng dalu kakang embok. menawi wonten kalepatan kulo nyuwun gunging pangaksami…
nah dapat nih tranlseternya…
hehehe… mas agus yang asli Jawa udah bantu ngebales mas Fadly… tapi saya juga gak tau artinya…hahaha…
he he he.. bener. tambah ga ngertos
Jangan dibalas pakai bahasa Makassar mas, nanti saya yang kabur. hehehe.
sesekali saya akan balas dengan bahasa bugis makassar atau bahasa irian sekalian, biar pada tau rasa.. wakakakak
Terima kasih atas partisipasinya dalam Kontes Menulis Peribahasa dalam rangka menyambut 1 st BlogCamp’s Anniversary.
saya catat sebagai peserta
Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini menggelar acara unggulan:
1. Ungkapkan Opini Anda
2. The Amazing Picture.
3. The Twin Contest
4. Kontes Menulis Peribahasa
Silahkan join di Blogcamp dan dapatkan hadiah yang menarik dan bermanfaat.
Terima kasih
Peribahasanya cukup membuat saya bingung Mas hehehe…. Ini karena tadi saya belum selesai membacanya
Saya baru baca sampai kalimat peribahasa Kalau bisa “titik-titik” Kenapa harus “titik-titik” tanpa baca kklanjutannya saya langsung berpikir, “Koq sama-sama “titik-titik” ya? itu kan sama saja. Kalo kalimatnya begini Kalau bisa “titik” Kenapa harus “titik-titik” itu kan beda, yang kan?
===
Namun, ternyata titik-titik itu hanyalah sebuah peluang yang pilihannya bergantung pada persepsi masing-masing ya?
===
OK, Mas Fadly laka najah!
Saya juga begitu mas Erdien. Begitu membaca pribahasanya sedikit mengambang gitu.
he he he.. sesekali gapapa khan gy..?
benar mas, titik titik itu hanya sebuah peluang. tergantung mau diisi apa. makanya peribahasa ini diperuntukan unutk diisi dengan sesuatu yang baik..:D
trims PakDhe…
selamat siang Mas Fadly………
bunda ikutan bantuin Pakdhe nyatet peribahasanya juga ya Mas.
Semoga sukses diacara ini
salam
selamat siang juga bunda,
jadi ikut merepotkan nih bunda.
trims yah
menulis peribahasa memang tidak mudah, dibutukan kecerdasan linguistik dan sedikit usaha untuk lebih kreatif
http pengembangandiriku.blogspot.com/2010/06/rahasia-sukses-tulislah-buku-impian.html
link di bawah komen nggak pernah hilang ya. nempeeeel terus. kayak perangko.
hehehe…
padahal sudah pernah disundul..
sundulannya kurang tuh mas, sekalian adu penalty aja.
sudah saya jawab dengan artikel terbaru mas
bukan prangko lagi mas.. udah pake lem alteco tuh… wkwkwkwk
meskipun peribahas tersebut singkat, tetapi asalkan mempunyai makna yang dalam peribahasa itu menjadi indah dan berarti.. mentep dah gan..
betul banget gan…:D
Semoga sukses di perhelatannya pak De ya Pak Fadly
salam saya
terima kasih pak nh..
salam hangat
Kalau bisa di “tutok” kenapa hanya di “titik-titik” ?
Sikat Mas !
[* permisi.... kompor lewat, minyak panas....*]
Pesen nasgor satu bungkus bang. Sayurnya yang banyak ya.
Hahaha…
wahahaha…
awas salah tutok mas
(*udah minggir banget nih, sambil angkat kaki pula)
pokoke mauku begini titik gak pake koma
*sip mas
sukses ya
wah, di obok-obok nih pribahasaku..:))
yang saya ingat dari Pakde adalah semangatnya untuk berbagi dengan yang lain. nggak harus berbagi materi dan ilmu. berbagi keceriaan pun boleh jadi memberi efek yang bagus dalam dunia blogging yang makin riweuh ini.
itu karisma tersendiri yg dipunyai pakdhe..
biar purnawirawan, tapi menghadirkan suasana sejuk dan adem
ini namanya peribahasa ber variable, kayak persamaan matematika.
Perspektif langsung dan kebalikannya sangat menginspirasi, dan saya kira semua orang segera maklum maksudnya.
Kreatif !
enak pak, mencptakan teka-teki analogi seperti ini. seru bin maksa
wah iya juga ya mas !
saya sebenernya ingin menyebutkan sebuah nama daerah tempat pakle saya sempat menjabat jadi kepala bank di daerah itu…
dan tahukah mas apa perinsip disana ?
” kalau bisa dikerjakan besok, ngapain dikerjakan hari ini ??? ”
jederrrrr ! heran saya !
harus dibalik tuch pemikiran mereka dengan membaca artikel ini, tentang peribahasa :
” kalau bisa titik-titik, kenpa harus titik2 ???!!! ”
p.s : titik2 pertama sudah pasti yang baiknya.
nah, titik-titik itu sering dimainkan oleh birokrat mas.
pengalaman saya sih, memang seperti itu kalau berurusan dengan birokrat..
enak enak membahas markus kenapa harus membahas pornografi.
kira-kira kalimat ini bisa nggak ya.
boleh deh…:D
bisa kok nek…
(merasa jadi cucu)
ada gula ada semut Pak..
ada blogger ada pembaca..:)
Salam kenal…
Selamat berjuang… Semoga menang.
salam kenal juga
Ya. Benar.
Intinya, harus jujur. Bukan munafik.
betul banget
Buat pribahasa memang mudah tp buat pribahasa yang bener2 bermakna itu yg sulit..
He..
susah susah gampang, tapi menyenangkan mas
Assalaamu’alaikum
Peribahasa memberi banyak kebaikan dalam mengajak minda manusia ke arah berfikiran terbuka untuk memahami maksud yang tersirat. hebatnya lingkungan terdahulu kerana banyak memnggunakan peribahasa, simpulan bahasa dan pepatah pepatih dalam perbicaraan seharian mereka sehingga mewujudkan suatu rona bahasa yang indah dan dalam interpretasinya.
Saya tertarik dengan kalimat peribahasa ciptaan Mas Fadly ini:
– Kalau bisa “titik-titik” Kenapa harus “titik-titik” -
Mulanya pusing juga memahaminya, setelah dimaklumkan pengertiannya, saya bersependapat bahawa jika suatu perkara yang mudah dilakukan maka seharusnya jangan disukarkan jalannya. Buat sehabis boleh, kalau tidak boleh, maka bertindak progresif dan optimis bahawa semua urusan dapat dilakukan jika ada kesungguhan.
Salut mas, semoga sukses dalam kontesnya.
Salam kenal dan terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
waalaikum salam bunda, terima kasih sudah berkunjung
saya senang kalau bunda bisa mengerti peribahasa indonesia..
butuh titik temu yang pas untuk saling memahami dua bahasa bunda..:D
mudah-mudahan tidak bosan mampir kesini yah
Oh ya, lupa memaklumi… bahawa blog mas ini sudah saya tautkan di ruang Menuju Dunia Sahabat (atas banner) di laman ilmu saya. Mudahan beroleh kebaikan dalam jalinan persahabatan ini.
Salam ceria selalu dari saya di Sarikei, Sarawak, Malaysia.
oh, kalau begitu terima kasih lagi bunda
waduh mas kalo kontes begini saya belum bisa ikutan… nulis aja masih gak bener.. gimana nulis peribahasa ? hehehe… ilmu masih kurang butuh bimbingan ya mas..
h he he.. coba aja rif.
1)
kalau bisa titik kenapa harus koma…
kalau bisa ngetik kenapa harus lama (ngupdate blog) …
2)
kalau bisa titik kenapa harus koma
kalau bisa gadis cantik kenapa harus oma-oma ..hehehe ga nyambung
kalau bisa update cepat, kenapa dilama-lamain.
kalau tidak bisa update blog kenapa buat-buat alasan
wakakaka….
ayo mas, coba ikutan…
Foto feedburner-nya bagus mas. Lebih fresh kelihatannya.
itu pas mau kondangan, habis dari salon. sayang kalau dui lewatkan. mending di abadikan dulu mas ..he he he
peribahasanya cukup membuat saya bingung mengartikannya.. udah saya baca berulang kali..
ohh ,,, jadi titik-titik itu berarti peluang ya???